Tag: MACD

  • Mengenal Indikator MACD dalam Analisis Teknikal Kripto

    Jika membahas mengenai analisis teknikal kripto, maka indikator MACD akan menjadi salah satu indikator yang sering digunakan. Lalu, apa itu indikator MACD dan bagaimana cara menggunakannya untuk analisis teknikal kripto?

    Mengenal Indikator MACD 

    MACD adalah singkatan dari “Moving Average Convergence Divergence“, adalah indikator yang bersifat momentum untuk memperkirakan arah tren harga, apakah bullish atau bearish, dengan menggunakan dua moving average.

    Tentu saja, tidak hanya untuk membaca arah pergerakan tren, MACD juga bisa digunakan oleh trader untuk melihat apakah harga sedang dalam pergerakan yang kuat atau lemah dalam minat transaksi para trader.

    Indikator ini diciptakan pada tahun 1960-an oleh Gerald Appel, pendiri Signalert Asset Management.

    Baca jugaUkraina Terima Donasi Kripto, Capai US$50 Juta Dalam Sepekan

    Rumus MACD 

    Untuk perhitungan indikator ini, rumusnya tidaklah begitu sulit karena bertumpu pada dua moving average yang menjadi “pemeran utama” dalam penggunaannya.

    Moving average (MA) yang digunakan di sini adalah yang berjenis “Eksponensial” alias EMA, yakni yang jangka pendek (12 hari) dan jangka panjang (26 hari).

    Mengapa yang eksponensial? Itu karena MA jenis ini menempatkan bobot dan signifikansi lebih besar pada titik data terbaru. Tentu ini adalah penggunaan yang lebih terlihat update dengan dinamika harga, terlebih yang punya volatilitas tinggi.

    Jika dilihat berdasarkan perumusan matematik, maka akan seperti ini:

    Garis MACD = EMA12 – EMA26

    Elemen Utama 

    Sebelum mengetahui cara penggunaannya untuk analisis teknikal kripto, kita perlu mengetahui dulu elemen utama yang ada pada indikator MACD.

    Seperti yang telah disebutkan di atas, indikator ini menggunakan dua EMA, yang juga menggunakan satu histogram.

    • Signal line secara umum akan berwarna merah, yang dibentuk dari EMA9 sebagai titik persilangan yang akan diduetkan dengan MACD line, namun nilai EMA dan warnanya masih bisa diubah sesuai kebutuhan pengguna.
    • MACD line adalah garis yang didapat dari pengurangan EMA26 dan EMA12 yang menjadi titik utama pembacaan sinyal tren. Dalam pengaturan umum, ini akan berwarna biru. Untuk nilai EMA dan warna juga bisa diubah sesuai kebutuhan.
    • Histogram adalah grafik berbentuk bar yang perhitungannya berasal dari pengurangan antara nilai MACD line dengan signal line.

    Ketiganya adalah elemen utama yang harus dipahami terlebihh dahulu agar memudahkan kita mengetahui “alasan” di balik sinyal yang diberikan nantinya dalam melakukan analisis teknikal menggunakan indikator MACD.

    Baca jugaSurvei: Orang Punya Aset Kripto dan NFT Lebih Gampang Dapat Pacar

    Cara Menggunakan Indikator MACD di Aset Kripto

    Akhirnya, kita sampai di bagian cara menggunakan indikator MACD untuk melakukan analisis dan trading aset.

    Indikator MACD adalah alat yang bersifat global, sehingga bisa digunakan dibanyak aset seperti saham, valuta asing (forex), komoditas dan bahkan kripto.

    Karena ini menganut sifat momentum pada harga dan juga pergerakan di masa lampau, maka selama aset tersebut memiliki grafik harga, maka MACD akan dapat digunakan dengan baik.

    Untuk penggunaannya, berikut kita ambil contoh untuk analisis teknikal pada koin utama kita, Bitcoin (BTC).

    Pada contoh ini, kami menggunakan grafik harga Bitcoin dalam time frame mingguan, alias weekly.

    Untuk melakukan analisis teknikal dan trading menggunakan indikator MACD ini sangat mudah dan sederhana.

    Titik utama dalam menentukan sinyal tren adalah saat MACD line memotong signal line, di mana arah MACD line yang menjadi dasaran untuk arah harga.

    Misalkan, jika melihat indikator MACD pada gambar, di kotak sell, MACD (garis biru) memotong signal line ke arah bawah, yang artinya posisi jual (sell) siap untuk diambil karena menjadi tren bearish.

    Begitupun sebaliknya, saat MACD memotong signal line ke arah atas, maka posisi buy siap untuk diambil karena menjadi tren bullish.

    Untuk meningkatkan akurasi, kita bisa mengkombinasikan dengan histogram, yakni saat bar memasuki titik nol (0).

    Misalkan, pada kotak buy pada gambar, histogram menyusut dari warna merah ke titik nol dan beralih ke bar hijau. Ini adalah momen yang tepat jika terjadi pemotongan MACD line.

    Pada kotak buy, MACD line memotong signal line ke arah atas dan histogram beralih dari bar merah ke bar hijau. Ini memperkuat sinyal beli (buy) yang terbukti dengan kenaikan harga yang cukup manis untuk memberikan keuntungan.

    Pada bagian “tanda tanya” pada gambar, ini adalah tugas Anda untuk memprediksi arah harga menggunakan MACD. Apakah akan membentuk sinyal buy dalam beberapa minggu ke depan atau justru bearish kembali berlanjut.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Makin Melambung


    Jakarta

    Harga Bitcoin tembus rekor tertinggi baru ke level US$ 125.000 atau Rp 2,07 miliar (kurs Rp 16.531) untuk pertama kalinya pada Senin (6/10). Mata uang kripto terbesar di dunia itu terus mendapatkan keuntungan dari permintaan investor yang meningkat.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (7/10/2025), Bitcoin mencapai rekor tertinggi hingga US$ 125.835. Bitcoin telah naik lebih dari 33% tahun ini dan diperkirakan harganya akan terus naik ke depan.

    “Bitcoin level tertinggi. Anda harus membelinya dan saya pikir 12 minggu ke depan akan sangat menyenangkan bagi para pemegang Bitcoin,” kata CEO Professional Capital Management Anthony Pompliano.


    Reli sejak awal tahun ini didorong oleh kebijakan yang lebih bersahabat di bawah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan meningkatnya hubungan Bitcoin dengan sistem keuangan global.

    Kenaikan Bitcoin ini bertepatan dengan melemahnya dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Pasalnya tarif Trump yang tinggi telah menyebabkan ketidakpastian dan mendorong investor melakukan diversifikasi aset.

    “Bitcoin telah melonjak sejak sempat menembus di bawah US$ 110.000 lebih dari seminggu yang lalu. Reli saat ini berarti Bitcoin telah naik sekitar 13% sejak 28 September,” ujar David Morrison, Analis Pasar Senior di penyedia layanan keuangan dan teknologi finansial yang teregulasi FCA, Trade Nation.

    “MACD (Moving Average Convergence Divergence) hariannya telah meningkat tajam. Bitcoin mungkin perlu berkonsolidasi sebelum memiliki kesempatan untuk naik lebih lanjut,” tambahnya.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com