Tag: madinah

  • Bolehkah Membasmi Tikus di Rumah? Ini Hukumnya dalam Islam



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang terkadang dijumpai di sekitar rumah. Hewan pengerat ini suka merusak barang dan bisa membawa penyakit.

    Jika menemukan tikus, segera usir agar tidak menimbulkan masalah di rumah. Sebagian orang pun tak sungkan untuk membasmi tikus agar tidak kembali lagi.

    Namun, apakah Islam memperkenankan seorang muslim membasmi tikus? Simak penjelasannya berikut ini.


    Ternyata Islam memperbolehkan tikus untuk dibasmi. Rasulullah SAW pun menyebut tikus sebagai hewan yang berbahaya.

    Dilansir dari NU Online, “Rasulullah bersabda “Khamsul Fawasiq (lima hewan berbahaya) yang (boleh) dibunuh di tanah halal (di luar tanah haram) atau di tanah haram yaitu ular, gagak pemakan bangkai, tikus, anjing galak, dan rajawali.”

    Kelima hewan tersebut disebut dengan menggunakan kata fisq karena mereka keluar dari sarang-sarangnya untuk melakukan kerusakan, menebarkan penyakit, dan ancaman bagi kehidupan manusia. (An-Nawawi Abu Zakaria, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [Beirut: Dar Ihya Turats Arabi 2009] juz.8 hal.114).

    Tanah halal dalam dalil tersebut artinya sekitaran kota Mekah dan Madinah yang dilarang untuk membunuh hewan mana pun, diperbolehkan untuk membasmi kelima hewan tersebut.

    “Asal dari kata fisq adalah keluar dari sesuatu, oleh karena itu mereka (hewan-hewan tersebut) disebut dengan fawasiq karena keluarnya mereka dari kategori hewan yang bisa dimanfaatkan”. (Al-Asqalani Ahmad bin Ali Ibnu Hajar, Fathul Bari Bisyarh Shahih Bukhari [Beirut: Darul Ma’rifah 2008] juz.1 hal.167).

    Dalil tersebut menjadi landasan yang membolehkan membasmi tikus ketika menemukan tikus terutama di rumah. Anjuran ini beralasan hewan tersebut mudah ditemui di masyarakat dan membawa penyakit. Mulai dari air liur, urin, dan darah tikus dapat menyebabkan penyakit seperti leptospirosis, hantavirus pulmonary sindrom, dan tularemia.

    Selain itu, Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok Ustaz Farid Nu’man Hasan mengatakan jika mencium bau bangkai tikus di rumah harus segera dibuang bangkainya. Sebab, bangkai tikus mengeluarkan bau tak sedap, sehingga malaikat tidak akan masuk ke rumah.

    “Bangkai tikus itu najis, itu yang jadi masalahnya. Jika dia ada di luar rumah tidak apa-apa. Tapi jika di dalam rumah, tentunya jangan. Bau-bau tidak sedap menghalangi malaikat memasuki rumah kita,” katanya saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Foto Gaya Bunga Citra Lestari Pakai Cadar Saat Umrah Pertama Kali

    Penyanyi dan aktris Bunga Citra Lestari atau akrab disapa BCL menjalankan ibadah umrah bersama suami, Tiko Aryawardhana, anaknya, Noah Sinclair, dan ibunya, Emmy Syarif. Sejak berangkat ke Tanah Suci, BCL mengenakan gaya hijab syari.  Foto: Dok. Instagram @itsmebcl.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cerita Haru 3 Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 Beribadah di Masjid Nabawi

    Madinah

    Tiga pemenang Emeron Hijab Hunt 2024, juara pertama Nakeisha Syifa, juara kedua Shasyelfa Setyaning Haryoseno dan juara ketiga Palupi Krakatao mendapatkan hadiah umrah gratis dari GIS Travel.

    Ketiga pemenang mulai berangkat umrah pada 25 September hingga 3 Oktober 2024. Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah Masjid Nabawi di kota Madinah.

    Ketiga pemenang mengungkapkan rasa haru dan bahagianya ketika memijakkan kaki di masjid kedua yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia tersebut. Nakeisha Syifa mengungkapkan mendapatkan banyak pengalaman baru selama berada di Madinah.


    “Mulai dari refill air zam-zam sepuasnya, bisa ibadah di dalam Masjid Nabawi, sampai bisa nangis di Raudhah. Benar-benar dibuat speechless saat masuk ke area Nabawi, perasaan campur aduk senang, sedih, bahkan masih nggak menyangka karena bisa dipanggil secepat ini ke rumah Allah,” ungkap Nakeisha Syifa.

    Remaja yang berusia 16 tahun itu menuturkan tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika masuk ke Raudhah, yang merupakan tempat mulia saat Rasulullah membacakan Wahyu dan mengajarkan Al-Islam di depan para sahabat terdekatnya.

    “Kemarin saat mau masuk ke Raudhah aku diselak banyak orang, karena aku mundur untuk bantu nenek-nenek yang nggak bisa lari, di dalam hati berusaha ikhlas,” ucap Nakeisha.

    Nakeisha mendampingi nenek tersebut sampai berada di shaf kelima saat di Raudhah. “Setelah nenek itu aman posisinya tiba-tiba out of nowhere kak Gres (tim Wolipop) yang menarik tangan aku sampai ke shaf ketiga yang mana itu dekat sama mimbar rasul,” ujarnya haru.

    Raudhah disebut sebagai taman surga. Nakeisha tak menyangka usai membantu nenek tersebut bisa langsung mendapatkan shaf yang tak jauh dari tiang Aisyah.

    “Kayak ngena banget karena aku lagi berusaha untuk ikhlas menolong nenek itu karena iba beliau di dorong-dorong. Walau akhirnya aku nggak bisa dapat shaf depan. Tapi di situ juga langsung Allah balas dengan aku tiba-tiba di tarik ke shaf paling depan,” lanjutnya.

    Shasyelfa Setyaning Haryoseno mengaku takjub dengan keindahan kota Madinah. “Saat tiba di Madinah, aku seneng dan bersyukur banget, walaupun ternyata udaranya panas tapi tertutup dengan pemandangannya yang masya Allah indah banget,” sebut Shasyelfa.

    Dara berusia 15 tahun ini merasa ketenangan ketika masuk ke dalam Raudhah. “Aku berdoa banyak hal yang insya Allah dijabah, setelah beres rasanya langsung tenang banget. Benar-benar suatu pengalaman yang berharga buat aku,” kata Shasyelfa.

    Begitu juga yang dirasakan oleh Palupi Krakatao yang tak henti mengucapkan rasa syukur dan bahagianya ketika tiba di Madinah. Palupi menuturkan ini pertama kalinya ia berada di rumah Rasulullah SAW.

    “Aku merinding bahagia dan nggak sabar mau melaksanakan rangkaian ibadah. Sampai di sini membuat aku merasa lebih damai, tenang dan ngerasa dipeluk sama doa-doa baik semua orang yang mendukung aku,” jelas Palupi.

    Ibu satu orang anak ini berharap kelak bisa menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Palupi memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan beribadah di Masjid Nabawi.

    “Di Madinah tempat favorit aku adalah Masjid Nabawi, sebisa mungkin melaksanakan salat wajib mau pun sunah di masjid karena kesempatan ini tidak setiap kali bisa aku rasakan. Biasanya aku nggak cengeng tapi sampai di sini rasanya tak terhitung air mata yang sudah jatuh, haru, syukur, semua jadi satu,” tutur Palupi.

    “Semoga perjalanan ibadah kali ini, menjadikan aku pribadi yang jauh lebih baik lagi dan makin dekat sama Allah,” pungkasnya.

    Setelah mengunjungi Raudhah, para pemenang berkeliling kota Madinah untuk mengetahui beragam informasi tentang perjalanan Islam bersama GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Potret Ira Wibowo Bikin Pangling Pakai Hijab saat Umrah, Banjir Pujian

    Selain itu, penampilan Ira Wibowo berhijab membuat warganet kagum. “Cantik bgt mbak pakai iilbab, semoga terus pakai ya mbak, Aamiin Aamiin YRA,” tulis akun @riniviyanti. “MasyaAllah 😍 mb ira cantik bngt pke hijab kliatan muda bngt😍,” puji akun @lyllawulan_478. “Maa Syaa Allah,,, tabarakallah,,, pangling lihat mba ira pake hijab, tambah cantik, semoga tetap istiqomah mba 🤲❤️,” timpal akun @yessi.mci.22. Foto: Dok. Instagram @irawbw.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 8 Gaya Hijab Angbeen Rishi Saat Umrah, Curhat Soal Hati yang Remuk

    Angbeen menutup mata sejenak di depan Ka’bah, wajahnya terlihat teduh tanpa riasan makeup. Ia curhat soal hati yang remuk. “Ya Allah utuh kan lah kembali jiwa yang hancur dan hati yang remuk…Ya Allah sembuhkan lah diri ini yang remuk berkeping-keping. Hapus kan lah segala kesedihan. Hadir kan lah kebahagiaan yang seutuhnya Ya Allah. Ya Allah Terimakasih, Sebegitu banyak aku berbuat salah. Sebegitu banyak Kau memaafkan dan mengampuni aku yaAllah. Sebegitu sedikit nya aku memohon kepada Mu, sebegitu banyak yang Kau berikan pada ku🥺🥺🥺,” tulisnya. Foto: Dok. Instagram/@angbeenrishi.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Arab Saudi Punya Kota Kuno, Mirip Petra di Yordania



    Jakarta

    Petra, kuno kuno di Yordania, yang menakjubkan dan menjadi destinasi favorit wisatawan dunia. Ternyata, Arab Saudi juga memiliki kota kuno yang serupa, Madain Saleh.

    Kota itu ada sejak abad 1 SM. Madain Saleh dan Petra sama-sama kuno. Kedua kota itu juga sama-sama dibangun di bebatuan purba.

    Madain Saleh dikenal dengan kawasan Hijir atau Hegra. Kota ini ada di dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2008. Itu sekaligus menjadi situs Arab Saudi pertama yang masuk daftar UNESCO.


    Madain Saleh berada di al-Ula, Provinsi Madinah. Jarak dari kota al-Ula sekitar 22 kilometer. Adapun, jarak dari Kota Madinah kurang lebih 400-an kilometer, butuh waktu 4-5 jam via darat.

    Ada gerbang semacam loket di gerbang kawasan Madain Saleh. Bukan untuk tiket, melainkan pemeriksaan identitas. Pengunjung memang dibatasi dari sisi waktu. Usai Asar harus segera keluar dari kawasan terpencil tersebut.

    Kawasan Madain Saleh adalah gurun pasir dengan batu-batu raksasa yang berwarna kuning keemasan. Berdasarkan prasasti, kawasan Hijir ‘berdenyut’ pada abad 1 SM hingga 74 Masehi. Oleh suku penghuni, batu-batu dipahat sehingga memiliki corak dan pintu. Di dalamnya ada ruang-ruang kecil. Di situlah jenazah ditempatkan.

    Di antara lebih dari 100 batu yang tersebar di area 4.000 hektare, ada satu yang cukup spesial. Dinamakan Qasr al-Farid, batu tersebut berdiri sendiri, jauh dari batu-batu lainnya. Pahatan tidak selesai seperti ada peristiwa besar yang terjadi saat itu.

    Selain itu, ada satu batu yang dibentuk menjadi ruang persegi panjang berukuran 13 x 10 meter dan tinggi 8 meter. Diwan namanya dan diyakini sebagai tempat pemujaan atau altar. Lokasinya berada di antara celah dua bukit batu setinggi 40 meter. Pola letaknya mirip Petra.

    Mengapa Madain Saleh dan Petra yang terpisah sekitar 750-an kilometer mirip atau bahkan kembar?

    Berdasarkan arkeologi Saudi, kedua kota ini dibangun oleh suku bangsa yang sama: Tsamud. Juga berada dalam satu kerajaan yakni Nabath. Pusatnya Petra, sedangkan Hijir atau Madain Saleh merupakan kota terbesar kedua.

    Hegra atau Madain SalehHegra atau Madain Saleh (Royal Commission for AlUla)

    Dikutip dari buku Situs-Situs dalam Al Qur’an: Dari Banjir Nabi Nuh hingga Bukit Thursina karya Syahruddin El-Fikri, Kota Kuno Al Ula adalah kota peninggalan Kaum Tsamud yang pandai dalam memahat, mengukir, dan pertukangan.

    Saat detikTravel berkunjung pada 2017, tidak banyak yang berkunjung. Termasuk warga setempat. Kemungkinan karena kawasan tersebut dianggap tak layak sebagai tempat wisata dan pernah diazab. Lokasi yang jauh jadi alasan tambahan.

    Tetapi kini, banyak operator wisata yang menawarkan liburan ke Madain Saleh.

    Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memang tengah mengembangkan Al Ula sebagai destinasi wisata. Menurut laporan media lokal, Arab News, pada 30 Agustus 2023, Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU) meluncurkan rencana pembangunan perkotaan untuk wilayah tengah dan selatan dalam upaya menjadikan Saudi sebagai tujuan pariwisata global.

    RCU menyebut rencana induk baru yang bernama “Path to Prosperity” itu akan mengubah wilayah selatan dan tengah Al Ula menjadi komunitas perkotaan dengan “kualitas hidup yang lebih baik.” Proyek pengembangan Al Ula ini juga menjadi salah satu agenda penting dalam Visi Arab Saudi 2030 seiring dengan upaya Kerajaan dalam melakukan transformasi perekonomian.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Niat Umrah, Lafal Lengkap dalam Tulisan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Umrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dikenal sebagai “haji kecil”, karena pelaksanaannya mirip dengan ibadah haji namun waktunya lebih fleksibel dan tidak memiliki wukuf di Arafah.

    Sebagai ibadah yang mulia, umrah diawali dengan niat. Niat menjadi penentu sah tidaknya ibadah seseorang, termasuk dalam pelaksanaan umrah.

    Pengertian Umrah

    Mengutip buku Fikih Sunnah – Jilid 3 karya Sayyid Sabiq, umrah diambil dari kata i’timar yang berarti mengunjungi. Maksud mengunjungi dalam hal ini adalah mengunjungi Ka’bah, melakukan thawaf, melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa, serta mencukur rambut.


    Para ulama sepakat tentang disyariatkannya umrah. Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pahala melaksanakan umrah pada bulan Ramadan seperti pahala melaksanakan haji.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu umrah ke umrah lai berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa di antara keduanya, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR Ahmad Bukhari dan Muslim)

    Bacaan Niat Umrah Lengkap

    Niat merupakan pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Tanpa niat, amal seseorang tidak dianggap ibadah. Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Karena itu, niat umrah menjadi rukun pertama dalam pelaksanaan ibadah ini. Ia menandai dimulainya ibadah umrah secara resmi.

    Dikutip dari buku Panduan Umrah Lengkap karya DM. A. Fuad Rahman, niat berumrah dilakukan dalam hati dan dilafalkan dengan ucapan tertentu, berikut bacaan niat umrah lengkap.

    نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى. لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

    Arab latin: Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala. Labbaika Allahumma ‘umratan.

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan umrah dengan berihram karena Allah Taala. Aku memenuhi panggilan-Mu untuk mengerjakan umrah.”

    Jika seseorang melakukan umrah untuk orang lain (badal umrah), maka niatnya bisa ditambahkan nama orang yang diwakilkan, seperti:

    لَبَّيْكَ عُمْرَةً عَنْ (فُلَانٍ)

    Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah atas nama (fulan).”

    Bacaan Talbiah Umrah

    Setelah berniat ihram umrah, dilanjutkan dengan membaca talbiah seperti berikut.

    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

    Arab latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk. Laa syarika laka.

    Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi- Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

    Tempat dan Waktu Niat Umrah

    Tempat Niat (Miqat Makani)

    Niat umrah tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Ada batas-batas yang disebut miqat, yaitu titik yang sudah ditentukan oleh Rasulullah SAW bagi calon jemaah haji dan umrah.

    Beberapa miqat yang terkenal antara lain:

    1. Dzul Hulaifah (Bir Ali) – bagi jemaah dari arah Madinah.
    2. Juhfah (Rabigh) – bagi jemaah dari arah Syam (Yordania, Suriah, Palestina).
    3. Yalamlam – bagi jemaah dari arah Yaman.
    4. Qarnul Manazil (As-Sail al-Kabir) – bagi jemaah dari arah Najd dan Taif.
    5. Dzat ‘Irq – bagi jemaah dari arah Irak.

    Bagi jemaah dari Indonesia, niat umrah biasanya dilakukan di atas pesawat ketika melewati wilayah miqat Qarnul Manazil atau di Bandara Bir Ali (Madinah) jika berangkat dari Madinah.

    Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak seperti haji yang waktunya terbatas. Namun, sebagian ulama menyarankan waktu terbaik melaksanakan umrah adalah pada bulan Ramadan, karena pahalanya besar.

    Rasulullah SAW bersabda, “Umrah di bulan Ramadan menyamai (pahala) haji bersamaku.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam dan Budaya Saling Menguatkan



    Jakarta

    Di Indonesia tahun baru Islam dirayakan dengan berbagai cara. Dari Tabuik di Pariaman, tradisi Grebeg Suro di Jawa, hingga doa bersama di masjid, musala di kampung-kampung.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan aneka tradisi perayaan tahun baru Islam di Indonesia menunjukkan adanya kekayaan Nusantara dan Islam yang membumi.

    “Di banyak daerah di Indonesia, Muharram dirayakan dengan cara yang indah. Ada Tabuik di Pariaman, Grebeg Suro di Jawa, doa bersama di kampung-kampung. Semua itu menunjukkan bahwa Islam dan budaya lokal kita tidak saling meniadakan, justru saling menguatkan,” kata Nasaruddin dalam keterangan tertulisnya Kamis 26 Juni 2025.

    Beragam tradisi perayaan tahun baru Islam di sejumlah daerah di Indonesia tersebut, lanjut Menag, menandakan Islam yang membumi tanpa kehilangan kemurniannya. “Maka tugas kita hari ini bukan hanya menjaga ritual, tapi menjaga makna. Bukan hanya mengingat peristiwa hijrah, tapi menghidupkan semangat hijrah dalam kehidupan nyata, baik di ruang keluarga, pendidikan, birokrasi, maupun media sosial,” sambung Menag.


    Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengajak mengajak seluruh umat Islam Indonesia menyambut tahun baru hijriyah 1447 ini dengan tiga kata kunci.Pertama, bersyukur, karena kita masih diberi umur dan kesempatan. Kedua, berhijrah, karena stagnasi adalah musuh masa depan. Ketiga, berkontribusi, karena iman yang sejati harus tampak dalam tindakan.

    Secara khusus Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan Selamat Tahun Baru 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam. Dia berharap hijrah bisa menjadi momentum tidak semata berpindah tempat dan waktu, tapi juga arah dan tujuan hidup yang lebih baik dan berkualitas.

    Menag Nasaruddin mengutip Firman Allah SWT yang tercantum dalam Al-Quran, Surah At-Taubah ayat 20:

    اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ۝٢

    Arab latin: alladzîna âmanû wa hâjarû wa jâhadû fî sabîlillâhi bi’amwâlihim wa anfusihim a’dhamu darajatan ‘indallâh, wa ulâ’ika humul-fâ’izûn

    Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

    Menurut Menag hijrah dalam Surah At-Taubah ayat 20 bukan sekadar berpindah tempat, tapi berpindah arah. “Dari gelap ke terang. Dari stagnan ke tumbuh. Dari biasa-biasa saja ke luar biasa dalam nilai dan kontribusi,” pesan Menag.

    “Hari ini, mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Sudah sejauh mana kita berhijrah dari rutinitas yang kering makna menuju amal yang bernilai? Sudahkah kita membawa Islam tidak hanya di kartu identitas, tapi juga dalam kejujuran, dalam kasih sayang, dalam tindakan sehari-hari?,” lanjutnya.

    Sejarah tahun baru hijriah diambil dari momentum hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah lebih dari 14 abad lalu. Peristiwa ini membawa makna mendalam bagi perjalanan dakwah Nabi Muhammad Saw. Islam kemudian tersebar ke berbagai penjuru dunia.

    Tahun Baru Islam tidak datang dengan kemeriahan pesta. Tahun Baru Islam hadir dalam sunyi, dalam zikir, dan dalam refleksi yang hening.

    Menurut Menag Nasaruddin, di situlah kekuatannya. Sebab, perubahan besar sering dimulai dari perenungan yang paling dalam.

    “Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga hijrah kita bukan hanya berpindah waktu, tapi berpindah kualitas hidup,” kata Menteri Nasaruddin.

    (erd/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 1 Muharam 1447 H, Menag Nasaruddin Ajak Umat Islam Refleksi Makna Hijrah



    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk melakukan transformasi spiritual, intelektual, dan sosial. Ia menekankan pentingnya merenungkan kembali makna hijrah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    “Bagaimana kita menghayati apa hikmah di balik hijrahnya Rasulullah SAW? Ada hijrah fisik, hijrah intelektual, spiritual, hijrah dari segi waktu, hijrah dari prestasi,” ujar Nasaruddin Umar di acara peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (26/6/2025) malam.

    Menag menyebut, peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan awal dari perubahan besar dalam sejarah umat manusia, yakni dari kegelapan menuju pencerahan peradaban. Oleh karena itu, Menag mengingatkan, “Apa artinya kita memperingati Muharam kalau terjadi penurunan degradasi kualitas individu?” tegasnya.


    Nasaruddin Umar juga menyoroti keputusan para sahabat Nabi yang menjadikan peristiwa hijrah sebagai dasar kalender Islam. Hal ini menunjukkan betapa agungnya momen tersebut dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

    “Banyak pilihan yang ditawarkan saat itu di masa pemerintahan Umar bin Khattab terkait kalender atau penanggalan umat Islam. Lalu Sayyidina Ali mengusulkan agar hijrahnya Rasulullah SAW. Para sahabat pun menyepakati,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai imam besar Masjid istiqlal itu.

    Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar menyinggung relevansi semangat hijrah dengan kehidupan modern. Baginya, hijrah adalah ajakan untuk terus-menerus memperbaiki diri, bergerak dari kondisi stagnan menuju kemajuan yang penuh makna.

    “Kalau ada di antara kita di sini diberikan umur panjang oleh Allah, bisa hidup pada tahun 2.526 Masehi, maka itu juga akan bertepatan dengan 2.526 Hijriah,” pungkasnya.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Muslim Mengonsumsi Daging Kuda, Halal atau Haram?



    Jakarta

    Daging kuda dikenal memiliki manfaat untuk meningkatkan vitalitas dan stamina. Namun, di Indonesia, konsumsi daging kuda masih tergolong langka. Sebab umumnya, kuda lebih sering dimanfaatkan sebagai hewan tunggangan atau penarik delman, bukan untuk dikonsumsi.

    Meski begitu, di beberapa daerah seperti Makassar, daging kuda tetap dijual dan bahkan diolah menjadi sup. Lantas, bagaimana hukum mengonsumsi daging kuda dalam Islam?

    Dalam buku Halal atau Haram? Kejelasan Menuju Keberkahan, Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa para ulama memiliki pendapat yang beragam terkait hukum makan daging kuda. Sebagian besar membolehkannya, sebagian menilai makruh, dan ada pula yang mengharamkannya.


    Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanbali, dan pendapat kuat (rajih) dalam mazhab Maliki bersepakat bahwa daging kuda halal dikonsumsi. Mereka merujuk pada beberapa hadits sahih:

    “Rasulullah SAW saat Perang Khaibar melarang makan daging keledai peliharaan dan membolehkan makan daging kuda.” (HR. Bukhari dan Muslim – dari Jabir RA)

    “Kami pernah menyembelih kuda di masa Rasulullah SAW, lalu kami memakannya saat berada di Madinah.” (HR. Bukhari dan Muslim – dari Asma’ binti Abu Bakar RA)

    Sementara itu, ulama dari mazhab Hanafi memandang bahwa meskipun daging kuda halal, namun kurang disukai atau makruh untuk dikonsumsi. Bahkan sebagian dari mereka, khususnya berdasarkan riwayat dari Al-Hasan bin Ziyad dalam mazhab Abu Hanifah, mengharamkannya.

    Pendapat yang mengharamkan ini juga muncul dari sebagian kecil ulama Maliki. Alasan mereka, kuda dianggap sebagai hewan yang memiliki peran penting dalam peperangan dan alat transportasi, sehingga tidak layak untuk disembelih dan dimakan.

    Namun menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), daging kuda tetap halal dikonsumsi. Meski ada riwayat yang menyebut Rasulullah SAW sempat melarangnya, larangan itu bersifat sementara karena saat itu kuda dibutuhkan sebagai kendaraan perang.

    MUI menegaskan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas (sharih) melarang konsumsi daging kuda. Selain itu, kuda tidak termasuk dalam kategori hewan yang diharamkan seperti binatang buas, hewan menjijikkan (khabaits), pemakan najis (jallalah), atau hewan bertaring yang digunakan untuk memangsa.

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com