Tag: magelang

  • Le Minerale Jadi Official Mineral Water Ajang Lari Elite Borobudur Marathon


    Jakarta

    Le Minerale berhasil memenuhi seluruh kriteria, standar nutrisi, dan keamanan internasional yang harus dipenuhi untuk mendukung Borobudur Marathon 2025. Dalam acara ini, Le Minerale menunjang 11.500 pelari yang berkompetisi di area Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah sebagai satu-satunya air mineral yang memenuhi syarat.

    Digelar pada Minggu, (16/11) lalu, Borobudur Marathon 2025 yang telah mengantongi predikat baru Elite Label World Athletics hadir dengan standar pelaksanaan dan peningkatan kualitas rute yang telah terverifikasi World Athletics, salah satunya terkait official mineral water.

    Race Director Borobudur Marathon 2025, Andreas Kansil mengungkapkan dengan perubahan status menjadi Elite Label, Borobudur Marathon tetap memilih Le Minerale sebagai official mineral water.


    “Kami memang terus memastikan dan menjamin kualitas water station yang dapat memenuhi kebutuhan cairan sesuai standar internasional. Maka dari itu kami kembali menggandeng Le Minerale sebagai official mineral water. Le Minerale memiliki kandungan mineral alami untuk mengganti mineral yang hilang dan menjadi kunci agar pelari tidak loyo,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).

    Diketahui, status elite mensyaratkan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk kualitas produk yang disajikan di water station mulai dari kandungan mineral, rasa yang segar, dan sesuai standar keamanan pangan.

    Terlebih, tahun ini Borobudur Marathon menghadirkan rute baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pelari. Meski rute berubah, medan tanjakan legendaris tetap warnai Borobudur Marathon.

    Atas kepercayaan yang diberikan, Head of Public Relation and Digital Le Minerale berterima kasih dan bangga bisa menjadi bagian dari ajang lari berstandar Elite Label World Athletics.

    “Kami sangat berterima kasih kembali dipercaya menjadi official mineral water di event Borobudur Marathon. Dengan rute baru yang penuh tantangan ‘tanjakan cinta’, kami yakin bahwa menjaga kebugaran tubuh para pelari adalah hal utama. Lewat kandungan mineral alami, Le Minerale ingin memastikan setiap atlet dapat terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya serta menjaga performanya hingga garis finish,” ungkap Yuna.

    Yuna menilai melalui keterlibatan Le Minerale di 24 titik water station, Le Minerale turut bangga menjadi bagian dari setiap langkah pelari menuju garis finish.

    Menanggapi hadirnya keterlibatan Le Minerale di 24 titik water station, Medical Doctor Borobudur Marathon 2025, dr. Wawan Budisusilo Sp.KO menambahkan penempatan water station Le Minerale yang tersebar di sepanjang jalur lomba, 24 titik untuk kategori full marathon, 10 titik untuk half marathon, dan 3 titik untuk kategori 10K tersebut bukanlah tanpa alasan.

    “Penempatan water station setiap jarak tertentu ini sangat penting untuk menentukan hydration point di sebuah running event, apalagi event marathon di cuaca yang panas. Kalau kita bandingkan dengan di luar negeri, jarak antar water station mereka lebih jauh karena perbedaan iklim,” ungkapnya.

    “Indonesia yang beriklim tropis memerlukan strategi hidrasi yang lebih intensif. Kita standby di kilometer-kilometer awal sampai tengah setiap 2,5 km. Makin jauh jaraknya, makin tinggi kebutuhan hidrasi dan mineral, sehingga jarak antar water station akan semakin pendek. Yang penting bukan hanya soal cairan, tapi juga penggantian mineral yang hilang melalui keringat. Kita harapkan pelari memanfaatkan asupan mineral ini dengan baik,” sambung dr. Wawan.

    Tak hanya itu, pelari profesional Le Minerale Running Squad Ibnu Jamil turut merasakan manfaat Le Minerale yang memiliki kandungan mineral alami. Belasan ribu pelari di Borobudur Marathon dapat terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya, sehingga performa dapat lebih optimal.

    “Sebelum, selama, dan sesudah lari saya selalu cukupi kebutuhan cairan dan mineral dengan Le Minerale. Dan tentunya selama berkompetisi di Borobudur Marathon ini, setiap water station selalu saya singgahi dan saya minum meski sedikit-sedikit untuk meminimalisir kram karena kekurangan cairan,” pungkas Ibnu.

    (akn/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Event Trail Run Terbesar Jateng! Taklukkan Jalur Legendaris MesaStila100 2025


    Jakarta

    Event tahunan yang memasuki edisi ke-15 ini akan digelar pada 4-5 Oktober 2025 dengan berlokasi di kawasan eksotis MesaStila Resort & Spa, Magelang.

    Mengusung semangat petualangan dan koneksi dengan alam, MesaStila100 dikenal luas sebagai salah satu trail run paling bergengsi dan menantang di Indonesia, dengan rute ikonik yang melintasi Gunung Andong, Gunung Kelir, dan Gunung Telomoyo di Jawa Tengah.

    Pasca pandemi dan di tengah dunia kerja yang makin serba digital, banyak dari kita yang terjebak di meja kerja selama berjam-jam. Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti stres, kelelahan kronis, hingga penurunan kebugaran tubuh. Trail running bisa jadi solusi menyeluruh, menggabungkan gerak fisik, udara segar, dan panorama alam yang menenangkan.


    MesaStila100 bukan hanya sekadar lomba. Ini adalah panggilan untuk kamu yang ingin re-connect dengan alam, menantang dirimu sendiri, sekaligus menikmati atmosfer komunitas yang suportif dan penuh semangat.

    Lima Kategori yang Disesuaikan dengan Tingkat Kemampuan

    Salah satu keunggulan MesaStila100 adalah fleksibilitas kategorinya. Kamu bisa menyesuaikan dengan tingkat kemampuan fisikmu:

    • 7K – Fun Run (EG ± 215m | COT: 2 jam)
    • 12K – Fun Run (EG ± 594m | COT: 3 jam)
    • 21K – Trail Run (EG ± 1313m | COT: 7 jam)
    • 37K – Trail Run (EG ± 2339m | COT: 11 jam)
    • 50K – Ultra Trail Run (EG ± 3542m | COT: 13 jam)

    Kategori 7K, 12K, dan 21K sangat cocok untuk kamu yang ingin mulai dari tantangan ringan hingga menengah, tanpa perlu pengalaman ekstrem. Tiket untuk kategori ini sudah bisa dibeli langsung melalui detikevent.

    Sementara untuk kamu yang sudah berpengalaman di dunia ultra trail, kategori 37K dan 50K bisa menjadi medan pembuktian diri. Namun, kamu perlu melalui proses kualifikasi terlebih dahulu melalui tautan ini, untuk memastikan kesiapan fisik dan keamanan selama race.

    Setiap peserta MesaStila100 2025 akan mendapatkan fasilitas lengkap yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik selama event. Mulai dari race jersey, BIB number, medali finisher, goodie bag, hingga air minum dan post-race refreshment tersedia untuk semua kategori. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapatkan finisher jersey eksklusif.

    Bukan hanya itu, kamu juga akan mendapatkan hasil lomba, e-sertifikat, serta dokumentasi resmi dari penyelenggara. Setelah garis finish, nikmati post-race meal dengan standar sajian resort bintang lima. Buat kamu yang berhasil mencapai podium, tersedia juga hadiah penghargaan untuk juara 1, juara 2, dan juara 3, baik pria maupun wanita.

    Dengan fasilitas ini, MesaStila100 bukan cuma soal berlari, tapi juga soal menikmati proses, pencapaian, dan kenyamanan di tengah tantangan.

    Pendaftaran resmi dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2025, sementara pengambilan racepack dilakukan pada 3-4 Oktober 2025. Dengan kuota terbatas dan antusiasme peserta yang selalu tinggi, penting untuk mengamankan slot-mu sejak dini.

    Terutama jika kamu termasuk dalam generasi aktif yang ingin mengubah gaya hidup lebih sehat, mindful, dan aktif. Trail run seperti MesaStila100 juga bisa jadi momen berkumpul dan healing bersama teman, komunitas lari, atau bahkan keluarga. Karena di balik setiap tanjakan dan turunan, ada kepuasan yang nggak bisa diukur dengan angka.

    Jangan lewatkan keseruannya, yuk ikut meriahkan MesaStila 2025 dan beli tiketnya melalui detikevent!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Mau Ikutan Trail Run MesaStila100 2025? Hal-hal Ini Wajib Kamu Tahu


    Jakarta

    Trail run bukan sekadar olahraga biasa, menjadi salah satu ajang untuk menantang diri, menyatu dengan alam, dan menyusuri jejak petualangan yang tak terlupakan. Salah satu event paling dinanti para pelari lintas alam di Indonesia adalah MesaStila100, dan edisi 2025 siap kembali digelar pada 4-5 Oktober 2025 di Magelang, Jawa Tengah.

    Sebelum kamu klik tombol daftar, ada baiknya menyimak beberapa hal penting yang perlu diketahui agar kamu bisa siap secara fisik, mental, dan logistik.

    1. MesaStila100, Lebih dari Sekadar Lomba Lari


    MesaStila100 adalah event trail run berskala internasional yang menawarkan pengalaman lari di jalur pegunungan dengan lanskap eksotis dan budaya lokal yang kental. Berlokasi di kawasan MesaStila Resort & Spa, event ini menggabungkan tantangan fisik dengan kenyamanan fasilitas premium dan keramahan penduduk setempat.

    Jalur trail akan membawamu melewati hamparan kebun kopi, hutan tropis, bukit terjal, serta desa-desa yang masih alami di sekitar lereng Gunung Andong, Merbabu, dan Telomoyo. Medan yang dilalui bukan hanya menantang, tapi juga menyegarkan mata dan hati.

    2. Pilihan Kategori, Cocok untuk Pemula Hingga Ultra Runner

    MesaStila100 dikenal sebagai event yang inklusif. Ada 5 kategori utama yang bisa dipilih:

    • 12K : Cocok untuk pemula yang ingin mencoba trail run
    • 21K : Half marathon dengan kombinasi tanjakan dan jalur alami
    • 42K : Full marathon dengan intensitas sedang
    • 65K : Level ultra, mulai menantang daya tahan dan stamina
    • 100K : Puncak dari semua kategori, untuk pelari ultra berpengalaman

    Masing-masing kategori memiliki cut off time yang berbeda-beda. Untuk kategori ultra (65K dan 100K), peserta diharuskan membawa mandatory gear seperti headlamp, raincoat, hydration pack, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

    3. Persiapan Fisik dan Mental Sangat Penting

    Jalur trail berbeda total dari jalur aspal. Kamu akan berhadapan dengan:

    • Elevation gain yang signifikan
    • Tekstur medan berupa tanah, batu, akar pohon, hingga jalan setapak licin
    • Variasi cuaca: kabut pagi, panas siang, dan kemungkinan hujan

    Karena itu, penting untuk melakukan latihan lari di medan yang menyerupai kondisi nyata. Disarankan untuk memulai program latihan minimal 2-3 bulan sebelum race day, termasuk latihan kekuatan otot, teknik downhill, dan manajemen energi.

    4. Fasilitas dan Benefit yang Bikin Lari Makin Nyaman

    Setiap peserta akan mendapatkan race jersey, BIB number, goodie bag, medali finisher, dan e-sertifikat. Khusus peserta 12K ke atas juga akan mendapat finisher jersey eksklusif. Tersedia juga water station dan medical point di sepanjang jalur untuk memastikan kamu tetap aman dan terhidrasi.

    MesaStila100 juga dikenal sebagai event yang ramah komunitas. Banyak peserta datang tidak hanya untuk berlari, tapi juga berlibur bersama keluarga. Tersedia akomodasi nyaman di kawasan resort, pilihan kuliner lokal, serta atraksi budaya di sekitar area lomba.

    Beberapa komunitas lari pun sudah menjadikan MesaStila100 sebagai ajang tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi antar pelari dari berbagai kota dan negara.

    Daftar Sekarang Sebelum Terlambat!

    • Tanggal Registrasi : May 1, 2025 – August 31, 2025
    • Tanggal : 4-5 Oktober 2025
    • Lokasi: MesaStila Resort & Spa, Magelang

    Seluruh peserta wajib mengikuti race briefing dan memahami aturan serta protokol keselamatan. Informasi detail tersedia di halaman registrasi resmi.

    Yuk, daftar sekarang juga hanya melalui detikevent!

    (krs/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Jangan Sampai Terlewat, Cari Tahu Sejarah Candi Borobudur di Museum Ini



    Jakarta

    Traveler yang ingin melihat kemegahan Candi Borobudur, bisa datang ke museum yang ada di Kampung Seni Borobudur (KSB). Museum ini baru saja dibuka untuk umum.

    Museum Kampung Seni Borobudur baru dibuka awal Mei 2025. Kendati usianya baru dua minggu, namun wisatawan yang datang ke sini cukup ramai, lho.

    Dayat, petugas Museum KSB, mengatakan bahwa antusias pengunjung saat dibuka lumayan bagus. Dengan tiket terjangkau, hanya Rp 10.000, traveler diajak mendalami lika-liku keberadaan Borobudur.


    “Kalau hari biasa bisa sampai 100 orang, namun saat hari libur bisa lebih 200 orang,” kata Dayat kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

    Museum KSB tidak terlalu luas, namun di dalam museum itu terdapat beberapa penjelasan mengenai Candi Borobudur, ragam stupa dan ada fasilitas VR. Melalui VR traveler bisa menonton penjelasan mengenai candi.

    “Bila ingin menonton VR tentang penjelasan Candi Borobudur, kamu cukup membayar tiket tambahan Rp 10 ribu saja,” kata dia.

    detikcom berkesempatan berkeliling Musem KSB. Walau museum ini tidak besar, namun ‘cukup padat’ merangkum dan menampilkan sejarah tentang Candi Borobudur.

    Di sini juga ditampilkan beberapa stupa yang ada di candi beserta penjelasan. Ada juga contoh relief yang bisa kamu pelajari.

    Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)
    Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

    Museum ini bisa dikatakan sederhana. Namun bisa menarik perhatian generasi muda yang suka akan sejarah. Seperti Alfin dan Desi, kaula muda asal Jakarta.

    Mereka mengaku menikmati museum date di KSB karena mereka menjadi tahu sejarah Candi Borobudur.

    “Museumnya sangat bagus dan informatif ya karena di sini semuanya dijelasin bagaimana sejarahnya. Dan sangat membantu sih, karena kalau langsung ke Candi Borobudur kita nggak ngerti dan tahu kan bagaimana sejarahnya. Makanya kita datang langsung ke sini untuk cari tahu sejarahnya dulu,” kata Alfin.

    Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

    Selain menampilkan sejarah Candi Borobudur, di sini juga dipajang beberapa lukisan terkait candi. Traveler yang membutuhkan tur guide untuk lebih paham tentang museum, juga bisa request kok tanpa dikenakan biaya.

    “Kita buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB,” ujar Dayat.

    Nah, Museum KSB bisa jadi pilihan bagi traveler yang ingin mengetahui sejarah keberadaan Candi Borobudur. Lokasi museum ini juga tidak jauh kok dari salah satu loket ke Candi Boroburur. Jadi sekalian aja deh habis dari museum langsung beli tiket ke Candi Borobudur.

    (sym/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Ada Bunker Peninggalan Belanda di Magelang, Kini Jadi Sarang Kelelawar



    Magelang

    Bangunan bunker peninggalan Belanda ternyata ada di Magelang. Bangunan bersejarah itu kondisinya tak terawat dan kini jadi sarang kelelawar.

    Di kota Magelang, Jawa Tengah ada beragam bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Salah satu bangunan itu adalah bunker yang lokasinya persis berada di belakang Kantor Kecamatan Magelang Tengah atau dikenal sebagai kawasan Kwarasan.

    Tak banyak warga Kota Magelang yang mengetahui keberadaan bunker tersebut. Padahal bunker tersebut lokasinya berada di dekat perkampungan.


    Untuk masuk ke dalam bunker ini, traveler harus melalui pintu masuk dengan lebar sekitar 1,5 meter. Ketinggian bangunan bunker itu sendiri 3,5 meter.

    Jalan masuk menuju bunker tersebut mirip lorong dan nantinya bakal menemukan pintu lagi. Kondisi di dalam bunker tersebut gelap karena hanya ada satu lubang ventilasi udara.

    Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang.Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

    Di dalam bunker ada 6 ruangan. 4 ruangan berukuran sekitar 3,5 x 3,5 meter. Kemudian ruang lainnya memiliki luas yang relatif lebih kecil.

    Di dalam bunker tersebut juga ada pintu keluar. Hanya saja kondisinya sudah tertutup tanah. Saat ini, bunker tersebut sudah menjadi sarang kelelawar.

    Bahkan saat berada di dalam bunker, traveler akan mencium bau tidak sedap yang berasal dari tumpukan kotoran kelelawar.

    “Kondisi bunker ini tidak terawat dan memprihatinkan. Sebenarnya, kalau terawat bisa menjadi destinasi wisata di Kota Magelang,” kata Tari (30), salah satu warga setempat.

    Kondisi bunker, kata Tari, di dalamnya ada beberapa ruangan. Hanya saja di dalamnya gelap dan menjadi sarang kelelawar.

    “Ada beberapa ruangan dan ruangan itu jadi sarang kelelawar,” ujarnya.

    Ditemui terpisah, pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana mengatakan, bunker di Magelang masih bisa telisik keberadaannya. Salah satunya yang berada di belakang kantor Kecamatan Magelang Tengah atau kawasan Kwarasan.

    “Yang paling kelihatan di Kwarasan. Ada kamar-kamarnya, jadi kapasitas ruangnya menyesuaikan seberapa banyak orang yang tinggal di kawasan tersebut,” kata Bagus.

    “Itu untuk perlindungan dari perang. Ada 6 ruangan. Ada juga lubang ventilasi. Pemkot Magelang harus mengonservasi bangunan bunker untuk diperbaiki, bisa juga dijadikan daya tarik wisata. Itu (bunker) kan tidak setiap kota ada bunker yang bisa diakses oleh publik,” tegas Bagus.

    Terkait bangunan heritage peninggalan kolonial, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, bangunan heritage nantinya akan diinventarisasi dan dilakukan revitalisasi.

    “Pokoknya nanti akan kita inventaris dan pasti akan kita revitalisasi untuk wisata Kota Magelang. Itu potensi namanya. Ini kita programkan, nanti program kedepan seperti itu,” kata Damar.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Legendaris! Toko Nyonya Pang Muntilan, Surga Jajanan Tradisional dan Oleh-oleh



    Muntilan

    Di Muntilan ada satu toko oleh-oleh legendaris yang sudah ada sejak 1912. Toko ini semakin ramai setelah serial Gadis Kretek tayang di Netflix.

    Ya, toko Nyonya Pang selalu ramai dikunjungi orang-orang yang berkunjung ke kawasan Magelang dan Yogyakarta. Toko ini menjadi jujugan wisatawan yang berlibur ke sana.

    Toko ini semakin ramai karena disebut sebagai salah satu kunci lokasi kota M dalam serial Gadis Kretek yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, dan Arya Saloka. nama toko ini muncul dalam novel Gadis Kretek.


    Faktanya, toko itu benar-benar ada. Toko itu benar-benar bernama Toko Nyonya Pang.

    Awalnya, pada 1912, Nyonya Pang hanya berjualan jenang dodol. Karena banyak digemari, akhirnya Nyonya Pang resmi membuka toko pada tahun 1950. Toko ini kini telah dijalankan oleh generasi ke enam.

    Toko Nyonya Pang ini sangat mudah ditemui di Muntilan karena lokasinya yang strategis dekat dengan jalan raya. Tepatnya berlokasi di Jalan Pemuda No.71, Growong, Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun sebaiknya pengunjung datang menggunakan motor atau kendaraan umum saja karena tokonya berada di deretan pertokoan lain yang menjadikan area parkirnya terbatas.

    Saat memasuki toko ini pengunjung akan dibuat bingung karena banyak sekali pilihan oleh-oleh yang tersedia di sini. Ada wajik, pie susu, dodol, bakpia, krasikan, miku, moho, aneka keripik, dan masih banyak lagi. Namun tenang saja, karena staf-staf toko di sini akan membantu menemukan jajanan yang dicari.

    “Yang paling sering dicari di sini sih biasanya miku, dodol, atau gak wajik, itu best seller banget karena emang udah lama ada di sini,” kata salah satu staf Toko Nyonya Pang.

    Ada satu yang unik di sini adalah jajanan pasarnya yang ada di dekat meja kasir, di sini pembeli bisa membeli beragam jajanan dengan harga mulai dari Rp 2.500. Jajanan yang dihadirkan pun unik-unik, ada putri mandi, moho, piyangko, rondo kemul, sengkolon, dan gorengan-gorengan.

    Beberapa orang mungkin merasa asing dengan nama jajanan ini, namun visual dari jajanan ini sangat menggugah selera dengan warna-warni yang menawan. Pembeli juga bisa mencoba beberapa tester yang tersedia di toko ini, jadi kamu bisa merasakannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli yang mana.

    Makanan-makanan ini sebagian besar merupakan makanan yang diproduksi sendiri oleh pemilik, namun tidak sedikit pula yang berasal dari produksi UMKM lokal. Itu dilakukan agar Toko Nyonya Pang bisa turut membantu UMKM-UMKM lain di sekitarnya.

    Toko Nyonya Pang melayani pemesanan online melalui Whatsapp dan online marketplace. Info lengkapnya bisa dilihat di akun Instagram @nypang71. Di sini juga kamu bisa memesan tampah jajanan tradisional dengan jajanan dan ukuran sesuai selera, tampah ini merupakan tumpukan jajanan tradisional yang ditumpuk menyerupai tumpeng.

    Toko Nyonya Pang telah menjadi salah satu ikon Muntilan yang melestarikan jajanan tradisional, tidak heran banyak wisatawan luar daerah yang singgah ke sini untuk mencoba jajanan unik yang jarang dijual di tempat lain ini.

    “Udah beberapa kali ke sini gak pernah bosan soalnya suka sama jajanan pasarnya, jarang nemu di tempat lain, sebelum ini aja saya gak tau ada jajanan kayak gini,” kata Ainun, salah satu pembeli Toko Nyonya Pang.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Destinasi Wisata Gadis Kretek


    Jakarta

    Kepopuleran serial Netflix Gadis Kretek menjadi daya tarik dan potensi ekonomi yang bisa membangkitkan sektor pariwisata di daerah. Setidaknya, ada sepuluh objek wisata dari serial itu.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, bahkan sampai berencana membuat paket wisata yang diadaptasi dari serial yang dibintangi Dian Sastro tersebut. Sandi mengatakan Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dinkes) Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk menyusun paket wisata yang bisa dikunjungi para wisatawan.

    “Kota M, tempatnya ini sudah banyak perdebatan apakah Muntilan atau Magelang. Ini sama-sama di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang, tapi juga ada daya tarik wisata, seperti Borobudur, Kudus, dan daya tarik wisata lainnya,” ujar Sandi dalam temu media di Kantor Kemenparekraf, Senin (20/11/2023).


    “Museum Kretek dan Museum Perang Diponegoro, juga Candi Abang di Sleman ini yang terbengkalai bisa kita arahkan paket-paket wisata untuk bisa dikunjungi,” Sandi menambahkan.

    Merujuk Instagram Pesona Indonesia, yang merupakan salah satu media sosial promosi wisata Kemenparekraf, menyebut ada enam destinasi wisata dari serial Gadis Kretek itu. Selain itu, berdasarkan riket dan wawancara dengan narasumber, diketahui ada destinasi wisata lain dari tempat syuting Gadis Kretek atau pun berdasarkan novel dengan judul serupa.

    Berikut 6 destinasi wisata Gadis Kretek:

    1. Museum Kretek

    Dikutip dari visitjawatengah, Museum Kretek didirikan di atas lahan seluas 2,5 ha pada tahun 1986 atas prakarsa Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah, ketika berkunjung ke Kudus. Dia melihat potensi besar perusahaan kretek yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kota tersebut.

    Museum ini menyimpan 1.195 koleksi tentang sejarah kretek, misalnya kiprah Nitisemito yang mendirikan Pabrik Rokok Bal Tiga, dokumen-dokumen perusahaan pada waktu itu, alat-alat tradisional pembuatan rokok hingga yang menggunakan teknologi modern, diorama jenis-jenis tembakau cengkeh, diorama pembuatan rokok di pabrik, dan lain sebagainya.

    Di sekitar kompleks museum juga terdapat beberapa miniatur bangunan cagar budaya, seperti Oemah Kembar Nitisemito yang banyak dianggap menjadi saksi bisu kejayaan Sang Raja Kretek Nitisemito, Masjid Wali loram Kulon dengan gapura padureksan yang sungguh ikonik, serta Rumah Adat Kudus “Joglo Pencu” dengan arsitektur perpaduan budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), Cina (Tionghoa) dan Eropa (Belanda).

    Lokasi Museum Kudus: Jalan Getas Pejaten No 155, Kecamatan Jati – Kudus, Jawa Tengah

    Jam operasional: Senin sampai Minggu pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

    Harga tiket: Rp 4.000 (Senin-Sabtu) Rp 5.000 (Minggu dan tanggal merah)

    2. Stasiun Tuntang

    Dikutip dari situs KAI, Stasiun Tuntang merupakan stasiun kereta api yang terletak di kecamatan Tuntang dan berada di daerah perbatasan antara Salatiga dan kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Stasiun itu terletak pada ketinggian ±464 m ini terletak di Daerah Operasi IV Semarang. Kini, stasiun tuntang berada dalam kawasan Museum Ambarawa.

    Stasiun Tuntang dibangun pada 1871 dan pada 21 Mei 1873 dioperasikan. Stasiun Tuntang merupakan stasiun kelas III di jalur ini. Namun sejak jalur yang menghubungkan Yogyakararta dan Kedungjati pada tanggal 1 Juni 1970 ditutup, stasiun itu dijadikan museum.

    Stasiun itu sempat melayani kereta wisata Ambarawa-Tuntang, namun itu tak berlangsung lama karena faktor rel yang rusak. Sebelumnya jalur sempat mangkrak ketika layanan kereta wisata ke Tuntang dihentikan, tapi jalur kembali dibuka 2002 setelah direnovasi.

    Mulanya, stasiun ini hanya dapat melayani lori Ambarawa-Tuntang. Namun mulai 2009 dilakukan renovasi dan stasiun ini melayani kereta uap wisata lagi.

    3. Rumah Residen Kedu

    Dikutip dari kemdikbud, Rumah Residen Kedu, di Jalan Diponegoro No. 1 saat ini digunakan sebagai Museum Perang Diponegoro. Dulu, itu merupakan rumah dinas Residen Kedu dan dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda. Perancangnya J.C. Schule sedangkan pembangunannya dikerjakan oleh penduduk pribumi di Magelang.

    Seperti halnya bangunan-bangunan Kolonial lain di Hindia-Belanda, arsitektur bangunannya menggunakan arsitektur indische yaitu perpaduan gaya bangunan Eropa disesuaikan dengan lingkungan di Hindia-Belanda.

    Bangunan rumah Residen Kedu, bergaya Indische Empire Style. Rumah itu berbentuk limas dengan ventilasi yang besar sesuai dengan iklim tropis. Terdapat beranda d ibagian rumah depan dan belakang, pintu rumah memiliki dua rangkap (pintu jalusi dan pintu yang menggantung dan dapat diayun berbentuk lebar dan tinggi).

    Bangunan itu memiliki halaman depan dan belakang yang sangat luas, disertai dengan pohon-pohon tropis. Pembuatan jendela yang besar sebagai ventilasi, dilengkapi dengan penggunaan kanopi untuk menahan percikan hujan. Rumah dinas tersebut menghadap ke barat disebabkan oleh kegemaran orang Belanda melihat pemadangan Gunung Sumbing, Perbukitan Giyanti, dan Sungai Progo, serta persawahan.

    4. Los Mbako Menden

    Los Mbako Meden merupakan bangunan yang digunakan oleh para petani untuk mengeringkan daun tembakau setelah dipetik dan sebelum dicacah untuk menjadi bahan baku cerutu dan rokok. Di Klaten, ada ratusan Los Mbako di areal persawahan.

    Bangunannya tinggi dengan ukuran besar, memanjang dan lantai dasarnya model panggung. Hampir seluruh bangunan terbuat dari bambu, kecuali atap yang biasanya berupa daun alang-alang atau daun tebu kering.

    Los Mbako tersebar di banyak kawasan pedesaan atau areal persawahan. Misalnya, di Kecamatan Kebonarum, Polanharjo, Jatinom, Ngawen, atau bahkan di kawasan pinggiran kawasan Kota Klaten.

    5. Pabrik Gula Tasikmadu

    Dikutip dari kemendikbud, Pabrik Gula (PG) Tasikmadu merupakan satu dari sejumlah pabrik gula yang didirikan pada masa kolonial Hindia Belanda dan masih bertahan sampai saat ini. Sekarang, PG Tasikmadu berada dalam pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX.

    PG Tasikmadu dibangun pada 1871 oleh junjungan Praja Mangkunegaran saat itu yakni K.G.P.A.A. Mangkunegara IV (1811­-1881). Ini merupakan pabrik gula kedua di wilayah kekuasaan Praja Mangkunegaran, setelah PG Colomadu pada 1861. Seperti halnya Tasik­madu, PG Colomadu juga didirikan atas kehendak Mangkunegara IV.

    Kini, Pabrik Gula Tasikmadu juga dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan taman bermain keluarga. Selain itu ada restoran di area tersebut.

    6. Candi Abang Sleman

    Dikutip dari situs kemendikbud, Candi Abang Sleman berada di Padukuhan Blambangan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Situs Candi Abang merupakan Bangunan Cagar Budaya yang telah di tetapkan oleh Bupati Kabupaten Sleman dengan nomor: 14.7/Kep.KDH/A/2017 pada tanggal 6 Februari 2017.

    Berdasarkan Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie 1915 disebutkan bahwa di Candi Abang pernah ditemukan sebuah lingga dan arca Buddha. Di Candi Abang pernah ditemukan prasasti pendek pada 1932. Prasasti tersebut memuat pertanggalan dengan angka tahun 794 S atau 872 M. Candi Abang telah masuk dalam Rapporten van den Oudheidkundigen Dients in Nederlandsch-Indie tahun 1915, dengan nomor 1303. (Verbeek no. 330). Candi abang pertama kali ditulis oleh Brumund dalam Indiana II tahun 1854.

    Berdasarkan tespit diketahui di dalamnya terdapat sisa-sisa struktur bangunan candi yang dibuat dari bata merah. Terungkap juga Candi Abang terdiri dari satu bangunan dengan satu halaman, yaitu halaman pertama yang diperkirakan sebagai halaman utama mempunyai panjang 65 meter dan lebar 64 meter.

    Kemudian, terdapat sisa-sisa struktur bangunan candi yang dibuat dari bata sehingga disebut Candi Abang.

    Kata abang berarti merah, karena candi ini terbuat dari batu merah atau bata. Dari hasil testpit behasil diungkap bahwa Candi Abang terdiri dari satu bangunan. Belum banyak hal yang diketahui karena belum adanya penelitian yang seksama. Pada bagian tengah runtuhan candi sudah dilakukan penggalian namun tidak didapat data tentang hal ini.

    7. Toko Nyonya Pang

    Toko Nyonya Pang bukan tempat syuting Gadis Kretek. Namanya muncul dalam novel Gadis Kretek yang kemudian diadaptasi menjadi serial yang dibintangi Dian Sastro. Toko ini menjadi petunjuk bawah setting serial itu ada di Muntilan, Jawa Tengah.

    Awalnya, pada 1912, Nyonya Pang hanya berjualan jenang dodol. Karena banyak digemari, akhirnya Nyonya Pang resmi membuka toko pada tahun 1950. Toko ini kini telah dijalankan oleh generasi ke enam.

    Toko Nyonya Pang ini sangat mudah ditemui di Muntilan karena lokasinya yang strategis dekat dengan jalan raya. Tepatnya berlokasi di Jalan Pemuda No.71, Growong, Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun sebaiknya pengunjung datang menggunakan motor atau kendaraan umum saja karena tokonya berada di deretan pertokoan lain yang menjadikan area parkirnya terbatas.

    Saat memasuki toko ini pengunjung akan dibuat bingung karena banyak sekali pilihan oleh-oleh yang tersedia di sini. Ada wajik, pie susu, dodol, bakpia, krasikan, miku, moho, aneka keripik, dan masih banyak lagi. Namun tenang saja, karena staf-staf toko di sini akan membantu menemukan jajanan yang dicari.

    8. Pasar Kayu Muntilan

    Pasar Kayu Muntilan bukanlah destinasi wisata, namun setelah penayangan Gadis Kretek pasar ini ramai dikunjungi wisatawan. Banyak yang penasaran dan ingin berfoto spot-spot syuting ini.

    Saat syuting berlangsung Pasar Kayu ini dikosongkan, para penjual kayu pun tidak bisa berjualan seperti biasa, namun sebagai gantinya mereka diberikan kompensasi. Lapak-lapak penjual kayu ini disulap menjadi pasar zaman dulu, sesuai setting serial Gadis Kretek, tahun 1960-an.

    Beberapa kios dijebol untuk diubah menjadi pasar sayur-sayur, kafe, percetakan, warung jadul, hingga gudang rokok kretek. Proses pengosongan berlangsung kurang lebih lima hari dan pengembaliannya juga sekitar lima hari, sementara itu proses syuting berlangsung selama 1 minggu.

    9. Pabrik cerutu Taru Martani 1918

    Pabrik ini berada di Baciro, Yogyakarta dan telah beroperasi sejak 1918. Pabrik ini disebut-sebut sebagai pabrik ceritu tertua di Asia Tenggara.

    Pabrikceritu Taru Martani 1918 mulanya berada di JalanMagelang dan dimiliki oleh warga berkebangsaan Belanda. Dalam prosesnya, salah satunya karena peristiwa bom atom di Nagasaki dan Hiroshima pada 1945, pabrik itu diambil alih oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diberi nama Taru Martani.

    10. Muntilan

    Dalam serial Gedis Kretek disebutkan Kota M. Yang oleh penulis novel kemudian diakui adalah Muntilan. Ternyata kota ini sudah menjadi kota favorit Belanda.

    Muntilan dalam peta tahun 1922, diapit oleh empat deretan Pegunungan; di wilayah Utara Pegunungan Lemah, di Timur Gunung Merapi dan Pegunungan Merbabu, di Selatan Pegunungan Gendol dan pegunungan Ukir serta Pegunungan Sipodang di bagian Barat.

    Dikelilingi oleh deretan pegunungan membuat Muntilan dikelilingi banyak sungai, antara lain; Sungai Blongkeng, Sungai Pabelan, Sungai Poetih dan juga Sungai Droedjo yang bermuara pada Sungai Progo. Dengan banyaknya jumlah sungai di Muntilan, menjadilan Muntilan sebagai kawasan pertanian dan perkebunan yang subur.

    Muntilan masuk dalam wilayah gouvernement yang menjadi kawasan perkebunan tembakau serta pertanian padi yang subur. Kini, Muntilan masih memiliki pesawahan luas, juga menjadi salah satu jujugan wisata kuliner bagi traveler yang melancong ke Magelang atau Yogyakarta. Kawasan ini memiliki makanan khas tape ketan dan wajik Nyonya Pang.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Kelenteng Muntilan Ini, Ada Altar dengan Foto Gus Dur



    Magelang

    Saat berkunjung ke kelenteng Hok An Kiong, Muntilan, kamu bisa melihat foto Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpasang di salah satu altarnya. Ternyata, sejak dulu banyak juga yang berdoa di altar Gus Dur yang dijuluki Bapak Tionghoa ini.

    “Ada altar Gus Dur karena kita sejak dulu, kelenteng ini ada hubungan sama NU Muntilan (Wakil Majelis Cabang Nahdlatul Ulama). Nah pas ulang tahunnya NU ke-96. Dia (MWC NU) mau minta di sini upacara penyerahan fotonya Gus Dur, di sini ya kurang lebih ada 300 sampai 400 orang upacara,” kata Ketua Umum TITD Hok An Kiong Budi Raharjo kepada wartawan di sela-sela pembersihan rupang atau patung di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan, Minggu (4/2/2024).

    Foto yang diserahkan oleh MWC NU Muntilan untuk kelenteng tersebut terus ditempatkan di salah satu ruangan. Ruangan tempat foto Gus Dur juga dijadikan tempat berdoa. Kemudian juga diberikan sesajen.


    “Apalagi kan Gus Dur termasuk Bapak Tionghoa di Indonesia. Kita menghormati, kita ngasih altar untuk kalau mau berdoa di situ boleh, cuma itu aja tujuannya,” sambung Budi.

    Budi menambahkan, bahwa yang berdoa di sini tak hanya orang Tionghoa, namun masyarakat umum juga berdoa di sini.

    Kelenteng Hok An KiongKelenteng Hok An Kiong Foto: Website Bapeddalitbang Surabaya

    Kemudian sesaji yang berada di meja altar bawah foto Gus Dur berupa buah-buahan. Buah-buahan yang untuk sesaji terdiri lima unsur.

    “Kalau kita kan di sini kan upacara, kita ambil pakai buah. Lima macam buah, yaitu ya apel, jeruk, pisang, ya segala boleh asal lima unsur. Nggak tiap hari (diganti), tiap tanggal 1 sama tanggal 15 purnama (diganti). Pas bulan-bulan itu kita mempersembahkan ganti, semua diganti semua,” kata dia.

    Selanjutnya, menjelang datangnya Imlek sudah menjadi tradisi di kelenteng tiap tahun ada pembersihan, jeng dun atau bersih-bersih altar. Bersih-bersih altar dilakukan dalam kepercayaan mereka setelah para dewa naik menuju surga.

    “Jadi kemarin, kita mengadakan upacara kenaikan patung-patung ke naik surga. Hari ini kosong. Jadi kita masih bisa membersihkan patung-patung yang kita sembah. Nanti kira-kira 5 hari lagi, kita juga upacara sembahyang, turunnya dewa-dewa lagi,” ujar Budi.

    “Kita juga memohon nanti kalau sudah turunnya dewa-dewa itu, memohon pada sang dewa supaya nanti kebetulan pas mau pemilihan umum supaya aman, tentram, tidak ada masalah. Kita juga bisa milih pemimpin yang bijak, yang baik untuk negara kita. Ya tujuannya cuma itu aja,” katanya.

    Ada 63 patung untuk ritual tolak bala, kata Budi. Adapun tuan rumah di kelenteng Hok An Kiong adalah Dewa Bumi.

    “Di sini banyak rupang-rupang seperti Dai Shui, Dai Shui, itu mungkin di lain tempat nggak ada, yang ada di Indonesia cuma kita. Dai Shui itu yang banyak sekali. Itu 63, itu kan satu untuk ritual ciswak, ciswak tolak bala,” pungkasnya.

    Artikel ini telah tayang di detikjateng

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keindahan Candi Borobudur Tak Cuma buat Wisata, tapi Juga Pernikahan



    Magelang

    Keindahan kompleks Candi Borobudur tak hanya bisa buat berwisata, traveler juga bisa memanfaatkannya jadi venue pernikahan.

    Pernikahan Shah Sema Amukti dan Najla Adjani Mahendra baru-baru ini berlatar belakang indahnya candi Borobudur. Acara pernikahan itu pun jadi perhatian wisatawan lokal dan mancanegara

    Pernikahan yang sarat dengan adat Jawa itu dimulai dengan kirab pasukan bregodo berbusana merah. Prosesi dilanjutkan dengan kirab tiga kereta kencana yang membawa mempelai putri dan orangtua kedua mempelai.


    Mempelai pria, Shah Sema Amukti, tampil gagah menunggang kuda menuju lokasi ijab kabul di Taman Lumbini. Prosesi ini tak hanya menampilkan kemegahan adat Jawa, tetapi juga berhasil memikat hati para wisatawan yang hadir.

    Dani Mukti adalah sosok di balik kesuksesan acara pernikaahn tersebut. Ia adalah seorang pengusaha, selebgram, dan aktris yang membintangi film ‘Gadis Kretek’.

    Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Dani Mukti dan tim Pengantin Production berhasil menggarap berbagai pernikahan mewah, termasuk pernikahan keluarga kraton kesultanan Yogyakarta dan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dengan Erina Gudono.

    “Menggelar acara di tempat terbuka memang menantang. Kami harus memastikan setiap tamu merasa nyaman dan seluruh prosesi berjalan lancar,” ujar Dani Mukti, Selasa (25/6/2024).

    Menikah di Candi BorobudurMenikah di Candi Borobudur Foto: (dok. Istimewa)

    Tantangan utama bagi dia adalah membangun fasilitas yang memadai untuk kenyamanan tamu, tanpa mengurangi keindahan dan keagungan Candi Borobudur sebagai latar belakangnya.

    Namun pesta pernikahan Shah Sema Amukti dan Najla Adjani Mahendra menjadi bukti, bahwa dengan perencanaan matang dan eksekusi sempurna, acara besar di lokasi ikonik seperti Candi Borobudur dapat terlaksana dengan sukses.

    Candi Borobudur memang sudah sering menjadi venue pernikahan. Penyanyi Vicky Shu dan suaminya Ade Imam, menikah di candi ini pada tahun 2017 silam.

    Dilansir dari Wolipop, biaya sewa lahan dan event untuk pernikahan di Candi Borobudur bervariasi. Untuk sewa lahan di Taman Lumbini saat Vicky Shu menikah dikenakan biaya Rp 50 juta per hari.

    Sedangkan untuk pernikahan yang dilaksanakan di Marga Utama akan dikenakan biaya Rp 40 juta. Apabila acara pernikahan dilaksanakan pada siang hari, maka para tamu akan dikenakan biaya tiket masuk ke Candi Borobudur.

    Sedangkan jika pernikahan dilangsungkan di malam hari, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 2,5 juta per jam untuk biaya lampu.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita Air Terjun di Magelang, Konon Jadi Lokasi Legenda Jaka Tarub



    Magelang

    Di Magelang, Jawa Tengah ada satu air terjun yang dipercaya sebagai lokasi legenda Jaka Tarub bermula. Penasaran dengan ceritanya?

    Dikutip dari laman resmi Desa Tlogorejo Magelang, air terjun itu diketahui bernama air terjun Sekar Langit. Nama itu berasal dari bahasa Jawa.

    Kata ‘sekar’ berarti bunga dan ‘langit’ yang juga berarti langit dalam bahasa Indonesia. Jika diterjemahkan, sekar langit berarti bunga yang turun dari langit.


    Legenda Jaka Tarub di Air Terjun Sekar Langit

    Dikutip dari laman resmi Badan Otorita Borobudur, di balik keindahan Air Terjun Sekar Langit yang asri dan sejuk, tersimpan sebuah legenda yang menarik perhatian banyak orang. Legenda ini dikenal sebagai legenda Jaka Tarub.

    Konon, di telaga dekat air terjun tersebut, hiduplah seorang lelaki bernama Jaka Tarub. Ia terkenal karena memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Suatu hari, Jaka Tarub melihat para bidadari yang sedang mandi di telaga. Terpesona oleh kecantikan mereka, ia diam-diam mengintip dan mencuri selendang milik salah satu bidadari.

    Bidadari tersebut adalah Nawang Wulan. Selendang yang dicuri Jaka Tarub sangatlah penting, karena itulah satu-satunya alat yang memungkinkan para bidadari untuk terbang kembali ke kahyangan.

    Tanpa selendangnya, Nawang Wulan terpaksa tinggal di Bumi dan tidak bisa kembali. Dalam pencarian untuk mendapatkan kembali selendangnya, Nawang Wulan bertemu dengan Jaka Tarub.

    Alih-alih marah, keduanya akhirnya jatuh cinta dan membangun rumah tangga bersama, melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Nawangsih.

    Air Terjun Sekar Langit kini menjadi saksi bisu dari kisah cinta Jakatarub dan Nawang Wulan. Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati panorama alamnya yang menawan, tetapi juga untuk mendengarkan kisah yang melegenda ini.

    Mitos Awet Muda dan Enteng Jodoh

    Masyarakat setempat percaya bahwa air dari Sekar Langit memiliki khasiat khusus, terutama bagi para wanita. Konon, mandi di air terjun ini bisa membuat seseorang awet muda dan enteng jodoh.

    Mitos ini menarik wisatawan yang ingin mencoba peruntungan atau sekadar merasakan kesegaran air yang bersumber dari pegunungan di sana.

    Lokasi dan Cara Menuju ke Air Terjun Sekar Langit

    Air Terjun Sekar Langit terletak di RT 03 RW 01, Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Lokasinya kurang lebih 25 kilometer dari pusat Kota Magelang dan bisa ditempuh dengan perjalanan selama 45 menit.

    Untuk menuju ke sini, traveler bisa memulai perjalanan dari Alun-Alun Magelang. Ikutilah Jalan Alun-Alun Utara ke arah timur menuju Jalan Ahmad Yani.

    Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan mengikuti Jalan Pahlawan dan Jalan Raya Grabag-Magelang hingga mencapai Jalan Sunan Geseng di wilayah Grabag.

    Belok kanan ke Jalan Sunan Geseng, dan ikuti jalan tersebut sekitar 3,9 km. Air Terjun Sekar Langit akan berada di sebelah kiri jalan di kawasan Tlogorejo, Grabag, Magelang.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com