Tag: mah

  • Ibu Rumah Tangga Bisa Jadi Juara, Tunjukkan Bakatmu di Emeron Hijab Hunt 2024

    Jakarta

    Usia tidak jadi halangan kamu untuk ikut Emeron Hijab Hunt 2024. Jika kamu sudah berumah tangga juga bisa menunjukkan bakat dan potensi kamu di Emeron Hijab Hunt 2024.

    Seperti Elwina Willianto seorang ibu rumah tangga yang berhasil menjadi juara ketiga Emeron Hijab Hunt 2023. Ia mengungkapkan banyak pengalaman hingga ilmu yang bermanfaat usai mengikuti Emeron Hijab Hunt.

    “Kalau nggak menjadi IRT ya nggak akan dapat pengalaman-pengalaman baru. Cerita Ibun (akun Instagramnya) nggak akan pernah ada. Nggak akan pernah ikutan Hijab Hunt dapat title juara tiga dan umrah gratis. Dapat hadiah puluhan juta, dapat teman-teman baru dari Hijab Hunt,” kata Elwina Willianto.


    Elwina Wilianto - Grand Final Emeron Hijab HuntElwina Wilianto pada saat acara grand final Emeron Hijab Hunt 2023. Foto: Rifkianto Nugroho

    Elwina mengatakan ajang pencarian hijabers berbakat, Emeron Hijab Hunt 2024 mendukung ibu rumah tangga untuk berkarya yang mempunyai bakat dan potensi. KlIK DI SINI untuk mengetahui jumlah hadiahnya!

    “Walau pun tidak muda lagi, bayangin apa nggak sayang kalau emak-emak nggak ikutan. Apalagi ibu rumah tangga mah fleksibel. Tinggal dipikirin lah bakat apa yang harus ditampilkan tuh. It’s our time to shine,” pungkasnya.

    Yuk, daftar sekarang dan ikuti audisinya di www.hijabhunt.com. Audisi pertama akan ada di Bandung. Setelah itu akan ada audisi secara langsung di Jakarta dan Solo. Catat tanggal berikut ini:

    Catat tanggalnya ya! Emeron Hijab Hunt 2024 menggelar audisi di tiga kota:

    Bandung

    Audisi: 20 Juli 2024.

    Jakarta

    Audisi: 27 Juli 2024.

    Solo

    Audisi: 3 Agustus 2024.

    Ada juga audisi online: 14 Agustus 2024.

    Segera daftar di www.hijabhunt.com. Kamu bisa memenangkan hadiah umrah bersama GIS Travel dan uang tunai total puluhan juta rupiah! Segera daftarkan dirimu mulai 24 Juni hingga 13 Agustus 2024.

    Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Gua Ngerong Nan Mistis di Tuban, Ada Ikan yang Tak Boleh Dibawa Pulang



    Tuban

    Tuban punya destinasi gua Ngerong yang menyimpan mitos. Konon, ikan-ikan yang ada di sana tak boleh dibawa pulang kalau tidak mau celaka.

    Gua Ngerong adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Jalan Raya Rengel, Tuban, Jawa Timur. Destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung.

    Lokasi gua ini menawarkan pemandangan alam yang indah namun menyimpan cerita mistis. Cerita mistis itu berpusat pada ikan-ikan yang hidup di sungai di sekitar gua Ngerong.


    Goa Ngerong TubanIkan-ikan di ga Ngerong Tuban Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

    Menurut pedagang setempat, Mbak Mah, ikan-ikan di sungai ini tidak pernah dibawa pulang oleh pengunjung, karena takut kena celaka.

    “Orang-orang percaya ada cerita mistis di balik keberadaan ikan-ikan ini,” tuturnya.

    Selain daya tarik itu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alami gua Ngerong. Untuk menikmati panorama tersebut, pengunjung harus membayar tiket seharga Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 7.000 untuk orang dewasa.

    Di dalam lokasi, pengunjung dapat menikmati bermain air sungai yang jernih dengan ribuan ikan dan kelelawar yang bergelantungan di dinding gua.

    “Kami bisa memberi makan ikan dengan roti atau biji kapas. Mereka berebut makanan,” kata Sari, pengunjung dari Bojonegoro, Minggu (10/1).

    Pengunjung dapat berenang atau mandi dengan pelampung karet yang disewakan oleh pengelola dan warga sekitar. Lapak-lapak pedagang makanan dan biji kapas juga tersedia di lokasi.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tanggal, Sejarah, Doa dan Amalan


    Jakarta

    Safar 1447 H sudah memasuki seminggu terakhirnya. Salah satu hari penting pada penghujung bulan ini terletak pada Rabu terakhir atau sering disebut Rabu Wekasan.

    Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan 2025 oleh sebagian orang diyakini sebagai hari turunnya bala bencana. Karena itu, muncul tradisi tolak bala pada hari tersebut.


    Rabu Wekasan 2025 Jatuh pada 20 Agustus

    Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, hari terakhir bulan Safar 1447 H atau Rabu Wekasan 2025 jatuh pada 20 Agustus 2025. Safar akan berakhir pada Minggu, 24 Agustus 2025 dan umat Islam akan masuk Rabiul Awal atau Mulud.

    Berikut kalender Safar 1447 H selengkapnya.

    • 1 Safar: 26 Juli 2025
    • 2 Safar: 27 Juli 2025
    • 3 Safar: 28 Juli 2025
    • 4 Safar: 29 Juli 2025
    • 5 Safar: 30 Juli 2025
    • 6 Safar: 31 Juli 2025
    • 7 Safar: 1 Agustus 2025
    • 8 Safar: 2 Agustus 2025
    • 9 Safar: 3 Agustus 2025
    • 10 Safar: 4 Agustus 2025
    • 11 Safar: 5 Agustus 2025
    • 12 Safar: 6 Agustus 2025
    • 13 Safar: 7 Agustus 2025
    • 14 Safar: 8 Agustus 2025
    • 15 Safar: 9 Agustus 2025
    • 16 Safar: 10 Agustus 2025
    • 17 Safar: 11 Agustus 2025
    • 18 Safar: 12 Agustus 2025
    • 19 Safar: 13 Agustus 2025
    • 20 Safar: 14 Agustus 2025
    • 21 Safar: 15 Agustus 2025
    • 22 Safar: 16 Agustus 2025
    • 23 Safar: 17 Agustus 2025
    • 24 Safar: 18 Agustus 2025
    • 25 Safar: 19 Agustus 2025
    • 26 Safar: 20 Agustus 2025 (Rabu Wekasan)
    • 27 Safar: 21 Agustus 2025
    • 28 Safar: 22 Agustus 2025
    • 29 Safar: 23 Agustus 2025
    • 30 Safar: 24 Agustus 2025

    Sejarah Rabu Wekasan

    Dalam Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shufur, kitab acuan Tajwid Madura, karya Abdul Hamid terdapat keterangan dari seorang sufi bahwa Allah SWT menurunkan 320.000 bala bencana pada Rabu Wekasan. Ulama yang meyakini turunnya bala pada pada Rabu Wekasan menganjurkan mengerjakan sejumlah amalan sebagai upaya mencegah bala itu.

    Menurut catatan detikHikmah, anjuran ini disebutkan dalam Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut: Mujarrobat al-Dairobi), kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar, Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

    Amalan Rabu Wekasan 2025

    Salah satu amalan yang dikerjakan pada Rabu Wekasan adalah salat empat rakaat. Menurut Gus Arifin dalam buku Jejak Cahaya di Atas Sajadah: Khazanah Salat-Salat Sunah Lengkap, ajaran salat Rabu Wekasan tertulis dalam Kanzun Najah karya Syekh Hamid dan Risalah Bahjatul Mardiyyah fil Fawaidil Ukhrhiyah karangan Syekh Muhammad Dawud Al-Fathani.

    Berikut tata caranya:

    “Setiap hari Rabu akhir bulan Safar turun 320.000 bala (penyakit), barang siapa yang salat empat rakaat pada hari itu, lalu setiap rakaat setelah membaca Al Fatihah ia membaca innaa a’thainaa kal kautsar (Al Kautsar) 17 kali, qulhuwallahu ahad (Al Ikhlas) 5 kali, dan mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Nas) masing-masing satu kali, kemudian setelah salam, berdoa kemudan wafaq-nya (kertas yang ada tulisan huruf-huruf Arab tertentu) digunting lanas dibenamkan ke dalam air dan airnya diminum, insyaallah akan selamat dari semua penyakit.”

    Doa Rabu Wekasan 2025

    Selain salat, umat Islam bisa memanjatkan doa tolak bala pada Rabu Wekasan. Menukil NU Online, berikut bacaan doanya.

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni’mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal ‘ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma ‘ȃfinȃ min kulli balȃ’id dunyȃ wa ‘adzȃbil ȃkhirah, washrif ‘annȃ bi haqqil Qur’ȃnil ‘azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa ‘adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mȃ yashifūn, wa salȃmun ‘alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil ‘ȃlamȋn.

    Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    Menurut penjelasan dalam 1001 Hal yang Paling Sering Ditanyakan tentang Islam karya Abu Muslim, kepercayaan bahwa Allah SWT menurunkan bala bencana pada Rabu terakhir bulan Safar adalah tidak benar. Tidak ada nash baik dalam Al-Qur’an dan hadits yang menyatakan hal ini.

    Anggapan turunnya bala atau kesialan pada bulan Safar dibantah dengan hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (merasa sial dengan sebab adanya burung tertentu atau hewan-hewan tertentu), tidak hamah (merasa sial dengan adanya burung gagak), dan tidak ada pula merasa sial pada bulan Safar.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com