Tag: mainnya

  • Padel Olahraga Apa, Bagaimana Cara Mainnya?

    Jakarta

    Padel masih menjadi buah bibir, salah satunya terkait dengan pajak hiburan di Jakarta. Berikut penjelasan singkat seputar olahraga padel dan cara bermainnya.

    Sejarah Padel

    Beberapa tahun lalu Padel (Padel Tennis) masih cukup asing untuk telinga masyarakat Indonesia. Padahal olahraga itu sendiri lahir di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969.

    Olahraga ini kemudian merambah negara-negara Amerika Latin, seperti Meksiko dan Argentina. Barulah setelah itu Padel menyebar ke Eropa, terutama di Spanyol.


    Di Spanyol, Padel sedemikian naik daun. Federasi Padel Dunia (IPF) bahkan tercatat lahir di Madrid, Spanyol, pada tahun 1991.

    Sejak 2010, Padel mulai mencuri perhatian dunia karena banyak dimainkan sejumlah pesepakbola top. Apalagi klub-klub top di Spanyol, negara tempat Padel sedemikian populer, masing-masing juga punya komunitas Padel.

    Mantan pemain Timnas Swedia Zlatan Ibrahimovic, misalnya. Eks pemain Barcelona itu ternyata punya klub Padel di negara asalnya. Ada pula Cristiano Ronaldo yang medio 2023 lalu ikut memperkenalkan Padel di Singapura.

    Di Indonesia, para pelaku sudah membentuk organisasi bernama Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) yang saat ini sudah resmi berada di bawah naungan KONI Pusat.

    Regulasi Padel: Lapangan, net, kaca, raket

    Merujuk kepada regulasi IPF (Federasi Padel Internasional), lapangan padel harus memiliki ukuran sepertiga lapangan tenis. Setiap sisinya harus ditutup oleh kaca.

    Lapangan Padel memiliki panjang 20 meter, dengan lebar 10 meter. Lantai untuk lapangan Padel berbahan rumput buatan, yang dicampur pasir halus. Net lapangan padel memiliki lebar 10 meter, dengan tinggi 0,92 meter.

    Dinding kaca di bagian belakang lapangan Padel punya tinggi 4 meter dan dinding kaca samping setinggi 3 meter. Dinding kaca ini merupakan bagian dari permainan karena pemain bisa memantulkan bola ke kaca tersebut.

    Raket yang dipakai di olahraga Padel berbeda dengan tenis atau badminton. Perbedaan utamanya adalah ketiadaan senar seperti pada raket di tenis dan bulutangkis.

    Raket padel terbuat dari bahan semikarbon plastik fiber dengan ketebalan 38 sentimeter dan lebar 2,6 cm. Panjang raket Padel dari gagang hingga kepala raket adalah 45,5 cm.

    Nah, bola yang dipakai di olahraga Padel juga punya kemiripan dengan bola tenis. Ukuran bola Padel adalah diameter 6,77 cm dengan berat 59,4 gram.

    Close-up photo. Padel tennis player with racket. Girl athlete with paddle racket on court outdoors. Sport concept. Download a high quality photo for the design of a sports app or web site.Bola, raket, dan lapangan padel. Foto: Getty Images/mikeorlov

    Cara bermain Padel

    Seperti di tenis dan bulutangkis, Padel juga mengenal istilah servis. Di sini pemain pertama memukul bola ke area servis lawan setelah melewati net dan memantul sebelum mengenai dinding.

    Apabila bola mengenai dinding tanpa memantul terlebih dahulu, maka dinilai keluar. Hal itu membuat pihak lawan yang berhak mendapatkan poin.

    Sistem skor yang diterapkan pada olahraga Padel sendiri identik dengan olahraga tenis. Artinya, sistem skor olahraga padel memakai skema 15-30-40 dalam setiap game-nya. Jika berhasil menang 6 game, dengan ketentuan unggul minimal 2 game dari lawannya, pemain itu memenangi satu set. Setiap permainan Padel terdiri dari 3 set.

    Perbedaan Padel vs Tenis

    Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Padel punya kemiripan dengan Tenis. Tapi keduanya punya cukup banyak perbedaan.

    • Servis padel biasa dilakukan di bawah lengan. Di tenis, servis bisa dilakukan di bawah atau atas lengan.
    • Lapangan padel dikelilingi dinding kaca.
    • Pemain diperbolehkan memainkan padel ketika bola keluar lapangan, sedangkan tenis tidak.
    • Dinding sekeliling lapangan padel dapat dipergunakan. Sementara itu, dalam tenis, harus berada tetap di dalam tanda lapangan.

    Pajak olahraga Padel di Jakarta

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta sudah menetapkan fasilitas olahraga padel sebagai salah satu objek pajak daerah dengan tarif sebesar 10%.

    Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nomor 257 Tahun 2025, atas perubahan kedua dari Keputusan Kepala Bapenda Nomor 854 Tahun 2024.

    “Betul olahraga Padel dikenakan PBJT Hiburan dan Kesenian dengan tarif 10%,” kata Ketua Satuan Pelaksana Penyuluhan Pusat Data dan Informasi Pendapatan Jakarta Andri M. Rijal saat dikonfirmasi medio awal Juli 2025 ini.

    (krs/cas)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Taman Superhero yang Gratis dan Masih Jadi Primadona di Bandung



    Bandung

    Tempat wisata gratisan masih jadi primadona bagi wisatawan segala kalangan. Contohnya Taman Superhero di Bandung.

    Taman Superhero di Kota Bandung masih menjadi primadona bagi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan waktu libur untuk mengajak anak-anaknya bermain di taman kota tersebut.

    Taman yang berlokasi di Jalan Anggrek, kota Bandung ini ramai dikunjungi masyarakat, terutama di akhir pekan. Anak-anak pun tampak menikmati waktu bermain mereka di aneka wahana permainan taman tersebut.


    Selain memiliki banyak wahana permainan seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, taman ini juga memiliki banyak patung superhero.

    Dari mulai patung Superman, Batman, Ironman, Gundala, Gatot Gaca yang terbuat dari limbah onderdil kendaraan bermotor, dan Ksatria Bersinar. Deretan patung itu pun jadi sasaran pengunjung untuk foto.

    Salah satu pengunjung, Kusmiatie (31) mengatakan dia sengaja datang ke taman Superhero ini untuk mengajak anaknya bermain.

    “Iya ngajak anak main, kebetulan Senin-Sabtu kerja, punya waktu ajak anak main di Hari Minggu. Saya ajak main anak ke Taman Superhero karena anak saya senang,” kata Kusmiatie.

    Kusmiatie juga menyebut, jika anaknya senang bermain ke Taman Superhero karena memiliki banyak patung super hero.

    “Dia paling suka sama Ironman, tadi juga dia berfoto,” ucapnya.

    Tak hanya Kusmiatie, Irma Novitasari (26) juga turut mengajak bermain anaknya ke taman tersebut. Irma mengatakan, anaknya senang bermain perosotan di Taman tersebut.

    “Anak saya paling senang main perosotan, sampai enggak bisa diganggu kalau udah kesenangan,” ujar Irma.

    Irma bersama suami, mengajak anaknya ke taman tersebut karena gratis. “Karena gratis, enggak bayar, jadi saya ajak dia main ke sini, kalau ke mall tempat mainnya berbayar,” ujar Irma.

    Tak hanya bermain di kawasan Taman Superhero, pengunjung juga bisa menunggangi kuda yang kerap mangkal di luar kawasan ruang terbuka hijau tersebut.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Marcus Rashford Dibilang Suka ‘Sabotase Diri Sendiri’


    Jakarta

    Baru-baru ini Marcus Rashford mendapatkan hukuman dari Pelatih Barcelona Hansi Flick. Rashford pun dikritik karena hal semacam ini bukan kali pertama terjadi.

    Flick sempat membangkucadangkan Rashford pada saat Barcelona menghadapi Getafe di LaLiga pada akhir pekan. Padahal di laga sebelumnya, Rashford tampil prima melawan Newcastle United di Liga Champions.

    Usut punya usut, hal itu merupakan bentuk hukuman dari Hansi Flick kepada Marcus Rashford yang datang terlambat pada saat sesi latihan menjelang lawan Getafe.


    Flick memang dikenal sebagai juru taktik yang disiplin. Hukuman semacam itu pernah juga dijatuhkannya kepada pemain-pemain Barca lainnya, termasuk Raphinha.

    Dengan Rashford di atas kertas butuh tampil apik demi memberi kesan positif di Barcelona, yang pada musim panas meminjamnya dari Manchester United, kejadian itu bikin mantan pemain Premier League Troy Deeney tidak habis pikir.

    “Aku sempat memberinya apresiasi karena sebelum itu aku sempat memberikan komentar keras kepada Marcus,” kata pembawa acara talkSPORT tersebut.

    “Tapi, kadangkala pada saat seseorang terus mengulang sesuatu, Anda jadi percaya memang seperti itulah dirinya yang asli. Dia (Rashford) terus saja melakukan hal semacam ini, ketika ia sedang oke dan malah menyabotase diri sendiri. Setiap kali.”

    “Kamu kan sudah tahu aturan mainnya, kamu kan sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan di Barcelona,” sebut Deeney, seolah-olah menujukan ucapan itu kepada Rashford.

    Seperti yang dikatakan Deeney, perkara terlambat ini memang sudah pernah bikin Rashford juga kena masalah. Salah satunya ketika di Man United, pada era Erik ten Hag di awal tahun 2024.

    Pada saat itu Rashford terlambat datang ke pertemuan tim dan kemudian tidak dipilih Erik ten Hag dalam kemenangan melawan Newport County di Piala FA.

    Malam sebelum terlambat, Rashford tertangkap kamera sedang party di Belfast, Irlandia Utara. Ia kemudian mengaku dapat hukuman karena ‘ketiduran’.

    (krs/cas)



    Sumber : sport.detik.com

  • Luis Figo: Mbappe Mirip-mirip Ronaldo Nazario


    Jakarta

    Luis Figo memberi pujian kepada Kylian Mbappe. Kata Figo, Mbappe gaya mainnya mirip-mirip Ronaldo Nazario!

    Luis Figo dan Ronaldo Luis Nazario pernah main bareng di Real Madrid pada tahun 2002-2005. Keduanya jadi bagian Los Galacticos, sebutan Madrid ketika itu yang skuadnya dipenuhi para pemain bintang.


    Dilansir dari Tribuna, Luis Figo ditanya soal skuad Real Madrid saat ini khususnya Kylian Mbappe. Sang striker tampil apik di musim pertama, walau gagal bawa Los Blancos menangi LaLiga dan Liga Champions.

    Di musim pertamanya pada 2024/2025, Mbappe raih titel Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental. Mbappe juga sabet gelar top skor LaLiga dengan 31 gol.

    “Mbappe mirip-mirip seperti Ronaldo Nazario,” buka Luis Figo.

    “Mbappe dan Ronaldo mirip dalam segi kekuatan, kecepatan, dan kemampuan mencetak gol,” tambahnya.

    Akan tetapi, Figo enggan menambah beban buat Kylian Mbappe. Figo berharap, Mbappe bisa jadi dirinya sendiri dan bawa Real Madrid digdaya lagi.

    “Mbappe punya keunikan sendiri, talentanya luar biasa. Saya rasa sih sebaiknya jangan terlalu sering dibanding-bandingkan dengan pemain lain,” tutupnya.

    (aff/cas)



    Sumber : sport.detik.com