Tag: makanan autentik

  • Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen


    Jakarta

    Di dalam Apartemen Mediterania Garden ada tempat makan mie halal autentik khas China yang enak. Porsinya royal dan mengenyangkan.

    Apartemen Mediterania Garden Residence terletak di Jl. S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat. Apartemen ini belakangan viral karena memiliki banyak tempat makan dengan sajian Chinese Food lezat.

    Ada banyak tempat makan hingga restoran khas China yang menyajikan hidangan Chinese food autentik, mulai dari mala tang sampai bak kut teh. Tapi ada juga kuliner China halal yang ada di Apartemen Mediterania, namanya Ma Ji Lan Zhou Beef Noodle.


    Semua mie di sini dibuat dadakan dengan tekstur ketebalan mie yang bisa disesuaikan dengan selera. Porsinya melimpah dan rasanya enak. Berikut beberapa menu andalan di resto ini:

    Detail Informasi Ma Ji Lan Zhou Beef Noodle
    Nama Tempat Makan Ma Ji Lan Zhou Beef Noodle
    Alamat Apartemen Mediterania 2 – Tower Kenanga.
    Jakarta Barat.
    No Telp 0812-1245-8861
    Jam Operasional [10.00 – 23.00
    Estimasi Harga Rp 60.000 – Rp 200.000
    Tipe Kuliner Chinese food halal
    Fasilitas
    • Parking Area
    • Cashless Payment

    1. Restoran Mie China yang Halal

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Tak sulit menemukan kuliner China autentik di kawasan Apartemen Mediterania. Tapi kalau mau cari kuliner China halal yang autentik, bisa mampir ke restoran Ma Ji Lan Zhou Beef Noodle.

    Restoran ini fokus menyajikan mie khas China yang halal. Karena sang pemilik merupakan orang China asli yang berasal dari daerah Lanzhou, salah satu bagian dari China yang memiliki populasi Muslim cukup besar.

    Di sini semua mie menggunakan kaldu dari sapi dan juga irisan daging sapi. Mienya dibuat secara homemade dan baru dibentuk ketika ada yang memesan. Pengunjung juga bisa memesan mie kecil hingga mie lebar.

    2. Hong Shao Niu Rou Mian

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya berkunjung ke resto ini tanpa mencoba menu utamanya yaitu lamian atau mie kuah ala China. Kebanyakan pengunjung di sini berasal dari China Mainland yang menetap di Apartemen Mediterania, sehingga rasa lamiannya lebih autentik karena masih menyesuaikan selera pengunjung di sini.

    Menu yang wajib dipesan ada Hong Shao Niu Rou Mian (Rp 55.000). Mie kuah dengan irisan daging sapi dan sayur lobak yang sehat. Selain mienya yang memiliki tekstur kenyal dan tetap lembut, kaldu sapinya juga juara.

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Tipe kuah kaldu bening yang tak banyak bumbu tapi rasanya tidak hambar, karena kaldu direbus selama empat jam lamanya. Selain itu rasa mie ini lebih enak ketika ditambah dengan daun ketumbar hingga chili oilnya yang pedas menyengat. Porsi mienya yang besar bisa disantap untuk 1-2 orang.

    Cek Menu Enak Lainnya di Halaman Berikutnya!

    3. Niu Rou Chao La Mian

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Selain mie dengan kuah kaldu sapi yang enak, jangan lupa coba juga ‘mie nyemek’ ala China yang tak kalah enak. Nama menunya Niu Rou Chao La Mian Rp (60.000). Porsinya bisa diantap untuk 2-3 orang saking banyaknya.

    Tekstur mie sedikit lebih tebal tapi tidak keras sama sekali. Rasa yang paling dominan adalah bumbu dari saus tomat yang menjadi ciri khas makanan ini. Mie ditumis dengan aneka sayuran dan irisan daging sapi yang sudah direbus sebelumnya.

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Jangan samakan dengan mie goreng ala Indonesia yang lebih kering dan rasa bumbunya kuat. Kalau mie nyemek ala China ini rasanya tak terlalu asin, tapi justru rasanya jadi unik ketika dipadukan dengan chili oil yang tak terlalu berminyak dan terasa gurih pedas di setiap suapan.

    4. Rou Jia Mo

    Ma Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area ApartemenMa Ji Lanzhou : Makan Lamian Autentik Halal Tersembunyi di Area Apartemen Foto: detikFood

    Terakhir ada menu yang porsinya tak terlalu banyak tapi tetap mengenyangkan. Namanya Rou Jia Mo (Rp 40.000). Sering juga disebut sebagai burger tradisional ala China yang banyak dijual sebagai snack kaki lima sampai camilan restoran di negara asalnya.

    Di Ma Ji Lan Zhou, menu ini mengganakan daging sapi yang dicincang kasar kemudiand itumis dengan beberapa bumbu sampai garing. Roti bun diganti dengan roti pipih berwarna putih yang disebut sebagai ‘Mo.

    Tekstur roti Mo yang renyah di luar dan empuk di dalam, berpadu dengan rasa gurih, rempah, dan lemak dari daging. Menjadikan Rou Jia Mo sebagai camilan atau makanan ringan dengan nuansa baru kalau bosan makan burger.

    Selain menu di atas, Ma Ji Lan Zhou menjual berbagai makanan lainnya yang tak kalah menarik untuk dicoba. Mulai dari Yang Rou Tang yang berkuah, lalu aa nasi goreng ala China yaitu Lan Zhou Chao Fan hingga Zi Hong Shi Ji Dan Gai Jiao Fan.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Slurp! Nikmatnya Pho Vietnam dengan Kuah Dimasak 18 Jam di Kawasan Cibubur


    Jakarta

    Pencinta kuliner kini punya pilihan baru di kawasan Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Pho Tastical, restoran dengan spesialisasi makanan Vietnam. Meski baru hitungan minggu beroperasi sejak 28 Agustus 2025 lalu, resto ini sudah ramai pengunjung karena menawarkan menu autentik khas Vietnam dengan harga ramah di kantong.

    Pho Tastical bukan sekadar pendatang baru. Restoran ini sebenarnya sudah lebih dulu hadir di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Cabang di Kota Wisata menjadi outlet kedua sekaligus pionir pho di kawasan Cibubur.

    “Di kota wisata ini belum ada pho sama sekali, Ini pho satu-satunya di luar Trans Studio Mall (TSM) Cibubur,” ujar Ellen, pemilik Pho Tastical, kepada detikFood, Rabu (17/8/2025).


    Ellen mengaku terkejut dengan sambutan warga Cibubur. Baru seminggu beroperasi, resto ini langsung dipadati pengunjung. Harga yang relatif lebih murah dari restoran pho lain menjadi salah satu daya tarik.

    “Kalau di mall bisa Rp 80 ribuan, di sini hanya sekitar Rp 50 ribuan. Bahkan sekarang masih ada promo diskon,” jelasnya.

    Rahasia Kaldu: Direbus Selama 18 Jam

    Menariknya, yang membuat Pho Tastical berbeda adalah kuah kaldu pho yang direbus hingga 18 jam. Proses panjang ini menghasilkan kaldu gurih dengan aroma rempah yang dalam, namun tetap ringan ketika disantap.

    “Untuk menghasilkan kaldu. Kaldunya pakai daging sapi. Ada pakai sumsumnya. Dimasak 18 jam. Itu yang paling penting. Udah pernah coba juga, karena kan kadang mikir 18 jam gini juga ya? Itu cuma berapa jam yang harus dimasak. Coba kalau di bawah itu, ternyata kurang gitu. Rempahnya kurang nendang,” kata Ellen.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resep ini bukan sembarangan. Ellen dan tim belajar langsung dari chef asli Vietnam yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dapur. Bahkan sekitar 50% bahan baku, mulai dari noodle pho, kulit lumpia, hingga minyak khusus, diimpor langsung dari Vietnam. Sisanya dipadukan dengan bahan lokal agar tetap cocok dengan selera orang Indonesia. Meski autentik, Ellen memastikan cita rasa pho mudah diterima lidah lokal.

    “Kalau 90 persen sih saya bilang masuk ya, Mirip lidahnya (Indonesia sama VIetnam. Karena masih sama-sama Asia. Orang Indonesia kan masih suka sop buntut, masih suka bakso. Mirip kan berkuah-kuah juga,” katanya.

    Selain mengedepankan keaslian resep, Pho Tastical juga hadir dengan konsep ‘fantastik enak, fantastik murah’. Nama Tastical sendiri diambil dari kata tasty dan fantastical, yang mencerminkan cita rasa enak dengan harga bersahabat.

    Ellen menuturkan bahwa dirinya memang pecinta pho. Dari kecintaannya itu, ia tahu betul pho yang enak seperti apa.

    “Terus kan ada rempah-rempah. Herbs. Makanya dia sehatnya itu karena dari herbsnya. Herbal. Nggak sekedar makan enak, tapi herbalnya banyak,” ujarnya.

    detikFood pun berkesempatan mencoba langsung menu andalan Pho Tastical. Pastinya yang paling utama adalah Pho yang original, Mi khas Vietnam dalam kuah kaldu 18 jam dengan irisan daging sapi dan taburan daun bawang. Kuahnya segar, tidak bikin eneg, apalagi dengan tambahan cabai rawit hijau, jeruk nipis, tauge, dan daun mint.

    Selain itu, ada varian Pho Cha Gio Thit Bo yang terdiri dari Bihun siram dengan grilled beef. Kuahnya disajikan terpisah sehingga bisa disesuaikan selera. Pelengkap seperti lumpia kering, wortel, dan tauge membuat rasanya makin kompleks.

    detikFood juga sempat mencoba Com Chien Trung atau Nasi Goreng khas Viternam. Sekilas tampak seperti nasi goreng kecap berwarna kuning keemasan. Ternyata warnanya berasal dari minyak khas Vietnam, bukan kecap. Rasanya gurih dengan aroma yang unik.

    Camilan andalannya ada Cha Gio (Lumpia Goreng) dan Goi Cuon (Lumpia Basah). Lumpia dengan kulit tipis impor dari Vietnam, renyah di luar dan segar di dalam. Cocok disantap dengan saus asam manis khas Vietnam.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Sebagai penutup, detikFood mencoba Salad Daging Sapi yang terdiri dari sayuran segar, bawang merah, dan irisan daging sapi tipis yang membuatnya ringan sekaligus mengenyangkan.

    Tak lupa, minuman khas yang unik di antaranya ada Es Che Ba Mau. Minuman segar berisi kacang merah, kacang hijau, jelly, dan susu. Rasa manis gurihnya pas untuk menutup santapan. Selain itu ada kopi Vietnam yang pekat serta lemongrass tea hangat dengan batang serai utuh. Setiap menu menghadirkan cita rasa yang berbeda namun tetap konsisten ringan, segar, dan tidak bikin eneg.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resto ini hadir dengan interior kasual modern yang cocok untuk keluarga. Target pasarnya pun luas, mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga keluarga yang ingin makan bersama.

    Pho Tastical juga aktif mengikuti tren digital. Mereka menggandeng food vlogger untuk promosi serta memaksimalkan layanan pesan antar melalui GoFood, Grab, dan ShopeeFood.
    Kisah Inspiratif di Balik Resto

    Di balik lahirnya Pho Tastical, ada cerita inspiratif dari sang pemilik. Ellen merupakan penyintas kanker ovarium yang baru selesai menjalani kemoterapi pada akhir 2024. Kondisi itu sempat membuatnya berhenti sejenak dari dunia kuliner, namun kecintaan pada memasak membuatnya kembali bangkit.

    “Aku setahun, waktu menjalani ini. Kemo-nya 6 kali. Sebulan sekali. Tapi nggak kelihatan ya, badannya ini ya. Sehat-sehat aja. Masih bisa dikasih waktu untuk berkarya, ya kan,” semangatnya.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Ellen berharap Pho Tastical bisa menjadi ikon kuliner Vietnam di Cibubur dan berkembang ke kota lain.

    “Maunya sih jadi ikonnya pho di Cibubur. Karena memang belum ada pho di sini kan. Jadi orang tahu kalau mau makan pho, ya di Tastical,” kata Ellen.

    Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan sentuhan personal dari pemiliknya, Pho Tastical hadir sebagai opsi kuliner yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Cibubur.

    (akn/ega)



    Sumber : food.detik.com

  • Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu Autentik


    Jakarta

    Mee pok disebut sebagai cikal bakal eksistensi mie chili oil yang kini populer di Indonesia. Di Gading Serpong ada tempat untuk menyantap mee pok asli tiociu.

    Budaya mie chili oil dipergunakan sejak pemerintahan Dinasti Ming di China. Penggunaan mie chili oil lantas berkembang pada hidangan yang dikenal mee pok.

    Penyajian mee pok dapat disebut sebagai asal muasal mie chili oil yang kini populer. Jika melirik pada negara tetangga, mee pok paling populer di Singapura bahkan banyak orang Indonesia yang datang ke sana untuk sekadar menikmatinya.


    Ternyata di Indonesia juga ada tempat makan mee pok yang tak kalah enak, namanya Bakso Ikan Teochew. Kualitas bakso ikan khas tiociu yang segar dan kenyal bisa didapatkan di sini.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Bakso Ikan Teochew
    Alamat Blok AJ, Jalan Kelapa Gading Barat No.8, Pakulonan Barat, Tangerang.
    No Telp 082210986892
    Jam Operasional Senin-Minggu, 08.00 – 20.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 31.000 – Rp 40.000
    Tipe Kuliner Chinese tiociu
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Toilet
    • Pesan Online
    • dll
    Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikProses pembuatan bakso ikan di sini dipaparkan secara gamblang pada dinding toko. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Bakso Ikan Dibuat Segar

    Masih menjaga pembuatan bakso ikan secara premium, Bakso Ikan Teochew percaya diri untuk memajang proses pembuatan bakso ikan dengan cara mereka sendiri. Adalah ikan ekor kuning yang menjadi bahan baku utama untuk membuat bakso ikan yang kenyal dan enak.

    Pertama-tama ikan ekor kuning yang segar akan dipisahkan dari tulang dan durinya. Daging ikan kemudian dibuat menjadi pasta. Untuk membuat pastanya sendiri resep nenek moyang yang diturunkan tak pernah diubah sama sekali.

    Setelah pasta ikan siap, kemudian akan dibentuk menjadi bola-bola yang licin dan mulus menggunakan bantuan sendok dan tangan. Baru kemudian bakso ikan direbus hingga matang dan mengambang.

    Cara Menyantap Mee Pok

    Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikUntuk menyantap mee pok ada caranya tersendiri untuk menyampur sambalnya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Ketika memesan mee pok ternyata ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Mee pok tidak bisa dikonsumsi seperti menikmati mie ayam atau suguhan mie lainnya.

    Mee pok biasanya akan disajikan terpisah, antara pelengkap seperti bihun, kwetiau, atau mee pok dengan bakso ikan dan kuahnya. Jangan sekali-kali menuangkan kuah ke dalam mangkuk pelengkap.

    Begitu pula menuangkan sambal khas yang disajikan berdampingan ke dalam kuah. Sambal hanya boleh dituangkan ke dalam mangkuk berisi pelengkap seperti mee pok atau bihun saja, atau cara lainnya adalah menggunakannya sebagai cocolan bakso.

    Sambal yang khas dengan kenyalnya mee pok ada di halaman berikutnya.

    Sambal Khas Mirip Chili Oil

    Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikMee pok yang autentik masih menggunakan sambal cabai dan ebi, bukan chili oil. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa mee pok merupakan nenek moyang dari mie chili oil yang populer, Bakso Ikan Teochew masih menggunakan resep sambal dari tahun 1990an. Gaya mee pok yang autentik justru bukan menggunakan chili oil, melainkan sambal yang rasanya mirip chili oil.

    Bedanya sambal ini terbuat dari cabai, ebi, dan bahan-bahan lain yang diblender halus. Sementara chili oil terbuat dari cabai yang dikeringkan kemudian diinfus pada minyak. Penggunaan chili oil dianggap lebih mudah dan sederhana sehingga menjadi alternatif.

    Ciri khas sambal dari Bakso Ikan Teochew ini rasanya tak terlalu pedas di awal. Ada rasa gurih yang dominan, diikuti pedas, juga sedikit sensasi manis yang akan terasa pada ujung lidah.

    Untuk mendapatkan rasa maksimalnya pastikan untuk mengaduk rata sambal dengan mee pok, kwetiau, atau bihun. Menjadikan sambal sebagai cocolan untuk bakso ikan atau tahu juga tak kalah enak.

    Gurih Kenyal Bakso Ikan

    Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikPerpaduan mee pok dan bakso ikannya terasa saling melengkapi satu sama lain nikmatnya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Ada tiga menu yang ditawarkan di Bakso Ikan Teochew, yaitu Mau Tahu dengan pelengkap (Rp 40.000), 5 Bakso dengan pelengkap (Rp 31.000), dan Mau tahu tanpa pelengkap (Rp 35.000).

    Pada pesanan pertama untuk Mau Tahu, kami memilih memadukannya dengan bihun. Bihun yang lembut tetapi tetap kenyal menjadi pendamping yang enak untuk semangkuk Mau Tahu yang berisi 3 buah bakso ikan, 2 buah tahu, dan 1 buah kulit tahu yang diisi dengan adonan bakso ikan.

    Pada menu 5 Bakso dengan pelengkap kami memilih memadukannya dengan mee pok. Pada paket ini kami mendapatkan semangkuk mee pok dengan 5 buah bakso ikan berkuah kaldu pada mangkuk lain.

    Jika tak ingin terlalu kenyang juga bisa memesan yang tanpa pelengkap. Seporsinya berisi 5 bakso ikan, 2 tahu, dan 1 kulit tahu berisi adonan bakso ikan.

    Bakso ikannya terasa garing di bagian luar tetapi kenyal bagian dalamnya. Proses pembuatan yang tidak menggunakan MSG atau tambahan perasa sama sekali membuat rasanya gurih lembut.

    Tahu kulit yang diisi dengan adonan bakso ikan memberikan tekstur yang berbeda saat dimakan. Bagian tahunya menyerap kaldu dengan sempurna tetapi di bagian tengah ada adonan bakso ikan yang memberikan tekstur kenyal.

    Bakso Ikan Teochew ini lebih enak disantap selagi hangat. Jika ingin dibawa pulang sebaiknya kuah kaldunya dipanaskan terlebih dahulu di kompor atau microwave.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Tomyam dan Pad Kra Pao Sedap di Warung Tenda Tebet


    Jakarta

    Makan di warung tenda Tebet ini serasa kulineran di pasar Vietnam atau Thailand. Menunya ada makanan khas dua negara tersebut, mulai dari bun cha hingga pad kra pao.

    Berada di titik strategis, kawasan Tebet, Jakarta Selatan dikenal sebagai pusat kuliner sejak lama. Hingga kini, jumlahnya pun semakin banyak dan pilihan jenis makanannya beragam.

    Salah satu yang terbaru adalah warung tendaan dengan menu makanan khas Vietnam dan Thailand. Warung bernama Tranxquill tersebut jadi pilihan tempat makan malam yang menarik.


    Meskipun hanya berupa warung tenda, tetapi warung ini selalu ramai pengunjung. Justru, suasana bersantap yang sederhana tersebut mirip seperti di Vietnam langsung.

    Detail Informasi Tranxquill
    Nama Tempat Makan Tranxquill
    Alamat Jalan Tebet Barat Dalam Raya No.54, RT.6/RW.4, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810
    No Telp 0811-1889-478
    Jam Operasional 18.00
    22.00
    Estimasi Harga Sekitar Rp 50.000 per porsi
    Tipe Kuliner Makanan khas Vietnam dan Thailand
    Fasilitas
    • Area dine in
    • Area parkir (minim)

    Terinspirasi dari kuliner di pasar Vietnam

    TranxquillTranxquill terinspirasi dari warung makan di pasar Vietnam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (1/9) salah karyawan Tranxquill mengatakan warung tenda ini memang terinspirasi dari warung-warung makan yang ada di pasar tradisional Vietnam.

    Salah satu yang ikonik adalah penggunaan kursi-kursi rendah berbahan plastik. Suasana bersantap seperti ini sering terlihat di beberapa spot turis di Vietnam.

    Selain itu, penyajian bahan-bahan segar di atas meja juga mirip seperti di Vietnam. Mulai dari selada air, daun ketumbar, basil, cabai, dan jeruk dijajakan di atas meja secara terbuka.

    Menu makanan khas Vietnam dan Thailand

    TranxquillTranxquill menawarkan makanan khas Vietnam dan Thailand. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tranxquill yang baru buka sejak Juli 2025 menawarkan makanan khas Vietnam dan Thailand. Hal tersebut memang sengaja digabung, karena lidah orang Indonesia lebih cocok dengan makanan Thailand.

    “Kalau lidah kita kan memang lebih kenalnya sama bumbu masakan Thailand ya. Gurih, asam, manis, makanya kita gabungkan. Makanan Vietnam di sini juga disesuai bumbu dan bahannya,” ujar karyawan Tranxquill.

    Sayangnya, detikFood kehabisan menu makanan khas Vietnam. Alhasil, kami hanya memesan menu makanan khas Thailand. Mulai dari pad kra pao, tomyum, dan padthai.

    Creamy dan Asam! Kelezatan Tomyang Udang

    TranxquillTranxquill menawarkan menu tomyang udang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu Tomyam di sini jadi salah satu yang sayang dilewatkan. Untuk varian tomyam udang harganya dibanderol Rp 48.000.

    Seporsinya disajikan satu udang, dua fishball, fishcake, mie, dan telur setengah matang. Warna kuah tomyamnya cantik, oranye menyala. Teksturnya kental dan creamy karena dicampur susu evaporasi.

    Ketika dicampur dengan kuning telur yang masih lumer, juga menambah kekentalan kuahnya jadi semakin creamy. Saking tebalnya, tekstur kuah tomyamnya seperti kuah kari.

    Tambahan jeruk nipisnya memberikan sensasi asam yang menyegarkan. Ada sentuhan rasa gurih dan sedikit pedas. Begitu juga dengan daun ketumbar yang memberi rasa khas herba dan harum.

    Untuk mienya sendiri menggunakan mie instan Thailand yang ukurannya kecil. Mienya dimasak dengan tingkat kematangan yang hampir lodoh.

    Padthai yang royal dan kenyal

    TranxquillPenampilan padthai di Tranxquill. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Padthai di warung tendaan ini juga tak kalah menarik. Seporsinya Rp 60.000 dengan porsi yang royal. Padthai disajikan di wadah tampah bambu beralaskan daun pisang.

    Kami memesan varian beef dan disajikan beef slice yang dimasak menggunakan wajan wok. Kemudian, disajikan dengan kondimen, tauge, telur orak-arik, dan bubuk cabai.

    Proses masak di wajan wok menghasilkan aroma dan rasa smoky yang khas pada padthai. Teksturnya kompleks, ada renyah dari taugenya dan kenyal lembut dari padthainya. Rasanya gurih dan pedas.

    TranxquillTambahan daging panggang yang smoky. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Namun jadi seimbang dengan tambahan daging sapinya yang dominan manis. Biar makin nikmat, bisa tambahkan kucuran air jeruk nipis.

    Kami juga menambah ekstra beef seharga Rp 30.000. Beef slice yang dipanggang tersebut mengingatkan dengan rasa beef slice yang ada di restoran barbeque All You Can Eat (AYCE).

    Pad Kra Pao dengan telur mata sapi

    TranxquillPad kra pao di Tranxquill. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Jika ingin menu nasi, bisa pesan pad kra pao seharga Rp 38.000. Seporsinya dilengkapi dengan kondimen telur mata sapi, selada air, dan salad wortel.

    Menu ini juga disajikan di wadah tampah bambu beralaskan daun pisang. Porsinya cukup mengenyangkan. Tampilan telur mata sapinya cantik.

    Itu karena telurnya digoreng bagian putihnya dulu, baru setelah itu ditaruh kuning telurnya ditaruh di bagian tengah putih telurnya. Penggunaan telur omega membuat warnanya oranye menyala.

    Daging cincangnya smoky, rasanya cukup gurih, dan beraroma dengan campuran daun basil yang digoreng bersama. Jangan lupa tambahan air kucuran jeruk nipis untuk meningkatkan rasa

    Untuk minumannya bisa pesan Es Songkit seharga Rp 25.000 yang manis, asam, dan menyegarkan atau Thai Tea yang milky dan creamy seharga Rp 25.000.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Siang Anti Bosan! Ini 5 Restoran Peranakan Populer di Jakarta


    Jakarta

    Mengusung konsep kuliner Peranakan, lima restoran ini sajikan masakan yang menggabungkan antara kuliner Melayu hingga China dengan sentuhan modern. Di sini lokasinya!

    Beragam restoran Peranakan di Jakarta kini hadir dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan cita rasa autentik. Mulai dari racikan rempah khas Singapura dan Malaysia hingga menu klasik turun-temurun, semuanya siap memanjakan lidah saat makan siang.

    Bagi pencinta kuliner berempah, Baia Nonna dan Seroeni menawarkan sajian Peranakan elegan di mal-mal ternama. Ingin suasana jadul yang hangat? Ada Roemah Noni dan Kisah Nyonya dengan menu klasik seperti bistik sapi dan mie goreng rumahan.


    Sementara restoran Rempah Nyonya memadukan cita rasa Nusantara dan Peranakan dengan harga terjangkau.

    Berikut rekomendasi lima restoran Peranakan yang bisa jadi pilihan tepat untuk makan siang.

    1. Baia Nona

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Baia Nonna menjadi salah satu destinasi kuliner menarik bagi pencinta masakan Peranakan modern. Restoran ini memadukan cita rasa khas Malaysia dan Singapura dengan sentuhan kontemporer yang elegan. Hidangan di sini terkenal kaya rempah, menghadirkan kehangatan dan aroma autentik khas dapur Peranakan. Kisaranharga makanannya dari Rp 45.000++.

    Menu andalannya Signature Laksa, Ayam Berempah Basmati Rice, dan Thousand Layers Toast yang cocok disantap bersama kopi hangat. Mengusung konsep kuliner lintas budaya dengan nuansa modern, Baia Nonna menawarkan pengalaman bersantap yang nyaman.

    Restoran ini dapat dikunjungi di beberapa mall besar di Jakarta seperti Grand Indonesia, Kota Kasablanka, dan BSD City. Tempat ini cocokjadi pilihan ideal menikmati cita rasa Peranakan di Jakarta.

    2. Seroeni

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Seroeni merupakan salah satu restoran Peranakan yang populer di Jakarta. Restorannya banyak memiliki cabang di mal-mal di Jakarta. Salah satunya di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

    Soal rasa, menu makanan di restoran Seroeni banyak diakui kelezatannya. Kamu bisa pesan Sapo Tafu Seafood yang menjadi andalan. Isiannya melimpah, gurih, dan tahunya lembut.

    Pencinta mie bisa pesan Cantonese Duck Noodle. Mienya kenyal dan gurih, semakinlezat ketika dipadukan dengan daging bebek yang empuk. Kisaran harga makanan di Seroeni dari Rp 60.000++.

    3. Roemah Noni

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Roemah Noni ada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Restoran Peranakan ini bergaya jadul, sehingga memberikan suasana yang berbeda ketika bersantap di sini. Harga makanannya pun masih cukup terjangkau dari Rp 50.000++.

    Pengunjung bisa mencicip menu ayam kungpao yang disajikan cantik. Porsinya banyak dengan potongan daging ayam yang terbilang besar cocok untuk menu makan siang. Hidangan ayam ini disajikan dengan saus asam, manis, dan pedas.

    Pencinta mie bisa memesan menu mie goreng di sini. Seporsi mie goreng di Roemah Noni disajikan dengan berbagain topping, mulai dari daging dan sayuran.

    4. Rempah Nyonya

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Restoran Rempah Nyonya menghadirkan cita rasa perpaduan kuliner Peranakan dan Nusantara. Beberapa menu yang banyak direkomendasikan pengunjung, antara lain Nasi Lemak Rempah, Ikan Bakar Makassar dengan sambal mangga segar, Beef Braised Peranakan, serta Omelette Seafood Curry yang gurih.

    Untuk pencuci mulut, Es Cendol menjadi favorit karena rasa manisnya pas dan tekstur cendolnya lembut. Restoran ini dikenal memiliki harga yang terjangkau, yaitu dari harga Rp 50.000++.

    Rempah Nyonya dapat dikunjungi di beberapa cabang di Jakarta, termasuk Sunter dan Mangga Besar. Suasananya yang nyaman cocok untuk makan bareng teman atau keluarga.

    5. Kisah Nyonya

    Restoran Peranakan Populer di JakartaRestoran Peranakan Populer di Jakarta Foto: Restaurant Instagram

    Restoran Kisah Nyonya di Tomang, Jakarta Barat, menawarkan pengalaman bersantap kuliner Peranakan autentik dengan sentuhan nostalgia dalam suasana homey ala rumah nenek. Meski dimiliki oleh seorang milenial, cita rasa makanannya tetap otentik berkat resep keluarga turun-temurun.

    Menu andalannya mencakup Bistik Sapi jadul, Fuyunghai Kepiting dengan saus peranakan klasik, serta Nasi Goreng Ikan Asin yang gurih. Ada juga hidangan sayur seperti Aneka Jamur Cah Paprika yang cocok untuk santapan bersama.

    Harga menunya berkisar antara Rp 30.000-150.000, cocok untuk pencinta kuliner klasik yang ingin bernostalgia. Dengan nuansa hangat dan cita rasa peranakan khas, Kisah Nyonya menjadi salah satu resto Peranakan di Jakarta Barat yang wajib dikunjungi.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com