Tag: makanan indonesia

  • Resep Lemet Singkong, Jajanan Gluten Free yang Mudah Dibuat

    Jakarta

    Lemet singkong bisa menjadi pilihan jajanan tradisional yang enak buat camilan. Terbuat dari singkong parut dan dipadukan dengan kelapa dan gula merah.

    Singkong termasuk bahan gluten free (bebas gluten) yang banyak diolah oleh orang Indonesia. Kreasinya bisa direbus ataupun digoreng, cocok juga dijadikan jajanan tradisional dengan paduan kelapa dan gula merah.

    Salah satu kreasi singkong dan gula merah yang enak adalah lamet. Lemet terbuat dari singkong parut yang dipadukan bersama potongan kelapa dan gula merah.


    Lemet singkong lalu dibungkus dengan daun pisang. Kemudian dikukus hingga berubah tekstur menjadi kenyal dan lengket.

    Berikut resep dan cara memasak lemet singkong:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 5
    Daerah Asal Masakan : Jawa
    Kategori Masakan : Kue

    Bahan Bahan

    • 500 g singkong
    • 100 g kelapa sedang, parut atau dipotong dadu
    • 200 g gula aren, sisir halus
    • 2 sdm gula pasir
    • 1/2 sdt garam
    • 2 lembar daun pandan, potong-potong
    • Beberapa lembar daun pisang

    Cara Memasak:

    1. Kupas singkong dan cuci bersih, lalu parut halus.
    2. Peras air dari singkong parut itu, lalu sisihkan.
    3. Taruh singkong parut dalam wadah bersih. Tambahkan kelapa parut atau potongan, aduk merata.
    4. Masukkan gula aren, gula pasir, dan garam. Aduk-aduk hingga gula tercampur rata dengan singkong.
    5. Ambil selembar daun pisang, taruh sepotong daun pandan, tambahkan 2 sdm adonan singkong di atasnya.
    6. Gulung lemet dan bungkus memanjang sampai rapi.
    7. Semat kedua ujungnya dengan lidi mirip bentuk pepes.
    8. Kukus lemet singkong dalam kukusan panas selama 30 menit.
    9. Sajikan lemet singkong selagi hangat.

    Tips memasak lemet singkong:

    1. Pastikan singkong yang digunakan berkualitas baik atau yang tidak begitu tua.
    2. Lemet singkong bisa dipadukan dengan potongan nangka agar aromanya lebih harum.

    Simak Video “Pentingnya Camilan Sehat untuk Anak Menurut Zita Anjani
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Melewati Malam Istimewa di Al Suwaidi Park Riyadh



    Jakarta

    Al Suwaidi Park, sebuah taman yang terletak di pusat Kota Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (26/10/2024) tampak lebih ramai dari biasanya. Ribuan pengunjung melewatkan malam Minggu di taman tersebut dengan menikmati sajian seni dan budaya dari berbagai negara.

    Mereka, baik penduduk asli Arab Saudi maupun pendatang, merupakan pengunjung festival bertajuk “Global Harmony” yang digelar Kementerian Media dan Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi. Harmoni Global adalah prakarsa untuk merayakan keberagaman budaya melalui seni, musik, makanan dan berbagai aktivitas untuk menumbuhkan pengalaman bersama lintas budaya yang berbeda.

    Laporan dari RiyadhLaporan dari Riyadh Foto: Irwan Nugroho

    Berbagai acara diadakan untuk memanjakan pengunjung seperti panggung utama, panggung untuk anak-anak, aneka bazar, konser musik, maupun pertunjukan lainnya. Sebanyak sembilan negara ikut menyumbangkan berbagai seni-budaya khas negara masing-masing, tidak terkecuali Indonesia.


    detikEdu yang ikut merasakan atmosfer kemeriahan Riyadh Season itu melihat satu bagian tertentu dari lokasi acara yang menyajikan aneka budaya dan makanan Indonesia. Mulai tarian tradisional, reog, baju batik, sejumlah barang kerajinan, hingga makanan khas Jawa Barat yang dijajakan oleh restoran Indonesia di Riyadh. Para penjual pun tak kuasa melayani para pembeli yang sangat antusias melihat dan menjajal berbagai makanan yang disediakan.

    Adapula makanan Indonesia yang dijual oleh restoran bernama “Lapaz Batchoy” di booth mereka, yang juga menyedot perhatian pengunjung. Mereka bersahut-sahutan memesan makanan yang ditawarkan oleh pemilik restoran, Shafiullah Musalman. “Di sini ada bakso biasa, soto ayam, mie ayam, nasi goreng, cilok, and bala-bala,” kata pria yang berasal dari India, tersebut.

    Menurut Shafiullah, ia membuka restoran makanan Indonesia bersama istrinya bernama Siti yang merupakan asli Jakarta. Dia mempekerjakan karyawan dari negara lain, termasuk juga Filipina. Shafiullah menilai masakan Indonesia dan India mempunyai cita rasa yang hampir sama, seperti pedas dan manis. “Sehingga saya dapat memakan masakan Indonesia ini,” cetusnya.

    Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan tinggal di Riyadh, Eni, menyatakan kesannya mengunjungi acara malam itu. Ia sengaja mencari masakan Indonesia untuk mengobati rasa kangennya terhadap Tanah Air. “Di Riyadh ini banyak (makanan Indonesia), tapi jauh-jauh tempatnya. Karena itu, saya berkunjung ke sini,” kata Eni.

    Sementara itu, para seniman dari Indonesia juga diundang khusus untuk tampil di panggung utama. Beberapa nama di antara mereka adalah Putri Isnaini, Ridwan Naibaho, dan Saly Yuniar.

    Laporan dari RiyadhLaporan dari Riyadh Foto: Irwan Nugroho

    “Saya menyajikan delapan sampai sembilan lagu. Ada lagu dangdut, lagu India dan lagu barat. Ini pertama kalinya saya ke Riyadh dan ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena ini adalah kesempatan pertama bernyanyi di luar negeri,” kata Putri Isnaini.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com