Tag: makanan kaki lima

  • Nikmatnya Pad Thai dengan Siraman Kuah Gurih yang Unik


    Jakarta

    Kuliner Thailand kembali mengisi tren kuliner di Indonesia. Salah satunya bisa dijumpai pada gerai pad Thai yang ada di kawasan Blok M. Pad Thai di sini juga memiliki keunikan lho!

    Pad Thai merupakan olahan mie khas Thailand yang bercita rasa manis gurih. Tercecap juga rasa nutty di lidah ketika menikmati pad Thai karena adanya kacang tanah cincang.

    Jika biasanya pad Thai disajikan pada restoran Thailand, kini ada gerai sederhana yang menawarkan olahan mie ini. Namanya Pad Mie Siram yang ternyata satu grup dengan Kopi Lima Detik.


    Pad Mie Siram, pad Thai di Blok M SquarePad Mie Siram, pad Thai di Blok M Square Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Tren Kuliner Thailand di Indonesia

    Kuliner Thailand kembali populer di Indonesia. Kini tempat makannya bukan lagi kelas restoran, melainkan gerai kaki lima yang harganya lebih terjangkau.

    Pilihan menu yang ditawarkan gerai kaki lima tersebut juga lebih khusus. Contohnya seperti gerai yang hanya menawarkan menu Pad Thai.

    Pad Mie Siram di bawah naungan grup Lima Detik ini menawarkan racikan pad Thai yang istimewa. Kreasinya juga ada yang dimodifikasi ala kwetiau siram berkuah gurih kental.

    Masakan Thailand Fusion

    Masakan Thailand yang dihadirkan oleh Pad Mie Siram tidak autentik, tetapi fusion. Ini berarti masakan yang disajikan telah disesuaikan dengan selera Indonesia.

    Dalam hal rasa dan penyajian juga dibuat menyerupai masakan Indonesia. Oleh karena itu, racikan pad Thai di sini dapat diterima lebih banyak orang.

    Biasanya pad Thai cenderung punya rasa manis, agak asam, dan kacangnya melimpah. Namun Pad Mie Siram menyajikannya lebih gurih.

    Pad Mie Udang Siram dan Bakmi Ayam Merah

    Pad Mie Siram, pad Thai di Blok M SquareMenu pad mie udang siram Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Menu yang menjadi andalan dari Pad Mie Siram adalah Pad Mie Udang Siram. Harganya Rp 37.000 dan seporsinya cukup melimpah.

    Sekilas racikan pad Thai ini tak jauh berbeda, tetap menggunakan mie beras Thailand yang pipih tapi tak begitu lebar. Tampilan warna dari pad Thai ini juga kecokelatan, untuk siraman kuahnya disajikan terpisah.

    detikFood mencicipi pad mie udang siram itu dalam versi original terlebih dahulu. Benar saja, gambaran rasanya lebih manis gurih.

    Kacang tanah yang dicincang kasar itu menambahkan tekstur pada racikan pad Thai. Sayangnya, menurut kami topping udang pada sajian pad Thai ini tak begitu banyak dan ukurannya kecil.

    Untuk kuahnya ternyata berbeda dengan kwetiau siram atau mie siram yang populer di Indonesia. Kuah pad mie siram ini lebih bercita rasa asam manis dengan warna kemerahan. Saat dicampurkan ke dalam pad Thai, rasanya jadi lebih kaya dengan tambahan sensasi asam.

    Pad Mie Siram, pad Thai di Blok M SquareBakmi Ayam Merah di Pad Mie Siram Blok M Square Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bakmi Ayam Merah seharga Rp 39.000 juga kami cicipi. Seporsi bakminya disajikan dengan topping olahan daging ayam cincang gurih, ayam charsiu, taburan bawang putih goreng, sawi hijau, dan pangsit goreng.

    Tipe mie yang digunakan lebih tebal dibandingkan bakmi biasa ala Indonesia. Rasa gurihnya pas dengan harum bawang putih.

    Topping ayam charsiu-nya juga memiliki rasa gurih dengan sedikit rempah tercecap lidah kami. Secara keseluruhan, bakmi ayam ini cukup nikmat apalagi ditambahkan sambal dan acar.

    Nasi Goreng Ayam Bikin Kenyang

    Pad Mie Siram, pad Thai di Blok M SquareNasi goreng ayam di Pad Mie Siram Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Nasi Goreng Ayam di Pad Mie Siram juga bisa menjadi andalan kalau tengah merasakan lapar. Satu porsinya juga disajikan cukup melimpah dengan potongan daging ayam dadu yang terbilang banyak.

    Penyajiannya sederhana, hanya berupa nasi goreng dengan irisan cabe merah besar, bawang goreng, dan kerupuk saja. Untuk telur sudah dicampurkan pada racikan nasi goreng.

    Menyoal rasanya, nasi goreng ini mirip seperti racikan nasi goreng Jawa dengan rasa dominan manis. Nilai plusnya adalah nasi goreng ini tak begitu berminyak.

    Setelah kenyang menikmati pad Thai, bakmi, dan nasi goreng, kami merekomendasikan untuk mencicipi 2 minuman segar. Keduanya adalah Es Teh Mangga Mint (Rp 19.000) dan Es Teh Kawista (Rp 16.000).

    Es Teh Mangga Mint yang paling kami sukai. Rasa teh yang ringan bercampur dengan sensasi manis mangga yang juga harum, ditambah ada sensasi dingin semriwing dari mint.

    Pad Mie Siram

    Gedung Blok M Square, Lt.Ground Blok BKS. 326,
    Bawah Pintu Mutiara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Jam operasional: 10.00 – 21.00 WIB
    No. Telp: 0812-8802-5138
    Instagram @padmiesiram

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tahu Campur Pak Subari, Kuliner Legendaris di Fatmawati yang Tak Pernah Sepi


    Jakarta

    Di sepanjang kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, berjejer aneka kuliner kaki lima yang menggoda selera. Namun, ada satu warung makan yang selalu ramai.

    Kulineran di sepanjang Jalan Fatmawati memang tidak pernah ada habisnya. Meski kawasan ini tidak sepopuler kawasan Blok M atau Tebet sebagai spot kuliner, tapi tak sulit mencari makanan enak bahkan legendaris berusia puluhan tahun.

    Salah satunya warung tenda yang dikenal dengan nama Tahu Campur Pak Subari dengan menu makanan rumahan ala Surabaya. Mulai dari tahu campur dengan kikil sapi yang lembut, kemudian tahu tek telur dengan petis yang dibawa langsung dari Gresik sampai menu rawon dan soto ayam yang menggoda.


    Berikut ulasan lengkap tentang warung kaki lima legendaris di Fatmawati yang terkenal dengan menu tahu campurnya:

    1. Warung Tenda khas Surabaya yang Melegenda

    .Warung Tenda khas Surabaya yang Melegend. Foto: detikFood

    Di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, ada kuliner kaki lima legendaris yang namanya sudah begitu melekat bagi para pencinta makanan khas Jawa Timur, yaitu Tahu Campur Pak Subari. Tempat makan ini berlokasi di Jl. Anuraga No. 14 dan kerap disebut juga Tahu Campur Kantor Pos Fatmawati. Karena ketika didirikan oleh Pak Subari tahun 1998, ia menempati kawasan di depan kantor pos.

    .Pak Subari, pemilik warung tenda Tahu Campur Pak Subari. Foto: detikFood

    Beliau merupakan perantau asal Lamongan yang sejak awal memang memboyong hidangan khas Surabaya untuk ditawarkan ke Jakarta. Pada tahun 2016, usahanya pindah ke lokasi yang sekarang dan semakin berkembang pesat.

    “Saya asli orang Lamongan, tapi memang makanan yang saya jual ini kebanyakan khas Surabaya ya. Di sini paling populer tahu campur sama tahu tek telornya,” ujar Pak Subari ke detikFood (12/09/2025).

    2. Jatuh Bangun Merintis Usaha Tahu Campur dari Nol

    .Proses pembuatan bumbu tau tek telur. Foto: detikFood

    Menjadi salah satu kuliner ikonik di kawasan Fatmawati tentu bukan hasil yang instan. Pak Subari mengisahkan saat pertama kali membuka lapak sederhana di depan Kantor Pos Fatmawati, dagangannya tidak langsung laris.

    “Waktu awal-awal buka di depan Kantor Pos Fatmawati, tidak langsung ramai seperti ini. Masih sepi. Jadi jatuh bangunnya mempertahankan usaha ini sampai lima tahun, dari sana mulai banyak pelanggan dan ramai sampai sekarang,” tuturnya.

    Perjuangan panjang itu ia jalani dengan penuh kesabaran, sambil terus konsisten menjaga cita rasa otentik masakan Jawa Timur. Kini warung sederhana miliknya sudah memiliki 6 karyawan tetap, melayani ratusan pelanggan setiap hari, dan bahkan semua menu di sini sudah bisa dipesan via aplikasi ojek online.

    3. Menu Tahu Campur yang Selalu Diburu

    .Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Foto: detikFood

    Dari sekian banyak hidangan yang tersedia, menu tahu campur adalah primadona dan menjadi alasan utama orang rela antre panjang saat jam makan siang maupun malam.

    Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Kuahnya gurih segar dengan tambahan petis udang yang menghadirkan cita rasa Surabaya asli.

    .Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Foto: detikFood

    Tak heran, setiap hari Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Aroma kuah dan petis yang menggoda langsung terasa saat disajikan. Porsinya pun melimpah dengan kerupuk yang boleh ditambah sepuasnya.

    Keistimewaan tahu campur inilah yang membuat pelanggan datang kembali, bahkan seringkali sudah habis lebih cepat dari jam tutup karena banyaknya peminat. Apalagi harganya terjangkau yaitu dari Rp 25.000 saja.

    4. Makanan khas Surabaya ala Pak Subari

    .Makanan khas Surabaya ala Pak Subari. Foto: detikFood

    Selain makan tahu campur, pengunjung juga bisa menemukan ragam kuliner khas Jawa Timur, khususnya makanan Surabaya. Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Menu ini juga paling laris karena rasanya berbeda dengan tahu tek lainnya.

    Rahasia kelezatannya terletak pada petisnya yang dikirim langsung dari kota Gresik, sama seperti yang digunakan sejak awal Pak Subari berdagang.

    .Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Foto: detikFood

    “Dulu bumbu petisnya ini saya bawa dari Surabaya. Tapi beberapa tahun kemudian, ada produsen bumbu petis dari Gresik yang rasa dan kualitas sama. Jadi saya pakai petis Gresik ini sampai sekarang,” kata Pak Subari.

    .Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. . Foto: detikFood

    Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. Harga makanannya pun ramah di kantong, mulai dari Rp15.000 untuk soto ayam hingga Rp35.000 untuk rujak cingur. Tempat makan ini buka setiap hari pukul 08.00-23.00, dan pembayarannya sudah bisa non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Rasa Nasi Goreng dan Fuyunghai Bikinan Mantan Chef Solaria


    Jakarta

    Warung Pak Dhe di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan menawarkan menu nasi goreng dan Chinese food yang beragam. Ternyata sang pemilik pernah bekerja di Solaria.

    Seorang mantan chef di restoran Solaria mencoba peruntungannya berjualan kaki lima dengan warung tenda sederhana. Menu yang ditawarkan berupa nasi goreng dan Chinese food.

    Berbekal pengalaman selama 15 tahun, Partiman (47) membuka warung kaki lima yang diberi nama Warung Pakdhe. Warung itu berlokasi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.


    Warungnya memang sederhana, tapi racikan masakan di sini tak kalah dengan restoran ternama yang pernah menjadi tempat bekerja Partiman. Chef dengan pengalaman 15 tahun di Solaria itu berhenti bekerja pada 2018, lalu langsung membuka usaha sendiri karena memang sudah menjadi impiannya sejak lama.

    detikFood penasaran dengan menu-menu yang ditawarkan oleh Partiman. Kami mencoba menu nasi goreng spesial, fuyunghai, sapo tahu, dan ayam goreng mentega. Semua menu ini dibanderol terjangkau, mulai dari Rp 20.000 – Rp 30.000-an.

    Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaPartiman (47), mantan chef Solaria yang punya Warung Pakdhe Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Nasi Goreng Spesial (Rp 22.000) menjadi menu favorit dari Warung Pakdhe. Menu ini berisi potongan daging ayam dan telur, lalu ditambahkan telur ceplok.

    Nasi gorengnya dimasak menggunakan wok dan teknik api yang besar. Ini menghasilkan aroma dan rasa smokey yang sedap. Cita rasa nasi gorengnya juga gurih dan tak begitu manis, memang mirip sajian restoran ternama itu.

    Fuyunghai (Rp 27.000) dan Sapo Tahu Seafood (Rp 25.000) benar-benar mirip cita rasanya. Kami menikmati cita rasa kedua menu ini yang nyaman di lidah.

    Fuyunghai racikan Partiman dibuat mengembang dengan lapisan kulit yang terbuat dari adonan telur. Mirip sekali dengan sajian dan porsi yang ditawarkan oleh restoran Solaria.

    Kami suka karena permukaan luarnya sangat garing. Paling nikmat diberikan saus asam manis, sehingga tak membosankan rasanya.

    Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaWarung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef Solaria Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Sapo Tahu Seafood juga tampak menggugah selera. Harga Rp 25.000 per porsi cukup mengenyangkan dan potongan seafood-nya pas meski kecil-kecil. Untuk seafood yang digunakan adalah udang dan cumi-cumi.

    Rasa kuahnya kental gurih nikmat sekali disantap bersama nasi putih. Tahunya menggunakan tahu telur yang lembut di dalam tapi terasa garing di luarnya.

    Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaMenu di Warung Pakdhe Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Ayam Goreng Mentega (Rp 27.000) juga memuaskan selera. Seporsinya berisikan sekitar 4 potong kecil daging ayam, tapi bisa dinikmati 3 orang.

    Aroma gurih menteganya tercium dengan tambahan rasa manis dari kecap manis. Kuahnya dibuat kental dengan tambahan tepung maizena. Paling pas memang menikmati ayam goreng mentega ini dengan nasi putih dan lauk sedap lainnya.

    Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaNasi goreng spesial di Warung Pakdhe Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Untuk 4 menu yang detikFood pesan sangat terjangkau harganya. Hanya Rp 100.000-an tapi sudah mengenyangkan dan rasanya juga lezat.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com