Tag: makanan khas

  • Gurih Smoky! 5 Tempat Makan Kwetiau Sapi Enak yang Layak Dicoba


    Jakarta

    Kwetiau menjadi selalu jadi comfort food yang sulit ditolak. Rasanya gurih smokey dan disajikan dengan kondimen komplet.

    Di Jakarta, banyak tempat makan kwetiau yang selalu ramai diserbu pencinta kuliner. Salah satu varian yang jadi favorit adalah kwetiau sapi, baik goreng, siram, maupun kuah.

    Kwetiau sapi jadi favorit karena dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Apalagi disajikan panas dengan tambahan tauge, sawi, dan taburan bawang goreng.


    Harganya pun bervariasi, mulai Rp 30.000-an-Rp 60.000-an per porsi. Beberapa restoran kwetiau halal ini bisa jadi pilihan.

    Berikut rekomendasinya:

    1. Kwetiau Pak Awin

    Kwetiau Sapi enak di Jakarta.Kwetiau Pak Awin di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Instagram/Google Review

    Berdiri sejak 1970-an, warung kwetiau ini jadi kebanggaan warga Jakarta Barat. Namanya Kwetiau Pak Awin yang berlokasi di kawasan Kalideres.

    Seporsi kwetiau sapi dibanderol mulai Rp Rp 40.000 (isi 4) hingga Rp 80.000 (isi 8) tergantung jumlah daging. Porsinya royal dan disajikan dengan topping komplet.

    Isiannya berupa kwetiau yang kenyal, daging sapi iris yang empuk, tauge, dan sawi. Selain itu, di sini juga menawarkan kwetiau kuah varian seafood yang tak kalah lezat.

    Kwetiau Pak Awin
    Jalan Permata Taman Palem Taman Surya No.17 Blok A3, Pegadungan, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11820
    Telepon: 0813-8100-2230
    Jam buka: 10.00-22.00

    2. My Lucky Duck

    Dengan harga mulai Rp 30.000-an, kamu sudah bisa mendapat seporsi kwetiau sapi di restoran ini. Bernama My Lucky Duck yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading.

    Kwetiau disajikan dalam porsi yang royal. Aroma dan rasa smokynya khas, karena dimasak menggunakan wok. Teksturnya kenyal, rasanya manis, gurih, dan isiannya komplet.

    Mulai dari tauge, sawi, dan daging sapi yang empuk dan melimpah. Selain itu, di sini juga ada menu lain seperti kwetiau siram yang teksturnya nyemek hingga bebek panggang.

    My Lucky Duck
    Jalan Boulevard Raya No.17, Kelapa Gading Timur, Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
    Telepon: 0858-1452-0602
    Jam buka: 09.00-22.00

    3. Kwetiau Sapi Seroja Baru

    Ada lagi tempat makan kwetiau sapi yang terkenal legendaris. Nama tempatnya Kwetiau Sapi Seroja Baru yang sudah berdiri sejak 1983.

    Lokasinya ada di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Kwetiau di sini dimasak dengan tekstur nyemek, tetapi kamu bisa request jika ingin disajikan goreng atau kuah.

    Seporsi kwetiau sapi di sini dibanderol sekitar Rp 50.000. Porsinya disajikan melimpah. Teksturnya kenyal dan rasanya seimbang antara manis, gurih, dan sensasi pedas.

    Kwetiau Sapi Seroja Baru
    Greenville Blok BG No. 5, RT.11/RW.14, Duri Kepa, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11510
    Telepon: 0811-8127-337
    Jam buka: 10.00-22.00

    4. Kwetiau 78

    Kwetiau Sapi enak di Jakarta.Kwetiau 78 buka cabang di Bintaro. Foto: Instagram/@kwetiaw78muarakarang

    Di kawasan Bintaro ada tempat makan kwetiau sapi yang terkenal enak. Nama tempatnya adalah Kwetiau 78. Restorannya legendaris, karena berdiri sejak 1973.

    Seporsi kwetiau sapi di sini dibanderol mulai Rp 45.000. Porsinya royal, aroma dan rasanya smoky-nya menambah kenikmatan tersendiri. Kondimen yang disajikan juga komplet. mulai dari sayuran hingga daging sapi. Potongan daging sapinya terbilang besar dengan rasa lada hitam yang mendominasi.

    Kwetiau 78
    Jalan Bintaro Utama 5 No.22 Blok ED1, Jurang Mangu Tim., Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222
    Telepon: 0822-1121-1678
    Jam buka: 10.30-22.30

    5. Kwetiau Sapi 21

    Kwetiau Sapi enak di Jakarta.Kwetiau Sapi 21. Foto: GoogleReview/Denny Pratama

    Kwetiau Sapi 21 bisa kamu temui di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Tempat makan kwetiau di sini merupakan milik seorang mantan chef yang pernah bekerja di restoran kwetiau terkenal di Jakarta.

    Seporsi kwetiau sapi di sini dibanderol Rp 33.000 dengan porsi melimpah. Untuk kwetiaunya sendiri dimasak agak nyemek. Kwetiaunya kenyal dan manis gurih.

    Rasanya semakin enak ketika dikucuri air jeruk songkit untuk memberikan sensasi menyegarkan. Daging sapinya diiris tebal dan disajikan royal.

    Kwetiau Sapi 21
    Jalan Alamanda Raya No.4 12, RT.12/RW.8, Sunter Jaya, Kec. Tj. Priok, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14360
    Telepon: 0812-1045-1309
    Jam buka: 10.00-22.00

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Autentik! Coto Makassar Ini Favorit Selebriti hingga Jusuf Kalla


    Jakarta

    Setengah abad berdiri, warung coto Makassar ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan pernah diundang ke Istana Negara dan jadi langganan artis terkenal.

    Coto Makassar merupakan salah satu kuliner yang ikonik. Berbeda dengan soto, coto memiliki kuah yang keruh karena menggunakan rempah-rempahan dan campuran kacang tanah.

    Untuk isiannya berupa daging sapi dan jeroan, seperti babat, limpa, paru, lidah, usus, hati, jantung, dan otak sapi. Coto Makassar banyak diminati di Jakarta.


    Salah satu warung yang legendaris adalah Coto Makassar Syamsul Daeng Ngawing. Warung yang berdiri sejak tahun 1970-an ini lokasinya ada di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

    1. Harganya awalnya Rp 1.500 per porsi

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing berdiri tahun 1970. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (15/01/25) Syawal selaku penanggung jawab warung mengatakan bahwa warung ini milik pasangan suami istri bernama Syamsul dan Nurhayati.

    Warung yang merupakan usaha keluarga turun temurun ini berdiri pertama kali sekitar tahun 1970-an. Awalnya berjualan menggunakan pikulan di Makassar dan harganya hanya Rp 1.500 per porsi.

    Kemudian, warungnya pindah ke Jakarta dan buka di daerah Jakarta Utara. Pada tahun 2003, warungnya pindah di bilangan Senen, Jakarta Pusat.

    “Iya yang punya namanya Daeng Syamsul dan Ibu Nurhayati. Kalau buka di Senen itu sejak 2003, tapi warungnya sudah buka dari tahun 1970-an,” tutur Syawal.

    2. Kompornya selalu menyala 24 jam

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing buka 24 jam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Di kawasan Senen, warung coto Makassar ini terbilang ‘nyempil’ di antara warung nasi Kapau yang berjejer. Meski begitu, warungnya tak pernah sepi pengunjung.

    Warung ini buka 24 jam, dan setiap hari kompor untuk memasak kuahnya pun tak pernah dimatikan. Inilah yang menjadi ciri khas kuah coto Makassar di sini.

    Seporsinya dibanderol Rp 30.000 dan disajikan dengan mangkuk kecil berdiameter 12 cm. Cotonya disajikan dengan kuah yang panas dan hambar. Jadi, pengunjung bisa racik menambahkan garam di meja.

    Fakta menarik Coto Makassar Syamsul Daeng Ngawing ada di halaman selanjutnya

    3. Porsi royal dan cita rasa autentik

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kuahnya harum, agak kental, dan terasa gurih. Isian daging dan jeroan sapinya juga disajikan royal. Jangan lupa menambahkan sambal tauco agar rasanya semakin sedap.

    Sambal tauco ini memberikan rasa pedas dan sensasi asam dari fermentasi kacang kedelai. Makan coto Makassar di sini juga bisa pakai buras dan ketupat seharga Rp 4.000.

    Baik buras dan ketupat sudah tersaji di setiap meja, lengkap dengan gorengan seperti jalangkote dan bakwan seharga Rp 4.000. Jadi, pengunjung bisa ambil sendiri sesuai selera.

    4. Diundang ke Istana Negara

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing pernah diundang ke istana. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kelezatan coto Makassar ini bahkan menarik perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019. Mengingat Jusuf Kalla sendiri berasal dari Sulawesi Selatan.

    Karenanya ia tak asing dengan coto Makassar. Pada 2015, Jusuf Kalla pernah mengundang coto Makassar ini datang ke istana Wakil Presiden. Syamsul diundang untuk menyajikan berporsi-porsi coto Makassar.

    Syawal mengatakan bahwa undangan tersebut untuk jamuan makan dalam rangka acara kenegaraan. Syamsul bahkan sempat berfoto dengan Jusuf Kalla dan fotonya dipajang di warung.

    5. Langganan artis terkenal

    Coto Makassar Syamsul Daeng NgawingCoto Makassar Syamsul Daeng Ngawing langganan artis terkenal. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tak hanya Wakil Presiden Jusuf Kalla, banyak pula artis terkenal yang sudah pernah makan di sini. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi langganan di sini.

    Syamsul menceritakan bahwa artis Denny Sumargo menjadi salah satu artis yang kerap kali datang untuk menikmati coto Makassar.

    Selain itu, beberapa artis lainnya ada mulai dari Ayu Ting Ting, Anwar Sanjaya hingga para food vlogger ternama, seperti Nex Carlos.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngiler! Ini 7 Iga Bakar Paling Juicy dan Hits di Jakarta


    Jakarta

    Akhir pekan jadi waktu tepat untuk berburu kuliner istimewa di Jakarta. Salah satu menu yang tak pernah gagal menggugah selera adalah iga bakar.

    Dari restoran ternama hingga warung sederhana, ada banyak pilihan tempat makan yang menawarkan olahan iga dengan cita rasa khas. Potongan daging yang empuk, bumbu gurih manis yang meresap, hingga paduan nasi hangat atau sop segar menjadikan iga bakar menu yang cocok dinikmati bersama keluarga maupun kerabat.

    Mulai dari Tebet, Rawamangun, hingga Ciledug, setiap kawasan punya tempat makan iga bakar andalan tersendiri. Dengan harga yang bervariasi, kamu bisa menemukan iga bakar smoky, berempah, hingga yang berpadu sambal pedas.


    Berikut 7 rekomendasi tempat makan iga bakar paling maknyus di Jakarta versi detikFood:

    1. Iga Bakar Andalan

    Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per HariBaru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per Hari Foto: Tim detikfood

    Rekomendasi kuliner iga bakar enak di Tebet bisa ditemukan di Ayam Goreng dan Iga Bakar Andalan, Jalan Tebet Raya No. 76, Jakarta Selatan. Restoran 24 jam ini menawarkan menu komplet dengan harga ramah kantong, mulai Rp 13.000 – Rp 78.000. Menu andalannya iga bakar smoky yang laris hingga 30 kg per hari.

    Seporsi iga bakar sedang dengan nasi putih Rp 47.000, sementara porsi jumbo lebih mengenyangkan dengan daging tebal dan juicy. Selain itu, ada ayam goreng empuk Rp 27.000 per porsi lengkap dengan sambal merah dan hijau, serta bebek penyet gurih Rp 37.000.

    Jangan lewatkan sate kulit Rp 6.000 per tusuk dan kangkung goreng khasnya. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan smoky bikin kuliner ini wajib dicoba.

    2. Iga Bakar Rawamangun

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Di kawasan Jalan Tawes, Pulo Gadung, Jakarta Timur, ada Iga Bakar Rawamangun yang populer dengan menu iga ukuran jumbo super empuk. Daging iga bakarnya mudah lepas dari tulang. Hal ini menjadi ciri khas dan keunggulan dari iga bakar di kedai yang tak pernah sepi pengunjung ini.

    Sajian ini semakin istimewa karena dipadukan dengan nasi uduk kebuli yang gurih berempah. Perpaduan nasi beraroma rempah dengan iga bakar juicy menciptakan harmoni rasa yang unik.

    Seporsinya dibanderol sekitar Rp 40.000, sudah termasuk sambal kecap dan sambal merah pedas segar. Bagi yang ingin variasi lain, tersedia juga iga bakar dengan kuah sop hangat.

    3. Kedai Lilie Singkawang

    Kedai Lilie Singkawang: Viral Iga Bakar Empuk Juicy yang Sehari Laku 100 KgKedai Lilie Singkawang: Viral Iga Bakar Empuk Juicy yang Sehari Laku 100 Kg Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Berlokasi di belakang Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kedai Lilie Singkawang sudah lama dikenal sebagai tempat berburu iga bakar lezat. Menu andalannya adalah iga bakar premium dengan harga sekitar Rp 58.000 per porsi. Dalam satu sajian, pengunjung akan mendapatkan 3 potong iga empuk yang juicy.

    Menariknya, jika ada bagian iga terlalu banyak tulang, pihak restoran akan menggantinya dengan tambahan daging. Cita rasa bumbunya begitu kental, meresap hingga ke dalam serat daging.

    Saat dipotong, dagingnya terlihat lembut dengan warna merah muda yang menggoda. Sop iga juga tersedia di sini, menambah pilihan hidangan untuk pengunjung yang ingin variasi rasa lebih segar.

    4. Iga Bakar Gayatri

    Bergeser ke Cipete Utara, Jakarta Selatan, ada Iga Bakar Gayatri yang menawarkan sensasi berbeda. Iga bakar di sini dimasak menggunakan tembikar sesaat sebelum disajikan, menghasilkan aroma khas yang unik.

    Tekstur dagingnya lembut, bisa dipadukan dengan sambal sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan. Tambahan bawang goreng melimpah menjadi penyempurna rasa. Harga seporsi iga bakar reguler dibanderol Rp 39.000, sementara ukuran jumbo dihargai Rp 75.000.

    Selain itu, tersedia menu lain seperti soto kuah susu yang cukup populer di kalangan pengunjung. Restoran ini juga memiliki cabang di Bintaro dan Bogor.


    5. Iga Bakar Panglima

    Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

    Nama Iga Bakar Panglima belakangan semakin populer karena menyajikan iga bakar dengan porsi melimpah. Berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat ini selalu ramai oleh pelanggan yang tergoda aroma daging dibakar langsung di depan restoran.

    Potongan iga yang disajikan berukuran besar dengan tekstur daging yang empuk. Setelah dibakar, iga disiram saus BBQ yang gurih dan sedikit manis, menambah kaya cita rasa. Seporsi iga bakar di sini dihargai sekitar Rp 100.000 berisi tiga potong.

    Meski harganya cukup mahal, kualitas rasa dan besarnya porsi membuat banyak orang rela datang kembali untuk menikmati sajian istimewa ini terutama di tanggal muda setelah gajian.

    6. Iga Bakar IBB

    Meski hanya bermodalkan waurng tenda sederhana, tapi Iga Bakar IBB di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur ini punya rating yang tinggi di Google Review, dan menu makannannya semua enak. Meski tempatnya sederhana, pilihan bumbunya cukup beragam dan menarik.

    Pengunjung bisa mencicipi iga bakar klasik atau mencoba varian lain seperti iga madu pedas, iga teriyaki, iga lada hitam, hingga iga bumbu desa. Potongan dagingnya memang tidak terlalu besar, tetapi tebal dan tetap juicy saat disantap.

    Harga seporsi iga bakar mulai Rp 30.000. Tempat ini menjadi salah satu alternatif favorit bagi mereka yang mencari kuliner kaki lima dengan rasa memuaskan.

    7. Iga Bakar Caplin

    Iga bakar madu di LumajangIga bakar. Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim

    Untuk yang berada di kawasan Ciledug, Iga Bakar Caplin bisa menjadi destinasi kuliner favorit. Warung sederhana ini selalu dipadati pengunjung karena menyajikan iga yang tebal, empuk, serta kaya rasa.

    Sebelum dibakar, iga direbus terlebih dahulu dengan berbagai bumbu sehingga menghasilkan rasa gurih yang meresap sempurna.

    Harganya juga sangat ramah di kantong. Seporsi iga bakar lengkap dengan nasi putih hanya dibanderol Rp 30.000-an. Meski murah, cita rasa iga bakarnya tidak kalah dengan restoran besar. Tekstur dagingnya lembut dan pas dipadukan dengan sambal pedas khas warung ini.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gudeg Manggar Khas Jogja yang dibuat dari Manggar atau Bunga Kelapa

    – 500 gram bunga kelapa segar – 500 gram daging ayam, dipotong kecil – 5 butir telur, rebus hingga matang – 200 ml santan kental – 100 gram gula merah, sisir halus – 3 lembar daun salam – 2 batang serai, memarkan – 2 cm lengkuas, memarkan – 2 lembar daun jeruk – Garam secukupnya – Minyak goreng secukupnya – 5 siung bawang merah, haluskan – 3 siung bawang putih, haluskan – 3 butir kemiri, haluskan – 1 sendok teh ketumbar, haluskan – 1 sendok teh merica bubuk, haluskan – 1 sendok teh garam, haluskan



    Sumber : food.detik.com

  • 20 Kue Tradisional Khas Indonesia, Mana yang Jadi Favoritmu?

    Jakarta

    20 Kue Tradisional Khas Indonesia, Mana yang Jadi Favoritmu?

    Kue tradisional Indonesia merupakan warisan kuliner yang memiliki cita rasa lezat. Mulai dari kue basah hingga kue kering, setiap kue tradisional memiliki ciri khasnya masing-masing.

    Meski banyak terdapat kue modern dengan aneka rasa, kue tradisional tetap menjadi tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Keberagaman teknik pengolahan dan cara penyajiannya menjadikan kue-kue ini kaya akan rasa.


    Jenis Kue Tradisional di Indonesia

    Jenis-jenis kue tradisional di Indonesia di antaranya yaitu onde-onde, getuk, hingga rangi dan ongol-ongol. Berikut informasi lengkapnya.

    1. Onde-onde

    Resep Onde-onde Isi Kacang HIjauResep Onde-onde Isi Kacang HIjau Foto: iStock

    Onde-onde adalah kue yang berbentuk bola-bola berisi olahan kacang hijau. Menurut buku Cambridge IGCSE Bahasa Indonesia Coursebook oleh Sofia Sinaga dan Basuki, kulitnya dibuat dari olahan tepung ketan atau tepung beras yang dibaluri wijen.

    Meski pada umumnya berisi kacang hijau, kini sudah banyak variasi ini dari onde-onde. Adan yang berisi coklat hingga keju.

    2. Getuk

    Ilustrasi getukIlustrasi getuk Foto: Getty Images/Rudi Kurnia Putra

    Getuk dibuat dari singkong yang direbus dan ditumbuk, kemudian diberi gula. Mengutip Buku Jajanan Tradisional Asli Indonesia oleh Paskalina Oktavianawati, kue khas Jawa Tengah ini disajikan dengan taburan parutan kelapa.

    3. Klepon

    Ilustrasi kleponIlustrasi klepon Foto: Getty Images/iStockphoto/Chee Siong Teh

    Menurut laman Indonesia Balik dari Kemkominfo, klepon berasal dari Jawa. Meski begitu kue manis berwarna hijau ini juga dikenal juga di Sumatera dan Sulawesi.

    Klepon dibuat dari beras ketan dan diisi dengan gula merah cair. Setelah direbus, klepon diberi balutan parutan kelapa.

    4. Lemper

    Resep Lemper AyamResep Lemper Ayam Foto: Detikfood

    Lemper adalah kue dari ketan beras yang diisi suwiran ayam atau abon. Saat membuatnya, adonan lemper akan dibentuk menjadi bulat lonjong dan dibungkus daun pisang. Setelah itu lemper dikukus atau dibakar agar aroma daun pisangnya menjadi kuat.

    5. Cenil

    Santai Sore di Waroeng Jawa Sambil Ngemil Cenil dan Wedang RondeSantai Sore di Waroeng Jawa Sambil Ngemil Cenil dan Wedang Ronde Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Cenil memiliki tekstur yang kenyal. Kue ini dibuat dari tepung kanji, air dan garam. Ketika disajikan, cenil diberi taburan parutan kelapa yang dicampur garam dan siraman gula merah.

    6. Apem

    kue apemkue apem Foto: Fima Purwanti

    Kue apem berbahan dasar tepung terigu, tepung beras, gula jawa, santan, dan sedikit tapi singkong. Menurut buku Cara Membuat Kue Serabi oleh Siti Rochani, apem digoreng di atas wajan dengan sedikit olesan minyak. Ada juga yang membuatnya dengan cetakan khusus dengan 4-6 tempat sekali goreng.

    7. Mendut

    Resep Kue MendutResep Kue Mendut Foto: Detikfood

    Kue mendut dibuat dari tepung ketan yang dicetak bulat sebesar kelereng. Isiannya adalah enten/enten atau kelapa parut yang sudah dimasak dengan gula. Adonan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diguyur dengan santan kental.

    8. Lepet

    kue lepet.kue lepet. Foto: Getty Images/Tersi Alesti

    Seringkali lepet dibuat pada hari raya. Bahan dasarnya adalah beras ketan, kelapa muda, dan garam dan dicampur menjadi satu. Kemudian adonan tadi dibungkus janur dengan bentuk memanjang dan direbus.

    9. Wajik

    Wajik Gula ArenWajik Gula Aren Foto: detikfood/Odilia

    Wajik terbuat dari ketan kukus yang dicampur dengan santan dan gula jawa atau gula pasir. Jika menggunakan gula pasir, maka harus ditambahkan pewarna. Setelah kering, adonan kue dari Jawa Tengah ini dicetak dalam tampah atau baki dan kemudian dipotong-potong.

    10. Roko-roko Unti

    Kue Roko-roko Unti khas SulselKue Roko-roko Unti khas Sulsel Foto: Rahma Amin

    Biasanya, roko-roko unti dihidangkan ketika petani memasuki musim panen. Berasal dari Sulawesi Selatan, roko-roko unti berbahan dasar adonan tepung beras.

    Ketika membuatnya, tepung beras diberi sedikit air hangat dan dicampurkan parutan kelapa. Adonan kemudian diisi dengan pisang dan dibungkus dengan daun pisang.

    11. Jalangkote

    Resep JalangkoteResep Jalangkote Foto: Dok. Dian Mutiarawati

    Jalangkote memiliki bentuk yang mirip dengan pastel, tapi kulitnya lebih tipis. Sama seperti Roko-roko unti, Jalangkote juga berasal dari Sulawesi Selatan.

    Isiannya mulai dari potongan kentang rebus, wortel, kentang rebus, mi atau bihun. Jalangkote disandingkan dengan saus yang khas terbuat dari olahan cuka dan cabai.

    12. Carabikang

    Resep CarabikangResep Carabikang Foto: iStockphoto

    Carabikang atau corobikang adalah kue tradisional dari Jawa Tengah. Kue ini dibuat dari tepung beras dengan rasa manis dan tekstur lembut berserat. Bentuknya seperti bunga merekah dengan warna yang cantik.

    13. Kue Talam

    Kue Talam Ubi, Indonesian traditional snack made from sweet potato, flour and coconut milk.Kue Talam Ubi, Indonesian traditional snack made from sweet potato, flour and coconut milk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tyas Indayanti

    Kue talam berbahan dasar tepung beras, tepung tapioka, garam, dan gula. Teksturnya lembut dan agak kenyal.

    14. Lapis

    Kue lapis. Indonesian traditional cake with colorful layered soft rice flour puddingKue lapis. Indonesian traditional cake with colorful layered soft rice flour pudding Foto: Getty Images/iStockphoto/Hendra Su

    Kue lapis dibuat dari tepung beras, santan, gula, dan pewarna. Proses membuat kue ini cukup lama, karena dikukus lapis demi lapis.

    15. Jenang

    JenangJenang Foto: Getty Images/Afi Hermatova

    Cara membuat jenang hampir sama dengan kue wajik. Perbedaannya terletak pada bahan dasarnya, yaitu tepung ketan. Jadi, beras ketan diolah menjadi tepung terlebih dahulu, kemudian diolah seperti kue wajik.

    16. Senteleng

    Senteleng terbuat dari parutan ketela pohon dan diberi gula. Adonannya dipisah menjadi beberapa bagian dengan warna yang berbeda dan dikukus berlapis. Kue ini disajikan dengan parutan kepala di atasnya.

    17. Bika Ambon

    Bika Ambon, Sliced Yellow Honeycomb Cake Popular from Medan, Indonesia. Yellow Color Came from CurcuminBika Ambon, Sliced Yellow Honeycomb Cake Popular from Medan, Indonesia. Yellow Color Came from Curcumin Foto: Getty Images/iStockphoto/Ika Rahma

    Bika Ambon berasal dari Medan, Sumatera Utara. Menurut buku 101 Kue Nusantara oleh Puspa Swara Dapur Lestari, Buka Ambon dibuat dari adonan tepung serbaguna, ragi instan, gula pasir, dan air kelapa. Adapun bahan-bahan lainnya yaitu santan kental, daun pandan, daun jeruk, telur, gula pasir, garam halus, tepung singkong dan kenari iris.

    18. Putu

    KUE PUTUKUE PUTU Foto: Google Review

    Kue putu dibuat dari butiran kasar tepung beras, parutan kelapa yang dimasak dalam tabung bambu kecil. Isiannya adalah gula merah.

    19. Rangi

    kue rangi di ragunankue rangi di ragunan Foto: Detikfood

    Kue rangi adalah jajanan khas Betawi. Kue ini dibuat dengan cetakan dan tungku yang dibakar.

    Cetakan yang dipakai untuk kue rangi mirip dengan kue pancong. Adonannya dibuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut dengan saus gula merah yang kental.

    20. Ongol-ongol

    Ilustrasi ongol-ongolIlustrasi ongol-ongol Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    Ongol-ongol memiliki rasa gurih dan legit. Adonannya dibuat dari tepung sagu yang dicampur dengan gula jawa dengan taburan kelapa.

    Itulah 20 kue tradisional khas Indonesia. Kue mana yang jadi favoritmu?

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com