Tag: makanan legendaris

  • Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun


    Jakarta

    Di Tebet, Jakarta Selatan, memang surganya kuliner enak. Salah satunya tempat makan mie ayam legendaris ini yang sudah berdiri sejak 1964.

    Kalau sedang berada di kawasan Tebet dan bingung mau makan apa, bisa mampir ke tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang lokasinya tak jauh dari Pasar Tebet Barat.

    Dari luar tempat makan ini tampak seperti ruko biasa, namun racikan mie ayam dan semua makanan di sini sudah ada sejak tahun 1964 sampai sekarang.


    Mulai dari mie ayam jamur hingga locupannya yang enak ada di sini.

    Detail Informasi Mie Ayam Gaya Baru
    Nama Tempat Makan Mie Ayam Gaya Baru
    Alamat [JL. Tebet Barat IX No.28, Jakarta Selatan.
    No Telp 021-8300689
    Jam Operasional 08.30 – 20.30 (Minggu Tutup)
    Estimasi Harga Rp 50.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Mie ayam & Chinese food
    Fasilitas
    • Parkiran
    • Pembayaran non-tunai

    1. Mie Ayam Legendaris 60 Tahun

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Mie Ayam Gaya Baru berawal dari usaha keluarga yang kini diteruskan secara bergenerasi. Awalnya tempat makan ini berdiri pada tahun 1964 dan masih bertahan sampai sekarang.

    Layaknya tempat makan dengan konsep Chinese food, semua makanan di sini dibuat dengan resep keluarga yang turun temurun. Menu utamanya memang mie ayam, tapi pilihan menu makanan lainnya sangat variatif.

    Ada locupan, bihun goreng, mie keriting, tahu cah brokoli, fuyunghai, hingga bawal asam manis ala Chinese food dengan harga bersahabat.

    2. Mie Ayam dan Mie Keriting Andalan

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Menu utama Mie Ayam Gaya Baru memang di mie ayam jamur dan mie keritingnya. Untuk menu Mie Bakso Jamur (Rp 40.909), disajikan dalam porsi besar dengan potongan jamur kecap dan ayam rebus dadu yang tak pelit.

    Tekstur mienya mirip seperti mie karet, cukup tebal tapi tetap kenyal. Rasa gurih dari minyak ayamnya ini lah yang membuat mie ayam jadi spesial, tanpa tambahan sambal atau lada, rasa mienya sudah pas. Aromanya mienya harum dari minyak ayam homemade yang digunakan.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Apalagi jika dimakan dengan ayam rebus dan jamur kecapnya, sensasi manis gurihnya terasa. Sementara untuk bakso dan kuah kaldunya yang gurih, cocok jadi pelengkap di setiap suapan.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Sama seperti mie ayam jamur, menu Mie Keriting (Rp 36.000) juga tak kalah juara. Menu legendaris ini disajikan dengan bakso gepeng yang garing. Begitu juga dengan tekstur mie yang lebih kecil tapi tetap gurih dan sedap karena menggunakan racikan minyak ayam dan kecap asin yang sama.

    3. Locupan Goreng Ayam

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Selain mie ayamnya, ada menu yang cukup jarang ditemui di tempat makan mie ayam lainnya. Namanya Locupan, sering juga disebut lao shu fen dalam bahasa China. Locupan merupakan mie pendek berukuran setengah jari, yang bagian tengahnya tebal dan ujungnya lancip.

    Di Mie Ayam Gaya Baru, locupan dibuat secara homemade dengan pilihan locupan kuah atau goreng. Namun kebanyakan pelanggan setia di sini lebih suka Locupan Goreng Ayam (Rp 45.000). Sekilas tampilannya mirip seperti kwetiau goreng, karena ditumis dengan sayuran, bakso dan telur.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Di suapan pertama langsung terasa gurih asin manis dari racikan locupan ini. Disusul dengan tekstur kenyal yang unik, rasanya seperti makan kwetiau tapi versi lebih empuk dari kwetiau. Menu ini menarik untuk dicoba kalau sedang bosan makan mie atau kwetiaw biasa.

    4. Bihun Goreng dan Es Mangga Muda

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Terakhir ada menu Bihun Goreng (Rp 45.000), kalau menu yang satu ini cocoknya memang untuk makan tengah. Karena porsinya yang melimpah dan bisa disantap untuk 2-3 orang.

    Sama seperti locupan, bihun goreng ditumis dengan sayuran, bakso dan telur. Tapi di sini tipenya bihun goreng yang ditumis sampai garing, sehingga ada rasa dan aroma ‘smokey’ dari menu ini.

    Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

    Puas menyantap mie ayam hingga bihun goreng, wajib minum Es Mangga Muda (Rp 17.000). Minuman jadul dengan isian mangga muda yang enak dan sedikit asam segar.

    Oh ya, semua menu makanan yang ada di Mie Ayam Gaya Baru dijamin halal. Mereka juga melayani pesan antar dan pembayarannya sudah bisa non-tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Bakso khas Wonogiri ini sudah ada sejak tahun 90-an. Lokasi jualannya tak pernah berubah yaitu di dalam perumahan Villa Melati Mas, Serpong.

    Menelusuri tempat makan enak di area perumahan memang tidak pernah ada habisnya. Kebanyakan tempat makan di area perumahan ini sudah berjualan selama belasan sampai puluhan tahun.

    Seperti Bakso Big Top yang menjadi bakso favorit bagi warga perumahan di Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang Selatan. Kedai bakso ini berlokasi di Ruko Villa Melati Mas, Blok B10. Tempat makannya luas, nyaman dan bersih.


    Menurut salah satu pegawai di sana yaitu Suryo, Bakso Big Top awalnya berjualan menggunakan gerobak sederhana dan keliling area perumahan tersebut. Usaha ini rupanya sudah ada sejak tahun 90-an.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Sang pemilik yang berasal asli dari Wonogiri, mahir membuat bakso urat hingga bakso polos. Meski kini kedai bakso ini dijalankan oleh karyawan-karyawannya, tapi semua komposisi bahan bakso sampai racikannya masih sama seperti yang dulu.

    “Kalau jenis bakso di sini ada tiga. Yaitu bakso kecil, bakso urat, bakso telur sama ada juga tahu bakso. Semuanya buat sendiri, dagingnya juga giling sendiri. Sehari bisa habis 30-45 kg bakso. Kalau hari libur biasanya lebih banyak lagi,” ungkap Suryo ke detikFood (30/09).

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Oh ya, di sini juga menyediakan mie instan sebagai pengganti mie atau bihun. Menu ini diadakan karena dulunya banyak pelanggan Big Top yang memesan bakso tapi menggunakan mie instan.

    Untuk tipe bakso dan kuahnya khas Wonogiri, kuah kaldu sapinya bening tapi tetap gurih. Sementara baksonya kenyal dan garing dengan rasa daging sapi yang kuat di setiap gigitan.

    Kalau suka pedas, wajib tambah sambal cabenya yang masih tergerus kasar mirip sambal goreng, tapi rasa pedasnya cukup menyengat lidah.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    “Bisa pesan pakai tetelan juga itu gratis. Kalau bakso standar, yaitu bakso polos seporsi Rp 21.000. Kalau Bakso komplet harganya Rp 27.000 sudah dapat bakso telur, urat, tahu dan bakso polos. Kalau pakai mie instan jadi Rp 30.000 kalau baksonya komplet,” sambung Suryo.

    Selain bakso, Big Top juga menjual menu mie ayam hingga pangsit kuah dengan kisaran harga Rp 15.000 saja. Harganya yang masih terjangkau dan rasa baksonya yang enak. Karenanya kedai ini kerap diulas oleh food vlogger bahkan mendapat sebutan bakso legendaris di Villa Melati Mas.

    Maknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan RasanyaMaknyus! Bakso Wonogiri ini Memang Ngetop Isian dan Rasanya Foto: detikFood

    Setiap harinya Bakso Big Top buka dari jam 09.00 – 22.00. Menu di sini halal dan pembayarannya sudah bisa menggunakan non-tunai. Semua menu bakso dan mie ayam di sini sudah bisa dipesan lewat aplikasi online.

    Bakso Big Top
    Ruko Villa Melati MAS, Blok B10 No 40,
    Serpong, Tangerang Selatan.
    Jam Buka: 09.00 – 22.00
    Telp: 0812-9355-7370

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih Mantap


    Jakarta

    Ada tempat makan hidangan khas Makassar hidden gem di tengah Jakarta. Rasanya yang autentik membuktikan gerai dengan nama menu kocak ini legendaris.

    Makanan khas Makassar dengan ciri khasnya yang berempah menjadi salah satu sajian daerah yang populer di Indonesia. Di Jakarta sendiri tempat makan yang menyajikan hidangan khas Makassar banyak diburu oleh para foodies penggemarnya.

    Apalagi jika berbicara tentang konro bakar khas Makassar yang smokey juicy tiada lawannya. Kemudian mulut dibasuh dengan gurihnya coto Makassar dengan isian yang melimpah ruah.


    Di kawasan Cilandak, ada tempat makan khas Makassar yang otentik lezatnya tetapi cukup tersembunyi. Menunya diberi nama unik, jika datang ke sini juga jangan lupa mencuci mulut dengan es pisang ijonya yang legit menyegarkan.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Coto Makassar Daeng Rahman
    Alamat Jalan Ampera Raya No.11, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
    No Telp 0852-8282-6699
    Jam Operasional 09.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 85.000
    Tipe Kuliner Indonesia, Makassar
    Fasilitas
    • Makan di tempat
    • Area parkir luas
    • Toilet
    • Bawa pulang
    • dll
    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapCoto Makassar Daeng Rahman memilih untuk tak berada di pinggir jalan besar, membuat suasananya terasa lebih tenang. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tersembunyi dan Legendaris

    Kedai bernama Coto Makassar Daeng Rahman berlokasi di tempat yang tak mudah terlihat kasat mata. Warung makan khas Makassar ini menempati sebidang tanah di kawasan Jalan Ampera yang lokasinya lebih terlihat seperti parkiran.

    Lokasinya berada di dalam sebuah lahan yang dikelilingi dengan pagar dan tembok di seberang PT TASPEN di Jalan Ampera Raya. Jika meminjam istilah gen Z, tempat makan ini layak menyandang predikat untuk mereka yang tau-tau aja (YTTA).

    Ternyata warung makan ini bukalah pendatang baru. Coto Makassar Daeng Rahman telah beroperasi sejak 1990an yang dikelola secara turun temurun oleh keluarga dan keturunan Daeng Rahman itu sendiri.

    Nama Menu yang Unik dan Nyeleneh

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapPemilihan nama yang unik membuat warung makan khas Makassar ini begitu nyentrik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain legendarisnya, warung makan ini memiliki konsep yang unik. Mereka menggunakan istilah-istilah unik untuk menamai menu-menu yang ditawarkan.

    Salah satu yang paling populer dan terpampang besar di spanduknya adalah ‘Narkoba’. Menu tersebut merupakan singkatan dari Nasi Konro Bakar khas Makassar yang menyajikan potongan daging iga dibakar dengan olesan khusus dan kaldu pendamping.

    Ketika datang ke warung makan khas Makassar rasanya tak lengkap jika tidak memesan coto, bukan? Untuk memilih menu coto yang diinginkan bisa melihat pada spanduk bertuliskan ‘Gudangnya Janda’ pada sisi dinding belakang warung.

    Pilihan menu cotonya berupa Janda, Janda Baru, Janda Hot, Janda Panas dan masih banyak lainnya. ‘Janda’ yang ditawarkan adalah irisan jantung dan daging sapi sebagai isian utama dari cotonya, ditambah dengan imbuhan unik di belakangnya sebagai keterangan pelengkap isian.

    Kelezatan menu utamanya hingga kudapan penutup ada di halaman berikutnya.

    Smokey Lezat Konro hingga Coto

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapKonro bakarnya yang tebal dan smokey dengan sebutan ‘Narkoba’ menjadi andalannya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Tiba di Coto Makassar Daeng Rahman, kai langsung memesan ‘Narkoba’ yang menjadi ciri khas warung makan ini. Seporsi nasi konro bakar yang dilengkapi kuah kaldu dibanderol seharga Rp 85.000.

    Seporsi Narkoba berisi dua potong iga atau konro yang tebal-tebal dagingnya. Sebelum dibakar daging iga telah dimasak dengab panci presto terlebih dahulu. Karena itu tekstur dagingnya sangat lembut. Tak butuh tenaga untuk melepaskan dari tulangnya.

    Aromanya cukup smokey tetapi olesan kecapnya dominan manis. Untungnya menu in idiimbangi dengan bumbu kacang yang kental dan legit. Rasanya gurih legit menandakan kacang menjadi bahan yang dominan untuk bumbunya.

    Mencicipi kuah kaldunya, dominan terasa kaldu sapi yang lembut dengan kluwek yang memberikan warna hitam gelap pada kuahnya. Perpaduan kemiri, ketumbar, hingga jintan membuat rasanya gurih kental dengan aroma harum yang khas.

    Untuk menu coto Makassar kami memesan Janda Baru yang berisi jantung, daging, babat, dan paru. Harga seporsi Coto Makassarnya yang cukup mengenyangkan dibanderol Rp 35.000 saja, isiannya juga melimpah dan memuaskan.

    Kuahnya kental dan keruh karena memakai kemiri yang royal pada racikannya. Aroma jintan dan irisan daun bawang membuatnya semerbak ketika diseruput kuahnya.

    Irisan daging yang telah dimasak terlebih dahulu juga terasa empuk. Tak ada aroma amis atau bau tak sedap walaupun penggunaan jeroan sapi lebih dominan di dalam racikan coto Makassarnya.

    Hidangan Penutup khas Makassar nan Legit

    Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapEs pisang ijo khas Makassarnya juga tak boleh dilupakan untuk mencuci mulut. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Jika sudah puas dengan makanan utamanya, jangan melupakan kudapan penutup. Selayaknya warung makan khas Makassar es pisang ijo tak boleh dilupakan, begitu pula dengan jalangkote yang disajikan di atas meja dengan sambal khususnya.

    Jalangkotenya yang renyah dengan isian padat diabnderol Rp 5.000an saja per buah. Walaupun kondisinya tak terlalu hangat tetapi bagian kulitnya masih renyah dengan isian potongan sayur memadati bagian dalamnya.

    Cocolan sambalnya pedas gurih yang diakui pemilik warung dibuat sendiri dengan resep dan racikan khas keluarganya. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya es pisang ijo yang kami tunggu-tunggu datang juga.

    Harga seporsi Es Pisang Ijonya dibanderol Rp 20.000. Porsinya datang dengan gelas yang besar dan isian yang menggunung. Lapisan bubur sumsum, siru, kucuran kental manis, potongan pisang ijo, dan es batu yang dihancurkan sampai halus tampak cantik.

    Bubur sumsumnya sedikit gurih sehingga menyeimbangkan perpaduan sirup dan kental manis. Untuk pisang ijonya memakai pisang agak mengkal terasa padat Mengimbangi isian es pisang ijo yang hampir semua teksturnya lembut.

    Ingin produk atau tempat makan Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?


    Bandung

    Berasal dari Bandung, batagor jadi jajanan populer tak lekang oleh waktu. Ada tiga batagor yang paling terkenal di Bandung, kira-kira siapa juaranya?

    Batagor atau singkatan dari Bakso Tahu Goreng merupakan jajanan khas Bandung, Jawa Barat. Sesuai namanya, bakso tahu goreng tersebut disantap dengan bumbu kacang yang pedas manis. Mudah tentunya untuk menemukan batagor di Bandung.

    Mulai dari batagor kaki lima yang dijual di gerobak, sampai batagor legendaris yang jadi destinasi wisata kuliner jika sedang berada di Bandung.


    Dari sekian banyak batagor di Bandung, ada tiga batagor yang legendaris dan populer sejak puluhan tahun lalu. Yaitu Batagor Kingsley, Batagor Riri dan terakhir Batagor Burangrang.

    Ketiganya meski menjual menu batagor tapi memiliki cita rasa dan racikan bumbu kacang yang berbeda. Kira-kira dari ketiga batagor populer ini mana yang paling enak ya?

    Berikut adu rasa tiga batagor paling terkenal di Bandung versi detikFood (22/11).

    1. Batagor Kingsley

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Batagor Kingsley Foto: detikFood

    Batagor Kingsley sudah ada sejak tahun 1982. Berlokasi di Jalan Veteran no. 25, Bandung, batagor yang satu ini terkenal sebagai batagor premium yang diburu banyak orang ketika ke Bandung. Kalau mau makan di tempat, terutama di akhir pekan, pengunjung harus mengantre sekitar 15-30 menit untuk mendapatkan kursi.

    Menu utamanya ada Batagor Goreng (Rp 38.000/ 2 biji) dan Siomay Goreng (Rp 38.000/ 2 pcs). Kedua menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang sudah dituang langsung ke makanan, lengkap dengan tambahan kecap manis.

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Siomay Goreng Kingsley Foto: detikFood

    Ukuran batagor dan siomay gorengnya cukup besar. Aroma gorengan batagornya tercium harum karena digoreng dadakan ketika ada yang memesan. Tekstur batagornya kenyal, dengan rasa ikan tenggiri yang mendominasi batagor.

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

    Begitu juga dengan siomay gorengnya yang ikan tenggirinya terasa di setiap suapan. Di sini tipe bumbu kacangnya tidak terlalu kental, tapi rasanya manis gurih dengan sedikit pedas dari campuran cabe merah yang dihaluskan ke bumbu kacang. Komposisi bumbu kacangnya ini menyempurnakan rasa batagor yang gurih sedap.

    2. Batagor Riri

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

    Beralih ke Jalan Burangrang, di sini ada kedai Batagor Riri yang sudah eksis sejak tahun 1985 silam. Dulunya batagor ini dibuat sang pemilik untuk konsumsi keluarga sendiri, puluhan tahun berselang kini Batagor Riri termasuk ke dalam batagor legendaris di Bandung.

    Menu paling populer ada Batagor Campur (Rp 60.000), isinya lengkap ada batagor dua biji batagor dan satu siomay goreng bentuk bulat. Menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang terpisah. Bumbu kacangnya berwarna cokelat kekuningan tanpa campuran kecap.

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

    Sama seperti Batagor Kingsley, ukuran siomay dan batagor di Riri juga cukup besar. Ketika dicicip rasa ikan tenggirinya memang tidak terlalu dominan, akan tetapi cukup terobati dengan bumbu kacangnya yang lebih ke rasa gurih asin.

    Batagor Enak Lainnya Ada di Halaman Selanjutnya!

    3. Batagor Burangrang

    Batagor BurangrangBatagor Burangrang Foto: detikFood

    Terakhir ada Batagor Burangrang, lokasinya masih berada di jalan yang sama dengan Batagor Riri. Kedai batagor satu ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan masih bertahan sampai sekarang. Kedainya cukup sederhana tapi kebanyakan yang datang beli batagor untuk dibawa pulang.

    Menu yang paling banyak dipesan ada Batagor Campur (Rp 49.500), terdiri dari dua batagor dan satu siomay goreng. Bumbu kacang disajikan di mangkuk terpisah, tekstur bumbu kacangnya paling kental dan berwarna cokelat pekat.

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

    Sementara rasa dari batagor Burangrang sangat gurih, dengan perpaduan ikan tenggiri dan tahu yang lembut. Begitu juga dengan siomay gorengnya yang mirip rasa dengan pempek jenis adaan. Ketika dicocol dengan bumbu kacang, rasanya semakin enak karena sentuhan manis gurih dari bumbu kacang yang ‘medok’.

    4. Juara Batagor Terenak di Bandung

    Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

    Setelah dicicip ketiga batagor paling populer di Bandung ini, semuanya memiliki ciri khas serta keunggulan masing-masing. Begitu juga dengan racikan bumbu kacang yang berbeda di setiap tempat.

    Untuk rasa sebenarnya variatif dan kembali ke selera masing-masing, namun detikFood memilih menu batagor dan siomay goreng dari Batagor Kingsley sebagai juara. Karena dari segi rasa, batagor Kingsley sangat dominan dengan rasa ikan tenggiri yang gurih. Ditambah dengan bumbu kacangnya yang tak terlalu kental tapi punya rasa pedas, manis dan gurih.

    Bagi yag penasaran ingin mencicipi langsung menu batagor ini, bisa langsung mampir ke tiga kedai batagor paling populer di Bandung ini.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Empuk Berempah Bebek Madura Legendaris di Surabaya


    Jakarta

    Plesiran ke Surabaya jangan sampai melewatkan nasi bebek Madura yang nikmat berempah. Salah satu yang layak dicoba ada Bebek Purnama yang eksis sejak 1980an.

    Berkat lokasi geografinya yang berdekatan antara Surabaya dan Madura memiliki keterikatan pada budaya kulinernya. Madura yang terpisah pada pulaunya sendiri dari Surabaya rupanya memiliki andil besar dalam pengaruh kuliner.

    Banyaknya nasi bebek khas Madura di Surabaya menjadi saksi percampuran antara dua daerah tersebut. Di Surabaya ada salah satu pelopor nasi bebek khas Madura yang terkenal sebagai sang legenda.


    Bebeknya yang empuk dengan bumbu hitam dan sambal yang berempah bikin siapapun yang mencobanya ketagihan. Namanya Bebek Purnama ‘Asli’ yang konon popularitasnya sampai ditiru penjual nasi bebek hampir se-Jawa Timur.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Bebek Purnama ‘Asli’
    Alamat Jl. Dinoyo, Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur.
    No Telp
    Jam Operasional Senin – Sabtu, 16.00 – 23.00 WIB
    Minggu TUTUP
    Estimasi Harga Rp 10.000 – Rp 25.000
    Tipe Kuliner Tradisional
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    Bebek Purnama AsliWarung Purnama menyajikan nasi bebek dan nasi ayam goreng sejak 1989. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Sudah beroperasi sejak 1989

    Tenda bebek goreng yang berada tepat pada posisi hook ini tak pernah berubah sejak awal buka. Warung Bebek Purnama ‘Asli’ dibenarkan oleh salah satu pekerjanya telah buka sejak tahun 1980an, sementara menurut sumber yang lain dikatakan bahwa warung nasi bebek ini telah buka sejak 1989.

    Dari pertama kali buka hingga kini, Bebek Purnama dikelola secara turun temurun oleh keluarga besar dan kerabat sang empunya yang datang langsung dari Madura. Warung nasi bebek ini awalnya dirintis oleh Umik Mardiah.

    Penamaannya diambil dari bioskop Purnama yang kini sudah tutup dan berlokasi persis di belakang warung. “Warung Purnama. Nasi Bebek Goreng. Nasi Ayam Goreng. Tidak Buka Cabang” begitu penekanan warung nasi bebek ini yang mengaku sebagai pelopor.

    Ternyata setelah mengonfirmasi kepada salah satu pekerjanya, nama Warung Purnama digunakan oleh banyak penjual nasi bebek se-Jawa Timur. Sehingga keluarga pemilik memutuskan untuk menambahkan embel-embel Warung Bebek Purnama ‘Asli’ pada Google maps.

    Digoreng dadakan

    Bebek Purnama AsliPotongan bebek-bebek yang dipesan pelanggannya digoreng dadakan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Menyambangi Warung Purnama sekitar pukul 18.45 WIB, detikfood disambut dengan hiruk pikuk warung yang padat. Warung yang mulai buka pukul 16.00 – 23.00 ini akan mengalami lonjakan pelanggan ketika waktu makan malam tiba.

    Semua makanan yang disajikan dimasak secara dadakan di warung sehingga terjaga kesegaran dan kehangatannya. Hanya bebek yang sudah dipresto dan siap goreng yang tersedia sebagai stok.

    Untuk alur pemesanannya sendiri, pertama-tama pelanggan datang dan mencari meja yang kosong. Kemudian akan ada pekerja yang mencatat pesanan, baik untuk nasi bebek, nasi ayam, jeroan, dan minuman.

    Setelah pesanan dicatat, potongan bebek dan jeroan akan digoreng terlebih dahulu. Begitu pula lalapan yang segar akan baru disiapkan ketika bebek hendak diantar ke pelanggan.

    Oh ya, bahkan nasinya sekalipun dimasak langsung di warung tenda yang sama. Sehingga sesekali akan terhirup aroma harum dari nasi putih yang baru matang dan dimasak dengan langseng atau panci kukus secara tradisional.

    Empuknya bebek dan sambalnya yang bikin nagih ada di halaman selanjutnya.

    Daging bebek empuk dan tak amis

    Bebek Purnama AsliDaging bebeknya memiliki tekstur empuk dan tidak berbau amis sama sekali. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Untuk membuktikan keempukan daging bebeknya, ada dua potongan yang dipesan oleh tim detikfood. Bagian paha yang konon lebih berlemak sehingga seharusnya juicy dan bagian dada untuk membuktikan bahwa dagingnya yang minim lemak juga takkan terlalu kering.

    Tanpa lama menunggu seporsi nasi bebek goreng dengan bagian dada dan lalapan seharga Rp 25.000 datang disajikan. Begitu pula dengan nasi bebek goreng bagian paha yang harganya dibanderol sama.

    Tekstur bagian kulit bebeknya tebal dan kenyal namun terbilang renyah untuk sekelas kulit bebek. Setelah berhasil melepaskan kulitnya langsung tampak daging bebek yang juicy dan tak terlihat bagian seratnya.

    Pada potongan dada bebek sekalipun, dagingnya tebal dan tetap juicy. Tak ada bau amis yang tercium saat pertama kali disuap tanpa bantuan sambal sekalipun.

    Taburan serundeng dan bumbu hitam yang royal menambah komplet rasanya yang berempah. Seporsi nasi bebek yang kompletnya sudah dilengkapi dengan nasi putih, sepotong bebek, lalapan kol, timun, dan kemangi, serta sepotong tempe goreng.

    Jeroan dan sambal bikin lezatnya komplet

    Bebek Purnama AsliAdalah sambal yang pedas menggigit menjadi pelengkap yang paling dicari pelanggan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Selain potongan daging bebek, pelanggan juga bisa menambah jeroan seperti ati, ampela, usus, dan bagian kepala bebek yang banyak disukai pelanggan Warung Purnama. Harga jeroan dan kepala bebek dibanderol mulai dari Rp 10.000 – Rp 18.000 per potong.

    Jeroan bebeknya juga tak berbaru amis dan benar-benar bersih. Hanya saja karena memiliki tekstur yang berbeda daripada jeroan ayam, bagian usus dan ampelanya masih sangat kenyal sehingga sulit untuk sekadar dipotong dengan tangan.

    Namun tidak mengurangi rasa lezatnya yang berhasil menyerap bumbu rempah dengan sempurna. Tetapi disamping potongan bebek dan berbagai pelengkapnya, sambal merah yang disajikan di atas meja menjadi bintang utamanya.

    Sambal yang bebas diambil sepuasnya ini menjadi daya tarik yang banyak diincar pelanggan Warung Purnama. Sambalnya pedas, gurih, tanpa semburat manis dan berpadu seimbang ketika disantap bersama daging bebek.

    Karakteristik sambalnya menggunakan cabai merah, digoreng hingga berminyak, dan sedikit aroma terasi lembut yang tercium ketika disendok dari wadahnya. Sambal di warung bebek ini tidak akan langsung menohok pedasnya pada mulut sehingga rasanya akan sulit berhenti untuk menambahkan ke atas piring.

    Namun jika tak sadar dan mengambilnya terlalu banyak, akan ada sensasi panas pada perut. Untuk membasuhnya paling cocok menggunakan es teh atau es jeruk yang dapat dipesan kepada pelayan di Warung Purnama.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun


    Jakarta

    Tempat makan ini letaknya tersembunyi di Cikini, Jakarta Pusat. Meskipun sederhana, racikan bakmi ayam kampunya kondang sejak 1970.

    Menelusuri sepanjang jalan Cikini, ada banyak jajanan, restoran sampai tempat makan tersembunyi yang belum banyak orang tahu. Salah satunya Bakmi Tan Ayam Kampung yang lokasinya ‘nyempil’ di Jalan Probolinggo, Gondangdia.

    Tempat makan bakmi ini lokasinya berada di halaman rumah lama yang sederhana. Sang pemilik Ko Petrus, terjun langsung untuk meracik bakmi halal ini yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu.


    Berikut beberapa menu klasik di Bakmi Tan Ayam Kampung:

    Detail Informasi Bakmie Tan Ayam Kampung
    Nama Tempat Makan Bakmie Tan Ayam Kampung
    Alamat Jl. Probolinggo No.4 Pav, RT.1/RW.2, Gondangdia, Jakarta Pusat.
    No Telp 0818-798-989
    Jam Operasional 09.00 – 17.00 (Minggu tutup).
    Estimasi Harga Rp 35.000 – Rp 64.000
    Tipe Kuliner Bakmi
    Fasilitas
    • Cashless
    • Semi outdoor dining

    1. Bakmi ayam kampung diracik pemiliknya

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sebelum pindah ke Cikini, Bakmi Tan pertama kali berjualan di kawasan Pecenongan. Ko Petrus sang pemilik kedai menceritakan bahwa ia mulai jualan di Cikini pada tahun 2010 atau sekitar 15 tahun silam.

    “Saya memang dari kecil hobi masak, keluarga saya juga jago masak jadi bisa dibilang buat bakmi itu sudah keturunan. Ciri khas Bakmi Tan semuanya bahannya tanpa pengawet, saya olah sendiri dan tanpa tambahan MSG serta halal,” ungkap Ko Petrus yang usianya sudah menginjak angka 70.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Meski sudah tak muda lagi, setiap harinya Ko Petrus masih semangat membuat mie hingga melayani pengunjung.

    “Sempat pernah ada karyawan kerja di sini, meski karyawan itu punya latar belakang memasak tapi rupanya racikan bakminya kurang sesuai sama pelanggan. Jadi akhirnya saya turun tangan lagi untuk racik bakminya,” ujar Ko Petrus ramah.

    2. Bakmi dibuat dengan telur bebek

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Sempat didatangi food vlogger Nex Carlos, tempat makan ini mulai diketahui banyak orang. Akan tetapi Ko Petrus menyebut bahwa pelanggan setianya masih berdatangan untuk makan di tempatnya.

    “Saya selalu berinovasi, memang resep mie ini pakai resep keluarga. Mie saya buat pakai telur bebek dan tanpa pengawet atau campuran apapun, jadi mie hanya kuat di suhu ruangan selama 1-2 jam untuk menjaga kualitasnya. Begitu juga dengan sayurnya saya pakai sayur siomak bukan sawi, teksturnya lebih renyah meski sudah direbus,” ungkap Ko Petrus.

    Setiap harinya Ko Petrus tidak menghitung berapa jumlah porsi yang terjual. Ia biasanya menghitung dari jumlah ayam kampungnya. Dalam sehari bisa menghabiskan 5-10 ekor ayam kampung.

    3. Cita Rasa Bakmi Ayam Kampung Halal

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Menu utama yang paling banyak dipesan ada Bakmi Bakso Sapi (Rp 64.000) dan Bakmi Swikiaw Shitake (Rp 64.000). Mie diracik tanpa menggunakan minyak ayam melainkan minyak dari campuran kacang tanah dan kacang kedelai tanpa campuran minyak hewani atau bawang putih.

    Disajikan dengan kuah terpisah, tampilan bakmi tampak menggugah selera dengan irisan jamur shitake dan taburan wijen di atasnya. Jenis mienya keriting kecil dengan tekstur mie yang kenyal dan garing. Meski tidak menggunakan MSG, tapi rasanya tetap enak karena mie direbus dengan kaldu ayam kampung yang gurih.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Irisan daging kampung yang direbus cukup royal, tak terlalu berminyak dan daging ayamnya tetap empuk. Tampilan mie ayam ini mirip dengan mie ayam ala Hong Kong yang bersih.

    Topping suikiaw tak kalah menarik perhatian Suikiaw, sejenis pangsit dibuat dadakan ketika ada yang pesan, menggunakan isian daging udang dan ayam yang dicincang halus. Ukurannya cukup besar mirip seperti gyoza, rasanya tidak terlalu asin cocok disantap dengan bakmi dan kaldu ayam.

    Cek menu lainnya di halaman berikutnya!

    4. Menu Bihun dan Otak-otak

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Di Bakmi Tan menu makanannya memang tidak banyak, hanya ada bakmi dan bihun serta camilan seperti otak-otak dan bakso goreng. Alasannya karena Ko Petrus ingin menjaga mutu kualitas makanan yang ia sajikan ke pembeli.

    Seperti menu Bihun Pangsit Swikiaw Shitake (Rp 64.000), berbeda dengan bihun di kedai bakmi Bangka, di sini Ko Petrus menggunakan jenis bihun beras yang lebih tinggi serat. Bihun direndam menggunakan air panas selama kurang dari 2-3 menit agar teksturnya tidak hancur. Rasanya sama enaknya dengan bakmi, porsinya pun mengenyangkan.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Terakhir ada Otak-otak (Rp 35.000) dan Bakso Goreng Ayam (Rp 35.000). Kedua camilan ini dibuat secara homemade oleh Ko Petrus.

    “Otak-otak saya pakai ikan tenggiri segar sebagai bahan utamanya. Begitu juga dengan bakso gorengnya pakai daging ayam. Keduanya tidak menggunakan MSG atau pengawet tapi pakai bumbu sederhana saja,” pungkas Ko Petrus.

    Bakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 TahunBakmi Tan : Gurihnya Juara! Bakmi Ayam Kampung Jamur Legendaris 55 Tahun Foto: detikFood

    Ia sejak dulu memiliki misi untuk menyajikan makanan yang enak dan lebih sehat untuk pelanggannya. Meskipun harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal dari mie ayam umumnya, tetapi setara dengan kualitas dan rasa yang diberikan.

    Bagi yang tertarik ingin mencoba bakmi legendaris ini bisa berkunjung langsung ke Bakmi Tan atau memesannya via aplikasi ojek online.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pedas Menyengat! Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye Eksis Sejak 1982


    Surabaya

    Warung makan bernama Sego Sambel Mak Yeye di Surabaya tak pernah sepi pengunjung. Menu andalannya adalah telur dadar dan iwak pe yang diberi sambal menyengat.

    Berbicara tentang kuliner Surabaya, kota ini menawarkan cara kulineran yang berbeda. Dibandingkan dengan restoran mewah beberapa tempat makan kaki lima tak kalah tersohor di kota Pahlawan.

    Tidak sedikit di antaranya memilih tempat yang sekilas tak layak sebagai destinasi kuliner. Namun kelezatan rasa makanan yang ditawarkan dan keunikannya menjadi magnet bagi foodies.


    Di Surabaya ada Sego Sambel Mak Yeye yang begitu tersohor dengan lokasi yang mungkin takkan terpikirkan. Rasa sambalnya yang pedas menyengat melengkapi lauk pauknya yang sederhana tapi mantap rasanya.

    Baca juga: Duh! Puluhan Penumpang Pesawat Jatuh Sakit Keracunan Makanan

    Pedas Menyengat! Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye Eksis Sejak 1982Nikmatnya sego sambel Mak Yeye sudah populer sejak 1982. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Melegenda sejak 1982

    Jika bertanya dengan orang Surabaya, rasanya hampir mustahil tak ada yang tahu Sego Sambel Mak Yeye. Warung makan ini telah eksis sejak 1982 dan tak pernah membuka cabang maupun mengubah cita rasa khasnya.

    Lokasi sego sambel atau nasi sambal ini mungkin tak terpikirkan sebagai destinasi kulineran. Warung Mak Yeye berada di belakang Gedung Darmo Trade Centre (DTC).

    Aksesnya sempit, becek ketika habis hujan, bahkan bagi pengunjung yang membawa mobil rasanya area parkirnya minim. Tetapi kekurangan lokasinya sama sekali tak menyurutkan nafsu makan pelanggan setia Mak Yeye.

    Antrean yang panjang

    Pedas Menyengat! Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye Eksis Sejak 1982Saat waktu makan malam antrean pengunjungnya akan sangat mengular. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Ketika berkunjung ke Surabaya, tim detikfood menyempatkan diri untuk melipir ke warung makan ini. Kira-kira pukul 18.28 WIB kami tiba sudah terlihat antrean pelanggan yang mengular untuk memesan makanan.

    Urutannya, pelanggan terlebih dahulu mencari tempat duduk dan antre memesan makanan. Cara jitu untuk makan di sini dengan tenang adalah membagi rombongan untuk mencari meja dan memesan makanan.

    Jangan terlalu fokus pada bangunan utamanya, karena sudah dipastikan penuh pengunjung. Ada bangunan lain dari Warung Mak Yeye, tepat di seberangnya, yang lebih luas dan tersedia banyak meja kosong untuk pelanggan.

    Namun pelayanannya cukup cepat. Walaupun antreannya panjang hanya butuh waktu 10 menit bagi kami untuk duduk dan menikmati racikan sambal Mak Yeye.

    Pedas menyengat sambal dan rasa lauk pauknya ada di halaman berikutnya.

    Lauk pauk khas Jawa Timur

    Pedas Menyengat! Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye Eksis Sejak 1982Ada lauk iwak pe yang terbuat dari ikan pari khas Jawa Timur di Mak Yeye. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Melihat pilihan menunya, sebenarnya tak ada yang spesial. Sego Sambel Mak Yeye hanya menghadirkan menu-menu sederhana rumahan khas Jawa Timur.

    Di bagian depan, tempat pemesanan, pengunjung akan dengan jelas melihat deretan nasi putih, tempe goreng, telur dadar, iwak pe dan ikan lele. Menu tersebut dapat dipesan satu per satu maupun dikombinasikan beberapa jenisnya.

    Tetapi salah satu yang paling banyak dipesan adalah iwak pe. Sego sambel iwak pe berisi nasi putih, tempe goreng, telur dadar, potongan iwak pe, dan sambal yang melimpah.

    Iwak pe ialah olahan ikan pari khas Jawa Timur yang dimasak dengan cara diasapi. Potongannya berbentuk balok dengan tekstur yang lembut dan aroma smokey yang khas menambah kenikmatannya.

    Harga per porsi menunya dibanderol mulai dari Rp 15.000an saja. Semua menunya diisi ulang langsung dari dapur terbuka yang dapat dilihat di bangunan seberang Warung Mak Yeye.

    Ciri khas sambal menyengat

    Pedas Menyengat! Sego Sambal Iwak Pe Mak Yeye Eksis Sejak 1982Sambalnya yang pedas menyengat tanpa tanggung. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Sesuai dengan namanya, tentu bintang utama yang paling dicari di sini adalah sambal. Ada dua jenis sambal yang ditawarkan Mak Yeye yaitu sambal yang pedas dan tidak pedas.

    Adapun sambalnya yang pedas terdiri dari cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, dan terasi. Bahan-bahan sambalnya tampak sudah direbus terlebih dahulu baru kemudian dihaluskan tetapi tak terlalu halus karena kulit cabainya masih tampak jelas.

    Sementara untuk sambal tidak pedas, Mak Yeye menambahkan sedikit gula ke dalamnya. Sehingga rasanya ada sentuhan manis dan tak terlalu nenyengat.

    Namun uniknya dari sambal di sini ialah semakin menggigit semakin meningkatkan nafsu makan. Masih terasa sedikit asin dan gurih sehingga sambal terpedasnya pun cukup kaya rasa, tak hanya cabai yang membakar lidah.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Mlekoh! Soto Ayam Lamongan Legendaris Sejak 1992


    Surabaya

    Gurihnya racikan soto ayam Lamongan buatan Cak Har sudah terkenal seantero Surabaya. Kelezatannya yang legendaris sejak 1992 tak perlu diragukan.

    Sebagai ibukota dari provinsi Jawa Timur, Surabaya seolah menjadi wadah yang menyatukan berbagai ciri khas budaya Jawa Timur. Salah satunya melalui pilihan kulinernya yang tak ada habisnya.

    Soto ayam khas Lamongan sekalipun banyak penggemarnya di Surabaya. Adalah Soto Ayam Lamongan Cak Har yang popularitasnya terkenal seantero Surabaya hingga ke luar kota.


    Racikan kuahnya yang gurih berbumbu namun lembut di tenggorokan ternyata sudah populer sejak 1992. Perjalanan Cak Har sukses menjajakan soto juga menarik untuk disimak. Berawal dari gerobakan kini mempekerjakan ratusan karyawan.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Soto Ayam Lamongan Cak Har
    Alamat Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.220, Semolowaru, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur
    No Telp 0812-2682-1851
    Jam Operasional Setiap hari, 06.00 – 02.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Tradisonal
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Area Parkir Luas
    • Bawa Pulang
    • Toilet
    • Pembayaran hanya tunai
    • dll
    Soto Ayam Cak HarJauh sebelum menjadi tempat makan yang nyaman, Soto Ayam Cak Har berawal dari gerobakan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Berawal dari gerobakan pada 1992

    Perjalanan Cak Har menjajakan soto telah menjadi rahasia umum yang diketahui terutama oleh orang Surabaya. Sosok Cak Har dahulunya tak dikenal sebagai penjual soto saja, melainkan sempat berjualan nasi goreng.

    Selepas dirinya ikut berjualan dengan temannya pada 1980an, ia memantapkan diri untuk membangin bisnisnya sendiri pada 1992. Namun saat itu nasi goreng buatannya tak terlalu laris dan membuatnya memutuskan fokus berjualan soto.

    Sukses dengan soto ayam Lamongan buatannya, Cak Har kemudian pindah menempati warung makan kecil. Singkat cerita, ia yang tak kenal lelah kini berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi dua tempat makan soto ayam Lamongan dengan kapasitas sangat besar.

    Ramai pelanggan dengan pelayanan cepat

    Soto Ayam Cak HarDatang ke sini harus bersabar mendapat tempat karena pelanggan yang begitu ramai. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Datang ke Soto Ayam Lamongan Cak Har butuh kesabaran ekstra. Padatnya pelanggan yang datang sudah terasa sejak memasuki area parkir yang harus antre.

    Saat detikfood datang menyambangi, kami butuh waktu sekitar 10 menit untuk memasuki area parkirnya saja. Kemudian harus kembali mencari tempat makan yang kosong.

    Beruntungnya para pekerja di Cak Har bergerak dengan sangat cepat. Selepas kami duduk, langsung ada pegawai yang menyambangi dan mencatat semua pesanan.

    Kurang dari 15 menit racikan soto lengkap dengan nasinya langsung disajikan di meja. Namun jika ingin tambahan jeruk nipis atau irisan kol, pelanggan perlu mengambil sendiri pada meja yang sudah disediakan.

    Lengkapnya varian menu hingga pengalaman menyantap soto Cak Har berlanjut di halaman berikutnya.

    Pilihan menu yang komplet

    Soto Ayam Cak HarPilihan menunya komplet, tak hanya soto tetapi juga lengkap dengan berbagai kudapan dari UMKM. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Salah satu yang menjadi andalan pelanggan di Soto Cak Har adalah pilihan makanan yang lengkap. Cak Har tak hanya memajukan bisnis kulinernya sendiri, melainkan ada banyak UMKM yang berhasil diberdayakan olehnya.

    Untuk memesan soto di tempat makan ini pelanggan bisa langsung menyebutkan isian soto yang diinginkan serta penyajian soto baik nasi dicampur maupun nasi dipisah. Tetapi ada juga beberapa menu tambahan seperti tahu dan tempe bacem, hingga kacang goreng tak jauh dari meja kasir.

    Di dekat pintu masuknya ada juga deretan kedai UMKM yang menjajakan lumpia khas Semarang hingga kudapan lain. Tak sedikit para pelanggan yang datang untuk makan soto membeli sebagian dari penjual tersebut.

    Kaldunya gurih dengan kesan lembut

    Soto Ayam Cak HarRacikan gurih kuahnya mlekoh dengan aftertaste yang lembut di tenggorokan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Seporsi soto ayam yang dijajakan Cak Har dibanderol Rp 30.000 untuk penyajian nasi dipisah dan isian yang paling sederhana. Namun jika meminta tambahan balungan atau ekstra tulangan ayam, pelengkap tersebut digratiskan.

    Ketika menerima soto yang dipesan, kami langsung mencicipi rasa aslinya. Sebelum ditambahkan apapun rasanya gurih lembut, dengan aroma daun bawang yang kuat sehingga menambah harum dan membangkitkan selera makan.

    Rasanya tak lengkap jika melupakan bubuk koya saat makan soto Lamongan. Koya yang gurih membuat kuah soto semakin kental, meskipun kuah soto sudah gurih tetapi rasa gurihnya tak menjadi berlebihan atau menusuk setelah ditambahkan koya.

    Sempat mengintip isian panci perebus kuahnya, kami melihat sendiri rempah yang melimpah di dalamnya. Ada irisan daun bawang yang banyak, daun jeruk yang juga berlimpah, serta bumbu halus racikan khas Cak Har yang masih tampak terpisah dengan kuahnya sebelum diaduk bersama.

    Untuk menu tambahannya seperti tempe dan tahu bacem memiliki rasa yang manis legit. Ketika disantap dengan sedikit kuah soto rasanya seolah menjadi penyeimbang antara gurih dan manis.

    Begitu pula lumpia khas Semarang yang sempat kami cicipi di Soto Lamongan Cak Har. Isiannya padat, dengan saus pelengkap yang sedikit pedas dan menyegarkan.

    Aroma rebungnya tak menusuk tajam walaupun tetap terhirup dengan jelas. Saat dikunyah antara rasa umami khas dari rebung dan sedikit sentuhan mansi dari bumbunya terasa silih berganti.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992


    Jakarta

    Terletak di dalam gang sempit yang ada di area Pasar Jatinegara, combro legendaris ini viral dan diburu banyak orang. Begini kelezatannya!

    Membicarakan kuliner legendaris di sekitar Jatinegara, tak lengkap rasanya membahas tempat makan atau jajanan yang ada di Pasar Jatinegara. Pasar tradisional tertua di Jakarta ini sudah ada dari zaman kolonial dan bertahan sampai sekarang.

    Di area pasar terdapat banyak gang sempit dan bercabang yang terdiri dari pemukiman sampai warung kecil yang menjual berbagai makanan.


    Salah satunya Combro Bu Aminah atau dikenal juga dengan nama Terminal Combro di dalam Gang Tai, Jatinegara. Warung jajanan ini sudah ada sejak tahun 1992 dan belakangan viral karena diliput banyak food vlogger hingga media ternama.

    Ada banyak kisah menarik perjalanan combro Bu Aminah dari yang dulu harganya Rp 200 per buah, sampai sekarang di angka Rp 3.500 per buah. Berikut penelusurannya:

    1. Combro Legendaris di Pasar Jatinegara

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral dan terkenal seperti sekarang, warung combro ini sudah mengalami naik turun dari tahun 1990-an. Menurut Arminah, generasi kedua dari Terminal Combro, pertama kali usaha ini didirikan oleh mendiang sang ayah yang bernama Pak Ujang.

    Saat itu Pak Ujang masih berjualan di dalam Pasar Jatinegara di akhir tahun 1980an. Pada saat itu Pak Ujang hanya berjualan es kacang hijau saja, kemudian mulai mencoba menjual combro dengan resep sederhana yang dibuatnya sendiri.

    “Kemudian Pasar Jatinegara sempat kebakaran, lalu kita baru pindah ke Gang Tai ini dari tahun 1992. Jadi sebenarnya cikal bakalnya itu dari tahun 1980an,” ungkap Arminah, adik dari Aminah yang meneruskan usaha combro ini.

    2. Sempat Tak Laku

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Pak Ujang, pendiri Terminal Combro. Foto: detikFood

    Ketika perpindahan dari warung lama ke tempat baru, Pak Ujang sempat kesulitan mencari pelanggan baru. Apalagi saat itu warungnya berada di dalam gang yang dijadikan pembuangan oleh warga sekitar, sehingga banyak kotoran, tinja dan aromanya tak sedap.

    Akhirnya Pak Ujang mulai membersihkan gang tersebut, agar warung combronya dilewati orang. Selain itu ia juga memasarkan combronya dengan berkeliling ke area pasar agar dagangannya laku.

    “Bapak cerita ke kita, dulu orang-orang gak ada yang mau lewat gang ini, karena mereka jijik. Tapi bapak tak pernah menyerah, dia terus jualan combro di sini sampai akhirnya perlahan bapak mulai banyak pelanggan setia sampai sekarang,” tutur Arminah.

    3. Resep Combro Turun Temurun

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Jauh sebelum viral, Terminal Combro ini memang sudah terkenal di Pasar Jatinegara. Usaha Pak Ujang diteruskan oleh ketiga anaknya, salah satunya Aminah yang ahli membuat singkong.

    “Kalau ditanya ciri khasnya apa, sebenarnya kembali ke selera masing-masing ya. Tapi banyak pelanggan yang bilang kalau combro kita itu enak karena oncomnya itu kita masak sampai tanak, atau benar-benar matang. Jadi tidak ada aroma oncom, bahkan orang yang awalnya tak suka oncom, pas makan combro di sini jadi ketagihan,” ungkap Aminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Kalau untuk singkong yang digunakan di Terminal Combro, tidak ada kriteria khusus karena letaknya pada isian oncomnya yang lebih berani bumbu dan berempah. Tak lupa di setiap combro diberikan cabe rawit hijau sehingga rasanya pedas menyengat.

    Kisah Selanjutnya ada di Halaman Berikutnya!

    4. Combro Viral Ramai Antrean

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    “Semenjak viral, sekarang diwajibkan untuk semua pembeli memesan H-1. Karena kalau pesan di hari yang sama itu kita takutnya kewalahan, jadi biar tidak menumpuk, pesanan untuk hari besok bisa dipesan dari sekarang,” lanjut Arminah.

    Mereka memang tidak menghitung berapa jumlah pasti dari combro yang terjual tapi pastinya jumlahnya mencapai lebih dari 2000 biji combro. Karena rata-rata pembeli paling sedikit membeli 10 combro untuk dibawa pulang.

    “Memang efeknya sejak kita diliput oleh food vlogger dan media itu, terasa sekali jadi banjir pesanan. Sampai pelanggan lama kami sempat bingung karena tidak bisa beli langsung seperti biasa. Tapi semuanya kami syukuri,” pungkas Arminah.

    Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992Blusukan Cicip Combro Viral di Gang Sempit yang Eksis Sejak 1992 Foto: detikFood

    Masalah rasa combronya memang tak perlu diragukan lagi. Adonan singkongnya padat dan gurih serta ukurannya besar. Bagian dalam combro penuh dengan oncom yang dominan rasa pedas gurih. Dimakan hangat-hangat, combro ini memang bikin nagih.

    Selain combro, di sini juga menjual jajanan tradisional lainnya. Seperti misro, aneka roti goreng, martabak telor, getuk cokelat, gandasturi, ketimus sampai ongol-ongol. Semua harganya dipukul rata yaitu Rp 3.500 saja.

    Setiap harinya Terminal Combro Bu Aminah buka dari jam 07.00 – 15.00. Tapi wajib untuk pesan lebih dulu jika ingin membeli combro ke nomor WhatsApp mereka di 081287635817.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Racikan Bakmi Jawa Mas Pong Sejak 1996 Ada di Tebet


    Jakarta

    Bakmi Jawa Mas Pong di TebetBakmi Jawa Mas Pong di Tebet Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom
    Bakmi Jawa Mas Pong di TebetBakmi Jawa Mas Pong di Tebet Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom
    Bakmi Jawa Mas Pong di TebetBakmi Jawa Mas Pong di Tebet Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Sepulang kerja, kamu bisa kenyang makan di Stasiun Tebet Pintu Barat. Di sini ada tempat makan bakmi Jawa legendaris dengan menu bakmi godog hingga magelangan yang enak.

    Stasiun Tebet Pintu Barat selalu ramai setiap jam berangkat kerja atau pulang kerja. Biasanya diisi oleh para pekerja kantoran di sekitar Jakarta Selatan.

    Tak heran jika di sekitar area tersebut banyak tempat makan yang nikmat. Salah satunya racikan bakmi yang mengenyangkan di Bakmi Jawa Mas Pong.


    Legendaris Sejak 1996

    Kuliner Stasiun Tebet yang banyak ragam pilihannyaKuliner Stasiun Tebet yang banyak ragam pilihannya Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Ditemui oleh detikFood di Bakmi Jawa Mas Pong Tebet (8/7/2025), Jose, selaku salah satu pemilik menyampaikan kalau tempat makan ini sebenarnya sudah legendaris. Ini merupakan cabang dari Yogyakarta.

    “Kalau di Tebet sendiri baru berjalan 3 tahun. Ini cabang pertama kedua kita dari cabang pertama di Kranggan, Yogyakarta. Di sana sudah dari 1996,” kata Jose.

    “Kalau pemilik awalnya sendiri si Pak Pong-nya ini, makanya namanya tetap Bakmi Jawa Mas Pong. Nah kemudian kita membantu melanjutkan dan investasi, akhirnya kita bikin cabang baru di Tebet ini,” lanjutnya.

    Bakmi Jawa Mas Pong yang berada di Tebet ini sudah berjalan selama 3 tahun. Buka setiap Selasa sampai Minggu dari pukul 11.00 – 23.00 WIB.

    Bakmi Godog Jadi Menu Andalan

    Seperti tempat makan bakmi Jawa pada umumnya, menu bakmi jadi andalan. Jose mengungkapkan kalau cita rasa bakmi godog yang paling diminati.

    “Bakmi godognya kalau di kita best seller,” ungkap Jose.

    Sang pemilik juga mengungkapkan kalau bakmi godog itu terasa nikmat karena menggunakan kaldu ayam kampung asli. Tak hanya kaldunya, tapi topping pelengkap juga menyertai sajiannya.

    “Semuanya pakai ayam kampung asli. Nggak cuma topping untuk bakmi, tapi juga kuah kaldunya. Rebusan kuah kaldu ini berjam-jam, biasanya kitar sekitar 3 jam,” jelas Jose.

    Bakmi Godog (Rp 29.000) racikan Mas Pong memiliki rasa yang gurih nikmat. Kami juga menambahkan topping tambahan berupa potongan paha bawah. Untuk telurnya juga menambahkan telur bebek, jadi terasa lebih creamy kuahnya.

    Ada Bakmi Goreng hingga Magelangan

    Selain menikmati bakmi godog, bisa juga menikmati bakmi goreng, bihun goreng, hingga magelangan. Untuk ketiga menu ini semuanya menggunakan kecap manis.

    “Kecap manis kita juga pakai khusus, tapi rahasia ya mereknya,” ujar Jose.

    Semua bumbu untuk mengolah racikan bakmi hingga nasi goreng juga sama, yaitu menggunakan bumbu iris, irisan cabe rawit jika menyukai pedas, dan tambahan kuah kaldu. Meskipun racikannya digoreng juga ditambahkan kuah kaldu, tapi tak sebanyak untuk kreasi godog (rebus).

    Bakmi goreng sangat sesuai dengan selera tim detikFood. Rasanya memang dominan manis, tapi juga ada sensasi gurihnya. Terasa juga aroma dan cita rasa smokey pada setiap suapannya. Teksturnya juga tak begitu lembek jadi pas di lidah.

    Keistimewaan Lain dari Bakmi Jawa Mas Pong

    Bakmi Jawa Mas Pong di TebetBakmi Jawa Mas Pong di Tebet Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jose juga mengungkapkan soal keistimewaan lain dari Bakmi Jawa Mas Pong. Mereka mempertahankan cara memasak menggunakan arang agar tetap terasa ‘autentik’.

    “Kita masih pakai arang soalnya buat ngejaga cita rasanya autentik, ngejar panasnya itu soalnya dan aroma smokey,” ungkapnya.

    Namun, ada beberapa bahan yang diubah mengikuti permintaan pasar dan lidah orang Jakarta. “Kita ubah pakai mie telur karena dari pengalaman setelah survei ternyata orang Jakarta lebih suka mie telur dibandingkan mie licin (mie kuning) di bakmi Jawa pada umumnya,” tambah Jose.

    Selain mienya yang diubah, telur yang digunakan berupa telur ayam. Biasanya racikan bakmi Jawa autentik menggunakan telur bebek. “Telur juga pakai yang ayam, karena orang-orang lebih suka itu. Kita juga tetap sediakan telur bebek, buat yang suka bisa diganti,” pungkasnya.

    Bakmi Jawa Mas Pong

    Jalan KH Abdullah Syafei No. 46,
    Tebet, Jakarta Selatan (100 meter dari Stasiun Tebet Pintu Barat)
    Jam operasional: 12.00 – 23.00 WIB (tutup setiap Senin)
    No. Telepon: 0822-1050-5381

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com