Tag: makanan legendaris

  • Gurih Hangat Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di Jaksel


    Jakarta

    Tak lekang oleh waktu, tempat makan yang satu ini sudah eksis menyajikan menu soto Betawi hingga nasi goreng kambing yang enak sejak era 1970-an di Jakarta.

    Sejak pertama kali dirintis pada 1974 oleh H. Asmawi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, geraiSoto Sob H. Asmawi menjadi salah satu ikon kuliner khas Jakarta. Berawal dari hidangan di gerobak kaki lima yang sederhana, racikan soto daging sapi berkuah santan gurih itu kini menjelma sebagai warisan kuliner yang dicintai lintas generasi.

    Kini usaha Soto Sob H. Asmawai diteruskan oleh Ahmad Fauzi, cucu dari H. Asmawi, yang menjadi generasi ketiga. Ia konsisten menjaga cita rasa asli soto Betawi yang masih menggunakan resep asli dari sang kakek.


    Hingga saat ini, Soto Betawi H. Asmawi sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta, salah satu gerai paling populer berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hampir setiap jam makan siang, rumah makan ini selalu ramai oleh para pelanggan yang memesan aneka menu. Mulai dari soto Betawi kuah santan, sop iga kuah bening, nasi goreng kambing sampai sate ayam.

    Berikut beberapa menu enak dan legendaris yang wajib dicoba di Soto Sob H. Asmawi:

    Detail Informasi Soto Sob H. Asmawi
    Nama Tempat Makan Soto Sob H. Asmawi
    Alamat Jl. Komp. Pln Jl. Sigura Gura.
    Duren Tiga, Jakarta Selatan.
    No Telp 0812-4734-4746
    Jam Operasional 10.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Soto Betawi
    Fasilitas
    • Parkiran
    • Pembayaran Non-Tunai

    1. Tempat Makan Soto Betawi Legendaris

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSuasana Soto H. Asmawi Cabang Duren Tiga. Foto: detikFood

    Memang tak sulit mencari soto Betawi yang enak di Jakarta. Rata-rata penjual soto Betawi ternama di Jakarta sudah berjualan selama puluhan tahun lamanya, seperti rumah makan Soto Sob H. Asmawi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

    Meski awalnya berjualan di kawasan Tanah Abang, tapi cabang di Duren Tiga ini yang paling banyak dikunjungi terutama saat jam makan siang. Dengan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung proses meracik soto sampai nasi goreng Kambing yang bikin lapar.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselDengan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung proses meracik soto sampai nasi goreng Kambing. Foto: detikFood

    Menu yang ditawarkan tak hanya soto Betawi, tapijuga nasi goreng, sate kambing, soto paru, soto kaki, sop iga, sampai iga bakar. Kisaran harganya masih terjangkau yaitu mulai dari Rp 32.000.

    2. Soto Betawi Jadi Menu Andalan

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSeporsi Soto Betawi Daging di Soto Sob H. Asmawi. Foto: detikFood

    Tentunya menu utama yang wajib dicoba di sini adalah Soto Betawi. Isiannya bebas bisa campur dengan kikil dan jeroan atau hanya daging sapi saja. Untuk seporsi Soto Betawi Daging harganya Rp 33.000, belum termasuk nasi putih (Rp 7.000).

    Tampilannya sekilas mirip soto Betawi lainnya, tapi yang membedakannya adalah kuahnya menggunakan santan tanpa campuran susu. Teksturnya kuahnya lebih cair tapi tetap gurih karena paduan santan dan rempah serta bumbu yang tak pelit.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselPotongan daging sapinya pun royal dan cukup empuk. Foto: detikFood

    Selain itu potongan daging sapinya pun royal dan cukup empuk. Paling menarik, soto ini disajikan bersama asinan khas Betawi dari irisan kol dan wortel untuk pengganti acar.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselPaling menarik, soto ini disajikan bersama asinan khas Betawi dari irisan kol dan wortel untuk pengganti acar. Foto: detikFood

    Jadi ada sensasi rasa asam segar jika soto Betawi ini disantap dengan asinannya.

    3. Sop Iga Sapi Kuah Bening

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselMenu Sop Iga Sapi. Kuahnya bening, tapi tetap berkaldu. Foto: detikFood

    Bagi yang tak terlalu suka soto dengan kuah santan, di Soto Sob H. Asmawi ada pilihan lainnya yaitu Sop Iga Sapi (Rp 38.000). Kuahnya bening, tapi tetap berkaldu dari rebusan potongan daging iga yang tak kalah melimpah di dalam mangkuk.

    Disajikan dengan wortel, tomat dan emping membuat rasa sop ini semakin enak. Belum lagi potongan daging iganya masih ada sedikit lemaknya sehingga menambah rasa gurih di setiap suapan.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselSop ini potongan daging iganya masih ada sedikit lemaknya sehingga menambah rasa gurih di setiap suapan. Foto: detikFood

    Tanpa tambahan sambal atau kecap pun, rasa dari sop iga ini sudah pas dan tidak hambar sama sekali. Cocok bagi penggemar makanan berkuah bening.

    4. Nasi Goreng Kambing dan Sate Ayam

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di JakselNasi Goreng Kambing. Foto: detikFood

    Menu selanjutnya yang banyak dipesan di sini adalah Nasi Goreng Kambing (Rp 30.000). Jika datang pada jam makan siang, pelanggan harus sabar menunggu nasi goreng ini karena dibuatnya dadakan tapi sebanding dengan rasanya.

    Berbeda dengan nasi goreng kambing kebanyakan yang menggunakan minyak samin, kalau di sini mengandalkan bumbu dapur seperti bawang hingga kecap. Rasanya mirip nasi goreng rumahan, lengkap dengan potongan daging kambing yang tidak bau prengus dan pastinya empuk.

    Sedapnya Makan Siang dengan Soto Betawi dan Nasgor Kambing Legendaris di Jaksel Sate Ayam, seporsi isi 10 tusuk. Foto: detikFood

    Terakhir ada menu pelengkap untuk makan soto dan nasi goreng, yaitu Sate Ayam (Rp 28.000). Seporsi isi sepuluh tusuk dengan tipe bumbu kacang gurih yang kental dan tidak terlalu manis. Satenya sekilas mirip sate khas Cilacap karena ukuran daging ayamnya yang besar dan juicy.

    Setiap harinya Soto Sob H. Asmawi cabang Duren Tiga buka mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 21.00 malam. Pembayaran di sini bisa tunai dan non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Soto Lamongan Legendaris di Jakarta yang Rasanya Autentik


    Jakarta

    Gurih berkaldu soto lamongan cocok menjadi pilihan makan siang yang mengenyangkan. Di 5 tempat makan ini ada racikan soto lamongan yang legendaris enaknya!

    Soto khas Lamongan sudah lama menjadi favorit banyak orang di Jakarta. Baik untuk dinikmati saat sarapan cepat sampai yang dijadikan menu penghangat di tengah malam.

    Rasanya yang khas, dengan aroma kunyit dan rempah yang berlimpah tak hanya memanjakan lidah, perut hingga hidung. Meski Soto Lamongan bukan lahir di Jakarta, kelezatan dan keaslian racikannya berhasil dipertahankan oleh sejumlah warung dan restoran legendaris.


    Beberapa di antaranya sudah berdiri puluhan tahun di Jakarta. Konsistensi rasa dan pelengkap, terutama koya, adalah kunci deretan soto lamongan legendaris ini tetap dicintai banyak orang.

    Berikut rekomendasi 5 soto lamongan legendaris di Jakarta:

    soto lamonganDi bilangan Sabang, ada Warung Jaya Agung yang populer dengan menu-menu khas Lamongannya yang legendaris. Foto: Istimewa

    1. Soto Lamongan Jaya Agung

    Warung Jaya Agung merupakan pelopor Soto Lamongan di Jakarta, didirikan sekitar 1963 oleh Jali Suprapto asal Desa Siman, Lamongan. Menu Soto Lamongan di sini ditandai dengan rempah yang kuat, seperti kunyit dan daun pala, serta suwiran ayam kampung yang cukup banyak.

    Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No. 56, Jakarta Pusat (Sabang), tempat ini strategis dan selalu ramai pengunjung dari berbagai kalangan. Seporsi dijual sekitar Rp 28.000 – 30.000 per porsi.

    2. Soto Lamongan Kedoya

    Soto Lamongan Kedoya adalah salah satu rumah makan soto lamongan yang sudah dikenal sebagai legendaris di Jakarta Barat. Tempat ini sudah ada sejak 1980 dan sempat berpindah lokasi pada tahun 1987.

    Racikan soto lamongan menjadi istimewa karena kol, soun, telur, kentang goreng, suwiran ayam, dan koya diberikan royal. Begitu pula dengan racikan bumbunya yang khas dan tidak pernah berubah sama sekali.

    Kini Soto Lamongan Kedoya berada di Jalan Kedoya Pesing No.12, Kedoya, Jakarta Barat. Harganya relatif bersahabat untuk soto legendaris, tergantung varian yang dipilih pelanggan.

    3. Soto Lamongan Cak Arifin

    Soto Lamongan Cak Arifin berada di daerah Duren Sawit dan populer sejak dahulu hingga sekarang. Rumah makan ini juga melayani pesanan lewat ojek online.

    Keunggulannya adalah pilihan pelengkap yang cukup variatif dan kecepatan layanan, cocok untuk makan siang atau ketika perut mulai lapar di tengah aktivitas. Isian toppingnya yang beragam juga bikin kelezatannya makin komplet.

    Untuk harganya, varian soto ayam di Cak Arifin dibanderol mulai dari Rp 17.000an. Lokasinya terletak di Jalan Swadaya Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    soto lamonganSoto Lamongan Cak Ali di Cilandak juga bisa disambangi untuk makan siang sebab sudah buka sejak pagi hri. Foto: Istimewa

    4. Soto Lamongan Cak Ali

    Buka sejak pukul 8 pagi, Soto Lamongan Cak Ali yang berada di kawasan Lebak Bulus jadi langganan warga sekitar. Baik sarapan hingga makan siang, warung ini kerap diantre oleh pelanggan setianya.

    Salah satu yang paling disenangi oleh pelanggan di sini ialah bubuk koya yang royal. Sehingga pelanggan bisa menyesuaikan kekentalan kuah sotonya dengan bubuk koya yang ditambahkan sesuai selera.

    Lokasinya berada di Jalan P.D.K Raya No.1, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Makan soto lamongan di sini cukup merogoh kocek mulai Rp 20.000an per orang.

    5. Soto Lamongan Menara Saidah

    Tak jauh dari bangunan yang populer karena disebut berhantu, ada tempat makan soto lamongan enak. Namanya Soto Lamongan Menara Saidah yang sudah buka sejak pagi hari.

    Tempat makan sederhana ini menawarkan racikan soto yang pekat bumbunya. Di meja makan, pelanggan juga bisa langsung memilih sendiri lauk pelengkap seperti gorengan atau sate-satean untuk melengkapi soto.

    Lokasinya berada di Jalan Cikoko Timur Raya Nomor 39, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Harga per porsi sotonya sudah bisa dinikmati mulai dari Rp 20.000an.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kuliner Legendaris di Dekat Tugu Pahlawan, Surabaya yang Wajib Dicoba


    Jakarta

    Tak hanya penuh sejarah, Tugu Pahlawan Surabaya juga jadi destinasi kulineran legendaris. Mulai dari lontong balap hingga nasi bebek, bisa kamu cicip di sini.

    Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan para pejuang kemerdekaan. Salah satu kota yang lekat dengan sejarah ini tentu saja Surabaya.

    Kota Pahlawan memiliki banyak destinasi bersejarah, termasuk Monumen Tugu Pahlawan yang menjadi simbol keberanian arek-arek Suroboyo. Setiap tahun, kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga.


    Tak hanya wisata sejarah, kawasan sekitar Tugu Pahlawan juga menyimpan deretan kuliner legendaris. Banyak warung dan depot tua yang sudah puluhan tahun berdiri di sekitarnya.

    Sebagai cara unik memperingati Hari Pahlawan, kamu bisa mencicipi kuliner khas Surabaya di sekitar Tugu Pahlawan.

    Berikut 5 rekomendasi tempat kuliner di dekat Tugu Pahlawan Surabaya:

    1. Nasi Bebek Tugu Pahlawan

    Nasi Bebek Tugu Pahlawan jadi salah satu kuliner malam favorit di Surabaya. Tempat makan ini legendaris karena sudah berdiri sejak 1980-an.

    Seporsi nasi bebek disajikan dengan nasi putih hangat dan bebek goreng empuk yang kulitnya mudah terkelupas. Aroma gurihnya langsung menggoda begitu dihidangkan.

    Menu ini dilengkapi serundeng, sambal, dan lalapan segar. Satu porsi nasi bebek plus es jeruk segar dibanderol sekitar Rp 30.000-an.

    2. Warung Nasi Cumi‑Cumi (Ibu Atun)

    5 Kuliner Legendaris di Dekat Tugu Pahlawan.Warung Nasi Cumi‑Cumi (Ibu Atun) Foto: Google Review/Anggara Sidjabet

    Tak kalah legendaris, Warung Nasi Cumi-cumi berdiri sejak 1995 dan jadi destinasi kuliner malam populer di Surabaya.

    Di sini, kamu bisa memilih aneka menu nasi cumi dengan cita rasa khas tinta cumi yang pekat dan menggugah selera. Seporsinya dibanderol Rp 22.000-Rp 33.000, tergantung lauk pelengkap.

    Jika ingin yang spesial, tersedia menu nasi cumi komplet yang berisi nasi putih hangat, cumi, empal, telur, paru, babat, usus, dan peyek udang.

    3. Soto Sulung Cak Suit

    5 Kuliner Legendaris di Dekat Tugu Pahlawan.Soto Sulung Cak Suit Foto: Google Review/Fikri Martin

    Soto Sulung Cak Suit yang sudah berdiri sejak 1964 menjadi salah satu destinasi kuliner legendaris di Surabaya. Seporsi soto di warung ini dibanderol sekitar Rp 28.000.

    Kamu bisa pilih antara varian soto buntut dan soto ayam. Kuahnya bening dan gurih, dengan aroma kaldu ayam yang khas. Isian kondimennya juga komplet.

    Warung ini populer jadi tempat sarapan, karena warungnya buka sejak mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.

    4. Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan

    Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan berdiri sejak 1967 sebagai warung kaki lima di sudut kawasan Tambak Bayan, Surabaya.

    Di sini, kamu bisa memilih aneka menu nasi sederhana yang menggugah selera. Mulai dari nasi campur hingga nasi kuning, nasi pecel, nasi rawon, dan nasi sop buntut.

    Salah satu yang jadi andalan adalah nasi pecelnya. Bumbu pecelnya gurih, agak encer, ada sensasi pedasnya. Harga per menu ditawarkan mulai dari sekitar Rp 25.000-Rp 50.000

    5. Lontong Balap Garuda ‘Pak Gendut’

    5 Kuliner Legendaris di Dekat Tugu Pahlawan.Lontong Balap Garuda ‘Pak Gendut’ Foto: Google Review/Budal Corporate

    Lontong Balap Garuda ‘Pak Gendut’ berdiri sejak 1958 dan menjadi ikon kuliner legendaris di Surabaya. Lokasinya tidak jauh dari Tugu Pahlawan Surabaya yang ikonik.

    Seperti namanya, warung ini menyajikan menu khas lontong balap dengan porsi melimpah yang menggugah selera.

    Satu porsi lontong balap beserta es teh dibanderol sekitar Rp 22.000. Lontongnya lembut, dengan paduan bumbu petis yang gurih dan aromatik. Selain itu, tersedia sate kerang sebagai pelengkap.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngidam Bakmi? Ini 7 Bakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta


    Jakarta

    Berburu bakmi ayam kampung yang enak dan legendaris cukup mudah, terutama di Jakarta dan sekitarnya yang dikenal sebagai gudangnya bakmi enak. Berikut rekomendasinya!

    Sajian sederhana berupa mie kenyal, potongan ayam kampung rebus, dan kuah kaldu gurih ini memang punya tempat tersendiri bagi para penggemar bakmi.

    Meski menunya mirip, tapi setiap kedai bakmi ayam kampung selalu menawarkan karakter rasa berbeda. Mulai dari bakmi karet yang tebal hingga topping ayam kampung dengan aroma khas yang sulit untuk dilewatkan.


    Beberapa kedai bahkan sudah berdiri puluhan tahun dan tetap dipadati pelanggan setiap pagi. Berikut 7 tempat makan bakmi ayam kampung di Jakarta hingga Tangerang yang menarik untuk dikunjungi!

    1. Bakmi Ayam Kampung Aat

    Bakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan SekitarnyaBakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan Sekitarnya Foto: @stellachubby

    Di kawasan Kosambi Baru, Cengkareng, Bakmi Ayam Kampung Aat menjadi salah satu tujuan utama pencinta bakmi ayam kampung. Kedai ini selalu dipadati pelanggan, terutama saat sarapan dan makan siang.

    Bakmi karet menjadi jenis mie andalan yang digunakan, disajikan bersama potongan ayam kampung rebus yang bisa dipilih sesuai selera, apakah bagian paha atau dada. Kuah kaldunya yang pekat berasal dari rebusan ayam kampung sehingga memberikan aroma gurih yang kaya.

    Dengan harga mulai Rp 32.000, pelanggan juga dapat menambah ati ampela, bakso, hingga pangsit rebus. Rasanya yang konsisten serta porsinya yang mengenyangkan membuat kedai ini digemari warga sekitar maupun pengunjung dari luar kawasan.

    2. Bakmi Ayam Alok

    Bakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan SekitarnyaBakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan Sekitarnya Foto: @doyanbakmie

    Bakmi Ayam Alok merupakan salah satu bakmi ayam kampung legendaris yang berdiri sejak 1978 dan kini memiliki banyak cabang di Jakarta serta Tangerang. Cabang teramai berada di Kebon Jeruk, yang hampir selalu penuh sejak pagi hingga tutup pukul 15.00.

    Ciri khasnya terletak pada potongan ayam kampung rebus yang lembut dan gurih, dipadukan dengan bakmi karet tebal yang kenyal. Bakmi disajikan bersama kuah kaldu ayam yang kaya cita rasa.

    Untuk menyesuaikan selera, kedai ini menyediakan porsi setengah, satu porsi penuh, hingga satu setengah porsi dengan harga mulai Rp 40.000. Porsi mie yang melimpah serta rasa yang konsisten membuat Bakmi Alok tetap menjadi favorit hingga kini.

    3. Bakmi Ayam H. Ahok

    Gurih Alami Bakmi Ayam Kampung Racikan Pak Ahok, Pakai Kaldu MurniGurih Alami Bakmi Ayam Kampung Racikan Pak Ahok, Pakai Kaldu Murni Foto: detikFood

    Di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, terdapat Bakmi Ayam H. Ahok, salah satu kedai bakmi ayam kampung yang ramai diserbu sejak pagi. Kedai ini terkenal karena menggunakan bakmi karet yang kenyal dengan tekstur berminyak yang pas.

    Potongan ayam kampungnya disajikan dalam porsi royal dan memiliki aroma smoky yang menggugah selera. Satu porsi bakmi lengkap dengan tiga pangsit rebus dibanderol Rp 40.000.

    Keunggulan lain dari kedai ini adalah penggunaan mie buatan sendiri yang dibuat segar setiap hari, sehingga kualitas rasa dan tekstur tetap terjaga.

    4. Bakmi Ayam Asui

    Dari Gerobak Kecil, Bakmi Asui Kini Jadi Legenda Bakmi Ayam Kampung di Jakarta BaratDari Gerobak Kecil, Bakmi Asui Kini Jadi Legenda Bakmi Ayam Kampung di Jakarta Barat Foto: detikFood

    Bakmi Asui menjadi salah satu bakmi ayam kampung tertua di Jakarta karena sudah beroperasi sejak 1958. Kedai ini buka sejak pukul 06.00, sehingga kerap menjadi pilihan sarapan bagi banyak pelanggan setianya.

    Bakmi buatan Asui dikenal memiliki tekstur kenyal dengan bumbu yang meresap, disajikan bersama topping yang melimpah seperti ayam kampung, ati, ampela, hingga telur muda. Kuah kaldunya yang gurih semakin menonjolkan cita rasa khas bakmi ayam kampung.

    Harga seporsinya Rp 50.000 untuk bakmi biasa dan Rp 85.000 untuk varian spesial. Selain di Jakarta Barat, Bakmi Asui juga memiliki cabang di Cempaka Putih dan Tanjung Duren sehingga mudah diakses para pencinta bakmi.


    5. Bakmi Ayam Kampung Ipul

    Berada di kawasan Villa Melati Mas, Tangerang, Bakmi Ayam Kampung Ipul menjadi salah satu kedai yang banyak direkomendasikan warga sekitar. Kedai ini dapat menjual hingga 180 mangkuk per hari karena tingginya permintaan. Bakmi ayam kampungnya dikenal karena potongan dagingnya yang juicy dan disajikan dalam porsi besar.

    Pelanggan dapat memilih bagian dada atau paha, lengkap dengan kulit ayam kampung yang kenyal. Cita rasa gurihnya berasal dari kaldu ayam kampung yang pekat, menjadikannya pilihan favorit untuk sarapan maupun makan siang.

    Dengan harga mulai Rp 30.000, kedai ini menawarkan bakmi ayam kampung dengan kualitas rasa yang stabil dan memuaskan.

    6. Bakmi Ationg

    Bakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan SekitarnyaBakmi Ayam Kampung Andalan di Jakarta dan Sekitarnya Foto: Site Culinary/Visual

    Bakmi Ationg yang berlokasi di Sunrise Garden, Jakarta Barat, menjadi pilihan bagi pencinta bakmi ayam kampung halal. Di sini, bakmi disajikan dengan topping ayam kampung rebus suwir yang melimpah, ditambah irisan daun bawang dan sawi yang menambah kesegaran.

    Tekstur bakminya kenyal dengan rasa gurih yang seimbang dari bumbunya. Bagi pelanggan yang ingin variasi, tersedia tambahan pangsit, bakso ikan, bakso goreng, serta menu lain seperti bihun ayam, nasi tim, hingga siomay.

    Semua hidangan menggunakan bahan halal sehingga aman dinikmati semua kalangan. Kedai ini menjadi favorit warga sekitar yang mencari bakmi ayam kampung dengan rasa ringan namun tetap kaya cita rasa.

    7. Bakmi Rudy

    Terakhir ada Bakmi Rudy di kawasan Fatmawati yang dikenal sebagai salah satu kedai yang ahli menyajikan bakmi ayam kampung dengan beragam pilihan jenis mie.

    Sajian bakminya menggunakan bakmi karet buatan sendiri yang memiliki tekstur kenyal dan mampu menyerap bumbu dengan baik. Potongan ayam kampung disajikan tebal dan melimpah sehingga memberikan pengalaman makan yang memuaskan. Pelanggan juga dapat menambah topping seperti bakso rebus atau uritan untuk variasi rasa.

    Dengan harga mulai Rp 35.000 per porsi, Bakmi Rudy menjadi tempat yang cocok untuk menikmati bakmi ayam kampung yang lengkap, hangat, dan mengenyangkan.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com