Tag: makanan olahan

  • 5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk Dikonsumsi


    Jakarta

    Makanan olahan sering disebut makanan tak sehat. Tetapi ada ahli gizi yang menyebut 5 makanan olahan ini baik untuk dikonsumsi karena khasiatnya.

    Jika mendengar makanan olahan, hal yang langsung terbesit dalam pikiran adalah makanan yang tak sehat. Alasannya makanan olahan hanya mengutamakan ketahanan tetapi jarang yang memerhatikan kandungan nutrisinya.

    Penambahan seperti bahan pengawet, gula, perisa, dan pewarna buatan juga dianggap sebagai ancaman kesehatan yang datang dari konsumsi makanan olahan. Tetapi sebuah jurnal yang dipublikasi oleh The BMJ pada Februari 2024 menyebutkan ada sisi terang dari makanan olahan.


    Setelah melibatkan 45 jenis penelitian dengan 10 juta partisipan di dalamnya, para peneliti meyakini ada pandangan lain terhadap beberapa makanan olahan tertentu. Sebagian ahli gizi menyebut beberapa golongan makanan olahan dapat dikonsumsi sebagai asupan yang baik untuk tubuh.

    Baca juga: Nekat Bawa Minuman ke Restoran Bintang 5, Tamu Ini Kaget dengan Pelayanannya

    Berikut ini 5 makanan olahan yang baik untuk tubuh menurut Eat This, Not That:

    5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk DikonsumsiPilih roti gandum yang lebih sehat dibandingkan roti lain di supermarket. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

    1. Roti

    Walaupun terlihat sehat, faktanya roti tergolong dalam makanan olahan. Ada banyak jenis roti yang dijual secara bebas di supermarket maupun toko roti langgananmu.

    Sulit rasanya untuk membuat roti sendiri secara alami dan tanpa bahan tambahan di rumah tanpa ditunjang peralatan yang mumpuni. Ahli gizi menyebut ada cara untuk tetap mengonsumsi roti dengan trik yang lebih sehat.

    Fokuskan pemilihannya pada roti dengan jenis bahan utama gandum utuh atau biji-bijian. Menurut penelitian para ahli, konsumsi gandum utuh dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 hingga penyakit berat seperti stroke.

    2. Sup Kalengan

    Stigma yang beredar tentang makanan kaleng tak pernah lepas dari nutrisinya yang tidak sehat. Hal ini lantaran makanan kalengan identik dengan pengawet dan larutan tinggi garam untuk membuat makanan di dalamnya bertahan lama.

    Ternyata hal ini tidak berlaku pada sup yang dijual dalam kemasan kaleng. Sup justru menjadi makanan kalengan yang dinilai lebih aman dibandingkan makanan kaleng lainnya.

    Trik untuk mendapatkan sup yang nutrisinya baik adalah dengan memeriksa kadar garam pada label bahan yang dicetak di kemasan. Pastikan juga untuk tidak terlalu sering mengonsumsi sup kalengan yang didapatkan dari supermarket.

    Makanan olahan yang direkomendasikan ahli gizi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Sereal

    Disukai oleh anak kecil hingga orang dewasa, sereal tidak hanya lezat tetapi juga ringkas. Sereal selalu menjadi jawaban untuk mendapatkan sarapan yang mengenyangkan tanpa harus repot memasak sejak dini hari di dapur.

    Hanya tinggal membuka kemasannya dan menambahkan susu maupun bahan lain sesuai selera. Tetapi tetap perlu waspada karena sebagian sereal mengandung gula dan karbohidrat olahan yang tinggi.

    Ketika hendak memilih sereal di supermarket kamu bisa memerhatikan label bahan dan kandungan nutrisinya terlebih dahulu. Pastikan untuk memilih sereal dengan gula tambahan serendah mungkin di antara sereal yang lain.

    4. Makanan Beku

    5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk DikonsumsiMakanan beku aman untuk dikonsumsi, asal mengikuti anjuran ahli gizi. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

    Siapa yang senang menyimpan persediaan makanan beku di rumah? Waktu luang yang terbatas seringkali membuat makanan beku menjadi jawaban untuk hidangan di rumah.

    Sayangnya makanan beku banyak disangkutpautkan dengan bahan pengawet dan tambahan garam yang berlebihan. Tetapi ada beberapa makanan beku yang menggunakan bahan tambahan dalam kadar yang masih aman untuk dikonsumsi.

    Jika kamu melihat dengan teliti, ada banyak makanan beku yang dijual di supermarket menggunakan bahan-bahan organik. Tips yang bisa dilakukan untuk memilih makanan beku yang sehat adalah perhatikan bentuk makanan di dalam kemasan hingga membaca kandungan nutrisinya dengan seksama.

    5. Oatmeal

    Disebut sebagai salah satu makanan kemasan yang paling sehat, oatmeal selalu menjadi alternatif bagi pelaku diet. Kadar seratnya yang tinggi serta persiapan penyajian yang butuh waktu singkat membuat makanan kemasan ini begitu populer.

    Ada beberapa jenis oatmeal yang dijual di pasaran, baik yang alami tanpa tambahan pemanis maupun yang sudah ada pemanis. Agar lebih sehat sebaiknya memilih oatmeal tanpa bahan tambahan seperti pemanis atau oatmeal natural.

    Untuk penambahan rasa manisnya akan lebih baik jika dilakukan dengan bahan-bahan segar sendiri di rumah. Misalnya seperti madu, potongan buah-buahan, atau bahan-bahan lain sesuai dengan selera.

    Baca juga: Pesan 4 Menu di Kafe, Pelanggan Ini Kaget Ditagih Rp 795 Ribu

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Menu ‘Diet’ Clean Eating, Dijalani Prilly Latuconsina Buat Turunkan BB


    Jakarta

    Clean eating merupakan jenis pola makan yang memilih makanan yang belum melalui banyak proses pengolahan. Makanan yang dipilih biasanya masih segar dan belum banyak nutrisi yang hilang. Makanan-makanan tersebut bisa seperti buah, sayuran, hingga biji-bijian.

    Pola makan ini juga dijalani oleh Prilly Latuconsina. Ia berhasil memangkas berat badan 12 kg, dari 49 kg menjadi 37 kg. Berkaca dari keberhasilan Prilly dengan diet clean eating, apa saja makanan yang bisa dikonsumsi jika ingin menjalani pola ‘makan bersih’ ini?

    1. Buah


    Buah hampir selalu menjadi pilihan terbaik untuk clean eating. Buah sendiri kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ditambah lagi gula dalam buah adalah alami.

    Selain memakan secara langsung, buah-buahan segar juga bisa dijus. Buah-buah yang bisa dikonsumsi adalah apel, pisang, strawberry, blueberry, jeruk, anggur, alpukat, dan lainnya.

    2. Sayuran

    Sayuran harus menjadi salah satu bahan makanan yang wajib ada di meja makan ketika melakukan pola clean eating karena mengandung vitamin, mineral, dan serat. Sayuran beku dan kalengan juga menyehatkan, namun pilih yang tanpa saus dan garam.

    Sayuran-sayuran yang bisa dicoba adalah wortel, bayam, ubi jalar, bawang putih, bawang bombai, brokoli, kubis brussel, kembang kol, jagung, kacang hijau, selada, jamur, paprika, tomat, dan lainnya.

    3. Biji-bijian

    Biji-bijian merupakan karbohidrat yang baik karena menawarkan serat dan nutrisi. Sehingga, bahan makanan ini sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam list ketika ingin melakukan clean eating.

    Biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, barley, oats, farro atau millet bisa dicoba karena relatif belum diolah dan hanya mengandung satu bahan.

    Produk gandum utuh lainnya, carilah pasta versi gandum utuh, adonan pizza yang didinginkan, roti, dan muffin Inggris, pastikan saja tepung gandum utuh adalah bahan pertama dan tidak ada gula dalam daftar bahannya. Bahkan popcorn pun terbuat dari gandum utuh.

    4. Produk susu

    Pilihlah yoghurt biasa atau yoghurt tawar Yunani dibandingkan dengan yang memiliki rasa buah-buahan karena biasanya sudah mengandung gula tambahan. Produk olahan susu lain seperti keju dan susu murni juga bisa dipilih saat clean eating.

    Selain itu ada alternatif non-susu seperti susu kedelai, kelapa, dan almond. Carilah varietas tanpa pemanis untuk menghindari tambahan gula.

    5. Protein

    Pola makan bersih tentu membutuhkan makanan yang mengandung banyak protein. Nutrisi ini bisa didapat dari daging seperti dada ayam, kaki ayam, daging giling, dan lainnya. Namun harus menghindari makanan olahan seperti hot dog, bologna, dan pepperoni.

    Selain itu ada kerang, ikan, dan telur yang bisa menjadi sumber protein yang sangat menyehatkan. Seperti salmon dan ikan cod pasifik.

    Kacang-kacangan seperti almond, mete, hazelnut, dan walnut juga bisa dijadikan pilihan untuk menambah protein.

    6. Minuman tanpa gula

    Minuman bisa menjadi sumber tambahan gula yang besar, jadi sebaiknya batasi asupan soda, teh manis, dan minuman kopi rasa spesial. Teh dan kopi tanpa pemanis, air, dan seltzer adalah pilihan yang bersih.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Katy Perry Bikin Pangling usai Turun BB, Jalani Clean Eating demi Body Goals


    Jakarta

    Penampilan Katy Perry beberapa bulan terakhir sukses menarik perhatian banyak orang. Diketahui, ia sukses menurunkan berat badannya hingga 20 pon atau sekitar 9 kg.

    Selama program penurunan berat badan, wanita 39 tahun itu mengurangi asupan gula dan makanan olahan. Selain itu, ia juga mulai rutin berolahraga bersama tunangannya, Orlando Bloom.

    Katy biasa berolahraga tiga hingga empat kali dalam seminggu. Tetapi, ia mengakui bahwa olahraga bukanlah hal favorit untuk dilakukannya.


    “Itu bukan hal favorit saya untuk dilakukan di dunia, kecuali jika saya menari atau bermain papan seluncur salju, atau melakukan sesuatu yang agak tertutup,” kata Katy yang dikutip dari Hello Magazine.

    Beberapa aktivitas yang menjadi pilihan Katy termasuk hiking, pickleball, dan yoga dengan cahaya lilin. Meski begitu, Katy lebih memilih menghabiskan waktunya bersama putrinya, Daisy Dove, daripada berolahraga.

    “Saya ingin memberikan waktu ekstra yang saya miliki untuk hadir dan menjadi seorang ibu,” tutur dia.

    “(Olahraga) berakhir di urutan kedua,” lanjutnya.

    Katy juga sangat memperhatikan pola makan yang dijalaninya. Ia biasa mengkonsumsi beberapa butir telur dalam sehari dan memilih camilan yang kaya protein.

    Menurutnya, telur rebus merupakan sumber protein yang sangat baik. Ia juga mencoba mengikuti pola makan ‘clean eating’ seperti Orlando.

    Makanan yang dikonsumsi seperti ayam, ikan, dengan banyak buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

    “[Orlando] jelas sangat berorientasi pada tujuan dalam segala hal dengan cara ia makan dan berolahraga. Saya mungkin seperempat atau seperlima dari berat badannya, jadi ia sangat berdedikasi dan saya lebih seperti ibu yang suka merawat,” beber Katy.

    Selain itu, ia juga rutin minum segelas air dengan cuka sari apel, dan jus seledri sebelum memulai harinya. Kemudian dilanjutkan dengan makan pisang atau telur rebus untuk sarapan, diikuti protein dengan salad atau sup untuk makan siang.

    Untuk makan malam, menunya cukup sederhana seperti ayam panggang dengan quinoa dan asparagus. Tetapi, dia akan memanjakan dirinya dengan pasta sekali atau dua kali seminggu.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Pria Malaysia Kena Gagal Ginjal gegara Pola Makan, BB Sempat Sentuh 190 Kg


    Jakarta

    Seorang pria di Malaysia menceritakan pengalamannya menurunkan berat badannya yang mencapai 190 kg. Kondisi pria bernama Muhd Idzwan Syafiq Mohd Johari itu juga disertai dengan gagal ginjal.

    Semua ini bermula pada tahun 2019, Idzwan harus berbaring di tempat tidur selama tiga tahun. Ini terjadi akibat masalah tulang belakang akibat jatuh dari tangga saat berat badannya mencapai 150 kg.

    Idzwan juga mengalami asam urat dan pembekuan darah di paru-parunya. Sebelumnya, ia sangat bergantung pada makanan olahan yang tinggi garam, gula, dan perasa buatan hingga berat badannya pernah mencapai 190 kg.


    “Dulu saya tidak peduli dengan nutrisi. Saya suka makanan cepat saji, minuman manis, dan segala macam saus,” kata Idzwan yang dikutip dari Sinar Harian, Kamis (21/8/2025).

    “Tetapi, saat saya didiagnosis penyakit ginjal stadium akhir. Pada saat itu, saya baru mulai menyadari segala kesalahan saya selama ini,” sambungnya.

    Pada November 2023, Idzwan menjalani enam sesi dialisis atau cuci darah. Tetapi, itu harus dihentikan karena ia mengalami infeksi bakteri akibat bekas asam urat di tangan dan tubuhnya.

    Sejak saat itu, Idzwan mulai mengendalikan pola makannya menjadi lebih sehat. Hal ini bertujuan untuk menurunkan berat badannya.

    “Saya mulai makan lebih banyak sayuran, seperti bayam dan mentimun, menghindari protein hewani, produk susu, serta mengganti gula dengan madu,” tutur Idzwan.

    “Saya juga berhenti mengonsumsi makanan olahan, seperti nugget dan makanan cepat saji lainnya,” tambahnya.

    Berkat perubahan gaya hidup itu, berat badannya turun menjadi 55 kg dalam waktu enam bulan. Kondisi ini juga membuatnya bisa mengendalikan penyakit ginjal yang dialami.

    “Sebelumnya, saya sering lelah, wajah dan kaki bengkak, dan tidak bisa buang air kecil selama empat bulan. Sekarang, saya bisa bergerak aktif dan tidak lagi mengalami gejala berat,” bebernya.

    Namun, Idzwan masih menghadapi masalah kesehatan lainnya, termasuk harus menjalani operasi tulang belakang karena besi atau pen yang terpasang di tubuhnya mulai keluar. Tetapi, ia tetap optimis dan berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

    Idzwan mengatakan ibunya, Che Piah Che Seman (68), menjadi salah satu motivasi untuk bisa tetap hidup.

    “Saya mungkin tidak bisa makan seperti dulu, tetapi saya masih memiliki berkat lain yang patut disyukuri dan akan terus berjuang untuk hidup lebih sehat,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Apa Itu Ultra Processed Food? Jadi Polemik karena Muncul di Menu MBG


    Jakarta

    Istilah Ultra-Processed Food (UPF) belakangan ini ramai dibicarakan. Jenis makanan ini banyak ditemukan dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), program yang sebenarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

    Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri dalam sebuah surat memberi restu untuk menghadirkan UPF dalam menu MBG selama mengutamakan produk lokal. Di sisi lain, para pakar gizi mengkritik kebijakan tersebut karena seharusnya lebih mengutamakan makanan segar.

    Terlepas dari polemik tersebut, sebenarnya apa yang disebut Ultra Processed Food? Apa definisinya dan kenapa identik dengan menu tidak sehat?


    Pengertian Ultra-Processed Food

    Ultra-processed food (UPF) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan yang telah mengalami banyak tahapan pemrosesan industri. Tidak hanya sekadar dimasak atau diawetkan, UPF biasanya dibuat dari bahan hasil ekstraksi (seperti pati, protein terisolasi, minyak terhidrogenasi) yang kemudian dicampur dengan zat aditif seperti pemanis buatan, pewarna, penguat rasa, pengawet, dan pengemulsi. Bahan-bahan ini jarang sekali ditemukan di dapur rumah tangga.

    Ciri khas UPF adalah tampilannya yang sangat menarik, rasanya intens, praktis dikonsumsi, dan bisa bertahan lama di rak toko. Tidak heran kalau produk seperti mi instan, biskuit manis, sosis, nugget, snack kemasan, minuman bersoda, hingga makanan beku siap saji masuk dalam kategori ini.

    Industri makanan mengandalkan UPF karena beberapa alasan. Pertama, produk ini lebih murah diproduksi dengan bahan dasar yang bisa diolah massal. Kedua, daya simpannya lebih lama, sehingga mudah didistribusikan ke berbagai daerah. Ketiga, UPF cenderung seragam rasanya, membuat konsumen lebih mudah menerima dan terbiasa.

    Klasifikasi NOVA

    Istilah Ultra Processed Food diperkenalkan dalam Sistem NOVA, sebuah sistem pengkategorian pangan yang dibuat tahun 2009 oleh Prof Carlos Monteiro dan tim penelitian dari Universitas Sao Paulo, Brasil. Ide ini lahir karena masyarakat makin bergantung pada makanan olahan industri, sementara konsumsi pangan segar menurun.

    Berbeda dengan klasifikasi gizi biasa, NOVA menilai makanan dari tingkat pemrosesannya. Meski bukan acuan resmi WHO, sistem ini populer di dunia riset dan bahkan dipakai Pan American Health Organization (PAHO) sebagai rujukan kebijakan gizi, khususnya untuk melihat kaitan antara pola makan modern dan penyakit tidak menular.

    Untuk memahami posisi UPF, sistem NOVA membagi makanan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya:

    • NOVA 1 (Unprocessed or Minimally Processed Foods) adalah makanan segar dan minim proses. Makanan segar atau makanan yang tidak diolah contohnya adalah buah, sayur, ikan segar, telur, biji-bijian, dan jamur. Makanan minim proses adalah makanan yang diolah secara sederhana seperti menghilangkan bagian yang tidak diinginkan, penggilingan, pemotongan, pendinginan, dan pemanasan.
    • NOVA 2 (Processed Culinary Ingredients) adalah bahan hasil ekstraksi atau bahan masak olahan, contohnya minyak goreng, gula, garam, mentega, cuka, dan madu.
    • NOVA 3 (Processed Food): makanan olahan sederhana, contohnya roti tradisional, keju, ikan asin, dan tempe.
    • NOVA 4 (Ultra Processed Food): produk industri dengan banyak tambahan, seperti nugget, sosis, mi instan, biskuit, dan minuman kemasan berpemanis.

    Sejauh ini tidak ada istilah resmi dalam Bahasa Indonesia yang digunakan sebagai padanan Ultra Processed Food. Beberapa publikasi di media massa menggunakan istilah ‘Makanan Ultra Proses’ sebagai padanannya, walaupun sebenarnya kurang tepat karena tidak konsisten dengan terjemahan untuk kategori lain dalam sistem klasifikasi NOVA. Kategori ‘Processed Food‘ tidak diterjemahkan jadi ‘Makanan Proses’ kan?

    Kenapa UPF Identik dengan Makanan Tidak Sehat?

    UPF kerap diasosiasikan dengan makanan tidak sehat karena biasanya tinggi kalori, gula, garam, serta lemak jenuh, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Konsumsi berlebihan berpotensi mengubah pola makan jadi tidak sehat dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker.

    Sejumlah penelitian mendukung hal ini. Publikasi tahun 2025 dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition menyebutkan konsumsi UPF tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kematian dini, diabetes tipe 2, kanker kolorektal, dan penyakit jantung. Studi lain yang dipublikasikan di Nutrition Journal tahun 2020 meneliti ratusan ribu peserta yang juga dikaitkan dengan konsumsi UPF dengan penyakit obesitas, sindrom metabolik, serta depresi.

    Jika ditarik lebih jauh, masalah utama bukan hanya soal zat tambahan di dalam UPF, melainkan bagaimana makanan ini memengaruhi pola makan seseorang secara keseluruhan. UPF cenderung membuat orang makan lebih banyak karena rasanya dirancang agar sangat enak dan sulit dihentikan (palatable). Selain itu, teksturnya biasanya lembut dan praktis, serta minim serat membuat proses makan lebih cepat, sehingga otak tidak sempat mengirim sinyal kenyang. Hasilnya, kalori yang masuk bisa berlebih tanpa disadari.

    Pada anak-anak, kebiasaan ini bisa berdampak lebih serius. Konsumsi UPF berlebihan sejak usia dini dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, gigi berlubang, hingga menurunnya kualitas pola makan seimbang. Studi jangka panjang juga menunjukkan bahwa pola makan yang terbentuk di masa kecil cenderung bertahan hingga dewasa. Artinya, jika sejak sekolah anak sudah terbiasa dengan nugget atau mi instan, besar kemungkinan kebiasaan itu akan terbawa sampai mereka dewasa.

    Isu ini relevan bila dikaitkan dengan program MBG. Jika menu yang diberikan berisi UPF seperti nugget, sosis, dll, maka tujuan untuk memperbaiki status gizi anak agar menjadi generasi emas bisa tidak tercapai. Memang, UPF lebih mudah diproduksi massal dan tahan lama, tetapi kualitas gizi yang ditawarkan tidak sebaik makanan segar. Di sinilah pentingnya memastikan MBG lebih menekankan buah, sayur, telur, ikan, atau daging segar agar manfaatnya benar-benar optimal bagi anak.

    Meski demikian, tidak semua UPF otomatis berarti buruk. Ada yang memang bermanfaat, misalnya makanan medis tertentu atau produk fortifikasi pangan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Apa Itu Ultra Processed Food? Jadi Polemik karena Muncul di Menu MBG


    Jakarta

    Istilah Ultra-Processed Food (UPF) belakangan ini ramai dibicarakan. Jenis makanan ini banyak ditemukan dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), program yang sebenarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

    Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri dalam sebuah surat memberi restu untuk menghadirkan UPF dalam menu MBG selama mengutamakan produk lokal. Di sisi lain, para pakar gizi mengkritik kebijakan tersebut karena seharusnya lebih mengutamakan makanan segar.

    Terlepas dari polemik tersebut, sebenarnya apa yang disebut Ultra Processed Food? Apa definisinya dan kenapa identik dengan menu tidak sehat?


    Pengertian Ultra-Processed Food

    Ultra-processed food (UPF) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan yang telah mengalami banyak tahapan pemrosesan industri. Tidak hanya sekadar dimasak atau diawetkan, UPF biasanya dibuat dari bahan hasil ekstraksi (seperti pati, protein terisolasi, minyak terhidrogenasi) yang kemudian dicampur dengan zat aditif seperti pemanis buatan, pewarna, penguat rasa, pengawet, dan pengemulsi. Bahan-bahan ini jarang sekali ditemukan di dapur rumah tangga.

    Ciri khas UPF adalah tampilannya yang sangat menarik, rasanya intens, praktis dikonsumsi, dan bisa bertahan lama di rak toko. Tidak heran kalau produk seperti mi instan, biskuit manis, sosis, nugget, snack kemasan, minuman bersoda, hingga makanan beku siap saji masuk dalam kategori ini.

    Industri makanan mengandalkan UPF karena beberapa alasan. Pertama, produk ini lebih murah diproduksi dengan bahan dasar yang bisa diolah massal. Kedua, daya simpannya lebih lama, sehingga mudah didistribusikan ke berbagai daerah. Ketiga, UPF cenderung seragam rasanya, membuat konsumen lebih mudah menerima dan terbiasa.

    Klasifikasi NOVA

    Istilah Ultra Processed Food diperkenalkan dalam Sistem NOVA, sebuah sistem pengkategorian pangan yang dibuat tahun 2009 oleh Prof Carlos Monteiro dan tim penelitian dari Universitas Sao Paulo, Brasil. Ide ini lahir karena masyarakat makin bergantung pada makanan olahan industri, sementara konsumsi pangan segar menurun.

    Berbeda dengan klasifikasi gizi biasa, NOVA menilai makanan dari tingkat pemrosesannya. Meski bukan acuan resmi WHO, sistem ini populer di dunia riset dan bahkan dipakai Pan American Health Organization (PAHO) sebagai rujukan kebijakan gizi, khususnya untuk melihat kaitan antara pola makan modern dan penyakit tidak menular.

    Untuk memahami posisi UPF, sistem NOVA membagi makanan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya:

    • NOVA 1 (Unprocessed or Minimally Processed Foods) adalah makanan segar dan minim proses. Makanan segar atau makanan yang tidak diolah contohnya adalah buah, sayur, ikan segar, telur, biji-bijian, dan jamur. Makanan minim proses adalah makanan yang diolah secara sederhana seperti menghilangkan bagian yang tidak diinginkan, penggilingan, pemotongan, pendinginan, dan pemanasan.
    • NOVA 2 (Processed Culinary Ingredients) adalah bahan hasil ekstraksi atau bahan masak olahan, contohnya minyak goreng, gula, garam, mentega, cuka, dan madu.
    • NOVA 3 (Processed Food): makanan olahan sederhana, contohnya roti tradisional, keju, ikan asin, dan tempe.
    • NOVA 4 (Ultra Processed Food): produk industri dengan banyak tambahan, seperti nugget, sosis, mi instan, biskuit, dan minuman kemasan berpemanis.

    Sejauh ini tidak ada istilah resmi dalam Bahasa Indonesia yang digunakan sebagai padanan Ultra Processed Food. Beberapa publikasi di media massa menggunakan istilah ‘Makanan Ultra Proses’ sebagai padanannya, walaupun sebenarnya kurang tepat karena tidak konsisten dengan terjemahan untuk kategori lain dalam sistem klasifikasi NOVA. Kategori ‘Processed Food‘ tidak diterjemahkan jadi ‘Makanan Proses’ kan?

    Kenapa UPF Identik dengan Makanan Tidak Sehat?

    UPF kerap diasosiasikan dengan makanan tidak sehat karena biasanya tinggi kalori, gula, garam, serta lemak jenuh, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Konsumsi berlebihan berpotensi mengubah pola makan jadi tidak sehat dan meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker.

    Sejumlah penelitian mendukung hal ini. Publikasi tahun 2025 dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition menyebutkan konsumsi UPF tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kematian dini, diabetes tipe 2, kanker kolorektal, dan penyakit jantung. Studi lain yang dipublikasikan di Nutrition Journal tahun 2020 meneliti ratusan ribu peserta yang juga dikaitkan dengan konsumsi UPF dengan penyakit obesitas, sindrom metabolik, serta depresi.

    Jika ditarik lebih jauh, masalah utama bukan hanya soal zat tambahan di dalam UPF, melainkan bagaimana makanan ini memengaruhi pola makan seseorang secara keseluruhan. UPF cenderung membuat orang makan lebih banyak karena rasanya dirancang agar sangat enak dan sulit dihentikan (palatable). Selain itu, teksturnya biasanya lembut dan praktis, serta minim serat membuat proses makan lebih cepat, sehingga otak tidak sempat mengirim sinyal kenyang. Hasilnya, kalori yang masuk bisa berlebih tanpa disadari.

    Pada anak-anak, kebiasaan ini bisa berdampak lebih serius. Konsumsi UPF berlebihan sejak usia dini dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, gigi berlubang, hingga menurunnya kualitas pola makan seimbang. Studi jangka panjang juga menunjukkan bahwa pola makan yang terbentuk di masa kecil cenderung bertahan hingga dewasa. Artinya, jika sejak sekolah anak sudah terbiasa dengan nugget atau mi instan, besar kemungkinan kebiasaan itu akan terbawa sampai mereka dewasa.

    Isu ini relevan bila dikaitkan dengan program MBG. Jika menu yang diberikan berisi UPF seperti nugget, sosis, dll, maka tujuan untuk memperbaiki status gizi anak agar menjadi generasi emas bisa tidak tercapai. Memang, UPF lebih mudah diproduksi massal dan tahan lama, tetapi kualitas gizi yang ditawarkan tidak sebaik makanan segar. Di sinilah pentingnya memastikan MBG lebih menekankan buah, sayur, telur, ikan, atau daging segar agar manfaatnya benar-benar optimal bagi anak.

    Meski demikian, tidak semua UPF otomatis berarti buruk. Ada yang memang bermanfaat, misalnya makanan medis tertentu atau produk fortifikasi pangan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Agar Tak Mudah Marah, Kurangi Asupan 6 Makanan Ini!


    Jakarta

    Dalam kehidupan yang serba cepat, apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada suasana hati dan emosi.

    Beberapa makanan mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia, sementara yang lain justru bisa memicu rasa marah dan mudah tersinggung.

    Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tetapi penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.


    Dilansir dari Times of India (25/08/2025), berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih buruk:

    1. Makanan Olahan dan Makanan Manis

    Pria sedang makan burger, makanan cepat sajiPria sedang makan burger, makanan cepat saji Foto: Sander Dalhuisen/Unsplash

    Makanan cepat saji dan camilan manis memang memberi energi instan, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan energi itu, biasanya tubuh mengalami penurunan drastis yang membuat suasana hati ikut berubah.

    Kandungan gula dalam makanan olahan juga bisa membuat gula darah naik turun, sehingga memicu emosi tidak stabil sehingga orang lebih mudah marah dan emosi. Menggantinya dengan makanan sehat yang minim proses pengolahan akan membantu menjaga energi lebih seimbang.

    2. Kafein Berlebihan

    Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas banyak orang. Namun terlalu banyak kafein bisa menimbulkan rasa gelisah, cemas, bahkan mudah marah.

    Kafein juga bisa mengganggu pola tidur yang akhirnya berdampak pada tingkat stres yang memicu emosi seseorang menjadi tidak stabil. Untuk menghindari efek samping ini, batasi asupan kafein dan sesekali pilih teh herbal atau kopi tanpa kafein agar tubuh lebih rileks.

    3. Minuman Beralkohol

    Jago Minum Whiskey Pakai Sedotan Wanita Ini Diberi Tip Rp 41 JutaMinuman BeralkoholFoto: ET Today/iStock

    Dalam jumlah sedikit, minuman yang mengandung alkohol mungkin memberi efek rileks dan menenangkan pada tubuh.

    Namun jika dikonsumsi berlebihan, alkohol bisa mempengaruhi keseimbangan zat kimia di otak dan memicu perubahan suasana hati, termasuk rasa marah dan mudah tersinggung. Mengendalikan jumlah konsumsi minuman beralkohol penting untuk menjaga keseimbangan emosi.

    4. Makanan yang Berlemak

    Makanan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji, tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental.

    Lemak jenis ini dapat memicu peradangan yang berpengaruh pada fungsi otak dan akhirnya membuat suasana hati mudah terganggu. Menggantinya dengan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun akan lebih menyehatkan tubuh sekaligus pikiran.

    5. Camilan Tinggi Garam

    Dulu Kecanduan Keripik Kentang, Kini Wanita Ini Sukses Turunkan BB 32 KgCamilan Tinggi Garam Foto: Site News

    Keripik, biskuit, atau camilan asin lainnya memang terasa nikmat, tetapi kandungan garam berlebih bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi tekanan darah serta suasana hati.

    Pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, kacang, atau camilan dari biji-bijian utuh untuk mendukung tubuh tetap bugar dan mood lebih stabil.

    6. Menu Sereal untuk Sarapan

    Sereal dengan kandungan gula tinggi sering memberi energi instan di pagi hari. Namun efeknya tidak bertahan lama karena kadar gula darah akan turun drastis setelahnya. Hal ini bisa membuat tubuh lemas, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pilihan yang lebih baik adalah sereal rendah gula, gandum utuh, atau sarapan dengan tambahan protein agar energi bertahan lebih lama.

    Sesekali menikmati makanan yang kurang sehat tentu wajar. Namun menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi akan membantu menciptakan tubuh yang lebih sehat sekaligus suasana hati yang lebih tenang.

    Dengarkan tubuh, perhatikan reaksi tubuh setelah makan, dan pilihlah makanan yang benar-benar memberi kebaikan bagi fisik maupun mental.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Bikin Sedih! 5 Makanan Ini Pengaruhi Suasana Hati Jadi Lebih Mellow


    Jakarta

    Tak hanya bikin kenyang, beberapa makanan juga bisa mempengaruhi suasana hati sampai bikin sedih. Meskipun beberapa makanan ini punya rasa yang enak.

    Apa yang dikonsumsi sehari-hari ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kondisi psikologis seseorang. Survei terbaru di Inggris menunjukkan bahwa makanan populer seperti pizza (46%), fish and chips (42%), serta burger dengan kentang goreng (32%) membuat banyak orang merasa buruk setelah mengonsumsinya meskipun terasa lezat saat dimakan.

    Melansir Yahoo (20/06), Ahli gizi Lily Soutter menyebut makanan yang cenderung tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan garam dapat menyebabkan kembung serta penurunan energi setelah makan.


    Selain itu, kandungan nutrisinya dinilai kurang mendukung fungsi otak sampai-sampai memproduksi hormon yang menciptakan perasaan sedih.

    Berikut 5 jenis makanan dan minuman yang dapat memicu sedih:

    1. Gorengan

    Murah Meriah! Fried Chicken dan Pizza Enak Juga Ada di Gerobak Kaki 5Makanan bertepung dan digoreng berbahaya untuk kesehatan. Foto: iStock

    Penelitian di tahun 2023 yang melihat pola makan sekitar 140.728 orang, penelitian ini menemukan bahwa konsumsi rutin makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan sebesar 12% dan depresi sebesar 7%.

    Penyebab utamanya adalah senyawa akrilamida yang terbentuk saat makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi.

    Proses penggorengan juga diketahui memperburuk peradangan, menyebabkan kembung, dan merusak kesehatan usus. Semua faktor ini berkontribusi terhadap kelelahan, stres, dan suasana hati yang buruk.

    2. Asupan Manis

    Gula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan drastis, yang berdampak langsung pada suasana hati seseorang. Gejala gula darah tinggi meliputi rasa haus, kelelahan, penglihatan kabur, sering buang air kecil, hingga penurunan berat badan.

    Secara emosional, hal ini bisa menimbulkan iritabilitas dan perubahan mood yang drastis. Contoh makanan dan minuman yang tinggi gula antara lain soda, donat, kue, jus buah kemasan, saus dan kecap manis, cokelat, serta beberapa jenis sereal sarapan.

    Sehingga konsumsi makanan di atas perlu dibatasi dan tidak boleh berlebihan, agar tidak mempengaruhi kesehatan apalagi mempengaruhi suasana hati.

    3. Makanan Olahan

    5 Makanan Ini Pengaruhi Suasana Hati Jadi Lebih MellowMie instan termasuk makanan olahan. Foto: Shutterstock/GettyImages

    Sebuah studi yang dipimpin Harvard dan dipublikasikan di JAMA Network Open pada September 2023 menyoroti kemungkinan hubungan antara makanan yang diproses berkali-kali (ultra) dan kaitannya dengan kesehatan mental seseorang seperti depresi.

    Dalam studi yang melibatkan lebih dari 21.000 perempuan berusia 42-62 tahun, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya 9 porsi makanan olahan/hari memiliki kemungkinan 50% lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah minimal.

    Beberapa contoh makanan ultra-olahan yang umum dikonsumsi sehari-hari antara lain mi instan, sereal manis untuk sarapan, minuman bersoda, nugget ayam, sosis dan hotdog, biskuit serta camilan kemasan, makanan siap saji beku (frozen food), keripik dalam kemasan, hingga permen.

    4. Kafein

    Meski kopi dikenal memberi dorongan energi, konsumsi berlebihan justru bisa menjadi pemicu kecemasan. Kafein meningkatkan kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh, membuat seseorang merasa gelisah dan sulit tidur.

    Ketika pola tidur terganggu, dampaknya bisa terasa dalam suasana hati dan produktivitas sehari-hari. Selain itu, ketergantungan terhadap kafein dapat menyebabkan gejala putus zat seperti sakit kepala, mudah marah, dan depresi ringan.

    Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga teh, matcha, cokelat, dan minuman berenergi. Penting untuk mengonsumsi kafein dalam batas wajar sesuai dengan kondisi tubuh.

    5. Minuman Beralkohol

    5 Makanan Ini Pengaruhi Suasana Hati Jadi Lebih Mellowminuman alkohol. Foto: Shutterstock/GettyImages

    Meskipun alkohol bisa memberi efek euforia sesaat, dampaknya terhadap kesehatan mental tidak bisa diabaikan. Setelah efek alkohol menghilang, seseorang dapat mengalami anxiety atau kecemasan pasca-minum.

    Alkohol mengubah keseimbangan kimia di otak, yang berpotensi meningkatkan perasaan stres, cemas, dan depresi. Kehilangan ingatan saat mabuk juga bisa menimbulkan kekhawatiran berlebih akan tindakan atau ucapan yang tidak diingat.

    Selain itu, konsumsi alkohol membatasi produksi glukosa dalam tubuh, yang bisa menyebabkan kelelahan, iritasi, dan pusing keesokan harinya.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini saat Alami Kaki Keseleo


    Jakarta

    Kaki yang terkilir atau keseleo dapat dipulihkan dengan menghindari makanan penyebab peradangan. Mulai dari makanan olahan hingga alkohol.

    Keseleo pergelangan kaki merupakan kondisi cedera umum yang dapat dialami dari segala usia. Cedera ini dapat disebabkan karena banyak faktor.

    Mulai dari gerakan berlebihan hingga terjatuh atau kecelakaan. Cedera ini membuat tubuh tak kuat berjalan, karenanya dibutuhkan perawatan yang efektif, salah satunya pada pola makan.


    Nutrisi pada makanan sangat memainkan peran penting dalam proses pemulihan, seperti vitamin C, protein, dan antioksidan. Namun, ada beberapa makanan yang harus dihindari karena bisa memperparah keadaan.

    Dikutip dari Care Space (08/10/23) berikut 5 makanan yang harus dihindari saat alami kaki keseleo:

    1. Makanan olahan

    Ilustrasi makanan cepat sajiIlustrasi makanan cepat saji Foto: Getty Images/arselozgurdal

    Makanan olahan mengandung kalori, gula, dan lemak tidak sehat dalam jumlah tinggi. Karenanya makanan ini dapat menghambat proses penyembuhan alami tubuh.

    Saat memulihkan pergelangan kaki yang terkilir, penting untuk mengasup banyak nutrisi. Makanan olahan seperti makanan cepat saji, camilan, dan makanan kemasan tidak menyediakan banyak nutrisi.

    Konsumsilah sayuran dan buah yang mengandung vitamin C. Vitamin tersebut mempercepat proses pemulihan. Selain itu, protein juga bagus untuk menyehatkan otot.

    2. Alkohol

    Minuman beralkohol bersifat diuretik atau kondisi yang menyebabkan buang air kecil berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi.

    Jika tubuh kekurangan cairan, maka bisa memperparah pembengkakan dan peradangan. Selain itu, alkohol juga dapat mengurangi efektivitas obat antiradang.

    Mengingat obat tersebut sering digunakan untuk mengatasi nyeri, seperti keseleo di pergelangan kaki bagian atas. Jadi, konsumsi alkohol harus dihindari sepenuhnya selama proses pemulihan.

    Makanan yang harus dihindari saat kaki keseleo ada di halaman selanjutnya.

    3. Produk susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietProduk Olahan Susu Foto: Getty Images/alvarez

    Produk olahan susu sebaiknya dihindari bagi orang yang mengalami kaki keseleo. Mulai dari keju, susu, es krim, dan lainnya. Produk susu dapat menyebabkan peradangan.

    Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pemulihan kaki yang keseleo. Bahkan dapat memperpanjang pembengkakan dan peradangan pada bagian tubuh yang cedera.

    Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi sumber kalsium nabati, seperti kacang almond, brokoli, dan kangkung.

    4. Daging olahan

    Daging olahan, seperti hot dog dan sosis kurang bagus untuk kesehatan, termasuk bagi orang yang mengalami keseleo. Makanan ini tinggi akan natrium dan lemak tidak sehat.

    Jelas, kedua hal tersebut dapat mempersulit proses pemulihan. Selain itu, daging juga dapat menyebabkan peradangan dan menghambat respon penyembuhan.

    Sebaliknya, kamu bisa memilih daging tanpa lemak dan tidak diolah, seperti ayam dan kalkun untuk mendapat asupan protein. Bisa juga dengan mengonsumsi protein nabati dari kacang-kacangan.

    5. Gula

    5 Manfaat Konsumsi Makanan Manis dengan Porsi Tak BerlebihanIlustrasi makanan manis. Foto: Getty Images/emrah_oztas

    Orang dengan kondisi kaki keseleo harus menghindari makanan dan minuman manis. Gula dapat menyebabkan peradangan dan dapat berdampak negatif pada proses penyembuhan.

    Disarankan agar menggunakan pemanis alami, seperti madu atau sirup maple. Bisa juga dengan mengonsumsi buah-buahan utuh untuk memenuhi kebutuhan gula harian.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 5 Pola Makan Sehat yang Bisa Meredakan Mengi


    Jakarta

    Mengalami gangguan pernapasan bisa menyebabkan beberapa efek, salah satunya mengi. Bunyi mengganggu saat bernapas itu bisa diredakan dengan pola makan ini.

    Mengi adalah suara napas yang berbunyi seperti siulan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor dari berbagai masalah gangguan pernapasan yang dialami.

    Ada yang disebabkan karena asma dan ada pula yang disebabkan oleh bronkitis. Bunyi siulan saat bernapas itu tentu mengganggu dan membuat tidak percaya diri.


    Namun, kamu bisa meredakan suara tersebut dengan menjalani pola makan sehat. Mulai dari minum air hangat hingga menghindari makanan yang mengandung bahan kimia.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 pola makan sehatnya.

    1. Minum air putih hangat

    minum air putih hangatminum air putih hangat Foto: Istimewa

    Minum air putih hangat bisa meredakan mengi, karena air hangat akan membantu melonggarkan penyumbatan di dada, sehingga mempermudah batuk berdahak.

    Minum air putih hangat juga dapat membantu saluran pernapasan menjadi lebih rileks, sehingga suara mengi akan berkurang. Air putih hangat akan mencegah pembentukan lendir.

    2. Konsumsi minuman berkafein

    Minuman berkafein sangat dianjurkan untuk meredakan mengi. Menurut studi pada 2010 i Cochrane Database of Systematic Review, kafein berperan seperti obat teofilin.

    Selain itu, minuman berkafein juga memiliki efek efek bronkodilatasi ringan. Ini dapat membantu saluran pernapasan rileks, sehingga dapat melebarkan saluran yang menyempit.

    Kafein juga berperan untuk meredakan saluran napas yang terluka. lapor VerywellHealth. Asupan kafein tersebut bisa ditemui pada kopi, teh, atau cokelat hangat.

    Pola makan sehat untuk meredakan mengi ada di halaman selanjutnya.

    3. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

    Preparing food. Food products on the kitchen countertop.Perbanyak buah dan sayur bisa meredakan mengi. Foto: Getty Images/whitelook

    Vitamin C adalah obat terbaik untuk masalah saluran pernapasan, termasuk mengi. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan ini dapat ditemui dalam kandungan buah dan sayur.

    Pilihannya ada mulai dari kiwi, paprika, jeruk, tomat, brokoli, dan sayur bayam. Buah dan sayuran dengan kandungan vitamin C tersebut dikemas dengan senyawa penting.

    Senyawa itu memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus. Selain vitamin C, kondisi mengi juga dapat diatasi dengan mengasup vitamin A,D, dan E.

    4. Hindari makanan olahan

    Mengi dapat terjadi jika seseorang menderita asma. Agar gejala asma tidak memburuk, penting untuk menghindari makanan olahan. Makanan olahan banyak mengandung bahan kimia berbahaya.

    Mulai dari parabens, bahan pengawet yang biasa ada pada makanan dan obat. Kemudian, ada tartrazine, bahan pewarna yang umum digunakan dalam minuman manis, es krim, dan hot dog.

    Lalu, ada nitrat atau nitrit, bahan pengawet yang biasa digunakan dalam daging olahan. Bahan kimia tersebut akan memperburuk peradangan pada paru-paru.

    5. Hindari konsumi buah anggur

    Diskon anggur muscat.Anggur menjadi salah satu buah-buahan yang harus dihindari untuk meredakan mengi. Foto: Getty Images/Gam1983

    Anggur menjadi salah satu buah-buahan yang harus dihindari untuk meredakan mengi. Pasalnya, anggur dapat menyebabkan serangan asma karena mengandung zat sulfit yang mengganggu.

    Hal ini juga telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya menunjukkan bahwa dalam anggur terdapat kandungan histamin, zat kimia yang diproduksi saat tubuh alami alergi.

    Zat kimia tersebut dapat menyebabkan gejala, seperti mata berair, bersin, dan mengi.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer