Tag: makanan pedas

  • Makanan Pedas Sehatkan Jantung, Ini Kata Dokter Ahli Kardiologi


    Jakarta

    Banyak orang menyukai makanan pedas, karena dapat menarik selera makan. Selain itu, makanan pedas juga mengandung berbagai manfaat menyehatkan untuk jantung.

    Makanan pedas menjadi favorit banyak orang. Berbagai jenis makanan pedas juga dianggap dapat menambah nafsu makan. Terutama yang diolah dari cabe dan rempah-rempah.

    Makanan pedas selain enak juga memberi manfaat sehat. Dilansir dari The Indian Express (17/11), mengonsumsi makanan pedas memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan jantung seperti diungkapkan dalam sebuah penelitian.


    1. Menyehatkan jantung

    Salah satu manfaat mengonsumsi makanan pedas adalah menyehatkan jantung, meski tidak berkaitan secara langsung. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Vinoth, ahli kardiologi di CARE Hospital Hitech City, Hyderabad, India.

    Dr. Vinoth menjelaskan kalau faktanya mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang, terutama yang mengandung capsaicin dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Lantaran capsaicin mengandung senyawa anti-inflamasi dan antioksidan.

    Makanan pedas yang bumbunya terbuat dari cabai mengandung senyawa capsaicin. Senyawa ini berkhasiat untuk menjaga imunitas tubuh. Khasiat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, yang keduanya terkait dengan penyakit jantung.

    2. Meningkatkan metabolisme

    4 Fakta Cabe Rawit Domba yang Ternyata dari Kota Tertua di Amerika4 Fakta Cabe Rawit Domba yang Ternyata dari Kota Tertua di Amerika Foto: Shutterstock/

    Capsaicin pada cabai ini juga diketahui dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang mendukung detoksifikasi. Jadi, makanan pedas dapat dikonsumsi untuk membantu mengelola berat badan, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

    3. Menurunkan tekanan darah

    Kandungan capsaicin pada makanan pedas (cabai) juga memberikan manfaat pada tekanan darah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa capsaicin dapat menurunkan tekanan darah yang juga mengurangi tekanan pada jantung.

    Meski sejumlah manfaatnya baik untuk tubuh, penting juga memperhatikan jumlah konsumsinya. Sebaiknya, tetap mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang.

    Jika terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan masalah pencernaan dan ketidaknyamanan. Hal ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan jantung.

    4. Cara mengonsumsi makanan pedas yang baik

    Dr. Vinoth juga menjelaskan cara terbaik mengonsumsi makanan pedas untuk sehari-hari. Pertama, tambahkan sedikit makanan pedas ke dalam menu harian agar tubuh dapat menyesuaikan.

    Pilih juga jenis bahan ‘pedas’ yang tak berlebihan. Seperti paprika, lada, atau cabe merah yang pedasnya tak menyengat. Kamu juga bisa memadukannya dengan tambahan rempah anti-inflamasi, seperti kunyit, jahe, dan bawang putih.

    Padukan makanan pedas itu dengan makanan yang bersifat dingin, seperti yogurt, alpukat, atau mentimun. Tubuh juga harus tetap terhidrasi agar sistem pencernaan tak terganggu.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Agar Tidur Nyenyak, Hindari Konsumsi 3 Makanan Sebelum Tidur


    Jakarta

    Agar kualitas tidur tak terganggu, ada beberapa jenis makanan yang patut dihindari. Seperti makanan mengandung lemak, gula, dan pedas.

    Lapar sebelum tidur memang kerap dirasakan oleh banyak orang. Biasanya diatasi dengan mengonsumsi camilan, tetapi perhatikan jenisnya, karena mengonsumsi makanan tidak sehat akan memberikan efek buruk bagi kesehatan.

    Dilansir dari Mirror (10/12), ada 3 jenis makanan yang tak baik dikonsumsi sebelum tidur. Menurut Rosey Davidson, penulis dan konsultan di Just Chill Baby Sleep makanan yang dikonsumsi seringkali memengaruhi kualitas tidur. Rosey menekankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, atau makanan pedas.


    Rosey menjelaskan, “Makanan memainkan peran penting dalam seberapa baik kita tidur, karena dapat memengrahui hormon dan pencernaan. Makanan yang kaya akan triptofan, magnesium, dan melatonin dapat meningkatkan relaksasi dan tidur yang lebih baik.”

    temuan baut pada pizzapizza Foto: site news / iStock

    Menurutnya makanan yang mengandung karbohidrat dapat membantu triptofan mencapai otak. Ini akan mendukung produksi serotonin dan melatonin yang dapat meningkatkan kualitas tidur.

    “Makan malam yang seimbang, seperti mengandung protein, lemak sehat, dan karbohidrat juga dapat menstabilkan kadar gula darah, sehingga mengurangi kemungkinan terbangun di malam hari,” jelasnya.

    Mengapa harus menghindari makanan tinggi lemak, gula, dan pedas?

    Tiga makanan yang mengandung tinggi lemak, gula, dan pedas itu patut dihindari sebelum tidur. Karena dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan yang mengganggu waktu tidur.

    Makanan pedas dapat menyebabkan mulas dan rasa tidak nyaman, ini dapat mengganggu tidur. Makanan berlemak tinggi atau berminyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sehingga lebih sulit untuk tidur.

    Sementara mengonsumsi terlalu banyak gula atau kafein menjelang tidur dapat menstimulasi tubuh secara berlebihan dan menunda waktu tidur.

    “Camilan manis juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berpotensi menyebabkan terbangun di malam hari. Sementara, makanan berprotein berat dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan gelisah ketika tidur,” lanjutnya.

    Gangguan tidur yang diakibatkan 3 jenis makanan ini juga telah dibahas dalam studi tahun 2016. Menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki pola makan lebih banyak lemak jenuh, gula, dan rendah serat akan mengganggu tidur. Studi ini juga membahas soal minuman berkafein, seperti kopi, dan alkohol dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk.

    Konsumsi kiwi dapat memperbaiki kualitas tidur

    manfaat kiwi untuk meningkatkan mood dan kesehatan mentalmanfaat kiwi untuk meningkatkan mood dan kesehatan mental Foto: Getty Images/iStockphoto

    Rosey menyarankan untuk mengonsumsi kiwi, karena memiliki manfaat yang dapat memperbaiki kualitas tidur. Hal ini dikarenakan kiwi mengandung banyak serotonin, prekursor melatonin, senyawa yang mengatur siklus tidur seseorang.

    Kiwi juga disebutkan banyak mengandung zat antioksidan dan folat. Kedua zat ini bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi otak.

    Selain itu, makanan lain yang baik untuk memperbaiki kualitas tidur adalah pisang. Karena mengandung magnesium, kalium, dan triptofan untuk merelaksasi otot dan saraf. Oat juga termasuk pilihan yang baik karena kaya akan melatonin dan karbohidrat kompleks.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Minum Teh Saat Sedang Makan Pedas, Ini Efek Sampingnya


    Jakarta

    Teh sering diminum untuk meredakan rasa pedas di lidah. Namun, kombinasi teh dan makanan pedas ternyata berefek buruk untuk kesehatan. Ini sebabnya.

    Selain kopi, teh juga menjadi minuman favorit banyak orang. Bahkan, beberapa orang suka mengandalkannya sebagai pereda usai menyantap makanan pedas.

    Meskipun enak dan cocok saja diminum setelah menyantap makanan pedas, tetapi kombinasi ini bukanlah pilihan tepat. Terlebih ketika racikannya dibuat dari jenis-jenis teh dengan kandungan kafein kuat, seperti teh hitam.


    Minum teh usai makan pedas sebenarnya bisa menimbulkan berbagai macam gejala yang menganggu. Oleh karenanya, kombinasi ini perlu dihindari.

    Melansir Times of India (05/12/2024), berikut alasan perlu menghindari minum teh saat makan pedas.

    1. Picu asam lambung naik dan mulas

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaKandungan teh jika dibarengi makan pedas bisa menyebabkan refluks asam. Foto: Getty Images/krblokhin

    Makanan pedas dikenal memicu refluks asam dan nyeri di dada atau tenggorokan pada sebagian orang.

    Teh hitam terutama mengandung tanin, berupa polifenol yang bisa mengiritasi lapisan lambung. Ketika diminum bersamaan dengan makanan pedas, bisa membuat iritasi lambung semakin buruk dan meningkatkan refluks asam.

    Kandungan tanin juga mampu meningkatkan produksi asam lambung, membuat perut justru merasa tidak nyaman dan semakin parah.

    2. Menyebabkan iritasi perut

    ilustrasi minum teh hijauMinum teh bareng makan pedas juga sebabkan iritasi perut. Foto: thinkstock

    Hampir semua teh, seperti teh hitam dan teh hijau mengandung kafein yang dapat mengiritasi sistem pencernaan.

    Kafein di dalam teh juga bisa meningkatkan produksi asam lambung di perut, yang mana jika dikombinasikan dengan makanan pedas, bisa semakin parah.

    Pasalnya, rempah pedas, seperti cabai mengandung senyawa capsaicin. Ketika dikonsumsi berlebihan bisa membuat perut iritasi.

    Lalu saat kafein bercampur dengan capsaicin, nantinya bisa memproduksi lebih banyak asam lambung di perut dan membuat sistem pencernaan semakin sensitif.

    Mereka yang lambungnya sensitif atau rentan terhadap tukak lambung bisa semakin parah kondisinya jika minum teh saat makan pedas. Mulai dari menyebabkan perut kembung, kram, dan rasa tidak nyaman.

    Jika ingin tetap minum teh dan menghindari efek kafeinnya, bisa pilih racikan teh herbal.

    Alasan lain mengapa minum teh usai makan pedas bahaya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kandungan tanin menganggu pencernaan

    Teh hitamKandngan teh sepertu tanin jika digabung kengan kandungan dalam makanan pedas bisa mneganggu pencernaan. Foto: iStock

    Tanin merupakan salah satu kandungan kafein yang dapat ditemukan dalam banyak jenis teh. Kandungan ini pun dapat menganggu penyerapan nutrisi, terutama jika dikonsumsi bersama makanan pedas.

    Senyawa ini memiliki kemampuan untuk mengikat protein dan mineral tertentu, seperti zat besi, sehingga mengurangi bioavailabilitasnya.

    Makanan pedas mungkin mengandung bahan yang bisa membantu pencernaan, tetapi jika dikombinasikan dengan teh yang mengandung tanin, penyerapan nutrisi dari makanan pedas pun terhambat.

    4. Bisa sebabkan sensasi terbakar

    Makanan pedas juga dapat menyebabkan sensasi terbakar di mulut karena kandungan capsaicin (senyawa yang bertanggung jawab atas rasa pedas).

    Dalam hal ini, susu atau yogurt mungkin efektif menetralkan sensasi panas tersebut. Namun, tidak dengan teh yang justru semakin memperparah rasa terbakar karena suhu dan keasamannya bisa memperparah selaput lendir di mulut.

    Oleh karenanya, teh hanya akan membuat sensasi panas terbakar lebih kuat. Terutama ketika minum teh yang disajikan dalam keadaan panas.

    5. Gangguan pencernaan

    Kandungan kafein dan tanin di dalam teh juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, perut bergas, atau mual, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

    Ketika teh dipasangkan dengan makanan pedas, efek ini bisa lebih parah. Sebab, di dalam cabai terkandung senyawa yang dapat meningkatkan gangguan motilitas usus (kondisi ketika usus tidak bisa mendorong makanan dengan baik karena adanya gangguan pada saraf atau otot usus) dan mengiritasi lapisan lambung.

    Minum teh dibarengi makan makanan yang mengandung senyawa seperti itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan di perut yang lebih parah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Pedas Bisa Bikin Kurus? Begini Kata Ahli


    Jakarta

    Konsumsi makanan pedas kerap dianggap membantu menurunkan berat badan. Benarkah? Ternyata begini penjelasan ahli gizi.

    Konsumsi beberapa makanan dipercaya dapat menyehatkan berkat beragam kandungan nutrisinya. Salah satunya makanan sehat yang terkenal dengan manfaat membantu menurunkan berat badan.

    Hal ini pun menggelitik para pakar. Melansir Independent (17/6), Dr. Paige Cunningham dari Pennsylvania State University menyarankan konsumsi makanan pedas untuk menekan nafsu makan.


    “Sesederhana menambahkan makanan cabai ke dalam makanan tidak hanya membantu menambah rasanya menjadi lebih pedas tetapi juga dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi,” jelas Cunningham.

    Slurpp! 20 Bakso Aci yang Pedas Kenyal Ada di SiniMakanan pedas kerap dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. Foto: Instagram

    Pernyataan tersebut dilontarkan setelah ia melakukan penelitian yang dipublikasi pada jurnal Food Quality and Preference. Dalam pengamatannya ditemukan bahwa laju makan akan melambat dan asupan makanan bakal berkurang saat rasa pedas meningkat.

    Selain itu, pengaruh kandungan capsaicin dalam cabai juga mampu meningkatkan suhu tubuh. Komponen ini dipercaya memicu produksi panas tubuh dan organisme untuk meningkatkan metabolisme.

    Ahli gizi Haley Robinson dari Piedmont Atlanta Hospital membenarkan hal tersebut. Ia menambahkan capsaicin juga dapat membantu meningkatkan suhu dan metabolisme sambil membakar kalori dalam tubuh.

    “Penelitian menunjukkan bahwa itu (capsaicin) meningkatkan metabolisme sampai 5%,” kata Robinson.

    Tragis! Kisah Influencer Tewas karena Terlalu Sering Makan PedasTernyata kandungan capsaicin dalam cabai menjadi sumber khasiatnya. Foto: Site News

    Patricia Bridget Lane, ahli gizi dari Cleveland Clinic, juga mengemukakan hasil penelitian lainnya. Ia menyebut capsaicin memiliki pengaruh yang secara spesifik merujuk pada otak.

    “Ada beberapa riset yang menunjukkan kinerja capsaicin pada hypothalamus, yaitu bagian pada otak yang mengendalikan lapar dan kenyang,” ungkap Lane.

    Para peneliti dari Harvard juga mengemukakan bahwa orang yang konsumsi cabai memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat sakit jantung. Setidaknya konsumsi makanan pedas satu kali seminggu dapat menurunkan risikonya hingga 14%.

    Namun, ada beberapa hal yang juga perlu diingat. Pertama, belum ada penelitian yang membuktikan semakin pedas cabai yang digunakan maka semakin efektif hasilnya. Kedua, hindari konsumsi lemak, garam, serta porsi makan yang berlebihan saat menikmati makanan pedas.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Pedas Bikin Panjang Umur! Begini Penjelasan Ahli


    Jakarta

    Siapa sangka, rahasia umur panjang ada di balik rasa pedas makanan favorit. Makanan pedas yang mengandung cabai ternyata berkhasiat dan bikin panjang umur.

    Bukan sekadar pemuas selera, makanan pedas ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan yang sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian.

    Mulai dari bantu mengontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, sampai memberi efek positif bagi suasana hati dan sistem pencernaan.


    Dilansir dari Fox News, Jumat (04/07/2025), Bryan Quoc Le, PhD, seorang ilmuwan pangan dari Mendocino Food Consulting, mengungkapkan senyawa bernama capsaicin yang merupakan sumber rasa pedas dalam cabai punya efek luar biasa.

    Menurutnya capsaicin bisa mengubah komposisi bakteri dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri baik, dan menekan bakteri jahat. Sehingga tubuh dipicu untuk memproduksi asam amino triptofan yang kemudian menghasilkan serotonin, zat kimia yang berperan penting untuk mengatur mood, tidur, dan sistem pencernaan.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Tak perlu menyantap makanan pedas ekstrem, Le bilang menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan sudah cukup. Dosis kecil capsaicin, sekitar 0,01% dari makanan sehari-hari cukup memberi efek positif tanpa bikin perut melilit.

    Salah satu cara paling mudah menikmatinya adalah dengan menambahkan saus sambal ke dalam makanan. Le menyarankan untuk menambahkannya pada hidangan gurih seperti semur, ayam panggang, taco, atau masakan berbahan dasar daging lainnya. Asal saus sambal itu harus menyatu dengan rasa makanan, bukan malah mendominasi.

    Buat yang belum terbiasa makan pedas, tak perlu langsung memaksakan diri menyantap makanan super pedas. Menyesuaikan ketahanan lidah dan perut terhadap rasa pedas juga perlu diperhatikan, mulai dari yang pedasnya lebih ringan.

    Soal makanan pedas, bukan hanya ilmu modern yang bicara. Ken Grey, praktisi pengobatan tradisional dari Florida, Amerika, juga percaya bahwa makanan pedas punya peran besar untuk usus halus dan jantung.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Ia mengatakan makanan dan rempah pedas seperti cabai, jahe, kayu manis, cengkeh, dan bawang putih bisa membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat metabolisme, dan mendukung kesehatan pencernaan serta jantung. Bahkan menurutnya bumbu pedas juga bisa membantu proses penurunan berat badan.

    Tapi seperti hal lainnya, kuncinya tetap ada pada keseimbangan. Grey mengingatkan agar orang-orang tidak berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

    Kalau terlalu banyak, tubuh bisa bereaksi negatif mulai dari batuk, perut perih, asam lambung naik, diare, sampai sakit kepala. Jadi walaupun cabai memang sehat, bukan berarti bisa disantap semaunya.

    Ia juga menyoroti bagaimana budaya-budaya di dunia telah lama mengandalkan cabai dan rempah sebagai bagian dari pola makan sehat. Di Meksiko dan Guatemala, misalnya, cabai membantu penyerapan zat besi dari makanan berbasis jagung.

    Di Asia, cabai dipakai karena sifat antimikrobanya yang bisa melawan parasit. Sementara di Indonesia, cabai sudah menjadi bumbu wajib dalam berbagai masakan mulai dari sambal, semur sampai olahan seafood.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Suka Makan Pedas? Ternyata Ini Dampaknya untuk Jantung


    Jakarta

    Sensasi pedas diklaim bikin makanan terasa makin lezat dan menggugah selera. Selain itu makanan pedas juga ternyata bagus untuk kesehatan jantung.

    Makanan pedas kembali menjadi sorotan setelah sebuah penelitian terbaru dari Provinsi Sichuan, China, menemukan kaitan antara konsumsi cabai dengan kesehatan jantung.

    Analisis terhadap 54.859 orang dewasa menunjukkanpartisipanyang rutin mengonsumsi makanan pedas 6-7 kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan aliran darah ke jantung berkurang akibat penyumbatan. Begitu pula dengan resiko penyakit serebrovaskular hingga stroke iskemik yang berkurang dari konsumsi cabai.


    Dilansir dari Earth (11/09/2025), kandungan utama dalam cabai, yaitu capsaicin, menjadi sumber khasiatnya. Senyawa tersebut tidak hanya memberi sensasi pedas di lidah, tetapi juga merangsang produksi alami nitrogen monoksida di dalam tubuh.

    Beberapa cabai merah besar digenggam dua tanganBeberapa cabai merah besar digenggam dua tangan Foto: pvproductions/Freepik

    Nitrogen monoksida (nitric oxide) membantu merelaksasi pembuluh darah, melancarkan aliran darah, serta menurunkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, hal ini mendukung kesehatan dinding arteri, menjaga kelenturannya, dan meringankan beban kerja jantung.

    Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya. Studi di China tahun 2004-2013 menemukan bahwa konsumsi cabai enam hingga tujuh kali per minggu menurunkan risiko kematian sebesar 14%.

    Sementara itu, riset di Italia mengungkap bahwa orang yang makan cabai lebih dari empat kali seminggu memiliki angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, bahkan ketika pola makan mereka tidak mengikuti diet Mediterania.

    Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa konsumsi cabai bukanlah obat mujarab untuk mencegah penyakit jantung. Hasil ini bersifat observasional, sehingga tidak bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara mutlak. Namun, konsistensi temuan di berbagai negara menunjukkan adanya manfaat nyata dari cabai yang layak dipertimbangkan.

    Makanan pedasMakanan pedas Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam praktik sehari-hari, efek positif tersebut lebih terlihat pada konsumsi cabai dengan tingkat kepedasan ringan hingga sedang, bukan pada pola pedas ekstrem.

    Penggunaan cabai sebagai bumbu dalam masakan rumahan dinilai cukup untuk memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko, selama dikonsumsi sesuai toleransi tubuh dan tentunya tidak berlebihan.

    Para ahli menilai langkah berikutnya adalah meneliti lebih jauh bagaimana capsaicin mempengaruhi tekanan darah, kolesterol, serta fungsi pembuluh darah manusia dalam jangka panjang.

    Jika tubuh Anda nyaman dan terbiasa dengan makanan pedas, menjadikannya bagian dari pola makan teratur tampaknya bisa memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung dan otak.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Seks, Bikin Gairah Auto ‘Ngedrop’

    Jakarta

    Beberapa jenis makanan memang sebaiknya dihindari sebelum pasangan suami istri masuk ke dalam sesi bercinta. Pasalnya, makanan-makanan ini dapat membuat gairah seksual ‘ngedrop’.

    Gairah seksual yang menurun, tentu membuat sesi bercinta tak lagi menyenangkan. Bahkan, hal ini dapat memicu adanya masalah seperti stres.

    Dikutip dari Healthshots berikut adalah sederet makanan yang wajib dihindari sebelum bercinta. Apa saja?


    1. Keju

    Mengonsumsi keju seperti mozzarella, ricotta, atau bahkan keju cottage sebelum naik ke ranjang dapat menyebabkan masalah pada perut. Hal ini karena keju mengandung laktosa yang tinggi, dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang parah pada perut mereka yang tidak toleran.

    2. Makanan Pedas

    Makanan pedas juga wajib dihindari sebelum naik ke ranjang. Pasalnya, pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Seseorang mungkin akan merasa mulas dan ingin buang air besar.

    3. Bawang Merah dan Bawang Putih

    Bawang merah dan bawang putih dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini tentu akan membuat pasangan menjadi tidak nyaman saat berhubungan seks. Selain itu, keduanya juga dapat mengubah bau sekresi jadi tidak sedap, seperti keringat.

    4. Alkohol

    Minuman beralkohol mampu merusak gairah seksual seseorang. Alkohol meningkatkan melatonin, hormon yang menyebabkan tidur dan juga mengubah libido, sehingga seseorang akan merasa lesu dan tidak bergairah untuk seks.

    5. Makanan Asin

    Garam dapat membuat seseorang merasa kembung dalam waktu singkat. Selain itu, makanan asin juga dapat mencegah seseorang mencapai orgasme karena aliran darah yang berkurang.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy