Tag: makanan unik

  • Baru di Jakarta! Roti Canai Gulung Puluhan Rasa Unik dari Malaysia


    Jakarta

    Restoran baru yang berlokasi di Gandaria City ini menawarkan menu unik berupa roti canai. Namun, roti canainya digulung seperti kebab. Begini tampilannya!

    Rekomendasi restoran baru kembali bermunculan di Jakarta Selatan. Ada restoran baru asal Malaysia yang membuka cabang pertamanya di Jakarta, yaitu Rollti.


    Cabang pertama Rollti di Jakarta berlokasi di Gandaria City, Jakarta Selatan. Tepatnya berada di lantai 2 dengan konsep restoran yang santai menggabungkan antara restoran dan kafe.

    Punya 6 Cabang di Malaysia

    Rollti dari Malaysia buka cabang di Gandaria City Jakarta SelatanRollti dari Malaysia buka cabang di Gandaria City Jakarta Selatan Foto: dok. Rollti Indonesia

    Sebelum buka di Jakarta, Rollti sudah cukup ternama di Malaysia. Karena sajian menunya yang unik membuat Rollti banyak disukai.

    Apalagi bahan utamanya berupa roti canai yang memang menjadi salah satu kuliner andalan Malaysia. Setidaknya mereka telah memiliki 6 cabang di Malaysia yang tersebar di The Starling Mall hingga Nu Sentral.

    Kini mereka melakukan ekspansi dengan membuka cabangnya di Jakarta. Fred Chan selaku Pemilik sekaligus Pendiri Rollti mengungkapkan harapannya agar Rollti dapat diterima dengan baik di Indonesia.

    “Untuk mengenalkan Rollti pada masyarakat Indonesia, kami memilih membuka gerai pertama di Gandaria City Mall, yang dikenal sebagai destinasi pusat kuliner dan gaya hidup masyarakat Jakarta,” kata Fred Chan.

    Fred juga menceritakan proses hadirnya Rollti “Saya mendirikan restoran ini karena roti canai itu favorit saya dan makanan masa kecil. Tapi saya ingin roti ini bisa dikenal luas, oleh karena itu saya hadirkan menu roti canai gulung yang mirip seperti sandwich wraps atau kebab.”

    Puluhan Menu Sesuaikan Selera Pelanggan

    Rollti dari Malaysia buka cabang di Gandaria City Jakarta SelatanMenu yang ditawarka Rollti Malaysia Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Pilihan menu yang ditawarkan oleh Rollti juga sangat beragam, setidaknya ada 20 lebih menu yang hadir di cabang Gandaria City. Tak hanya menu signature varian Chill Lah Grill Lah, tapi juga perpaduan menu Asia dan Nusantara.

    Rollti menghadirkan beberapa menu spesial yang hanya tersedia di gerai Indonesia. Untuk menu yang menyesuaikan lidah Indonesia, ada varian Rindu Ijo (sambal hijau), Sate Puas, Rindu Rendang, Matah Hatiku (sambal matah), dan Sambal Meletup.

    Lalu untuk variasi menu khas Asia dari berbagai negara ada Teri Yakin Lah (saus teriyaki) dan Hot Seoulmate (saus gochujang). Puluhan menu yang ditawarkan Rollti ini bisa dinikmati dengan pilihan 3 jenis protein, yaitu daging ayam, daging sapi, dan daging domba.

    Variasi menu vegie juga tersedia. Di antaranya ada Telur Mushroom Badamboom, Vege Saja, dan Sambal Telur Meletup. Pilihan lebih sehat ada 3 varian salad bowl.

    Uniknya mereka juga memiliki variasi roti canai gulung sebagai dessert. Terdiri atas 7 menu dengan cita rasa manis, seperti Nana Choco, Bananutella, hingga Durian Royale.

    Cicip Roti Canai Gulung Chill Lah Grill Lah

    Rollti dari Malaysia buka cabang di Gandaria City Jakarta SelatanPaket combo Chill Lah Grill Lah di Rollti Indonesia Foto: dok. Rollti Indonesia

    detikFood berkesempatan mencoba roti canai dengan varian Chill Lah Grill Lah. Kami memesannya dengan isian daging domba dan ukurannya besar. Harga per porsinya Rp 75.000.

    Karena menggunakan roti canai sebagai pembungkusnya, teksturnya lebih flaky dibandingkan tortilla. Variasi Chill Lah Grill Lah ini terdiri atas kol ungu, bawang bombay, daging domba, dan saus dhal.

    Untuk kondimen isinya tidak begitu gurih, ada sensasi saus dhal yang berserat. Karena saus dhal ini terbuat dari biji lentil.

    Rollti bisa menjadi pilihan menu yang mengenyangkan sekaligus praktis. Bisa juga menjadi opsi lebih sehat untuk dinikmati saat olahraga atau diet.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hanya Ada 30 Burger Rumahan Setiap Hari Buatan Cancer Survivor


    Jakarta

    Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, ada burger rumahan yang terbilang ‘hidden gem’. Setiap harinya hanya menawarkan 30 porsi burger saja dan cepat habis!

    Burger merupakan sajian sandwich yang populer di berbagai negara. Terdiri atas roti bun dengan isian daging patty. Untuk pelengkapnya bisa disajikan dengan acar (pickle), bawang bombay, dan lainnya.

    Jenis burger juga terbilang beragam. Paling populer memang burger ala Amerika yang patty-nya juicy dengan bumbu hanya garam dan merica. Namun, ada juga burger ala Timur Tengah yang bumbu daging patty-nya lebih berempah.


    Burger dengan Cita Rasa Timur Tengah

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Barubeef patty ala Jungen Joint Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Salah satu yang menawarkan kreasi burger dengan cita rasa Timur Tengah adalah Jungen Joint. Sebenarnya kreasinya juga terdiri atas roti bun, pickle, saus mayones, bawang bombay, keju, dan patty.

    Cita rasa Timur Tengah dihadirkan pada pada patty-nya. Dewi, sang pemilik Jungen Joint mengatakan kalau ia meracik patty itu menggunakan 5 bumbu rempah khas Timur Tengah.

    “Kita pakai 5 bumbu ala Timur Tengah, jadi rasa rempahnya memang dominan. Bumbunya rahasia, tapi tidak ada kunyit. Jadi rasanya bukan arah ke kari,” ungkap Dewi kepada detikFood (21/10/2025).

    Lokasi Tersembunyi di Kawasan Pasar Baru

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Lokasi Jungen Joint tak jauh dari area Pasar Baru dan Gereja Ayam. Tepatnya menempati area teras sebuah rumah di Jalan Kelinci Raya No.30, Swah Besar, Jakarta Pusat.

    Tempat makan burger satu ini sering disebut ‘Jungen Joint’ karena memang tak banyak yang tahu. Jungen Joint mulai dikenal karena banyak yang mengulasnya di media sosial dan berhasil membuat penasaran.

    Selain karena rasa burgernya, banyak orang penasaran karena porsi yang ditawarkan sangat sedikit. Jadi banyak orang sering kehabisan saat sampai ke sana.

    Detail Informasi (Jungen Joint)
    Nama Tempat Makan Jungen Joint
    Alamat Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
    No Telp
    Jam Operasional 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Estimasi Harga Rp 60.000 – Rp 90.000
    Tipe Kuliner Burger
    Fasilitas
    • Cash/QRIS
    • Dine in / Takeway

    Hanya Jual 30 Porsi Burger

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruDewi, pemilik Jungen Joint di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jumlah burger yang ditawarkan per harinya adalah 30 porsi saja. Dewi mengaku tak akan menambahkan kuotanya karena berkomitmen pada dirinya sendiri.

    “Capek kalau banyak-banyak porsinya. Karena aku cancer survivor (penyintas kanker) ya, jadi enggak boleh capek-capek. Harus work life balance (kerja dan hidup yang seimbang). Saya mencoba mendengarkan tubuh saya saja,” cerita Dewi.

    “Tiga puluh porsi itu cukup untuk saya. Hal terpenting bisa merasa bahagia saja, jadi tidak akan menambah porsi,” lanjutnya.

    Untuk diketahui, Dewi adalah seorang penyintas kanker selama 8 tahun. Kini ia mengisi harinya dengan berjualan burger di rumah bersama seorang putra.

    Menu burger yang ditawarkan hanya ada 3, yaitu Jungen Signature, Jungen +, dan The Franck. Perbedaannya ada pada kondimen yang ditambahkan ke sajian burger masing-masing.

    Nama Jungen sendiri juga diambil dari marga keluarga suaminya. Ia juga mengaku tidak memiliki pengalaman di bidang F&B, karena dulunya ia adalah seorang produser di industri periklanan.

    “Jungen itu berasal dari nama marga almarhum suami saya,” kata Dewi.

    “Karena ini usaha rumahan, jadi saya gunakan nama itu,” lanjutnya.

    Cita Rasa Burger Jungen Joint

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    detikFood mencoba dua menu burger yang ditawarkan oleh Jungen Joint. Keduanya adalah Jungen Signature (Rp 60.000) dan The Franck (Rp 72.000).

    Perbedaan dua menu ini ada pada isian kondimen burger. Pada Jungen Joint hanya terdiri atas roti brioche bun, single beef patty, keju cheddar, pickle, dan caramelized onion.

    Sementara untuk The Franck lebih komplet, karena ada tambahan telur mata sapi, beef bacon, dan onion ring. Cita rasa The Franck ini lebih kompleks karena ada tambahan sensasi gurih dari beef bacon dan telur mata sapi, juga tekstur renyah dari onion ring.

    Untuk Jungen Signature rasanya lebih sederhana, tapi beef patty mereka tetap dominan. Sensasi rempah yang membuatnya berbeda, tercecap jejak rasa rempah jinten. Apalagi patty mereka juga sangat lembut.

    Dewi mengungkapkan, “Di sini 100 persen pakai daging sapi, kita nggak ada campuran tepung. Ada tambahan rempahnya yang bikin rasa dominan.”

    “Pickle juga kita buat sendiri, rasa asamnya kita minimalisir jadi ada sentuhan manisnya. Caramelized onion juga kita masak slow cooked selama 12 jam, terus mayonesnya juga handmade,” pungkasnya.

    Buat yang penasaran ingin mencoba Jungen Joint, harus datang pukul 11.00 WIB agar masih bisa mencicipinya. Kalau akhir pekan, antrenya cukup panjang dan setiap Senin libur.

    Jungen Joint

    Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru,
    Sawah Besar, Jakarta Pusat
    Jam operasional: 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Instagram @jungen.joint

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com