Tag: mamalia

  • Kutu Busuk di Kasur? Kenali Tanda-tandanya dan Segera Basmi!



    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu hama yang bisa ada di dalam rumah. Keberadaannya sangat mengganggu karena bisa menggigit kulit manusia.

    Biasanya kutu busuk berada di area gelap yang tidak terpapar sinar matahari. Selain itu parasit ini juga menyukai area sumber makanannya, salah satunya adalah kasur.

    Lalu bagaimana caranya kita bisa mengetahui rumah kita sudah dihuni kutu busuk? Berikut penjelasannya.


    Apa Itu Kutu Busuk?

    Melansir Rentokil, kutu busuk merupakan serangga ektoparasit yang menghisap darah mamalia, termasuk manusia, sebagai sumber makanan. Ektoparasit atau parasit eksternal mengacu pada kecenderungan mereka hidup di luar tubuh inang.

    Bentuk kutu busuk oval dan pipih dengan kaki tebal, serta tanpa sayap. Panjang kutu busuk dewasa sekitar 5 hingga 6 mm dan akan bertambah menjadi 7 mm jika sudah meminum darah dari inang mereka.

    Kutu busuk termasuk hewan nokturnal sehingga aktif menggigit manusia pada malam hari. Umumnya, mereka menggigit manusia antara pukul 1 hingga 5 pagi. Efek gigitan kutu busuk biasanya baru akan terasa di siang hari.

    Tanda-Tanda Kasur Dihuni oleh Kutu Busuk

    Kamu tidak perlu digigit terlebih dahulu untuk mengetahui kutu busuk sedang menyerang rumah, khususnya kasur tidur. Ada beberapa tanda keberadaan kutu busuk di kasur tidur kita. Apa saja? Berikut tanda-tanda keberadaan kutu busuk di kasur dikutip dari Sleep Foundation.

    Adanya Kutu Busuk yang Masih Hidup

    Kutu busuk muda memiliki warna putih atau bening. Sementara itu, kutu busuk dewasa berwarna coklat kemerahan. Carilah keberadaan kutu busuk di area pegas, celah-celah bingkai, dan kepala tempat tidurmu. Kutu busuk biasanya menyukai area yang gelap. Maka, carilah keberadaan mereka ke sudut-sudut kasur. Gunakan senter bila diperlukan.

    Cangkang Kulit

    Kutu busuk juga kerap meninggalkan cangkang kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Jika kamu menemukannya di sepanjang jahitan kasur atau di sudut-sudut perabot, artinya kasurnya sedang dihuni oleh kutu busuk.

    Telur Kutu Busuk

    Telur kutu busuk berbentuk oval dan berwarna putih. Meskipun ukurannya kecil dan sulit dikenali daripada kutu busuk itu sendiri, cobalah cek area sudut-sudut kasurmu. Jangan sampai telur tersebut menetas dan menjadi kutu busuk.

    Adanya Bekas Kotoran dan Darah

    Bekas kotoran kutu busuk biasanya meninggalkan bintik-bintik hitam atau coklat di kasur. Hal ini menandakan adanya kutu busuk di kasurmu. Selain itu, noda darah berwarna merah dan berkarat juga merupakan tanda keberadaan kutu busuk di kasur.

    Kasur Berbau Apak

    Bau apak pada kasur bisa menjadi tanda keberadaan kutu busuk di kasurmu. Segeralah cek tanda-tanda lainnya jika kamu sudah mencium bau tak sedap tersebut di kasur.

    Bekas Gigitan di Kulit

    Jika kamu menemukan tanda merah kecil yang gatal di kulit, bisa jadi itu disebabkan oleh gigitan kutu busuk. Segeralah cek kasur secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda keberadaan kutu busuk lainnya.

    Cara Mencegah Kutu Busuk di Kasur

    Nah, agar kasurmu terhindar dari serangan kutu busuk, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Melansir Sleep Foundation, Senin (27/11/2023), berikut cara mencegah kutu busuk di kasur tidur.

    • Gunakan penutup kasur atau seprai untuk mencegah kutu busuk berkembang biak di kasur.
    • Sering-seringlah menyedot debu untuk menyingkirkan kutu busuk yang mungkin menyelinap ke dalam kasur.
    • Jaga rumahmu tetap rapi dan bersih agar kutu busuk tidak memiliki banyak tempat untuk bersembunyi.
    • Setelah bepergian, periksa koper untuk mencari kutu busuk dan segera cuci pakaian yang kamu kenakan.
    • Periksa dengan seksama setiap furnitur bekas apakah ada kutu busuk sebelum membelinya.

    Demikianlah tanda-tanda keberadaan kutu busuk di kasur. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 5 Cara Aman Usir Kelelawar dari Rumah


    Jakarta

    Kelelawar sering kali beterbangan di sekitar rumah, terutama saat malam hari. Terkadang, kelelawar juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atap yang terbuka.

    Kehadiran kelelawar di dalam rumah tentu bikin resah penghuninya karena bisa menimbulkan suara berisik hingga membawa penyakit berbahaya. Belum lagi kotoran kelelawar yang dapat memicu bau tak sedap.

    Perlu diketahui, kelelawar termasuk hewan yang tertarik pada rumah karena hangat dan terasa aman. Dengan tingginya urbanisasi, mamalia terbang ini sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia sehingga mereka tidak merasa takut.


    Namun sebaliknya, ada banyak orang yang merasa khawatir dengan kehadiran kelelawar di rumah. Untuk mengusirnya, ada sejumlah cara aman yang bisa diterapkan. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Aman Usir Kelelawar di Rumah

    Jika kamu ingin mengusir kelelawar sendiri dari rumah, sebaiknya jangan dilakukan sembarangan. Dilansir situs Homes and Gardens, berikut cara aman mengusir kelelawar:

    1. Cari Jalur Masuk Kelelawar

    Langkah yang pertama dalam mencari jalur masuk kelelawar ke dalam rumah. Cobalah cari celah-celah kecil di sekitar atap dan loteng. Agar lebih mudah, kamu dapat mengamati jalur masuk kelelawar ke dalam rumah saat malam hari.

    “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari titik masuk. Kelelawar bisa masuk melalui celah dan retakan kecil, sekecil setengah inci,” kata AH David pemilik Pest Control Weekly.

    2. Singkirkan Sumber Makanan

    Salah satu alasan kelelawar sering datang ke rumah karena mungkin terdapat sumber makanan. Sebab, kelelawar sering memakan hama kecil seperti serangga.

    Meski begitu, tak semua kelelawar memakan serangga karena ada beberapa jenis spesies yang pemakan buah. Jika kelelawar diketahui pemakan serangga, cobalah bersihkan bagian atap dan loteng rumah karena bisa jadi terdapat sarang serangga.

    Apabila kelelawar memakan buah yang ada di halaman rumah, coba lindungi pohon tersebut dengan jaring khusus agar mamalia tersebut tidak bisa mengambilnya.

    3. Pasang Lampu Terang

    Kelelawar merupakan hewan nokturnal dan menyukai kondisi cahaya redup. Maka tak heran hewan satu ini sering bersembunyi di tempat gelap.

    Peter Gros selaku pakar satwa liar menyarankan agar memasang lampu terang di loteng dan halaman rumah. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mengusir kelelawar dan mencegah mereka bersarang di dalam rumah.

    4. Pakai Bahan Alami

    Cobalah gunakan beberapa bahan alami untuk mengusir kelelawar, seperti minyak esensial rasa peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Jika ingin menggunakan minyak esensial sebagai bahan utama, campurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula.

    Setelah itu, aduk seluruh bahan hingga merata dan tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan cairan ke sarang atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mengusirnya.

    5. Bersihkan Area yang Dihinggapi Kelelawar

    Kelelawar akan berusaha mencium area tempat tinggalnya untuk menandai wilayah dan menemukan rumah mereka. Agar mereka tidak datang lagi, segera bersihkan area tersebut hingga bersih.

    Kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus yang wangi dan ampuh untuk mengusir sisa kotorannya. Gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan juga masker saat membersihkan sarang kelelawar agar tidak terpapar penyakit.

    Kalau menemukan ada celah di atap rumah, sebaiknya segera diperbaiki agar kelelawar tidak datang kembali untuk membuat sarang baru.

    Demikian lima tips mengusir kelelawar dari rumah dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengejar Lumba-lumba di Laut Bali Utara



    Jakarta

    Aktivitas seru yang selalu diminati wisatawan di Bali Utara adalah melihat lumba-lumba. Dari atas kapal, traveler bisa melihat mamalia pintar itu berenang berkelompok, lho.

    Traveler datang saja ke Pantai Lovina. Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini.

    Adapun waktu untuk melihat lumba-lumba berenang ini adalah pagi hari. detikTravel berkesempatan juga naik kapal dari Lovina Beach Club.


    Kami berangkat pada pukul 06.00 Wita di hari Sabtu (11/8/2024) pagi. Setelah 10 menit kapal melaju, kami melihat puluhan perahu lain juga datang dari arah berbeda menuju titik melihat lumba-lumba.

    Kagetnya saya ternyata ramai sekali yang bersemangat melihat lumba-lumba di Lovina. Mungkin saat itu lebih seratus perahu motor melaju membawa turis.

    Perahu yang kami naiki ini mampu membawa 15 orang. Mengenakan life jacket, kami berpegangan ke perahu supaya tetap stabil melewati ombak.

    Pantauan detikTravel, perahu lain yang datang juga membawa 2-7 turis di dalamnya. Jadi bisa bayangkan betapa ramainya ratusan kapal ini ‘berburu lumba-lumba’ yang menggemaskan itu.

    Setelah 25 menit di laut, barulah kami melihat titik punggung beberapa ekor lumba-lumba. Teriakan turis yang terlalu bersemangat saling bersautan di tengah deru kapal.

    Namun lumba-lumba ini hanya muncul sekilas saja. Ya hanya 3 detik lalu tak muncul lagi.

    Perahu kami pun terus melaju, begitu juga dengan ratusan perahu lain. Para pengemudi mencoba mencari titik lain untuk memuaskan penumpang nya yang haus menonton lumba-lumba.

    Sekitar 10 menit kemudian, muncullah beberapa lumba-lumba di belakang perahu kami. Sungguh kami excited dan merasa beruntung sekali mendapatkan momen ini. Namun 3 detik kemudian, kawanan lumba-lumba itu hilang.

    Dari ratusan perahu yang melaju, kami salah satu penumpang yang beruntung bisa bertemu lumba-lumba. Tak patah arang, perahu-perahu lain pun masih mencoba menuju titik lain.

    Namun setelah 10 menit, tak jua ada penampakan kawanan lumba-lumba tersebut. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke pantai.

    Berapa biaya Dolphin tour di Lovina Beach Club?

    Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

    Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

    Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Yang Menarik dari Raja Ampat, ‘Surga’ Dunia yang Terancam Tambang Nikel


    Waisai

    Raja Ampat, sebuah kepulauan di Papua Barat Daya, Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai surga bawah laut, tetapi juga sebagai simbol penting dari keanekaragaman hayati dunia.

    Pesona Raja Ampat sudah tak perlu diragukan lagi, keindahannya membuat wisatawan dari manapun rela menempuh waktu lama untuk menikmati keindahan serpihan surga kecil itu. Namun kini di balik keindahannya, Raja Ampat menghadapi tantangan besar yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan, terlebih pengerukan untuk tambang nikel.

    Dengan adanya tambang tersebut, lamat-laun keindahan Raja Ampat sangatlah mungkin tercemar bahkan hilang pesonanya. Tapi buat traveler yang masih penasaran seberapa indah pesona Raja Ampat, berikut detikTravel spil fakta-fakta menariknya.


    1. Keragaman Pesona Hayati

    Raja Ampat memiliki lebih dari 1.500 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang, sekitar 75% dari total spesies di dunia yang menjadikannya wilayah dengan biodiversitas laut tertinggi di dunia.

    Di perairan Raja Ampat juga punya 6 dari7 jenis penyu yang terancam punya dan terdapat 17 spesies hewan mamalia laut.

    2. Tujuan Diving Favorit

    Wisatawan dari penjuru dunia manapun telah menetapkan keindahan alam bawah laut Raja Ampat ini sebagai destinasi terbaik untuk diving. Bukan tanpa alasan, selain ekosistem bawah laut yang terjaga, tentunya karena air lautnya yang jernih membuat pandangan tak terhalang.

    Salah satu spotnya adalah Cape Kri, area tersebut mendapatkan rekor dunia dengan jumlah spesies ikan paling banyak dalam satu kali penyelaman. Adapun spot Manta Sandy, yang jadi spot untuk bertemu ikan pari manta.

    Gisella Anastasia di Raja AmpatGisella Anastasia di Raja Ampat. (Gisella Anastasia/Instagram)

    3. Pesona Darat Raja Ampat

    Tak kalah menariknya, di darat, Raja Ampat menjadi habitat bagi burung-burung eksotis yang menawan. Mulai dari cendrawasih, nuri, kakaktua hingga maleo. Adapun mamalia lainnya seperti kuskus dan juga kanguru pohon.

    Belum lagi ekosistem flora di Raja Ampat juga tak kalah menakjubkannya. Sehingga ekosistem Raja Ampat ini begitu menarik untuk dinikmati traveler saat berkunjung ke wilaya tersebut.

    4. Punya 4 Pulau Utama dari Ribuan Pulau

    Raja Ampat adalah wilayah kepualan yang kurang lebihnya memiliki 1.800 pulau. Dari banyaknya pulau tersebut, yang menjadi favorit kunjungan wisatawan berada di empat pulau besar di sana: Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

    Salah satu contoh destinasi menarik di tiap pulau itu, misalnya, di Pulau Waigeo ada hutan hutan tropis yang jadi rumah untuk burung cendarawasih, lalu di Pulau Misool yang ada destinasi favorit bernama Danau Lenmakana.

    Adapun di Pulau Salawati merupakan pulau yang lebih sepi daripada Waigeo dan Misool, sehingga wisatawan yang ingin lebih tenang bisa berada di pulau ini. Dan terakhir, Pulau Batanta punya spot menarik yakni sebagai rumah dari puluhan jenis anggrek yang mengagumkan.

    5. Legenda Nama Raja Ampat

    Raja Ampat punya arti raja empat, yang ceritanya ada empat raja di kawasan tersebut. Kisahnya menceritakan sepasang suami-istri menemukan enam telur naga dan lima dari enam telur itu menetaskan manusia, empat laki-laki dan satunya perempuan.

    Dalam ceritanya anak perempuan itu dibunuh oleh keempat anak laki-laki tersebut dan kemudian keempat anak laki-laki itu menjadi raja. Hingga akhirnya kini kita mengenal nama-nama 4 pulau utama di Kepulauan Raja Ampat.

    6. Panganan Khas yang Unik

    Masyarakat Raja Ampat punya kuliner yang unik yang biasa mereka olah dan konsumsi sehari-hari yakni cacing laut. Berbeda dengan wilayah Indonesia yang lain, di Papua secara menyeluruh cacing laut merupakan kuliner lazim yang dimakan sehari-hari.

    Empat mama Papua duduk di dekat hidangan yang dijual saat Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Minggu (24/3/2024). Kegiatan yang diselenggarakan warga dengan menjual berbagai macam makanan khas kampung itu hasilnya untuk memenuhi kebutuhan tempat beribadah atau adanya kebutuhan mendesak di Kampung Kapatcol. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

    Habo kon atua sagu bia kodok, ini adalah makanan khas lainnya yang tersebut dari sagu dan bia kodok atau kerang besar. Kuliner ini cenderung punya rasa asin dan gurih dengan campuran bumbu dapur lainnya seperti kelapa parut, bawang merah, cabai, garam, gula merah, dan ketumbar.

    7. Bekas Perahu Perang Dunia II

    Di tahun 1990-an, seorang penyelam asal Belanda bernama Max Ammer mengunjungi wilayah Raja Ampat. Tujuan awal kunjungannya adalah untuk menelusuri keberadaan kapal dan pesawat peninggalan Perang Dunia II yang diduga tenggelam di kawasan tersebut.

    Namun, saat melakukan penyelaman, Max dibuat takjub oleh keindahan serta keanekaragaman hayati bawah laut Raja Ampat. Salah satu lokasi penyelaman yang populer di Raja Ampat, yaitu Cross Wreck yang memang menjadi tempat ditemukannya bangkai kapal perang milik Angkatan Laut Jepang yang karam pada masa Perang Dunia II.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fakta-fakta Menarik Hewan di Habitat Park SCBD



    Jakarta

    Habitat Park SCBD menjadi salah satu tempat wisata menarik di tengah ibu kota Jakarta. Di sini pengunjung akan makin cinta dengan alam.

    Taman hewan ini memiliki tiga zona aktivitas yaitu Main Plaza, Botanical Garden dan Animal Park. Masing-masing zona diisi dengan aneka tumbuhan dan hewan.

    Secara total Habitat Park memiliki 42 spesies dengan jumlah sekitar 100 ekor binatang dan mempekerjakan 17 ranger. Setiap harinya sekitar 400-500 orang datang berkunjung, akhir pekan akan meningkat sampai 1.500 pengunjung.


    Di sini pengunjung akan diedukasi dan mengenal hewan-hewan di alam liar agar bisa mencintainya. Berikut beberapa fakta hewan yang didapat detikTravel saat berkunjung ke sana pada Selasa (18/6).

    1. Binturong

    Hewan sejenis musang dengan tubuh yang besar. Tak banyak yang tahu kalau hewan nokturnal ini sangat menggemaskan. Tinggal di rumah pohon di area Botanical Garden, Binturong memiliki ciri khas wangi yang manis seperti popcorn.

    “Binturong hewan yang dilindungi tapi ada izin tangkarnya. Punya sertifikat per ekor dari BKSDA,” ujar Hanif (31) Animal Curator Habitat Park SCBD.

    Ternyata, binturong memiliki chip yang berisi nomor izin. Jadi kehadiran hewan ini di Habitat Park sangat istimewa.

    2. Otter

    Belakangan hewan karnivora ini banyak dipelihara karena menggemaskan. Hanif berkata bahwa hewan ini sebaiknya dibiarkan hidup dialam, karena mereka hidup di dua alam yaitu air dan darat.

    “Perawatannya repot dan bau, karena mereka mamalia yang hidup di dua alam,” katanya.

    Sebagai salah satu mamalia pintar, otter tidak bisa hidup di alam sendirian. Oleh sebab itu Habitat Park membangun kandang dengan ekosistem air yang cukup ramai.

    “Ada ikan di kolam untuk merangsang naluri berburu. Tapi makan pagi dan sore tetap kami berikan. Kalau ikan yang dikolam di makan, ya nggak masalah,” jawabnya.

    3. Kapibara

    Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

    Tiga ekor kapibara dipelihara di taman hewan ini. Hanif menyebut kapibara sebagai hewan paling santai.

    “Dia bisa bersahabat dengan buaya, karena tidak menganggap buaya itu musuhnya. Begitu pula sebaliknya,” terangnya.

    Kapibara mampu menyelam selama 5 menit di bawah air. Ia memiliki bulu yang kasar seperti sapu ijuk. Kukunya selalu tumpul dan giginya tumbuh setiap tahun.

    “Makanya kapibara suka ngikis gigi di pohon, kalau tumbuh terus bisa melukai diri mereka juga,” ungkap Hanif.

    Hewan pengerat terbesar dunia ini memang sangat santai.

    4. Burung Unta

    Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

    Ya, Habitat Park SCDB memiliki sepasang burung unta berusia di bawah satu tahun. Hewan diurnal ini tidak mampu melihat dengan jelas saat malam alias rabun ayam.

    “Kekuatannya ada di kaki, bisa berlari 70-80 km/jam,” cerita Hanif.

    Sebagai salah satu burung terbesar dunia, otak burung unta tidak lebih besar dari ukuran bola matanya. Dia tidak bisa terbang dan cukup agresif.

    “Burung unta ini termasuk hewan yang tidak cerdas juga. Mereka makan apa saja yang ada di kandangnya, makanya harus dibersihkan setiap hari. Harus steril,” jelas pria lulusan Public Relation Unisba itu.

    5. Red Fox

    Pengunjung bisa bertemu dengan sepasang rubah red fox di Animal Park. Mamalia omnivora ini tampak cantik dengan bulu merah menyala.

    “Di sini kita kasih penghangat dan pendingin, karena di alam aslinya mereka butuh panas,” ucap Hanif.

    Jika bulunya rontok artinya red fox berada di lingkungan yang terlalu panas, sehingga dibutuhkan pendingin di dalam kandang.

    6. Burung Hantu

    Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

    Taman Hewan ini memiliki satu ruangan khusus untuk burung hantu, totalnya 10 spesies dengan jumlah 13 ekor. Sebagai predator yang paling pandai berkamuflase, burung hantu adalah pest control paling alami yang bisa digunakan manusia.

    “Tiga hektar lahan itu bisa diawasi oleh sepasang burung hantu barn owl,” ungkap Lukman (31) ranger di kandang burung hantu.

    Di sini 10 burung hantu lokal bisa disentuh oleh pengunjung. Tapi tetap harus didampingi oleh ranger. Sementara yang tiga lagi masih dalam masa habituasi.

    “Mereka kalau nyaman itu kakinya naik satu, saving energy istilahnya,” jelas Lukman.

    Terlihat burung-burung ini menatap pengunjung yang datang. Beberapa kali mereka bersuara, apa artinya ya?

    “Itu memang calling mereka aja, bukan berarti mereka nggak nyaman,” jawabnya.

    Dalam tiap sesi, Lukman selalu mengedukasi pengunjung untuk tidak memelihara burung hantu di rumah. Keberadaannya di alam adalah bentuk keseimbangan alam.

    “Biarkan mereka tetap di alam jangan lakukan perbuatan liar. Jangan gunakan racun tikus untuk membunuh hama, karena mereka makan hama. Itu bisa membunuh mereka,” ungkapnya.

    Tonton juga “Tak Ada Pelangi di Jalan Andrea Hirata Selamatkan Bahasa Belitung” di sini:

    (bnl/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Kuda Nil Ternyata Pernah Hidup di Eropa Saat Zaman Es, Ini Buktinya!


    Jakarta

    Kuda Nil saat ini dikenal sebagai hewan khas Afrika, karena mudah ditemukan di kawasan Afrika sub-Sahara. Siapa sangka ternyata hewan ini pernah hidup di Eropa jauh lebih lama daripada yang diperkirakan para ilmuwan.

    Penelitian terbaru mengungkap kuda nil masih ditemukan di wilayah Jerman barat daya sekitar 47.000-31.000 tahun silam, bahkan saat zaman es masih berlangsung.

    Temuan ini diprakarsai oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Universitas Potsdam bersama Reiss-Engelhorn-Museen Mannheim dan Curt-Engelhorn-Zentrum Archäometrie. Studi mereka baru saja dipublikasikan di jurnal ilmiah Current Biology “Ancient DNA and dating evidence for the dispersal of hippos into central Europe during the last glacial” yang terbit pada 8 Oktober 2025.


    Fakta dari Tulang Ribuan Tahun

    Penelitian ini difokuskan pada wilayah Graben Rhine Hulu, wilayah yang dikenal sebagai arsip alami perubahan iklim Eropa. Para peneliti menemukan sisa-sisa tulang kuda nil dengan kondisi masih sangat baik pada lapisan kerikil dan pasir.

    “Luar biasa melihat tulang-tulang ini masih bisa dianalisis setelah puluhan ribu tahun,” ujar Dr Ronny Friedrich, ahli penentuan usia dari Curt-Engelhorn-Zentrum Archäometrie.

    Lewat metode analisis DNA Purba serta penanggalan karbon, tim riset menemukan kuda nil zaman es di Eropa mempunyai hubungan erat dengan kuda nil Afrika modern Hippopotamus amphibius dan ternyata berasal dari spesies yang sama.

    Hidup di Tengah Mamalia “Dingin”

    Menariknya, penelitian juga menunjukkan kuda nil ini hidup berdampingan dengan hewan-hewan yang justru beradaptasi dengan cuaca dingin, seperti mammoth dan badak berbulu.

    Namun, keragaman genetik yang rendah pada DNA mereka menunjukkan populasi kuda nil di kawasan Rhine Hulu mungkin kecil dan terisolasi, hanya bertahan di kantong-kantong iklim yang lebih hangat di tengah masa glasial.

    Perubahan Pandangan Sejarah Alam

    Sebelumnya, para ilmuwan sepakat kuda nil sudah punah di Eropa sekitar 115.000 tahun silam, saat periode hangat akhir selesai. Faktanya, temuan baru ini mematahkan asumsi para ilmuwan tersebut.

    “Penelitian ini menunjukkan kuda nil tidak benar-benar punah dari Eropa pada masa itu,” kata Dr Patrick Arnold, penulis utama studi tersebut.

    “Kita kini perlu meninjau ulang fosil kuda nil lain yang selama ini dikira berasal dari periode interglasial,” ujarnya.

    Zaman Es Lebih Kompleks

    Menurut Prof Dr Wilfried Rosendahl, Direktur Reiss-Engelhorn-Museen Mannheim, temuan ini membuktikan bahwa zaman es tidak terjadi secara seragam di seluruh Eropa.

    “Setiap wilayah punya ciri khasnya sendiri. Bila kita gabungkan semuanya, barulah kita melihat gambaran besar yang kompleks seperti potongan puzzle,” ujarnya.

    Penelitian ini merupakan bagian dari proyek “Eiszeitfenster Oberrheingraben” yang didanai oleh Klaus Tschira Stiftung Heidelberg. Proyek ini berfokus untuk memahami perubahan iklim dan lingkungan di Jerman barat daya selama 400.000 tahun terakhir.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?



    Jakarta

    Lautan dipenuhi oleh ikan dan sebagian mamalia. Dua yang mencolok yaitu spesies hiu dan lumba-lumba. Jika bertemu untuk bertarung, siapa yang menang antara hiu dengan lumba-lumba?

    Secara singkat, pertarungan satu lawan satu antara hiu dan lumba-lumba bisa diprediksi dengan ukuran hiu yang lebih besar dan kekuatan gigi yang mengerikan. Namun, dalam kondisi tertentu, sekelompok lumba-lumba bisa menakuti satu hiu.

    Untuk membedah perbandingan hiu dan lumba-lumba, berikut ini penjelasannya, dikutip dari AZ Animals.


    Fisik Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dapat memiliki berat lebih dari 450 kg dan tumbuh hingga 6 meter. Hiu putih besar, bahkan beratnya dapat mencapai 2.200 kg.

    Sementara lumba-lumba memiliki berat sekitar 280 kg dan dapat tumbuh hingga 4,5 meter. Spesies lumba-lumba terbesar (tidak termasuk paus pembunuh) adalah paus pilot, yang juga dapat tumbuh hingga 2.200 kg.

    Secara rata-rata, hiu putih besar memiliki berat lebih dari rata-rata lumba-lumba hidung botol. Ini artinya, hiu lebih unggul dari lumba-lumba soal ukuran.

    Meski secara ukuran lebih besar, hiu bisa mengimbangi lumba-lumba soal kecepatan. Lumba-lumba dapat mencapai kecepatan 32,18 km/jam dalam situasi yang tepat.

    Tak kalah gesit, hiu bisa bergerak dengan kecepatan antara 32,18 sampai 56,3 km/jam. Hiu menggunakan gerakan ekor dan tubuh yang bergelombang dan menyamping.

    Kekuatan Gigitan Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dan lumba-lumba sama-sama menggunakan gigi mereka untuk menyerang mangsa. Hiu memiliki gigitan terkuat yang pernah diukur di planet ini, yaitu pada tekanan 4.000 PSI atau lebih.

    Kekuatan itu tercipta dari gigi hiu yang panjangnya mencapai 15 cm dan totalnya terdapat 300 gigi yang dapat merobek daging.

    Sementara lumba-lumba memiliki hingga 268 gigi tajam yang digunakan untuk merobek daging mangsanya. Namun, daya gigitannya sangat rendah dibandingkan dengan mangsa lainnya.

    Meski begitu, lumba-lumba memiliki indra pendengaran yang menakjubkan, penglihatan yang baik, dan kemampuan memanfaatkan ekolokasi yang mendeteksi makhluk lain dengan ketepatan yang menakjubkan.

    Hiu juga memiliki indra yang kuat. Terutama penglihatan yang tajam, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, juga indra penciuman yang sangat tajam, yang mampu mendeteksi 1 bagian per 10 miliar bagian zat dalam air.

    Jika Bertarung, Siapa yang Akan Menang antara Hiu dan Lumba-lumba?

    Meskipun sama-sama hidup di air, lumba-lumba adalah mamalia dan hiu adalah ikan bertulang rawan. Hiu lebih berat, lebih panjang, dan lebih mematikan daripada lumba-lumba.

    Dalam pertarungan satu lawan satu, hiu akan menang melawan lumba-lumba. Ini karena hiu lebih kuat, lebih besar, dan lebih peka terhadap predator dibandingkan hiu lainnya.

    Lumba-lumba, meskipun cerdas, tidak memiliki kemampuan fisik untuk menangkis serangan hiu dan tidak dapat menimbulkan kerusakan yang cukup untuk membunuh hiu sendirian. Kecuali, jenis orca yang bisa menang melawan hiu.

    Jadi, jika di wilayah yang sama, hiu kemungkinan besar akan merasakan kehadiran lumba-lumba terlebih dahulu. Kecuali jika lumba-lumba tersebut menggunakan ekolokasi.

    Setelah hiu menyerang, hanya perlu satu atau dua gigitan bagi hiu untuk menimbulkan kerusakan yang cukup parah, sehingga lumba-lumba tersebut akan lumpuh total. Namun, akan berbeda jika lumba-lumba tidak sendirian.

    Sebab, lumba-lumba hidup dalam kelompok yang bisa beranggotakan lebih dari 1.000 ekor. Sementara hiu cenderung lebih mandiri.

    Lumba-lumba juga lebih cerdas daripada hiu, sehingga mereka bisa mengatur strategi dalam kelompok untuk menyerang hiu yang sendirian. Dengan kecerdasan dan kerja sama kelompoknya, lumba-lumba bisa menakuti hiu dan membuatnya menghindar dari area mereka.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia, Ada yang Tersisa Dua Ekor


    Jakarta

    Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat lebih dari 47.000 spesies telah dinilai terancam punah. Beberapa spesies bahkan jumlahnya sangat langka.

    Kepunahan spesies berkaitan dengan intensitas sumber daya masyarakat modern, ruang alam semakin menyempit, dan aktivitas manusia. Laporan Living Planet 2024 menunjukkan bahwa rata-rata populasi satwa liar telah turun drastis sebesar 73% sejak 1970.

    Manajer Riset Konservasi di People’s Trust for Endangered Species, Nida Al-Fulaij, memiliki data-data spesies yang keberadaannya sangat langka. Salah satunya lumba-lumba vaquita yang gempal dan berbentuk unik.


    Berikut ini beberapa spesies hewan terlangka di dunia menurut data Nida Al-Fulaij dan dan World Wide Fund for Nature (WWF).

    Daftar 6 Spesies Hewan Terlangka di Dunia

    1. Badak Putih Utara

    Spesies terlangka di dunia adalah badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni). Menurut laporan, hanya dua betina yang tersisa di Cagar Alam Ol Pejeta, Kenya.

    Secara fungsional, hewan ini akan punah karena hanya tersisa betina. Namun, para ilmuwan sedang mengeksplorasi teknologi reproduksi canggih untuk mencegah kepunahannya.

    2. Ular Albany Adder

    Albany adder (Bitis cornuta albanica) di Afrika Selatan merupakan spesies ular dwarf adder yang sangat langka. Sejauh ini, tercatat hanya ada 17 yang diketahui. Spesies ini mendekati kepunahan karena habitat mereka dijadikan penambangan terbuka, turbin angin, dan pembangunan jalan.

    3. Langur Emas (Lutung)

    Lutung atau Langur Emas (Trachypithecus geei) dianggap sebagai salah satu dari 25 primata paling terancam punah di dunia. Populasi lutung emas telah menurun hingga 60% di Bhutan.

    Primata ini memiliki bentuk unik dengan tangan dan wajah mereka yang hitam pekat, sangat kontras dengan bulu berwarna krem mereka yang berkilau keemasan di bawah sinar matahari.

    4. Lumba-lumba Vaquita

    Lumba-lumba vaquita (Phocoena sinus) diketahui hanya 10 ekor yang tersisa di alam liar. Para ahli di Whale and Dolphin Conservation, menyebut vaquita kecil membutuhkan keajaiban untuk selamat dari kepunahan.

    Vaquita endemik (hanya ditemukan) di satu wilayah kecil seluas 2.235 km² di utara Teluk California (Laut Cortez), di lepas pantai Meksiko. Wilayah ini merupakan wilayah yang paling terbatas untuk paus, lumba-lumba, atau porpoise.

    5. Black-and-chestnut Eagle

    Black-and-chestnut eagle (Spizaetus isidori) yang hidup di Amerika, memiliki jumlah populasi dewasa yang sangat langka. Diketahui, hanya ada kurang dari 250 ekor di alam liar.

    Salah satu raptor terbesar di Andes, raja udara ini memiliki lebar sayap hampir dua meter. Hidup di dataran tinggi hutan pegunungan dari Kolombia hingga Argentina, burung-burung ini memburu mamalia berukuran sedang seperti tupai, oposum, dan landak, serta burung.

    Karena cukup sering memangsa ayam dan ternak para petani setempat, konflik dengan manusia menjadi tak bisa terhindarkan.

    6. Buaya Siam

    Buaya Siam (Crocodylus siamensis) dulunya tersebar luas di sebagian besar daratan Asia Tenggara. Kini, buaya ini telah punah di 99% wilayah jelajahnya.

    Jumlah total buaya Siam dewasa diperkirakan telah menurun hingga sekitar 250 ekor di alam liar. Spesies yang langka, baru dilestarikan dengan beberapa individu secara kebetulan di Pegunungan Cardamom, Kamboja, melalui program konservasi.

    Buaya menjadi langka akibat hilangnya habitat akibat perluasan lahan sawah, perburuan liar yang terus berlanjut, tersangkut alat tangkap ikan, dan pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Alap-alap Kawah Vs Mobil Formula, Mana yang Lebih Cepat?


    Jakarta

    Peregrine falcon atau alap-alap kawah dikenal sebagai hewan tercepat di dunia. Hewan bernama Latin Falco peregrinus ini dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.

    Alap-alap kawah rata-rata memiliki panjang 36 hingga 49 sentimeter, dengan lebar sayap 100 hingga 110 sentimeter, dan berat 530 hingga 1600 gram.

    Berdasarkan laman International Fund for Animal Welfare, alap-alap kawah mencari mangsa sambil terbang tinggi di udara. Ketika menemukan sesuatu, mereka menukik ke arah target yang dipilih, mencapai kecepatan lebih dari 320 kilometer per jam (200 mil per jam). Kecepatan ini menjadikan mereka pemburu yang sukses dan efisien.


    Alap-alap Kawah Vs Mobil Formula

    Menariknya, kecepatan alap-alap kawah pernah diadu dengan mobil Formula E. Pada 2018 lalu pembalap veteran Felipe Massa diuji melawan hewan tercepat di dunia ini.

    Alap-alap kawah dapat mencapai kecepatan lebih dari 217 mph saat menukik ke arah mangsanya, sedikit lebih cepat daripada mobil Formula E.

    Mengejar umpan yang terpasang di bagian belakang mobil Gen2 berpenampilan baru, alap-alap itu hampir menyamai pembalap tersebut, tetapi Massa berhasil melesat lebih dulu.

    “Merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya untuk berlomba melawan anggota tercepat di kerajaan hewan – ini bukan sesuatu yang bisa segera saya lupakan,” ujarnya, dikutip dari arsip CNN Sports.

    Dijelaskan dalam Lund University, penglihatan yang sangat tajam dan kemampuan memproses berbagai impresi visual dengan cepat merupakan faktor krusial seekor alap-alap kawah dalam menerkam mangsanya dengan kecepatan yang mudah menyamai kecepatan mobil balap Formula 1, yakni lebih dari 350 kilometer per jam.

    Ketajaman visual burung pemangsa telah dipelajari secara ekstensif dan menunjukkan penglihatan beberapa elang besar dan burung nasar dua kali lebih tajam daripada manusia.

    “Ini pertama kalinya. Rekan saya, Simon Potier, dan saya telah meneliti alap-alap peregrine, alap-alap saker, dan elang Harris dan mengukur seberapa cepat cahaya dapat berkedip sehingga spesies-spesies ini masih dapat merekam kedipan tersebut,” kata profesor di Departemen Biologi, Universitas Lund, Almut Kelber pada akhir 2019 lalu.

    Penglihatan Super Alap-alap Kawah

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa alap-alap kawah memiliki penglihatan tercepat dan dapat mencatat 129 Hz (kedipan per detik) jika intensitas cahaya tinggi. Dalam kondisi yang sama, alap-alap saker dapat melihat 102 Hz dan elang Harris 77 Hz.

    Sebagai perbandingan, manusia hanya melihat maksimum 50-60 Hz. Di bioskop, kecepatan 25 gambar per detik cukup bagi kita untuk melihatnya sebagai film, dan bukan sebagai serangkaian gambar diam.

    Kecepatan burung pemangsa yang berbeda dalam memproses impresi visual, sesuai dengan kebutuhan mereka saat berburu. Alap-alap kawah memburu burung yang terbang cepat. Sedangkan elang Harris memburu mamalia kecil yang lebih lambat di darat.

    “Kami menyimpulkan bahwa spesies burung yang memburu mangsa yang terbang cepat memiliki penglihatan tercepat. Evolusi telah membekali mereka dengan kemampuan ini karena mereka membutuhkannya,” kata Almut Kelber.

    “Ini semacam kompetisi. Seekor lalat terbang cukup cepat dan memiliki penglihatan yang cepat, sehingga burung penangkap lalat harus melihat lalat dengan cepat agar dapat menangkapnya. Hal yang sama berlaku untuk alap-alap. Untuk menangkap burung penangkap lalat, alap-alap harus mendeteksi mangsanya cukup awal agar memiliki waktu untuk bereaksi,” jelas Simon Potier.

    (nah/faz)



    Sumber : www.detik.com