Tag: MANA

  • 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

    Jika menilik perjalanan kripto selama beberapa tahun terakhir, Anda akan melihat perkembangannya yang begitu pesat. Mulai dari kemunculan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto pertama, investasi token yang tidak bisa dipertukarkan bernama NFT, hingga pembangunan dunia virtual Metaverse.

    Meski sempat mendatangkan banyak keraguan, nyatanya Metaverse semakin populer saat ini. Berbagai brand ternama mulai mengucurkan dana pada beberapa platform Metaverse, membuat produk digital NFT, hingga membeli lahan virtual di berbagai platform Metaverse. Jika Anda juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal Metaverse atau berinvestasi pada salah satu platform, simak informasi lima kripto Metaverse terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berikut ini.

    Baca jugaApa Saja Tren NFT 2022?

    Decentraland (MANA)

    Platform Metaverse yang memiliki jumlah kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah Decentraland (MANA), yakni mencapai $5,123,130,400. Dengan jumlah kapitalisasi pasar tersebut, Decentraland (MANA) mengungguli pesaingnya, yakni Axie Infinity dan The Sandbox.

    Permainan yang membangun dunia virtual dengan menggabungkan elemen realitas virtual dan teknologi Blockchain ini terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada awal 2021, Anda hanya perlu mengeluarkan US$0,08 untuk membeli satu MANA. Namun, performanya terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga mencapai rekor tertingginya, yakni US$5,41 pada November. Hingga saat ini, harga MANA kembali mengalami fluktuasi dan menyentuh angka $2,80.

    Di dalam Decentraland, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan sebagaimana kegiatan Anda di dunia nyata, seperti berbelanja, bermain, bertemu dengan teman, hingga membeli tanah virtual. Barang dan tanah virtual yang Anda miliki dalam permainan ini berbentuk NFT yang dinamakan LAND. Untuk membelinya, Anda perlu memiliki MANA, yaitu token asli dari Decentraland.

    Axie Infinity (AXS)

    Posisi kedua ditempati oleh Axie Infinity (AXS). Jauh sebelum Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta dan memfokuskan visi-misi perusahaan untuk menjadi perusahaan berbasis Metaverse, Axie Infinity (AXS) sudah hadir membawa inovasi dan perubahan.

    Meski kapitalisasi pasar Axie Infinity (AXS) berada di bawah Decentraland (MANA), yakni senilai $4,258,828,717, harga Axie Infinity (AXS) berada jauh di atas Decentraland (MANA). Untuk membeli satu token AXS, Anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$69,67. Harga tersebut meningkat sangat jauh jika dibandingkan dengan awal tahun 2021 di mana AXS dibanderol dengan harga US$0,5. Bahkan pada awal November tahun lalu, AXS mencapai rekor tertingginya, yaitu US$160,36.

    The Sandbox (SAND)

    Setelah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity (AXS), posisi ketiga ditempati oleh The Sandbox (SAND), sebuah Metaverse dengan tampilan yang akan mengingatkan Anda pada game Minecraft. The Sandbox sukses bertengger di urutan ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $4,094,107,911, sedikit di bawah Axie Infinity (AXS).

    Pada awal Januari 2022, SAND dibanderol dengan harga US$4,45. Namun, jika Anda menilik setahun ke belakang, SAND meningkat hingga 1.120% dalam enam bulan terakhir, lebih tinggi dari MANA yang naik sebanyak 323% dan AXS yang meningkat 24%. The Sandbox sempat mencapai harga tertingginya pada November 2021, yaitu US$8,4, lalu kembali turun dan menutup tahun di harga US$5,8.

    Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    The Sandbox sendiri adalah sebuah permainan yang dirilis pada 2011. Sama seperti Decentraland, di dalam permainan ini Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk jual-beli tanah.

    Theta Network (THETA)

    Theta Network (THETA) berada di posisi keempat dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar $3,982,376,251 dan harga THETA US$3,99. Theta Network merupakan sebuah platform video streaming yang beroperasi di atas jaringan Blockchain. Theta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi di mana pengguna dapat berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara peer-to-peer.

    Diawali dengan harga US$1,8 pada Januari 2021, THETA sempat melonjak tinggi hingga mencapai harga US$14,28 pada April 2021. Namun, harganya kembali turun dan cenderung stabil hingga sisa tahun 2021.

    Enjin Coin (ENJ)

    Posisi terakhir ditempati oleh Enjin Coin (ENJ), sebuah perusahaan yang menyediakan ekosistem produk game berbasis Blockchain yang saling terhubung. Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,895,897,042, Enjin Coin (ENJ) berhasil mengalahkan salah satu saingannya, SushiSwap.

    Diawali dengan harga US$0,16 pada Januari 2021, ENJ mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan. ENJ sempat mencetak rekor tertinggi pada 2021 dengan menyentuh harga US$4,68 di bulan November.

    Itu dia lima kripto Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar. Hingga saat ini, Metaverse masih terus mengalami perkembangan dan akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak menutup kemungkinan perkembangan tersebut akan lebih cepat dari yang diprediksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top

    Aset kripto terkait metaverse kian digemari akhir-akhir ini. Axie Infinity (AXS), Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), Enjin Coin (ENJ) dan Render Token (RNDR) adalah lima kripto metaverse paling top.

    Metaverse adalah dunia virtual dimana pengguna bisa bersosialisasi, belanja, bekerja, mencari hiburan dan sebagainya. Aset kripto dikabarkan akan menjadi alat pembayaran di dunia tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Siap-Siap Gemparkan Metaverse

    Berikut adalah aset kripto metaverse teratas menurut data CoinGecko.

    Pertama, Axie Infinity (AXS). AXS telah meroket sebesar 24 ribu persen dalam setahun terakhir. Axie Infinity merupakan game dimana pemain berternak hewan Axie dan bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan imbalan token.

    Token Axie yaitu AXS dan Smooth Love Potion (SLP) dapat dipertukarkan dengan uang fiat. Hal ini menjadikan Axie Infinity menarik minat banyak orang, terutama di masa pandemi. Sejumlah pemain menghasilkan cuan untuk menutupi kerugian ekonomi akibat COVID-19.

    Kedua, Decentraland (MANA) adalah platform realitas virtual tiga dimensi yang dapat dikunjungi. Pengguna hanya membutuhkan peramban web untuk menjadi tamu di dunia virtual ini.

    Pemain dapat membeli kavling lahan menggunakan token MANA. Sejumlah pengguna memakai lahan tersebut untuk membangun ruangan dan permainan, seperti restoran, kasino dan labirin.

    Konser musik juga diadakan di Decentraland. Artis musik Deadmau5 dan Paris Hilton termasuk yang sudah menggelar konser di dunia virtual tersebut.

    Ketiga, Sandbox (SAND) mirip dengan Decentraland dimana pemain bisa membeli lahan yang bebas digunakan untuk apapun. Bedanya, Sandbox belum sepenuhnya meluncurkan dunia virtual kepada publik.

    Kendati demikian, Sandbox memiliki kustomisasi lebih banyak dan fokus kepada penciptaan NFT. Pengguna dapat membuat NFT sendiri lalu memperjualbelikannya. Selain itu, Sandbox memiliki kemitraan dengan marketplace NFT OpenSea.

    Keempat, Enjin Coin (ENJ) adalah platform dimana pengguna dapat menciptakan dan mengelola NFT. ENJ terintegrasi dengan sejumlah platform gaming dan memungkinkan pengguna memakai item di dalam beberapa game sekaligus.

    Baca jugaSouth Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Sebagai contoh, pedang di dalam game sebelumnya terbatas hanya dalam satu game. Dengan ENJ, pedang itu dapat diperjualbelikan atau dipindahkan ke game lain. Hal ini berarti item tersebut menjadi pemilik pemain seutuhnya.

    Kelima, Render Token (RNDR) adalah infrastruktur desentralistik yang memanfaatkan kekuatan komputasi untuk melakukan rendering atau penggambaran konten digital.

    Konten tiga dimensi sangat penting bagi dunia metaverse yang memakai virtual reality dan juga augmented reality. Dengan RNDR, pencipta konten tidak harus merogoh kocek dalam untuk melakukan operasi rendering. RNDR membantu pencipta membuat konten 3D secara hemat dan ramah lingkungan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Metaverse menjadi terkenal setelah Facebook mengumumkan nama baru Meta. Di industri kripto, metaverse pun digandrungi oleh pelaku pasar. Tiga aset kripto yang panas di sektor meroket ini adalah Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), dan pendatang baru Jedstar (KRED).

    Berbeda dengan Meta, metaverse di kripto dibangun secara desentralistik sehingga tidak dikuasai satu pihak manapun. Telah banyak dana yang memasuki sektor ini dengan tujuan ikut serta dalam pengaturan yang terjadi di metaverse.

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse popular sebab peserta dapat menjadi siapa saja dan melakukan apa saja di alam virtual. Ada beragam kemungkinan, dan perusahaan seperti Facebook melihat hal ini sebagai peluang evolusi interaksi sosial di tahun-tahun mendatang.

    Baca jugaMiramax Gugat Quentin Tarantino Atas Penjualan NFT Film Pulp Fiction

    Proyek kripto metaverse memungkinkan pengguna menentukan perkembangan dunia virtual. Dengan teknologi blockchain, hal ini akan memberikan kekuasaan di tangan pengguna.

    Berikut adalah tiga proyek kripto metaverse yang sedang naik daun.

    Pertama, Decentraland (MANA) adalah proyek metaverse yang telah lama berdiri dan merupakan platform dunia virtual yang menggabungkan aspek sosial dengan teknologi blockchain.

    Aset kripto MANA digunakan dalam ekonomi Decentraland baik di dalam platform tersebut maupun di dunia asli, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengguna.

    Pengguna dapat meraih MANA dengan membeli dan menjual lahan virtual yang dilelang. Selain itu, pengguna dapat berdagang produk NFT melalui marketplace di dalam Decentraland.

    Kedua, Sandbox (SAND) proyek yang mirip Decentraland yaitu dunia virtual dimana pengguna bisa membeli dan menjual produk serta lahan untuk meraih pendapatan.

    Sandbox memiliki mitra dan sponsor yang mendorong interaksi pengguna, seperti tokoh musik Snoop Dogg dan Deadmau5. Kapitalisasi pasar SAND berada di bawah MANA sehingga proyek tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

    Ketiga, Jedstar Deco (KRED) adalah proyek pendatang baru yang menggabungkan DeFi dan gaming untuk menjembatani jurang antara kripto dengan sektor keuangan tradisional

    Baca jugaDemo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Token KRED dipakai di dalam permainan kartu kolektibel dan game multiplayer daring serta marketplace NFT. KRED direncanakan dapat dibeli dengan mudah melalui jalur pembayaran tradisional yang dipakai sehari-hari.

    Jedstar telah mengumumkan kemitraan dengan Chainlink (LINK), FRAG games dan lainnya. Tim ini melihat adopsi aset kripto akan datang dan sektor gaming akan menjadi pasar yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Empat Altcoin Ini Memiliki Potensi Investasi Jangka Panjang

    Empat Altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah dikabarkan menyimpan “potensi gila” dalam jangka panjang menurut Austin Arnold, seorang trader crypto dan pembawa acara populer, Altcoin Daily.

    Pertama dalam daftar Arnold adalah protokol Compound (COMP) yang berada disektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Arnold mengutip berita bahwa Compound Labs, pencipta Compound, telah meluncurkan proyek baru yang disebut Compound Treasury.

    Proyek ini dirancang untuk memberikan bisnis non-crypto dan lembaga keuangan akses ke protokol Compound.

    Baca Juga: Apa itu Baby Doge dan Mengapa Elon Musk Memompanya?

    Kedua adalah solusi penskalaan Ethereum Polygon (MATIC). Polygon baru-baru ini mengumumkan peluncuran blockchain tujuan umum baru yang disebut Avail.

    Arnold pun menjelaskan:

    “Pendapat saya tentang ini hanyalah bahwa Polygon menawarkan untuk membongkar penskalaan layer-2 untuk Ethereum, dengan Avail. Apakah Anda seorang sidechain di rantai utama apa pun, atau hanya rantai yang berdiri sendiri, itu akan membantu menjaga skalabilitas, sambil juga menjaga keamanan blockchain / sidechain.”

    Ketiga, protokol pengindeksan berbasis Ethereum The Graph (GRT) adalah Altcoin selanjutnya dalam pengamatan Arnold. Dia menunjuk pada berita bahwa The Graph bermitra dengan Optimism, solusi skalabilitas Ethereum.

    Dalam sebuah pengumuman dijelaskan bahwa The Graph akan menyediakan layanan pengindeksan dan kueri kepada pengembang yang membangun Ethereum L2untuk membantu skala Ethereum.

    The Graph akan ditayangkan di layanan yang dihosting setelah Optimism diluncurkan secara publik, dan akan memberikan dukungan kepada pengembang di komunitas Optimism.

    Ini adalah sebuah inovasi yang tentu sangat potensial di masa depan.

    Baca Juga: Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Dan yang terakhir dalam pengamatan Arnold adalah proyek dunia realitas virtual terdesentralisasi Decentraland (MANA).

    Arnold mengutip berita bahwa sebidang tanah digital di Decentraland baru-baru ini terjual dalam token MANA senilai hampir $ 1 juta.

    Dia mengatakan itu pertanda bahwa pemain besar telah membeli ekosistem virtual untuk prospek jangka panjang. IA pun mengatakan:

    “Bahkan saat harga turun, Whale mengambil posisi mereka, merencanakan masa depan jangka panjang.”

    Memang, ditengah pasar crypto yang mayoritas sedang berdarah, investor besar tampaknya mencari celah di beberapa token yang kurang populer di media untuk diinvestasikan berdasarkan prospek mereka untuk hal yang inovatif. Apakah Anda sependapat dengan Arnold?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Roblox Semakin Populer, Bisakah Kripto Metaverse Comeback?

    4 tahun yang lalu, istilah metaverse sempat menjadi buzzword yang mendominasi ruang diskusi teknologi dan kripto, kini kembali berkat Roblox. Dari raksasa teknologi hingga brand ternama, semua berlomba menciptakan dunia virtual yang diyakini sebagai masa depan internet. Namun, setelah hype tersebut meredup, fokus publik kini bergeser ke kecerdasan buatan (AI).

    Menariknya, di tengah perubahan tren ini, Roblox justru terus melesat dan mencapai puncak popularitas baru. Platform game yang juga berfungsi sebagai ruang sosial ini berhasil menarik perhatian jutaan pemain di seluruh dunia, terutama anak muda.

    Di sisi lain, proyek kripto berbasis gaming atau narasi metaverse dalam konteks kripto seakan semakin tenggelam dengan di tengah perkembangan AI yang semakin mencuri perhatian setiap harinya. 

    Lalu bisakah hype Roblox memicu kembalinya narasi metaverse di pasar kripto? Mari kita ulas!

    Roblox Tembus 100 Juta Pemain Harian

    Pengguna aktif harian Roblox. Sumber: statista.com

    Roblox baru saja merilis laporan kinerja kuartal kedua 2025 dengan hasil yang mengejutkan. Dimana  jumlah pemain aktif harian mencapai 111,8 juta, meningkat 41% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini bahkan lebih tinggi daripada pengguna aktif harian pada masa karantina COVID-19.

    Meningkatnya jumlah pemain aktif ini juga membuat Roblox memproyeksikan pendapatan tahunannya menjadi USD 5,87–5,97 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia virtual ala Roblox memiliki daya tarik ekonomi nyata, meski narasi metaverse kripto yang dulu sempat menghebohkan masih belum kembali menjadi arus utama.

    Baca juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

    Tren Roblox di Kalangan Anak Muda

    Illustrasi mendaki gunung di Roblox. Sumber: youtube.com/@LUXXARIS

    Roblox kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital generasi muda. Lebih dari 50% pengguna Roblox berusia di bawah 17 tahun, menjadikan Roblox bukan hanya tempat bermain, tetapi juga sarana berkreasi dan bersosialisasi seperti melakukan pendakian gunung secara virtual, hingga membangun identitas digital bagi para brand yang ingin lebih dekat dengan anak muda.

    Sebut saja brand-brand seperti: Nike (Nike land), Spotify (Spotify Island), danGucci (Gucci Garden), bahkan brand lokal brand lokal pun banyak tap-in untuk lebih mendekatkan diri dengan anak muda secara interaktif.

    Roblox nampalnya mulai bisa menutup celah antara dunia nyata dan virtual—sebuah konsep yang sangat identik dengan metaverse.

    Roblox dan Metaverse

    Konsep metaverse dipandang sebagai dunia digital tiga dimensi yang imersif, sosial, dan berkelanjutan, di mana pengguna dapat berinteraksi, bekerja, bermain, dan berkreasi layaknya di dunia nyata—namun melalui avatar atau identitas digital mereka. 

    Dalam Roblox pengguna dapat menciptakan avatar, membeli item digital dengan mata uang Robux, berinteraksi, menghadiri konser virtual, hingga bekerja atau belajar. Dari semua fitur yang ditawarkan, bisa dikatakan Roblox muncul sebagai platform yang paling mendekati visi Metaverse.

    Baca juga: Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

    4 Tahun yang Lalu, Narasi Metaverse Booming

    Kenaikan pasar kripto metaverse.

    Jika kita mundur ke tahun 2021–2022, dunia kripto sempat diguncang euforia metaverse yang dipicu oleh Facebook secara resmi mengganti nama perusahaannya menjadi Meta dan mengumumkan fokus besar pada pengembangan dunia virtual. 

    Harga token dari proyek seperti Decentraland (MANA) dan The Sandbox (SAND) melonjak tajam, sementara brand global berbondong-bondong membuka kantor virtual. Dikutip dari Bloomberg, di tengah FOMO ini banyak perusahaan bahkan menunjuk “Chief Metaverse Officer” untuk menggarap strategi di dunia virtual.

    Sayangnya, banyak perusahaan yang berinvestasi besar-besaran di metaverse pada 2022 tidak melihat return investasi dalam kembali dengan cepat. 

    Sebagai gantinya, mereka mulai mengalihkan fokus ke kecerdasan buatan (AI), yang dinilai lebih praktis, cepat diadopsi, dan memberikan dampak bisnis yang lebih nyata. Meta, misalnya, mengalihkan miliaran dolar dari divisi metaverse ke proyek AI, menandai perubahan arah strategi teknologi secara global.

    Dengan Hype Roblox, Bisakah Narasi Metaverse Kembali?

    Semakin populernya Roblox membuka peluang menarik. Meski bukan berbasis blockchain, Roblox berhasil membuktikan bahwa konsep metaverse masih relevan. Dengan jumlah pemain yang masif dan ekosistem ekonomi internal yang tumbuh pesat, Roblox dapat menjadi contoh nyata bagaimana metaverse bisa berkembang secara organik.

    Pertanyaannya, apakah Roblox bisa memicu kebangkitan narasi metaverse kripto?

    Untuk menjawabnya, mari kita bandingkan dengan salah satu pemain utama di sektor metaverse berbasis blockchain, yaitu The Sandbox (SAND).

    Menurut data terbaru dari MMOStat, jumlah pemain aktif harian The Sandbox (SAND) berada di kisaran 15.000 pengguna—angka yang jauh lebih kecil dibandingkan Roblox dengan lebih dari 111,8 juta. Sementara itu, laporan dari Messari menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, The Sandbox mencatat rata-rata 148,6 pembeli aktif harian untuk aset non-LAND dan 12,1 pembeli aktif harian untuk aset LAND (Aset virtual dalam The Sandbox).

    Menariknya, aktivitas pembelian aset non-LAND melonjak tajam menjelang peluncuran Alpha Season 5, dengan puncaknya mencapai 10.906 pembeli harian. Menandakan bahwa komunitas Sandbox tetap aktif dan partisipatif setiap kali ada event baru.

    Meskipun jumlah pengguna memang melonjak setiap kali ada event baru, tetapi Sandbox nampaknya masih tetap tertinggal jauh jika dibandingkan naiknya popularitas Roblox.

    Dengan kata lain, hype Roblox membuktikan bahwa metaverse masih diminati, tapi belum cukup untuk menghidupkan kembali narasi metaverse kripto—setidaknya untuk saat ini. Apalagi, industri teknologi saat ini sedang terpukau oleh perkembangan AI, yang membuat perhatian publik dan investor tertuju ke sana.

    Baca juga: Film Demon Slayer Ramai Dibajak, Bisakah Blockchain Jadi Solusi?

    Penutup

    Roblox jelas unggul dari sisi basis pengguna dan adopsi brand, namun Roblox belum menawarkan interoperabilitas, kepemilikan aset, atau ekonomi terbuka sebagaimana yang dijanjikan oleh metaverse berbasis Web3 seperti The Sandbox. 

    Mungkin, inilah celah yang masih bisa dieksplorasi oleh proyek metaverse kripto untuk bangkit kembali di masa depan.

    Jika kamu tertarik dengan proyek metaverse berbasis blockchain, kamu bisa melirik aset kripto seperti SAND, MANA, EGLD, dan masih banyak lagi—yang bisa kamu beli bebas biaya trading di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp50.000.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber:

    Clow, Simone. “Is Roblox the Metaverse?” LinkedIn, 4 Maret 2024.

    Evan Zakhary. “The Sandbox Q1 2025 Brief” Messari, 2025

    Sumber gambar: Hypbeast.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rumput Vs Batu Kerikil, Mana yang Lebih Pas untuk Halaman Rumah?


    Jakarta

    Memiliki halaman rumah berarti detikers harus merawatnya secara rutin. Pada umumnya, orang-orang menggunakan rumput jenis gajah mini yang ditanam di halaman rumah. Hal ini dipilih agar hunian terlihat lebih asri dan adem.

    Meski begitu, ada juga pemilik rumah yang memilih menggunakan batu-batu kerikil di halaman rumah. Meski tidak terlihat hijau, tapi penggunaan batu punya kelebihan tersendiri daripada rumput.

    Alasan utama kerikil dipilih untuk halaman rumah karena dianggap mudah dirawat. Sebab, beberapa orang kerap malas merawat halaman rumah dan dibiarkan berantakan.


    Lantas, mana yang lebih pas untuk halaman rumah, apakah rumput hijau atau batu kerikil? Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Halaman Rumah Lebih Cocok Pakai Rumput atau Kerikil?

    Penggunaan rumput memang jadi pilihan menarik untuk mempercantik halaman rumah. Namun, batu kerikil juga banyak digunakan orang-orang karena lebih gampang perawatannya.

    Pada dasarnya, penggunaan rumput atau batu kerikil untuk halaman rumah bisa tergantung dari keinginan si pemilik rumah itu sendiri. Namun, ada juga yang memperhatikan dari segi kelebihan dan kekurangannya.

    Dilansir situs True Level dan Ryno Lawn Care, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah.

    Rumput

    Jika tertarik menggunakan rumput, pastikan detikers rutin menyiramnya secara rutin. Namun, khusus rumput gajah mini jika terlalu disiram banyak air dapat menyebabkan akar membusuk. Alhasil, rumput jadi cepat mati dan halaman rumah terlihat gundul.

    Karena rumput merupakan tanaman hidup, maka perlu diberikan pupuk secara teratur untuk menjaga kekayaan nutrisi tanah. Pilih pupuk yang kaya nitrogen karena membantu dalam pertumbuhan rumput yang subur dan memberikan warna hijau intens.

    Rumput yang tidak dirawat secara rutin akan menjadi tinggi dan terlihat tidak estetis. Pastikan kamu memotong rumput secara rutin, baik menggunakan mesin pemotong rumput atau secara manual menggunakan gunting.

    Salah satu risiko menggunakan rumput untuk halaman rumah adalah munculnya hama. Jika ditemukan tanda-tanda infestasi, segera ambil tindakan pengendalian yang sesuai. Pembersihan taman secara berkala juga membantu meminimalisir risiko serangan hama.

    Batu Kerikil

    Memasang batu kerikil sebagai pengganti rumput untuk halaman rumah dapat menjadi pilihan terbaik. Sebab, kerikil mudah dirawat dan tidak perlu dipotong atau disiram seperti rumput. Selain itu, kerikil juga dapat membantu mengurangi gulma dan hama, erosi, serta masalah lumpur.

    Penggunaan batu kerikil untuk halaman rumah juga tidak mengurangi estetika hunian. Kamu bisa memilih kerikil yang sesuai dengan keinginan dari segi jenis dan pilihan warnanya.

    Kerikil punya sejumlah kelebihan dari rumput, salah satunya memungkinkan air mengalir dengan mudah dan mencegah terjadinya genangan air di halaman rumah. Sebab, kerikil dinilai punya sifat drainase yang sangat baik.

    Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang kerikil di rumah. Pertimbangkan kondisi cuaca dan seberapa banyak area tersebut akan dilalui manusia.

    Selain itu, pertimbangkan ukuran kerikil dan warna yang digunakan. Jangan sampai membeli batuan kerikil yang ukurannya terlalu besar atau tidak sesuai dengan cat rumah, sehingga mengurangi nilai estetika.

    Jika tidak ingin meletakkan seluruh batu kerikil di halaman rumah, kamu bisa menggunakan pembatas yang kokoh di sekeliling taman. Misalnya, kamu bisa menambahkan batu-batu yang ukurannya besar atau bebatuan karang ukuran sedang sebagai pembatas alami pada halaman.

    Itulah perebedaan antara rumput dengan batu kerikil untuk halaman rumah. Jadi, tertarik untuk menggunakan yang mana?

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Vs Hebel, Mana yang Paling Efektif Bikin Rumah Adem?



    Jakarta

    Cara membuat rumah menjadi lebih adem bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memilih material bangunan yang dapat menangkal panas.

    Beruntungnya, saat ini sudah banyak material bangunan yang terbukti dapat menyerap panas dengan baik. Jika dibuat perbandingan antara dua material fondasi yang paling banyak dipakai di Tanah Air, yakni batu bata dan hebel, kira-kira mana yang lebih ampuh membuat rumah lebih adem?

    Menurut kontraktor Wildan, antara keduanya batu bata jauh lebih ampuh untuk menangkal panas dan membuat rumah lebih sejuk. Alasannya karena material dasar yang digunakan oleh batu bata.


    “Bata merah salah satu insulasi yang baik dibanding hebel,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, pada Kamis (11/9/2025).

    Jika dilihat dari bahan pembuatannya, batu bata terbuat dari tanah merah, pasir silika, campuran semen, batu kapur, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Dilansir Turbull Mansory, batu bata lebih stabil untuk meredakan suhu internal dengan menghalau panas agar tidak masuk atau berpindah dengan cepat. Massa dari batu bata lebih padat sehingga tidak mudah ditembus panas.

    Selain lebih adem, batu bata juga tahan dari api sehingga tidak mudah terbakar. Selain itu, ukurannya jauh lebih kecil daripada hebel, pas untuk membangun bidang yang kecil.

    Namun, batu bata juga memiliki kekurangan, yakni pengerjaannya yang lama. Batu bata harus menunggu semen mengeras dan merekat dengan kokoh. Selain itu, bentuknya terkadang tidak rapi sehingga membutuhkan bahan yang banyak untuk merapikannya.

    Sementara itu, hebel terbuat dari campuran semen, batu kapur, pasir silika, gypsum, air, dan aluminium bubuk. Material ini tetap bisa menghalau panas, tetapi tidak begitu stabil seperti batu bata. Banyak orang memilih memakai hebel karena lebih efisien untuk pemasangannya.

    Wildan mengatakan hebel atau bata ringan lebih mudah dipasang karena ada bahan perekat khusus yang disebut dengan lem hebel. Kemudian, bahan ini lebih ringan, tahan air, suara, dan getaran.

    Itulah penjelasan alasan batu bata jauh lebih efektif membuat rumah lebih adem. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mana, Lamine Yamal, Mana?


    Jakarta

    Lamine Yamal sempat memprovokasi Real Madrid sebelum duel El Clasico malam tadi, menyebut mereka maling dan tukang protes. Madrid membungkamnya.

    Barcelona kalah 1-2 saat bertandang ke Santiago Bernabeu, Minggu (26/10/2025) malam WIB. Blaugrana tertinggal dulu akibat gol Kylian Mbappe dan sempat menyamakan melalui Fermin Lopez.

    Namun gol Jude Bellingham mengembalikan keunggulan tuan rumah dan memenangkan mereka. Meski banyak menguasai bola, Barca kesulitan menciptakan ancaman-ancaman serius sementara Madrid main lebih efektif.


    Madrid bisa saja menang lebih besar, mengingat ada penalti Mbappe yang ditepis dan sejumlah peluang yang gagal karena offside tipis. Statistik menunjukkan mereka punya 10 peluang on target berbanding cuma enam punya Barca.

    Salah satu sebab Barca kesulitan tak lain adalah Lamine Yamal yang redup. Yamal hanya melakukan dua tembakan tanpa mengarah ke gawang dan empat dribel sukses dari delapan percobaan.

    Dengan Yamal kesulitan menembus pertahanan Madrid, Barca pun lebih banyak mencoba lewat Marcus Rashford di kiri yang bermain lebih hidup. Asisten Pelatih Barca Marcus Sorg secara terbuka mengakui Yamal kesulitan di laga kali ini.

    “Ini tidak mudah untuknya. Kami berbincang saat turun minum soal menempatkan dia ke situasi-situasi satu lawan satu. Kami tidak bisa melakukannya di babak pertama dan begitu juga di babak kedua,” ujar pria yang menggantikan Hansi Flick yang sedang diskors itu.

    “Dia sudah mencoba segalanya, tapi mereka membendungnya dengan baik, dan dia tidak berhasil mengatasinya. Saya rasa masalah cederanya itu sangat penting, dia butuh lebih banyak laga di level tertinggi.”

    “Dia itu baru 18 tahun, jadi kami perlu memberinya lebih banyak waktu untuk mencapai titik terbaik. Para bek lawan juga mengerahkan upaya terbaik untuk menghentikannya dan mereka bekerja lebih keras lagi musim ini,” imbuhnya.

    (raw/ran)



    Sumber : sport.detik.com