Tag: manajemen waktu

  • 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Seleksi Bakat Skolatik LPDP 2025 Tahap 2



    Jakarta

    Seleksi bakat skolastik (SBS) LPDP 2025 tahap 2 sebentar lagi digelar. Ujian ini merupakan tahap krusial bagi ribuan pendaftar yang bermimpi meraih beasiswa LPDP.

    Seleksi bakat skolastik tak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kecermatan, logika, hingga manajemen waktu peserta. Jenis soal SBS terdiri dari pertanyaan numerik, verbal, hingga penalaran.

    Oleh karena itu, penting bagi calon penerima beasiswa LPDP untuk mengetahui apa saja yang harus disiapkan sebelum hari-H. Selain strategi mengerjakan soal, peserta juga harus tahu hal-hal teknis untuk menghindari kendala selama ujian.


    Mengutip unggahan Instagram @lpdp_ri, Jumat(12/9/2025), berikut hal-hal yang harus diketahui sebelum SBS berlangsung:

    1. Durasi Tes

    Total durasi yang akan diikuti peserta seleksi bakat skolastik adalah sekitar 90 menit. Waktu tersebut terbag untuk tiga jenis soal yakni:

    – Penalaran verbal: 23 soal selama 30 menit
    – Penalaran kuantitatif: 25 soal selama 40 menit
    – Pemecahan masalah: 12 soal selama 20 menit

    2. Ikuti Simulasi

    LPDP telah menyediakan simulasi atau try out seleksi bakat skolastik. Simulasi ini tersedia pada 10-12 September 2025.

    Dengan simulasi tes, peserta bisa mengecek persiapan perangkat, menguji kesiapan aplikasi, menguji koneksi internet masing-masing, meningkatkan pemahaman atas prosedur tes, dan membiasakan diri terhadap aplikasi ujian.

    3. Pakai 2 Perangkat

    Selam seleksi bakat skolastik, peserta harus menyediakan dua perangkat. Satu buah desktop PC atau laptop dan satu buah unit handphone yang memiliki fitur kamera depan atau belakang.

    4. Helpdesk

    Pada seleksi LPDP tahun ini, peserta tidak dapat menyampaikan kendala lewat helpdesk Telegram. Namun, peserta bisa menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada pegawas ujian saat try out atau pelaksanaan ujian berlangsung.

    Layanan bantuan via Telegram sudah tidak tersedia. Sehingga, peserta bisa memantau secara berkala informasi dari media sosial LPDP untuk mengetahui kanal layanan terbaru.

    5. Verifikasi Sebelum Ujian

    Sebelum ujian berlangsung, peserta wajib melakukan verifikasi dahulu bersama pengawas ujian lewat zoom meeting. Pengawas nantinya akan mengarahkan peserta.

    Peserta masuk ke halaman ujian pada aplikasi setelah lolos verifikasi. Lalu, akses akan diberikan pengawas agar peserta bisa melaksanakan ujian.

    6. Aplikasi Tes

    Aplikasi tes yang akan digunakan untuk seleksi bakat skolastik adalah aplikasi tes/exambrowser terbaru yang disediakan LPDP. Agar aplikasi ini bisa dilankan, pastikan laptop dapat berjalan lancar ketika mengaksesnya.

    Jadwal Seleksi Bakat Skolastik LPDP 2025 Tahap 2

    Jadwal seleksi bakat skolastik LPDP tahap 2 ini berlangsung selama 15-19 September 2025 dengan pembagian sesi:

    – Sesi pagi: 07.45-11.30 WIB
    – Sesi siang: 12.45-16.30 WIB
    – Sesi siang khusus Jumat: 13.15-17.00 WIB

    Demikian informasi mengenai seleksi bakat skolastik LPDP 2025 tahap 2. Selamat menjalankan ujian.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • IPK Sempurna 7 Semester, Tegar Anak Kedokteran UGM Terapkan Strategi Belajar Ini



    Jakarta

    Tekad kuat dan kerja keras menjadi kunci kesuksesan Tegar Inang Pratama, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang konsisten meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dari semester 1 hingga 7.

    Di balik prestasinya tersebut, Tegar menyimpan kisah inspiratif dalam berjuang untuk hidup dan kuliah. Sejak kecil, Tegar diasuh oleh kakek dan neneknya.

    Namun, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas tak pernah menjadi alasan baginya untuk menyerah pada keadaan. Ia berhasil menembus Fakultas Kedokteran UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan mendapat beasiswa KIP Kuliah (KIP-K).


    “Cara belajarnya adalah manajemen waktu sih. Jadi setiap minggu tuh kita harus tahu mau ngapain aja terus kalau belajar mau di mana,” ungkap Tegar dikutip dari unggahan Instagram @kemdiktisaintek.ri, Selasa (14/10/2025).

    Ingin Jadi Dokter gegara Suka Anime

    Kemauannya menjadi seorang dokter saat kecil berangkat dari alasan sederhana. Tegar senang menonton anime dengan tema medis.

    “Menonton anime medis, di sana berkembang rasa kepedulian saya untuk bisa berguna, dan bermanfaat untuk banyak orang, saya suka untuk menolong sesama,” katanya dikutip dari laman Kemendiktisaintek.

    Selama ini, Tegar tumbuh dengan prinsip kerja keras dan doa. Ia yakin dan sudah membuktikan kedua hal itu sudah membawanya sejauh ini.

    “Saya bukan orang yang punya privilege. Jadi saya belajar untuk tidak menyerah. Kalau bukan saya yang berjuang untuk masa depan saya, siapa lagi,” katanya.

    Tips Pertama, Pilih Pertemanan Positif di Kampus!

    Tegar menekankan pentingnya konsistensi dan lingkungan pertemanan yang positif. Ia mengaku beruntung karena memiliki teman-teman yang ingin saling bertumbuh.

    “Pertemanan menentukan prestasi. Pilih circle yang positif yang saling dukung untuk belajar. Jadi setiap ketemu itu yang ngomonginnya ‘udah belajar sampai mana?’ terus yang ‘paham materi apa?’,” katanya.

    Konsisten & Manajemen Waktu Tak Kalah Penting

    Menurut Tegar, kesadaran sosial menjadi motivasi terbesarnya dalam menuntut ilmu. Tak lupa, Tegar juga senantiasa konsisten dalam menjalani kuliah.

    “Terus konsisten aja selama 7 semester, insyaallah dapat 4,” katanya.

    Menurut Tegar, kuliah kedokteran memang cukup menantang. Ritme akademiknya cukup padat.

    Setiap dua pekan, ia harus mengikuti ujian. Belum ditambah tumpukan bahan belajar yang harus dipahami, membuat Tegar akhirnya membuat strategi manajemen waktu.

    “Biasanya saya langsung fokus pada jadwal kuliah saya, kemudian setelah itu saya akan menuliskan pada seminggu ke depan, saya ingin melakukan kegiatan apa, dan saya mau belajar di mana,” ungkap Tegar.

    Bagi Tegar, KIP-K adalah Nyawa Selama Kuliah

    Tegar mengaku sadar bahwa ia bisa berkuliah dengan bantuan beasiswa KIP-Kuliah. Di mana beasiswa tersebut berasal dari pemerintah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari rakyat.

    “Terus belajar dan sadar bahwa semua pembiayaan kalian di kuliah itu dari rakyat, jadi kalian harus belajar dan punya mimpi untuk mengembalikan itu kepada negara,” tuturnya.

    Baginya, beasiswa tersebut adalah nyawa. Ia bisa melanjutkan kuliah kedokteran tanpa harus dibebani biaya yang fantastis.

    “Ketika lolos KIP Kuliah, ya enggak nyangka juga sih, soalnya siapa yang nyangka kuliah kedokteran gratis, sampai jadi dokter, dan enggak cuma saya, mungkin orang-orang di sekitar saya pun juga kaget,” ujar Tegar dalam laman Kemendiktisaintek.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Menghargai Waktu bagi Seorang Muslim



    Jakarta

    Pentingnya memanfaatkan waktu dijelaskan dalam surah Al Asr ayat 1-3. Bahkan ada pepatah yang menyebut orang sukses ialah mereka yang menghargai waktu.

    Prof Nasaruddin Umar dalam kultumnya yang tayang pada Selasa (19/3/2024) menyampaikan betapa pentingnya waktu bagi seorang muslim.

    “Orang yang tidak menghargai waktu itu pasti terancam gagal. Maka itu Allah SWT menjadikan salah satu alat sumpah itu (surah Al Asr) adalah demi masa, demi waktu,” terangnya dalam detikKultum detikcom.


    Terkait pentingnya waktu ini, Prof Nasaruddin Umar mengisahkan tentang tiga pemuda yang terjebak di gua tanpa ada tali pengaman. Tiba-tiba ada suara yang memerintahkan ketiga pemuda itu untuk mengambil batu-batuan.

    Pemuda pertama mengambil satu buah batu ke kantongnya, sedangkan pemuda kedua memenuhi kantongnya dengan batu. Sementara itu, pemuda yang ketiga mengambil banyak batu hingga memenuhi kantong dan ranselnya.

    Setelah keluar dari gua, tiba-tiba batu itu berubah menjadi berlian. Ketiga pemuda itu lantas menyesal.

    Pemuda pertama menyesal karena hanya memungut satu batu, pemuda kedua menyesal karena tidak memenuhi ranselnya dengan batu, dan pemuda ketiga menyesal karena tidak memenuhi kantong bajunya dengan batu meskipun saku celana serta ranselnya sudah dipenuhi oleh batu.

    “Yang (paling) sedikit penyesalannya adalah yang ranselnya penuh dan celananya penuh. Itu adalah orang yang menghargai waktu,” jelas Prof Nasaruddin Umar.

    Lebih lanjut ia mengajak kaum muslimin untuk lebih menghargai dan memperbaiki manajemen waktu. Cara memanfaatkan waktu itu bisa dengan beribadah kepada Allah SWT seperti beriktikaf dan mengaji.

    “Sekali lagi mari kita menghargai waktu terutama waktu yang sedang kita lakukan karena kita masih sehat ini,” pesan Prof Nasaruddin Umar.

    Selengkapnya detikKultum Nasaruddin Umar: Pentingnya Memanfaatkan Waktu dapat ditonton DI SINI. Kajian bersama Nasaruddin Umar ini tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04:20 WIB.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com