Tag: Market Cryptocurrency

  • Mengenal Tokocrypto Sebagai Salah Satu Market Bitcoin

    Tahukah Anda, bahwa sekarang Indonesia telah melegalkan aset kripto? Memang, aset kripto sampai saat ini belum disahkan menjadi alat pembayaran atau mata uang, melainkan sebagai alat investasi yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Namun, hal itu tidak menyurutkan perkembangan market bitcoin yang makin melesat di Indonesia.

    Perkembangan Bitcoin di Indonesia 

    Melalui riset yang diadakan tim blockchain dari project Onfo pada April 2020, hasil riset tersebut mengatakan bahwa terdapat 4,350 masyarakat Indonesia yang tertarik dengan ajakan pengguna lain untuk mencoba aset kripto. Angka ini terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan negara lain dalam riset yang sama, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia.

    Terlebih saat ini bitcoin berada di harga $32,796.80USD pada Minggu (24/01/2021) yang apabila dikonversikan ke rupiah menyentuh harga sekitar 460 juta rupiah. Hal ini menunjukan tren kenaikan yang signifikan bila dibandingkan harga bitcoin pada Juni 2020 dengan nilai $ 9.000 USD atau sekitar 130 juta rupiah.

    Bitcoin, Aset Kripto yang Populer Saat Pandemi

    Sebagai aset kripto pertama yang diciptakan pada Januari 2009 oleh pihak anonim dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, bitcoin terus menduduki posisi pertama di CoinMarketCap. 

    Kemudian, jika kita melihat harga saham yang mengalami tren penurunan saat awal pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, bitcoin malah menunjukkan tren sebaliknya karena harganya yang justru melambung tinggi. 

    Terlebih Indonesia telah melegalkan aset kripto termasuk bitcoin yang diatur oleh BAPPEBTI melalui peraturan BAPPEBTI No. 5 Tahun 2019 yang menjelaskan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Hal ini tentu disambut oleh masyarakat Indonesia karena kini bitcoin bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan.

    Tokocrypto, Salah Satu Market Bitcoin dan Penyedia Aset Kripto Pertama Berlisensi di Indonesia

    Pertama kali diluncurkan oleh Pang Xue Kai pada bulan Januari 2018, Tokocrypto merupakan crypto exchanger di Indonesia yang telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI dengan nomor 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019.

    Keseriusan Tokocrypto untuk terus memberikan kepercayaan kepada publik serta nasabah yang melakukan transaksi jual beli aset kripto, menjadikan Kai berusaha memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan diatur oleh dua peraturan BAPPEBTI, yaitu No. 5 Tahun 2019 serta No. 9 Tahun 2019. Dengan itu, Tokocrypto berhasil menjadi platform jual beli aset kripto pertama di Indonesia yang berlisensi.

    Kini Tokocrypto hadir di Mobile App!

    Dari tahun ke tahun, Tokocrypto senantiasa menghadirkan inovasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah dalam melakukan jual beli aset kripto, salah satunya dengan kehadiran Tokocrypto Mobile App!

    Kehadiran Mobile App ini pastinya untuk memberi kemudahan dalam investasi aset kripto, karena Anda bisa berinvestasi dimana pun dan kapan pun. Terlebih, Anda bisa mendapatkan harga aset kripto terbaik dengan fitur order book hanya dari smartphone

    Selain itu, proses Know Your Customer (KYC) juga lebih mudah di Tokocrypto Mobile App dan Anda bisa mendapat update perihal token baru yang akan terus bertambah dan banyak promo yang menanti!

    Gimana, kece, kan? Sebagai market bitcoin yang juga diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Tokocrypto akan terus berinovasi dan fokus kepada UI/UX sehingga jual beli aset kripto akan semakin nyaman dan menyenangkan! 

    Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru silakan kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau media sosial kami @Tokocrypto.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mining Dogecoin: Panduan dan Tips Agar Cuan

    Pernah mendengar soal mining dogecoin? Dogecoin, atau sering juga disebut Doge, merupakan salah satu aset kripto. DOGE diperkenalkan pada 2013 oleh software engineer bernama Billy Markus dan Jackson Palmer. Sejak diluncurkan, Doge memiliki banyak penggemar karena punya nilai yang cenderung rendah.

    Namun, DOGE melesat jauh setelah CEO Tesla sekaligus SpaceX, Elon Musk, menunjukkan ketertarikannya. Dukungan Musk bahkan mampu menaikkan nilai per koin Doge hingga 800% hanya dalam 24 jam. Nah, untuk mendapatkan Dogecoin sendiri ada beberapa cara. Salah satu cara yang populer adalah melalui mining Dogecoin. Bagaimana cara kerjanya? Baca terus artikel ini!

    Dogecoin sebagai Alternative Coin Potensial

    Seperti yang telah disinggung pada bagian pembuka, Dogecoin memiliki beberapa potensi untuk menjadi alternative coin atau altcoin yang menguntungkan. Selain karena nilainya yang relatif rendah, DOGE juga memiliki banyak penggemar. Jadi, layaknya aset kripto yang grafiknya fluktuatif, masa depan DOGE tampaknya akan terus cerah.

    Jika melihat perkembangannya saat ini, nilai Dogecoin memang cenderung turun karena adanya koreksi. Hal tersebut sangat wajar terjadi. Sebab, Dogecoin baru saja mencapai all-time high atau nilai tertingginya pada Mei 2021 lalu, yaitu senilai $0.7376 (DOGE USD) dilansir dari CoinMarketCap. Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pergerakan harga altcoin juga mengikuti pergerakan harga Bitcoin (BTC USD) yang saat ini sedang mengalami penurunan. Aset kripto ini akan berangsur-angsur pulih apabila penggunaannya semakin masif.

    Baca juga: Mengenal Altcoin Season dan 5 Altcoin Terpopuler di 2021

    Mengenal Mining Dogecoin

    Mengenal dogecoinTertarik untuk mulai mengumpulkan Dogecoin? Sama seperti aset  kripto lainnya, Dogecoin bisa didapatkan melalui beberapa cara seperti jual-beli aset kripto. Cara lain yang banyak diterapkan adalah dengan mining Dogecoin.

    Apa itu mining Dogecoin?

    Mining Dogecoin adalah cara mendapatkan aset kripto berupa Dogecoin dengan menambang. Menambang di sini berarti memecahkan beberapa masalah matematika kompleks. Alat yang digunakan untuk menambang pun bukan bor, ya, melainkan dengan perangkat komputer khusus.

    Meski mining Dogecoin pada dasarnya mirip dengan mining pada aset kripto lain, tentu ada beberapa hal yang membedakannya.

    Misalnya, dari segi algoritma atau hash yang merupakan aturan untuk menambang aset baru. Selain itu, ada juga block time yang berarti rata-rata waktu untuk memeriksa blok transaksi aset baru sebelum bisa ditambahkan ke blockchain.

    Cara Kerja Mining Dogecoin

    Ada dua opsi yang bisa Anda pilih untuk mulai mining Dogecoin, yaitu solo mining dan pool mining. Mari simak perbedaannya berikut ini.

    1. Solo Mining

    solo mining

    Dogecoin menerapkan algoritma Scrypt yang cenderung hemat energi. Jadi, opsi untuk melakukan solo mining atau penambangan mandiri pun selalu terbuka. Anda hanya perlu menyediakan sebuah CPU dengan kecepatan setidaknya 100-200 kH/s untuk bisa mulai menambang Dogecoin.

    Selain karena lebih ramah energi, Dogecoin juga tidak memerlukan graphic card dalam proses penambangannya. Dengan begitu, konsumsi listrik pun jauh lebih hemat jika dibandingkan saat Anda mining aset kripto lain.

    Untuk mulai solo mining, unduh Dogecoin Core yang tersedia di official website Dogecoin.

    Choose wallet before mining cryptoApa itu dogecoin core?

    Dogecoin Core sendiri adalah dompet digital untuk menyimpan aset kripto Anda yang berupa Dogecoin. Selanjutnya, masuklah ke menu Encrypt Wallet untuk melindungi aset Anda. Terakhir, core akan mulai mengunduh blok yang ada ke CPU Anda. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari.

    2. Pool Mining

    Mining Crypto

    Jika Anda tidak memiliki hardware yang mumpuni untuk solo mining, pool mining bisa jadi solusi yang efisien. Melalui pool mining, Anda tidak perlu lagi mengunduh core dan blok mining. Caranya adalah dengan bergabung pada pool yang memang menyediakan layanan mining Dogecoin.

    Salah satu pool yang banyak digunakan adalah Aikapool. Di Aikapool, Anda cukup mendaftar dan melakukan instalasi software CPU Mining multi versi 1.3.1 Windows 64 bit. File software pun sudah disediakan di Aikapool. Apabila proses instalasi selesai, Anda tinggal mengekstrak folder pool dan mengikuti instruksi yang tersedia.

    Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Mining

    Mining DOGE Coin

    Sebelum mulai mining Dogecoin, jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Berikut adalah beberapa perangkat yang harus ada dalam melakukan mining aset kripto:

    1. PC yang menggunakan sistem operasi Windows, Linux, atau OS X.
    2. Sambungan internet yang stabil dan berkecepatan tinggi.
    3. Dompet digital atau wallet kripto, gunanya untuk menyimpan aset yang didapat dari mining.
    4. Proses mining Dogecoin akan lebih lancar jika Anda menyediakan graphic card serta Scrypt ASIC Miner pada PC.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mining Dogecoin? Setelah mendapat aset kripto Dogecoin, Anda bisa melakukan exchange ke aset kripto lainnya melalui Tokocrypto. Di Tokocrypto, Anda bisa trading Bitcoin dan Dogecoin dan aset kripto lain dengan mudah dan tentunya aman. Yuk, mulai investasikan set kripto hasil mining Dogecoin Anda melalui Tokocrypto sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

    Nilai aset kripto Bitcoin dan beberapa lainnya yang masuk daftar big cap telah jatuh menjelang akhir pekan ini. Harga Bitcoin telah kehilangan hampir 10% selama 24 jam terakhir pada Kamis (17/2), jatuh menuju $ 40.000, dengan Ethereum, BNB, Solana, Cardano dan XRP yang juga mengalami penurunan serupa.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat jatuhnya harga Bitcoin dan crypto lain datang bersamaan dengan anjloknya pasar saham yang dipicu oleh komentar yang dibuat oleh Presiden AS, Joe Biden pada Kamis (17/2), bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dalam hitungan hari.

    “Konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung dapat menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut ke pasar aset kripto yang sudah dipengaruhi oleh kekhawatiran makro ekonomi dari kenaikan suku bunga dan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Februari 2022: Nasib BTC, DOGE & SOL

    Dampak Ekonomi Global

    Afid menjelaskan harga aset kripto terkait langsung dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

    Selanjutnya, kenaikan suku bunga juga cenderung mempengaruhi kinerja seluruh pasar aset kripto. Ketika suku bunga rendah dan murah untuk meminjam uang, investor cenderung menuangkan dana mereka ke dalam investasi berisiko tinggi, termasuk Bitcoin. Sebaliknya, investor memindahkan uang mereka dari investasi berisiko menyusul kenaikan suku bunga.

    Ilustrasi market aset kripto.

    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

    Ketidakpastian Pasar Kripto

    Pasar Bitcoin dan kripto lain telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melemah bulan lalu. Harga Bitcoin sempat naik di atas $ 45.000 per BTC minggu lalu, dengan Ethereum dan sepuluh koin teratas lainnya BNB, Solana, Cardano, dan XRP menunjukkan kekuatan yang sama.

    “Meskipun perdagangan Bitcoin telah cukup aktif dalam beberapa minggu terakhir, banyak pelaku pasar masih duduk manis dan wait and see dengan volatilitas kelas aset saat ini,” imbuh Afid.

    Dengan tingkat inflasi dan adanya kemungkinan ketidakpastian makro juga akan mempengaruhi sentimen risiko dalam beberapa minggu mendatang. Kurangnya kepercayaan investor, mungkin perlu beberapa waktu bagi pasar kripto untuk menjadi bullish lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com