Tag: Market

  • Pasar Kripto Akan Menguat Mengikut Pasar Modal

    Korelasi Bitcoin (BTC) dengan pasar modal AS mencapai rekor tertinggi. Bila pasar saham pulih kembali, maka hal itu dapat mengangkat BTC dan aset kripto lain.

    Berbeda dengan sebelumnya, BTC bergerak beriringan dengan saham saat dua-duanya mengalami kelesuan. Tetapi korelasi tersebut justru dapat membawa kelegaan bagi BTC bila saham menguat.

    Koefisien korelasi 40-hari bagi BTC dan indeks saham Nasdaq 100 hampir mencapai 0,66. Angka ini merupakan rekor tertinggi menurut data yang dikompilasi oleh Bloomberg sejak tahun 2010.

    Baca jugaManajer Dana Raksasa Ini Ajukan ETF Terkait Teknologi Blockchain

    Selain itu, korelasi serupa turut terjadi dengan indeks S&P 500 dan mencapai rekor pula.

    Pakar strategi Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengutarakan ide bahwa sentimen terhadap pasar modal akan segera mengalami pemulihan kembali. Hal ini dapat berakibat kepada penguatan saham setelah masa kelesuan akhir-akhir ini.

    Saham yang menguat dapat turut mendongkrak Bitcoin dan aset kripto lain.

    “Saham seharusnya pulih selama beberapa bulan ke depan seiring pasar obligasi menjadi stabil dan keuntungan perusahaan terus bertambah berkat ekonomi global yang menguat,” jelas Peter Berezin, kepala strategi global BCA Research Inc.

    Ia menambahkan, hal tersebut dapat mendorong kripto ke atas, walau sementara.

    Aset kripto terpeleset di tengah berita pengurangan stimulus dari Federal Reserve yang sebelumnya mendongkrak aset spekulatif selama masa pandemi. Valuasi senilai lebih dari US$1 trilyun telah terhapus dari kapitalisasi pasar aset kripto sejak puncaknya di bulan November.

    Saat ini, Bitcoin terus mengalami tren menurun dan jatuh hingga ke harga US$36.506.

    Chris Weston, kepala riset Pepperstone Financial Pty Ltd, berkata sektor kripto terlampau berada di area oversold. Kendati demikian, momentum menurun memang kuat dan reli ke atas akan menjadi peluang bagi spekulan untuk menjual.

    Baca juga Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

    Berezin bersikap skeptis terhadap Bitcoin secara keseluruhan kendati ia melihat adanya penguatan singkat bila saham pulih. Target jangka panjang Berezin bagi Bitcoin hanyalah US$5 ribu.

    “Investor yang ingin melindungi terhadap resiko perlu mempertimbangkan membeli Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) daripada BTC, Litecoin (LTC) dan Dogecoin (DOGE),” pungkas Berezin.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Ada DOT dan SUSHI

    Jakarta – Masuk pekan pertama di tahun 2022, sejumlah aset kripto langsung tancap gas berpotensi bergerak naik. Namun, di sisi lain, ada beberapa kripto yang mengalami pergerakan stagnan, bahkan cenderung berpotensi menurun hingga masuk fase bearish. Simak selengkapnya Market Signal aset kripto pekan pertama di awal tahun 2022 ini.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Stacks (STX)

    Grafik aset kripto Stacks (STX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Stacks (STX).

    Masuk di jajaran aset kripto bullish pekan ini, Stacks menjadi salah satu kripto yang terlibat dalam beberapa eksperimen proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT) dengan jaringan blockchain Bitcoin. Penggunaan jaringan Stacks telah meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan alasan STX berpotensi alami bullish karena meluncurkan jaringan utama baru bernama ALEX Mainnet. Menurutnya, dari teknik analisis, STX sudah ada bullish flag, namun akan sedikit terkoreksi dan akan kembali rebound sekitar 13 persen.

    “ALEX Mainnet akan launching di tanggal 17 Januari nanti. Biasanya satu minggu sebelum launching, market itu sudah bereaksi. Kalo misalkan beritanya bagus, akan mengalami kenaikan. Kemudian, tanggal 10 Januari, akan ada ALEX Token Launchpad Live yang bisa mendongkrak harga STX,” kata Afid (04/01).

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.036.811.513. Pasokan yang beredar 1.291.912.627 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    2. Avalanche (AVAX)

    Grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Avalanche (AVAX) adalah platform open source tempat pengembang dapat membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dalam ekosistem yang sangat skalabel. Sejak diluncurkan ekosistem AVAX bertumbuh secara eksponensial.

    Banyak analis mengklaim AVAX salah satu saingan Ethereum, yang bertujuan untuk menggesernya sebagai blockchain paling populer untuk smart contract. Afid melihat pergerakan AVAX memiliki pola triangle atau segitiga yang berpotensi bullish.

    “Mungkin dalam waktu dekat AVAX akan sedikit terkoreksi dan akan alami pump sekitar 40 persenan. Acara AMA tanggal 5 Januari bisa menjadi potensi rebound yang lebih tinggi dan bisa sedikit ada reaksi di market,” ujarnya.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap saat ini adalah #11, dengan kapitalisasi pasar US$ 26.349.634.814. Pasokan yang beredar 243.752.475 koin AVAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

    3. Loopring (LRC)

    Grafik aset kripto Loopring (LRC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Loopring (LRC).

    LRC adalah token utilitas berbasis Ethereum di jaringan Loopring yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan sistem pembayaran. Ini mendorong perilaku positif dari penyedia likuiditas (liquidity provider), perusahaan asuransi, dan tata kelola DAO (decentralized autonomous organization).

    Afid menjelaskan teknik analisa LRC sendiri sudah membentuk segitiga atau triangle. LRC kemungkinan akan sedikit terkoreksi dulu dan melonjak sekitar 35 persen. Di samping itu, token ini memiliki berita bagus yang memicu market bergerak.

    “Loopring ini layer-2 blockchain sama seperti Polygon (MATIC), di mana yang menarik, ia menjalin kerja sama dengan Bank of China. Teknologi yang digunakan Loopring menjadi patent Bank of China untuk sistem pembayaran mereka,” ucapnya.

    Peringkat LRC di CoinMarketCap saat ini adalah #58, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.774.206.433. Pasokan yang beredar 1.328.716.100 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR adalah platform pengembangan terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan lingkungan yang ideal untuk Dapps dengan mengatasi beberapa batasan sistem, seperti throughput dan kecepatan rendah dan kompatibilitas silang yang buruk. Mirip dengan Ethereum, Cardano, dan TRON, NEAR dapat dideskripsikan sebagai blockchain layer-one atau “lapisan dasar”,

    “Dari fundamentalnya sendiri tidak ada yang spesifik. Tapi, dari teknikal analisisnya ini sudah bagus, di mana NEAR ini mem-break out resisten lamanya dan berusaha untuk meningkat lagi. Potensi kenaikannya sendiri sekitar 20 persen,” jelas Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #21, dengan kapitalisasi pasar US$ 10.528.482.290. Pasokan yang beredar 602.964.783 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    5. Polkadot (DOT)

    Grafik aset kripto Polkadot (DOT)

    Ilustrasi grafik aset kripto Polkadot (DOT).

    Polkadot (DOT) ini termasuk salah satu aset kripto yang cukup mendapatkan perhatian karena berkembang cukup pesat pada tahun 2020-2021. DOT sendiri adalah sebuah koin kripto berbasis blockchain yang memungkinkan beberapa jaringan saling terhubung.

    “Dari Polkadot saat ini masih ada event juga ya. Di mana auction ini belum berakhir. DOT dari teknik analisisnya juga sudah breakout dari resistensinya dan sedang terkonsolidasi dan tinggal nunggu naiknya lagi. Kemungkinan ada kenaikan sekitar 38 persen,” tutur Afid.

    Peringkat DOT di CoinMarketCap saat ini adalah #10, dengan kapitalisasi pasar US$ 29.320.478.202. Pasokan yang beredar 987.579.315 koin NEAR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Grafik aset kripto Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset kripto Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    “Power Ledger (POWR) dari teknik analisisnya sudah overbought. Dari relative strength index (RSI) ini POWR sudah mencapai titik jenuh pembelian yaitu di angka 70. Biasanya ketika itu terjadi, market biasa terkoreksi ke area support, kalo mungkin bisa turun lagi sampai sekitar -22 persen,” kata Afid.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #180, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.661.997. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Voxies (VOXEL)

    Grafik aset kripto Voxies (VOXEL)

    Ilustrasi grafik aset kripto Voxies (VOXEL).

    Voxies adalah game RPG taktis berbasis giliran 3D gratis untuk dimainkan di blockchain. Token VOXEL juga akan dapat diakses di pasar sekunder, di mana pemain memperdagangkan token di luar permainan.

    Menurut Afid, teknik analisis VOXEL dari grafik RSI sudah menyentuh overbought. “Dan dia akan menuju ke oversold-nya lagi. Di mana VOXEL akan terus mengalami penurunan, mungkin akan terkonsolidasi dulu dari market, baru nanti ada keputusan harganya akan dibawa kemana.”

    Peringkat VOXEL di CoinMarketCap saat ini adalah #302, dengan kapitalisasi pasar US$ 211.513.420. Pasokan yang beredar 60.343.002 koin VOXEL dan maksimal pasokan 300.000.000 koin VOXEL.

    3. Dusk Network (DUSK)

    Grafik aset kripto Dusk Network (DUSK)

    Ilustrasi grafik aset kripto Dusk Network (DUSK).

    Dusk Network mengklaim dirinya sebagai blockchain privasi untuk aplikasi keuangan. Ini adalah blockchain layer-1 yang mendukung standar Confidential Security Contract (XSC), dan mendukung smart contract. Dusk Network bertujuan untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar keuangan.

    Token DUSK dapat digunakan sebagai token utilitas untuk memulai transaksi, pertukaran atom, atau menyebarkan smart contract. Di balik itu, pergerakan DUSK pekan ini cenderung bearish. Afid melihat ada pola untuk breakdown atau breakout ke bawah. “Mungkin ada penurunan sekitar 17 persen, tapi akan menurun bertahap.”

    Peringkat DUSK di CoinMarketCap saat ini adalah #171, dengan kapitalisasi pasar US$ 347.444.753. Pasokan yang beredar 389.445.429 koin DUSK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin DUSK.

    4. SushiSwap (SUSHI)

    Grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI)

    Ilustrasi grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI).

    SushiSwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang dilengkapi dengan kontrak pintar (smart contract). SUSHI adalah token Ethereum khusus yang didedikasikan untuk ekosistem Sushiswap.

    Afid menerangkan SUSHI berpotensi bearish dan memang baru mau menuju oversold-nya. “Dia mungkin akan turun dari oversold-nya dan akan berpotensi turun sekitar 7 persen. Ia juga gagal membentuk bullish flag pattern.”

    Peringkat SUSHI di CoinMarketCap saat ini adalah #92, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.081.291.463. Pasokan yang beredar 127.244.443 koin SUSHI dan maksimal pasokan 250.000.000 koin SUSHI.

    5. Hive (HIVE)

    Grafik aset kripto Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Diluncurkan pada 20 Maret 2020, Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 10 persenan,” ungkap Afid. 

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #129, dengan kapitalisasi pasar US$ 618.630.296. Pasokan yang beredar 385.507.491 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

    Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

    Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

    “Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

    Sentimen Positif

    Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

    Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

    Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

    Kondisi Cukup Stabil

    Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

    Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

    Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

    Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

    Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

    Investor Tetap Bertahan

    Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

    Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

    Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
    Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

    Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

    Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

    Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

    Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

    Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

    Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

    Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

    Sentimen Positif

    Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

    “Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

    Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

    Ancaman Bull Trap dan Overbought

    Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

    Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

    Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

    Menanti Sikap The Fed

    Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

    Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

    Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Major Trend, Secondary Trend dan Minor Trend

    Setelah minggu lalu kita mempelajari beberapa jenis kondisi pasar, dari bullish, bearish dan side way, minggu ini kita akan beleajar untuk menganalisis tiga jenis kondisi pada sebuah tren tersebut.

    Menurut teori yang paling dikenal yaitu Dow Theory, kondisi apada sebuah tren dibagi lagi menjadi tiga bagian yang detail, yaitu major trend (primary trend), secondary trend (intermediate trend) dan minor trend (nearest-term trend).

    Garis yang menghubungkan titik A – B – C-D pada gambar di bawah adalah sebagai major trend yang membentuk uptrending charts. Di dalamnya terdapat tren yang lebih kecil, disebut dengan secondary trend. Apabila diperhatikan secara saksama, di dalam secondary trend masih terdapat trend yang lebih kecil lagi-yaitu minor trend.

    Gambar : Menunjukkan secondary trend dan minor trend yang berada di dalam sebuah major uptrend.

    Teori tersebut mengilustrasikan tcorinya dengan “LAUT”. Pasang (tide) digambarkan sebagai major trend, ombak (wave) sebagai secondary trend, dan riak-rak (ripples) pada ombak dikatakan sebagai minor trend. Kita bisa memperkirakan air laut sedang pasang/surut (uptrend/ downtrend) dengan memperhatikan batas ketinggian air yang dicapai oleh ombak di pinggir laut, untuk mengilustrasikan puncak dan lembah terakhir pada sebuah charts.

    Dow menyatakan bahwa sebuah primary trend (major trend) pada suatu pasar (market) bisa lebih dari satu tahun atau bahkan bcberapa tahun. Secondary trend yang terjadi akibat koreksi sesaat, dianggap penurunan wajar atau sementara pada primary trend, dan mempunyai batasan waktu antara tiga minggu sampai dengan tiga bulan. Sedangkan nor trend yang memiliki batasan waktu terpendek, umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. Minor trend ini merupakan fluktuasi harga yang terjadi dalam secondary trend. Tren-tren ini saling berinteraksi dalam kurun waktu yang tak terbatas, dari yang sangat singkat meliputi menit per menit, sampai dengan jangka waktu yang sangat panjang-misalnya 100 tahun.

    Para pelaku pasar memiliki tiga keputusan setelah melakukan analisisnya. Yang pertama, melakukan aksi beli (bisa juga disebut dengan istilah long atau buy). Yang kedua, melakukan aksi jual (short-sell atau sell) dan yang terakhir, tidak melakukan apa-apa atau wait and see. Tentu apabila terdapat kecenderungan turun, lebih baik melakukan aksi jual; dan sebaliknya jika terdapat kecenderungan naik, bisa untuk melakukan aksi beli. Namun, bila market sedang sideways-wait and see adalah keputusan yang paling bijaksana.

    Tetapi dengan adanya instrumen Options yang semakin hari semakin populer, telah membuka peluang bagi para investor untuk tetap bisa memperoleh profit pada saat market sidenays, misalnya dengan strategi Credit Spread. Selain itu fungsi Options lainnya juga bisa digunakan sebagai leverage, yaitu dengan strategi Long Call sebagai pengganti membeli saham, ataupun dengan menggunakan strategi Long Put scbagai pengganti short-sell saham. Strategi yang unik, Options juga bisa digunakan untuk mengantisipasi kedua arah market sekaligus, atau dengan kata lain, bisa memperoleh k”intungan bila market naik maupun turun, yaitu dengan melakukan strategi Straddle atau Strangle.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dua Kripto Ini Bakal Naik di Atas 10% pada Pekan Ini, Simak Analisisnya

    Ada dua aset kripto yang diprediksi akan naik lebih dari 10% pada pekan ke-2 September 2023. Di satu sisi, pasar kripto masih mengalami tren bearish dan banyak investor yang tengah bersikap “wait and see.

    Dalam video edisi terbaru dalam video Sinyal NGOBRAS, Fyqieh Fachrur, seorang trader dari Tokocrypto, akan menggali berbagai aset kripto dengan potensi untuk meningkatkan harga. Di antara aset yang dibahas adalah Waves (WAVES), Kadena (KDA), Enjin (ENJ), Algorand (ALGO), Synthetix (SNX) dan lainnya.

    Fyqieh akan menyajikan analisis teknikal dalam video ini, sambil juga mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang dapat memengaruhi kinerja aset kripto yang dibahas. Selain itu, perkembangan terbaru di dunia kripto dan teknologi blockchain juga akan menjadi fokus diskusi.

    Namun, sangat penting untuk diingat bahwa sebelum membuat keputusan investasi, terutama dalam pasar kripto yang terkenal dengan volatilitasnya, bijaksana untuk selalu melakukan analisis dan penelitian yang komprehensif.

    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.
    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: SBI Remit dan Ripple Siapkan Adopsi Pengiriman Uang di Indonesia

    Penting untuk dicatat bahwa daftar aset yang diulas dalam video ini sebaiknya tidak dianggap sebagai nasihat keuangan. Disarankan untuk selalu melakukan penelitian mendalam terkait token atau koin yang dibahas dalam video Sinyal NGOBRAS.

    Mengingat sifat pasar kripto yang sangat dinamis dan penuh fluktuasi, membuat perkiraan terkait potensi kenaikan harga suatu aset kripto harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Keputusan investasi yang cerdas harus didasarkan pada penelitian yang mendalam serta pemahaman menyeluruh mengenai situasi pasar dan proyek-proyek terkait.

    Jika kamu tertarik untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai analisis mendalam terkait aset kripto dengan potensi kenaikan pada pekan ini, simak video lengkapnya di bawah ini:

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Kembali Bergeliat Didorong Kemenangan Ripple

    Sepekan terakhir para pelaku pasar sempat putus asa dengan situasi market kripto yang terus sideways. Data inflasi AS bulan Juni pun nyaris tidak menggerakkan pasar kripto, tetapi kemenangan Ripple pada hari Kamis (13/7) berhasil mendorong kenaikan harga yang dinantikan cukup lama.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, Efek berita kemenangan Ripple pun mampu mengirim Bitcoin dan aset digital utama lainnya meroket lebih tinggi. Bahkan nilai XRP sempat naik 100% dari US$ 0,47 menjadi US$ 0,87 pada Jumat (14/7) dinihari.

    “Nilai Bitcoin juga sempat melesat ke level US$ 31.700 atau sekitar Rp 473 juta tertinggi lebih dari satu tahun. Menilik ke belakang, BTC telah merana di zona level psikologis terkuatnya antara US$ 30.000 dan US$ 31.000 selama tiga minggu terakhir, karena beberapa investor resah atas potensi salah langkah The Fed untuk menekan inflasi dan menunggu katalis harga yang signifikan,” kata Fyqieh.

    Perilaku perdagangan Bitcoin yang relatif tenang dalam beberapa minggu terakhir kemungkinan telah menghilangkan motivasi investor jangka pendek atau trader untuk menjual aset mereka. Sementara investor BTC jangka panjang cenderung mempertahankan posisi mereka, berbeda dengan trader yang kurang sabar terhadap fluktuasi harga, sehingga siap untuk melikuidasi aset BTC kapan pun.

    Berita kemenangan Ripple atas gugatan SEC pun mengubah sikap investor dan trader. Menurut Glassnode, jumlah pemegang Bitcoin jangka panjang meningkat dengan banyak melakukan akumulasi. Sementara itu, Bitcoin yang dikirim ke bursa kripto terus turun, artinya ada sinyal untuk memegang aset lebih lama.

    pasar-crypto-ripple-coin-xrp-cryptocurrency
    Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

    Di sisi lain, ada perkembangan yang luar biasa untuk ekosistem kripto, SEC telah mengakui aplikasi Bitwise untuk produk ETF Bitcoin spot. Pengakuan SEC atas aplikasi Bitwise ETF Bitcoin spot sangat penting bagi industri kripto karena hal ini membuat potensi ETF Bitcoin yang diatur lebih dekat dengan kenyataan.

    Walaupun belum sampai disetujui, langkah tersebut mampu memberi angin segar untuk persetujuan ETF Bitcoin dari institusi lainnya, seperti BlackRock. 

    Analisis Pergerakan Harga 

    “Kemenangan XRP membuat pasar aset kripto mengalami bullish dan XRP menjadi top gainer di Tokocrypto dengan kenaikan lebih dari 71% dalam waktu 24 jam dan disusul oleh XLM 56,9%. Pasar kripto pada hari Jumat (14/7) dibuka dengan bullish yang kuat hal ini menandakan bahwa pasar kripto sedang bergairah,” jelas Fyqieh.

    Namun, saat ini, kenaikan pasar kripto juga didukung oleh likuidasi besar-besaran dalam perdagangan short. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi mencapai US$ 251 juta, dengan 69.924 trader terlikuidasi di beberapa bursa. 

    Perdagangan yang paling banyak terkena likuidasi adalah perdagangan Bitcoin, di mana total kerugian trader mencapai US$ 60,67 Juta, diikuti oleh XRP dengan US$ 52,42 Juta, ETH dengan US$ 40,04 Juta USD, dan aset lainnya dengan total US$ 97,87 Juta. Likuidasi ini juga berperan sebagai salah satu faktor yang mendorong pergerakan pasar karena aset trader terjual paksa di pasar derivatif setelah mencapai harga likuidasi mereka.

    “Kapitalisasi pasar aset kripto saat ini mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 6,73% dalam 16 jam terakhir. Terjadi penambahan total kapitalisasi sebesar US$ 77 miliar. Lonjakan ini telah menyebabkan kenaikan harga yang cukup tinggi bagi altcoin dan Bitcoin,” analisis Fyqieh.

    Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: alternative.me.

    Baca juga: Data CPI AS Bulan Juni Jadi Sinyal Bullish untuk Pasar Kripto dan Bitcoin

    Kapitalisasi pasar keseluruhan untuk seluruh aset kripto, termasuk altcoin dan Bitcoin, saat ini mencapai US$ 1,21 triliun. Ini adalah kabar baik karena banyak investor yang mulai berinvestasi di aset kripto setelah kemenangan Ripple Labs dalam kasus yang melibatkan SEC.

    Sentimen terkait Bitcoin mengalami perubahan signifikan menuju arah Greed dengan poin sentimen hari ini pada tanggal 14 Juli 2023 mencapai 60, sedangkan indeks Fear and Greed pada hari sebelumnya berada di 56. Poin 60 menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang mengalami keadaan greed, tetapi masih dalam batas yang terkontrol. Pada minggu sebelumnya, sentimen Bitcoin berada di kisaran Greed dengan poin 64. Secara keseluruhan, jika melihat sentimen per minggu, penilaian cukup baik dan cenderung bullish (optimis).

    1. Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Dalam situasi ini, harga Bitcoin diprediksi akan mengalami tren bullish setelah berhasil menembus area harga US$ 32.000. Hari ini, Bitcoin sudah mencapai harga US$ 31.700, yang menunjukkan adanya dominasi bullish yang kuat. 

    Menurut Fyqieh, sebelum pengumuman kemenangan XRP, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 30.500 dan langsung melonjak ke US$ 31.700. Bitcoin memiliki potensi untuk terus bergerak menuju level harga US$ 32.000 setelah mendapatkan konfirmasi breakout di atas harga US$ 31.400.

    “Jika Bitcoin kembali mencapai harga US$ 31.700, maka kemungkinan besar akan menuju ke level US$ 32.000 dalam waktu singkat. Hal ini sejalan dengan potensi dan sentimen positif yang ada saat ini,” terangnya.

    2. Cardano (ADA)

    ADA/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Dalam 24 jam terakhir, Cardano (ADA) mengalami kenaikan harga lebih dari 23% setelah kemenangan XRP dalam kasus yang melibatkan SEC. Kemenangan XRP tersebut mempengaruhi pergerakan pasar aset kripto secara keseluruhan, terutama aset kripto yang dianggap sebagai “security token” oleh SEC. 

    ADA dan XRP adalah dua aset yang digugat oleh SEC sebagai security token. ADA diprediksi akan mengalami tren bullish dalam waktu dekat, tetapi kemungkinan akan mengalami koreksi kecil untuk mencari pijakan support sebelum melanjutkan tren bullish-nya. 

    “Dalam jangka waktu dekat, potensi support untuk ADA berada di kisaran harga US$ 0,33, sementara resisten berada di kisaran harga US$ 0,354 dan US$ 0,385 sebagai target harga. Harga US$ 0,385 merupakan level harga sebelum terjadinya gugatan oleh SEC,” ujar Fyqieh.

    3. Ripple (XRP)

    XRP/USDT by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Harga XRP Naik Lebih 100% Setelah Ripple Menang Lawan SEC

    Kemenangan sementara XRP dalam gugatan telah memberikan dampak positif pada pasar aset kripto secara keseluruhan, menyebabkan kenaikan yang signifikan. Dari segi indikator teknikal, XRP saat ini sudah memperlihatkan tanda-tanda overbought berdasarkan indikator RSI dengan skor 81, yang mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi kecil. 

    Dengan menggunakan Fibonacci Retracement, dapat ditemukan area support di sekitar US$ 0,758 dan US$ 0,7 sebagai level support yang potensial. Dalam hal sentimen, XRP mengalami sentimen yang kuat dengan kenaikan lebih dari 80% dalam satu hari.

    Menurut pandangan pribadi, target harga terdekat XRP dalam seminggu ke depan adalah US$ 0,93. Namun, perlu diingat bahwa sentimen yang baik tidak selalu menjamin kenaikan harga aset kripto. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah FOMO (Fear of Missing Out) yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar,” pungkas Fyqieh.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

    Sepanjang November lalu, market kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung turun tajam. Lalu, bagaimana dengan proyeksi market kripto bulan Desember?

    Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.  Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

    “Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid.

    Kebijakan The Fed

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

    “Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50%. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

    Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

    Reli Sinterklas

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

    Afid juga berharap akan ada fenomena “Reli Sinterklas.” Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat.

    “Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

    Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember.

    Rawan Taking Profit

    Pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas. Hal ini yang membuat analis sulit melihat proyeksi market kripto pada akhir tahun 2022 ini.

    Market kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

    “Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa: Market Kripto Masih Lesu Jelang Akhir Oktober

    Menjelang akhir Oktober 2022, performa market kripto masih tertunduk lesu di zona merah. Secara umum, nilai aset kripto mengalami penurunan yang tipis, sejak kenaikan harga pada pertengahan pekan lalu. Apa penyebabnya?

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Senin (31/10) pukul 10.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.500, turun 1,35% dalam 24 jam terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 2,49% ke US$ 1.579 sehari terakhir. Altcoin lain, Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) turun lebih dari 6%.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Twitter Mengizinkan Pengguna Transaksi NFT melalui Tweet

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepanjang akhir pekan lalu, nilai aset kripto padahal terlihat alami kenaikan disebabkan aksi likuidasi besar dari transaksi short yang telah menghidupkan kembali suasana bullish di market jelang Oktober ini.

    “Namun, di awal pekan ini, kinerja harga aset kripto kembali tersendat setelah investor kembali fokus ke beberapa peristiwa makroekonomi pekan ini, salah satunya adalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed pada 1-2 November nanti,” kata Afid.

    Dampak FOMC The Fed

    Banyak analis meyakini The Fed diperkirakan masih memiliki sentimen hawkish untuk terus menaikkan suku bunga untuk yang keenam kalinya di tahun ini. The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dan tidak akan berlaku lebih agresif mengingat tingkat inflasi AS yang perlahan tapi pasti mulai melandai.

    “Investor harus waspada, jika market terjadi bullish jelang keputusan rapat FOMC. Bisa saja itu bull trap. Beberapa saat sebelum pertemuan digelar, BTC dan ETH biasanya menunjukan sentimen positif dengan reli singkat, namun nanti akan jatuh kembali,” jelas Afid.

    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

    Baca juga: ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu Tingkatkan Penerimaan Pajak Kripto

    Di sisi lain, jika melihat nilai indeks Dolar AS (DXY) pada hari Senin (31/10) pagi ini, sedang menguat. Investor mulai meninggalkan aset berisiko, seperti kripto. Terpantau DXY di level 110.89 pada pukul 09.00 WIB naik 0,13%.

    Analisis Bitcoin

    Dari analisis teknikal, laju bullish Bitcoin tertahan di level US$ 21.043, yang berakibat terjadi penurunan harga. Penurunan harga Bitcoin tidak mampu ditahan kembali ke level support di level US$ 20.576.

    Breakdown terhadap tahanan terdekat tersebut memberi peluang untuk penurunan lebih lanjut. “Kemungkinan target turun selanjutnya di level US$ 20.295,” terang Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 26 Oktober 2022: Kripto Kompak Hijau

    Investor kripto cukup bergembira dengan pergerakan market pada Rabu (26/10) pagi. Sejumlah kripto tampak kompak masuk ke zona hijau, bahkan Bitcoin sukses kembali menembus level psikologinya di US$ 20.000. Apa yang menyebabkan kenaikan kali ini?

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 4,66% ke US$ 20.212 per keping, dan naik 4,90% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) lebih perkasa ikut naik sebesar 10,61% ke US$ 1.482 di waktu yang sama dan bangkit 13,73% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Cardano (ADA) dan Solana (SOL) menjadi primadona di kategori big cap karena sukses terbang lebih dari 10% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang berusaha kembali bangkit. Rebound hari ini membuat harga Bitcoin mencapai US$ 20.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, Ethereum sempat naik di atas US$ 1.500 untuk pertama kalinya pasca The Merge.

    “Apa yang menyebabkan semua hijau di market kripto saat ini? Ada tren makroekonomi yang stabil, dengan pasar saham juga naik hari ini, karena berbagai perusahaan teknologi besar melaporkan pendapatan mereka. Sehingga baik, Bitcoin dan Ethereum mendapatkan momentum karena Wall Street mengumpulkan beberapa sesi yang kuat,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Situasi Makroekonomi

    Menurut Afid, investor menyambut baik hasil pelaporan keuangan perusahaan raksasa teknologi Selasa (26/10) kemarin dan ikut menerbangkan nilai-nilai sahamnya. Biasanya, investor selalu mengacu terhadap kinerja saham-saham teknologi lantaran dianggap sebagai tolok ukur selera risiko investor secara umum.

    Selain itu, situasi ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan lebih lanjut dan itu membantu investor yakin The Fed akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menurunkan kecepatan pengetatan suku bunga acuan mereka setelah pertemuan FOMC minggu depan.

    Di samping itu, investor juga memanfaatkan pelemahan nilai indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 08.00 WIB berada di 111,10 atau melorot 0,89% dibanding waktu yang sama sehari sebelumnya. Selama ini, DXY dan performa market aset kripto punya korelasi yang negatif.

    Sinyal bullish lainnya adalah jumlah Bitcoin yang disimpan di exchange terus menyusut. Terbaru penarikan terbesar terjadi di exchange, Coinbase dengan total 48.000 BTC, hanya dalam waktu sepekan. 

    Lonjakan outflow Bitcoin dari exchange biasanya menunjukkan sinyal bullish karena para trader diasumsikan tidak akan menjual kepemilikan mereka. Sebaliknya, jika yang melonjak adalah inflow ke exchange, pasar mendapatkan sinyal bearish karena trader biasanya akan melakukan aksi jual.

    Saat ini, Bitcoin masih cukup solid untuk menahan usaha naik. Pergerakan harga Bitcoin kembali berada di 20-day EMA sebagai dinamis resistance pada level US$ 20.138. Level $20.473 menjadi target naik selanjutnya apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout tahanan terdekatnya.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Aptos (APT)

    Analisis teknikal Aptos (APT).

    Salah satu aset kripto terbaru, Aptos (APT) telah menarik banyak perhatian di market. Meski saat ini, terpantau nilainya sedang turun, ada kemungkinan bisa terjadi peningkatan.

    Aptos (APT) diproyeksikan bullish karena ada kemungkinan terjadi short-position dari trader yang mulai mengakumulasi kripto tersebut. Saat ini menurut Wu Blockchain melaporkan pada 23 Oktober, bahwa perpetual contract funding rate token Aptos negatif di seluruh bursa utama seperti Binance, OKX, Bybit dan FTX. 

    Tingkat negatif menunjukkan pandangan bearish, prediksi pendek Aptos yang menumpuk akan menyebabkan tekanan pendek dan pukulan ke atas untuk harga APT. Sebelumnya, APT melihat peningkatan harga yang tajam, kemudian ada tekanan jual setelah rilis airdrop yang tidak terduga, mengakibatkan pembukaan posisi sell.

    Analisis teknikal gerak APT akan terlebih dahulu koreksi sebelum reli. kenaikan harga APT bisa sampai sebesar 19% dengan level US$ 10,5 dari harga US$ 8,90.

    Peringkat APT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.129.132.429. Jumlah koin yang beredar 130.000.000 koin APT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Interpol Luncurkan Polisi Metaverse Global Pertama

    2. Chainlink (LINK)

    Analisis teknikal Chainlink (LINK).

    Selanjurtnya, aset kripto potensi bullish pekan ini adalah Chainlink (LINK). Sentimen positif datang dari pengumuman Chainlink di akun official Twitter yang mengatakan layanan mereka telah diadopsi di lima blockchain utama, termasuk 10 teratas. Blockchain ini termasuk Ethereum, BNB Chain dan Polygon, serta Avalanche dan Arbitrum.

    Sementara itu juga diketahui saat ini jumlah whale wallets telah mencapai 459, di mana setiap alamat memiliki setidaknya 100.000 LINK, setara dengan hampir US$ 700.000. Total pemegang kripto menengah hingga besar telah menginvestasikan US$ 312,7 juta untuk membeli 47,31 juta LINK.

    Analisis teknikal gerak LINK sedang perlahan naik. Namun, sepertinya akan terjadi koreksi dahulu, sebelum bull. kenaikan harga LINK bisa sampai sebesar 9% dengan level US$ 7,3 dari harga US$ 6,72.

    Peringkat LINK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #21, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.473.491.608. Pasokan yang beredar 491.599.970 koin LINK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LINK.

    3. Cardano (ADA)

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish di market pekan ini akibat efek dari kabar bahwa pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, telah mengisyaratkan bahwa exchange yang dipimpinnya akan segera mendaftarkan ADA Cardano untuk perdagangan spot dalam tiga bulan ke depan.

    Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,38. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,37 hingga US$ 0,38 atau naik 7% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 13.599.994.152. Jumlah koin yang beredar 34.310.382.270 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    4. Klaytn (KLAY)

    Analisis teknikal Klaytn (KLAY).

    Klaytn adalah blockchain publik yang berfokus pada metaverse, GameFi, dan ekonomi kreatif. Sementara. KLAY adalah aset kripto yang digunakan di jaringan Klaytn.

    Harga Klaytn telah turun 3% dalam 24 jam terakhir. Namun, kemungkinan besar akan ada kenaikan yang disebabkan oleh sentimen usulan proposal tata kelola yang baru untuk mengurangi reward bloknya.

    Menurut pernyataan resmi Klay, pembaruan Q3 yang diajukan ke Dewan Tata Kelola Klaytn (GC) berupaya mengoptimalkan tingkat penerbitan token KLAY melalui proposal tata kelola yang menurunkan hadiah blok sebesar.

    Meski proposal belum disetujui, kenaikan harga merupakan pertanda baik penerimaan dan bullish oleh masyarakat. Ini juga merupakan angin segar untuk token, mengingat telah jatuh lebih dari 97% dari tertinggi sepanjang masa di US$ 4,40 pada 09 Oktober 2021.

    Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga KLAY akan sedikit koreksi, kemudian bergerak naik menuju harga sekitar US$ 0,20 hingga US$ 0,22 atau naik 13% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat KLAY di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 600.430.960. Pasokan yang beredar 3.084.270.223 koin KLAY dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

    5. Render Token (RNDR)

    Analisis teknikal Render Token (RNDR).

    Render Network adalah penyedia solusi rendering berbasis GPU terdesentralisasi untuk metaverse. Sementara, RNDR adalah token utilitas asli yang dirancang sebagai mata uang pembayaran untuk layanan yang ditawarkan oleh Render Network, seperti pembuatan animasi, grafik gerak, dan rendering VFX.

    Pada pekan ini, RNDR memiliki potensi bullish. RNDR mendapat peringkat yang bullish dari Investors Observer. Kripto naik 16,35% menjadi US$ 0,5258023464, sementara pasar yang lebih luas naik 1,61%.

    Peringkat RNDR di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #167, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 135.213.001. Pasokan yang beredar 253.798.860 koin RNDR dan maksimal pasokan 536.870.912 RNDR.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. QuickSwap (QUICK)

    Analisis teknikal QuickSwap (QUICK).

    QuickSwap (QUICK) membuka daftar kripto potensi bearish di market pekan ini. Kabar buruk dari exchange terdesentralisasi, QuickSwap akan menutup lending pool setelah Market XYZ dieksploitasi dalam serangan flash loan. Akibat kasus ini terjadi kerugian US$ 200.000 yang dialami QuickSwap.

    Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga QUICK masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga bisa turun mencapai sekitar US$ 61,80 hingga US$ 62,22 atau turun 13% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat QUICK di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #585, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 20.373.886. Pasokan yang beredar 327.100 koin QUICK dan maksimal pasokan 1.000.000 QUICK.

    2. FTX Token (FTT)

    Analisis teknikal FTX Token (FTT).

    FTX Token (FTT) juga potensi bearish pekan ini karena sentimen negatif kasus peretasan yang terjadi pada 21 Oktober lalu. Pengguna exchange kripto, FTX telah kehilangan jutaan dolar AS karena eksploitasi phishing menggunakan versi palsu dari situs web milik platform perdagangan, 3Commas. Namun, FTX telah berjanji untuk membuat akun penggunanya utuh kembali.

    Analisis teknikalnya kemungkinan besar harga FTT juga masih akan konsolidasi, sebelum alami penurunan. harga FTT bisa turun mencapai sekitar US$ 23,65 hingga US$ 23,82 atau turun 9% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #24, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.209.172.964. Pasokan yang beredar 133.261.305 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 FTT.

    3. Axie Infinity (AXS)

    Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

    Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Kabar nilai AXS tenggelam setelah jumlah pemain game Axie Infinity menyusut signifikan dalam sebulan belakangan. 

    Selain itu, investor AXS menduga bahwa sebanyak 21,5 juta token AXS yang saat ini memasuki vesting period akan segera dibuang pemiliknya setelah periode tersebut berakhir Senin (24/10) lalu. Axie mendistribusikan hampir 21,543 juta token untuk investor dan penasihat awal. 

    Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam sudah masuk fase bearish. ini dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 8,77 atau turun 25% dari US $ 9,00.

    Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #58, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 855.894.579. Pasokan yang beredar 94.865.286 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Investasi Kripto Jangan Kaya Halloween

    4. MobileCoin (MOB)

    Analisis teknikal MobileCoin (MOB).

    MobileCoin (MOB) juga berpotensi bearish selama beberapa waktu ke depan. Dari segi analisis teknikalnya, MOB akan terus mengalami penurunan hingga 7% dari harga US$ 0,86 ke US$ 0,76.

    Peringkat MOB di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #312, dengan kapitalisasi pasar US$ 64.289.511. Pasokan yang beredar 74.218.324 koin MOB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. NULS (NULS)

    Analisis teknikal NULS (NULS).

    Kripto NULS ada kemungkinan potensi bearish dalam pekan ini. Pola grafk NULS sudah membentuk reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Dari segi analisis teknikalnya, NULS akan terus mengalami penurunan hingga 10% dari harga US$ 0,2537 ke US$ 0,2498.

    Peringkat NULS di CoinMarketCap pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB adalah #518, dengan kapitalisasi pasar US$ 25.436.967. Pasokan yang beredar 99.620.739 koin NULS dan maksimal pasokan 210.000.000 koin NULS.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com