Tag: marketplace nft

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

    Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

    Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

    Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

    Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

    Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

    Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

    Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

    Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

    Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

    Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

    Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

    Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

    Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

    Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

    1. Pamerkan Koleksi NFT

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

    Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

    2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

    Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

    Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

    3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

    Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

    Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

    Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mattel Luncurkan Marketplace NFT dan Koleksi NFT Hot Wheels

    Mattel telah meluncurkan marketplace NFT sendiri menjadi bagian dari Mattel Creations. NFT Hot Wheels Garage, menjadi koleksi pertama Mattel Digital Collectibles yang akan diluncurkan pada 15 Desember mendatang.

    Mattel Creations Digital Collectibles Marketplace dibangun di atas blockchain Flow, jaringan yang cepat, terdesentralisasi, dan ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung aplikasi terdesentralisasi skala konsumen yang melayani audiens arus utama.

    Dikembangkan oleh tim yang sama di belakang mobil die-cast Hot Wheels, Series 4 dari NFT Hot Wheels Garage adalah cara terbaru bagi para penggemar untuk mengumpulkan karya seni digital yang berharga dan langka dari IP Mattel yang ikonik dan menampilkan beberapa desain mobil paling populer dalam format digital.

    Mobil Koleksi NFT Hot Wheels

    Mattel luncurkan koleksi NFT Hot Wheels perluas bisnis digital. Foto: Mattel.
    Mattel luncurkan koleksi NFT Hot Wheels perluas bisnis digital. Foto: Mattel.

    Baca juga: Justin Bieber Beli NFT Bored Ape Rp 20 M, Berapa Harga Sekarang?

    Karya seni Series 4 terdiri dari 60 mobil dari McLaren, Chevrolet, Honda, Aston Martin, Oldsmobile, Pagani, dan Cadillac, serta banyak Hot Wheels original. Dijual dalam kemasan dengan harga masing-masing US$ 25, pelanggan dapat membeli hingga delapan paket per transaksi. Setiap paket mencakup tujuh item NFT Hot Wheels dari tiga kategori: empat item Basic, dua item Epic, dan satu item Rare.

    Kolektor yang cukup beruntung untuk menerima koleksi digital Premium atau Treasure Hunt (Pagani Huayra, ’82 Cadillac Seville, ’69 COPO Corvette, Chevy Silverado Off Road, atau McLaren F1 GTR) akan dapat menukarnya dengan replika die-cast fisik. Mobil die-cast kelas premium ini termasuk di antara beberapa kendaraan Hot Wheels paling langka.

    Fokus Bisnis Digital

    Mattel tidak akan mengharuskan pengguna memiliki aset kripto untuk melakukan pembelian dan akan mengintegrasikan platform perdagangan peer-to-peer yang akan memungkinkan kolektor untuk memperdagangkan koleksi digital mereka di awal tahun 2023.

    Mattel luncurkan koleksi NFT Hot Wheels perluas bisnis digital. Foto: Mattel.
    Mattel luncurkan koleksi NFT Hot Wheels perluas bisnis digital. Foto: Mattel.

    Baca juga: Bappebti Terbitkan Regulasi Baru Lindungi Investor Kripto di Indonesia

    “Dengan meluncurkan marketplace sendiri, kami dapat menerjemahkan IP Mattel yang ikonik ke dalam seni digital, terlibat langsung dengan pelanggan kami dan memberikan pengalaman pengguna yang terbaik di kelasnya,” kata Ron Friedman, Wakil Presiden di Mattel Future Lab.

    “Ini adalah evolusi terbaru dari upaya digital kami, dan kami berharap dapat segera membagikan lebih banyak tetes yang terinspirasi oleh beberapa merek Mattel favorit dunia.”

    Mattel adalah perusahaan mainan pertama yang meluncurkan NFT dan terus berkembang dalam koleksi digitalnya. Rilisan Hot Wheels NFT Garage sebelumnya langsung terjual habis, begitu pula koleksi koleksi digital Barbie bekerja sama dengan rumah mode, Balmain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

    Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

    Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

    Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

    Cara Kerja Rarible

    aplikasi nft marketplace rarible

    Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

    Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

    OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

    Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

    Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

    Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

    Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

    Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

    Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

    1. Bored Ape Yacht Club

    nft bored ape 5673

    Source: Bored Ape Yacht Club #5673

    Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    2. MOAR by Joan Cornella

    nft mora kreasi joan cornella

    Source: https://joancornella.fwenclub.com/

    Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

    3. Adidas Originals: Into the Metaverse

    nft adidas untuk metaverse

    Source: adidas Originals

    Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

    4. RTFKT – MNLTH

    nft brand fashion rtfkt

    Source: RTFKT – MNLTH

    Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

    5. Arcade Land

    nft arcade land

    Source: Arcade Land Mega #16

    NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

    Cara Membuat NFT di Rarible

    tampilan dari rarible

    Source: Rarible

    Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

    1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
    2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
    3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
    4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
    5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
    6. Lengkapi deskripsi NFT
    7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
    8. Tentukan persentase biaya royalti
    9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
    10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
    11. NFT berhasil dibuat

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Immutable X, Marketplace NFT yang Bebas Gas Fee

    Sebagai kolektor NFT, Creator pasti paham dengan biaya yang harus dibayarkan saat akan membeli aset digital baru atau disebut sebagai gas fee

    Pasalnya, biaya ini bisa membuat harga aset NFT yang sudah mahal sebelumnya menjadi semakin mahal, belum lagi bila platform penyedia memiliki jaringan yang lambat karena dijalankan pada blockchain layer pertama, seperti Ethereum.

    Namun, kini Creator tak perlu khawatir lagi sebab sudah ada marketplace NFT yang bebas gas fee, yakni Immutable X.

    Kabarnya, marketplace ini didesain untuk menjawab semua persoalan marketplace NFT yang ada sebelumnya, yakni dengan biaya penjualan rendah dan proses transaksi yang cepat lantaran dijalankan di jaringan blockchain layer ke-2. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini!

    Apa Itu Immutable X?

    Immutable X adalah platform jual beli NFT yang dijalankan di jaringan blockchain layer ke-2. Marketplace ini hadir untuk menjawab persoalan yang kerap dikeluhkan oleh para kolektor NFT sehubungan dengan kecepatan transaksi dan mahalnya gas fee

    Sebagai platform yang berjalan di jaringan blockchain layer ke-2, platform jual beli nft satu ini tak perlu diragukan lagi kecepatan dan performanya.

    Selain menjadi marketplace atau tempat jual beli aset digital NFT, Immutable X juga bisa jadi tempat bagi para pengembang gim dan aplikasi berbasis Ethereum agar dapat menjalankan misinya dengan lebih lancar. Marketplace ini awalnya diberi nama Fuel Games dan menjadi perusahaan gim berbasis di Australia.

    Baca juga: Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Buatan Indonesia!

    Mengenal Token IMX

    token immutable x imx

    Tak hanya menjadi wadah bagi transaksi jual beli aset digital NFT dan para pengembang gim serta aplikasi, Immutable X juga mengeluarkan aset kriptonya sendiri dalam bentuk koin yang kemudian disebut sebagai IMX. Total token yang diedarkan berjumlah sekitar 2 jutaan IMX dan sempat mencapai harga tertingginya, yakni 9,50 USD pada 26 November 2021.

    Meski sempat naik di harga 9,50 USD, harga token IMX saat ini merosot jauh dan dapat dikatakan sedang mencapai titik terendahnya. Harga token IMX berdasarkan CoinMarketCap per Jumat (10/6/2022) ada pada 0,9662 USD. Artinya, harga satu token IMX bahkan tidak mencapai 1 USD.

    Lantas, apa kegunaan token IMX? 

    Token IMX dapat digunakan untuk membayar seluruh transaksi yang terjadi di platform jual beli aset digital NFT, Immutable X. Sebagai token asli dari platform tersebut, IMX juga dijadikan untuk hadiah di “Staking Reward Pool” dengan jumlah tertentu dari keseluruhan pasokan.

    Pada akhirnya, token IMX diadakan untuk menjawab persoalan-persoalan klasik seputar transaksi aset digital NFT yang terjadi di platform pendahulunya yaitu Ethereum. Upaya ini dilakukan dengan cara menjalankan platform di blockchain layer-2 agar transaksi lebih cepat, aman, dan murah.

    Baca juga: Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

    Serba-serbi Marketplace Immutable X

    Lantas, siapa orang di balik platform jual beli nft yang solutif ini? 

    Dua orang yang berperan penting di marketplace ini adalah James Ferguson dan Robbie Ferguson. Sebagai sarjana Hukum dan Pemasaran, James Ferguson bertindak sebagai CEO (Chief Executive Operation) di Immutable X sejak 2018.

    Sementara itu, Robbie Ferguson adalah co-founder dan pimpinan utama dari platform ini. Robbie Ferguson juga merupakan seorang lulusan kampus yang sama dengan James Ferguson, yakni University of Sydney. Bedanya, Robbie mengambil jurusan Computer Science dan Hukum untuk gelar sarjananya.

    Itulah perkenalan singkat dengan Immutable X, platform jual beli aset digital NFT layer-2 yang menjadi solusi atas permasalahan marketplace yang dijalankan di jaringan blockchain layer-1. 

    Tak hanya jadi wadah bagi aset digital, marketplace satu ini juga menjadi tempat bagi para pengembang gim dan aplikasi. Selain itu, ada juga token IMX yang dapat menjadi metode pembayaran atas seluruh transaksi yang terjadi di platform ini.Bagaimana, tertarik untuk bermain NFT, khususnya di Immutable X? Pastikan Creator selalu mengikuti info ter-update seputar NFT dengan bergabung di komunitas Discord dan Telegram TokoMall. Selain Immutable X, Creator juga bisa membeli koleksi NFT lewat situs web TokoMall yang bisa diakses pada link ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Perbincangan mengenai Non-Fungible Token atau NFT masih terus hangat hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri, hadirnya teknologi ini sangat memengaruhi banyak hal, tak terkecuali dunia kesenian. Kini, sering terdengar istilah ‘seniman NFT’ yang merujuk pada para seniman yang berkecimpung di dunia NFT. 

    Para seniman NFT tersebut pun menekuni berbagai jenis dan aliran yang berbeda-beda. Mulai dari seni rupa, visual, hingga kartun. Sudah banyak ditemukan seniman NFT yang memilih aliran kartun untuk karyanya di marketplace NFT, lho. Dikarenakan masih tergolong jarang, sebenarnya apa alasan mereka memilih aliran kartun untuk karya seni NFT? Yuk, baca terus artikel ini untuk informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Profesi Kartunis

    Sebelum itu, mari berkenalan dengan profesi kartunis terlebih dahulu. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kartunis adalah sebutan yang digunakan untuk seorang ahli dalam menggambar beraliran kartun, di mana berbentuk sebuah gambar yang memberikan kesan yang lucu dan berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi.

    Profesi yang satu ini seringkali dianggap sama dengan komikus. Padahal, keduanya sangat berbeda, lho. Sebab, komikus adalah istilah untuk ahli dalam menggambar komik, yang berbentuk cerita bergambar yang lucu dan umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian.

    Sekilas tentang NFT dan Seniman NFT

    ilustrasi bentuk fisik non fungible token

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak seniman NFT yang memilih kartun sebagai aliran untuk karya seni yang dipamerkan hingga diperjualbelikan. Namun, kenali konsep NFT terlebih dulu, yuk!

    Jadi, NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token yang merupakan sebuah aset digital berupa token yang unik, bisa dimiliki secara penuh oleh pemiliknya, dan dibangun di dalam blockchain. Pada tiap keping NFT, terdapat kode unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain dan tidak bisa digandakan. Hal itulah yang membuat NFT istimewa dan eksklusif.

    Sementara itu, seseorang yang membuat karya seni NFT biasa disebut dengan seniman NFT atau kreator NFT. Sedangkan, para pembeli atau pengoleksi NFT dikenal dengan sebutan kolektor NFT.

    Sebelumnya, kami telah mewawancarai seorang kartunis dan komikus dalam negeri yaitu Dhany Pramata mengenai perjalanan karier sebagai seniman NFT di pasar NFT di Indonesia. Berdasarkan wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa pasar NFT di Indonesia masih didominasi oleh NFT art. Jenis NFT art sendiri terdiri mulai dari lukisan, ilustrasi, sampai komik dan kartun yang bentuk akhirnya berupa digital.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Sepak Terjang Kartunis sebagai Seniman NFT

    Peran kartunis sebagai seniman NFT sendiri terus berkembang secara global. Banyak kartunis yang akhirnya berhasil menjual karya seni NFT miliknya dengan harga yang luar biasa tinggi. Berikut adalah sederet karya NFT dengan aliran kartun yang meraih kesuksesan, yaitu:

    1. Dastardly Ducks – Thorne Merchel & Mandy Musselwhite

    Karya seni NFT beraliran kartun yang pertama adalah Dastardly Ducks. Proyek NFT yang terdiri dari 10.000 koleksi gambar kartun seekor bebek ini merupakan hasil karya dua orang bernama Thorne Merchel dan Mandy Musselwhite. Masing-masing koleksinya disematkan kode unik yang menciptakan 100 karakter berbeda, membuat seluruh koleksinya tidak ada yang sama.

    Selain karena keunikannya dalam memilih pendekatan kartun sebagai aliran karya seni, koleksi Dastardly Ducks ini juga digarap hanya dalam waktu dua minggu saja, lho. Tidak butuh waktu yang lama pula bagi proyek NFT ini untuk terjual. Enam jam setelah peluncurannya pada 19 Januari 2022, seluruh koleksi NFT ini terjual dan menghasilkan sekitar 120 ribu USD atau setara dengan Rp1.7 miliar. Sungguh fantastis, bukan? 

    contoh ilustrasi seniman nft michael mandy dan maussel white

    Source: OpenSea – Dastardly Ducks

    Saat ini, koleksi Dastardly Ducks dengan harga termahal jatuh kepada “Dastardly Ducks #8538” seharga 8 ETH atau sekitar Rp209.4 juta.

    2. MOAR – Joan Cornella

    Kartunis sekaligus komikus besar asal Spanyol, Joan Cornella, juga berhasil meluncurkan koleksi NFT dengan aliran kartun yang menjadi ciri khasnya dengan nama MOAR. Proyek NFT yang terdiri dari 5555 keping NFT yang dilengkapi dengan lebih dari 180 fitur ini diluncurkan pada April 2022 lalu.

    contoh ilustrasi seniman nft joan cornella

    Source: OpenSea – MOAR by Joan Cornella

    Sama seperti NFT Dastardly Ducks, masing-masing keping NFT MOAR juga tidak ada yang identik antara satu dengan yang lainnya. Proyek NFT ini menggambarkan sosok karakter perempuan dan laki-laki khas ciptaan Joan Cornella, dengan beragam ekspresi dan penampilan. Saat ini, koleksi “MOAR #4780” tercatat sebagai keping yang paling mahal harganya, yaitu 7777 ETH atau sekitar Rp203 miliar.

    3. Jungle Freaks Motor Club – George Trosley

    Terakhir datang dari kartunis ternama George Trosley. Bersama Jungle Freaks Motor Club (JFMC), ia meluncurkan proyek NFT bertajuk Jungle Freaks Motor Club pada 18-20 Maret 2022 lalu. Proyek NFT ini terdiri dari 8.888 keping yang diolah secara acak dari 350 kartun hasil gambar tangan George Trosley.

    contoh ilustrasi seniman nft george trosley

    Source: OpenSea – Jungle Freaks Motor Club

    Koleksi NFT ini terdiri dari beragam desain mobil sport yang dilengkapi dengan karakter serta latar yang berbeda. NFT Jungle Freaks Motor Club ini sengaja dirilis dalam rangka mendukung pembuatan NFT P2E game oleh JFMC, di mana nantinya game tersebut merupakan game balap mobil yang berlatarkan Metaverse. Saat ini, titel NFT Jungle Freaks Motor Club termahal dipegang oleh “JFMC-7009” seharga 10 ETH atau sekitar Rp261.8 juta. 

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    2 Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

    Bukan tanpa alasan banyak seniman NFT yang memutuskan untuk memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Ambil contoh Dhany Pramata atau yang lebih akrab disapa dengan “Bang Dhan”. Bang Dhan merupakan seorang kartunis sekaligus komikus yang dikenal luas berkat koleksi karyanya bertajuk #illustory. Saat ini, Bang Dhan juga aktif berkarya melalui medium NFT di marketplace NFT TokoMall.

    Lewat wawancara bersama kami, Bang Dhan mengungkapkan alasan di balik karya seni NFT miliknya yang banyak menggunakan aliran kartun, yaitu:

    Latar belakang yang mendarah daging

    Alasan pertama akhirnya seorang kreator memilih aliran kartun dalam karya seni NFT miliknya adalah karena sesuai dengan latar belakang yang sebelumnya telah dimiliki. Mulai dari pengalaman, skill, juga industri yang sudah lama ditekuni para seniman.

    Dalam wawancaranya bersama kami, Bang Dhan menyatakan bahwa ia memilih aliran kartun dikarenakan sebelumnya ia memang telah berkarier di dunia seni konvensional sebagai kartunis juga komikus. Hal ini didukung pula dengan menghasilkan karya-karya besar, seperti kartun tukang parkir hingga komik bertajuk Heart dan Walkman.

    Kartun punya peminat yang banyak

    Selain dikarenakan sudah berpengalaman dalam berkesenian dengan aliran kartun, alasan lainnya adalah peminat aliran kartun cenderung luas dan banyak. Sebab, gambar kartun sendiri umumnya mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung dan sifatnya universal.

    Hal ini didukung dengan pernyataan Bang Dhan melalui wawancara bersama kami, di mana ia menyatakan bahwa penikmat dan pasar kartun serta komik sangat luas dan bisa berasal dari seluruh lapisan maupun kalangan masyarakat. Berkat hal tersebut, aliran kartun juga komik memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan oleh seniman NFT.

    Itulah penjelasan mengenai sepak terjang seniman NFT yang memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Apakah Anda tertarik untuk menyelami seluk-beluk dunia NFT? Saatnya daftarkan diri Anda di marketplace NFT Indonesia TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) maupun Creator (Kolektor). Jangan lupa juga untuk gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar NFT, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Jadi Cara Baru Jual Lukisan, Beri Keuntungan ke Seniman

    Lukisan adalah salah satu karya seni yang punya banyak peminatnya dan jadi incaran para kolektor sejak dahulu. Sebagian dari kita mungkin sudah tak asing dengan berbagai genre lukisan yang dijual oleh para seniman. Tapi, tahukah Anda jika kini cara menjual lukisan dapat ditempuh dengan lebih luas dengan mengubahnya menjadi NFT? Bukan tidak mungkin, para seniman bisa meraup pasar internasional. 

    Wah! Bagaimana caranya, ya?

    2  Cara Menjual Lukisan

    Sebelum berbicara cara menjual lukisan dalam bentuk NFT, mari kita bahas terlebih dulu gimana sih cara-cara yang sering kita temukan selama ini.

    1. Konvensional

    Umumnya ada dua cara yang bisa dilakukan secara konvensional. Pertama, menjual lukisan di pameran. Pada cara ini seniman harus mencari lokasi pameran yang akan dibuka. Biasanya, exhibition yang membuka pendaftaran sejak jauh-jauh sebelum hari H. Sebaiknya pendaftaran dilakukan lebih dini agar persiapan dapat dilakukan dengan matang. Saat hari H biasanya para kreator akan melakukan promosi secara langsung kepada pengunjung pameran dan di sinilah biasanya transaksi jual beli dapat terjadi.  

    Kedua, memamerkannya di toko atau galeri. Ada seniman yang memiliki toko fisik sendiri. Jika tidak, ada beberapa galeri yang bisa memamerkan sekaligus menjual lukisan. Namun, sebelumnya seniman haruslah melalui proses submission karena space yang ada tak banyak. Adapun prosesnya adalah memasukkan artwork, CV atau portofolio, artist statement, dan proposal tertulis. Barulah setelah itu proses kurasi akan dilakukan oleh pihak galeri. Setelah lukisan terpajang, galeri akan menjadi perantara bagi seniman dengan kolektor.

    2. Digital

    Cara menjual lukisan secara digital

    Cara menjual lukisan secara digital yang pertama ialah melalui media sosial. Ada Facebook, Instagram, maupun Tumblr yang bisa dipilih sesuai dengan pertimbangannya. Ya, kekuatan media sosial di zaman sekarang tak bisa diragukan lagi. Tak hanya untuk saling terkoneksi dengan komunitas, media sosial bisa dimanfaatkan untuk menjual lukisan. 

    Cara kedua ialah melalui situs website pihak ketiga. Setidaknya cara ini menguntungkan bagi seniman baru. Tak hanya itu, banyak pembeli yang merasakan nyaman dan aman melalui situs website karena mereka memberikan perlindungan pelanggan. Beberapa situs website Indonesia yang bisa dipilih antara lain Etsy atau Arti.id.

    Baca juga: Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

    Cara Menjual Lukisan Lebih Luas Melalui NFT

    Cara Menjual Lukisan Melalui NFT

    Kehadiran NFT atau non-fungible token memungkinkan bagi para seniman untuk memamerkan serta menjual lukisannya dengan lebih luas karena kolektor bisa datang dari mana saja. Tak menutup kemungkinan hingga internasional. Seniman bisa menjual NFT lukisan ini di marketplace global seperti  OpenSea atau marketplace buatan Indonesia seperti TokoMall.

    Cara Menjual Lukisan NFT di TokoMall

    Sebelum mendaftar di Tokomall, pastikan Anda memiliki dompet kripto atau Metamask, jika belum bisa buat terlebih dahulu dengan mengikuti panduan dalam video ini:

    Berikut langkah-langkah mendaftarkan diri sebagai Merchant :

    • Klik menu “user” pada bar navigasi dan halaman login akan muncul
    • Setelah Anda menghubungkan wallet Metamask, muncul halaman dengan pilihan “role” dan pilih sebagai “Merchant”
    • Isi form Individu/Perusahaan
    • Setelah form terisi dan terkirim, halaman proses verifikasi akan muncul
    • Anda akan mendapatkan notifikasi melalui email jika akun TokoMall disetujui maupun ditolak.

    Selanjutnya mari kita lihat cara menjual lukisan NFT di TokoMall:

    1. Login ke akun TokoMall dan sambungkan dengan wallet Anda
    2. Klik “NFT” pada menu profil 
    3. Lalu akan muncul tampilan “Unggah NFT”.  Nah, di sini Anda bisa mengunggah atau menjual lukisan/karya seni lain yang akan dijadikan sebagai NFT. Namun perlu diingat jika maksimum ukuran file adalah 50 MB dengan format JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3, WAV, OGG, M4A, dan X-M4A.
    4. Setelah memasukan karya yang akan dijadikan sebagai NFT, Anda harus mengisi Judul NFT, Serial, hingga Deskripsi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
    5. Klik “Submit”
    6. Sehabis itu, akan muncul halaman summarize dari karya yang Anda upload dan klik persetujuan dalam kolom “Disclaimer” lalu klik “Submit”
    7. Kemudian menuju ke halaman minting dengan klik “Lihat halaman buat NFT” 
    8. Klik “Upload ke blockchain” dan pastikan Anda sudah memiliki BNB, ya
    9. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung menentukan harga lukisan yang Anda buat 
    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Cara Menjual Lukisan di Marketplace Global, OpenSea

    Setelah mengetahui cara menjual lukisan NFT di TokoMall, berikut langkah-langkah mendaftar dan menjual lukisan ke luar negeri melalui OpenSea:

    1. Pertama-tama, Anda harus mendaftar dulu di OpenSea. Pastikan Anda melakukannya di perangkat yang sudah ter-install wallet-nya. Kunjungi https://opensea.io/  dan klik ikon dompet atau ikon foto profil, lalu pilih “Connect Wallet” dan pilih wallet yang Anda gunakan, misalnya MetaMask
    2. Setelah itu, wallet akan terhubung dengan OpenSea
    3. Klik opsi “Account”, lalu kemudian klik opsi “Profile” untuk menyelesaikan setting profil Anda. Masukkan username beserta alamat e-mail, dan lain-lain kemudian klik opsi “Sve”
    4. Lakukan verifikasi permintaan pembuatan akun yang dikirimkan OpenSea di email.
    5. Terakhir, akun Anda siap dipakai. 

    Nah, selanjutnya adalah langkah untuk membuat lukisan Anda menjadi NFT serta menjualnya.

    1. Pertama, di halaman awal OpenSea, klik opsi “Create” dan masukkan file lukisan Anda yang ingin dijadikan NFT
    2. Masukkan nama NFT beserta pengaturan lainnya.
    3. Setelah selesai, klik opsi “Create” yang ada di bagian bawah.
    4. NFT sudah siap dijual
    5. Untuk menjualnya, Anda harus menuju ke ops “My Collection” dengan mengklik ikon foto profil yang ada di pojok kanan atas halaman OpenSea
    6. Pilih NFT-nya, lalu klik opsi “Sell
    7. Kemudian Anda bisa memilih 2 skema penjualan. Jika ingin menjual langsung klik opsi “Fixed Priced”, sedangkan untuk lelang klik opsi “Time Auction”
    8. Masukkan harga NFT dengan mata uang kripto yang diinginkan
    9. Klik kolom “Duration” untuk mengatur berapa lama durasi Anda akan menjual NFT tersebut
    10. Jika sudah, klik opsi “Complete Listing”.

    Itu dia cara menjual lukisan dengan mengubahnya menjadi NFT. Ingin belajar lebih banyak tentang NFT? Yuk, gabung dengan komunitas resmi TokoMall Discord dan Telegram!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk Ketahui 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Istilah “NFT” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Hal ini banyak dipicu oleh fenomena “Ghozali Everyday” yang sangat harum beberapa waktu ke belakang, di mana seseorang bernama Ghozali berhasil meraup banyak keuntungan dengan menjual hasil selfie atau swafoto dirinya menjadi NFT. Sebenarnya, apakah dengan NFT kita sudah pasti mendapatkan cuan? Dan bagaimana cara menghasilkan uang lewat NFT?

    Eits, sebelum itu, perlu diingat bahwa cuan dari NFT tidak selalu bisa diperoleh dalam waktu yang amat singkat, ya, karena hanya segelintir orang yang mengalaminya. Selain dengan nilai keunikan yang terdapat pada  NFT, hal tersebut juga didorong dengan aspek keberuntungan. Jadi, amat keliru apabila Anda terjun ke NFT hanya untuk mencari keuntungan belaka.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali aspek yang memengaruhi suatu proyek NFT diminati bahkan dicari oleh banyak kolektor. Ambil saja contoh “Ghozali Everyday”, di mana pada saat booming masih sedikit kreator yang mengangkat tema selfie sebagai NFT miliknya. Hal inilah yang membuat NFT tersebut semakin unik dan mendorong banyak orang untuk ikut mengoleksi. Oleh karena itu, sebelum terjun ke NFT, diperlukan pemahaman dan strategi yang matang agar Anda bisa menghasilkan uang lewat NFT yang Anda terbitkan.

    Yuk, baca terus artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

    3 Karakteristik NFT

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi NFT.

    Sebelum membahas mengenai karakteristik NFT, alangkah baiknya untuk memahami apa sebenarnya NFT. 

    NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token, yang berarti token yang bisa dimiliki oleh seseorang dan bisa merepresentasikan kepemilikan seseorang atas hal tertentu. Hal yang dimaksud ini beragam jenisnya, mulai dari yang paling umum yaitu NFT Art, NFT Game, hingga NFT Music.

    Jika ingin penjelasan lebih mendalam tentang NFT, smart contract, sejarah NFT hingga teknologinya, silahkan tonton sebentar video di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

    Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

    Sekilas, NFT terlihat tidak istimewa. Padahal, NFT jauh berbeda, lho, tidak seperti gambar berformat .jpg yang bisa diunduh dan dimiliki tiap orang, misalnya. Untuk lebih jelasnya, kenali 3 karakteristik NFT berikut ini yuk!

    1. Unik dan langka

    Pertama, karakteristik NFT yang paling menjadi ciri khas adalah unik dan langka. Bagaimana tidak, sebab masing-masing NFT yang terdaftar di blockchain memiliki kode khusus yang bisa menunjukkan informasi mengenai siapa kreator, kapan pertama kali di-minting, hingga siapa pemiliknya saat ini. Karakteristik inilah yang membuat NFT istimewa, dikarenakan hanya akan terdapat satu item di dunia dan tidak bisa dihapus maupun diduplikasi.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    2. Satu kesatuan

    Karakteristik NFT selanjutnya adalah satu kesatuan yang masih berhubungan dengan karakteristik pertama. Hal ini merujuk kepada item NFT yang sifatnya tidak bisa dipecah ke dalam beberapa bagian, sehingga tiap orang yang memiliki NFT pasti memilikinya secara utuh alias sepenuhnya. Dengan karakteristik ini juga, NFT tidak bisa dijual ataupun dibeli sebagian.

    3. Tidak bisa ditukar langsung dengan uang

    Karakteristik yang terakhir adalah NFT tidak bisa ditukar langsung dengan uang. Jadi, Anda tidak bisa menukar NFT baik dengan dengan mata uang fiat maupun aset kripto di platform yang sama. Aset kripto hanya bisa digunakan sebagai alat tukar NFT, sehingga apabila seorang kreator menjual koleksi NFT miliknya, Anda sebagai kolektor bisa membelinya dengan sejumlah aset kripto.

    Meski tidak bisa ditukar secara langsung dengan uang, sebenarnya kreator bisa memaksimalkan nilai NFT yang diciptakan, di mana menjadi salah satu cara menghasilkan uang lewat NFT. Alhasil, kreator berkesempatan memperoleh pendapatan yang berlebih. 

    Namun, bagaimana cara memaksimalkan NFT agar bisa menghasilkan lebih banyak cuan? Para kreator, wajib simak caranya berikut ini!

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT dengan Memaksimalkan Karya

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi cuan dari NFT.

    1. Buat karya yang original dan berbeda

    Cara pertama adalah dengan membuat karya yang original dan memiliki visual yang berbeda dengan NFT kebanyakan. Cara ini terbukti bisa membawa banyak keuntungan, seperti yang terjadi pada visual artist FEWOCIOUS yang berhasil menjual doodle berciri khas ke dalam bentuk NFT dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kreator dengan pendapatan terbesar dari NFT saat ini.

    Cara ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada NFT Art, tetapi juga pada NFT Music dan NFT Game, nih. Misalnya pada NFT Music, Anda bisa menggunakan beat buatan Anda sendiri dan untuk NFT Game, Anda bisa mencari ide baru dan unik yang bisa dituangkan ke dalam game play. Memiliki karya yang asli dan unik sangat bisa meningkatkan nilai tambah NFT Anda.

    2. Sambungkan dengan royalti NFT

    Apakah Anda sudah tahu bahwa NFT dapat disambungkan dengan royalti, sehingga Anda sebagai kreator bisa terus memperoleh sejumlah pendapatan setiap kali NFT milik Anda terjual di pasar? Nah, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk menghasilkan uang lewat NFT. Pasalnya, biaya royalti ini juga lah yang membedakan karya seni konvensional yang masih menggunakan sistem “beli-putus”.

    Royalti ini bisa Anda sambungkan pada saat proses minting berlangsung dengan jumlah persentase hingga 10% dari harga NFT Anda di pasar. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga NFT Anda terjual dan nantinya royalti secara otomatis akan dikirim ke wallet Anda, sesuai dengan jumlah persentase yang Anda pilih.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    3. Minting di platform besar

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Jika sebelumnya berfokus pada karya, cara yang satu ini sifatnya lebih teknis, nih, yaitu dengan melakukan minting di platform yang besar. Selain karena platform besar memiliki reputasi yang baik dan terjamin keamanannya, Anda juga berkesempatan untuk membuat karya NFT Anda menjadi lebih dikenal khalayak luas, seperti yang dimiliki TokoMall.

    Kok bisa?

    Sebab, rata-rata platform atau marketplace NFT besar memiliki fitur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan marketplace yang kecil dan kurang jelas asal usulnya. Selain itu, NFT Anda juga cenderung akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak sekali kolektor NFT yang ‘berburu’ koleksi di marketplace besar. 

    Beberapa marketplace besar juga memungkinkan Anda untuk menyambungkan akun Anda dengan media sosial lho, sehingga jangkauan NFT Anda tidak terbatas pada marketplace saja. Jadi, lebih besar pula kemungkinan NFT Anda terjual dan menghasilkan uang.

    4. Lakukan promosi

    Cara terakhir adalah cara yang wajib dilakukan selepas minting, yaitu melakukan promosi atau shilling. Dalam pasar konvensional, promosi sudah terbukti banyak membantu meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga dapat terjadi di dunia NFT. Promosi yang dilakukan terhadap NFT milik Anda akan membuat NFT Anda dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Bahkan, bisa jadi Anda menemukan kolektor yang sedang secara spesifik mencari karya seni dengan aliran yang Anda gunakan.

    Nah, shilling ini tidak hanya bisa dilakukan di media sosial saja, lho. Tetapi Anda juga bisa melakukan shilling di komunitas NFT, baik yang global maupun nasional. Lewat komunitas, Anda juga bisa menjalin koneksi dengan banyak kreator juga kolektor. Jika beruntung, bisa saja kolektor tersebut tertarik dengan NFT yang Anda tawarkan dan berujung menghasilkan uang.

    Memang, cara menghasilkan uang lewat NFT tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu waktu. Namun, selama Anda melakukannya dengan telaten, perlahan NFT karya Anda akan menemukan kolektornya dan menghasilkan sejumlah uang ke wallet Anda, sang kreator. 

    Yuk, mulai minting NFT pertamamu di TokoMall dan jangan lupa untuk gabung dengan komunitas NFT TokoMall di Discord dan Telegram!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tertarik Jual Foto di NFT? Baca Penjelasan Ini Dulu Yuk

    Publik diramaikan dengan orang yang bernama Ghozali, yang berhasil menjual foto selfie miliknya dengan harga yang fantastis. Tak tanggung-tanggung, ada satu fotonya mampu dihargai hingga Rp3,3 triliun! Wow! Tenang saja, foto tersebut bukanlah sekedar dijual di internet saja, melainkan cara yang ditempuh Ghozali adalah menjual fotonya di platform NFT.  Nah, inilah yang membuatnya menjadi lebih bernilai dan spesial.

    Tertarik lakukan hal yang sama? Simak terus artikelnya!

    Apa yang Dimaksud dengan Menjual Foto di NFT?

    illustrasi keamanan jual foto di nft

    Pertama-tama, mari kita bahas apa NFT itu sendiri. Non Fungible Token atau NFT adalah sebuah token yang tidak bisa dipertukarkan dan berkarakteristik unik. Kenapa unik? Karena NFT ini sebagai bukti kepemilikan seseorang atas aset digital tertentu. Jadi tiap orang tidak akan punya NFT yang sama, karena tiap NFT akan mencatat satu kepemilikan yang jelas dan otentik. 

    Oh ya, NFT tak hanya berbentuk foto saja, lho! Anda bisa menemukannya dengan berbagai bentuk, seperti: lukisan, GIF, item game, photocard, album musik, sampul majalah, atau bahkan bisa berbentuk kartu Pokemon kesayangan hingga tiket bioskop. Selama, hal tersebut bersifat collectible.

    Baca juga: Inilah Ragam Jenis NFT Diperjualbelikan yang Wajib Diketahui!

    Lalu, menjual foto di NFT sendiri bisa diartikan sebagai menjual foto, karya seni atau aset digital di sebuah platform marketplace NFT yang mempertemukan antara si pembeli dan penciptanya

    Adapun beberapa langkah yang harus ditempuh ketika jual foto di NFT antara lain: memilih jaringan blockchain yang akan dipakai, mendaftar di marketplace, mempunyai wallet crypto-nya, dan melakukan proses yang dinamakan minting (mengunggah aset digital di jaringan blockchain). 

    Kenapa Harus Jual Foto di NFT?

    Pertanyaan “Kenapa saya harus menjual foto di NFT dengan proses yang panjang, padahal saya bisa menjualnya hanya di internet saja?” mungkin pernah terlintas di pikiran kita semua. Jawabannya adalah tentu hasilnya akan berbeda jika kita menjualnya sebatas di internet saja. Berikut kami rangkumkan alasan kenapa Anda harus menjual foto di NFT:

    Kreator Bisa Menjualnya dengan Nilai Tinggi

    Seperti yang kita tahu, dalam jual-beli foto di NFT memerlukan aset kripto sebagai alat tukarnya. Tak bisa dipungkiri, aset kripto saat ini memiliki nilai yang tinggi. Hal ini disebabkan karena tingginya permintaan dan minat akan salah satu instrumen investasi ini. Bukan tanpa alasan, aset kripto kini telah dianggap salah satu aset safe haven yang bisa dimiliki. 

    Makanya, Anda akan mendapatkan uang yang lebih banyak ketimbang menjual di internet saja. Tapi, tetap saja, kualitas dan value karya tetap menjadi salah satu faktor penyebab harganya menjadi tinggi. 

    Dapat Royalti

    Anda sebagai pencipta akan mendapatkan biaya royalti dari setiap karya NFT yang dijual hingga dijual kembali di secondary market, dan seterusnya. Biaya ini nantinya akan Anda setting ketika melakukan proses minting. Adapun besaran persen yang biasa ditekankan ialah kisaran 10%-25%.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Meningkatkan Status Sosial bagi Kolektornya

    tampilan nft bored adpe yacht club

    Source: Bored Ape Yacht Club

    Nah, dua poin terakhir akan kita bahas dari sisi sebagai kolektor. Dengan membeli karya NFT, seorang kolektor tentu akan mempunyai sisi kebanggaannya sendiri. Tergantung dari creator NFT itu sendiri, jika creator itu terkenal atau menawarkan manfaat lainnya dengan memiliki NFT, maka kolektor akan bisa merasakan kebanggaan itu.

    Contohnya, apakah Anda pernah mendengar NFT termahal Bored Ape? Ya, bagi pemegang NFT tersebut akan dapat bergabung ke salah satu komunitas NFT bergengsi “Bored Ape Yacht Club”. Tentunya ini secara tak langsung akan meningkatkan status sosial bagi kolektornya. 

    Investasi

    Selayaknya mengoleksi karya seni dengan cara konvensional yang bisa dijadikan investasi, mengoleksi karya seni digital NFT tentu juga bisa disebut sebagai sarana investasi. Terlebih, aset kripto sendiri dapat dikatakan menjadi salah satu instrumen investasi yang menguntungkan dan mampu bersaing di saat sekarang. 

    Cara Jual Foto di Marketplace NFT, TokoMall

    Nah, ini dia cara menjualnya:

    https://www.youtube.com/watch?v=t1QjxlaLXBc

    1. Pertama-tama, daftarkan diri Anda sebagai Merchant di https://mall.tokoscape.com/. Oh, ya, pastikan Anda juga sudah buat akun wallet crypto dan menghubungkannya, ya. 
    2. Selanjutnya, klik “NFT” pada menu profil, nanti akan muncul dan silahkan klik “Unggah NFT”. Pilih foto yang Anda mau dengan format JPG atau PNG dengan maksimal ukuran sebesar 50 MB.
    3. Lengkapi foto NFT dengan mengisi Judul NFT, Serial, hingga Deskripsi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Setelah selesai, klik “Submit”. Setelahnya, Anda akan diarahkan ke halaman summarize dari foto yang ingin di-upload dan klik persetujuan dalam kolom “Disclaimer” lalu klik “Submit”.
    4. Selanjutnya, Anda akan menuju ke halaman minting dengan mengklik “Lihat Halaman buat NFT”.
    5. Sebelum menguploadnya, pastikan Anda sudah memiliki aset kripto berjenis BNB untuk biaya transaksi NFT. 
    6. Setelah selesai, tentukan langsung harga foto NFT yang dibuat. 

    Bagaimana, tertarik untuk jual foto di NFT? Daftarkan segera diri Anda sebagai Official Partner di TokoMall! Dapatkan informasi lanjut mengenai dunia NFT dengan bergabung di komunitas NFT TokoMall melalui Discord dan Telegram juga, yuk!



    Sumber : news.tokocrypto.com