Tag: masjidil haram

  • Kisah Perjalanan Hijrah Celine Evangelista, dari Mualaf Hingga Mantap Berhijab

    Jakarta

    Aktris Celine Evangelista membagikan kisah perjalanan spiritualnya yang penuh makna. Setelah menjadi mualaf, ia akhirnya mantap berhijab usai menunaikan ibadah umrah pada Maret 2025 lalu. Sejak memeluk Islam, Celine mengaku memiliki keinginan kuat untuk terus memperdalam ajaran agama barunya.

    Kabar dirinya menjadi mualaf pertama kali diumumkan melalui akun Instagramnya, @celine_evangelista. Dalam unggahan tersebut, wanita 33 tahun itu tampil mengenakan cadar putih saat berada di sekitar Masjidil Haram. Momen tersebut menjadi sangat berkesan baginya, dan membuatnya semakin yakin untuk mempelajari Islam lebih dalam.

    “Allah memberi ujian pada hamba yang Dia sayangi, Tapi Allah memberi Agama nya hanya kepada hamba yg Dia Cintai. Mempelajari dan memperdalam Agama yg diberikan Allah yang sangat luar biasa bagi hidup saya,setelah sekian lama saya simpan menjadi privasi. Insyaallah merubah saya menjadi pribadi lebih baik.. Hidayah ini sungguh datang tanpa ada alasan dan tulus dari hati terdalam saya.. Saya memeluk islam bukan karena keluarga, saya memeluk islam bukan krn mau menikah dgn muslim, atau bukan karena siapa pun,” tulis Celine.


    Celine Evangelista mengungkapkan  perjalanan hijrahnya.Celine Evangelista mengungkapkan perjalanan hijrahnya. Foto: Dok. Youtube Trans Tv.

    Pemain film Hantu Bangku Kosong ini menegaskan bahwa keputusannya menjadi mualaf adalah murni keinginan pribadi, tanpa paksaan.

    “Saya memilih sendiri karena tergeraknya hati saya untuk mengenali dan mempelajari dan menjadi salah satu umat Nabi Muhammad SAW. Bukan karena alasan pekerjaan atau duniawi apapun. Justru baru saya syiarkan saat ini karena saya memilih memperdalam dan mempelajari terlebih dahulu tanpa banyak yg mempengaruhi. Saya ingin semua benar2 iman saya tulus dari hati,” ujarnya.

    Celine juga mengaku tengah membatasi aktivitasnya di dunia hiburan demi fokus pada proses hijrahnya. Celine meminta dukungan dari penggemar atas keputusannya tersebut.

    “Dan mohon maaf sementara waktu ini mengurangi pekerjaan dan interaksi di media..
    izinkan saya fokus pada memperdalam iman agama saya dahulu baru mungkin insyaallah akan muncul lg dalam keadaan lebih baik setelah perjalanan panjang hijrah saya
    jika Allah berkehendak 🤲🏼😇 Terima kasih untuk support & Doa nya.. Hanya Allah sebaik2nya pemberi balasan 😇,” ucap Celine.

    Celine Evangelista Mantap Pakai Hijab

    Celine Evangelista mengungkapkan  perjalanan hijrahnya.Celine Evangelista mengungkapkan perjalanan hijrahnya. Foto: Dok. Youtube Trans Tv.

    Saat menjadi bintang tamu di program Rumpi Trans TV, mantan istri Steven William ini mengungkapkan alasan akhirnya mempublikasikan perjalanannya di media sosial.

    “Karena jika mensyiarkan sesuatu, yang harus aku syiarkan, takutnya menimbulkan fitnah. Namanya manusia saat berbuat baik ada saja pikiran negatif,” ucap Celine.

    “Sebenarnya ini dalam proses belajar dan masih belum sempurna. Masih membiasakan diri kebetulan hal-hal yang aku suka ternyata ada sunahnya dan berikhtiar untuk menjadi lebih baik,” jelasnya lagi.

    Celine juga aktif mengikuti kajian privat sejak tahun 2017. Ia mengaku, dari proses itulah rasa cinta pada Islam tumbuh pelan-pelan.

    “Timbul rasa malu atas dosa dan menjadi pembelajaran dari pengalaman dari aku yang sudah aku lewati. Aku rasakan dan apa yang mau dicari, kedamaian, ketenganan dan aku lalui saat ini. Masya Allah, aku malu di hadapan Allah, padahal yang aku lakukan sebelumnya banyak dosa. Mungkin apa yang bisa kita lakukan selain memperbaiki diri di hadapan Allah,” lanjutnya lagi.

    Dalam salah satu pernyataannya, ia tak kuasa menahan air mata. Celine membahas soal hidayah yang membuatnya menangis terharu.

    “Haru karena masih diberi waktu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Setiap orang ada rasa hidayahnya, karena aku mengejar hidayah mau atau tidak mengejar dan berusaha mendapatkan hidayah ternyata aku salah, tapi insya allah itu bisa menjadi pembelajaran,” kata Celine.

    Saat datang ke acara bincang-bincang tersebut, Celine tampil manglingi dengan mengenakan hijab syari. Celine mengaku gaya busananya itu yang paling memudahkannya.

    “Karena aku belum bisa pakai hijab dengan model yang lain, kalau hijab syari lebih simpel. Aku suka baju hitam ternyata ada sunahnya juga dan pakai baju longgar,” tuturnya.

    Tolak Tawaran Film Buka Hijab

    Bintang Catatan Hati Seorang Istri ini juga bercerita soal ketakutan masa lalu sebagai orang tua tunggal yang khawatir akan keuangan.

    “Ternyata setelah aku meninggalkan dunia sebelumnya, ikhlas itu susah dan kita tidak tahu apa yang Allah persiapkan untuk kita. Insya Allah kalau kita punya iman dan yakin kepada Allah akan memberikan petunjuk,” jelasnya.

    Ia juga membagikan momen luar biasa saat umrah. Menurut Celine banyak doa yang langsung terkabul di Tanah Suci.

    “Banyak hal yang aku doakan langsung diijabah dan jawaban yang aku pertanyakan langsung Allah jawab. Ada beberapa doa yang tak bisa aku ceritain,” sambungnya.

    Semenjak pertama kali umrah, Celine merasakan hatinya yang bergetar karena menyesali perbuatannya yang kerap mengejar duniawi. Ia merasa lebih ikhlas menyerahkan urusan dunia kepada Allah SWT.

    Ketika memutuskan untuk berhijab, Celine yang besar di dunia hiburan menuturkan keluarga dan sekitarnya khawatir dengan keputusannya. Dalam usahanya untuk istiqomah berhijab, Celine pun sudah menolak tawaran pekerjaan yang meminta untuk tidak menggunakan hijab.

    “Saat aku pelan-pelan mencoba istiqomah dan ikuti. Sebenarnya belajarnya sudah lama dan prosesnya Allah beri kenyamanan. Sudah ada beberapa tawaran film yang aku tolak untuk tidak menggunakan hijab, jadi tidak aku ambil. Doain saja diberi kemudahan dan kenyamanan hingga aku seperti ini terus,” tegasnya.

    Celine yang mengawali karier dalam pemilihan model yang diadakan oleh majalah Kawanku pada 2006 itu menjelaskan menghindari keramaian dan lebih suka menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah.

    “Aku tidak tahu mengapa timbul rasa itu, kita tak tahu suka salah ucap, makanya aku menghindari padahal niat kita tidak seperti itu. Makanya aku lebih sering menyendiri saat ini,” lanjut Celine.

    “Mungkin ada pro dan kontra apa pun yang kita lakukan. Setiap orang berhak menilai, tapi kan Allah yang berhak dan Maha Melihat apa yang ada di dalam hati. Kalau baik akan wangi kalau buruk akan kelihatan juga,” terangnya.

    Menutup kisahnya, Celine menyampaikan harapan dan doanya kepada Allah.

    “Saya hanya ingin selalu diingatkan akan dosa. Kita tak pernah tahu kapan ajal datang. Insya Allah, jika kita tulus memohon ampun, Allah akan memaafkan. Karena manusia pasti pernah berbuat salah dan menyakiti. Saya hanya ingin selalu dilindungi dan istiqomah di jalan-Nya,” tuturnya.

    (gaf/kik)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Saudi Mau Bangun ‘Gerbang Raja Salman’ 12 Juta Meter Persegi di Tanah Suci



    Jakarta

    Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) mengumumkan proyek pembangunan Gerbang Raja Salman. Proyek ini akan berdiri di Tanah Suci Makkah dekat dengan Masjidil Haram.

    Dilansir SPA, proyek multiguna yang diluncurkan pada Rabu (15/10/2025) ini akan dibangun sebelah Masjidil Haram dengan luas lantai kotor hingga 12 juta meter persegi. Proyek ini akan menawarkan pengalaman hunian, perhotelan, komersial, dan budaya dengan kapasitas 900.000 ruang salat dalam dan luar ruangan.


    “Proyek ini menandai tonggak penting dalam pengembangan Makkah dan wilayah pusatnya, menjadikannya sebagai tolok ukur global dalam perencanaan kota modern,” lapor SPA, dikutip, Kamis (16/10/2025).

    “Pengembangan perkotaan dan transformasi infrastruktur Gerbang Raja Salman akan berkontribusi pada peningkatan akses ke Masjidil Haram, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkaya perjalanan setiap pengunjung, sejalan dengan tujuan Program Pengalaman Ziarah,” tambah laporan itu.

    Gerbang Raja Salman ini disebut memadukan warisan arsitektur Islam, melestarikan warisan budaya dan sejarah Makkah, juga memulihkan sekitar 19.000 meter persegi situs warisan. Proyek akan terhubung dengan jaringan transportasi umum yang memberikan kemudahan bagi jemaah maupun pengunjung.

    Proyek ini tengah dikembangkan RUA AlHaram AlMakki Company dan menjadi bagian transformasi ekonomi Visi 2030 Arab Saudi dengan menciptakan lebih dari 300.000 lapangan kerja pada 2036.

    Dilihat dari desain yang dibagikan akun X Inside the Haramain, Gerbang Raja Salman berada persis di area Masjidil Haram. Arsitektur bangunan memadukan ciri khas Islam dengan kota modern.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudi Rela Ubah Undang-undang agar Indonesia Bisa Punya Kampung Haji



    Jakarta

    Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya atas rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi yang disebutnya sebagai momen bersejarah. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna setahun pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

    “Tapi alhamdulillah pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan kampung Indonesia di Kota Makkah. Jadi pemerintah Arab Saudi akhirnya saya datangi berapa kali, saya lobi terus mungkin beliau kasihan sama kita. Untuk pertama kali dalam sejarah diizinkan negara asing memiliki lahan, memiliki tanah di kota suci,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebutkan bahwa pemerintah bahkan kerajaan Saudi bahkan sampai mengubah undang-undangnya agar Indonesia bisa merealisasikan proyek pembangunan tersebut.


    “… diubah undang-undangnya khusus untuk kita. Kita negara pertama ya sesudah kita terserah yang lain menyusul ya. Tapi ini luar biasa ya,” jelas Prabowo

    Lebih lanjut, Prabowo juga menyebutkan ada sejumlah pilihan lahan Kampung Haji yang beberapa di antaranya berlokasi dekat dari Masjidil Haram.

    “Kita ditawarin kalau tidak salah ada berapa puluh lahan. Mudah-mudahan kita dapat lahan… kalau tidak salah ada beberapa lahan yang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, ada yang nyambung langsung ya,” terangnya.

    Adapun proyek pembangunan Kampung Haji akan diserahkan kepada Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. Sementara itu, sumber dana proyek ini akan diperoleh dari Danantara.

    “Dan mudah-mudahan Menteri Agama sudah rintis dan sudah lihat terus. Nanti saya serahkan saja. Dan Kepala Danantara yang juga merintis. beliau bolak-balik ke situ sampai kepalanya botak,” jelas Prabowo.

    Prabowo berharap, dengan dibangunnya Kampung Haji di Makkah dapat mengefisienkan biaya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia sehingga Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dapat ditekan dan pelayanan terhadap jemaah haji juga bisa dioptimalkan.

    “Mudah-mudahan tidak lama lagi kita punya kampung haji sendiri, Saudara-saudara. Berarti nanti fasilitasnya kita atur sendiri ya. Makan semuanya kita atur supaya tidak ada lagi kekurangan atau penyimpangan atau kekecewaan daripada jemaah haji kita. Ini saya kira terobosan luar biasa ya,” pungkasnya.

    (inf/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kampung Haji RI Masuki Tahap Lelang, Wamenhaj Tinjau Langsung Lokasi di Makkah



    Jakarta

    Proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, memasuki babak krusial. Lokasi seluas lebih dari 80 hektare yang diproyeksikan berada di kawasan strategis Jabal Hindawiyah, Makkah, ternyata terintegrasi langsung dengan jalur kereta cepat dan pedestrian menuju Masjidil Haram.

    Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung lokasi tersebut sebagai tindak lanjut arahan dan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Lokasi ini berada di dalam Masar Project, sebuah kawasan pengembangan strategis di Makkah.

    “Jadi ini dalam proses negosiasi yang berada di area Masar Project, terintegrasi dengan kereta yang langsung menuju Masjidil Haram, serta jalur pedestrian sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram,” ujar Dahnil, dalam keterangan persnya, Senin (20/10/2025).


    Dalam tinjauannya, Wamenhaj Dahnil menjelaskan bahwa saat ini proses negosiasi dan lelang (bidding) untuk pengadaan lahan tengah berlangsung. Jika beruntung, maka kawasan tersebut dipastikan menjadi Kampung Haji RI di Makkah.

    “Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zamzam Tower dan area Masjidil Haram. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia dengan luas sekitar 80 hektare,” jelasnya.

    Dahnil pun meminta doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar proses lelang ini berjalan lancar. Ia menekankan keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam mengupayakan hal ini, bahkan Presiden akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

    “InsyaAllah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kita menang lelang. Presiden Prabowo Subianto sendiri sangat serius mengupayakan hal ini,” tutur Dahnil.

    Proses bidding ini dijadwalkan selesai pada 30 Oktober dan dipimpin langsung oleh Kepala Danantara, Rosan Roeslani.

    Kunjungan Wamenhaj ini bertepatan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna. Presiden menyampaikan apresiasi atas izin bersejarah dari Kerajaan Arab Saudi bagi Indonesia untuk membangun Kampung Haji di Makkah.

    “Alhamdulillah, pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan Kampung Indonesia di Kota Makkah. Saya datangi beberapa kali, saya lobi terus, mungkin beliau kasihan sama kita. Untuk pertama kali dalam sejarah, diubah undang-undangnya khusus untuk kita,” kata Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

    “Negara asing pertama yang diizinkan memiliki lahan di kota suci dan itu Indonesia. Ini luar biasa,” tambahnya.

    Langkah ini dicatat sebagai sejarah baru dalam diplomasi perhajian Indonesia dan merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pelayanan ibadah haji yang lebih berkualitas bagi jamaah Indonesia.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Pahala Sholat di Pelataran Masjidil Haram 100.000 Kali Lipat?


    Jakarta

    Banyak keutamaan yang dapat diraih muslim jika sholat di Masjidil Haram, Makkah. Salah satu riwayat menyebut akan mendapat pahala 100.000 kali lipat. Bagaimana dengan pelatarannya?

    Masjidil Haram merupakan tempat berdirinya Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam seluruh dunia sekaligus pusat ibadah haji dan umrah. Karenanya, banyak jemaah memanfaatkan waktunya untuk memperbanyak sholat di Masjidil Haram baik sebelum maupun setelah menunaikan ritual tawaf.

    Hadits Pahala Sholat di Masjidil Haram

    Sholat di Masjidil Haram memiliki pahala besar. Menukil dari buku Amalan Kecil Berpahala Besar: Meraih Keberkahan Hidup ala Rasulullah SAW susunan Ustaz Arif Rahman, sebuah hadits menyebut sholat di Masjidil Haram berpahala 100.000 kali lebih besar ketimbang sholat di tempat lain. Berikut bunyinya dari Jabir RA,


    “Sholat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1.000 kali sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram, Makkah dan sholat di Masjidil Haram lebih dari 100.000 sholat di masjid lainnya.” (HR Ibnu Majah)

    Bagaimana dengan di pelatarannya? Apakah pahala sholat di pelataran Masjidil Haram 100.000 kali lipat juga?

    Sholat di Pelataran Masjidil Haram Diganjar Pahala 100.000 Kali Lipat

    Meski berada di kawasan yang sama, Masjidil Haram dan pelataran Masjidil Haram adalah dua tempat yang berbeda. Keutamaan yang disebutkan dalam hadits sebelumnya adalah jika muslim sholat di Masjidil Haram.

    Jalaluddin Imam As Suyuthi melalui kitab al-Asybah wa an-Nazha’ir yang dinukil dari situs Kementerian Agama RI menyebut bahwa pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tak hanya dikhususkan di Masjidil Haram. Artinya, keutamaan sholat di pelataran Masjidil Haram sama seperti sholat di Masjidil Haram itu sendiri.

    “Sesungguhnya pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak khusus di Masjidil Haram tetapi meliputi seluruh Tanah Haram,” tulisnya.

    Begitu pula dengan pendapat mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i. Ketiga mazhab ini berpandangan bahwa pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah meliputi seluruh wilayah Tanah Haram itu sendiri.

    Bagaimana Jika Muslim Tidak Sholat di Masjidil Haram?

    Muslim yang tidak sempat atau berhalangan untuk sholat di Masjidil Haram tidak masalah. Menurut kitab Shalatul Mu’min oleh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani yang diterjemahkan Abu Khadijah, muslim tidak akan mendapat dosa jika tidak mengerjakan sholat di Masjidil Haram.

    Selain itu, turut dijelaskan dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag RI bahwa sholat di Masjidil Haram hukumnya sunnah. Dengan demikian, jemaah haji atau umrah yang tidak sempat sholat di Masjidil Haram tidak berdosa.

    Mereka tetap mendapat keutamaan dari sholat di Masjidil Haram selama mengerjakannya di Tanah Haram. Baik itu pelataran Masjidil Haram, hotel ataupun masjid sekitar sana.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Tak Terlihat, di Mana Posisi Imam Salat Masjidil Haram?


    Jakarta

    Pelaksanaan salat di Masjidil Haram berbeda dengan salat di masjid-masjid pada umumnya. Selain shaf yang melingkar, posisi imam tak selalu terlihat oleh jemaah.

    Menurut penelusuran detikHikmah, posisi imam salat Masjidil Haram berbeda-beda. Kadang berada tepat di depan Ka’bah, kadang berada di tempat khusus yang sedikit jauh dari Ka’bah. Posisi kedua ini membuat tak semua jemaah bisa melihat keberadaan imam.

    Saat ini, posisi imam lebih sering berada di tempat khusus yang disebut dengan mihrab. Ini merupakan tempat imam memimpin salat sekaligus menyampaikan ceramah pada jemaah. Letak persisnya di belakang mataf, di seberang dinding Ka’bah antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.


    Mihrab Masjidil Haram, Makkah.Mihrab Masjidil Haram, Makkah. Foto: X/@AlharamainSA

    Jika jemaah mengamati, ada celah kosong memanjang di pelataran Ka’bah saat salat berjamaah berlangsung. Celah ini segaris dengan posisi imam yang berada di mihrab Masjidil Haram. Dengan demikian, tak ada jemaah yang menghalangi imam saat memimpin salat berjamaah menghadap Ka’bah.

    Pelaksanaan salat di Masjidil Haram dengan shaf melingkari Ka'bah.Pelaksanaan salat di Masjidil Haram dengan shaf melingkari Ka’bah. Foto: X/@AlharamainSA

    Posisi Makmum Salat di Masjidil Haram

    Shaf salat di Masjidil Haram melingkari Ka’bah. Posisi makmum berada di belakang imam, jika imam berada di depan Ka’bah. Namun, jika posisi imam di mihrab, makmum bisa memposisikan diri mengelilingi Ka’bah mulai dari barisan paling depan dan mengosongkan area arah imam.

    Saat imam memimpin salat dari mihrab, makmum yang berada di arah yang sama tak boleh lebih maju dari imam. Demikian menurut penjelasan para ulama.

    Keutamaan Salat di Masjidil Haram

    Salat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang tak terdapat di mana pun. Menurut sebuah hadits, salat di Masjidil Haram pahalanya setara dengan 100.000 kali salat. Rasulullah SAW bersabda,

    الصَّلَاةُ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ بِمِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ وَالصَّلَاةُ فِي مَسْجِدِي بِأَلْفِ صَلَاةٍ وَالصَّلَاةُ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ بِخَمْسِمِائَةِ صَلَاةٍ (رواه الطبراني)

    Artinya: “Salat di Masjidil Haram (Makkah) pahalanya sama dengan 100.000 (seratus ribu) kali salat, dan salat di Masjidku (Masjid Nabawi) sama pahalanya dengan 1.000 (seribu) kali salat, dan salat di Baitul Maqdis sama pahalanya dengan 500 (lima ratus) kali salat.” (HR Thabrani)

    Dalam Shahih Muslim juga terdapat hadits yang menyebut keutamaan salat di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah.

    حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ أَخرجه البخاري في: ۲۰ كتاب فضل الصلاة في مسجد مكة والمدينة : ۱ باب فضل الصلاة في مسجد مكة والمدينة

    Artinya: Abu Hurairah berkata: “Nabi bersabda: ‘Salat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali salat di masjid lainya, kecuali Masjidil Haram (Makkah).” (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-20, Kitab Keutamaan Salat di Masjid Makkah dan Madinah bab ke-1, bab Keutamaan Salat di Masjid Makkah dan Madinah)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Fakta Masjid Agung Sheikh Zayed yang Dikunjungi Aktor Korea So Ji Sub


    Jakarta

    Aktor Korea Selatan So Ji Sub baru-baru ini menarik perhatian publik setelah membagikan momen kunjungannya ke Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Masjid ikonik ini dikenal sebagai salah satu landmark religi paling megah di dunia serta memikat jutaan wisatawan setiap tahunnya.

    Kunjungan So Ji Sub semakin menambah sorotan pada keindahan dan kemegahan masjid yang menjadi kebanggaan UEA tersebut. Simak fakta menarik mengenai Masjid Agung Sheikh Zayed berikut ini.


    Fakta Menarik Masjid Agung Sheikh Zayed

    Berikut adalah deretan fakta menarik tentang Masjid Agung Sheikh Zayed yang menjadi latar kunjungan aktor Korea So Ji Sub.

    1. Salah Satu Masjid Terbesar di Dunia

    Masjid Agung Sheikh Zayed menempati peringkat sebagai masjid terbesar ketiga di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Bangunan megah ini berdiri di lahan seluas 12 hektare dengan area masjid mencapai 22.412 meter persegi, setara hampir empat lapangan sepak bola.

    Dikutip dari website Islamic Landmarks, kapasitasnya mampu menampung hingga 40.000 jamaah sekaligus. Karena ukurannya yang sangat besar, masjid ini dapat terlihat jelas dari tiga jembatan utama penghubung Kota Abu Dhabi, yaitu Jembatan Maqta, Mussafah, dan Sheikh Zayed.

    2. Dibangun Selama 11 Tahun

    Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed dimulai pada tahun 1996 dan rampung pada 2007. Prosesnya memakan waktu lebih dari 11 tahun untuk mewujudkan mahakarya arsitektur ini.

    Proyek besar ini melibatkan ribuan pengrajin dan seniman terampil dari berbagai negara. Setiap detailnya dikerjakan dengan presisi tinggi untuk menciptakan masjid megah yang memadukan seni, budaya, dan teknologi modern.

    3. Arsitektur dan Interior yang Megah

    Masjid Agung Sheikh Zayed memiliki 82 kubah dengan berbagai ukuran, termasuk kubah utama yang menjadi salah satu kubah masjid terbesar di dunia. Setiap kubah dihiasi dengan desain dan pola yang rumit, menambah keindahan sekaligus mempertegas kemegahan arsitektur masjid ini.

    Di dalam Masjid Agung Sheikh Zayed terdapat karpet raksasa yang diakui sebagai karpet terbesar di dunia, hasil rancangan seniman asal Iran, Ali Khaliqi. Karpet tersebut berukuran 5.625 meter persegi dengan bobot mencapai 35 ton, sebagian besar dibuat dari wol berkualitas tinggi yang diimpor dari Selandia Baru dan Iran.

    Masjid ini juga dihiasi tujuh lampu gantung megah yang terbuat dari jutaan kristal Swarovski. Salah satunya bahkan tercatat sebagai lampu gantung terbesar ketiga di dunia, memiliki diameter 10 meter dan tinggi 15 meter.

    4. Sistem Pencahayaan yang Unik

    Selain memiliki desain yang memukau, Masjid Sheikh Zayed juga menerapkan teknik pencahayaan unik yang dirancang oleh firma arsitektur pencahayaan Speirs and Major Associates, sehingga dapat menampilkan keindahan proyeksi fase bulan.

    Pada malam hari, pantulan tiang-tiang masjid terlihat jelas di kolam-kolam yang membentang di sepanjang arcade. Di ruang salat utama, kolom marmer bertatahkan mutiara semakin terlihat anggun berkat penataan cahaya yang tepat, sementara dinding kiblatnya dilengkapi pencahayaan serat optik yang halus, menciptakan suasana yang menenangkan.

    5. Simbol Peradaban Islam

    Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi memiliki arti penting karena menjadi tempat ibadah dan ketenangan batin bagi umat Islam. Bangunan ini menjadi simbol kuat dari nilai-nilai inti Islam, seperti persatuan, perdamaian, dan kasih sayang, yang tercermin dalam arsitektur dan desainnya.

    Selain itu, masjid ini berperan sebagai wadah untuk mendorong dialog lintas agama dan pemahaman antarumat beragama. Dengan kebijakan pintu terbuka, masjid ini menyambut pengunjung dari berbagai latar belakang dan keyakinan untuk mengenal Islam serta membangun jembatan saling menghormati.

    Masjid ini juga menjadi pusat pertukaran budaya yang menampilkan keindahan seni, kaligrafi, dan budaya Islam. Pengunjung dapat mengagumi detail arsitektur yang rumit, kaligrafi yang indah, serta karya seni memukau yang menghiasi setiap sudut masjid.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tidak Ada Kotak Amal di Masjidil Haram?



    Jakarta

    Di Indonesia, kotak amal untuk bersedekah menjadi hal yang wajar ditemukan di masjid-masjid. Akan tetapi, ternyata kotak amal tidak terdapat di masjid-masjid Arab Saudi, seperti Masjidil Haram. Kenapa tidak ada kotak amal di Masjidil Haram?

    Sedekah adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah dapat dilakukan kapan saja, tidak terkecuali saat berhaji. Anjuran untuk bersedekah terdapat dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Salah satunya dalam surah Al Baqarah ayat 267,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ٢٦٧


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

    Larangan Kotak Amal di Masjidil Haram

    Tak hanya Masjidil Haram, masjid-masjid besar di Arab Saudi lainnya juga tidak menyediakan kotak amal. Laporan Arab News yang terbit pada 17 September 2003 lalu menyebut, pejabat keamanan secara resmi melarang penyediaan kotak amal di masjid dan lokasi bisnis komersial.

    Sumber tersebut juga mengatakan divisi polisi khusus turut melakukan pemeriksaan lokasi-lokasi komersial dan mengeluarkan kotak-kotak tadi tempat usaha dan memintanya untuk menandatangani surat perjanjian tidak memajang kotak-kotak lagi.

    Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif dalam sebuah wawancara dengan Asharq Al-Awsat pada 2003 lalu memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memasukkan uang dalam kotak amal yang ditemukan di pintu masuk beberapa masjid.

    “Bagi yang ingin menyumbang harus memverifikasi ke mana dana itu akan disalurkan,” ujarnya.

    Dilansir situs Kementerian Agama RI, menurut Muhammad Sahe, mukimin Indonesia yang telah bermukim selama 30 tahun di Arab Saudi, pemerintah Arab Saudi melarang takmir masjid menyebarkan kotak amal karena khawatir penyalurannya tidak bisa terkontrol.

    Kendati demikian, semangat jemaah bahkan warga setempat untuk bersedekah tidak surut. Mengutip buku Dahsyatnya Ibadah Haji karya Abdul Cholik, salah satu hal unik di Tanah Suci adalah “Mobil Fi Sabilillah”. Mobil ini berhenti di suatu tempat lalu membagi-bagikan kotak berisi makanan dan minuman. Tidak jarang, jemaah turut antre untuk mendapat jatah dari mobil tersebut.

    Cara Sedekah di Masjidil Haram

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melarang jemaah memberi sumbangan kepada pengemis selama di Tanah Suci. Jemaah yang ingin beramal bisa berdonasi melalui lembaga resmi.

    Kementerian dalam pernyataannya menegaskan memberi pengemis termasuk tindakan melanggar hukum.

    “Tamu Allah yang terkasih, pastikan donasi Anda sampai ke pihak yang benar-benar berhak dengan menghindari memberi kepada pengemis karena dua alasan penting: itu merusak kesucian Dua Masjid Suci dan mengemis adalah pelanggaran hukum yang mencolok,” kata kementerian melalui media sosial X-nya, Senin (13/5/2024).

    Kementerian mengimbau jemaah agar menyalurkan donasinya kepada penerima yang berhak melalui lembaga amal terakreditasi. “Untuk cara berdonasi yang aman dan andal, pertimbangkan untuk menggunakan platform Ehsan: ehsan.sa,” ujarnya.

    Keutamaan Masjidil Haram

    Menukil Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024 terbitan Kementerian Agama RI, keutamaan Masjidil Haram dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Salat di masjidku lebih mulia nilainya 1.000 kali lipat dibanding salat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram dan salat di Masjidil Haram lebih mulia nilainya 100.000 kali lipat dibanding salat di masjid lain.” (HR Ibnu Majah)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Khutbah Jumat di Masjidil Haram-Nabawi Ada Versi Bahasa Indonesia, Ini Caranya


    Jakarta

    Khatib Jumat di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah menggunakan bahasa Arab dalam menyampaikan khutbahnya. Meski demikian, khutbah Jumat di dua masjid suci tersebut bisa diakses dengan bahasa lain.

    Jemaah yang berasal dari Indonesia bisa mendengarkan khutbah Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi versi bahasa Indonesia. Hal ini bisa dilakukan secara daring menggunakan bantuan HP.

    Kabar tersebut turut disampaikan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Kerajaan Arab Saudi cabang Kota Madinah melalui media sosialnya. detikcom telah mendapat izin dari PPMI Madinah untuk mengutipnya.


    “Atas izin Allah, pihak pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu telah memberikan improvisasi bahwasanya banyak sekali dari jemaah atau dari kita sendiri yang datang ke tempat ini, oleh karena itu pihak pengelola ingin kita semua bisa mendengarkan dengan seksama, seperti diterjemahkannya ke dalam bahasa asing. Salah satunya bahasa Indonesia,” jelasnya seperti dilihat dari Instagram @ppmimadinah, Jumat (1/3/2024).

    PPMI Madinah kemudian membagikan cara mengakses khutbah Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam bahasa Indonesia. Setidaknya jemaah perlu menyiapkan HP, headset, dan aplikasi radio yang biasanya sudah tersedia di HP.

    “Caranya yang pertama hanya perlu headset, kemudian HP kita sendiri. Kita masuki headset kita ke hp kita. Kemudian kita pergi ke aplikasi radio, cari frekuensi 99.00 FM untuk di Masjid Nabawi dan 90.50 FM itu untuk di Masjidil Haram,” ujarnya.

    Fasilitas khutbah Jumat di Masjid Nabawi dalam bahasa Indonesia ini sudah tersedia sejak lama. Hal ini turut dibenarkan pihak Divisi Media dan Informasi PPMI Madinah Musytahar Umar Fariqi.

    “Iya khutbah Masjid Nabawi bisa didengarkan dengan bahasa Indonesia sejak lama,” ujarnya saat dihubungi detikHikmah, Jumat (1/3/2024).

    Menurut laporan detikcom dari Arab Saudi pada 2014 lalu, jemaah sudah bisa menyimak isi khutbah yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Caranya melalui radio.

    Selain radio, khutbah Jumat juga bisa diakses secara daring melalui laman https://manaratalharamain.gov.sa. Dalam laman tersebut juga tersedia jadwal dan informasi khatib khutbah Jumat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

    Khatib Jumat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Hari Ini

    Inside the Haramain melaporkan, Jumat (1/3/2024), khatib Jumat Masjidil Haram hari ini adalah Syeikh Maher dan khatib Masjid Nabawi adalah Syeikh Hudaify.

    Jadwal salat Jumat hari ini akan berlangsung pukul 12:33 waktu Arab Saudi (WAS) di Makkah dan pukul 12.34 WAS di Madinah.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia 100.000 Pahala di Masjidil Haram



    Jakarta

    Salat itu ibadah unggulan. Begitu tinggi maqamnya, hingga banyak ibadah lain “sepertinya” bersifat derivatif dari salat. Nyaris semua kegiatan harian kita, ada “penawarnya” lewat salat. Selain salat sunah rawatib, ada banyak ibadah maknawiyah yang menggandeng salat.

    Contoh; wudhu ada salatnya, hajat ada salatnya, mohon petunjuk ada salatnya, safar ada salatnya. Ada salat sunah ihram, salat tawaf, minta hujan, salat gerhana, salat taubat, dan salat lainnya.

    Bahkan, ada salat yang tidak bergantung pada momentum apa pun. Kapan saja (selain waktu terlarang) dan di mana saja, kita bisa langsung salat. Namanya salat mutlaq.


    Dus, salat adalah fasilitas paling formal yang didisain oleh agama agar umat dapat setiap saat berasyik masyuk dengan Tuhan. Konon, salat pula yang pertama-tama akan dihitung di Yaumil Hisab sebelum jenis ibadah lain. Jika salatnya baik, ibadah lain diyakini akan beroleh “syafaat” dari salat.

    Nah, salat juga merupakan salah satu peluang investasi terbesar kita. Ia menampung keuntungan sangat besar. Keuntungan berupa pahala. Pahala adalah manfaat dari perbuatan yang bisa dipetik. Ibarat perusahaan, agama Islam menyediakan dua formula untuk menghitung benefit.

    Ia menyediakan pahala bagi yang amal ibadahnya baik dan menyiapkan dosa bagi yang sebaliknya. Pahala berupa manfaat, sedang dosa memberinya mudarat. Inilah reward dan punishment.

    Pahala dan dosa berimplikasi pada wujudnya manfaat dan mudarat bagi kita. Bukan bagi Allah. Setiap amar-Nya akan mendatangkan manfaat dan tiap nahyun–larangan-Nya, jadi penyebab kemudaratan bagi kita.

    Maka, siapa yang salatnya baik, memenuhi rukun, syarat wajib, syarat sah dan syarat diterimanya, maka ia akan beroleh manfaat, yaitu selalu ingat Allah dan jauh dari mungkar serta fakhsya’. Yang lalai akan beroleh sebaliknya; lupa kepada Allah dan diancam dengan kenistaan hidup.

    Meditasi Energi

    Kini, mari mencoba menyimak “dalil” alam semesta lewat postulat fisika. Dengan rumus ini, kita berharap dapat memandang salat dari sisi lain. Yaitu salat sebagai sebuah meditasi energi. Kenapa disebut meditasi, karena salat yang “benar” akan meniscayakan suasana khusyu’.

    Persis meditasi. Khusyu’ (dalam salat) dan meditasi adalah safar hati. Kian sublim hati seseorang, akan kian jernih hatinya. Jika mencapai kejernihan tertentu, hati akan mampu beresonansi.

    “Dalil” lain dari ilmu pengetahuan alam menyebutkan bahwa jika sebuah benda mengandung listrik–dan begitu juga tubuh manusia, bergerak-gerak dengan cara berputar, dalam waktu tertentu akan bisa memproduksi energi.

    Dan kaifiyat salat terdiri atas gerakan berputar yang dimaksud. Takbiratul ihram adalah gerakan tangan dari pinggang hingga telinga. Ia bergerak 180 derajat. Rukuk juga gerakan berputar 90 derajat. I’tidal ke sujud bergerak 180 derajat. Dan sujud ke duduk juga gerakan 90 derajat.

    Lebih dari itu, salat adalah kegiatan yang tidak pernah berhenti hingga Hari Kiamat. Siang ini salat duhur di Makkah, semenit lalu duhur yang sama di tempat lain. 9 jam lalu duhur itu juga di Jakarta. 10 jam sebelumnya di Bali. Sejam lalu di Papua.

    Demikianlah sepanjang 24 jam, duhur berputar berganti asar, lalu salat maghrib, lalu isya, dan akhirnya subuh. Kondisi ini akan terus berlanjut, sebab matahari tak pernah berhenti mengitari bumi. Miliaran orang melakukan salat.

    “Waktu” bertambah padat dan tebal jika banyak orang melengkapinya dengan salat sunnah. Kini kita dapat membayangkan, betapa telah terjadi ketegangan medan elektromagnetik pada satu titik.

    Di mana ‘kah titik itu? Di ka’bah. Mengapa? Sebab semua gerakan salat mengarah pada satu titik, yaitu ka’bah. Rumah Tuhan itu membara karena menjelma konduktor raksasa. Titik itu menjadi kiblat hati dari miliaran manusia.

    Dalam satu waktu, miliaran hati berkirim resonansi cahaya. Sebab, hati yang yang menampung doa, ayat-ayat Alquran, selawat, wirid, dzikir, bacaan talbiyah dan bersatu dalam susunan kalimah tayyibah yang sakral, akan memunculkan cahaya/nur.

    Allah juga menyebut Alquran sebagai “nuron mubina”–cahaya yang nyata. Nur itu adanya di hati yang lembut. Jika sampai pada kejernihan tertentu, hati akan menularkan cahaya ke sekitar. Sebab, hati yang yang lembut, mengandung frekuensi tinggi dan amplitudo rendah.

    Dari mana rumusnya? Saat mengisi pengajian di kantor daerah kerja (daker) Makkah tempo hari, konsultan ibadah di PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali berkisah soal Nabi Ibrahim.

    Katanya, sangat bisa jadi tempat “ngaji” itu adalah jalan-jalan yang dulu pernah dilalui Nabi Ibrahim As. Dan Ibrahim As dikonstatasi Allah sebagai nabi berhati jernih dan lembut. “Inna Ibraahima La’awwaahun haliim–Sungguh (Nabi) Ibrahim itu lembut hati dan penyantun.”

    Maka, kata Kiai Moqsith, salat di tanah suci (di mana pun di Makkah) berarti salat di Tanah Haram. Salat di tanah haram juga berarti salat di Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram berarti salat di sekitar ka’bah. Sebuah locus yang menapaktilasi jejak Ibrahim, Ismail, Siti Sarah.

    Disinari Multazam, hijir dan maqam, diselimuti jejak spiritual jutaan orang tawaf berputar, miliaran kaum muslimin salat di seluruh punggung bumi, maka miliaran hati itu berkirim cahaya ke satu titik, yakni ka’bah. Dan, terbentuklah Gelombang Cahaya!

    Cahaya itu sudah tertanam dalam waktu sangat panjang, puluhan ribu tahun lamanya. Cahaya itu membilas hati jemaah haji, pelaku salat, jemaah tawaf. Jiwa dan hati yang lembut dan jernih, akan berkonsekuensi pada terciptanya batin yang tenang.

    Cahaya itu akan mengantarkan bisikan jiwa, suara batin, dan munajat menuju Robbil Izzati. Secepat cahaya. Secepat 300.000 km perdetik. Itulah batas kecepatan cahaya. Kecepatan tercepat di alam semesta ini. Mengalahi kecepatan suara.

    100.000 Pahala

    Doa yang tiba cepat. Super ekspres. Secepat kilat. Tahu-tahu sudah di tangan malaikat. Tahu-tahu malaikat sudah menyerahkannya kepada Tuhan YME.

    Jika Baginda Rasul diriwayatkan pernah bersabda bahwa salat di Masjidil Haram akan beroleh pahala berkelipatan 100.000 kali, itu amat ma’qul alias masuk akal. Bahkan, kita bisa meyakini itu cara Nabi menjelaskan betapa besar nilai dan derajatnya sehingga beliau sampai pada angka 100.000. Amboooi!!!

    Seratus ribu kali lipat pahala adalah 100.000 lipat manfaat. Manfaat sebagai akibat dari pahala salat. Manfaat itu berupa kesempatan “ingat Allah” selama 100.000 kali dalam sekali salat. Dan salat kita adalah 5 kali sehari semalam plus salat sunnah rawatib dan salat-salat sunnah pelengkap lainnya.

    Maka, siapa gerangan yang tidak merasa beruntung ingat dan diingat Allah sepanjang usia di dunia menuju akhiratnya? Ia akan dijaga agar terhindar dari munkar-fakhsya’.

    100.000; deretan angka yang tak akan mampu dilampaui ukuran usia manusia mana pun!!!

    Ishaq Zubaedi Raqib

    Petugas PPIH Arab Saudi sublayanan MCH Daker Makkah Al Mukarramah

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com