Tag: Mata Uang Digital

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Berbagai Kelebihan Aset Kripto

    Saat ini, era digital sedang menduduki kursi kepopuleran di masyarakat. Hal ini karena hampir semua bidang beralih ke dunia digital, termasuk dalam bidang keuangan. Sebagai contohnya yaitu cryptocurrency atau dikenal juga aset kripto yang saat ini selalu menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

    Bagaimana tidak, cryptocurrency digembor-gemborkan sebagai salah satu investasi yang mampu memberikan banyak keuntungan bagi investornya. Hal ini tentu saja menarik banyak perhatian dari masyarakat. Lalu sebenarnya apa itu cryptocurrency? Dan apa kelebihannya?

    Apa itu Cryptocurrency?

    Cryptocurrency merupakan mata uang kripto yang berwujud digital dan hanya dapat digunakan bertransaksi dalam dunia digital saja. Cryptocurrency pada dasarnya berasal dari dua kata yaitu cryptography yang artinya kode rahasia dan currency yang artinya mata uang. 

    Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan jika cryptocurrency merupakan mata uang yang dilindungi dengan kode rahasia. Kode rahasia ini berfungsi untuk menjaga keamanan dari mata uang digital itu sendiri.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Cara kerja dari kripto menganut tiga kata kunci, yaitu digital, terenkripsi, dan desentralisasi. Itu artinya, tidak dapat digunakan bertransaksi dengan cara yang sama seperti mata uang konvensional pada umumnya.

    Mata uang ini juga tidak dikontrol oleh otoritas sentral seperti OJK. Dalam hal ini, pengontrolan mata uang dilakukan sepenuhnya oleh pemilik mata uang tersebut melalui internet.

    Cryptocurrency Jadi Crypto Asset di Indonesia

    Di Indonesia istilah cryptocurrency atau mata uang kripto tidak tepat, karena itu sebagai crypto asset atau aset kripto. Sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018 perihal Tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Pengaturan Aset Kripto (Crypto Asset) Sebagai Komoditi yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.

    Aset Kripto tetap dilarang sebagai alat pembayaran sesuai UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, namun dapat dikategorikan sebagai komoditi yang diperdagangkan di Bursa Berjangka. Dengan pertimbangan, karena secara ekonomi potensi investasi yang besar dan apabila dilarang akan berdampak pada banyaknya investasi yang keluar (capital outflow) karena konsumen akan mencari pasar yang melegalkan transaksi kripto.

    Kegiatan perdagangan atau pembayaran tidak bisa menggunakan aset kripto di Indonesia. Aset kripto itu diatur sebagai komoditi, bukan digunakan sebagai mata uang, seperti Rupiah yang dapat digunakan jadi alat pembayaran. Perdagangan aset kripto diawasi dan dilindungi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Kementerian Perdagangan (Kemendag) sejak tahun 2019.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.

    Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

    Kelebihan Cryptocurrency

    Meskipun mata uang ini tidak memiliki pengawasan dari badan otoritas seperti mata uang konvensional, cryptocurrency memiliki kelebihan. Berikut beberapa kelebihannya.

     

    • Potensi Keuntungan yang Tinggi

     

    Keuntungan pertama yang bisa kamu dapatkan dari investasi aset kripto adalah memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Bahkan menurut seorang pengacara dari Garza Business and Estate Law yaitu Len Garza, berperndapat jika investasi kripto seperti Bitcoin akan menghasilkan keuntungan yang besar di masa mendatang.

    Pendapat ini selaras dengan ungkapan Drew Hamilton yang juga mengatakan jika cryptocurrency akan terus bertumbuh ke depan. Faktanya, mata uang ini memang telah berhasil mengantarkan cukup banyak investor menjadi miliarder dunia.

     

    • Proses transaksi yang Mudah

     

    Cryptocurrency menawarkan proses transaksi yang begitu mudah bagi investornya. Hal ini karena sistem yang digunakan telah terdesentralisasi sehingga titik lemah yang dimiliki perbankan bisa dipungkas habis oleh cryptocurrency

    Konsumen bisa langsung mengakses cryptocurrency tanpa harus melalui perantara perbankan. Adapun sistem pembayaran dari cryptocurrency ini yaitu menggunakan PayPal.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

     

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

     

    Perlu kamu ketahui jika semua aktivitas dalam bertransaksi cryptocurrency ini bersifat transparan. Semua proses transaksi akan tercatat dengan jelas dalam ledger terbuka atau blockchain. Dengan demikian, pengguna bisa mengakses data tersebut kapan saja mereka menginginkannya.

    Meskipun begitu, semua data yang telah ada dalam blockchain tidak dapat diubah sembarangan sehingga kemanannya relative terjamin. Cryptocurrency juga bersifat open-source sehingga memungkinkan pengguna untuk lebih mandiri dan mendpatkan peluang besar dalam mengakses keuangan.

     

     

    Berbeda dengan mata uang konvensional yang membutuhkan bantuan perbankan untuk bisa mengaksesnya. Aset kripto bisa diakses kapan saja selama 24/7. Dengan begitu, kamu bisa mengakses kripto kapan saja dan dimana saja.

    Kamu bisa bertransaksi kripto sambil nongkorong di kedai kopi, atau bahkan sambil jalan-jalan di mall. Hal ini karena aksesnya sangat mudah dan tidak memiliki aturan waktu khusus untuk bertransaksi.

    Dari beberapa kelebihan di atas, tidak mengherankan jika mata uang digital ini menjadi incaran banyak investor. Selain keuntungannya yang sangat menjanjikan, proses transaksi juga tidak ribet.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal eNaira, Mata Uang Digital Nigeria yang Hebohkan Dunia

    Nigeria menjadi negara Afrika pertama yang meluncurkan mata uang digital, eNaira. Bank Sentral Nigeria telah bergabung dengan daftar pasar negara berkembang yang bertaruh pada cryptocurrency untuk mengurangi biaya transaksi dan mempromosikan partisipasi dalam sistem keuangan formal. 

    “Nigeria telah menjadi negara pertama di Afrika dan salah satu yang pertama di dunia yang memperkenalkan mata uang digital kepada warganya,” kata Presiden Muhammadu Buhari dalam pidato di televisi pada pemutaran perdana di ibukota, Abuja. 

    “Adopsi mata uang digital bank sentral dan teknologi dasarnya, yang dikenal sebagai blockchain, dapat meningkatkan produk domestik bruto Nigeria sebesar $29 miliar selama 10 tahun ke depan.”

    eNaira dan Kritik Kegunaannya

    International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa PDB ekonomi terbesar Afrika akan tumbuh menjadi $480 miliar pada tahun 2021, karena menimbulkan ancaman bagi sistem keuangan. 

    Gubernur Bank Sentral Nigeria, Godwin Emefiele, mengatakan sejak peluncurannya, eNaira telah menerima lebih dari 2,5 juta kunjungan setiap hari, dengan 33 bank terintegrasi pada platform, 500 juta Naira ($ 1,2 juta) diterbitkan untuk publik dan lebih dari 2.000 pelanggan terintegrasi.

    Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari (tengah) dan Gubernur Bank Sentral, Godwin Emefiele (kanan) saat meluncurkan mata uang digital, eNaira.

    Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari (tengah) dan Gubernur Bank Sentral, Godwin Emefiele (kanan) saat meluncurkan mata uang digital, eNaira. Foto: Sunday Aghaeze/Nigeria State House via AP

    Baca Juga Apa yang Membuat CEO Apple Tertarik pada Cryptocurrency?

    Tetapi, para ahli dan pengguna eNaira itu mengatakan fakta bahwa ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban mengenai mata uang digital itu. Sejumlah besar kekhawatiran atas konsistensi aturan Bank Sentral menyebabkan pemerintah menghadapi jalan yang sulit untuk membuat eNaira sukses.

    Populasi muda Nigeria yang paham teknologi bersemangat mengadopsi mata uang digital. Penggunaan mata uang kripto telah berkembang dengan cepat, meskipun ada larangan untuk bank dan lembaga keuangan di Negeria yang berurusan atau memfasilitasi transaksi cryptocurrency di dalamnya.

    eNaira yang Tak Sama dengan Bitcoin

    Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah mata uang digital tak sama seperti cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum yang memiliki nilai sebagian karena tidak terikat dengan mata uang fiat. eNaira akan sama dengan Naira fisik, yang telah mengalami penurunan nilai 5,6% akibat inflasi pada tahun 2021 lalu, meskipun ada upaya stabilisasi moneter bank sentral. 

    “eNaira dan Naira fisik memiliki nilai yang sama dan kami akan selalu menukar 1 Naira dengan 1 eNira,” kata Emefiel.

    Menurut bank sentral, mata uang digital diharapkan untuk meningkatkan perdagangan lintas batas dan integrasi keuangan, membuat transaksi lebih efisien dan meningkatkan kebijakan moneter.

    “Dikombinasikan dengan transformasi digital, CBDC dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan efisiensi kebijakan moneter,” kata Buhari.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Mata Uang Digital Dorong Pemasukan Pajak

    Mata uang digital juga dapat membantu meningkatkan basis pajak negara dengan memindahkan lebih banyak orang dan bisnis dari sektor informal ke sektor formal. Mata uang digital resmi didukung dan dikendalikan oleh bank sentral, tidak seperti mata uang kripto Bitcoin.

    Nigeria berada di peringkat ketujuh dalam Global Crypto Adoption Index 2021 yang disusun oleh firma riset Chainalysis. Bank Sentral Nigeria memilih Bitt Inc pada Agustus 2021 lalu sebagai mitra teknologi untuk membantu menciptakan mata uang digital.

    Baca Juga IMF Merekomendasikan CBDC dan Standar Crypto Global untuk Stabilitas Keuangan

    Nigeria bergabung dengan Bank Sentral Bahama dan Karibia Timur untuk menjadi salah satu yurisdiksi pertama di dunia yang mendistribusikan mata uang digital nasional.

    Awal tahun ini, China meluncurkan versi percontohan Yuan digital. Di Afrika, negara-negara dari Ghana hingga Afrika Selatan sedang menguji mata uang fiat dalam bentuk digital untuk memungkinkan transaksi uang yang lebih cepat dan lebih murah tanpa kehilangan kendali atas sistem moneter.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Samping Uang Digital Bank Sentral

    Penerapan mata uang digital bank sentral di berbagai negara di dunia tentu dapat menambah efektifitas ekonomi. Namun, Deutsche Bank (DB) berpendapat akan ada efek samping pada penerapan lebih lanjut mata uang digital di masyarakat.

    Baca juga: Paling Tidak Ada 3 Negara Mulai Bangun Mata Uang Digital Sendiri

    Menurut laporan terkait dengan mata uang crypto terbaru dari Deutsche Bank, raksasa perbankan global dunia ini memaparkan efek sekaligus risiko terperinci dari adopsi dan adaptasi mata uang digital. Pemaparan yang sangat terperinci tersebut tidak hanya berfokus mengenai efek pada pemerintahan, tetapi juga terhadap ekonomi negara, bank sentral itu sendiri, dan tentunya individu di negara tersebut.

    Dalam laporan pada bagian individu, DB menambahkan bahwa Mata Uang Digital Bank Sentral bisa saja berakibat terhadap perlawanan politik, dan berujung pada keresahan sosial secara masal.

    Perubahan Ekonomi dan Dunia yang Berbeda

    Menurut DB, penggunaan mata uang digital memberikan solusi kenyamanan terhadap transaksi keuangan. Individu dapat melakukan transaksi moneter dengan lebih cepat tanpa campur tangan pihak ketiga. Namun, dengan risiko adanya kegagalan yang melibatkan satu atau lebih dari pihak yang terlibat di dalam transaksi. Dengan risiko terburuk, hilangnya dana saat kegagalan transaksi terjadi.

    Perkara mata uang digital ini bukan hal yang mudah untuk dipecahkan. Pasalnya, dari sisi teknologi, bank juga harus siap terhadap risiko yang ada. Seperti, penyalahgunaan akun, peretasan, dan tindakan kejahatan lainnya.

    Ditambah, penyebaran informasi secara luas dan masalah adopsi di masyarakat merupakan tantangan yang juga harus dipertimbangkan.

    Tidak hanya dari sisi sosial, DB juga memfokuskan pembahasan terkait fungsionalitas mata uang itu sendiri. Mata Uang Digital Bank Sentral harus tetap menjunjung tinggi perannya sebagai alat tukar, pengukur nilai, dan juga penyimpan nilai di masyarakat.

    Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

    Kenyamanan Tidak Boleh Ditukar dengan Privasi

    DB juga melanjutkan, bahwa kenyamanan pelayanan transaksi menggunakan Mata Uang Digital Bank Sentral tidak boleh ditukar dengan dampak terhadap terbukannya informasi pribadi pada setiap individu.

    DB menunjukan adanya potensi yang berkaitan dengan penyalahgunaan privasi dan informasi pribadi.

    Lebih lagi, kesiapan untuk membawa teknologi ini ke masyarakat sangat penting mengingat ini semua dapat berpengaruh dalam tatanan ekonomi negara.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mata Uang Digital Justru Diprediksi Buat Bitcoin Melambung!

    Brian Kelly dari CNBC mengatakan bahwa dirinya percaya mata uang bank sentral dapat membuat Bitcoin dan pasar mata uang crypto melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi.

    Dalam episode terbaru dari Fast Money, CEO dari perusahaan investasi mata uang digital BKCM itu mengatakan perbedaan mencolok antara pasokan tetap Bitcoin dan uang yang saat ini dicetak seakan tidak ada habisnya oleh pemerintah. Terlebih, sistem ini sepertinya tidak akan berbeda ketika mata uang fiat tersebut berubah menjadi digital.

    Berita Terkait: Ini 6 Alasan Bitcoin Lebih Baik dari Fiat

    Dolar, Euro, dan Yuan Digital Faktor Bitcoin Melambung

    “Terkait euro atau yuan atau dolar digital, (mereka) ini sebenarnya bukanlah saingan Bitcoin, karena proposisi nilai inti Bitcoin adalah ia memiliki pasokan tetap. Saya tidak dapat membayangkan ketika Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan mata uang digital yang memiliki pasokan tetap. Bahkan, menurut saya, akan lebih mudah bagi mereka untuk mencetak lebih banyak uang secara digital. Saya sebenarnya berpikir itu akan menambah risiko bagi pemegang mata uang fiat dan hal ini membuat alasan mengapa Bitcoin adalah produk seperti emas digital.”

    Brian Kelly tidak mengatakan secara spesifik terkait dengan tujuan dari harga Bitcoin, tetapi ia percaya rally pasca-halving terakhir pada Bitcoin belum berakhir.

    Baca Juga: Deutsche Bank: Mata Uang Digital Bank Sentral Akan Gantikan Uang Tunai!

    Ia juga menambahkan bahwa kemunduran yang ada pada Bitcoin mungkin disebabkan dari penjualan yang dilakukan oleh orang-orang yang membeli Bitcoin pada tahun 2017-2018.

    Dalam jangka panjang, ia memprediksi total nilai pasar keseluruhan Bitcoin akan mencapai lebih dari 3 miliar USD.

    “Biasanya, keuntungan baru akan didapatkan setahu setelah halving berlangsung, tetapi kali ini bahkan dengan waktu tujuh bulan kita sudah memasuki masa keuntungan tersebut…”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Uang Fiat

    Zaman dahulu, manusia menggunakan sistem barter untuk melakukan transaksi jual beli. Sistem barter ini cocok sebagai pertukaran antara dua orang. Namun akan menjadi rumit apabila banyak orang yang terlibat.

    Berawal dari situlah, uang diciptakan agar transaksi menjadi lebih mudah. Seiring berkembangnya teknologi, mata uang digital pun diciptakan seperti cryptocurrency Sebagai instrumen investasi, Anda bisa mendapatkan keuntungan investasi bitcoin dari segi keamanan dan teknologi blockchain-nya.

    Lantas, apa persamaan dan perbedaan antara aset kripto dengan uang konvensional? Kenapa keuntungan investasi bitcoin terletak pada sistem keamanannya? Mari kita bahas satu persatu.

    Mengenal Fiat Money

    Fiat money atau fiat currency merupakan alat pembayaran yang Anda pakai saat ini, yaitu uang kertas. Fiat money memiliki nilai mata uang yang ditentukan oleh regulasi atau hukum pemerintah. Selain itu, pemerintah juga menetapkan legalitas mata uang sebagai alat transaksi.

    Sebagian besar negara di seluruh belahan dunia memakai fiat money untuk pembelian barang dan jasa, menabung, membayar pajak, dan berinvestasi. Bentuk fiat money tidak hanya berupa uang kertas, namun juga berupa elektronik seperti kartu kredit dan debit.

    Persamaan Cryptocurrency dan Fiat Money

    Baik cryptocurrency dan fiat money, keduanya memiliki fungsi mata uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat tukar yang digunakan untuk menyimpan dan mentransfer nilai, dan nilai pada keduanya dipengaruhi oleh sistem disekitarnya.

    Cryptocurrency dan fiat money sama sama membutuhkan kepercayaan dari orang yang menggunakannya. Sebagai contoh, masyarakat percaya dengan fiat money karena dikeluarkan oleh bank sentral. Sedangkan bitcoin mendapatkan kepercayaan karena teknologi yang mendasarinya, yaitu teknologi blockchain.

    Perbedaan Cryptocurrency dan Fiat Money

    Seperti yang kita ketahui, cryptocurrency adalah mata uang yang terbuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi (tidak ada seseorang atau pihak yang mengontrol bitcoin). Sedangkan fiat money adalah mata uang yang disahkan oleh pemerintah suatu negara.

    • Perantara yang Dibutuhkan

    Bitcoin tidak memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi. Lain halnya dengan fiat money yang membutuhkan perantara seperti bank atau payment provider untuk melakukan transaksi.

    Transaksi bitcoin yang telah dikonfirmasi tidak dapat diubah ataupun dibatalkan, karena sudah tercatat secara permanen. Sedangkan pembatalan pada transaksi fiat money masih memungkinkan untuk Anda lakukan.

    Keuntungan Investasi Bitcoin daripada Fiat Money

    Jika Anda menggunakan bitcoin untuk investasi, berikut keuntungan yang akan Anda dapatkan:

    Bitcoin adalah salah satu aset kripto yang menggunakan teknologi blockchain. Blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi menampung transaksi. Masing-masing blok ini saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang bersifat immutable (tidak dapat diubah dan dihapus). 

    Desentralisasi juga merupakan salah satu cara kerja blockchain. Dimana informasi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Kemudian, privasi Anda akan terjamin karena identitas pengguna akan disamarkan melalui kriptografi yang kompleks. Meski begitu, Anda tetap bisa melihat transaksi yang dilakukan secara transparan.

    Ditemukan oleh suatu pihak yang memiliki nama samaran Satoshi Nakamoto, jumlah bitcoin yang beredar pada jaringan hanya terdapat 21 juta koin dan diprediksi akan habis suatu saat nanti. 

    Anda dapat melakukan transaksi bitcoin di belahan dunia manapun dan kapanpun tanpa adanya hari libur. Hal ini dikarenakan bitcoin tidak memiliki pihak perantara dan memiliki sistem peer to peer, sehingga pengguna dapat mengontrol penuh atas transaksinya.

    Siapapun yang menggunakan bitcoin akan mendapatkan hak otonomi. Artinya, pengguna dapat mengontrol dan membelanjakan bitcoin tanpa harus berurusan dengan pihak ketiga seperti pemerintah dan bank.

    Dikarenakan transaksi bitcoin tidak memiliki pihak perantara atau pemerintah, maka biaya transaksi yang dikenakan akan sangat minim. 

    Ternyata keuntungan investasi bitcoin sangat menggiurkan ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    Setelah kemunculan bitcoin pada Januari 2009 oleh seseorang atau sekelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, bitcoin menjadi cryptocurrency pertama yang diciptakan dan sampai sekarang masih beredar secara digital dengan teknologi blockchain-nya.

    Namun, tahukah Anda sampai pada pertengahan Agustus 2020, terdapat lebih dari 6,000 jenis cryptocurrency? Sebuah angka yang cukup besar bagi perkembangan dunia mata uang digital sejak awal kemunculannya. Lantas, apa perbedaan bitcoin dan altcoin? Mari kita bahas satu persatu.

    Mengenal Altcoin

    Altcoin yang terbentuk dari dua kata “Alternative Coin” merupakan cryptocurrency atau aset kripto selain bitcoin. Aset kripto apapun yang hadir setelah bitcoin maka termasuk ke dalam altcoin. Altcoin diciptakan dengan beberapa tujuan yang hampir sama dengan bitcoin. Salah satunya adalah Anda dapat menggunakan altcoin sebagai alat pembayaran di berbagai platform.

    Selain itu, sebagian besar dari altcoin juga berfungsi sebagai alat pembayaran dengan sistem peer-to-peer yang terdesentralisasi (disimpan di banyak tempat), mempunyai mekanisme kecepatan transaksi yang lebih cepat, dan lebih banyak privasi pada pengguna dibandingkan aset kripto yang lain. 

    Perbedaan Bitcoin dan Altcoin

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, altcoin merupakan aset kripto yang hadir setelah bitcoin. Adapun altcoin yang paling banyak diperbincangkan adalah Ethereum, XRP, Litecoin, Bitcoin Cash, dan sebagainya.

    Untuk melihat perbedaan bitcoin dan altcoin, mari kita bahas secara sederhana satu persatu:

    Diciptakan oleh Charlie Lee, litecoin merupakan versi lebih sederhana dari bitcoin. Perbedaan antara bitcoin dengan litecoin ada beberapa macam, yaitu litecoin memiliki persediaan koin sebanyak 84 juta dibandingkan bitcoin yang memiliki persediaan sebanyak 21 juta. Kemudian dari segi proses penghasilan blok, litecoin mampu menghasilkan blok dalam waktu 2,5 menit. Empat kali lebih cepat dari bitcoin yang memerlukan waktu 10 menit.

    Aset Kripto Mana yang Lebih Aman?

    Seperti yang kita tahu, altcoin diciptakan menggunakan formula dan mekanisme yang mirip dengan bitcoin. Perbedaan yang dimiliki masing-masing altcoin adalah ciri khas dan bentuk dari penyempurnaannya. Lantas, sebenarnya aset kripto mana yang lebih aman? Bitcoin atau altcoin?

    Seluruh aset kripto di build berdasarkan teknologi blockchain yang secara sederhana menerapkan sistem peer to peer yang terdesentralisasi di mana memiliki tingkat keamanan tinggi. Apabila seseorang ingin membobol bitcoin misalnya, ia berarti harus membobol setidaknya lebih dari 1 juta komputer user yang bekerja sebagai miners (server)

    Setelah mengetahui perbedaan bitcoin dan altcoin, jika Anda ingin memulai berinvestasi aset kripto, investasi di TokoCrypto saja karena telah terdaftar secara resmi di Indonesia!

    Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden Bank Sentral Eropa: Pandemi Percepat Adopsi Mata Uang Digital

    Pandemi membuat tren dan pengadopsian pembayaran digital semakin meningkat, jelas Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde.

    Lebih dari itu, Lagarde juga mengindikasikan jajaran petinggi bank sentral akan segera mengumumkan putusan terkait dengan mata uang digital bank sentral Eropa dalam waktu dekat.

    Melalui konferensi online yang diselenggarakan Deutsche Bundesbank pada 10 September 2020 lalu, ia menyatakan bahwa penduduk Uni Eropa menerima digitalisasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penjualan melalui e-commerce yang meningkat hingga 20% selama bulan Februari hingga Juni, dengan total penjualan ritel yang menurun sebesar 1,2%.

    “Pandemi hadir sebagai katalis, mempercepat transisi menuju kenormalan baru di industri digital,” ujar Lagarde. “Sebagian besar konsumen berharap untuk terus menggunakan layanan digital lebih sering dari yang mereka lakukan sekarang ini.”

    Sebuah laporan pada bulan Agustus lalu dari Bank DBS Singapura juga menyatakan bahwa “Pandemi mempercepat langkah menuju masyarakat tanpa ketergantungan dengan uang (kertas).”

    Baca Juga: Bank Sentral Thailand Luncurkan Proyek Percontohan Mata Uang Digital

    Tidak sampai di situ, Lagarde juga menyatakan bahwa ECB mendukung perngembangan CBDC lebih lanjut untuk melangkah lebih maju menuju digitalisasi, selain juga mempercepat pengembangan pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah.

    Beberapa waktu lalu juga, Presiden ECB ini menyatakan dirinya akan fokus memastikan lembaga Uni Eropa beradaptasi dengan lingkungan keuangan yang baru dan terbuka terhadap mata uang crypto lainnya.

    “Eurosystem sejauh ini belum membuat keputusan apakah akan memperkenalkan Euro Digital. Namun, seperti banyak bank sentral lainnya di seluruh dunia, kami sedang melakukan penelitian terkait dengan manfaat, risiko, dan tantangan operasional dari pengimplementasian mata uang digital ini.”

    Ia juga menambahkan hasil ini akan diumumkan dalam “beberapa minggu ke depan”.

    Baca Juga: Bank Sentral Belanda Mulai Kembangkan Mata Uang Digital

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uni Emirat Arab Percepat Terbitkan CBDC Promosi Pembayaran Digital

    Bank sentral Uni Emirat Arab (UEA) berencana mempercepat penerbitan central bank digital currency (CBDC) untuk menggalakan pembayaran digital. Diharapkan hadirnya CBDC ini bisa mempermudah pembayaran omestik dan lintas batas sebagai bagian dari proyek baru untuk mempercepat transformasi digital.

    Dikutip Coindesk, penerbitan dirham UEA versi digital adalah salah satu dari sembilan inisiatif Program Transformasi Infrastruktur Keuangan bank sentral, yang diumumkan pada hari Minggu (12/2). Menurut pengumuman tersebut, tahap pertama dari proyek tersebut adalah menyiapkan “serangkaian infrastruktur dan layanan pembayaran digital” termasuk penerbitan CBDC untuk “penggunaan lintas batas dan domestik.”

    “Inisiatif pembayaran digital ini akan mendorong inklusi keuangan, mempromosikan inovasi pembayaran, keamanan dan efisiensi, dan mencapai masyarakat tanpa uang tunai,” kata pengumuman itu, menambahkan bahwa dirham digital akan “mengatasi masalah dan inefisiensi pembayaran lintas batas dan membantu mendorong inovasi. masing-masing untuk pembayaran domestik.”

    Fasilitasi Pembayaran Digital

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

    Bank sentral di seluruh dunia, termasuk Indonesia sedang mempertimbangkan penerbitan CBDC untuk memfasilitasi perbaikan dalam pembayaran dan sektor perbankan, dengan Bank of England baru-baru ini bergabung dengan menerbitkan rencananya sendiri untuk pound digital dan Bank Indonesia dengan proyek Rupiah Digital.

    Sementara banyak negara Teluk sebelumnya telah mengisyaratkan kesiapan mereka untuk bereksperimen dengan teknologi digital, Uni Emirat Arab menjadi regulator pertama yang mengumumkan minat terhadap CBDC dengan garis waktu tetap.

    Alasan UEA menjadi negara terdepan dalam perilisan CBDC, karena aset kripto terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat umum, pemerintah menjadi lebih memperhatikan perkembangan seputar penggunaan blockchain dan digitalisasi dalam sistem keuangan mereka yang ada.

    Nasib CBDC Indonesia

    Indonesia sendiri telah bersiap dengan proyek CBDC Rupiah Digital. Bank Indonesia akan melakukan perilisan proof of concept Rupiah Digital pada Juli 2023 dan menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat.

    Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
    Ilustrasi CBDC Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

    Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

    Rupiah Digital akan dibangun dalam fitur desain yang tangguh dan memungkinkan pengembangan model bisnis baru yang inovatif, inklusif, dan mendorong efisiensi. Mata uang digital ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memastikan resiliensi, baik dalam konteks keamanan maupun ketersediaan, misalnya, offline functionality, yang juga memastikan perluasan inklusi keuangan di daerah tertinggal.

    Rupiah Digital terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, pengembangan akan dimulai dengan w-Digital Rupiah untuk use case penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana antar pihak. Pada tahapan berikutnya, use case w-Digital Rupiah akan diperluas yang mendukung transaksi di pasar keuangan.

    Pada tahap akhir, konsep integrated end-to-end w-Digital Rupiah to r-Digital Rupiah akan diujicobakan. Pendekatan itu memungkinkan eksplorasi berbagai alternatif desain Digital Rupiah guna memastikan nilai tambah yang paling optimal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

    Aset kripto memasuki babak baru setelah menjadi pusat perhatian di forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss. Bank-bank sentral dan otoritas keuangan dari seluruh dunia membahas kripto dalam pertemuan WEF pada Selasa (24/5).

    Dilaporkan dari CNN Business, dalam pertemuan itu, petinggi bank sentral dan otoritas keuangan berbagai negara sepakat bahwa aset kripto bukan merupakan mata uang. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mengakui bahwa aset kripto menawarkan layanan transaksi yang lebih cepat, efisien dan lebih inklusif.

    Di samping itu Georgieva menegaskan bahwa dia tidak setuju kripto dapat disebut sebagai mata uang. “Bitcoin mungkin disebut koin, tetapi itu bukan uang. Ini bukan (aset) penyimpan nilai yang stabil,” katanya.

    Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva
    Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Foto: Stephen Jaffe/IMF.

    Georgieva menambahkan, beberapa cara kerja aset kripto lebih mirip dengan skema piramida atau ‘ponzi’ versi era digital. Sebab, aset kripto sendiri tidak didukung aset nyata. Hal tersebut ia ungkap melihat kasus jatuhnya harga kripto, seperti luna, terra, serta Bitcoin, membuktikan kripto memiliki risiko terlalu tinggi.

    Sedangkan menurut Georgieva, mata uang digital keluaran bank sentral (central bank digital currencies/CBDC) yang didukung oleh pemerintah bisa lebih stabil.

    Baca juga: Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

    Aset Kripto Bukan Mata Uang

    Tidak hanya Georgieva, Gubernur Bank Sentral Perancis, François Villeroy de Galhau, menilai banyak masyarakat yang kehilangan kepercayaan terhadap kripto lantaran nilainya yang naik-turun besar-besaran. Maka, dari itu kripto tidak bisa menjadi mata uang.

    “Kripto bukanalat pembayaran yang dapat diandalkan. Seseorang harus bertanggung jawab atas nilainya dan itu harus diterima secara universal sebagai alat pertukaran. (Kripto) bukan itu,” jelas Villeroy.

    Panelis lain dalam pertemuan WEF itu juga bertanya-tanya apa tujuan jangka panjang aset kripto. Sethaput Suthiwartnarueput, Gubernur Bank of Thailand, mengatakan Thailand telah bereksperimen di dunia aset kripto. Tapi, dia mengatakan itu “harus jelas masalah apa yang ingin Anda selesaikan.”

    “Kami tidak ingin melihatnya sebagai alat pembayaran,” kata Suthiwartnarueput, menambahkan bahwa kripto lebih merupakan investasi daripada alat tukar.

    Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.
    Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

    Villeroy menyebutkan bahwa percobaan oleh El Salvador untuk menggunakan Bitcoin sebagai mata uang legal menunjukkan betapa berisikonya merangkul aset kripto jadi alat pembayaran.

    Georgieva mencatat bahwa uang digital (CBDC) dapat menjadi “barang publik global” yang dapat membantu orang mengirim uang melintasi perbatasan. Kuncinya adalah untuk interoperabilitas, sehingga transfer mata uang digital sama mudahnya dengan mata uang kertas seperti dolar dan euro.

    Tetapi panelis menekankan bahwa akan butuh waktu bagi CBDC untuk berevolusi dan menjadi lebih umum bagi masyarakat, lembaga keuangan utama, dan pemerintah. Anggota parlemen di Amerika Serikat serta Federal Reserve juga memperdebatkan pro dan kontra dari mata uang yang didukung secara digital.



    Sumber : news.tokocrypto.com