Tag: matic

  • Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

    Polygon mencatat lonjakan aktivitas jaringan pada kuartal terakhir 2025 meski harga token POL masih bergerak stagnan dalam rentang sempit. Laporan terbaru mengungkap bahwa peningkatan penggunaan Polygon didorong oleh pembayaran digital, transfer stablecoin, serta pertumbuhan aset dunia nyata berbasis token (tokenized real-world assets/RWA). Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi Polygon justru berkembang lewat aktivitas utilitas nyata, bukan sekadar pergerakan harga.

    Menurut laporan review jaringan kuartal keempat dari Messari yang dirilis pada 4 Januari, Polygon menutup Q4 2025 dengan peningkatan volume transaksi on-chain secara signifikan. Aktivitas tersebut banyak dipengaruhi oleh biaya transaksi yang tetap rendah serta waktu penyelesaian transaksi yang cepat, menjadikan Polygon semakin menarik untuk kebutuhan pembayaran dan transfer aset.

    Volume Pembayaran Polygon Tembus $3,5 Miliar, Naik 96% dalam 3 Bulan

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Polygon memproses transaksi pembayaran senilai sekitar $3,50 miliar sepanjang Q4 2025. Volume ini berasal dari lebih dari 50 aplikasi pembayaran yang dibangun di jaringan Polygon. Angka tersebut melonjak sekitar 96% dibanding kuartal sebelumnya dan hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Dilaporkan Newsbtc, peningkatan aktivitas juga diperkuat oleh pertumbuhan stablecoin-linked card atau kartu pembayaran berbasis stablecoin. Sebanyak 10 program kartu pembayaran tercatat memproses hampir $363 juta transaksi melalui jalur pembayaran Mastercard dan Visa, dengan Visa menyumbang porsi transaksi yang lebih besar. Laporan menyebut bahwa pertumbuhan ini berasal dari aktivitas belanja harian, bukan transaksi besar sesaat, sehingga mengindikasikan penggunaan Polygon mulai masuk ke aktivitas rutin masyarakat.

    Beberapa perusahaan juga tercatat memperluas penggunaan Polygon untuk transfer dana lintas platform. DeCard memungkinkan pengguna melakukan pembayaran menggunakan USDC dan USDT di berbagai merchant. Selain itu, Flutterwave memilih Polygon sebagai jaringan untuk pembayaran bisnis lintas negara di 30 negara Afrika. Revolut turut mengintegrasikan transfer stablecoin murah di dalam aplikasinya, sementara Stripe terus mengembangkan fitur langganan berbasis USDC.

    Meski tidak banyak mendapat sorotan pasar, kombinasi dari berbagai integrasi tersebut mendorong arus transaksi yang konsisten dan memperkuat peran Polygon dalam ekosistem pembayaran kripto global.

    Aset Dunia Nyata Tokenisasi Capai $1,1 Miliar, Stablecoin Supply Hampir 3 Miliar

    Selain sektor pembayaran, Polygon juga mencatat perkembangan signifikan pada tokenisasi aset dunia nyata. Laporan menyebut bahwa Polygon mengakhiri Q4 2025 dengan total RWA hampir $1,10 miliar, menempatkannya di peringkat kesembilan dunia dalam kategori tersebut. Pertumbuhan ini dinilai lebih banyak didorong oleh struktur regulasi yang lebih rapi dibandingkan hype dari investor ritel.

    Di sisi stablecoin, suplai stablecoin di jaringan Polygon naik hingga hampir 3 miliar. USDC menjadi stablecoin terbesar dengan nilai sekitar $1,34 miliar, disusul DAI yang berada di sekitar $630 juta. Wilayah Amerika Latin juga disebut menjadi salah satu kontributor utama, di mana volume stablecoin non-USD mencapai $1,18 miliar.

    Sementara itu, aktivitas perdagangan di decentralized exchange (DEX) turut meningkat. Volume DEX harian rata-rata melonjak 44% hingga berada sedikit di atas $200 juta, memperlihatkan bahwa penggunaan Polygon tidak hanya bertumpu pada pembayaran, tetapi juga mulai menguat dalam sektor DeFi.

    Harga POL Masih Sideways Meski Aktivitas Jaringan Naik Tajam

    Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah lonjakan aktivitas jaringan tersebut, pergerakan harga POL justru tidak menunjukkan reli signifikan. Token ini masih bergerak sideways dan sempat tertahan setelah gagal menembus resistance jangka pendek di tengah kondisi pasar kripto yang melemah. Meski demikian, POL kemudian stabil karena aksi beli masih mampu mempertahankan zona support penting.

    Kondisi ini memperlihatkan perbedaan mencolok antara harga dan fundamental jaringan. Saat pasar fokus pada pergerakan harga yang cenderung datar, Polygon justru mengalami peningkatan aktivitas yang didorong oleh pembayaran stablecoin, integrasi institusi secara perlahan, serta pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peningkatan volume pembayaran membuktikan transisi Polygon menjadi layer infrastruktur finansial riil. Utilitas ini memberikan nilai fundamental jangka panjang bagi ekosistemnya, memisahkan kinerja jaringan dari sekadar spekulasi harga token.

    Baca juga: Polygon (POL) Naik 5% & Trending Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Jalan Menurun



    Jakarta

    Saat ini motor matic menjadi kendaraan sepeda motor yang banyak digunakan di Indonesia. Namun, sebagian pengendara masih banyak belum mengetahui bagaimana cara teknik mengerem benar dan aman. Terlebih teknik mengerem motor matic yang salah bisa berdampak pada kondisi motor dan parahnya bisa meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi di jalanan yang menurun.

    Salah satu faktor penyebab kecelakaan motor matic adalah penggunaan rem yang terus menerus secara berlebihan di jalan turunan. Nah agar tidak salah dalam melakukan pengeraman, berikut teknik pengereman motor matic yang benar saat di jalan turunan.

    Teknik Mengerem motor matic yang benar saat Turunan

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, perhatikan teknik melakukan rem pada motor matic berikut ini:


    1. Kenakan Safety Gear Sebelum Berkendara

    Kenakan safety gear yang lengkap demi keamanan berkendara. Mengutip laman Suzuki, adapun beberapa safety gear yang harus digunakan yaitu helm, jaket, sarung tangan, sepatu yang sesuai dan perlengkapan lainnya.

    2. Pastikan Rem Berfungsi dengan Baik

    Periksa kondisi rem pada motor matic. Pastikan rem dapat berfungsi dengan baik dan tak ada bagian yang aus atau rusak. Selain itu, periksa tingkat cairan rem. Apabila tingkat cairan rem terlalu rendah, ambahkan cairan rem baru sesuai dengan petunjuk yang tertera.

    3. Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    4. Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    Yamaha XMAX Connected varian Premium Black model 2024Yamaha XMAX Connected varian Premium Black model 2024 Foto: dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing

    5. Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    6. Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan yang Terjadi Ketika Salah Mengerem

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Memakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Mengerem secara Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengedara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    Itulah teknik ngerem motor matic beserta kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerem. Semoga artikel ini membantu kamu ya detikers.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Blong di Turunan! Begini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar


    Jakarta

    Motor matic banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari karena cara mengendarai yang mudah. Pengguna motor matic bisa langsung tancap gas tanpa perlu memikirkan kopling maupun persneling.

    Tapi saat berjalan di turunan, ada risiko besar bagi pengguna matic. Motor bisa blong karena pengereman tidak dilakukan dengan benar. Selain itu, rem bisa cepat aus karena proses pengereman yang terlalu berat.

    Untuk menghindari risiko blong dan kerusakan rem, simak artikel ini. Kita akan ulas cara ngerem motor matic yang benar saat berada di turunan. Ketahui juga kesalahan ngerem serta tips merawat rem agar awet.


    Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan

    Berikut ini cara ngerem motor matic yang benar saat di turunan, berdasarkan situs Suzuki dan Rifat Drive Labs:

    1. Sejak Awal, Pastikan Kondisi Rem

    Sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jauh, pastikan selalu mengecek kondisi kendaraan. Salah satu bagian penting adalah rem. Jika kurang paham, bawalah motor matic kamu ke bengkel servis. Gantilah dengan yang baru jika komponen rem sudah aus atau rusak.

    2. Jaga Jarak dan Kecepatan

    Saat di jalan, selalu menjaga jarak dan kecepatan. Ketika di turunan, kendaraan akan semakin cepat. Pastikan kecepatan tidak melebihi batas maksimal. Hal ini untuk mengantisipasi jika kendaraan di depanmu berhenti mendadak.

    3. Jangan Benar-benar Lepas Gas

    Motor matic tidak memiliki engine brake seoptimal motor transmisi manual, sehingga berisiko blong saat berada di turunan. Namun ada cara untuk menghindari risiko tersebut.

    Pada motor transmisi manual, pengendara cukup memposisikan persneling ke gigi rendah, sehingga kecepatan motor terbatas. Pada motor matic, pengendara tidak boleh melepaskan gas secara penuh agar transmisi kendaraan tetap aktif.

    Jadi, cukup sesekali mengegas untuk mendapatkan engine brake. Jika gas dilepaskan penuh, maka yang terjadi adalah freewheel, yaitu motor akan meluncur seperti ketika menarik kopling pada motor manual.

    Pada saat menurun, utamakan menggunakan rem depan daripada belakang. Rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Rem depan pada motor matic posisinya sama dengan motor lain, yakni di tangan kanan.

    5. Kombinasikan Rem

    Meski mengutamakan rem depan saat di turunan, detikers juga tetap harus mengkombinasikan dengan rem belakang di tangan kiri. Rem belakang bisa dipakai sebagai penyeimbang.

    Penggunaan dua rem menghindari ban selip. Selain itu, beban rem juga menjadi lebih ringan, sehingga tidak cepat aus pada salah satu rem.

    6. Hindari Ngerem Mendadak

    Hindari mengerem secara mendadak, terutama setelah memacu dengan kecepatan tinggi. Pengereman mendadak bisa membuat roda terkunci dan motor kehilangan daya cengkram.

    Pengendara juga disarankan mengerem secara bertahap, yakni dengan menekan rem, melepasnya, lalu menekannya lagi hingga beberapa kali.

    7. Pastikan Pakai Safety Gear

    Terakhir, selalu ingat untuk mengenakan safety gear atau perlengkapan keamanan, misalnya helm ber-SNI, jaket berkendara, sarung tangan, sepatu, dan sebagainya. Hal ini akan meminimalkan risiko cedera jika terjadi kecelakaan.

    Kesalahan Ngerem yang Sering Terjadi

    Ada beberapa kebiasaan mengerem yang salah tetapi sering dilakukan, yakni sebagai berikut:

    • Beberapa pengendara berpikir untuk menghindari penggunaan rem depan, karena hal itu membuat roda depan terkunci. Padahal rem depan lebih berpengaruh besar untuk memperlambat laju motor.
    • Pengendara sering kali mengerem hanya menggunakan satu rem. Seharusnya rem harus dikombinasikan antara depan dan belakang. Selain membuat laju kendaraan sulit terkendali, rem juga bisa cepat aus.
    • Banyak pengendara terbiasa mengerem secara mendadak. Hal ini biasa terjadi karena tidak menjaga jarak aman. Padahal rem mendadak bisa membuat roda terkunci.
    • Kondisi rem juga sering kali diabaikan. Ketika rem sudah terasa tidak pakem atau tidak nyaman, sebaiknya tanyakan ke bengkel. Pastikan kondisi rem selalu baik.

    Tips Merawat Rem Agar Awet

    Dikutip dari situs Astra Otoshop, berikut ini sejumlah tips merawat rem agar tetap awet:

    • Selalu bersihkan komponen secara rutin, terutama setelah kehujanan, terkena lumpur, atau melewati jalan berdebu.
    • Manfaatkan engine brake, sehingga tidak memerlukan banyak pengereman. Pada motor manual, cukup gunakan transmisi rendah untuk mendapatkan engine brake. Pada motor matic, jangan menutup gas secara penuh.
    • Gunakan rem depan dan belakang secara kombinasi atau bergantian.
    • Pastikan bearing atau laher selalu terlumasi dengan baik dengan minyak rem.
    • Pastikan jarak yang pas antara kampas rem dan piringan cakram agar kinerja rem optimal.
    • Pastikan kondisi permukaan cakram rem tidak aus atau berkarat. Gantilah jika sudah aus atau berkarat.
    • Jika rem sudah macet, pertimbangkan untuk mengganti seal master rem, kampas rem, dan sebagainya.
    • Lakukan servis berkala agar dicek oleh mekanik. Beberapa komponen yang dicek adalah master rem, kaliper, kampas rem, as bracket kaliper, tromol, piringan cakram, dan minyak rem.

    Sekarang detikers sudah tahu kan cara ngerem motor matic yang benar saat di turunan? Perhatikan betul cara mengerem ini agar tidak membahayakan diri sendiri dan pengendara lain.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com