Upaya adopsi dari aset-aset crypto terus dilakukan meski pasar secara keseluruhan masih dilanda badai koreksi yang menciptakan ketakutan tersendiri di benak sebagian investor ritel.
Belum lama ini, CEO Tesla Elon Musk telah mengatakan di media sosial Twitter. Bahwa dirinya akan makan “Happy Meal” (salah satu produk makanan) di TV jika McDonald’s menerima cryptocurrency Dogecoin (DOGE) sebagai metode pembayaran.
Ini adalah sebuah langkah yang memberi tekanan pada raksasa makanan cepat saji untuk merangkul mata uang crypto dari salah seorang terkaya di dunia.
Cuitan itu itu muncul tak lama setelah aksi jual pasar cryptocurrency yang membuat ruang kehilangan sekitar $600 miliar nilainya. BTC kehilangan sekitar 26% dari nilainya selama 30 hari terakhir, dan Dogecoin sendiri kehilangan sekitar 25%.
Aksi jual tersebut membuat McDonald’s menggoda komunitas cryptocurrency dengan cuitan yang menanyakan orang-orang yang menjalankan akun Twitter crypto bagaimana keadaan mereka setelah aksi jual.
Tak lama setelah tweet McDonald’s keluar, Musk menembak salah satu tweetnya sendiri. Mengatakan dia akan makan Happy Meal di TV jika perusahaan menerima cryptocurrency sebagai metode pembayaran.
McDonald membalas cuitan ini jika Tesla menerima Grimacecoin, sebuah coin meme. Namun, tidak ada balasan dari Elon musk.
Apa yang terjadi dengan Grimacecoin? Harga coin meme ini naik 285.000%, naik dari $0.0007 menjadi $2 di ATH dan sangat cepat turun ke $0.60 pada hari yang sama.
Pada tanggal 14 Januari, Tesla juga menerima DOGE setelah kontroversi BTC pada tahun lalu. Saat itu, harga DOGE naik cukup signifikan.
Elon Musk, tampaknya, lebih mendukung DOGE ketimbang BTC sebagai sarana pembayaran.
Tidak hanya Elon Musk, pemilik tim basket Maverick- Mark Cuban, juga menerima DOGE sebagai sarana transaksi di website Maverick.
Tesla secara singkat menerima pembayaran Bitcoin tahun lalu setelah menginvestasikan $1,5 miliar dalam cryptocurrency andalannya. Perusahaan menjatuhkan BTC sebagai metode pembayaran tak lama setelah masalah lingkungan dan belum memulai kembali menerima Bitcoin sejak saat itu.
Tentu saja, ini adalah langkah menantang yang sangat menarik untuk dipantau, karena tanggapan McDonald’s akan sangat dinantikan oleh para investor.
Budweiser, perusahaan bir asal AS, mengumumkan akan merilis seri NFT berjumlah 1936 buah. Menyusul peluncuran NFT tersebut, situs resmi mereka pun sempat macet.
Pada akhir Agustus, Budweiser membeli NFT ciptaan Tom Sachs yang berjudul “Life of the Party.” Selain itu, merk bir tersebut juga membeli domain Ethereum Name Service (ENS) beer.eth senilai 30 ETH setara US$96 ribu pada saat itu.
Budweiser Meluncurkan NFT Aslinya
Budweiser memakai nama domain beer.eth pada akun Twitter mereka. Perusahaan ini merilis koleksi NFT Budweiser sebanyak 1936 buah diiringi video yang menjelaskan penggemar bir tersebut tidak perlu menunggu lama lagi.
Video itu mengajak para pelanggan mereka untuk memiliki sekeping riwayat Budweiser dengan memiliki NFT yang berbentuk kaleng bir tersebut. Marketplace Budverse diperkenalkan kepada publik pada saat yang sama.
Pengguna situs web resmi mereka pun dikabarkan mengalami kesulitan akibat lalu lintas yang tinggi. Halaman web tersebut menampilkan 504 Gateway Time-out.
Pengguna yang berhasil mengakses web harus berusia lebih dari 21 tahun untuk memasuki situs dengan cara mengonfirmasi usia mereka. Web itu memberikan error tambahan ketika melakukan konfirmasi usia.
Setelah web kembali normal, pengguna menemukan informasi tentang NFT Budweiser. NFT tersebut adalah koleksi pertama dari sang produsen bir yang mewakili tahun 1936 saat kaleng bir mereka kali pertama diluncurkan.
“Setiap NFT unik dan dihasilkan memakai arsip foto, iklan dan rancangan selama riwayat Budweiser. Masing-masing NFT akan menjadi kunci kepada Budverse dan membuka manfaat eksklusif, imbalan serta kejutan bagi semua pemilik NFT legal,” jelas situs resminya.
Koleksi tersebut terdiri dari 1.900 buah NFT umum yang merupakan rancangan khas kaleng Budweiser selama riwayat perusahaan itu. NFT ini memberikan akses eksklusif dan imbalan dari metaverse versi perusahaan.
Selain itu, ada 36 buah NFT langka yang merupakan rancangan kaleng tertua. Situs resmi perusahaan menyebutkan NFT langka ini memberikan tiket VIP terhadap acara Budverse terbaik dan lainnya.
NFT tersebut pun terjual habis dalam hitungan menit dan pengguna yang ingin membeli harus menunggu NFT tersebut diperjualbelikan di marketplace sekunder.
Budweiser bukan satu-satunya perusahaan yang terjun ke dunia NFT. Produsen minuman Arizona Iced Tea memperkenalkan NFT dalam kolaborasi bersama Bored Ape Yacht Club.
Belum lama ini, rantai makanan cepat saji McDonalds mengungkap koleksi NFT McRib. Merk sepatu Nike dan Adidas turut melangkah menuju NFT berbasis blockchain.
Restoran cepat saji, McDonald’s di kota Lugano, Swiss mulai menerapkan metode pembayaran dengan aset kripto Bitcoin (BTC) dan Tether (USDT). Sebelumnya, kota yang berpenduduk 63 ribu jiwa tersebut pada Maret 2022 mengumumkan akan menerima Bitcoin, Tether, dan token LVGA sebagai alat pembayaran yang sah.
Dikutip Cointelegraph, pada 3 Maret 2022, pejabat tinggi kota Lugano menandatangani nota kesepahaman dengan Tether Operations Limited, meluncurkan apa yang disebut “Plan B.”
Menurut rencana ini, Tether telah menciptakan dua dana – yang pertama adalah US$ 106 juta, atau 100 juta franc Swiss, kumpulan investasi untuk startup kripto, dan yang kedua adalah sekitar US$ 3 juta, atau 3 juta franc Swiss, upaya untuk mendorong adopsi kripto untuk toko dan bisnis di seluruh kota.
Selain memungkinkan penduduk Lugano membayar pajak mereka menggunakan kripto, proyek ini akan memperpanjang pembayaran untuk tiket parkir, layanan publik, dan biaya sekolah untuk siswa. Lebih dari 200 toko dan bisnis di area tersebut juga diharapkan menerima pembayaran kripto untuk barang dan jasa.
Salah satu yang menjalankan adopsi metode pembayaran kripto adalah McDonald’s. Dari video promosi berdurasi satu menit tentang memesan makanan di McDonald’s, kota Lugano, dimudahkan membayar di kasir dengan bantuan aplikasi yang menerima BTC dan USDT. Di aplikasi itu terdapat, logo Tether (USDT) dapat terlihat selanjutnya ke simbol Bitcoin pada mesin pembayaran EDC.
McDonald’s, kota Lugano bukan pertama yang menerima pembayaran Bitcoin. Pada September 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sejak saat itu, McDonald’s telah menerima Bitcoin di semua 19 gerainya di negara tersebut.
Beberapa minggu terakhir, komunitas kripto ramai membahas istilah unik “McRibs Market Indicator” setelah restoran cepat saji McDonald’s mengumumkan kembalinya menu musiman mereka McRib.
Lalu kenapa menu McRib dikaitkan dengan indikator market, bahkan digadang-gadang sebagai tanda bull market kembali? Simak lebih lengkap alasan dan penjelasannya dalam artikel ini yuk!
Apa Itu McRibs Market Indicator?
McRibs Market Indicator adalah sebuah guyonan yang digunakan untuk menggambarkan korelasi antara perilisan menu McRib dari McDonald’s dan kondisi pasar finansial, seperti pasar saham dan kripto yang cenderung naik ketika menu McRib tersedia.
Indikator ini bukan alat analisis teknikal, bukan juga indikator makro, dan tidak memiliki landasan matematis, tetapi muncul sebagai observasi historis yang bersifat satir.
Alasannya sederhana, sebab setiap McDonald’s kembali menghadirkan McRib, pasar saham dan kripto sering kali mengalami kenaikan.
Asal-Usul McRibs Indicator
Asal mula McRibs Market Indicator bisa ditelusuri dari analisis data oleh Nick Maggiulli, COO dari Ritholtz Wealth Management, pada 2018. Dalam artikelnya berjudul “The McRib Effect”.
Data yang memperlihatkan korelasi kenaikan S&P saat tersedianya menu McRib. Sumber: Nick Maggiulli
Menurut Nick Maggiulli, antara tahun 2010 hingga 2023, pasar saham Amerika (S&P 500) mencatat rata-rata imbal hasil harian sebesar 0,1% ketika McRib tersedia, dibandingkan dengan 0,04% pada hari-hari ketika menu tersebut tidak tersedia.
Namun, Maggiulli juga menekankan bahwa ini bukan bukti kausalitas. Dalam tes statistik yang dilakukan olehnya, ia juga menjabarkan bahwa dari hasil tes tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik perihal perbandingan imbal hasil pasar antara ketika McRib tersedia dan tidak.
Kembalinya McRib pada November 2025 telah memicu reaksi beragam di komunitas kripto, dengan banyak yang menghubungkannya ke “McRib Indicator” sebagai sinyal potensial untuk rebound pasar.
Chart yang beredar memperlihatkan bahwa periode ketersediaan McRib sering bertepatan dengan fase bullish di pasar kripto. Walaupun korelasi ini belum terbukti secara ilmiah sebagai penyebab langsung, beberapa orang melihatnya sebagai sinyal psikologis yang memperkuat optimisme investor, yang membuat McRib bukan sekadar sandwich musiman, melainkan simbol yang dianggap mampu memicu market sentiment positif.
Namun, alih-alih merespon dengan serius tentunya para trader kripto juga percaya bahwa indikator ini hanyalah guyonan belaka, dan banyak yang membalasnya dengan meme.
Respons semacam ini menunjukkan budaya khas komunitas kripto yang sering menggabungkan humor dengan analisis pasar. Meme menjadi cara mereka menyalurkan skeptisisme sekaligus menjaga semangat kolektif di tengah volatilitas harga.
Sumber gambar: X @Krakenpro
Banyak juga yang menempelkan gambar McRib dan logo McDonald’s yang merepresentasikan double top pattern pada chart indikator sebagai bentuk guyonan bahwa pasar akan mengalami kenaikan setelah McRib dirilis dan mengalami koreksi setealahnya.
Tentu saja para trader sadar bahwa tidak indikator ini tidak memiliki korelasi nyata, namun humor seperti ini sangat melekat dalam komunitas trader dan crypto enthusiast.
Apakah Indikator McRibs Bisa Dipercaya?
Selalu ingat, bahwa correlation is not causation. Hanya karena dua hal terjadi bersamaan, bukan berarti salah satunya menjadi penyebab.
Dalam kasus “McRib Indicator”, meskipun ada data yang menunjukkan pasar saham atau kripto cenderung naik ketika McRib kembali dirilis. Namun, itu tidak otomatis berarti McRib adalah faktor yang mendorong kenaikan tersebut.
Pada akhirnya, McRibs Market hanyalah menjadi indikator satir atau lelucon dalam bentuk meme.
Investor sangat disarankan untuk fokus pada data dan menghindari noise seperti ini dalam menentukan langkah trading atau investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.