Tag: md

  • 4 Cara Membasmi Kutu Kasur dengan Mudah, Cegah Kulit Gatal-gatal


    Jakarta

    Kutu kasur merupakan serangga kecil yang biasa ditemukan di dalam kasur atau sofa. Pada umumnya, kutu kasur bersembunyi di sudut atau lipatan kasur. Ukurannya yang kecil terkadang sulit dilihat oleh mata telanjang.

    Meski begitu, jangan pernah anggap remeh kehadiran kutu kasur. Sebab, serangga ini dapat mengisap darah manusia serta membawa berbagai penyakit, salah satunya scabies yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.

    Apabila ditemukan kutu kasur di tempat tidurmu, jangan khawatir. Simak cara-cara membasmi kutu kasur dengan mudah dalam artikel ini.


    Cara Membasmi Kutu Kasur

    Ada berbagai cara ampuh untuk membasmi kutu kasur. Dilansir situs Web MD, berikut sejumlah caranya:

    1. Kapur Barus

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan kapur barus. Kapur jenis ini diklaim dapat membasmi kutu kasur yang membandel. Selain efektif, kamu juga bisa mendapatkan kapur barus dengan mudah karena banyak dijual di pasaran.

    Cara pakainya juga mudah, cukup sebarkan kapur barus di sejumlah titik tempat persembunyian kutu kasur. Kemudian tunggu beberapa menit sampai kutu kasur mulai mati akibat racun yang dikeluarkan oleh kapur barus.

    2. Vacuum Cleaner

    Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan vacuum cleaner. Selain berfungsi untuk menyedot debu dan kotoran, alat ini juga efektif membasmi kutu kasur yang sembunyi di sela-sela kasur.

    Setelah menyedot seluruh kutu kasur, jangan lupa untuk membuangnya. Hal ini agar kutu kasur tidak berkembang biak di dalam vacuum cleaner.

    3. Silica Gel

    Silica gel ternyata dapat digunakan untuk mengusir kutu kasur, lho. Sama halnya seperti menggunakan kapur barus, detikers perlu menabur silica gel di sejumlah titik yang menjadi sarang kutu kasur.

    4. Menggunakan Uap

    Cara yang terakhir untuk membasmi kutu kasur adalah dengan menggunakan alat uap. Perlu diketahui, kutu kasur tidak tahan dengan suhu tinggi dan mereka akan mati.

    Penggunaan pembersih uap dapat membasmi kutu kasur dan telurnya. Namun, pastikan suhu uap berada di atas 49 derajat Celcius agar kutu kasur dapat mati. Lalu, bersihkan kasur dan ganti seprai dengan yang baru agar tak ada lagi kutu kasur yang menempel.

    Penyebab Kutu Kasur Bisa Muncul

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kutu kasur bisa muncul di tempat tidur atau sofa. Dilansir situs Healthline, berikut penyebabnya:

    Kasur dan sofa sudah lama tidak dibersihkan selama bertahun-tahun.
    Seprai kasur tidak diganti selama beberapa bulan.
    Kutu kasur awalnya menempel di sejumlah pakaian yang tersimpan di lemari, lalu mereka berhasil pindah ke kasur atau sofa.
    Kutu kasur ikut menempel pada pakaian seseorang, lalu pakaian tersebut diletakkan di atas sofa atau kasur.

    Cara Mencegah Kutu Kasur Agar Tidak Datang Lagi

    Meski kamu sudah berhasil mengusir kutu kasur, tapi bukan berarti serangga kecil tersebut tidak akan datang lagi. Jika detikers tidak menjaga kebersihan, maka kemungkinan besar kutu kasur dapat kembali lagi.

    Adapun sejumlah cara untuk mencegah kutu kasur agar tidak datang lagi, yaitu:

    Buang sampah pada tempatnya.
    Jangan biarkan ada sampah yang tergeletak sembarangan, seperti sampah plastik dan kertas.
    Gantung pakaian di lemari dengan rapi. Hindari juga menaruh pakaian kotor berserakan, terlebih menaruhnya di lantai.
    Rutin mengganti seprai kasur, sarung bantal, dan sarung guling.
    Tambal retakan di dekat soket listrik dan sudut furniture terutama kayu agar kutu kasur tidak bisa masuk.

    Demikian empat cara membasmi kutu kasur dengan mudah. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tungau di Kasur Bisa Bikin Kulit Gatal, Ini Cara Ampuh Membasminya!


    Jakarta

    Tungau merupakan salah satu jenis serangga yang sering mengganggu manusia. Sebab, gigitan dari tungau bisa menimbulkan rasa gatal, ruam, hingga bercak merah pada kulit.

    Hewan berukuran sangat kecil ini biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur, terutama pada kasur dan seprai yang kotor dan bau. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin mengganti seprai demi mencegah munculnya tungau.

    Jika kamu menemukan tungau di kasur, cara basminya bisa dengan menggunakan vacuum cleaner yang memiliki sinar UV. Namun jika kamu tidak punya vacuum cleaner, ada sejumlah cara lain yang juga efektif membasmi tungau. Apa saja?


    Cara Basmi Tungau di Kasur Secara Efektif

    Ada berbagai cara ampuh untuk membasmi tungau di kasur. Dilansir situs Web MD dan Healthline, berikut cara-caranya:

    1. Sesuaikan Suhu Ruangan

    Tungau merupakan hewan yang dapat berkembang biak di tempat lembap. Jika kamar tidur kamu sangat lembap, maka tak heran banyak ditemukan tungau di dalam kasur.

    Pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik di dalam kamar agar tingkat kelembapannya tidak terlalu tinggi. Bisa juga menggunakan dehumidifier untuk mengatasi lembap di dalam ruangan.

    2. Cuci Seprai dengan Air Panas

    Jika menemukan ada tungau di tempat tidur, segera cuci seprai, sarung bantal, dan sarung guling menggunakan air panas. Langkah ini dilakukan untuk membunuh tungau dan telurnya secara optimal sehingga tidak dapat berkembang biak.

    “Salah satu cara untuk membasmi tungau adalah dengan panas. Para profesional biasa melakukannya dengan menggunakan air panas,” kata pakar pengendali hama Nicole Carpenter.

    Selain dicuci dengan air panas, kamu juga dapat menambahkan detergen anti-bakteri agar tungau dan telurnya benar-benar mati.

    3. Jemur Kasur

    Selain mencuci seprai, sebaiknya kamu juga menjemur tempat tidur di bawah sinar matahari terik. Panas dari matahari dapat membantu membasmi tungau yang bersembunyi di sela-sela kasur. Cara ini juga membantu mengurangi kelembapan tinggi di tempat tidur.

    4. Pakai Cara Alami

    Cara mengatasi tungau yang berkembang biak di tempat tidur bisa menggunakan garam. Bahan dapur ini dinilai ampuh untuk membasmi tungau.

    Caranya cukup dengan mencampur garam dan air secukupnya ke dalam botol semprot, lalu semprotkan pada bagian tempat tidur yang terdapat tungau. Tunggu beberapa saat agar garam bereaksi terhadap tungau.

    Jika menemukan ada sisa tungau yang sudah mati, segera buang ke dalam tempat sampah. Setelah itu, semprotkan minyak esensial lavender atau peppermint untuk menciptakan aroma wangi di tempat tidur.

    5. Semprot Disinfektan

    Cara yang terakhir adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan di tempat tidur atau area yang sering ditemukan ada tungau. Kandungan zat kimia pada disinfektan dinilai ampuh untuk membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini datang kembali.

    Namun, jika masih ditemukan ada tungau berkeliaran di kamar tidur, sebaiknya segera hubungi jasa pengendali hama (pest control) agar bisa ditangani oleh ahlinya.

    “Tungau bukanlah sesuatu yang selalu dapat ditangani sendiri, mereka bisa saja bersembunyi di dinding, stop kontak, sambungan furnitur, dan dapar bertahan hingga berbulan-bulan tanpa makan,” pungkas Carpenter.

    Itulah lima cara membasmi tungau di kasur secara efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Disangka-sangka, Ini 5 Manfaat Seks yang Jarang Diketahui

    Jakarta

    Seks bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan. Bercinta, bagi banyak pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara dua orang dengan mengurangi segala hal negatif yang ada.

    Hormon oksitosin yang dilepaskan selama momen intim antar pasangan mampu meningkatkan kepercayaan dan rasa persahabatan yang lebih kuat. Hal ini membuat seks tak hanya sekadar bersenang-senang di ranjang, namun juga memiliki banyak manfaat.

    Dikutip dari WebMD, berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari bercinta.


    1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

    Pakar kesehatan seksual Yvonne K Fulbright, PhD mengatakan mereka yang aktif secara seksual memiliki kekebalan tubuh yang bagus, sehingga jarang sakit. Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman hingga virus.

    “Orang yang aktif secara seksual memiliki waktu sakit lebih sedikit,” ujar Fulbright dikutip dari Web MD.

    2. Mengurangi Rasa Sakit

    Profesor dari University of New Jersey, Barry Komisaruk phD mengatakan orgasme dapat menurunkan rasa sakit pada seseorang.

    “Kami menemukan bahwa rangsangan pada vagina dapat menghalangi nyeri kronis pada punggung dan kaki dan banyak wanita mengatakan kepada kami bahwa rangsangan pada alat kelamin dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala,” kata Komisaruk.

    Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Hal ini terbukti pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Psikiater di West Hollywood, California Sheenie Ambardar, MD mengatakan seks dapat membuat seseorang mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena adanya hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh.

    “Setelah orgasme, hormon prolaktin dilepaskan yang bertanggung jawab atas perasaan rileks dan mengantuk setelah berhubungan seks,” kata Ambardar.

    5. Meredakan Stres

    Setiap sentuhan dan pelukan pada saat bercinta, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Gairah seksual melepaskan zat kimia otak yang meningkatkan sistem kesenangan dan penghargaan di otak.

    “Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan,” ujar Ambardar.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sentuhan di Area Ini Ampuh Bikin Istri ‘Klepek-klepek’ saat Bercinta, Penasaran?


    Jakarta

    Klitoris adalah zona seksual wanita yang paling sensitif. Sentuhan pada klitoris dapat membuat wanita terangsang secara seksual bahkan hingga mencapai orgasme. Sifat sensitif ini disebabkan klitoris memiliki sepuluh ribu total ujung saraf.

    Hal ini diungkap oleh peneliti dari Oregon Health and Science University di Portland. Para peneliti mengumpulkan sampel saraf klitori 5 milimeter dari tujuh pasien trans maskulin yang menjalani phalloplasty, operasi pengencangan gender di mana jaringan genital direkonstruksi untuk membuat penis fungsional. Serabut saraf dalam sampel ini kemudian digunakan untuk mengekstrapolasi jumlah total ujung saraf di seluruh klitoris.

    Hasil penemuan mengungkap rata-rata klitoris memiliki total 10.280 ujung saraf. Ini dua kali lipat lebih banyak dari jumlah ujung saraf di kelenjar penis atau kepala penis.


    “Bandingkan dengan saraf median yang kita semua kenal dengan sindrom terowongan karpal yang menginervasi sebagian besar tangan manusia, yaitu 18.000 serabut saraf,” Blair Peters, MD, penulis utama studi tersebut, dikutip dari She Knows, Senin (17/4/2023).

    “Jadi, bandingkan ukuran tangan dengan ukuran kelenjar klitoris, dan itu memberi Anda konteks seberapa padat struktur sebenarnya,” lanjutnya.

    Penemuan ini dianggap penting karena selama ini penelitian mengenai klitoris jarang diteliti oleh penelitian medis dibandingkan dengan penis.

    Para peneliti juga mengatakan temuan ini juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan sensasi dalam operasi yang menegaskan gender dan operasi restoratif lainnya untuk orang dengan cedera saraf atau punggung.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Riset Buktikan Rata-rata Mr P Pria Makin Panjang Selama 29 Tahun Terakhir


    Jakarta

    Penelitian terbaru mengungkap bahwa meskipun selama beberapa dekade terakhir jumlah sperma rata-rata dan kadar testosteron pada pria menurun. Namun, berbeda halnya dengan panjang penis saat ereksi yang justru malah membesar.

    Dikutip dari Everyday Health, penelitian yang dipimpin oleh Michael L Eisenberg, MD, direktur pengobatan dan bedah reproduksi pria dan seorang profesor urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, menganalisis pengukuran penis dari 75 studi yang dilakukan antara tahun 1942 dan 2021 soal data anatomi di lebih dari 55.000 pria berusia 18 hingga 86 tahun.

    Mulanya, Dr Eisenberg mengira bahwa mereka akan menemukan tren penurunan yang serupa dengan jumlah sperma dan kadar testosteron saat meneliti panjang penis. Tak disangka, peneliti malah menemukan hal sebaliknya.


    Hasil penelitian ini diterbitkan pada 14 Februari di World Journal of Men’s Health. Penelitian mengidentifikasi peningkatan 24 persen rata-rata panjang penis antara tahun 1992, ketika panjang ereksi pertama kali dicatat hingga 2021. Selama 29 tahun, terjadi peningkatan dari rata-rata 4,8 inci atau sekitar 12,2 cm menjadi rata-rata 6 inci atau 15,24 cm. perhitungan ini ditentukan dari 20 penelitian yang mencatat pada lebih dari 18.000 laki-laki dalam jangka waktu 29 tahun.

    Data yang dikumpulkan juga mencakup pengukuran panjang ketika penis tidak ereksi dan saat tegang. Semua ini dilakukan oleh peneliti dan tidak ada yang dilaporkan sendiri. Tim studi mencatat bahwa panjang ereksi meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu di beberapa wilayah dunia dan di semua kelompok umur.

    Faktor lingkungan memainkan peran dalam perubahan signifikan ini. “Sistem reproduksi kita adalah salah satu bagian terpenting dari biologi manusia. Jika kita melihat perubahan yang cepat ini, itu berarti sesuatu yang kuat sedang terjadi pada tubuh kita,” sebut Eisenberg dikutip dari Everyday Health, Minggu (19/3).

    Ia menyebut perlunya penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab perubahan ini. Eisenberg menyarankan bahwa sejumlah faktor lingkungan mungkin terlibat, seperti paparan bahan kimia yang mengganggu hormon, seperti misalnya pestisida.

    Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan bahan kimia dapat dikaitkan dengan pubertas lebih awal yang dialami anak laki-laki dan perempuan. Mungkin faktor ini dapat mempengaruhi perkembangan alat kelamin.

    Meskipun begitu, Raevti Bole, MD, ahli urologi yang berafiliasi dengan Klinik Cleveland yang berspesialisasi dalam pengobatan seksual pria dan disfungsi ereksi menekankan bahwa walaupun hasil penelitian menunjukkan tidak adanya kerusakan pada penis, tetapi ukuran penis bukanlah segalanya.

    “Ada penekanan nyata pada ukuran dalam budaya populer dan media sosial, jadi menurut saya penting bagi dokter untuk menegaskan bahwa lebih besar belum tentu lebih baik. Maksud saya adalah ukuran tidak selalu berkorelasi dengan kepuasan seksual. Pasien bisa merasa tidak nyaman dengan ukuran penis, dan itu bisa menjadi masalah,” pungkasnya.

    (Dinda Zahra/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy