Tag: medan

  • Asosiasi Gandeng Google Sikat 105 Aplikasi Pindar Ilegal


    Jakarta

    Pinjaman daring (pindar) ilegal masih menghantui industri financial technology (fintech) dalam negeri. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Google memberantas pindar ilegal melalui program Google Priority Flagger Program di Indonesia.

    Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI Marcella mengatakan program tersebut merupakan inisiatif pihaknya pada tahun lalu. Tujuannya, untuk mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan mana yang pindar legal dan ilegal.

    “Sepanjang 2024, di antara semua program, dan ini Google Priority Flagger Program, ini juga salah satu program yang diinisiasi oleh AFPI. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat digital agar paham mana yang itu ilegal, mana yang legal,” kata Marcella saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (12/3/2025).


    Marcella menjelaskan saat AFPI mengusulkan program tersebut, Google menyambut baik. Dalam program tersebut, Google berperan untuk menghapus apabila mendapat laporan aplikasi pinjol ilegal.

    “Google itu ternyata menyambut baik, bahkan membantu kita untuk ketika ter-flag itu ilegal, Google langsung meminta untuk takedown. Ini adalah salah satu program unggulan AFPI juga dan untuk mencegah antara ilegal dan tidak ilegal,” imbuh Marcella.

    Dilansir dari akun Instagram resmi, @afpiofficial, AFPI bersama 97 platform Pindar anggotanya berhasil menutup 105 aplikasi pindar ilegal dalam 3 bulan. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat.

    “Hasilnya, dalam tiga bulan, pilot program ini telah mengidentifikasi 248 pengaduan aplikasi pindar ilegal, Dari total pengaduan yang datang dari AFPI tersebut, sebanyak 105 aplikasi berhasil dihapus dari Google Play Store yang melanggar aturan,” tulis AFPI di akun Instagramnya.

    Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan edukasi di masyarakat, mulai dari lingkungan kampus, UMKM, hingga bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Salah satunya adalah ketika kami selalu punya acara tahunan, yaitu Fintech Lending Days. Nah, Fintech Lending Days ini, lokasinya bisa berpindah-pindah. Tahun kemarin, itu ada di Medan dan itu diikuti oleh semua anggota AFPI. Dan biasanya kegiatannya apa? Mengedukasi dan juga mengunjungi UKM dan UMKM yang menjadi borrower dari AFPI. Kita mendengarkan dan juga mengedukasi bagaimana misalnya menjadi borrower yang baik, kemudian menjadi borrower yang bijak, bisa memilih mana yang ilegal dan tidak ilegal,” terang Marcella.

    Simak juga Video: OJK Ubah Istilah Pinjol Jadi Pindar

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • THR Cukup buat DP Beli Rumah? Begini Cara Atur Duitnya



    Jakarta

    Jelang Lebaran, beberapa pekerja pasti antusias menanti uang Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Nilai THR biasanya setara dengan gaji pokok satu bulan sehingga nilainya cukup lumayan untuk membantu memenuhi kebutuhan jelang Lebaran yang biasanya perlu belanja banyak hal.

    Jika ada detikers yang berencana beli rumah, bisa nggak sih menggunakan THR?

    Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, bisa atau tidaknya uang THR dipakai untuk membeli rumah terutama DP, tergantung dari besaran DP yang harus dibayarkan.


    Sebagai contoh, rumah impian yang ingin dibeli harganya Rp 300 juta, lokasinya berada di pinggiran Jabodetabek. Ia menyarankan kisaran DP yang bisa diambil adalah 20% dari harga rumah tersebut yakni sekitar Rp 60 juta.

    Andy menyarankan, jika nilai THR yang didapat lebih kecil dari nilai DP yang harus dibayar, disarankan ditabung dahulu hingga memenuhi.

    Ia juga mengingatkan sebelum mengalokasikan THR untuk membeli rumah, calon pembeli harus sudah mengetahui skala prioritas. Jika saat itu yang paling penting adalah membeli tiket mudik, membayar sekolah anak, atau melunasi tagihan, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk membeli rumah. Bisa juga membagi THR 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari termasuk melunasi tagihan, kemudian 50 persen lainnya ditabung untuk membeli rumah.

    “Kita di awal sisihkan berapa yang kita sanggup untuk cicilan DP, misalnya bisa 50 persen dengan 50 persen atau misalnya mudiknya jauh, ke Medan gitu misalnya, bisa buat mudik 70 persen (dari THR) untuk cicilan DP 30 persen,” jelasnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tips lainnya sebelum membeli rumah adalah calon pembeli disarankan memiliki lebih dari 1 rekening tabungan. Hal ini untuk mempermudah mereka menyimpan uang sesuai dengan tujuan penggunaannya, sebagai contoh rekening pertama untuk kebutuhan sehari-hari, rekening kedua untuk dana darurat, dan rekening lainnya untuk tabungan membeli rumah.

    “Jadi paling tidak kalau selama mudik Lebaran ‘lalai’ uangnya kepakai yang ada di rekening kita, yang tadi disisihkan untuk DP rumah, untuk bayar-bayar kredit, itu masih aman semuanya. Jadi kita nggak kebingungan nanti pasca mudik ‘duh uangnya sudah habis dipakai mudik’,” kata Andy.

    Namun, memakai 1 rekening juga tidak masalah karena bisa diakali dengan tarik tunai uang untuk kebutuhan mudik yang dananya dipakai paling cepat.

    “Kalau misalnya saat ini cuma punya 1 rekening ya sudah pakai cara manual saja, tarik tunai, terus uangnya taruh di tempat yang aman ketika mudik. Atau dibalik, tarik tunai uang untuk mudik, jadi uang yang kita pegang selama mudik itu uang cash semua. Sementara uang untuk DP rumah, uang untuk bayar-bayar pasca-Lebaran tetap dalam rekening,” tutur Andy.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendikbudristek Temukan 4 Kecurangan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia


    Jakarta

    Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan tiga kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Kecurangan ini datang dari mahasiswa dan bisa berakibat fatal.

    Karena bila melanggar, mahasiswa bisa kehilangan statusnya. Hal ini telah tertera dalam Buku Panduan Pendaftaran BPI Tahun 2024.

    Disebutkan bila penerima beasiswa diketahui melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi dan/atau tidak memenuhi pernyataan yang disampaikan pada surat pernyataan, maka ia akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BPPT. Namun, bila penerima beasiswa ketahuan memberikan informasi atau dokumen yang tidak benar/palsu, maka akan dikenakan sanksi administratif berat.


    Sanksi berupa pemberhentian sebagai penerima beasiswa dan berkewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima. Ia juga akan diblokir untuk mengikuti program BPPT di masa mendatang.

    Dikutip dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kemendikbudristek berikut 4 temuan kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima BPI.

    4 Kecurangan Penerima BPI

    1. Berkuliah Daring Dalam Waktu Lama

    Mahasiswa penerima BPI tidak diperbolehkan melakukan perkuliahan secara online/daring atau hybrid dalam waktu lama. Walaupun pihak perguruan tinggi memperbolehkannya.

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPPT, Ratna Prabandari menyebutkan ketentuan ini dilakukan karena BPI memberikan skema living allowance atau biaya hidup bulanan. Sehingga mahasiswa penerima BPI harus tinggal dan berada di kota di mana perguruan tinggi berada.

    Menurut temuannya, ada mahasiswa BPI yang melakukan perkuliahan daring di berbeda kota dengan letak kampus hingga 2 semester. Hal ini merupakan tindakan terlarang.

    “Kami menemukan adanya mahasiswa penerima BPI yang melakukan perkuliahan online di tempat tinggal yang berbeda kota dengan kampusnya dalam waktu satu sampai dua semester. Kami tegaskan itu tidak boleh dalam alasan apapun,” katanya.

    2. Mahasiswa Masih Bekerja

    BPPT juga menemukan ada mahasiswa penerima BPI yang masih melakukan pekerjaan sambil berkuliah. Hal ini menurut Ratna sudah jelas aturannya dan tidak boleh dilanggar.

    “Itu kan sudah jelas aturannya, bahwa penerima BPI harus dalam posisi tugas belajar, artinya cuti dari pekerjaannya. Termasuk hal ini berlaku bagi mahasiswa yang diterima atau diangkat sebagai CPNS atau PPPK,” tambahnya.

    Ratna menyebutkan mahasiswa penerima BPI masih boleh bekerja dengan mengabaikan tugas belajar. Dengan catatan pekerjaan yang dilakukannya merupakan bagian wajib dari studi, seperti menjadi teaching assistant atau research assistant.

    3. Pemalsuan Dokumen Akademik

    Kecurangan berkaitan dengan pemalsuan dokumen akademik juga tak luput dari temuan BPPT. Seperti tandatangan promotor tesis atau disertasi dan pemalsuan transkrip nilai akademik pada Kartu Hasil Studi (KHS).

    4. Double Funding dari Pemerintah Daerah

    Double funding adalah sebuah keadaan ketika penerima beasiswa mendapat pendanaan tambahan dari lembaga pemberi beasiswa lain. Dalam hal ini temuan yang ditemukan adalah double funding dari pemerintah daerah.

    Hal ini juga perlu menjadi catatan oleh perguruan tinggi dan BPPT. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Mohammad Alipi menjelaskan memang beasiswa yang berada dari program Puslapdik lainnya mungkin bisa dipantau terkait keadaan double funding.

    Seperti Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah dan juga Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Sayangnya beasiswa dari pemerintah daerah sulit untuk dipantau penerimaannya.

    “Sebetulnya bila sesama beasiswa yang dikelola Puslapdik itu relatif bisa terpantau. Yang agak sulit terjangkau adalah double funding dengan beasiswa sejenis dari pemerintah daerah,” jelas Alipi.

    Progres Mahasiswa Penerima BPI Dipantau

    Penjelasan Ratna dan Alipi disampaikan dalam Kegiatan Sinkronisasi Data Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2021-2023 dan Pendaftar BPI dalam Negeri Tahun 2024 Wilayah II di Medan, 26 September 2024 lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk sinkronisasi data mahasiswa penerima BPI ongoing dan mahasiswa baru 2024.

    Sebagai catatan setiap progres masing-masing awardee pada dasarnya dipantau BPPT dan Kemendikbduristek. Sehingga setiap kecurangan pasti akan ditemukan.

    Pertemuan itu juga bertujuan mempercepat proses pembayaran biaya pendidikan dan meningkatkan layanan beasiswa. Alipi meminta pihak perguruan tinggi untuk memberikan kemudahan bagi awardee BPI dalam pengisian KHS. Sehingga proses pembayaran bisa segera dilakukan.

    “Pada ujungnya mempercepat dan memperlancar proses pembayaran, baik pembayaran biaya pendidikan ke perguruan tinggi maupun biaya hidup ke mahasiswa,” ungkap Alipi.

    Terkait peningkatan layanan, Alipi mengusulkan agar pihak perguruan tinggi melakukan upload dokumen secara langsung tidak melalui mahasiswa terutama KHS. Karena BPPT menemukan ada beberapa dokumen yang kurang valid terkait data mahasiswa.

    Meskipun begitu, Alipi menegaskan pihaknya dan BPPT selalu pemutakhiran sistem. Sehingga layanan pada mahasiswa penerima BPI bisa terus dipermudah dan cepat.

    “Tentunya inti dari semua itu adalah kerja sama dan komunikasi intensif antara perguruan tinggi dengan BPPT untuk meningkatkan layanan,” tutupnya.

    (det/det)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Sekolah Pemerintah Singapura 2026, Siswa-Ortu Cek!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Singapura menyediakan beasiswa sekolah 2026 untuk siswa kelas 6, 7, 8, atau 9 asal RI yang ingin melanjutkan pendidikan di Singapura. Pendaftaran beasiswa Pemerintah Singapura akan dibuka pada Januari 2026 mendatang.

    Dikutip dari laman resminya, beasiswa ASEAN Scholarship for Indonesia ini terdiri dari beasiswa Secondary 1 untuk studi 6 tahun dan Secondary 2 untuk studi 4 tahun di sekolah menengah Singapura. Biaya sekolah ditanggung, plus sejumlah tunjangan dan fasilitas lainnya.


    Beasiswa Sekolah Pemerintah Singapura 2026

    ASEAN Scholarship for Indonesia meliputi:

    • Biaya sekolah
    • Biaya ujian GCE O-Level dan A-Level satu kali, jika berlaku
    • Subsidi layanan kesehatan dan asuransi kecelakaan
    • Tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi
    • Tunjangan menetap
    • Tunjangan tahunan dan akomodasi asrama.

    Sasaran Beasiswa

    • Secondary 1: siswa kelas 6 SD atau 7 SMP, kelahiran 2 Januari 2012-1 Januari 2015
    • Secondary 2: siswa kelas 8 atau 9 SMP, kelahiran 2 Januari 2010-1 Januari 2013

    Lulusan sekolah dengan beasiswa Secondary 1 maupun 2 ini akan memiliki kualifikasi Singapore-Cambridge GCE A-Level atau yang setara. Diketahui, kualifikasi ini memungkinkan siswa mendaftar ke perguruan tinggi luar negeri.

    Syarat Beasiswa

    • Warga Negara Indonesia
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Hasil ujian sekolah baik dan konsisten
    • Tercatat aktif berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler

    Jadwal ASEAN Scholarship for Indonesia

    Berikut jadwal seleksi tentatif beasiswa Pemerintah Singapura ini:

    • Pendaftaran daring: 5 Januari-16 Februari 2026
    • Tes seleksi: 11-12 April 2026
    • Wawancara: Mei-awal Juni 2026
    • Pengumuman penerima beasiswa: Juni 2026
    • Kedatangan di Singapura: November 2026

    Jika kandidat mencukupi, tes akan dilaksanakan di Bandung, Batam, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

    Informasi selengkapnya mengenai beasiswa sekolah di Singapura ini bisa diakses di https://www.moe.gov.sg/ atau klik di SINI.

    Semoga bermanfaat dan selamat menyiapkan diri, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Tahu Cara Raline Shah Atur Keuangan? Daftar LPS Financial Festival Medan


    Jakarta

    LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan berupaya mewujudkan masyarakat yang memiliki indeks literasi keuangan tinggi (well literate). Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara bijak dan optimal.

    Seiring dengan upaya meningkatkan literasi keuangan, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menyelenggarakan Financial Festival di dua daerah. Setelah sukses digelar di Surabaya pada 6-7 Agustus 2025, LPS Financial Festival akan digelar di Medan pada 20-21 Agustus.

    LPS Financial Festival akan berlangsung di Regale International Convention Centre, Jalan Haji Adam Malik, Silalas, Medan. LPS Financial Festival kali ini sekaligus merayakan 80 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia dan peringatan 20 tahun LPS.


    Ikuti keseruan LPS Financial Festival Medan yang menghadirkan sejumlah tokoh terkenal sekaligus berbagi pengalaman sukses berbisnis dan investasi, melalui kegiatan seperti business talk dan educational class.

    Khusus sesi kelas akan hadir aktris Raline Shah berbagi jurus mengelola keuangan. Dalam LPS Financial Festival Medan ini, Raline Shah akan membawa materi dengan tema Beauty in Budgeting.

    Selain Raline Shah, Herjunot Ali akan hadir sebagai pembicara dengan tema Atur Duit Agar Cepat Cuan. Ada pula kelas bersama Michael Yeoh, professional trader dan trading coach, dengan tema Jurus Cuan Maksimal dari Saham.

    Dapatkan e-certificate eksklusif setelah mengikuti Educational Class hingga selesai. Tempat terbatas, segera daftar GRATIS sekarang, langsung klik link ini!

    Agar lebih jelas soal acaranya, berikut rincian acara LPS Financial Festival Medan 20-21 Agustus:

    Hari Pertama Rabu 20 Agustus

    Opening Remarks:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa

    Keynote Speech:
    •⁠ Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution

    Panel Discussion 1:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa
    •⁠ Founder CT Corp, Chairul Tanjung
    •⁠ Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun

    Panel Discussion 2:
    •⁠ Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono
    •⁠ ⁠Wadirut Bank Mandiri, Henry Panjaitan
    •⁠ ⁠Wadirut BNI, Alexandra Askandar

    Educational Class:
    •⁠ Aktor, Herjunot Ali
    •⁠ Trader & Trading Coach, Michael Yeoh

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    ⁠•⁠ RAN
    •⁠ Wali

    Hari Kedua Kamis 21 Agustus

    Keynote Speech:
    •⁠ ⁠Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

    Panel Discussion:
    •⁠ ⁠Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin
    •⁠ Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara
    •⁠ ⁠Dirut PT Inalum, Melati Sarnita

    Inspirational Speech:
    •⁠ ⁠Tokoh Nasional Sumatera Utara, Chairul Tanjung

    Educational Class:
    •⁠ Aktris & Stafsus Komdigi, Raline Shah

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    •⁠ ⁠Judika
    •⁠ ⁠Setia Band

    Simak juga Video: Eks Mendikbud Ungkap Pentingnya Atur Keuangan Sejak Muda

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Mau Tahu Trik Atur Keuangan Biar Nggak Boncos? Yuk Daftar LPS Financial Festival


    Jakarta

    Peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sektor keuangan di Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan finansial di masa depan.

    Literasi keuangan juga berperan besar dalam menghindarkan masyarakat dari berbagai praktik kecurangan atau penipuan di bidang finansial.

    Sebagaimana diketahui, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 memperlihatkan adanya kenaikan indeks literasi keuangan mencapai 66,46% dan indeks inklusi keuangan 80,51%.


    Hasil SNLIK 2025 yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) ini lebih tinggi dibandingkan SNLIK 2024 yang mana indeks literasi keuangan ada di level 65,43% dan indeks inklusi keuangan 75,02%.

    Melihat hal itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun hadir menjadi salah satu tulang punggung dalam peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia melalui berbagai inovasi dan inisiatifnya.

    Upaya ini sejalan dengan visi LPS untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi (well literate). Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara bijak dan optimal.

    Seiring meningkatkan indeks literasi keuangan, LPS akan menggelar Financial Festival pada 6-7 Agustus di Dyandra Convention Center Surabaya, Jl. Basuki Rahmat No.93-105, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari diskusi inspiratif, kelas bisnis, hingga hiburan.

    LPS Financial Festival hari pertama akan menghadirkan diskusi dengan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Pendiri CT Corp Chairul Tanjung, dan Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun. Hadir juga Raffi Ahmad yang akan membagikan kisah inspiratif.

    Kemudian pada sesi kedua akan hadir narasumber Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono, Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Prof. Dr. Mohammad Nuh, dan Cak Lontong. Untuk kelas bisnis LPS Financial Festival hari pertama akan diisi oleh influencer Ellen May.

    Sementara pada hari kedua, menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dadak, Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto, dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Ivan Cahyadi. Hadir juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang akan menyampaikan keynote speech.

    Untuk kelas bisnis LPS Financial Festival hari pertama akan diisi oleh influencer Cinta Laura. LPS Financial Festival di Surabaya turut dimeriahkan oleh Wali, Coldiac, Nassar, dan RAN.

    Melalui acara ini, para peserta diharapkan mendapatkan ilmu dari berbagai tokoh-tokoh penting di industri keuangan mulai dari LPS hingga praktisi keuangan.

    Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk menghadiri LPS Financial Festival di Surabaya dan Medan. Yuk tunggu apalagi? Daftarkan diri segera, klik di sini.

    Selain itu ada pula kompetisi video Financial Literacy Competition, dengan tema lomba Jangan Tunggu Nanti, Rencanakan Keuanganmu Sekarang! Berminat ikutu lomba? Langsung daftar, klik di sini.

    Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

    Simak juga Video: KuTips Strategi Atur Keuangan 2025: Buat Prioritas hingga Berhemat!

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Besok LPS Financial Festival Digelar! Daftar Sekarang, Dapatkan Trik Jitu Atur Keuangan


    Jakarta

    Peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sektor keuangan di Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan finansial di masa depan.

    Literasi keuangan juga berperan besar dalam menghindarkan masyarakat dari berbagai praktik kecurangan atau penipuan di bidang finansial.

    Sebagaimana diketahui, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 memperlihatkan adanya kenaikan indeks literasi keuangan mencapai 66,46% dan indeks inklusi keuangan 80,51%.


    Hasil SNLIK 2025 yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) ini lebih tinggi dibandingkan SNLIK 2024 yang mana indeks literasi keuangan ada di level 65,43% dan indeks inklusi keuangan 75,02%.

    Melihat hal itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun hadir menjadi salah satu tulang punggung dalam peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia melalui berbagai inovasi dan inisiatifnya.

    Upaya ini sejalan dengan visi LPS untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi (well literate). Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara bijak dan optimal.

    Seiring meningkatkan indeks literasi keuangan, LPS akan menggelar Financial Festival pada 6-7 Agustus di Dyandra Convention Center Surabaya, Jl. Basuki Rahmat No.93-105, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari diskusi inspiratif, kelas bisnis, hingga hiburan.

    LPS Financial Festival hari pertama akan menghadirkan diskusi dengan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Pendiri CT Corp Chairul Tanjung, dan Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun. Hadir juga Raffi Ahmad yang akan membagikan kisah inspiratif.

    Kemudian pada sesi kedua akan hadir narasumber Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono, Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Prof. Dr. Mohammad Nuh, dan Cak Lontong. Untuk kelas bisnis LPS Financial Festival hari pertama akan diisi oleh influencer Ellen May.

    Sementara pada hari kedua, menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dadak, Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto, dan Presiden Direktur PT HM Sampoerna Ivan Cahyadi. Hadir juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang akan menyampaikan keynote speech.

    Untuk kelas bisnis LPS Financial Festival hari pertama akan diisi oleh influencer Cinta Laura. LPS Financial Festival di Surabaya turut dimeriahkan oleh Wali, Coldiac, Nassar, dan RAN.

    Melalui acara ini, para peserta diharapkan mendapatkan ilmu dari berbagai tokoh-tokoh penting di industri keuangan mulai dari LPS hingga praktisi keuangan.

    Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk menghadiri LPS Financial Festival di Surabaya dan Medan. Yuk tunggu apalagi? Daftarkan diri segera, klik di sini.

    Selain itu ada pula kompetisi video Financial Literacy Competition, dengan tema lomba Jangan Tunggu Nanti, Rencanakan Keuanganmu Sekarang! Berminat ikutu lomba? Langsung daftar, klik di sini.

    Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

    Simak juga Video Bos LPS Imbau Masyarakat Tak Takut Taruh Uang di Bank: Saya Jamin

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Gedung Megah Jadi Tempat Uji Nyali, Dulu Mau Jadi Tempat Kremasi



    Medan

    Sebuah gedung megah berwarna kuning di Medan kondisinya terbengkalai. Gedung ini pun kerap jadi lokasi uji nyali warga. Dulunya, sempat mau jadi tempat kremasi.

    Gedung ini terletak tak jauh dari Simpang Glugur dan jembatan yang baru direvitalisasi Pemkot Medan. Lokasi tepatnya berada di Jalan Adam Malik, Medan.

    Setiap wisatawan, maupun warga yang lewat, pasti akan bertanya-tanya tentang gedung megah berwarna kuning yang kondisinya terbengkalai itu. Gedung ini bak bangunan misterius yang dibiarkan teronggok begitu saja.


    Salah satu warga Medan yang mengaku penasaran dengan gedung tersebut adalah Karina. Padahal, dia sering melintasi Jalan Adam Malik dan melihat gedung yang sekelilingnya dipenuhi semak belukar itu.

    “Sering lah lewat sini kalau kerja, kalau dulu penasaran ini gedung apa kok besar kali, tapi kok enggak ada yang menempati,” kisah Karina.

    Konon Gedung Itu Angker

    Konon katanya, gedung kuning itu angker. Tak heran jika banyak warga Medan yang menjadikan lokasi gedung itu sebagai tempat untuk menguji nyali mereka.

    Karina mendengar desas-desus, kalau gedung tua itu dulunya sempat mau dijadikan tempat kremasi alias untuk pembakaran mayat manusia.

    “Katanya udah puluhan tahun gedung ini enggak dilanjuti, dulunya mau jadi tempat kremasi orang mati, tapi enggak dikasih warga, tapi enggak tahu lah betul enggaknya,” ujarnya.

    Selain Karina, warga Medan lainnya, Wanin pun sering penasaran dengan kondisi bangunan yang dulunya sering ia lewati. Ia pun bercerita dulunya sering melihat para tukang saat membangun gedung tersebut.

    “Sebenarnya gedung apaan sih ini, aku dari kecil terus melihat pengerjaan tukangnya, tapi jadi malah enggak ditempatin,” tuturnya.

    Pengalaman Horor Warga

    Dibiarkan kosong selama puluhan tahun, membuat gedung ini diliputi hawa seram. Para netizen pun berbagi cerita tentang pengalaman horornya saat melintasi gedung yang diduga sudah mangkrak selama 25 tahun lalu.

    “Sering lewat situ kalau pulang kerja. Aku pernah ngerasa di sudut bangunan itu macam ada putih-putih rambut panjang, kalau malam dekat tengah malam itu hawanya agak beda,” kata Danang.

    Sementara itu, Camat Medan Barat, Roby Chairi membenarkan bahwa gedung tersebut dulunya sempat ingin dijadikan gedung kremasi.

    “Setahu saya dulunya rencana tempat kremasi, tapi tidak jadi,” ucap Roby.

    Saat disinggung tentang alasan pembatalan tersebut, Roby mengaku harus mencari datanya dulu.

    Meski tampak tak terawat, bangunan gedung kuning itu tampak berdiri kokoh. Gedungnya terdiri dari beberapa lantai yang menjulang ke atas.

    Di sekitar bangunan tersebut tampak pedagang bunga yang berjualan. Namun traveler tidak dapat memasuki gedung kuning itu secara sembarangan, lantaran di sekitar bangunan ditutup oleh seng dan dikunci.

    Traveler berani uji nyali di sini?

    ——

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Kelam Asrama TNI di Medan, Kini Jadi Cagar Budaya



    Medan

    Di Medan, ada sebuah bangunan Asrama TNI yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Di zaman dulu, asrama ini diliputi oleh sejarah kelam. Bagaimana kisahnya?

    Bangunan cagar budaya yang dimaksud itu adalah Asrama TNI Glugur Hong yang berada di Jalan Karantina Ujung, Lingkungan XI, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

    Kawasan itu ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023 silam. Penetapannya diteken oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution berdasarkan surat keputusan Wali Kota Medan nomor: 433/29.K.


    Surat tersebut ditandatangani Bobby pada 1 Februari 2023. Salah satu pertimbangan Bobby dalam menetapkan cagar budaya itu adalah surat rekomendasi dari Tim Cagar Budaya pada 12 Desember 2022.

    Sejarah Kelam Asrama TNI Glugur Hong

    Asrama TNI Gloegoer Hong dibangun pada tahun 1913. Kawasan tersebut diketahui menyimpan sejarah kelam saat masa pengembangan industri perkebunan di daerah Sumatera Timur, khususnya di Medan.

    “Dulunya tempat karantina buruh kontrak sebelum bekerja di perkebunan di pesisir timur Sumatra,” kata Andi Winata Sitorus, Katim Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Kamis (22/2) lalu.

    Asrama TNI Glugur Hong terbagi menjadi 2 kawasan, yakni asrama Glugur 1 dan asrama Glugur 2. Pada tanggal 12 April 1942-29 Mei 1942, asrama Glugur 1 merupakan bagian selatan pusat karantina buruh kontrak.

    “Ketika berfungsi sebagai asrama penduduk sipil, isinya itu terdiri dari kalangan wanita dan anak-anak,” ucap Andi.

    Pada tahun 1943-1945, Glugur I dan II menjadi tempat interniran untuk para tahanan perang atau Prisoners of War (POW). Kaum sipil yang tadinya bertempat di Glugur 1 kemudian dipindah ke kamp Poelaubrajan D.

    “Jadi, masa itu kamp punya pimpinan dan pimpinan kamp Glugur I bernama Suster Bernardine,” sebutnya.

    Sementara itu, Glugur II merupakan kamp untuk tahanan perang dari tanggal 26 Juni 1842 hingga Juni 1944. Selanjutnya, digunakan sebagai kamp bagi tahanan sipil pada tanggal 6 Juni 1944 hingga 17 Juni 1945.

    Tahanan perang Glugur II berasal dari kamp Unie Kampong di Belawan yang terdiri dari barak keluarga, barak rumah sakit, dan bangunan luar dikelilingi tembok batu tinggi yang di atasnya diberi pecahan kaca.

    “Setelah tawanan perang itu pergi, barak kuli yang ditinggalkan difungsikan sebagai kamp kaum wanita,” jelasnya.

    Gedung Asrama Glugur Hong TNI berjarak kurang lebih 1 km ke arah timur jalan utama. Awalnya, bangunan tersebut dibangun pada 1913 untuk buruh kontrak AVROS di dekat jalan utama dan jalur kereta api menuju Belawan.

    “Pada pertengahan Juli 1945, asrama Glugur Hong ini dikosongkan,” tuturnya.

    Masih Ada Peninggalan Belanda di Asrama Glugur Hong

    Menurut Fitri Sinaga, salah seorang warga di Asrama Glugur Hong, ada beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat wisatawan di tempat itu.

    “Ada peninggalan Belanda berupa tong air, rumah tinggi yang dulunya rumah sakit gila, dan kuburan di tanah kosong bagian belakang,” kata Fitri.

    Menurut Fitri, terdapat beberapa perubahan di kawasan Glugur Hong TNI tetapi tidak meninggalkan keasliannya. Bangunan tidak sepenuhnya dipugar dan tong air di kawasan itu menjadi peninggalan asli dari zaman dahulu.

    “Cucu-cucu penjajah kita dari Belanda datang ke sini dan melihat peninggalan kakeknya baru-baru ini,” ungkapnya.

    Meski kawasan Asrama Glugur Hong TNI sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Medan. Namun, sebagian besar warga ternyata masih belum tahu jika kawasan tempat tinggal mereka telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

    “Kalau bisa Pemkot melirik kemari atau dibuat plakat cagar budaya biar masyarakat tahu, minimal diberi arahan dari instansi terkait,” pinta Fitri.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gedung Bergaya Eropa di Medan yang Misterius, Belasan Tahun Tak Berpenghuni



    Medan

    Di Medan, ada sebuah gedung mewah bergaya Eropa yang misterius. Sudah belasan tahun lamanya gedung ini tidak berpenghuni. Bagaimana kisahnya?

    Gedung mewah itu letaknya strategis persis di persimpangan Jalan S Parman dan Jalan Kejaksaan Medan. Banyak pengendara yang melirik ke bangunan itu ketika melintasi kawasan tersebut.

    Gedung bercat coklat ini memiliki desain megah bergaya Eropa klasik. Ada begitu banyak jendela tinggi berwarna emas yang diselingi pilar coklat yang menjulang tinggi.


    Walaupun berdiri megah, namun tak satupun aktivitas yang tampak dari bangunan tersebut. Akses jendela maupun pintu tertutup rapat. Selain itu, tak ada kendaraan yang tampak terparkir di sekitaran gedung tersebut.

    Beberapa warga Medan mengaku penasaran dengan fungsi bangunan tersebut. Lantaran misterius, banyak masyarakat yang sering menebak fungsi gedung tersebut.

    “Itu letaknya di Medan, dari aku kecil udah ada ini gedung tapi sampai sekarang aku dah besar pun gitu-gitu aja gedungnya, entah buat apa pun nggak tahu,” kata warga Medan, Starla.

    “Dulu setiap pulang sekolah terus lewat situ pasti dalam hati langsung bilang ‘ini gedung apa sih, kok nggak siap-siap dibangun, terus ini untuk apa?’,” kata warga Medan lainnya, Chika.

    Berdasarkan data yang dihimpun, bangunan megah ini dibangun sejak awal tahun 2000-an namun hingga belasan tahun kemudian belum diketahui fungsi bangunan tersebut.

    “Dulu tahun 2008 masih kerja di Mal Paladium selalu lewati itu. Tapi sampai sekarang udah punya anak dua, itu gedung misterius banget ya gitu-gitu aja terus,” ucap Mariati, warga Medan yang menceritakan pengalamannya.

    Selain penasaran, banyak juga warga yang melintasi bangunan tersebut terkesima dengan konsep dan desain mewah yang begitu mencolok di antara bangunan sekitarnya.

    “Tapi itu desainnya megah dan mewah banget loh, kayak ala-ala luar negeri gitu. Aku lihat detail-detailnya bagus banget ya aku suka lihatnya tiap lewat bangunan itu,” ujar Mellynia.

    Sementara itu, tim detikSumut juga bertanya terhadap warga sekitar yang banyak menyebut bangunan ini akan dibuat apartemen. Namun, mereka juga turut penasaran alasan belum dioperasionalkan hingga saat ini.

    “Katanya itu gedung dulunya mau buat hotel tapi kekurangan dana gitu, terus karena di sekitarnya juga ada hotel yang lebih bagus jadi belum dilanjutkan lagi bangunannya,” kata Irma.

    Camat Medan Petisah Arafat yang menyebut gedung misterius tersebut masih belum beroperasi. Dia pun tak tahu peruntukan bangunan itu.

    “Sampai saat ini bangunan tersebut belum dihuni sehingga saya belum tahu peruntukan bangunan tersebut. Nanti saya coba cek melalui dinas terkait izin awal bangunan sebagai apa peruntukannya,” ucap Arafat.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com