Tag: media sosial

  • Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Di zaman sekarang ini, ketika seseorang menunjukkan kepada kita berita, video, atau gambar dari suatu peristiwa, bagaimana dapat mempercayai keasliannya? Tampaknya publik kehilangan kepercayaan pada media karena kurangnya referensi fakta yang dapat diandalkan.

    Akses gratis untuk membuat dan berbagi informasi di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan platform digital lainnya telah memunculkan masalah baru informasi palsu atau hoaks. Dan dengan kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI), animasi digital, dan rekayasa sosial, batas antara konten palsu dan asli akan semakin kabur.

    Tak seorang pun yang sempat mengecek keaslian pesan atau video yang diteruskan di WhatsApp atau platform media sosial lainnya. Begitulah cara orang jatuh ke dalam perangkap untuk berita palsu. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mencapai keaslian informasi, yaitu dari mana asalnya dan siapa yang menciptakannya.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dengan sifat blockchain yang dapat dilacak dan transparan, dimungkinkan untuk memverifikasi keaslian informasi atau sumbernya dan membangun kepercayaan pada berita yang ditampilkan di Internet. Blockchain dalam industri berita memungkinkan konten diproduksi dan didistribusikan melalui internet dengan cara yang tidak dapat diubah dan aman.

    Apa itu Hoaks?

    Informasi yang tidak memiliki fakta dibaliknya, tetapi disajikan secara faktual akurat dan dikonsumsi oleh jutaan orang melalui televisi, radio, situs web atau media sosial didefinisikan sebagai berita palsu.

    Hoaks atau informasi palsu dapat menghancurkan reputasi manusia atau industri mana pun termasuk politik, kesehatan, saham, olahraga, dan keuangan. Berita bohong tidak hanya terbatas pada politik, tetapi juga dapat mempengaruhi bidang lain seperti kesehatan, liburan, dan bisnis.Tidak mudah untuk mengenali sebuah berita palsu, karena ada beberapa jenis konten yang beredar, seperti:

    1. Satire atau Parodi – Ketika cerita palsu diposting di situs hanya untuk hiburan tetapi tidak berpotensi menipu orang.
    2. Koneksi yang salah – Ketika konten berita tidak relevan dengan headline, caption, atau visualnya.
    3. Konteks salah – Ketika konten yang relevan dibagikan dalam konteks yang salah.
    4. Konten palsu – Ketika sumber sebenarnya meniru dengan sumber palsu atau dimanipulasi.
    5. Konten yang dibuat-buat – Saat berita dibuat untuk menghasilkan uang atau mendapatkan publisitas.
    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Bagaimana Blockchain dapat Kurangi Masalah Hoaks?

    Solusi berbasis blockchain memiliki potensi untuk mengubah cara informasi diproduksi dan disebarluaskan sambil memainkan peran utama untuk mengatasi disinformasi dalam jangka panjang. Mari kita pahami bagaimana teknologi blockchain dapat memerangi berita palsu.

    Teknologi Blockchain dinyatakan sebagai teknologi yang muncul untuk merevolusi cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Karena sifat keterlacakan, transparansi, dan desentralisasi dari blockchain, masalah berita palsu dapat ditangani secara efektif.

    Platform berkemampuan blockchain dapat memberi pembaca online cara yang andal untuk memverifikasi konten dan sumbernya.

    Teknologi Backend:

    1. Komponen Blockchain
    2. Layanan Mikro Diprogram menggunakan Node.js
    3. IPFS (Interplanetary Filesystem), digunakan untuk menyimpan data dalam database terdistribusi.

    Platform berkemampuan blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi informasi apa pun mengenai acara berita langsung, gambar viral, dan moderasi konten.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Bagaimana Cara Menambang Ethereum? Ini Dia 3 Caranya!

    Keuntungan Platform Berita Berbasis Blockchain

    • Transparansi dalam Berita

    Karena blockchain dapat memberikan transparansi, dunia akan dapat menemukan berita itu palsu atau tidak. Keaslian berita akan didasarkan pada kriteria khusus yang ditentukan dalam kontrak pintar, yang menghasilkan kepercayaan dan transparansi di seluruh dunia.

    Aplikasi berkemampuan blockchain dapat melacak keaslian berita dari awal hingga sekarang dan juga di masa depan. Ini akan mencegah pembaca untuk jatuh untuk berita palsu.

    • Pendekatan Desentralisasi

    Dengan pendekatan platform berita terdesentralisasi, masalah berita palsu dapat diselesaikan. Selain itu, tidak adanya sentralisasi untuk menyimpan data memastikan tidak ada satu pun titik kegagalan. SPOF (single point of failure) didefinisikan sebagai bagian dari komputer dan kegagalannya akan menyebabkan seluruh sistem jatuh.

    Konten berita, video, atau gambar yang disimpan di blockchain tidak dapat diubah karena tidak dapat diubah, diubah, atau dihapus.

    Blockchain adalah teknologi tangguh yang dapat memberikan pendekatan halus untuk mengatasi tantangan berita palsu. Karena berita adalah bagian integral dari kehidupan setiap orang, maka kita dapat mencapai keterlacakan dan transparansi dengan menggunakan blockchain sebagai layanan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 8 Istilah NFT yang Wajib Anda Ketahui dan Pahami

    Setelah aset kripto semakin lazim dikenal masyarakat, sekarang saatnya bagi NFT untuk memancarkan sinarnya. Sebagai topik bahasan yang relatif baru, banyak istilah NFT yang harus diketahui oleh masyarakat pada umumnya maupun kreator serta kolektor yang ingin terjun ke dalam ekosistem tersebut.

    Tambah Pengetahuan dengan Komunitas NFT

    Bagi para kreator dan kolektor yang ingin terjun ke dalam dunia NFT tapi bingung harus mulai dari mana, Anda bisa bergabung dengan komunitas NFT yang tersebar di luar sana. Biasanya, komunitas NFT bisa Anda temukan dengan mudah di Twitter, Discord, Telegram, dan Clubhouse.

    Selain itu, dengan bergabung di komunitas, Anda bisa mengetahui dan mempelajari istilah-istilah NFT yang tentunya cukup terdengar asing di telinga. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memahami tren dan update terkini seputar NFT tanpa loading terlalu lama.

    Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

    Istilah NFT yang Wajib Diketahui 

    Nah, berikut terdapat beberapa istilah dalam NFT yang wajib Anda pelajari, antara lain:

    1. Mint

    Mint yang satu ini bukan rasa es krim, ya! Mint dalam dunia NFT diartikan sebagai  kegiatan meng-upload karya seni digital NFT ke dalam sistem blockchain

    2. DYOR

    Merupakan singkatan dari Do Your Own Research, DYOR adalah di saat Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian akan berkurang karena Anda tidak menelan perkataan orang mentah-mentah.

    3. Floor Price

    Floor price adalah harga jual terendah suatu NFT pada marketplace dan bukan termasuk harga rata-rata suatu item. Selain itu, floor price otomatis diperbarui secara real-time oleh sistem.

    4. Gas Fee

    Gas fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh user ketika Ia sedang melakukan transaksi atau membuat kontrak baru pada sistem blockchain. Satuan gas fee dalam blockchain disebut Gwei.

    Pada blockchain Ethereum, 1 Gwei sama dengan 0,000000001 ETH. Lain halnya pada blockchain Binance Smart Cain (BSC), 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB. Penyebutan

    Berbicara nominal, gas fee memiliki nominal yang tidak menentu karena di setiap NFT  marketplace memiliki besaran yang berbeda. Selain itu, gas fee juga berlaku saat Anda melakukan minting NFT, karena NFT juga dapat berjalan pada beberapa sistem blockchain, seperti BSC dan Ethereum.

    5. OG

    OG adalah singkatan dari Original Gangster yang merujuk kepada orang-orang yang telah berkecimpung lebih dahulu pada sebuah komunitas, termasuk komunitas NFT. Bisa dibilang, OG adalah orang yang sudah memiliki banyak pengalaman dan ilmu seputar dunia NFT.

    6. WAGMI

    WAGMI atau We All Gonna Make It merupakan perasaan senang yang ditunjukkan seseorang apabila ada orang lain yang mulai paham mengenai dunia NFT dan membeli seni digital NFT.

    7. NGMI

    Merupakan kependekan dari Not Gonna Make It, istilah ini merujuk kepada perasaan menyesal khususnya bagi seseorang yang sudah telanjur mengambil keputusan yang kurang tepat.

    8. FOMO

    Istilah ini bisa dibilang yang paling sering didengar. Yes, FOMO adalah Fear of Missing Out, di mana merujuk kepada perasaan cemas yang dimiliki seseorang akibat ketinggalan suatu tren. 

    Dalam ranah NFT, bisa saja kolektor membeli seni digital NFT dengan terburu-buru karena takut ketinggalan tren. Hal ini dapat merugikan kolektor karena tidak mengambil keputusan dengan matang. Oleh sebab itu, selalu pikirkan keputusan dengan matang dan jangan terburu-buru, ya!

    Itulah 8 istilah dalam NFT yang sering Anda temui pada komunitas NFT maupun media sosial. Jangan ragu untuk mempelajari dan berdiskusi dengan para kreator atau kolektor NFT lainnya, ya! Nah, bagi Anda yang ingin memamerkan seni digital NFT ataupun ingin membelinya, segera bergabung dengan TokoMall, yuk!  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Siapkan Media Sosial Berbasis Blockchain, Bayar Pakai DOGE

    Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, baru-baru ini mengungkapkan rincian tentang keterlibatannya dalam proyek Dogecoin (DOGE) dan ide untuk meluncurkan platform media sosial berdasarkan blockchain.

    Musk dilaporkan tertarik dalam mengembangkan Dogecoin, aset kripto yang semula diciptakan sebagai lelucon mengenai Bitcoin. Tidak hanya itu, ia juga sedang mempertimbangkan untuk menciptakan platform media sosial baru yang berbasis blockchain dengan fitur pembayaran.

    Rencananya terkait platform media sosial ini terungkap dalam sebuah biografi yang dijadwalkan akan diterbitkan pada tanggal 12 September. Buku tersebut, juga menyebutkan upaya gagal mantan raja kripto Sam Bankman-Fried untuk membantu Musk mengakuisisi Twitter.

    Media Sosial Basis Blockchain

    Pandangan Musk terhadap Twitter melibatkan transformasinya menjadi platform pembayaran di mana pengguna dapat melakukan transfer uang, memberikan tip kepada pembuat konten, dan bahkan membayar untuk beragam konten seperti artikel, musik, dan video.

    Dalam upaya untuk mengatasi masalah spam dan mencari sumber pendapatan baru, Musk mengusulkan penerapan biaya kecil sekitar US$ 2 per bulan kepada pengguna agar mereka dapat memverifikasi akun mereka.

    Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.
    Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: 4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di Bulan September 2023

    Musk telah lama menjadi pendukung kebebasan berbicara di platform media sosial dan telah mengkritik upaya Twitter dalam mengatur apa yang dapat diungkapkan oleh penggunanya. Menurutnya, demokrasi akan lebih baik jika Twitter tidak mencoba membatasi kebebasan berbicara penggunanya.

    Ide untuk memulai platform media sosial berbasis blockchain muncul dari saran saudara Elon, Kimbal Musk. Musk tertarik dengan konsep tersebut dan bahkan menyuarakan agar platform ini menggunakan Dogecoin sebagai sistem pembayaran.

    Seorang bankir dari Morgan Stanley yang bekerja dengan Musk juga mendorongnya untuk berbicara dengan Sam Bankman-Fried, pendiri bursa kripto FTX, yang berniat menginvestasikan 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 60 triliun) dalam proyek tersebut. Namun, Musk menolak tawaran ini karena ia merasa bahwa membangun jaringan sosial berbasis blockchain akan terlalu lambat untuk mendukung kecepatan posting di Twitter.

    Dukung DOGE

    Musk diam-diam mendanai pengembangan Dogecoin, menurut biografi baru pemilik Spacex dan Tesla yang akan diterbitkan pada 12 September. Aset kripto, yang dimulai sebagai lelucon satu dekade lalu, berhutang banyak pada popularitasnya di mata Musk yang juga memantapkan dirinya sebagai influencer kripto.

    Komentar Elon Musk tentang Dogecoin (DOGE) diduga menggerakkan pasarnya. Dalam gugatan class action yang melibatkan koin meme awal tahun ini, penggugat menuduhnya melakukan perdagangan orang dalam dan menaikkan harga kripto. Pada akhir Maret, Musk berusaha untuk mengakhiri gugatan senilai US$ 258 miliar, bersikeras bahwa tweet yang mendukung dogecoin tidak melanggar hukum.

    Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

    Miliarder itu menjuluki dirinya sendiri “The Dogefather” dalam tweet yang mempromosikan penampilan Saturday Night Live pada Mei 2021 sementara tahun ini ia mengubah logo burung biru Twitter menjadi logo Dogecoin Shiba Inu. Dia membeli layanan mikroblog dan jejaring sosial seharga US$ 44 miliar tahun lalu dan baru-baru ini mengganti namanya menjadi X.

    Ketertarikannya terhadap teknologi blockchain bukan hal baru, karena sebelumnya ia telah menunjukkan dukungannya terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selain itu, Musk juga mengungkapkan bahwa ia memiliki sejumlah Bitcoin dan Dogecoin yang ditujukan sebagai hadiah untuk anak-anaknya.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Friend.tech, Platform Media Sosial Bisa Buat Tokenisasi Pribadi

    Friend.tech menjadi salah satu terobosan dari platform media sosial yang terdesentralisasi dan menawarkan peluang baru dalam memonetisasi. Friend.tech diklaim menjadi tren platform media sosial utama berikutnya yang memikat pikiran para inovator dengan modelnya yang menarik.

    Apa Itu Friend.tech?

    Friend.tech merupakan aplikasi yang dibangun di atas basis blockchain layer-2 Base, mengenalkan konsep tokenisasi dan perdagangan “saham” pribadi. Dengan kemampuan untuk membeli dan menjual saham teman dan influencer, pengguna tidak hanya dapat membangun portofolio unik, tetapi juga meraih akses eksklusif ke obrolan pribadi dengan tokoh-tokoh yang mereka miliki sahamnya.

    Sekilas, fungsi penting dari Friend Tech memiliki kemiripan dengan platform yang sudah dikenal seperti grup WeChat atau grup Telegram. Namun, faktor pembedanya terletak pada proses organik untuk masuk dan keluar dari obrolan grup, sebuah fitur yang mendefinisikan inti dari Friend Tech.

    Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan grup tertentu, mendapatkan bagian dari grup yang dipilih dengan membayar harga dasar. Jumlah dasar ini berfungsi sebagai biaya partisipasi. Jika nanti pengguna memutuskan untuk keluar dari grup, mereka dapat melikuidasi saham grup mereka.

    Menarik Perhatian

    Untuk memulai Friend.tech, pengguna harus memperoleh kode undangan dan menautkan akun Twitter mereka. Setelah memenuhi langkah-langkah awal ini, pengguna diharuskan untuk menyuntikkan minimal 0,01 Ethereum (ETH) ke Base, jaringan Layer-2 baru Coinbase. Injeksi kripto ini memberi pengguna akses ke aplikasi Friend Tech dan berbagai fiturnya.

    Sejak diluncurkan, Friend.tech telah melihat total volume 33,596 ether, atau sekitar US$ 55.5 juta, dalam 1,29 juta transaksi, menurut data analitik Dune dari Michael Silberling, seorang analis data di OP Labs.

    Dalam 24 jam terakhir, platform ini telah menghasilkan biaya US$ 1,42 juta dan pendapatan US$ 709.839, menjadikannya penghasil biaya dan pendapatan terbesar ketiga di seluruh kripto selama jangka waktu tersebut, hanya mengikuti blockchain Ethereum itu sendiri dan layanan staking Lido, menurut data DefiLlama.

    Ilustrasi tampilan Friend.tech. Sumber: Friend.tech.
    Ilustrasi tampilan Friend.tech. Sumber: Friend.tech.

    Baca juga: Pengenalan Travel Rule: Regulasi Transaksi Aset Kripto dalam Upaya Mengatasi Pencucian Uang

    Platform ini membebankan total biaya 10% per transaksi, dengan 5% diberikan kepada Friend.tech dan 5% lainnya diberikan kepada pemegang akun.

    Aplikasi ini dengan cepat diambil dan dipopulerkan oleh tokoh-tokoh “Crypto Twitter” seperti Frank DeGods dan gainzy222, influencer perdagangan RookieXBT, dan pemain NBA Grayson Allen, untuk beberapa nama.

    Inovasi di Balik Friend.tech

    Friend.tech memiliki dasar yang kuat dalam teknologi terdesentralisasi, yang diakomodasi melalui jaringan Base yang dikembangkan oleh Coinbase. Keberadaan jaringan ini memungkinkan transaksi cepat dan murah, menjembatani kesenjangan antara efisiensi transaksi konvensional dan kemungkinan baru dalam “trading sosial.”

    Namun terlepas dari daya tarik awal aplikasi yang signifikan, banyak orang yang skeptis tentang kelangsungannya karena kurangnya kebijakan privasi, persyaratan untuk menyetor Ethereum saat mendaftar, antarmuka yang dilaporkan lamban, dan peta jalan yang tidak jelas.

    Meskipun aplikasi memungkinkan mereka yang mendapat untung dari saham untuk diuangkan, ada sedikit kejelasan tentang langkah-langkah keamanan yang diterapkan, struktur likuiditas, dan aspek lain dari operasinya.

    Mekanisme Tokenisasi dan Perdagangan Saham

    Konsep inti di balik Friend.tech adalah tokenisasi saham pribadi. Pengguna dapat membeli saham dalam bentuk token dari teman-teman mereka, influencer, atau bahkan diri mereka sendiri. Ini menciptakan ekosistem di mana setiap pengguna memiliki peluang untuk membangun portofolio saham sosial yang unik. Dengan memiliki saham dalam seseorang, pengguna mendapatkan akses eksklusif ke obrolan pribadi dengan pemegang saham tersebut.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum yang dikaitkan dengan biaya Friend.tech. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Vitalik Buterin Transfer US$ 1 Juta dalam ETH ke Coinbase, Sinyal Apa?

    Friend.tech saat ini berada dalam tahap beta khusus undangan, tetapi hal ini belum menghentikan antusiasme komunitas kripto. Dengan kemampuan untuk menghadirkan konsep revolusioner dalam dunia sosial, platform ini telah menarik perhatian yang signifikan. Meskipun masih dalam tahap awal, potensi untuk mengubah paradigma interaksi sosial dan monetisasi tampaknya menarik minat banyak orang.

    Sebagai setiap inovasi baru, Friend.tech juga menghadapi pandangan kontroversial. Beberapa orang melihat platform ini sebagai langkah maju dalam mengubah bagaimana kita memandang interaksi sosial dan cara menghasilkan uang dari itu. Namun, ada juga ketidakpastian tentang keberlanjutan model bisnis ini dan pertimbangan etika terkait dengan mengukur nilai hubungan manusia dalam bentuk saham.

    Masa Depan Interaksi Sosial

    Friend.tech adalah bukti nyata bahwa teknologi blockchain dan konsep terdesentralisasi terus memicu inovasi di berbagai bidang. Dengan menghadirkan ide tokenisasi dan perdagangan saham pribadi ke dalam dunia media sosial, platform ini berpotensi mengubah dinamika interaksi manusia dalam skala global.

    Meskipun banyak pertanyaan dan pandangan yang beragam mengiringi kemunculannya, Friend.tech tetap menjadi contoh menarik tentang bagaimana teknologi dapat menggiring kita ke arah yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

    Platform media sosial, Mastodon telah melihat jumlah penggunanya membengkak setelah akuisisi Twitter oleh Elon Musk. Meskipun, Mastodon bekerja mirip dengan Twitter, sistemnya terdesentralisasi dan dikendalikan oleh otoritas tunggal.

    Pengaturan ini membuatnya sangat mirip dengan jaringan blockchain, menjadikannya pilihan ideal bagi para penggiat aset kripto, NFT, Web3 dan lainnya.

    Sejarah Mastodon

    Mastodon didirikan oleh programmer asal Jerman, Eugen Rochko, pada tahun 2017. Meskipun beroperasi mirip dengan Twitter, dengan tagar dan “toots”, ia memiliki fitur dasar unik yang membedakannya.

    Buah dari kerja keras selama enam tahun oleh Rochko, Mastodon lahir dari keinginannya untuk menciptakan ruang publik yang berada di luar kendali satu entitas. Pekerjaan itu mulai membuahkan hasil.

    Mastodon, media sosial desentralisasi mirip blockchain pesaing Twitter. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.
    Mastodon, media sosial desentralisasi mirip blockchain pesaing Twitter. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.

    Baca juga: Visa Luncurkan NFT Buat Penggemar Sepak Bola Piala Dunia 2022

    “Kami telah mencapai 1.028.362 pengguna aktif bulanan di seluruh jaringan hari ini,” kata Rochko dikutip Reuters. “Itu cukup keren.”

    Apa Itu Mastodon?

    Alih-alih beroperasi di bawah otoritas pusat, seperti media sosial pada umumnya, Mastodon secara efektif terdesentralisasi. Sementara Rochko berbasis di Jerman, Mastodon juga dikelola oleh sukarelawan lain yang menampung ribuan server di seluruh dunia.

    Pengguna kemudian membagikan posting dan link di server lokal mereka, yang dikenal sebagai “instance”, yang saling terhubung di seluruh jaringan global Mastodon.

    Pengaturan ini memungkinkan pengguna dengan otonomi yang lebih besar, seperti pilihan server, atau opsi untuk memulai server mereka sendiri. Tidak ada individu atau organisasi tunggal yang dapat membuat keputusan menyeluruh, atau mendikte bagaimana sistem beroperasi.

    Pertumbuhan Pengguna

    Rochko mengatakan perusahaan telah mencapai pengguna bulanan sebanyak 1.028.362 di seluruh jaringani, 1.124 server Mastodon baru sejak 27 Oktober dan 489.003 pengguna baru.

    Itu masih kecil dibandingkan dengan rival-rivalnya yang sudah mapan. Twitter melaporkan 238 juta pengguna aktif harian yang telah melihat iklan pada kuartal kedua 2022. Facebook mengatakan memiliki 1,98 miliar pengguna aktif harian pada kuartal ketiga.

    Mastodon, media sosial desentralisasi mirip blockchain pesaing Twitter. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.
    Mastodon, media sosial desentralisasi mirip blockchain pesaing Twitter. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.

    Baca juga: Asosiasi Ajak Masyarakat Kawal Rumusan Aset Kripto di RUU P2SK

    Sebelum Musk menyelesaikan akuisisi Twitter pada 27 Oktober lalu, pertumbuhan Mastodon rata-rata 60-80 pengguna baru per jam, menurut akun Pengguna Mastodon yang dikutip secara luas. Itu menunjukkan 3.568 pendaftaran baru dalam satu jam pada Senin pagi.

    Bakal Digemari Penggiat Kripto?

    Pendukung Mastodon mengatakan pendekatan terdesentralisasi membuatnya berbeda secara fundamental: Daripada pergi ke layanan terpusat yang disediakan Twitter, setiap pengguna dapat memilih penyedia mereka sendiri, atau bahkan menjalankan instance Mastodon mereka sendiri, sama seperti pengguna dapat mengirim email dari Gmail atau perusahaan, di mana akun yang disediakan atau menjalankan server email mereka sendiri.

    Beberapa atribut ini seharusnya terdengar familiar bagi mereka yang memiliki atau telah membaca tentang aset kripto dan teknologi blockchain. Salah satu ciri khas jaringan blockchain adalah infrastruktur terdesentralisasi mereka, juga untuk tujuan menghalangi dominasi terkonsentrasi.

    Meskipun hal ini dapat menjadikan Mastodon sebagai platform jejaring sosial pilihan bagi para penggiat kripto, Mastodon masih kekurangan fitur enkripsi yang memungkinkan transfer nilai yang mendasari aset kripto secara aman.

    Namun, jika lebih banyak penggemar blockchain akhirnya bermigrasi ke platform, itu dapat menyebabkan panggilan untuk integrasi teknologi inovatif.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Heboh! Ribuan Orang Diduga Sengaja Tak Bayar Pinjol, Diajari dari Medsos


    Jakarta

    Tren masyarakat yang sengaja untuk gagal bayar (galbay) utang fintech peer-to-peer lending (P2P) atau pinjaman online (pinjol) kembali menjamur di tengah masyarakat. Ribuan orang diduga sengaja mengikuti tren ini dan menghindari kewajiban pembayaran utang.

    Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan (AFPI) Entjik S Djafar mengatakan fenomena ini muncul karena ada kelompok-kelompok tertentu yang secara sengaja mendorong masyarakat untuk tidak membayar utang pinjol di media sosial, termasuk bagaimana cara menghindari pembayaran pinjaman tersebut.

    “Jadi ada kelompok gagal bayar itu ada di Youtube, Instagram, Facebook, dan lain-lain di sosial media. Bahkan di TikTok juga ada. Nah, ini sangat mengganggu kita dan sangat merugikan tentunya, merugikan industri kami,” kata Entjik kepada detikcom, Senin (16/6/2025).


    Masalahnya dorongan untuk tidak membayar utang pinjol dari kelompok-kelompok ini ternyata cukup banyak diikuti masyarakat. Membuat ribuan orang diduga sengaja untuk tidak membayangkan utang mereka ke perusahaan pemberi pinjaman.

    “Ada, akhirnya banyak. Bukan ada lagi, banyak. Karena kalau kita lihat di Facebook, member mereka itu ribuan, bahkan ratusan ribuan yang menjadi member di sosial media itu, baik Instagram maupun Facebook dan beberapa sosial media yang lain. Jadi ada beberapa,” ucapnya.

    Parahnya lagi dorongan ini tidak hanya membuat sejumlah oknum sengaja untuk melakukan pinjaman online kemudian tak dibayarkan, namun juga membuat orang yang sudah memiliki utang ikut sengaja melakukan gagal bayar.

    “Yang lebih banyak lagi sebenarnya bukan sengaja pinjam. Memang sudah pinjam, tetapi sengaja tidak mau bayar,” terangnya.

    Menurut Entjik, kondisi masyarakat yang sengaja untuk tidak membayangkan utang mereka itu semakin terlihat saat pemberi pinjaman melakukan penagihan. Sebab tak sedikit di antara para peminjam dana online ini yang mengikuti cara-cara menghindari pembayaran sesuai ajakan kelompok-kelompok tersebut dari media sosial.

    “Memang kelihatannya waktu kita tagih, apa yang ajakan dari mereka (kelompok gagal bayar) itu mereka (peminjam) lakukan. Yaitu salah satunya ganti nomor, nomor yang nggak aktif. Menghindar, kalau ditelepon langsung di-block. Itu kan salah satu ajakan dari mereka,” jelas Entjik.

    Simak juga Video: Utang Pinjol Warga +62 Tembus Angka Rp 80 T!

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Heboh Ribuan Orang Diduga Sengaja Ogah Bayar Utang Pinjol


    Jakarta

    Fenomena masyarakat sengaja gagal bayar (galbay) utang fintech peer-to-peer lending (P2P) atau pinjaman online (pinjol) kembali menjamur imbas ajakan dari sejumlah kelompok di media sosial. Diperkirakan ribuan orang diduga sengaja mengikuti tren ini dan menghindari kewajiban pembayaran utang mereka.

    Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan (AFPI) Entjik S Djafar mengatakan kelompok-kelompok yang kerap mengajak masyarakat untuk galbay ini banyak tersebar di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, hingga X dan TikTok. Parahnya kelompok ini diikuti oleh ribuan bahkan ada yang ratusan ribu orang.

    “Jadi ada kelompok gagal bayar itu ada di Youtube, Instagram, Facebook, dan lain-lain di sosial media. Bahkan di TikTok juga ada. Nah, ini sangat mengganggu kita dan sangat merugikan tentunya, merugikan industri kami,” kata Entjik kepada detikcom, Senin (16/6/2025).


    Masalahnya dorongan untuk tidak membayar utang pinjol dari kelompok-kelompok ini ternyata cukup banyak diikuti masyarakat. Membuat ribuan orang diduga sengaja untuk tidak membayangkan utang mereka ke perusahaan pemberi pinjaman.

    “Ada, akhirnya banyak. Bukan ada lagi, banyak. Karena kalau kita lihat di Facebook, member mereka itu ribuan, bahkan ratusan ribuan yang menjadi member di sosial media itu, baik Instagram maupun Facebook dan beberapa sosial media yang lain. Jadi ada beberapa,” ucapnya.

    Parahnya lagi dorongan ini tidak hanya membuat sejumlah oknum sengaja untuk melakukan pinjaman online kemudian tak dibayarkan, namun juga membuat orang yang sudah memiliki utang ikut sengaja melakukan gagal bayar.

    “Yang lebih banyak lagi sebenarnya bukan sengaja pinjam. Memang sudah pinjam, tetapi sengaja tidak mau bayar,” terangnya.

    Menurut Entjik, kondisi masyarakat yang sengaja untuk tidak membayangkan utang mereka itu semakin terlihat saat pemberi pinjaman melakukan penagihan. Sebab tak sedikit di antara para peminjam dana online ini yang mengikuti cara-cara menghindari pembayaran sesuai ajakan kelompok-kelompok tersebut dari media sosial.

    “Memang kelihatannya waktu kita tagih, apa yang ajakan dari mereka (kelompok gagal bayar) itu mereka (peminjam) lakukan. Yaitu salah satunya ganti nomor, nomor yang nggak aktif. Menghindar, kalau ditelepon langsung di-block. Itu kan salah satu ajakan dari mereka,” jelas Entjik.

    Lebih lanjut ia mengatakan imbas ajakan untuk galbay utang pinjol di berbagai akun dan kelompok media sosial ini, para pengusaha fintech peer-to-peer lending banyak mengalami kerugian. Utamanya dari segi finansial hingga meningkatkan angka kredit macet (Non Performing Loan/NPL).

    “Kerugiannya pasti banyak mengakibatkan kredit macet yang naik. Secara riil sih belum kita hitung. Bukan nggak ada, belum kita hitung. Tetapi gede, pasti gede,” ucapnya.

    Sayang, ia mengaku tidak memiliki data yang akurat terkait jumlah kerugian secara finansial imbas ajakan-ajakan galbay di media sosial itu karena sangat sulit untuk memisahkan mana peminjam yang sengaja untuk tidak bayar utang atau peminjam yang memang belum bisa membayar utang.

    “Jadi memang kan di kategori daripada peminjam itu kan ada yang memang tidak punya duit, akhirnya tidak mau bayar. Tetapi ada beberapa yang memang punya duit tetapi tidak mau bayar. Itu yang masalah dan menurut saya yang merusak mental daripada masyarakat Republik ini,” terang Entjik.

    Tidak sanggup menghadapi kelompok-kelompok ini, Entjik mengatakan pihaknya akan menempuh langkah hukum terhadap penyebar ajakan galbay tersebut. Sebab ajakan hingga cara-cara menghindari pembayaran utang pinjol yang disampaikan kelompok ini sangatlah merugikan industri fintech.

    “Ini kan nggak benar ya, mengajak orang untuk hal-hal yang tidak benar itu bisa pidana. Kami akan melakukan aksi ke jalur hukum,” katanya.

    “Jadi kita pasti rugi akibat ajaran-ajaran, ajakan daripada beberapa oknum ini. Jadi beberapa ajakan daripada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Nah ini kita akan proses secara hukum,” tegas Entjik lagi.

    Simak juga Video: Utang Pinjol Warga +62 Tembus Angka Rp 80 T!

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • 6 Cara Jual Rumah biar Cepat Laku



    Jakarta

    Menjual rumah memang susah-susah gampang dan harus penuh kesabaran. Ada yang harus menunggu hingga berbulan-bulan bahkan hingga tahunan sampai rumah laku.

    Meski begitu, bukan berarti tak ada usaha yang perlu dilakukan agar rumah benar-benar laku. Setidaknya, ada cara-cara yang bisa ditempuh agar rumah laku.

    Dikutip dari Lifepal, berikut tips jual rumah biar cepat laku:


    1. Renovasi dulu baru pasang iklan

    Beberapa kondisi rumah seperti tembok yang lumutan atau atap bocor bisa menurunkan nilai jual rumah tersebut. Ngnggak mau rumahmu dihargai dengan harga yang ngnggak wajar karena kan? Kalau kondisi sudah seperti ini, jangan lupa lakukan renovasi di beberapa bagian yang rusak.

    Siapa sih yang tergiur sama kondisi rumah yang baik dan bagus? Itulah pentingnya renovasi rumah sebelum dipasarkan. Jadi, setidaknya saat ditanya pembeli kamu bisa jawab kalau kondisi rumahnya baik-baik saja.

    2. Cek harga tanah di sekitar wilayah rumahmu

    Untuk menentukan harga rumah yang dijual, jangan lupa untuk mengecek harga tanah di sekitar rumah kamu. Sebab, dengan mengetahui harga tanah pasaran di sekitarmu, kamu bisa mematok harga yang wajar ketika menjualnya.

    Cara untuk mengetahui harga tanah di sekitar rumah kamu adalah dengan melakukan riset melalui situs-situs pencarian properti di Indonesia. Selanjutnya, hitunglah perkiraan harga luas bangunan di rumah yang dijual untuk menemukan berapa harga tanah dan bangunan tersebut. Hasil dari penjumlahan harga itu nantinya akan menjadi valuasi harga rumahmu saat ini.

    Selain itu, periksalah Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP di kawasan sekitar rumahmu di dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang setiap tahun diterima. Di sana tertera informasi mengenai NJOP, baik tanah maupun bangunan.

    Umumnya rumah dijual seharga dua atau tiga kali lipat di atas NJOP. Beda lagi kalau letak rumah yang dijual termasuk strategis, harganya bisa berkali kali lipat. Cara di atas bisa kamu lakukan untuk menghindari kerugian.

    3. Manfaatkan situs jual beli

    Nggak afdol kalau kamu nggak memanfaatkan internet untuk pasang iklan situs jual beli.

    Trik agar jualan kamu laku adalah dengan menampilkan foto yang representatif dan memanfaatkan fitur advertise agar iklan rumahmu muncul di halaman pertama. Kamu harus membayar kalau mau pakai fitur ini.

    Disarankan untuk tetap pasang iklan dan lihat bagaimana reaksi dan antusias calon pembeli. Sediakan waktu kalau ada calon pembeli yang bertanya dan mau melakukan cek fisik.

    4. Pasang iklan di media sosial

    Media sosial, khususnya Instagram, terbilang efektif untuk memasang iklan jual rumah. Unggahlah foto-foto rumah yang kamu jual beserta informasinya. Jangan lupa untuk di-boost dan targetkan siapa yang bakal melihat unggahan ini.

    Untuk bisa melakukan ini, profil akun kamu diubah terlebih dahulu ke profil bisnis. Dengan demikian, otomatis kamu nggak lagi bisa mennggaktifkan mode private di Instagram di mana semua bisa menstalking akun kamu tanpa harus melakukan request.

    Nggak usah takut kalau memang akun kamu bakal sering dikepoin. Siapa tahu malah mereka mau beli. Selain Instagram, ada juga YouTube. Caranya dengan membuat video slideshow rumah yang akan dijual.

    5. Ketahui waktu yang tepat ketika mennggaktifkan fitur advertise

    nggak ada salahnya kalau kamu sudah memasang iklan di situs jual beli dan media sosial, yang penting jangan terlalu cepat mennggaktifkan fitur advertise. Sebaiknya telusuri dulu apakah ini memang waktu yang tepat atau tidak, bagaimana caranya?

    Pahamilah kalau transaksi rumah itu padat. Kalau Suku Bunga BI naik, maka harga rumah pun ikut naik. Intinya ketika perekonomian bergairan, transaksi beli rumah pun bakal lumayan ramai.

    6. Manfaatkan agen properti untuk jual rumah

    Pakai jasa agen properti juga bisa dijadikan alternatif menjual rumah agar cepat laku. Cara ini biasanya dilakukan bagi mereka yang nggak sempat dan nggak punya waktu untuk jual rumahnya sendiri. Jangan sembarangan ya pilih agen properti. Pilihlah yang sudah punya riwayat bagus dan no tipu tipu. Kalau sudah terjual, berikan komisi untuk si agen tadi.

    Berapa komisi yang diberikan? Biasanya mereka mendapatkan 2,5 persen dari total harga jual rumah. Disarankan bernegosiasi dengan di broker untuk menentukan besaran komisinya. Komisi 2,5 sudah termasuk cukup dan adil. Jangan sampai kekecilan dan kegedean.

    Jual rumah memang bukan perkara mudah. Calon pembeli nggak bisa diprediksi kapan datangnya. Kamu harus sabar karena kadang calon pembeli baru muncul setelah sekian lama kamu jual rumah.

    Usut punya usut, menjual rumah juga harus dilihat kapan waktunya. Bukan tanpa alasan, ada waktu di mana minat pembeli sepi, jadi susah deh buat masarin rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghindari Penipuan Beasiswa Palsu di Media Sosial


    Jakarta

    Mimpi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi melalui beasiswa pada masa kini menjadi suatu hal yang mudah tetapi susah. Mengapa?

    Pada dasarnya begitu banyak peluang untuk melamar beasiswa. Mengingat sekarang sudah informasi beasiswa bisa ditemukan dengan mudah, termasuk lewat media sosial.

    Namun, begitu banyak pula penipuan yang dilakukan oknum-oknum mengatasnamakan sebuah beasiswa. Penipu beasiswa sering kali mengincar mahasiswa yang sangat menginginkan bantuan keuangan.


    Mereka tak ragu memberikan janji-janji yang biasanya terdengar sangat meyakinkan untuk menjadi nyata. Berbagai praktik penipu beasiswa pada dasarnya bisa dihindari lo detikers.

    Dikutip dari laman Tiffin University dan Kansas State University, berikut informasinya.

    Tips Menghindari Penipuan Beasiswa Palsu

    Dengan mengetahui cara menghindari penipuan beasiswa, detikers bisa menghemat waktu, uang dan risiko lainnya. Adapun tipsnya yakni:

    1. Lewat Sumber Terpercaya

    Pastikan sumber informasi dari mana beasiswa itu didapatkan. Bila melalui media sosial, pastikan lembaga yang memberinya sudah terverifikasi dan memiliki rekam jejak yang baik.

    Jangan ragu minta bantuan ke bagian administrasi sekolah/kampus untuk mencari tahu apakah benar ada beasiswa tersebut. Pencarian informasi juga bisa melalui website yang memiliki basis data dengan reputasi baik, seperti Fastweb, Scholarship.com, dan College Board.

    2. Riset

    Jika suatu beasiswa tampak mencurigakan, carilah ulasan atau peringatan penipuan di internet mengenai bantuan tersebut.

    3. Jangan Pernah Keluarkan Uang!

    Jangan pernah membayar untuk mencari informasi atau mendaftar sebuah beasiswa. Informasi beasiswa seharusnya gratis dan dapat diakses oleh semua siswa.

    4. Verifikasi Organisasi

    Carilah situs web profesional terkait organisasi/lembaga yang mengeluarkan beasiswa tersebut. Sebelum mendaftar calon awardee perlu mengetahui segala informasi kontak yang sah hingga riwayat penerima sebelumnya.

    5. Bermain Logika

    Jika suatu informasi terasa aneh atau terlalu bagus menjadi kenyataan, kamu perlu mengeceknya berkali-kali. Gunakan akal sehat dan percayalah pada instingmu!

    Tanda Penipuan Beasiswa Palsu

    Penipuan beasiswa cenderung memiliki karakteristik atau tanda yang sama. Berikut daftarnya menurut Kansas State University, Amerika Serikat:

    1. Punya Biaya Pendaftaran

    Waspadalah bila beasiswa meminta biaya pendaftaran, meski murah. Sebagian besar sponsor beasiswa yang sah tidak mensyaratkan biaya pendaftaran.

    2. Biaya Lainnya

    Satu kata kunci yang perlu diingat adalah beasiswa tidak mengharuskan penerima mengeluarkan biaya sepeserpun. Jika detikers harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan informasi, mengajukan beasiswa, itu bisa dipastikan penipuan.

    3. Dijamin Dapat Beasiswa

    Tidak ada sponsor beasiswa sah yang akan menjamin seseorang mendapatkan bantuan. Waspada juga bila detikers dijamin menerima jumlah bantuan keuangan yang minimum.

    Biasanya jaminan tersebut adalah program bantuan mahasiswa federal atau program pinjaman mahasiswa swasta. Tanpa perlu beasiswa, jaminan itu biasanya bisa diikuti semua orang.

    4. Permintaan Informasi Pribadi Berlebihan

    Jika ketika mendaftar detikers diminta memasukan nomor rekening bank, nomor kartu kredit, nomor jaminan sosial, dan dokumen lain yang tidak biasa, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Data itu memungkinkan penipu mengetahui nama bank untuk menarik uang dari rekeningmu.

    5. Beasiswa Tidak Untuk Semua Orang

    Sponsor beasiswa tidak akan memberikan bantuan kepada siswa hanya karena mereka hidup dan bernapas. Tetapi ada berbagai ketentuan yang harus dipenuhi dan sesuai dengan tujuan beasiswa.

    6. Peluang yang Tidak Diminta

    Sebagian besar sponsor beasiswa hanya akan menghubung awardee untuk meminta tanggapan atas pertanyaan sebelumnya. Jika detikers belum pernah mendengar organisasi atau lembaga penyelenggara beasiswa, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

    7. Kesalahan Pengetikan dan Ejaan

    Jika materi lamaran atau website remi mengandung kesalahan pengetikan dan ejaan, atau tidak memiliki tampilan yang profesional, bisa jadi itu penipuan.

    8. Tekanan Waktu

    Jika detikers harus merespons dengan cepat dan tidak mendengar hasilnya selama beberapa bulan, itu adalah penipuan. Penipu mungkin mengatakan bahwa hibah akan diberikan kepada mereka yang datang pertama.

    Hal ini membuat penipu mendesak awardee untuk bertindak cepat. Termasuk memberikan sejumlah uang, dan ingat bila beasiswa tidak meminta uang dari awardee.

    9. Pemberitahuan Melalui Telepon

    Pengumuman beasiswa akan dilakukan secara tertulis melalui surat atau website, bukan telepon. Jika sponsor menelpon dan memberi selamat, mereka akan menindaklanjuti dengan surat melalui pos.

    Jika panggilan telepon itu berujung meminta uang, jangan ragu untuk tutup telepon tersebut.

    10. Tingkat Lolos Beasiswa Tinggi

    Seluruh pendaftar beasiswa memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan bantuan. Jika lembaga mengklaim tingkat keberhasilan tinggi, mereka mungkin menghitung jumlah klien yang berhasil mendapatkan beasiswa dalam basis data.

    Bukan sejumlah awardee yang menerima uang. Apabila detikers mendengar rayuan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar sebuah penipuan.

    Demikianlah tips untuk menghindari penipuan beasiswa palsu di media sosial. Semoga bermanfaat detikers!

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Boncos dan Kecewa, Kenali Red Flag Sebelum Berinvestasi!


    Jakarta

    Tawaran investasi saat ini sangat beragam. Mulai dari saham sampai emas. Tapi dalam berinvestasi juga harus waspada.

    detikers juga harus mengenali ciri-ciri investasi red flag yang berpotensi menimbulkan kerugian.

    Dikutip dari Instagram resmi OJK disebutkan banyak penawaran investasi di media sosial yang menjanjikan keuntungan dalam jumlah besar tapi waktunya singkat.


    Tawaran-tawaran ini sangat menggoda calon investor. Pasalnya mereka juga menawarkan dengan sangat meyakinkan. Apalagi jika yang menyampaikan adalah orang yang punya followers jutaan.

    OJK dalam unggahannya menjelaskan, sebelum berinvestasi harus memperhatikan ciri-ciri investasi red flag, antara lain:

    • Janji memberikan untung besar dalam waktu singkat
    • Risikonya tidak jelas
    • Ajakan berasal dari seseorang yang tidak memiliki kompetensi yang jelas soal investasi
    • Menjanjikan bonus jika mengajak orang lain berinvestasi
    • Produk yang disampaikan tidak terdaftar dan tidak berizin OJK

    “Kalau ada salah satunya, mending mundur dulu daripada kecewa,” tulis OJK, dikutip Minggu (22/6/2025).

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya