Tag: medical news today

  • Pasutri Catat, Lakukan 4 Hal Ini Usai Bercinta Agar Hubungan Makin Mesra

    Jakarta

    Beristirahat atau tidur usai bercinta adalah hal yang dilakukan oleh banyak orang. Namun, memanfaatkan waktu setelah berhubungan intim untuk melakukan aktivitas bersama ternyata dapat memberikan dampak positif pada hubungan.

    Dikutip dari Medical News Today, “Sexual aftercare” atau kegiatan yang dilakukan usai berhubungan intim dapat membantu memperkuat ikatan seseorang dengan pasangan seksualnya.

    Setelah melakukan aktivitas seksual apapun, seseorang mungkin merasa frustasi atau terpisah dari pasangannya. Sexual aftercare bertujuan untuk memastikan setiap orang yang terlibat dalam aktivitas seksual merasa aman dan dihargai.


    Berbagi waktu intim nonseksual bersama dapat membantu seseorang terhubung kembali dengan pasangannya. Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengungkapkan hal-hal yang mungkin biasanya tidak dibicarakan.

    Sebuah studi pada 2014 juga menunjukkan perilaku kasih sayang setelah berhubungan seks dikaitkan dengan kepuasan seksual dan hubungan yang lebih tinggi.

    Lantas, apa saja aktivitas pasca bercinta yang dapat dilakukan untuk membuat pasangan makin sayang? Berikut ulasannya.

    1. Berpelukan

    Cuddling, yang dalam bahasa Indonesia berarti berpelukan atau kelonan, kerap menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan banyak pasangan usai bercinta. Ternyata, cuddling memiliki manfaat yang besar dalam meningkatkan ikatan antara pasangan.

    Sebuah studi pada 2019 menemukan orang menikah yang lebih sering berpelukan melaporkan tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi. Berpelukan setelah berhubungan seks dapat membantu seseorang merasa lebih dekat dengan pasangannya.

    Hal ini juga membantu mereka merasa aman dan rileks.

    2. Berkomunikasi

    Penelitian pada 2018 meneliti jumlah pria yang merasakan disforia pasca-koitus (post-coital dysphoria/PCD). PCD terjadi saat seseorang merasa ingin menangis, sedih, atau mudah tersinggung setelah berhubungan intim.

    Para peneliti menemukan 41 persen pria yang disurvei pernah mengalami PCD di beberapa titik dalam hidup mereka, dan 3-4 persen masih mengalami PCD secara teratur.

    Berkomunikasi setelah berhubungan seks dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi PCD. Sebuah studi pada 2016 menemukan individu mengalami perbaikan suasana hati dan peningkatan keintiman saat mendiskusikan perasaannya setelah berhubungan seks.

    3. Mandi atau Berendam Bersama

    Menghabiskan waktu dengan mandi bersama bisa menjadi pengalaman yang sangat intim bagi pasangan. Sebagian orang mungkin menikmati bertelanjang bersama pasangannya dalam situasi nonseksual.

    Selain memperkuat ikatan, membersihkan diri setelah berhubungan intim dapat membantu mencegah risiko infeksi penyakit menular seksual.

    4. Bersantai Bersama

    Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk melepas lelah usai bercinta, misalnya:

    • Menonton film atau acara televisi
    • Makan camilan atau minum minuman
    • Bermain game bersama
    • Menghabiskan waktu nonseksual bersama dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ramai soal Seks Tahan 2 Menit, Berapa Lama Sih Waktu Ideal Bercinta?


    Jakarta

    Salah satu pengguna media sosial X menyebut bahwa hubungan seks yang ideal menurutnya cukup dua menit. Hal ini memunculkan pro dan kontra, banyak yang setuju, tetapi tidak sedikit pula yang tidak sepakat.

    “Kalau (seks) dua menit cukup, kenapa lama-lama? It’s not a sport bro,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom pada (9/11/2-24).

    Lantas, berapa sih waktu ideal dalam bercinta?


    Dikutip dari Medical News Today, sebuah penelitian pada 2008 yang melibatkan terapis seks di Amerika Serikat dan Kanada menemukan fakta terkait durasi seks.

    • Kurang dari 3 menit, memerlukan pemeriksaan klinis
    • 3-7 menit: tergolong cukup
    • 7-13 menit: kategori waktu yang banyak diinginkan pasangan
    • 10-30 menit: tergolong terlalu lama

    Namun, sebuah studi pada 2020 menilai waktu untuk orgasme pada wanita rata-rata 13,41 menit.

    Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Seksual?

    Dikutip dari Vinmec, para peneliti menyimpulkan bahwa berhubungan seks di pagi hari atau pada hari ovulasi memiliki manfaat kesehatan dengan melepaskan endorfin yang menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres, membantu untuk memiliki hari yang lebih baik.

    Waktu terbaik untuk berhubungan seks adalah pukul 3 sore karena saat itulah pria dan wanita paling sinkron. Pria mungkin berada dalam kondisi fisik terbaiknya pada dini hingga pertengahan pagi (karena peningkatan testosteron) tetapi mereka mencapai kadar estrogen tertinggi pada sore hari, yang membuat mereka lebih selaras secara emosional dengan pasangannya. Wanita juga memiliki kadar kortisol tertinggi pada saat itu, yang meningkatkan energi dan kewaspadaan.

    Selain itu, pagi hari juga menjadi waktu yang tepat untuk bercinta. Sebuah studi terhadap 1.000 orang yang dilakukan oleh Forza Supplements menemukan bahwa waktu terbaik untuk berhubungan seks adalah sekitar pukul 7:30 pagi, sekitar 45 menit setelah bangun tidur.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Minuman yang Bikin Libido Suami saat Bercinta Makin ‘Jos’

    Jakarta

    Seks menjadi salah satu ‘bumbu’ penting menjaga keharmonisan hubungan suami-istri. Namun, terkadang pria dan wanita bisa kehilangan libido atau gairah untuk bercinta.

    Hal ini sebenarnya normal dan bisa terjadi pada siapa saja. Penurunan libido dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti pertambahan usia, gaya hidup tidak sehat, hingga kondisi medis tertentu.

    Kendati demikian, ada baiknya libido rendah segera diatasi. Jika terjadi terus-menerus, hal ini tak hanya memengaruhi hubungan dengan pasangan, tetapi juga kesehatan.


    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan libido secara alami. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman tertentu yang bisa menambah libido dan meningkatkan fungsi seksual.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar minuman untuk meningkatkan libido yang bisa dicoba.

    1. Kopi

    Kopi lebih dari sekadar minuman penghilang kantuk. Dikutip dari Healthshots, kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan libido baik pada pria maupun wanita.

    Studi yang dilakukan pada 2015 oleh University of Texas Health Science Center at Houston menunjukkan pria yang mengonsumsi kopi setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena disfungsi ereksi.

    2. Minuman Coklat

    Tak hanya lezat, minuman coklat juga punya khasiat untuk meningkatkan gairah seks. Dikutip dari Healthshots, coklat dapat mendorong pelepasan hormon serotonin yang memiliki efek mirip afrodisiak, sehingga meningkatkan hasrat terhadap aktivitas seksual.

    Serotonin juga membantu mengatur aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk alat vital. Bagi pria, hal ini dapat membantu penis lebih mudah mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

    3. Teh Hijau

    Teh hijau dikenal sebagai minuman yang punya banyak khasiat untuk kesehatan. Nah, salah satu manfaat teh hijau juga bisa membantu mendongkrak libido loh.

    Dikutip dari Healthshots, teh hijau mengandung antioksidan dalam bentuk katekin. Katekin telah terbukti dapat membantu melancarkan aliran darah, termasuk ke organ seksual, yang kemudian berkontribusi dalam meningkatkan gairah seks.

    4. Jus Delima

    Manfaat jus delima untuk meningkatkan libido telah lama diteliti pada ilmuwan. Dikutip dari Healthshots, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Beverly Hills Clinic di Amerika Serikat menunjukkan jus delima dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, termasuk yang menuju organ seksual. Inilah yang dipercaya berkontribusi dalam meningkatkan libido.

    5. Banana Shake

    Selain menambah energi, banana shake juga memiliki khasiat untuk mendongkrak libido. Dikutip dari Healthshots, para peneliti menemukan enzim bromelain yang ada pada pisang dapat membantu meningkatkan jumlah hormon testosteron. Peningkatan testosteron dapat turut mendongkrak libido atau gairah seksual pada pria.

    6. Jus Semangka

    Tak hanya menyegarkan, jus semangka juga punya manfaat pendongkrak libido yang sayang untuk dilewatkan. Dikutip dari Medical News Today, semangka mengandung asam amino bernama sitrulin. Sitrulin dapat membantu meningkatkan aliran darah ke organ seksual, sehingga mempermudah pria mencapai dan mempertahankan ereksi.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Pelumas Alami yang Aman untuk Bercinta, Tak Bikin Alat Vital Iritasi

    Jakarta

    Pelumas atau lubricant adalah salah satu alat bantu seks yang cukup umum digunakan. Biasanya, pelumas seks digunakan untuk melancarkan pergerakan penis saat penetrasi, sehingga tidak menimbulkan iritasi.

    Pelumas seks umumnya berbentuk gel atau cairan. Pelumas seks terbagi menjadi tiga kategoru berdasarkan bahan dasarnya, yaitu:

    Pelumas berbahan dasar air


    Jenis pelumas ini paling tidak menimbulkan iritasi, tetapi cenderung cepat kering.

    Pelumas berbahan dasar silikon

    Lebih tahan lama dibandingkan pelumas berbahan dasar air dan bisa digunakan dengan hampir semua jenis kondom.

    Pelumas berbahan dasar minyak

    Jenis pelumas ini paling tahan lama, tetapi bisa merusak lateks kondom dan membuatnya rusak/bocor.

    Ada banyak jenis pelumas seks yang tersedia di pasaran. Kendati demikian, ada pasangan yang mungkin lebih suka menggunakan bahan alami, atau sesuatu yang ada di rumah.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai alternatif pelumas seks.

    1. Minyak kelapa virgin

    Dikutip dari Medical News Today, minyak kelapa virgin memiliki efek antiperadangan dan melembapkan. Minyak kelapa juga memiliki rasa dan aroma yang nikmat, sehingga kerap digunakan sebagai pelumas saat seks oral.

    Karena berbahan dasar minyak, minyak kelapa virgin sebaiknya tidak digunakan bersama kondom karena bisa merusak lateks kondom dan membuatnya bocor.

    2. Aloe vera

    Aloe vera atau lidah buaya berbahan dasar air dan dapat menghidrasi kulit serta mengurangi iritasi. Kekentalannya juga membuat lidah buaya cocok dijadikan sebagai alternatif pelumas seks yang lebih alami.

    Namun bagi pasangan yang menggunakan produk aloe vera, sebaiknya periksa komposisinya terlebih dahulu. Pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang bisa mengiritasi alat vital, seperti alkohol.

    3. Minyak zaitun

    Selain minyak kelapa, minyak zaitun juga dapat digunakan sebagai pelumas seks alami.

    Perlu diketahui, kulit tidak bisa dengan mudah menyerap minyak zaitun. Akibatnya, minyak bisa menyumbat pori-pori dan berujung infeksi. Jika menggunakan minyak zaitu sebagai pelumas seks alami, jangan lupa mencuci kulit dan alat vital hingga bersih setelah berhubungan intim.

    4. Minyak sayur

    Seperti halnya minyak zaitun, minyak sayur juga bisa dijadikan alternatif pelumas seks. Dikutip dari Oprah Daily, seksolog klinis dari Royal Intimacy, Caitlin V, MPH mengatakan minyak sayur sebaiknya digunakan sebagai pelumas eksternal untuk vagina.

    Sama seperti produk berbahan dasar minyak lain, minyak sayur dapat merusak lateks pada kondom. Jadi sebaiknya hindari penggunaan keduanya secara bersamaan.

    Bahan Alami yang Harus Dihindari

    Memilih bahan alami sebagai pengganti pelumas seks tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa bahan yang justru bisa memicu iritasi dan infeksi.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut bahan-bahan yang sebaiknya tidak digunakan sebagai pelumas untuk bercinta:

    • Bahan yang berasal dari hewan, seperti yogurt, minyak ikan, dan putih telur
    • Krim atau lotion
    • Minyak bayi
    • Petroleum jelly
    • Air liur
    • Bahan yang mengandung gula

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Hal Sepele yang Tak Disadari Bikin Libido Suami Auto ‘Ngedrop’

    Jakarta

    Libido rendah sering menyebabkan hilangnya rasa percaya diri di ranjang. Terkadang, penyebab libido rendah sulit diidentifikasi sehingga penanganannya kurang tepat.

    Dikutip dari Medical News Today, libido atau gairah seks adalah dorongan untuk melakukan aktivitas seksual. Seseorang dikatakan memiliki libido rendah ketika minatnya terhadap hal-hal yang berbau seksual berkurang dari biasanya.

    Ada sejumlah hal yang dapat menyebabkan libido menurun. Beberapa di antaranya pun terkesan sepele, sehingga kerap terabaikan.


    Dikutip dari Livestrong, berikut sederet faktor yang bisa menyebabkan penurunan libido.

    1. Stres

    Jika afrodisiak dapat membangkitkan gairah bercinta, stres justru bisa ‘membunuhnya’. Stres dapat membuat pasangan sulit berkonsentrasi saat melakukan aktivitas di ranjang.

    Tak hanya itu, stres juga bisa menguras energi tubuh. Stres yang terjadi secara terus menerus dapat memengaruhi kadar hormon, yang kemudian berujung pada penurunan libido.

    Jika stres menjadi penyebab libido turun, cobalah mencari hal yang dapat membantu menurunkan stres. Beberapa orang menghilangkan stres dengan berolahraga, meditasi, yoga, terapi, atau melakukan perawatan tubuh.

    2. Kurang Tidur

    Meski terkesan sepele, kurang tidur bisa berdampak besar terhadap gairah seks.

    Pakar obstetri dan ginekologi Allison K Rodgers, MD menjelaskan kurang tidur dapat membuat tubuh kekurangan energi dan memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan.

    “Tubuh Anda butuh tidur yang cukup untuk bisa berfungsi dengan baik, dan ketika Anda kelelahan, mengerahkan energi dan otak untuk seks bukan menjadi prioritas bagi tubuh Anda,” ujarnya.

    Usahakan untuk tidur sedikitnya 7-8 jam setiap malam. Jika sulit tidur, cobalah melakukan langkah-langkah berikut:

    • Kurangi pencahayaan atau matikan lampu di kamar tidur
    • Hindari penggunaan gadget dua jam sebelum tidur
    • Hindari konsumsi kafein menjelang waktu tidur
    • Berolahraga di siang hari

    3. Kurang Berolahraga

    Tingkat aktivitas fisik yang rendah juga dapat menyebabkan libido menurun. Rodgers mengatakan olahraga dapat meningkatkan endorfin alami di dalam tubuh yang menunjang libido dan kesehatan secara keseluruhan.

    Selain itu, olahraga secara teratur meminimalisir risiko kondisi yang bisa memengaruhi tingkat libido, seeprti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

    4. Perubahan Hormon

    Sejumlah hormon dan neurotransmitter dalam tubuh, seperti testosteron, estrogen, dopamin, dan oksitosin memainkan peran penting dalam menjaga tingkat libido. Jika kadar hormon-hormon tersebut berubah, libido pun akan ikut terganggu.

    Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perubahan hormon antara lain:

    • Kehamilan
    • Postpartum dan menyusui
    • Perimenopause dan menopause

    5. Gejala Penyakit Tertentu

    Terkadang, libido rendah juga bisa menjadi pertanda penyakit tertentu. Rodgers mengatakan saat sakit, terutama karena penyakit serius, tubuh dan pikiran akan lebih fokus pada penyembuhan ketimbang hal-hal yang berhubungan dengan seks.

    Adapun sejumlah penyakit yang dapat memengaruhi tingkat libido di antaranya:

    • Kanker
    • Penyakit ginjal kronis
    • Diabetes
    • Nyeri kronis
    • Penyakit jantung
    • Rheumatoid arthritis
    • Penyakit menular seksual

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ukuran Mr. P Berdasarkan Tinggi Badan, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Ukuran penis merupakan topik yang sensitif bagi pria karena seringkali berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri. Konon wanita juga lebih menyukai pria yang memiliki ukuran Mr. P atau penis yang panjang, sehingga hal ini mempengaruhi pandangan pria terhadap dirinya.

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menentukan ukuran penis, salah satunya berdasarkan pada tinggi badan. Namun, benarkah demikian? Simak informasi lengkap mengenai ukuran Mr.P berdasarkan tinggi badan berikut ini.

    Ukuran Mr. P Berdasarkan Tinggi Badan, Benarkah?

    Banyak orang yang percaya bahwa ukuran Mr. P dapat ditentukan berdasarkan dengan tinggi badan. Jika seseorang memiliki ukuran badan yang besar dan tinggi, maka mereka cenderung memiliki ukuran Mr P yang panjang. Sebaliknya, jika seorang pria memiliki tubuh yang pendek, ukuran Mr P mereka cenderung akan lebih pendek.


    Lantas, benarkah ukuran Mr. P dapat ditentukan berdasarkan tinggi badan? Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh M.E Shalaby dan kawan-kawan yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine tahun 2014, mengungkapkan bahwa tidak ada korelasi antara tinggi badan seseorang dengan ukuran Mr. P atau penis.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan melihat hubungan panjang penis berdasarkan berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, usia, ukuran testis, dan panjang jari telunjuk pada 2000 pria Mesir berusia 22 hingga 40 tahun.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang penis memiliki korelasi yang negatif dengan rasio pinggang, usia, ukuran testis, berat badan dan juga tinggi badan seseorang.

    Dilansir dari Medical News Today, kebanyakan orang berpikir bahwa pria dengan tubuh yang tinggi biasanya memiliki ukuran penis yang besar, namun hal ini tidak sepenuhnya benar.

    Seorang pria dengan ukuran penis terpanjang, yaitu 14 cm saat tidak ereksi dimiliki oleh seorang pria kurus dengan tinggi 170 cm.

    Sementara itu, seseorang yang memiliki penis yang kecil berukuran 6 cm dimiliki oleh seorang pria bertubuh kekar dengan tinggi 180 cm.

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ukuran penis tidak bisa ditentukan berdasarkan tinggi badan seseorang. Ukuran penis umumnya dapat ditentukan berdasarkan ras, hormon, nutrisi serta genetik.

    Berapakah Ukuran Mr.P yang Ideal?

    Banyak pria merasa khawatir dan tidak percaya diri dengan ukuran penis mereka. Hal ini karena pria menganggap kualitas hubungan intim ditentukan berdasarkan dengan ukuran penis yang ideal. Lantas, berapakah ukuran Mr.P yang ideal?

    Ukuran panjang penis idealnya berkisar antara 7 hingga 9 cm saat tidak ereksi, sementara saat ereksi ukuran rata-rata penis pria berkisar antara 12 hingga 15 cm. Ukuran ini juga bisa dipengaruhi oleh ras, genetik, nutrisi dan juga hormon.

    Akan tetapi, ukuran penis pria ini tidak berpengaruh dengan kualitas hubungan intim dengan pasangan.

    Dilansir situs Healthline, dalam hal seks, ukuran penis bukanlah masalah karena tidak mempengaruhi fungsi serta kesehatan organ reproduksi pria.

    Sehingga, tidak perlu khawatir atau merasa tidak percaya diri dengan ukuran penis yang dimiliki. Kekhawatiran yang berlebihan tentang ukuran penis justru dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri serta kemampuan dalam menikmati seks dengan pasangan.

    Selain itu, faktor psikologis berupa stres dan kecemasan juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan menyebabkan disfungsi ereksi.

    Nah, itulah pembahasan mengenai korelasi antara ukuran Mr.P berdasarkan tinggi badan seseorang. Seperti yang telah dijelaskan di atas, tidak ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dengan ukuran panjang penis pria.

    Oleh karena itu, tinggi badan seseorang tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menentukan ukuran penis seseorang. Semoga informasi ini bermanfaat.

    (inf/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Seberapa Dalam Sih Ukuran Miss V? Begini Rupanya Temuan Peneliti


    Jakarta

    Tak hanya perihal payudara, ukuran vagina juga bisa berbeda pada setiap wanita. Lantaran letaknya ‘tersembunyi’, kebersihan vagina menjadi hal yang amat penting untuk diperhatikan.

    Dikutip dari Medical News Today, laporan dari An International Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa kedalaman rata-rata vagina adalah 9,6 cm. Namun, kedalaman vagina dapat bervariasi pada beberapa wanita. Terdapat fakta yang menunjukkan kedalaman vagina dari lubang hingga ujung leher rahim bisa mencapai 17,7 cm.

    Bagian luar alat kelamin yang bernama vulva, termasuk bibir dari alat kelamin wanita juga memiliki bentuk yang bervariasi. Labia mayora yang merupakan ‘bibir’ luar, memiliki panjang variasi dari sekitar 7-12 cm.


    Sedangkan klitoris, yaitu tempat bertemunya kedua labia minora dan memiliki tonjolan kecil dan seringkali dianggap sebagai pusat kesenangan wanita ini memiliki panjang berkisar dari 5-35 mm. Namun, dapat membengkak dan membesar jika wanita dalam kondisi terangsang.

    Apa yang mempengaruhi ukuran vagina?

    Ukuran dan kedalaman vagina berubah dalam situasi dan kondisi tertentu. Seperti dapat meregang ketika dimasuki oleh tampon, jari, atau penis. Selain itu, selama bergairah lebih banyak darah yang mengalir ke vagina. Hal ini menyebabkan vagina memanjang, atau ujung rahim sedikit terangkat karena memungkinkan lebih banyak penis, jari, atau mainan seks yang masuk ke dalam vagina.

    Bagaimana vagina berubah dari waktu ke waktu?

    Vagina tidak akan berubah bentuk. Faktanya, penelitian tidak menemukan hubungan antara kedalam vagina seseorang dan usianya. Berbeda dengan labia, mungkin tampak lebih kecil dari waktu ke waktu karena jumlah estrogen dalam tubuh berkurang seiring bertambahnya usia.

    Penelitian tidak menemukan perbedaan panjang antara wanita yang pernah melahirkan dan yang belum pernah melahirkan. Namun, jika seseorang merasa vaginanya terasa berbeda setelah melahirkan, dokter merekomendasikan latihan sejenis kegel yang diyakini efektif memperkuat dasar panggul.

    (FIitriana Fatmawati/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Ukuran Normal Mr P Laki-laki? Begini Hasil Risetnya


    Jakarta

    Ukuran penis masih kerap dijadikan bahan perdebatan karena dianggap sebagai faktor penentu kepuasan pasangan. Secara tidak langsung, hal ini seringkali menimbulkan rasa cemas dan turunnya kepercayaan diri karena membandingkan ukuran normal Mr P laki-laki.

    Nyatanya, ukuran penis laki-laki tak selalu menjadi faktor penentu kepuasan bagi pasangan. Dikutip dari Medical News Today, sebuah survei menunjukkan bahwa 70 persen wanita menganggap ukuran penis bukan suatu hal yang penting.

    Pada dasarnya, ukuran penis dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, selain faktor keturunan, terdapat sejumlah faktor lainnya yang mempengaruhi, seperti hormon, lingkungan, dan nutrisi.


    1. Hormon

    Dalam masa pubertas, kelenjar pituitari akan mendorong produksi hormon luteinizing atau LH dan hormon perangsang folikel. Produksi testorteron di penis didorong oleh hormon LH dan hormon perangsang folikel akan meningkatkan produksi sperma pada pria.

    Ketika ada permasalahan terkait hormon, terdapat risiko pertumbuhan penis akan ikut terpengaruh.

    2. Lingkungan

    Faktor eksternal seperti lingkungan juga turut berperan dalam pertumbuhan ukuran penis. Hal ini dapat berupa paparan pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya. Bila berlangsung dalam jangka panjang, paparan bahan kimia ini dapat memicu mutasi genetik yang turut menganggu produksi hormon dalam tubuh.

    Paparan bahan kimia dapat berdampak pada ukuran penis saat masih dalam kandungan ataupun ketika anak sudah tumbuh memasuki usia pubertas.

    3. Nutrisi

    Asupan nutrisi yang kurang saat bayi dalam kandungan atau ketika anak dalam masa tumbuh kembang juga dapat mempengaruhi hormon yang juga berdampak pada ukuran penis. Kekurangan gizi pada anak dapat menghambat proses pubertasnya, menjadikan pertumbuhannya lebih lambat, termasuk ukuran penis dan testis yang lebih kecil.

    Berapa Sih Ukuran Normal Mr P Laki-laki?

    Sebuah riset pada 2019 menunjukkan bahwa mayoritas pria mempercayai bahwa rata-rata ukuran penis saat ereksi adalah sekitar 15,2 cm. Namun kenyataannya, ukuran yang tergolong normal berada jauh di bawah itu.

    Ukuran memang sangat bervariasi, namun pada umumnya berkisar sekitar 12,9 sampai 13,97 centimeter. Dikutip dari worlddata.info, ukuran penis pria di Indonesia rata-rata berkisar sekitar 11,67 cm.

    Penelitian lainnya pada 2014 melakukan pengukuran terhadap 15.521 pria berusia 17 tahun ke atas. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan ukuran rata-rata Mr P laki-laki sebagai berikut:

    • Panjang penis lembek: 9,16 cm
    • Lingkar penis lembek: 9,31 cm
    • Panjang penis ereksi: 13,12 cm
    • Lingkar penis saat ereksi: 11,66 cm

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Cara Agar Miss V Tak Gampang Kena Infeksi Jamur dan Bakteri


    Jakarta

    Vagina merupakan organ yang berperan besar dalam sistem reproduksi wanita. Layaknya bagian tubuh yang lain, organ ini juga perlu diperhatikan dan dijaga kesehatannya.

    Mempertahankan keseimbangan pH vagina merupakan hal yang penting dalam menjaga kesehatan vagina. Terdapat berbagai faktor yang dapat menganggu keseimbangan pH vagina, seperti infeksi, vaginosis bakterialis, menstruasi, menopause, atau penggunaan produk-produk tertentu.

    Dikutip dari Medical News Today, kadar normal pH vagina tergolong cenderung asam, berkisar sekitar 3,8 hingga 5. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri Laktobasilus pada vagina yang bersifat asam.


    Pada wanita usia reproduktif, kadarnya berkisar sekitar 4 sampai 4,5. Sedangkan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, kadar pHnya tergolong lebih tinggi, berkisar di atas 4,5.

    Kadar ini dapat membantu menjaga ekosistem vagina, melindungi dari infeksi bakteri dan jamur. Dalam kondisi pH yang terlalu tinggi, bisa menyebabkan terjadinya infeksi karena mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur pada vagina.

    Cara Menjaga Keseimbangan pH Vagina

    1. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang keras

    Sabun memiliki kadar pH yang tergolong tinggi sehingga menggunakannya untuk membersihkan vagina juga dapat meningkatkan kadar pH vagina.

    Dibandingkan menggunakan sabun, lebih baik untuk membersihkan vagina dengan menggunakan air hangat. Bila ingin menggunakan produk pembersih, gunakanlah yang sifatnya ringan atau lembut hanya pada bagian vulva atau bibir vagina.

    Bagian dalam vagina merupakan organ yang memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih pada bagian dalam vagina.

    2. Ganti tampon atau pembalut secara rutin

    Tampon atau pembalut perlu diganti secara rutin setiap empat sampai delapan jam, tergantung dengan intensitas darah yang dikeluarkan dan jenis pembalut yang digunakan. Penting untuk mengganti secara rutin untuk menghindari risiko infeksi bakteri pada vagina.

    3. Gunakan pelindung ketika berhubungan seksual

    Air mani atau cairan lainnya dapat turut mempengaruhi dan mengganggu keseimbangan vagina. Sifatnya yang basa akan secara otomatis meningkatkan kadar pH pada vagina.

    4. Hindari penggunaan produk berparfum pada vagina

    Segala jenis produk berparfum, seperti sabun dan pembalut atau tampon berparfum, dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan mengganggu keseimbangan pH pada vagina.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mengenal Neovagina, ‘Vagina Buatan’ yang Biasa Dipakai Transgender


    Jakarta

    Belakangan ini, neovagina menjadi topik pembahasan yang ramai dibincangkan warganet. Neovagina adalah proses pembuatan liang vagina. Vagina hasil konstruksi atau rekonstruksi vaginoplasty disebut sebagai neovagina.

    Dikutip dari Pratisandhi, prosedur ini biasanya dijalankan pada mereka yang tak terlahir dengan vagina atau memiliki kelainan kondisi vagina tertentu.

    Artinya, neovagina tak hanya bagi transgender, tetapi juga pada wanita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Misalnya, yakni wanita dengan sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH) sehingga tidak memiliki bentuk vagina, serviks, dan rahim secara sempurna layaknya wanita pada umumnya.


    Layaknya organ intim normal, neovagina juga membutuhkan rangkaian perawatan agar menjaganya terhindar dari gangguan komplikasi atau infeksi. Perawatan tersebut berupa:

    1. Membutuhkan bantuan pelumas

    Neovagina pada umumnya tidak memiliki kemampuan untuk melumaskan diri sendiri layaknya vagina. Untuk itu, dibutuhkan bantuan pelumas eksternal, terutama ketika berhubungan seksual.

    2. Douching

    Vagina adalah organ yang memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Vagina juga memiliki bakteri Laktobasilus yang berperan dalam menjaga keseimbangan pH di vagina dan melindunginya dari bakteri atau jamur. Namun, lain halnya dengan neovagina. Neovagina membutuhkan proses pembersihan secara manual untuk menghindarinya dari infeksi bakteri dan jamur.

    Douching adalah proses membersihkan vagina dengan menggunakan cairan yang umumnya mengandung berbagai bahan kimia. Sejumlah neovagina membutuhkan pembersihan secara rutin untuk menghindarinya dari bau yang tak sedap.

    3. Konsultasi rutin

    Mengingat bahwa rangkaian prosedur operasi ini berpotensi besar menimbulkan komplikasi bila tak diperhatikan dengan baik, maka konsultasi rutin sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa neovagina dalam kondisi yang sehat dan baik. Dikutip dari Medical News Today, orang dengan neovagina mungkin berisiko akan mengalami pertumbuhan kanker pada jaringan sel tersebut.

    Selain pengecekan neovagina, pemeriksaan terhadap penyakit menular seksual atau PMS juga dibutuhkan secara rutin. Namun, pemeriksaan PMS pada dasarnya penting untuk dilakukan oleh semua orang, tak hanya untuk orang-orang dengan neovagina.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy