Tag: melania

  • Investor Resah, Tim di Balik Token MELANIA Diduga Jual Aset

    Komunitas investor token meme MELANIA, yang terinspirasi dari nama mantan Ibu Negara AS, diguncang oleh laporan bahwa tim pengembang proyek telah memindahkan dan mulai menjual token senilai $30 juta dari dompet komunitas tanpa penjelasan resmi.

    Laporan ini pertama kali diungkap oleh firma analitik Bubblemaps pada 7 April, yang mencatat bahwa sekitar 50 juta token MELANIA telah dipindahkan ke satu alamat dan kemudian dibagi ke beberapa dompet. Dari jumlah tersebut, sekitar $3 juta dikirim ke bursa kripto, $6 juta dibuka dalam posisi baru, dan $500.000 dijual dalam bentuk token meme lain.

    Harga Anjlok Lebih dari 96%

    Setelah kabar tersebut beredar, harga MELANIA mengalami kejatuhan drastis, merosot lebih dari 96% dari puncaknya yang sempat menembus angka $13 sejak diluncurkan pada 19 Januari 2025. Token ini sempat menarik perhatian setelah Donald Trump meluncurkan koin meme miliknya sehari sebelumnya.

    Selain transaksi yang tidak transparan, Bubblemaps juga mengungkap bahwa 92% dari total pasokan MELANIA disimpan dalam dompet yang dikendalikan oleh tim pengembang, memicu kekhawatiran akan sentralisasi dan kurangnya transparansi.

    Baca Juga: : Investor Resah, Tim di Balik Token MELANIA Diduga Jual Aset

    Keterlibatan Hayden Davis dan Proyek LIBRA

    Dilaporkan ecoinmist, Firma analitik itu juga menyoroti keterlibatan Hayden Davis, yang mengklaim berperan dalam proyek MELANIA. Ia dituduh telah melakukan penjualan diam-diam token melalui metode “likuiditas satu sisi”, taktik yang juga digunakan dalam proyek lain bernama LIBRA, yang dikaitkan dengan Presiden Argentina Javier Milei. Token LIBRA sendiri mengalami kejatuhan nilai hingga 99% dan sempat memicu kontroversi politik di Argentina.

    Minat Terhadap Koin Meme Turun Tajam

    Kasus MELANIA mencerminkan tren penurunan di pasar koin meme secara umum. Berdasarkan data Dune Analytics, jumlah token baru yang diluncurkan mingguan melalui platform Pump.fun berbasis Solana menurun drastis dari 5.400 token pada Januari menjadi 1.500 pada Maret. Data dari SolScan juga menunjukkan hanya 31.651 token diluncurkan pada 5 April, dibandingkan 95.578 pada puncaknya Januari lalu.

    Seiring memburuknya sentimen investor dan absennya klarifikasi dari tim MELANIA, muncul pertanyaan serius tentang apakah kejatuhan token ini merupakan hasil dari salah urus, likuidasi strategis, atau gabungan keduanya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melihat Potensi Meme Coin TRUMP dan MELANIA di Pasar Kripto

    Industri kripto kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, meluncurkan memecoin masing-masing, TRUMP dan MELANIA. Langkah ini tidak hanya menimbulkan spekulasi tentang potensi masa depan memecoin, tetapi juga kritik atas motif di balik peluncuran ini.

    Lonjakan Nilai Memecoin Trump

    Memecoin $TRUMP diluncurkan pada Jumat malam melalui situs web Truth Social milik Donald Trump. Koin ini langsung menarik perhatian pasar, melonjak dari nilai awal sekitar $6 menjadi puncaknya di $75. Lonjakan ini membuat kapitalisasi pasar $TRUMP mencapai lebih dari $14 miliar, menurut data Coinbase.

    Namun, momentum ini tidak bertahan lama. Peluncuran memecoin $MELANIA oleh Melania Trump pada Minggu malam segera memengaruhi pasar. Nilai $TRUMP anjlok hingga setengahnya, menghapus sekitar $7 miliar dari kapitalisasi pasarnya.

    Sementara itu, $MELANIA berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar $8,5 miliar dalam waktu singkat, menurut data dari DEX Screener.

    Memecoin: Tren atau Spekulasi?

    Memecoin, yang awalnya dikembangkan sebagai lelucon dalam komunitas kripto, kini menjadi salah satu tren terbesar di pasar. Token seperti $TRUMP dan $MELANIA, meskipun tidak memiliki model bisnis yang jelas, berhasil menarik minat besar karena status selebritas dan momen viral yang mereka wakili. Namun, langkah ini juga memicu kritik.

    Nick Tomaino, seorang kapitalis ventura, menyebut peluncuran $TRUMP sebagai “tindakan predatoris”, mengingat sebagian besar token dikuasai oleh bisnis keluarga Trump. Sekitar 80% token dimiliki oleh CIC Digital, yang berafiliasi dengan Trump Organization, dan mitra bisnis terkait lainnya.

    Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Trump, juga mengkritik peluncuran ini, menyebutnya sebagai “hal yang buruk bagi industri kripto”. Menurutnya, hype memecoin dapat merusak kepercayaan terhadap pasar secara keseluruhan.

    Dampak pada Industri Kripto

    Meski menuai kontroversi, peluncuran ini disambut oleh beberapa platform perdagangan kripto besar. Binance, Coinbase, dan Kraken telah mengumumkan rencana untuk memperdagangkan $TRUMP di bursa mereka. Langkah ini menunjukkan pengakuan akan potensi memecoin sebagai aset spekulatif yang dapat menarik perhatian pasar lebih luas.

    Jonathan Bixby, seorang pengusaha kripto, melihat peluncuran $TRUMP dan $MELANIA sebagai awal dari “zona pisang” dalam perdagangan kripto, di mana harga aset dapat berfluktuasi secara ekstrem. “Ini memberikan legitimasi pada memecoin dan membuka jalan bagi selebritas lain untuk ikut serta,” ujarnya.

    Masa Depan Meme Coin di Era Trump

    Dengan kemenangan Trump dalam pemilu dan pendekatan pemerintahannya yang diharapkan lebih ramah terhadap aset kripto, industri berharap memasuki era baru yang lebih mendukung. Eric Trump, salah satu putra Donald Trump, menggambarkan $TRUMP sebagai “meme digital terpanas di Bumi”, menambahkan bahwa World Liberty Financial, sebuah usaha kripto yang dipromosikan keluarga Trump, “baru saja dimulai”.

    Namun, skeptisisme tetap tinggi. Banyak pihak mempertanyakan apakah memecoin ini benar-benar akan membawa dampak positif atau hanya sekadar upaya untuk mengeksploitasi antusiasme pendukung Trump demi keuntungan finansial.

    Peluncuran meme coin oleh Donald dan Melania Trump telah memicu perdebatan di industri kripto. Di satu sisi, ini menunjukkan daya tarik besar dari memecoin dan potensinya untuk memperluas pasar. Namun, di sisi lain, langkah ini menyoroti risiko spekulasi berlebihan dan ketidakpastian regulasi. Seiring perkembangan ini, pelaku industri harus tetap waspada terhadap dampaknya terhadap kepercayaan pasar dan stabilitas jangka panjang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 20-24 Januari 2025: Masuk Minggu Tenang by Hoteliercrypto


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skandal Kripto MELANIA Diduga Tipu Investor Hingga Ratusan Juta Dolar!

    Dunia kripto kembali diguncang! Memecoin yang diklaim “resmi” milik Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump ($MELANIA), kini terseret dalam gugatan hukum yang menuduhnya sebagai bagian dari skema penipuan “pump-and-dump” besar-besaran.

    Ironisnya, gugatan itu menyebut Melania tidak terlibat langsung, namun tanpa sadar menjadi “wajah” dari operasi manipulatif yang menipu investor di seluruh dunia.

    Dugaan Skema Penipuan di Balik Koin $MELANIA

    Menurut berkas pengadilan terbaru yang diajukan pekan ini, para pengembang kripto dan pemasar yang berada di balik sejumlah memecoin seperti $M3M3, $LIBRA, $ENRON, dan $TRUST diduga menjalankan skema yang memanfaatkan nama besar dan pengaruh publik untuk menarik investor.

    Mereka dituduh menggelembungkan harga token secara artifisial, lalu menjual kepemilikan mereka saat harga melonjak, meninggalkan investor lain dengan kerugian besar ketika harga ambruk.

    Dilaporkan Forbes, $MELANIA disebut menjadi bagian dari pola tersebut. Token ini diluncurkan pada Januari 2025, bertepatan dengan pelantikan kembali Donald Trump sebagai presiden. Dalam waktu singkat, koin tersebut mencapai kapitalisasi pasar lebih dari US$2 miliar, sebelum anjlok lebih dari 50% hanya dalam beberapa hari.

    “$MELANIA bukan token sah atau didukung resmi, melainkan penipuan yang memanfaatkan kepercayaan publik untuk menciptakan ilusi integritas sambil melakukan pencurian,” tulis gugatan tersebut.

    Melania Trump Diduga Jadi ‘Kedok’ Penipuan

    Baca juga: Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat

    Meski namanya digunakan secara luas untuk mempromosikan koin tersebut, gugatan menegaskan Melania Trump tidak mengetahui adanya skema curang ini. Timnya disebut tidak akan pernah memberikan izin jika tahu proyek itu bagian dari “operasi kriminal terkoordinasi”.

    Para pengembang yang disebut dalam gugatan, termasuk Benjamin Chow dan tim di Kelsier Ventures, dituduh menjalankan sistem terencana di jaringan Solana untuk mengontrol pasokan token dan menentukan waktu pelepasan saham, memungkinkan mereka membeli di harga rendah dan menjual di puncak harga.

    Selain manipulasi harga, mereka juga membayar influencer dan akun media sosial untuk menciptakan kesan seolah ada antusiasme alami terhadap koin tersebut. Penggunaan nama Melania disebut sebagai upaya menambah kredibilitas agar menjangkau investor non-kripto yang mengaitkan “brand Melania Trump” dengan kemewahan dan kepercayaan.

    Nilai $MELANIA Masih Ratusan Juta, Tapi…

    Meski nilainya sempat jatuh tajam, token $MELANIA masih memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$85 juta (Rp1,4 triliun) per Rabu sore dengan harga US$0,09346 per koin. Namun, penggugat menilai fluktuasi ekstrem itu menjadi bukti bahwa harga token dimanipulasi oleh segelintir orang dalam.

    Apa Selanjutnya?

    Belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih maupun pengacara para terdakwa. Gugatan ini menuntut pengadilan untuk:

    • Menyita seluruh keuntungan yang diperoleh dari skema tersebut,
    • Melarang para terdakwa melakukan aktivitas serupa di masa depan, dan
    • Menunjuk pengelola independen untuk mengambil alih sistem Meteora, jaringan dalam ekosistem Solana yang diduga digunakan dalam manipulasi harga.

    Kekayaan Keluarga Trump dan Dunia Kripto

    Menurut Forbes, kekayaan Melania Trump diperkirakan mencapai US$20 juta pada September 2025 — sebagian besar berasal dari $MELANIA, buku, dan film dokumenternya. Sementara itu, Presiden Donald Trump kini memiliki kekayaan lebih dari US$7,1 miliar, di mana aset kripto menjadi porsi besar kekayaannya.

    Bahkan, Eric Trump kini disebut sebagai miliarder berkat bisnis kriptonya, dan Barron Trump yang baru berusia 19 tahun sudah memiliki kekayaan sekitar US$150 juta melalui proyek World Liberty Financial.

    Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi antara figur publik, kripto, dan kepercayaan investor. Jika tuduhan ini terbukti, $MELANIA bisa menjadi simbol jatuhnya era “meme coin selebritas”, di mana ketenaran bukan lagi jaminan keamanan di dunia aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat

    Setelah berbulan-bulan diam, Ibu Negara mempromosikan meme coin MELANIA berbasis Solana miliknya dalam video AI baru.

    Meski sempat mengalami lonjakan harga singkat, token ini terus mengalami penurunan 98% dari harga tertinggi sepanjang masa pada bulan Januari. Trump juga terus menghadapi kritik atas penjualan token komunitas senilai US$10 juta oleh wallet tim.

    Postingan Baru MELANIA AI Picu Trading

    Trump mempromosikan meme coin yang sesuai dengan namanya minggu ini di X dengan mengunggah video hasil AI. Ia juga menulis “Into the Future” dan menandai akun resmi koin tersebut.

    Unggahan terbaru ini cukup mengejutkan. Mengingat sejak Juni akun tersebut belum mengunggah hal apapun. Langkah mendadak itu sontak memicu lonjakan pada harga token. Mendongkrak posisinya dari US$0,16 menjadi US$0,19 sebelum akhirnya kembali turun. Berdasarkan CoinGecko, pada saat penulisan token MELANIA bergerak di kisaran harga US$0,18.

    Namun, utas tersebut tidak menyertakan komentar dari Trump terkait penjualan token senilai jutaan dolar awal tahun ini.

    Analis Kripto Angkat Bendera Merah

    Menanggapi berita tersebut, analis blockchain mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana tim di balik meme coin MELANIA menangani dana komunitas.

    Pada bulan April, berdasarkan data on-chain yang terlacak oleh Bubblemaps, proyek MELANIA memindahkan dan menjual lebih dari US$30 juta token komunitas tanpa penjelasan. Platform tersebut juga menyoroti terhapusnya token senilai US$10 juta dari pool komunitas dan dijual.

    Kekurangan komunikasi ini menarik kritik dari analis yang memandang bahwa proyek MELANIA kurang transparan.Sponsored

    Sponsored

    “Melania Trump tidak akan membahas US$10 juta token komunitas yang dijual oleh wallet tim. Hanya memposting video AI setelah 10 bulan diam,” tulis Bubblemaps dalam utasnya hari ini.

    Dalam peristiwa terpisah yang tercatat pada bulan yang sama, tim proyek MELANIA secara sistematis menjual lebih dari US$1,5 juta token selama tiga hari, memanfaatkan pemulihan harga 21% yang singkat. Mereka menggunakan manuver yang mirip dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), melakukan penjualan kecil dan bertahap daripada satu penjualan besar.

    Pendekatan yang secara cermat ini memungkinkan tim untuk menjual banyak kepemilikan mereka. Menghasilkan tekanan jual yang konsisten pada token, dan mengurangi risiko untuk memicu bencana penurunan harga secara langsung.

    Kontroversi Mengenai Token Presiden

    Sebagai catatan, aksi Presiden Donald Trump yang merilis meme coin miliknya, TRUMP pada malam pelantikan berjalan sukses. Token tersebut dengan cepat melonjak, mencapai puncak US$13,73 sebelum akhirnya jatuh. Namun demikian harganya tidak pernah pulih.

    Nah peluncuran token MELANIA dengan cepat diikuti oleh peluncuran yang dilakukan oleh Presiden Trump sendiri. Tetapi berbeda dengan MELANIA, TRUMP mengalami lebih banyak periode kesuksesan. Token tersebut mengalami lonjakan harga setelah pengumuman kebijakan penting.

    Token TRUMP juga menghadapi kritik publik yang cukup keras, utamanya didorong oleh tuduhan manipulasi pasar.

    Kontroversi memuncak pada bulan Mei ketika Presiden mengundang 220 holder token teratas ke makan malam eksklusif di klub golfnya di Virginia. Kritikus sangat mengkritik acara tersebut, sembari menyebut bahwa itu adalah penggunaan jabatan publik yang tidak pantas untuk keuntungan finansial pribadi, terutama karena publisitas acara tersebut juga ikut mengerek harga token.

    Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Camila Naón
    Editor:
    Adi Wiratno

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token TRUMP dan MELANIA Anjlok 99%, Investor Ritel Rugi US$4,3 Miliar

    Token meme resmi TRUMP dan MELANIA dilaporkan telah menghapus sekitar US$4,3 miliar nilai kekayaan investor ritel sejak peluncurannya lebih dari setahun lalu. Data terbaru menunjukkan sekitar 2 juta pemegang saat ini berada dalam posisi merugi (underwater).

    Sementara itu, 45 dompet awal yang terlibat dalam tahap awal peluncuran justru membukukan keuntungan gabungan sekitar US$1,2 miliar, menciptakan kesenjangan tajam antara investor awal dan pembeli ritel.

    Harga Terjun Bebas Hingga 99%

    Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Official Trump (TRUMP/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan data CryptoRank, token TRUMP turun sekitar 92% menjadi US$3,55 dari rekor tertinggi US$75. Sementara itu, token MELANIA merosot 99% ke level US$0,11 dari puncaknya di US$13,05.

    Meski pasar kripto secara keseluruhan mengalami koreksi besar dengan penyusutan nilai lebih dari US$1 triliun dalam periode yang sama, analis menilai penurunan tajam kedua token ini lebih dipengaruhi desain struktural dan strategi likuiditas internal dibanding faktor pasar umum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus TRUMP/MELANIA adalah pengingat keras tentang asimetri informasi di pasar meme coin. Rasio kerugian ritel vs keuntungan insider mencapai 20:1, membuktikan bahwa investor publik hanya dijadikan exit liquidity.

    “Penggunaan strategi likuiditas satu sisi di AMM menunjukkan tingkat kecanggihan insider dalam menguras modal ritel secara sistematis. Dengan jadwal unlock 2028, pemegang saat ini berada di posisi yang sangat rentan secara struktural,” jelasnya.

    Baca juga: Skandal Kripto MELANIA Diduga Tipu Investor Hingga Ratusan Juta Dolar!

    Dugaan Strategi Likuiditas oleh Insider

    Dilaporkan BeInCrypto, analisis on-chain menunjukkan adanya aktivitas sistematis dari dompet anonim yang terhubung dengan pengembang awal proyek. Salah satu laporan menyebutkan bahwa pada Desember 2025, alamat utama peluncuran token TRUMP memindahkan sekitar US$94 juta dalam bentuk USDC ke bursa Coinbase.

    Pengembang dilaporkan menggunakan strategi single-sided liquidity provision di platform desentralisasi Meteora. Dalam mekanisme ini, insider hanya menyetor token TRUMP dan MELANIA tanpa pasangan dolar, sehingga sistem automated market maker secara otomatis menjual token tersebut kepada pembeli ritel yang masuk.

    Token yang terjual kemudian dikonversi ke USDC, mempercepat distribusi dari dompet awal ke pasar terbuka.

    Ancaman Dilusi Hingga 2028

    Selain kerugian yang telah terjadi, risiko dilusi tambahan juga membayangi pemegang yang tersisa. Data CryptoRank menunjukkan sekitar US$2,7 miliar token milik insider dikunci dalam smart contract hingga 2028.

    Tanggal pembukaan kunci tersebut bertepatan dengan akhir masa jabatan presiden, sehingga memunculkan spekulasi tentang strategi keluar (exit strategy) yang telah terstruktur.

    Jika token terkunci tersebut dilepas ke pasar, investor ritel yang masih menahan posisi berisiko menjadi sumber likuiditas bagi pencairan insider berikutnya.

    Kasus ini kembali menyoroti risiko tinggi pada token meme, khususnya yang memiliki distribusi awal terpusat dan struktur tokenomics yang tidak transparan bagi investor publik.

    Baca juga: Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Menggeliat, Pasar Modal Bakal Tersingkir?


    Jakarta

    Kripto menjadi salah satu aset kian menghangat sebagai salah satu instrumen investasi saat ini. Sebut saja Donald Trump yang merilis koin meme kripto jelang pelantikannya. Kala diluncurkan, koin meme Trump telah menembus 20 teratas kripto berdasarkan kapitalisasi pasar mencapai US$ 14 miliar.

    Meski begitu, investasi aset kripto dianggap tidak akan mengganggu instrumen investasi lainnya. Meski secara kapitalisasi pasar kripto cukup besar, pasar modal masih diyakini akan terus bertumbuh.

    “Diversifikasi portofolio itu wajar, tapi kita harus tetap optimis. Pasar modal kita punya potensi besar untuk terus berkembang,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/1/25).


    Menurutnya, pergerakan aset dari tiap instrumen investasi akan terus dipengaruhi oleh tren pasar yang hingga saat ini masih bersifat siklikal sangat dinamis mengikuti perubahan kondisi ekonomi.

    “Kalau kita bicara dua tahun lalu, saham jauh lebih baik daripada kripto. Jadi semua ini ada masanya. Investor yang bijak biasanya akan menyebar investasinya di berbagai instrumen,” jelasnya.

    Di sisi lain, Irvan juga mengaku akan mencermati kebijakan Trump untuk memastikan arah pasar modal ke depan. Begitu juga dengan dampak yang ditimbulkan dari dilantiknya Trump era kedua.

    “Kami memperkirakan mungkin butuh waktu hingga akhir kuartal pertama atau kuartal kedua untuk melihat dampaknya terhadap aliran dana asing. Namun, kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga baru-baru ini sudah memberi dorongan positif ke pasar modal kita,” tutupnya.

    Diketahui, istri Donald Trump, Melania, juga merilis meme koin kripto jelang pelantikan suaminya. Adapun Harga koin Melania melonjak hingga lebih dari US$ 5 dan memberinya kapitalisasi pasar lebih dari US$ 5 miliar.

    Sementara koin Trump disebut telah merosot tajam. Menurut data on-chain, meme koin Trump anjlok sekitar 40%, anjlok karena para pedagang berebut untuk membeli koin baru.

    Pada Jumat (17/1/2025) lalu, Bitcoin (BCT) terpantau terbang seiring dirilisnya data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk Desember 2024. Inflasi tahunan tercatat sesuai dengan ekspektasi di angka 2,9%.

    Hal ini mendorong nilai BTC melampaui US$ 102.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar lebih. Kenaikan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya saat pengumuman CPI, seperti Ethereum (ETH) yang mencapai Rp 54 juta, XRP di Rp 50 ribu, SOL di Rp 3,2 juta, dan XLM di Rp 7 ribu.

    Mayoritas aset kripto lainnya turut mengalami tren kenaikan yang memperkuat optimisme pasar. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di angka US$ 3,7 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai US$ 183 miliar.

    Sementara pada bulan sebelumnya, CPI tercatat sebesar 2,7%, di mana harga Bitcoin saat itu berada di kisaran US$ 90.000, naik dari sebelumnya US$ 87.000. Meski kenaikan CPI Desember sedikit lebih tinggi dari angka bulan lalu, hal ini dianggap tidak menunjukkan tanda-tanda inflasi yang memburuk.

    Kendati begitu, CPI inti meningkat tipis sebesar 0,2%, lebih rendah dibandingkan perkiraan awal sebesar 0,3%. Namun begitu, data tersebut tetap menjadi sinyal positif tekanan inflasi tetap terkendali.

    Dengan inflasi yang moderat, terbuka ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menilai bahwa lonjakan ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

    “Kita melihat pola yang sama ketika inflasi mulai stabil dan kebijakan moneter cenderung melunak, Bitcoin mendapatkan momentum kenaikan. Dengan target inflasi The Fed berada di angka 2%, hampir tidak ada peluang pemotongan suku bunga di akhir bulan nanti,” kata Oscar dalam keterangan tertulisnya, ditulis Minggu (19/1/2025).

    (rrd/rrd)



    Sumber : finance.detik.com