Tag: memecoin

  • Token YZY, Memecoin Kanye West yang Tuai Kontroversi

    Ye (sebelumnya Kanye West) kembali jadi sorotan, kali ini bukan karena musik, melainkan inovasi kontroversial di ranah kripto soal token YZY.

    Ia baru saja meluncurkan YZY, sebuah memecoin berbasis Solana, yang seketika melambung, namun dibayangi tudingan insider trading dan desain likuiditas problematik.

    Peluncuran YZY: Dari Aksi Viral hingga Ekspos Hype Ekstrem

    Token YZY dipromosikan secara publik lewat unggahan di akun X resmi Ye—disertai video singkat mengonfirmasi kehadirannya.

    Hanya dalam beberapa jam pasca-luncur, kapitalisasi pasar YZY melesat hingga $3 miliar, mencetak reli hampir 6.800% dari harga awal.

    Namun, euforia ini tak bertahan lama—dalam waktu singkat, nilai token jatuh di bawah angka $1 miliar.

    Baca Juga: Bukan Token YZY, Kanye West Siap Luncurkan Kripto Sendiri

    Struktur Token dan Likuiditas yang Membuat Was-Was

    Merujuk pada tokenomics YZY, alokasi distribusinya adalah:

    • 20% untuk penjualan publik
    • 10% untuk likuiditas
    • 70% dimiliki oleh Yeezy Investments LLC, dengan penguncian tertentu

    Yang mencurigakan dari mekanisme tersebut, likuiditas hanya disediakan dalam bentuk YZY tanpa pasangan USDC, mirip dengan kontroversi yang pernah menyelimuti token LIBRA.

    Hal ini memungkinkan pengelola menambah atau menarik likuiditas sesuka hati sehingga berpotensi merugikan investor ritel.

    Bukti On-Chain: Keuntungan Besar untuk Insider

    Analisis on-chain melaporkan beberapa akun menerima keuntungan signifikan:

    • Wallet 6MNWV8 membeli 1,29 juta YZY seharga $450.611 lalu menjual 1,04 juta YZY dengan untung lebih dari $1,5 juta.
    • Whale lain menggunakan 12.170 SOL (~$2,28 juta) untuk membeli 2,67 juta YZY. Nilai saat ini mencapai $8,29 juta atau sekitar $6 juta profit.
    • Satu trader yang salah beli kontrak token pun sempat rugi ratusan ribu dolar sebelum membeli benar dan balik untung.

    Distribusi token ini memang terpusat. Coinbase menyebut sekitar 94% supply dipegang oleh insiders, termasuk satu multisig wallet besar.

    Solana Diuji, Tapi Tetap Tangguh

    Di tengah kekacauan pasar, Solana menunjukkan ketahanan teknis. TPS (transaksi nyata per detik) mencapai 2.300, mencetak rekor baru dalam kapasitas jaringan.

    Hal ini membuktikan kemampuan Solana mendukung peluncuran besar dalam skala tinggi meski diwarnai kontroversi.

    Spekulasi vs Realitas: YZY Antara Ambisi dan Risiko

    Peluncuran YZY memicu antusias publik, bahkan muncul fasilitas seperti Ye Pay dan YZY Card sebagai bagian dari brand “YZY Money.”

    Tapi detail teknis dan legalnya masih samar, sementara model distribusi yang tersentralisasi menimbulkan kekhawatiran serius bagi investor.

    Sebagai perbandingan sejarah, token seperti TRUMP atau LIBRA juga mengalami hype sementara, lalu ambruk karena ketimpangan kepemilikan dan kurangnya transparansi.

    Baca Juga: Analisis dan Prediksi Harga Solana (SOL) di Paruh Kedua 2025

    Antara Sensasi dan Kewaspadaan

    Peluncuran YZY besutan Kanye West menunjukkan sisi paling ekstrem dari hype kripto berbasis selebriti.

    Dari raihan miliaran dolar instan hingga kritik tajam terhadap struktur peluncuran, semua jadi refleksi bahwa dunia kripto bisa penuh risiko jika tidak transparan.

    Inovasi teknis seperti TPS tinggi Solana bukan jaminan keberlanjutan token. Investor dan regulator kini dihadapkan pada tantangan serius: menilai apakah YZY hanyalah trik hype sesaat, atau awal dari pendekatan baru dalam ekosistem aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Kembali ke 60% Ini Nasib Meme Coin yg Sempat Viral Sekarang!

    Setelah Altcoin Season Index sempat menyentuh angka 100, sebuah level yang secara teori menandakan dominasi altcoin atas Bitcoin, nyatanya pasar altcoin, termasuk deretan meme coin populer, tidak menunjukkan performa spektakuler seperti yang terjadi pada siklus sebelumnya. Alih-alih mengalami reli besar, banyak altcoin justru bergerak stagnan bahkan terkoreksi.

    Yang menarik setelah Bitcoin Diminance kembali mengalami kenaikan, dominasi Bitcoin tersebut semakin memberi tekanan tambahan pada altcoin, sehingga berbagai meme coin yang sempat viral seperti Popcat, WIF, Pepe, hingga Fartcoin mengalami penurunan tajam.

    Apa Itu Bitcoin Dominance?

    Bitcoin dominance menggambarkan persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi seluruh aset kripto. Saat ini, angka tersebut kembali menembus 60% setelah turun ke level 57%, kenaikan ini menandakan bahwa investor lebih banyak menaruh dana mereka di Bitcoin daripada di altcoin.

    Harga Meme Coin Populer Hari Ini

    Ditengah dominasi Bitcoin yang kembali menguat, banyak meme coin yang dulu sempat hype dan menyita perhatian banyak investor kripto, sekarang malah terus mengalami penunan, bahkan lebih dari 70%. Simak harga terbarunya di bawah.

    POPCAT

    Pergerakan harga Filecoin (POPCAT/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sempat menjadi ramai di akhir 2024 hingga awal 2025, Popcat terinspirasi dari kucing yang sempat populer di internet.

    Harga Popcat sempat melonjak hingga sekitar hampir $2 pada awal 2025 sebelum terkoreksi tajam seiring meredanya arus spekulatif di pasar. Per hari ini, Popcat tercatat berada di level US$0.134, turun lebih dari % year-on-year (YoY) dibanding harga tertingginya.

    Baca juga: Strategi & Tools AI untuk Screening Meme Coin Potensial

    Dogwifhat (WIF)

    Pergerakan harga Dogwifhat (WIF/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Popularitas WIF melonjak pada awal 2024, saat komunitas Solana semakin berkembang pesat dan tren meme coin Solana mencapai puncaknya. Pada periode itu, WIF sempat mencetak harga tertinggi di sekitar US$4.8.

    Namun, memasuki paruh akhir 2025, harga WIF kini berada di kisaran US$0.44, mencatat penurunan signifikan dibanding puncak sebelumnya dengan  lebih dari 90% penurunan year-on-year (YoY) dibanding harga tertingginya.

    Pepe

    Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pepe (PEPE) adalah salah satu memecoin paling ikonik di jaringan Ethereum, terinspirasi dari karakter Pepe the Frog yang telah lama menjadi simbol budaya internet global.

    Harga PEPE pernah melonjak drastis tak lama setelah peluncurannya, sempat mencetak kapitalisasi pasar miliaran dolar hanya dalam hitungan minggu, menjadikannya salah satu peluncuran meme coin tercepat yang sukses di Ethereum. 

    Namun, seiring berjalannya waktu dan arus modal berpindah ke ekosistem lain seperti Solana, membuat momentum tersebut mulai mereda.

    Saat ini, harga PEPE berada di sekitar $0.000006, turun lebih dari 75% secara year-on-year (YoY) dibanding puncak pergerakan pada awal 2025. 

    FARTCOIN

    Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Jumat, 7 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Lahir dari launchpad populer Pump.Fun, Fartcoin (FARTCOIN) dengan cepat menjadi salah satu proyek meme coin paling menonjol di awal 2025. 

    Popularitasnya melonjak berkat dorongan kuat dari sejumlah KOL (Key Opinion Leaders) dan whale yang secara terbuka mengekspresikan minat mereka terhadap token ini di media sosial. Efek gabungan dari promosi komunitas, narasi viral, dan spekulasi awal menciptakan lonjakan harga signifikan hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran.

    Pada puncaknya, Fartcoin sempat menembus US$2.00, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$2 miliar, menempatkannya di antara meme coin dengan performa terbaik pada kuartal pertama 2025. 

    Kini, Fartcoin diperdagangkan di kisaran US$0.26, mencatat penurunan sekitar 85% dari puncaknya, dengan kapitalisasi pasar yang menyusut ke kisaran US$300 juta.

    SPX6900

    SPX6900 (SPX) adalah meme coin bertema indeks pasar yang menjadi viral di tahun 2025, dengan simbol dan penamaan yang mengacu secara satir pada indeks saham S&P 500. 

    SPX6900 mulai dikenal luas setelah dikaitkan dengan Murad Mahmudov, seorang analis kripto dan sekaligus tokoh KOL sentral memecoin. Dalam berbagai unggahan media sosial, ia menyebut SPX sebagai “eksperimen pasar likuiditas berbasis komunitas”.

    Murad dilaporkan memiliki kepemilikan besar di SPX6900, dengan valuasi portofolio yang sempat mencapai lebih dari US$60 juta saat harga berada di puncaknya. 

    Dari puncak harga di pertengahan 2025 yakni US$2.15, SPX kini mengalami koreksi yang cukup tajam ke level US$0.67 per 7 November 2025, mencatat penurunan lebih dari 70% year-on-year (YoY).

    Baca juga: BlackRock Bocorkan Rencana Gila! Triliunan Dolar Siap Masuk XRP


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Memecoin HOODRAT Melonjak, Bagaimana Potensinya?

    Setelah cukup lama kurang mendapatkan atensi, pasar memecoin akhirnya kembali memanas.

    Muaranya, token HOODRAT mencatat lonjakan harga signifikan setelah aktivitas pembelian on-chain terdeteksi memiliki keterkaitan dengan deployer dari WIF, salah satu memecoin paling fenomenal dalam siklus sebelumnya.

    Menurut laporan Whale Insider, spekulasi ini dengan cepat menyebar di media sosial kripto, memicu gelombang FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan trader ritel yang berharap HOODRAT dapat mengulang kesuksesan WIF.

    Baca Juga: Token YZY, Memecoin Kanye West yang Tuai Kontroversi

    Lonjakan Harga Dipicu Aktivitas On-Chain

    Berdasarkan data yang beredar di komunitas kripto, dompet yang diduga memiliki hubungan dengan deployer WIF terpantau melakukan akumulasi HOODRAT dalam jumlah signifikan.

    Informasi ini menjadi katalis kuat bagi kenaikan harga dalam waktu singkat.

    Di ekosistem memecoin, faktor teknikal dan fundamental sering kali berada di urutan kedua setelah narasi.

    Ketika muncul dugaan keterlibatan figur atau alamat wallet yang pernah sukses menciptakan token viral, pasar biasanya merespons dengan cepat—dan agresif.

    Lonjakan HOODRAT menjadi contoh klasik bagaimana sentimen dan spekulasi dapat mendorong harga aset kripto melonjak drastis dalam hitungan jam.

    Efek “Deployer yang Sama”: Mesin Spekulasi Memecoin

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa narasi keterkaitan deployer merupakan salah satu pendorong terkuat dalam pasar memecoin.

    “Narasi ‘deployer yang sama’ adalah bahan bakar spekulasi paling kuat di ekosistem memecoin. Trader berharap HOODRAT bisa mengulangi kesuksesan WIF, menjadikannya magnet FOMO meskipun memiliki risiko volatilitas yang sangat ekstrem,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dalam sejarah memecoin, reputasi kreator atau deployer sering kali menjadi faktor psikologis utama. Jika seorang deployer pernah meluncurkan token yang sukses besar, pasar cenderung mengasumsikan potensi keberhasilan yang sama pada proyek berikutnya, meskipun belum ada bukti fundamental yang kuat.

    Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kepercayaan komunitas dan rekam jejak di blockchain dapat diterjemahkan menjadi premi harga.

    Memecoin dan Psikologi Pasar

    Berbeda dengan proyek kripto berbasis utilitas atau infrastruktur, memecoin lebih bergantung pada viralitas, komunitas, dan momentum sosial.

    Dalam banyak kasus, reli harga didorong oleh spekulasi identitas kreator, dukungan influencer kripto, volume perdagangan tinggi dalam waktu singkat, hingga narasi unik yang mudah menyebar.

    HOODRAT saat ini berada di fase awal euforia, di mana ekspektasi pasar sering kali melampaui realitas fundamental.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa reli berbasis narasi biasanya bersifat cepat dan ekstrem—baik ke atas maupun ke bawah.

    Risiko Volatilitas Ekstrem

    Meski potensi keuntungan besar menjadi daya tarik utama, memecoin dikenal memiliki volatilitas sangat tinggi.

    Harga dapat melonjak ratusan persen dalam waktu singkat, tetapi juga bisa terkoreksi tajam ketika narasi kehilangan momentum, whale mulai merealisasikan profit, likuiditas menipis, atau sentimen pasar kripto secara umum melemah.

    Trader yang masuk di fase euforia sering kali menghadapi risiko koreksi tajam ketika reli mulai mereda.

    Selain itu, keterkaitan wallet secara on-chain belum tentu menjadi jaminan bahwa proyek tersebut akan mengikuti jejak kesuksesan token sebelumnya. Korelasi tidak selalu berarti replikasi keberhasilan.

    Apakah HOODRAT Bisa Mengikuti Jejak WIF?

    Pertanyaan utama yang kini beredar di komunitas adalah: apakah HOODRAT memiliki peluang realistis untuk menyamai performa WIF?

    Secara historis, hanya sebagian kecil memecoin yang mampu mempertahankan momentum jangka panjang. Banyak yang mengalami lonjakan awal sebelum akhirnya terkoreksi dalam beberapa minggu atau bulan.

    Keberhasilan jangka panjang biasanya ditentukan oleh pertumbuhan komunitas organik, distribusi token yang sehat, likuiditas memadai, serta dukungan ekosistem dan integrasi.

    Tanpa faktor-faktor tersebut, reli berbasis spekulasi cenderung bersifat sementara.

    Baca Juga: 5 Memecoin Terpopuler di Pump.Fun di Pekan Kedua Mei

    Lonjakan harga HOODRAT menunjukkan kembali bagaimana narasi dan reputasi dapat menjadi katalis utama dalam ekosistem memecoin.

    Dugaan keterkaitan dengan deployer WIF telah memicu gelombang FOMO yang signifikan, mendorong volume dan harga naik tajam.

    Namun, di balik potensi keuntungan besar, risiko volatilitas ekstrem tetap membayangi. Investor dan trader perlu menyadari bahwa reli berbasis spekulasi bisa berbalik arah dengan cepat.

    Dalam pasar memecoin, kecepatan sering kali menjadi penentu. Tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah fluktuasi yang tak terduga.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Instagram McDonald’s Diretas, Pelaku Promosi Kripto-Kuras Uang Rp 10,7 M


    Jakarta

    Akun Instagram McDonald’s dibobol peretas. Pelaku berhasil membobol akun tersebut dan membawa kabur dana US$ 700.000 atau Rp 10,7 miliar (kurs Rp 15.418).

    Peretas bisa menguras dana sebanyak itu dengan cara mempromosikan memecoin bergambar Grimace, salah satu karakter yang dimiliki restoran cepat saji itu.

    Peretas seolah-olah membuat akun McDonald’s tengah bereksperimen ke ranah kripto melalui platform komputasi kripto yakni Solana. Tidak diketahui jelas bagaimana peretas itu bisa meraup ratusan dolar dalam bentuk kripto itu.


    Menurut situs berita Cryptopolitan, dalam waktu 30 menit, token palsu tersebut berubah nilainya sempat melonjak dari nol menjadi US$ 25 juta. Walaupun, pada akhirnya juga anjlok setelah diketahui pemilik akun mengambil semua dana yang masuk. Lalu, dari berbagai informasi yang beredar, peretas juga menuliskan bahwa pengikut dari akun McDonald’s telah tertipu.

    Sebuah tangkapan layar yang beredar daring menunjukkan unggahan di Instagram McDonald’s dengan keterangan, “Maaf, Anda baru saja ditipu oleh India_X_Kr3w, terima kasih atas US$ 700.000 dalam bentuk Solana,” tulis postingan tersebut, dikutip dari Cointelegraph, Sabtu (24/8/2024).

    Meski begitu, pihak McDonald’s telah angkat bicara. Restoran cepat saji itu mengatakan telah berhasil memulihkan kembali akunnya dan meminta maaf kepada pengikut akun resmi tersebut.

    “Kami telah menyelesaikan masalah pada akun tersebut dan meminta maaf kepada penggemar kami atas bahasa yang menyinggung yang diposting selama waktu itu,” kata McDonald’s.

    Simak Video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/ara)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu
  • Elon Musk Dapat Jabatan dari Donald Trump, Dogecoin Langsung Meroket!


    Jakarta

    Harga Dogecoin melonjak tinggi pada Selasa malam usai Presiden AS terpilih Donald Trump mengumumkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency), yang ia sebut sebagai ‘DOGE’.

    Melansir dari CNBC International, Rabu (13/11/2024), Trump mengatakan CEO Tesla Elon Musk dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik Vivek Ramaswamy, akan memimpin departemen tersebut.

    “Mereka akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk membongkar birokrasi pemerintah, memangkas peraturan yang berlebihan, memotong pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi Badan-Badan Federal,” jelas Trump.


    Dogecoin terakhir naik hampir sebesar 20% dan telah menjadi salah satu pemenang terbesar pasca pemilu, memperoleh 153% sejak hari pemilu dibandingkan dengan bitcoin yang kenaikannya sebesar 30% pada periode yang sama. Dogecoin juga melampaui XRP minggu ini untuk menjadi cryptocurrency terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Memecoin dipandang sebagai ukuran minat ritel dan selera risiko terhadap kripto. Ketika aktivitas memecoin meningkat, biasanya hal ini menunjukkan bahwa investor ritel berpartisipasi dan memiliki keinginan untuk berspekulasi lebih jauh mengenai kurva risiko.

    Trump awalnya melontarkan gagasan komisi efisiensi pada bulan September. Sejak itu, Musk telah mengunggah di kanal media sosialnya X, menyebut komisi tersebut sebagai Departemen Efisiensi Pemerintah atau D.O.G.E.

    Dogecoin memperoleh relevansi pada tahun 2021 setelah dukungan Musk dan sensasi terus-menerus di media sosial, yang sejak itu menjadi katalis besar bagi koin tersebut. Pada bulan Mei tahun itu, unggahan Musk memicu kenaikan Dogecoin ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 67 sen per Coin Metrics.

    Meskipun sebelumnya Musk menyebut Dogecoin sebagai ‘sebuah hiruk pikuk’, membuat harganya anjlok. Pasar kripto lainnya sedang jeda dari reli pasca-pemilu. Bitcoin diperdagangkan datar di sekitar US$ 87.000, setelah sempat menyentuh US$ 90.000 pada perdagangan sore hari. Saham kripto Coinbase dan Strategi Mikro masing-masing lebih rendah sebesar 1% dan 2%, dalam perdagangan yang diperpanjang.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apa Itu Memecoin? Kripto Unik yang Lagi Dilirik Investor


    Jakarta

    Dalam beberapa tahun terakhir, dunia keuangan global telah memasuki fase transisi besar. Ketidakpastian geopolitik, suku bunga yang fluktuatif, dan kelelahan terhadap sistem keuangan konvensional mendorong generasi baru investor untuk mencari bentuk investasi alternatif dan di antara semua opsi yang muncul, kripto tetap menjadi magnet utama.

    Namun, arah pasar kripto sendiri telah berubah secara fundamental. Dari dominasi proyek-proyek teknologi berat dan institusi besar, kini sentimen pasar mulai bergeser ke arah narasi, komunitas, dan partisipasi terbuka. Memecoin, yang dulu dianggap hanya sebagai lelucon pasar, justru menjadi ujung tombak dari gelombang ini. Apa itu memecoin?

    Mengutip Investopedia, Selasa (3/6/2025), memecoin adalah altcoin, mata uang kripto selain Bitcoin, yang diberi nama berdasarkan tren, topik humor atau hal-hal lucu, atau apa pun yang terlintas di benak seseorang. Biasanya, koin ini dibuat untuk membangun keterlibatan komunitas dan dapat digunakan dalam pembayaran antar pengguna, investasi spekulatif, atau perdagangan.


    Dalam banyak kasus, memecoin disertai dengan situs web bertema komedi, istilah-istilah yang kadang tidak masuk akal, serta promosi rasa kebersamaan oleh penciptanya dan para penggemar untuk menarik minat orang lain.

    Secara umum, memecoin bekerja dengan cara yang mirip seperti mata uang kripto lainnya: seseorang atau sekelompok orang menciptakan sebuah token-biasanya di atas blockchain yang sudah ada-dan mulai memasarkan koin tersebut. Misalnya, Solana dan Base menjadi blockchain paling populer yang digunakan pembuat memecoin sepanjang tahun 2024.

    Sebagian besar memecoin tidak diciptakan dengan tujuan penggunaan tertentu, selain sebagai aset yang bisa diperdagangkan dan dikonversi. Meski begitu, koin-koin ini menjadi sangat populer di kalangan trader kripto di bursa-dengan volume perdagangan harian secara konsisten melampaui $6 miliar di awal tahun 2025.

    Memecoin biasanya tersedia untuk publik melalui bursa terdesentralisasi, meskipun beberapa bursa tersentralisasi juga mulai mencantumkan meme coin yang lebih populer-dan jumlahnya sangat banyak.

    Situs agregator data dan analisis kripto CoinGecko melaporkan bahwa terdapat 5,3 juta memecoin yang diluncurkan hanya di platform Pump.fun, sejak tanggal peluncurannya pada 19 Januari 2024 hingga 1 Januari 2025. Ini berarti rata-rata 15.229 memecoin diluncurkan setiap hari hanya di satu platform.

    “Banyak investor ritel yang merasa terasing dari proyek-proyek besar mulai berbondong-bondong masuk ke proyek berbasis komunitas. Di ruang ini, humor, cerita, dan loyalitas kolektif sering kali lebih berarti daripada whitepaper teknis. Ke depan memang perlu menggabungkan simbolisme budaya lokal dengan mekanisme tokenomics canggih, menawarkan bukan hanya keuntungan jangka pendek, tapi arah jangka panjang yang selaras dengan identitas komunitasnya. Salah satunya $KOKOK yang bisa menjadi simbol ketahanan baru,” ujartrader legendaris asal Thailand, Srisiamseorang.

    Srisiam menegaskan bahwa $KOKOK bukan sekadar memecoin biasa, tetapi fondasi dari gerakan baru yang akan mengubah lanskap komunitas Web3 Asia.

    “$KOKOK lahir dari semangat bertahan hidup di tengah ketidakpastian global. Komunitas yang terus solid meski saat pasar runtuh. Karakter Kokok bukan fiksi semata. Ia hidup dari kekuatan komunitas,” ujar Srisiam.

    Setelah melakukan pembakaran 80% dari total pasokan awal (800 juta dari 1 miliar token), $KOKOK kini hanya memiliki 200 juta token beredar, menciptakan kelangkaan ekstrem yang memicu gelombang minat pasar dan supply shock. Pasangan perdagangan KOKOK/SOL di Raydium melonjak, dengan beberapa analis menyebut potensi 10x hingga menuju kapitalisasi $100 juta.

    Srisiam menjelaskan bahwa narasi “Roach Runner” menjadi elemen kunci dari daya tarik $KOKOK. Kecoa makhluk yang dikenal bisa bertahan hidup bahkan setelah kiamat menjadi simbol ideal untuk semangat para investor yang dimana tak bisa dibunuh, dan selalu kembali bangkit.

    “$KOKOK bukan anjing, bukan kucing. Ia serangga blockchain. Unik. Tak tergantikan. Dan justru karena itu, dia akan meledak. Ini akan seperti $FARTCOIN tapi lebih cepat dan lebih liar,” tambah Srisiam.

    Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, $KOKOK tidak hanya mengandalkan kekuatan narasi dan komunitas semata. Ekosistem ini kini tengah bergerak menuju penguatan utilitas nyata melalui pengembangan fitur staking dan alat investasi berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperpanjang siklus hidup token dan memberi ruang partisipasi yang lebih dalam bagi pemiliknya, tanpa harus bergantung pada hype semata.

    Salah satu inisiatif utama yang tengah dikembangkan adalah mekanisme staking untuk token $KOKOK. Pengguna akan memiliki opsi untuk mengunci aset mereka dalam periode tertentu guna memperoleh imbal hasil, sekaligus mendapatkan status loyalitas khusus dalam komunitas. Model ini diharapkan bisa memperkuat rasa kepemilikan dan menumbuhkan insentif jangka panjang bagi para holder.

    Di saat yang sama, tim pengembang juga tengah merancang RoachHub DAO, sebuah platform tata kelola berbasis blockchain yang memungkinkan komunitas mengambil peran langsung dalam menentukan arah proyek. Melalui DAO ini, para anggota “Roach Army” akan dapat melakukan voting terhadap berbagai keputusan penting, seperti pendanaan inisiatif meme, pengembangan produk baru, hingga penunjukan mitra ekosistem.

    Sebagai pelengkap dari ekosistem ini, akan hadir pula dashboard investasi komunitas, yaitu seperangkat alat analitik dan sosial yang membantu pengguna dalam mengambil keputusan berbasis data dan diskusi terbuka. Berbeda dengan alat investasi tradisional yang sering hanya berpihak pada “whale” atau pemain besar, dashboard ini dirancang untuk mendukung keputusan kolektif komunitas kecil-menengah-mereka yang selama ini dianggap pinggiran, namun justru menjadi tulang punggung dari dunia Web3.

    “Kami tidak sedang membangun koin untuk hari ini. Kami membangun pergerakan jangka panjang. $KOKOK adalah energi sosial, dan masa depan Web3 akan dimenangkan oleh komunitas, bukan institusi,”ujarnya.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Perusahaan Ini Guyur Dana Segar ke Bursa Kripto RI hingga Rp 3,2 T


    Jakarta

    MEXC Ventures mengumumkan investasinya untuk ekosistem kripto di Indonesia melalui salah satu bursa domestik, Triv. MEXC Ventures menggelontorkan dana investasi dengan valuasi sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,25 triliun (asumsi kurs Rp 16.283).

    MEXC Ventures adalah bagian dari bursa kripto global di bawah MEXC. Investasi ini sejalan dengan strategi global perusahaan untuk mengembangkan proyek inovatif di sektor blockchain dan kripto. Di sisi lain, MEXC juga melihat pesatnya pertumbuhan pasar aset digital di Asia Tenggara.

    CEO dan Pendiri Triv, Gabriel Rey, menjelaskan investasi ini memungkinkan perusahaan memperluas daftar aset kripto serta meningkatkan likuiditas. Triv sendiri menyediakan akses bursa ke lebih dari 1.000 aset kripto. Infrastruktur yang dimiliki perusahaan juga mendukung perdagangan aset utama seperti BTC dan ETH, pasangan USDT, hingga memecoin.


    “Kemitraan ini akan memungkinkan kami memperluas daftar aset kripto yang tersedia, meningkatkan likuiditas, serta menghadirkan lebih banyak produk inovatif bagi pengguna baru maupun lama,” terang Gabriel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/8/2025).

    Sementara itu, Direktur Investasi MEXC Ventures, Leo Zhao, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar aset digital paling dinamis dan menjanjikan di kawasan Asia. Melalui kemitraan ini, MEXC Triv dapat mempercepat adopsi aset digital di seluruh negeri.

    “Komitmen kami dalam berinvestasi strategis tidak hanya berfokus pada ide menarik dan talenta pengembang, tetapi juga pada inisiatif yang memiliki potensi jangka panjang yang jelas,” terangnya.

    Leo Zhao menambahkan, MEXC tengah melakukan diversifikasi geografis untuk target jangka panjang, salah satunya dengan masuk ke pasar kripto Indonesia. Adapun MEXC saat ini menjadi salah satu platform perdagangan kripto terbesar dengan lebih dari 1.700 aset kripto yang tersedia bagi pengguna lokal.

    “Indonesia adalah salah satu pasar aset digital paling dinamis dan menjanjikan di kawasan ini,” tutupnya.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin cs Terjun Bebas!


    Jakarta

    Aset digital kripto kompak melemah pada perdagangan siang ini, Senin (23/2/2026). Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada mata uang Bitcoin (BTC), tetapi juga terhadap sejumlah altcoin hingga memecoin.

    Dikutip dari data perdagangan Coinmarketcap pukul 11.10 WIB, harga BTC melemah hingga 4,62% sepanjang perdagangan 24% ke harga US$ 64.923 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.800). Harga BTC mendadak turun dari sebelumnya berada di level US$ 68.124 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan pagi sekitar pukul 07.05 WIB.

    Sementara jika diakumulasikan pada perdagangan sepekan terakhir, harga BTC tercatat melemah 5,81%. Aset kripto ini bergerak melemah usai mencapai harga US$ 69.713 atau sekitar Rp 1,17 miliar pada perdagangan 16 Februari kemarin.


    Pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 5,61% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.863 atau sekitar Rp 31,29 juta. Harga ETH terjun bebas dari harga US$ 1.980 atau sekitar Rp 33,26 juta.

    Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 5,14% dan 8,88%. Untuk harga BNB tercatat di level US$ 589,70 dari US$ 624,38. Sedangkan SOL tercatat melemah ke US$ 77,59 dari US$ 85,28.

    Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 4,79% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0,09262. Sementara stablecoin seperti Tether (USDT) tercatat bergerak stagnan pada perdagangan hari ini di harga US$ 0,9996 sepanjang perdagangan 24 jam.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Anjlok, Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026) siang. Pelemahan disebut imbas rencana penetapan tarif global yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 15%.

    Adapun saat ini, harga BTC tercatat melemah sepanjang perdagangan 24 jam terakhir sebesar 4,04% pukul 13.13 WIB ke level US$ 65.266 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.807). Sementara sepanjang perdagangan sebulan terakhir, harga BTC terkoreksi sebesar 4,47%.

    Dikutip dari CNBC, pelemahan harga BTC hari ini memperpanjang koreksi token tersebut sejak bulan Oktober 2025. Diketahui saat itu, BTC melemah setelah menyentuh level tertinggi pada harga US$ 125.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar.


    Kemudian secara kumulatif sejak bulan Oktober 2025, BTC tercatat telah melemah lebih dari 47% hingga hari ini. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, BTC tercatat melemah 26%.

    COO BTSE Jeff Mei mengatakan pelemahan hari ini terjadi akibat aksi jual bersih investor menyusul pengumuman tarif AS sebesar 15%. Selain itu, kekhawatiran investor juga dipicu oleh naiknya tensi geopolitik AS-Iran.

    “Kami yakin bahwa kenaikan tarif yang tiba-tiba ini menyebabkan investor menjual aset kripto sebagai antisipasi penurunan pasar yang lebih serius,” ujar Jeff Mei dikutip dari CNBC, Senin (23/2/2026).

    Sementara itu, Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, mengatakan pelemahan harga BTC terjadi karena rendahnya kepercayaan dan likuiditas pasar kripto. Secara teknikal, BTC berada pada fase bearish yang ditandai rendahnya volume transaksi dan ketidakpastian di AS. BTC juga disebut berpotensi melemah hingga ke harga US$ 50.000.

    Sebagai informasi, pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 5,25% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.872 atau sekitar Rp 31,45 juta. Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 3,88% dan 7,78%.

    Untuk harga BNB tercatat di level US$ 597,10 dari US$ 624,38. Sedangkan SOL tercatat melemah ke US$ 78,52 dari US$ 85,28. Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 3,22% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09398.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Biang Kerok Bitcoin Babak Belur


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (23/2/2026). Pelemahan terjadi bahkan hampir pada seluruh token kripto yang dipicu penerapan tarif global yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 15%.

    Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 18.10 WIB, harga BTC tercatat melemah 2,77% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 66.309 atau sekitar Rp 1,11 miliar (asumsi kurs Rp 16.816).

    Harga BTC turun dari level US$ 68.193 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan pagi sekitar pukul 06.05 WIB.


    Dikutip dari CNBC, pelemahan harga BTC hari ini memperpanjang koreksi token tersebut sejak bulan Oktober 2025. Diketahui saat itu, BTC melemah setelah menyentuh level tertinggi pada harga US$ 125.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar.

    Kemudian secara kumulatif sejak bulan Oktober 2025, BTC tercatat telah melemah lebih dari 47% hingga hari ini. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, BTC tercatat melemah 26%.

    COO BTSE, Jeff Mei, mengatakan pelemahan hari ini terjadi akibat aksi jual bersih investor menyusul pengumuman tarif AS sebesar 15%. Selain itu, kekhawatiran investor juga dipicu oleh naiknya tensi geopolitik AS-Iran.

    “Kami yakin bahwa kenaikan tarif yang tiba-tiba ini menyebabkan investor menjual aset kripto sebagai antisipasi penurunan pasar yang lebih serius,” ujar Jeff Mei dikutip dari CNBC, Senin (23/2/2026).

    Sementara itu, Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, mengatakan pelemahan harga BTC terjadi karena rendahnya kepercayaan dan likuiditas pasar kripto. Secara teknikal, BTC berada pada fase bearish yang ditandai rendahnya volume transaksi dan ketidakpastian di AS. BTC juga disebut berpotensi melemah hingga ke harga US$ 50.000.

    Sebagai informasi, pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 3,16% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.917 atau sekitar Rp 32,23 juta. Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 2,74% dan 5,91%.

    Untuk harga BNB tercatat di level US$ 607,09, sedangkan SOL tercatat melemah ke harga US$ 80,32. Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 1,03% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09652.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (ahi/hns)



    Sumber : finance.detik.com