Tag: meningkatkan stamina

  • Ini 10 Manfaat Lari Pagi, Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar!

    Jakarta

    Lari pagi merupakan salah satu olahraga ringan yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga bermanfaat menyegarkan pikiran.

    Olahraga ini juga mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya yang mahal. Detikers hanya perlu bangun lebih pagi dan melakukan pemanasan sebelum mulai berlari.

    Mengutip dari laman resmi Kemenkes, lari menjadi salah satu olahraga yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Lari pagi yang konsisten dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan stamina.


    Lantas, apa saja manfaat lari pagi untuk kesehatan dan bisa bikin tubuh dan pikiran lebih segar? Yuk, simak artikel berikut sampai selesai.

    10 Manfaat Lari Pagi yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar

    Melansir dari detikHealth, berikut beberapa manfaat lari pagi yang bisa menyegarkan tubuh hingga pikiran.

    1. Lari Pagi Membuat Lebih Berenergi

    Pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk membangun dan meningkatkan semangat sebelum menjalani aktivitas. Salah satu kegiatan yang bisa detikers lakukan untuk meningkatkan energi yaitu dengan lari pagi.

    detikers tidak perlu memakan waktu yang lama saat berlari pagi karena dapat menguras tenaga dan malah membuat kelelahan. Lari pagi cukup dilakukan setidaknya 20 menit saja, sehingga energi yang didapatkan cukup untuk mengawali hari.

    2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Kesehatan jantung menjadi aspek utama yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Jantung yang sehat akan memompa dan mengalirkan darah kaya akan oksigen dengan lancar ke seluruh tubuh.

    Selain itu, dengan lari pagi, risiko detikers terkena penyakit jantung seperti stroke juga menjadi lebih kecil.

    3. Menjaga Suhu Tubuh

    Di saat sekarang ini, cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk itu, detikers perlu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan sejuk terutama pada saat udara panas.

    Lari di pagi hari dapat menjaga suhu tubuh agar tetap sejuk. Dengan begitu, meskipun cuaca panas ekstrem, tubuh detikers tidak rentan terhadap risiko penyakit.

    4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Manfaat lari pagi yang berikutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan berbagai serangan penyakit dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan prima.

    Daya tahan tubuh yang kuat juga dapat meningkatkan mood sehingga detikers semakin siap untuk menjalani hari.

    Sports background. Runner feet running on road closeup on shoe.flare lightIlustrasi olahraga lagi pagi. Foto: Getty Images/Uinmine

    5. Membantu Meningkatkan Produktivitas

    Manfaat lainnya dari lari pagi yaitu membantu pikiran lebih segar dan meningkatkan kinerja otak. Dengan begitu, hal ini dapat membantu detikers lebih produktif dan bersemangat.

    6. Menurunkan Berat Badan

    Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, lari pagi juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan saat berlari, kalori tubuh terbakar, terjadi pengurangan lemak, dan berat badan menjadi turun.

    Detikers dapat berlari sebelum mulai sarapan untuk merasakan manfaatnya. Mengutip dari penelitian American Council on Exercise melalui detikHealth, lari selama 40 menit dengan kecepatan 12 menit/mil bagi dengan orang yang memiliki berat badan 150 pon dapat membakar sebanyak 362 kalori.

    Bagi detikers yang sedang dalam program menurunkan berat badan, lari pagi yang rutin bisa menjadi pilihan aktivitas sehari-hari, disamping menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan bernutrisi.

    7. Menjaga Kesehatan Tulang

    Sebagai alat gerak pasif, tulang berperan penting dalam menyokong pergerakan kita sehari-hari. Untuk itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan berolahraga rutin, salah satunya dengan lari pagi.

    Saat kita berlari, gerakan tubuh memberi tekanan pada tulang, sehingga mirip dengan olahraga angkat beban. Hal tersebut dapat membuat tulang lebih kuat dan mencegah pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.

    8. Melancarkan Metabolisme Tubuh

    Seperti yang dibahas di atas, lari pagi dapat membakar kalori tubuh. Hal ini disebabkan saat berlari, proses metabolisme terjadi lebih cepat sehingga oksidasi biologi dalam tubuh bekerja dengan efisien.

    9. Melancarkan Sirkulasi Darah

    Sirkulasi darah yang lancar dapat membuat pergerakan tubuh lebih aktif. Selain itu, oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai bagian tubuh, seperti mata, rambut, dan permukaan kulit.

    10. Menyegarkan Pikiran dan Memperbaiki Mood

    Selain secara fisiologis, secara psikologis lari pagi juga bermanfaat, terutama bagi pikiran dan suasana hati. Ketika berlari, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan berbagai hormon yang dapat memperbaiki suasana hati, seperti dopamin, serotonin, hingga endorfin.

    Hal ini dapat membuat mood detikers jauh lebih baik dan berenergi sehingga siap memulai kegiatan dengan menyenangkan.

    Tips Menyiapkan Diri dengan Baik Sebelum Lari Pagi

    Persiapan diri sebelum lari pagi menjadi aspek penting, agar manfaat yang dirasakan juga lebih optimal. Berikut tips ataupun cara yang bisa detikers lakukan sebelum lari pagi:

    • Memakai baju olahraga yang sesuai dan bahan yang nyaman.
    • Memakai sepatu olahraga yang nyaman dan mampu melindungi kaki saat berlari.
    • Hindari memutar musik terlalu kencang saat berlari, hal ini dapat memecah fokus.
    • Bangun lebih pagi agar dapat melawan rasa kantuk dan menyiapkan diri dengan baik.

    Demikianlah beberapa manfaat lari pagi untuk kesehatan, juga bikin tubuh dan pikiran lebih segar. Jangan lupa untuk tetap rutin lari pagi ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Jogging

    Jakarta

    Ada banyak manfaat yang bisa detikers dapatkan dari aktivitas lari pagi, khususnya bagi kesehatan. Apa saja?

    Lari pagi atau jogging punya sejumlah manfaat bagi tubuh dan mental. Selain meningkatkan stamina, manfaat lari pagi antara lain adalah mengurangi stres.

    Olahraga lari pagi juga terbilang relatif hemat waktu. Healthline menyebut, detikers tidak perlu berlama-lama lari pagi. Manfaat lari pagi sudah bisa didapat dengan durasi minimal 10 menit, dengan catatan dilakukan secara rutin.


    Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan

    Seperti dirangkum dari detikHealth dan detikBali, ada banyak manfaat lari pagi untuk kesehatan. Bukan cuma kesehatan fisik, tapi juga mental. Apa saja?

    1. Lari pagi bisa mengurangi stres

    Dengan lari pagi, suasana hati dan pikiran bisa menjadi lebih segar. Ini dikarenakan lari pagi dapat melepaskan hormon bahagia dan mengurangi level kortisol.

    2. Lari demi hindari potensi serangan jantung

    Saat detikers berolahraga, hormon kortisol bakal menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi.

    Kenapa hal itu penting? Pada saat hormon kortisol berlebih, tubuh akan menyimpan banyak lemak yang bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas yang jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

    Dengan kata lain, jogging setiap pagi juga bikin detikers bisa menjaga kesehatan jantung. Pada saat jogging, jantung akan terus terpompa, meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.

    Lewat olahraga lari, paru-paru juga akan terus bekerja untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot. Hal itu bisa membuat paru-paru menjadi lebih kuat.

    3. Lari pagi guna meningkatkan kinerja otak

    detikers bisa lebih fokus dalam melakukan aktivitas harian karena lari lagi dapat meningkatkan kinerja otak. Lari pagi rutin melancarkan sirkulasi darah ke otak, akibatnya jaringan frontal dan parietal pun semakin terhubung dengan kuat sehingga kemampuan kontrol diri dan daya ingat akan semakin baik.

    4. Lari pagi bikin tidur lebih nyenyak

    Aktivitas lari pagi membuat badan aktif sejak pagi hari sehingga berpotensi lebih segar di siang harinya. Hal itu, pada akhirnya berpeluang membantu detikers tidur lebih cepat dan nyenyak.

    Ilustrasi tidurLari pagi rutin bisa membuatmu tidur lebih nyenyak. Foto: Getty Images/fizkes

    5. Lari pagi menguatkan tulang

    Jika tidak pernah atau jarang olahraga, pada awalnya aktivitas lari pagi akan bikin badan detikers pegal-pegal. Tapi kalau terus dilakukan secara rutin, tulang dan otot bakal semakin kuat.

    Nah, tulang kuat akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, osteoarthritis, dan penyakit tulang lain. Tapi jika detikers merasa sakit yang tidak wajar karena olahraga lari, hentikan dulu aktivitas itu dan segera konsultasikan dengan ahlinya ya!

    Buat yang kesehariannya banyak duduk, olahraga fisik seperti lari pagi juga bisa menjaga fleksibilitas tulang belakang karena duduk lama dapat meningkatkan tekanan pada diskus (bantalan pelindung tulang belakang).

    6. Lari pagi untuk anti penuaan

    Melakukan jogging secara rutin membuat detikers berpotensi menghirup udara lebih segar dan paparan sinar Matahari yang masih kaya manfaat di pagi hari. Di saat bersamaan, kulit akan mendapat lebih banyak oksigen dan pasokan darah.

    Waktu terbaik lari pagi atau jogging

    Idealnya, lari pagi dilakukan secara rutin setiap hari. Tapi jika tidak bisa, detikers bisa mengusahakannya 3-4 kali dalam sepekan.

    Untuk pemilihan waktu, detikers bisa menyesuaikan dengan situasi-kondisi lingkungan masing-masing. Tapi disarankan agar olahraga lagi pagi dilakukan sebelum pukul 08.00 WIB atau 09.00 WIB.

    Hal itu dilakukan demi mendapatkan paparan terbaik dari sinar Matahari, yang merupakan sumber vitamin D. Sehingga, akan ideal jika lari pagi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB atau 06.00 WIB. Tapi tetap waspada dan berhati-hati ya!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Nggak Perlu Obat-obatan, 5 Cara Ini Ampuh Bikin Stamina Tahan Lama di Ranjang


    Jakarta

    Kehidupan seks yang sehat dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, seperti lebih percaya diri dan mengurangi stres. Sebaliknya, masalah dengan stamina, ejakulasi dini, atau masalah performa seksual lainnya tak jarang membuat seseorang berkecil hati.

    Jika mengalami perubahan pada performa seksual atau tidak mampu mempertahankan ereksi selama bercinta, mungkin pertanyaan bagaimana cara bertahan lebih lama di atas ranjang muncul dalam benak. Jangan khawatir, berikut adalah 5 cara alami untuk bertahan lebih lama di atas ranjang, dikutip dari Healthline.

    1. Berhenti merokok

    Merokok dapat mengganggu dapat sirkulasi, meningkatkan risiko disfungsi ereksi (DE), dan menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Hal ini dapat terjadi karena merokok merusak pembuluh darah. Kondisi seperti disfungsi ereksi seringkali disebabkan oleh suplai darah arteri yang buruk ke dalam alat vital.


    Kabar baiknya, kesehatan pembuluh darah serta kesehatan dan performa seksual dapat membaik ketika seseorang berhenti merokok.

    2. Melakukan latihan panggul atau pelvic exercise

    Otot-otot dasar panggul membantu untuk menopang kandung kemih dan ejakulasi. Olahraga yang memperkuat kelompok otot ini dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk menunda orgasme.

    Menurut kepala staf medis di NuMale Medical Center Dr Christopher Asandra, latihan kegel dapat membantu pria seperti halnya pada wanita karena dapat memperkuat otot pubococcygeus. Namun, komitmen dan konsistensi dibutuhkan untuk hasil yang memuaskan.

    3. Menjaga berat badan yang ideal

    Menjaga berat badan yang ideal dapat meningkatkan performa di atas danjang dan mengatasi ejakulasi dini.

    Obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes adalah penyebab utama disfungsi ereksi. Jadi, mengatasi masalah yang mendasarinya, seperti menjaga berat badan, dapat meningkatkan performa seks dan bermanfaat bagi tubuh secara keseluruhan.

    4. Terapi

    Meskipun banyak yang berasumsi bahwa masalah seperti disfungsi ereksi merupakan hasil dari biologi atau kesehatan fisik, terdapat hubungan yang sering berkaitan antara disfungsi ereksi dengan kesehatan mental.

    Dalam banyak kasus, disfungsi ereksi dipicu oleh kondisi mental seperti depresi atau kecemasan. Terapi dan bertemu dengan profesional kesehatan mental dapat menjadi solusi.

    Menurut sebuah meta-analisis tahun 2018 tentang masalah ini, beberapa orang yang mengalami depresi lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi, dan orang yang saat ini mengalami DE memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.

    5. Akupuntur

    Akupuntur adalah medote pengobatan tradisional Tiongkok yang telah dipraktikkan selama lebih dari 2.500 tahun. Praktik memasukkan jarum-jarum kecil ke titik-titik tertentu di seluruh tubuh menstimulasi sistem saraf dan memengaruhi opioid dan hormon alami.

    Faktanya, sebuah kajian pada 2019 menganalisis banyak uji klinis yang mengeksplorasi akupuntur sebagai pengobatan DE dan menemukan hasil yang sangat positif walau penelitian tentang penggunaan akupuntur untuk mengobati DE masih terbatas.

    Meskipun penelitiannya masih terbatas, akupuntur memiliki manfaat lain yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, seperti mengurangi stres dan rasa sakit kronis.

    (Syifaa F. Izzati/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy