Tag: menopause

  • Suami-suami Merapat! Ini 5 Cara Bangkitkan Gairah Seks Istri yang Menopause

    Jakarta

    Menopause umumnya dialami wanita ketika mulai menginjak usia 40-an. Kondisi ini bisa memunculkan sejumlah gejala, salah satunya penurunan gairah seksual.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, tubuh wanita akan mengalami sejumlah perubahan saat memasuki masa menopause. Salah satunya adalah penurunan jumlah hormon estrogen. Estrogen merupakan hormon yang berperan dalam menjaga vagina tetap lembab, tebal, dan sehat.

    Ketika produksi estrogen menurun, dinding vagina akan menjadi lebih tipis, kering, dan kehilangan elastisitasnya. Walhasil, aktivitas seksual menjadi tidak menyenangkan, bahkan menimbulkan rasa sakit bagi wanita. Inilah yang menjadi salah satu penyebab wanita menopause menjadi enggan bercinta dengan pasangan.


    Cara Membangkitkan Gairah Seks Wanita Menopause

    Menopause tak hanya menjadi masa transisi yang sulit bagi istri, tapi juga suami. Sebab, pada banyak kasus, istri menjadi lebih sering menolak ajakan bercinta lantaran takut merasa sakit atau tidak nyaman.

    Kabar baiknya, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kembali gairah seks istri. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah tips meningkatkan gairah seks istri menopause yang perlu diketahui para paksu.

    1. Fokus pada kemesraan

    Satu hal yang perlu diketahui adalah seks bukanlah satu-satunya cara untuk bisa mendekatkan diri dengan pasangan. Faktanya, ada banyak cara yang bisa dilakukan para suami untuk membangun intimasi bersama istri.

    Misalnya, dengan melakukan aktivitas bercumbu seperti berpelukan atau berciuman. Tak hanya meningkatkan kemesraan, aktivitas tersebut juga bisa mendorong hasrat istri untuk melakukan aktivitas seksual.

    2. Gunakan pelumas

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penurunan hormon estrogen dapat membuat vagina wanita menjadi kering. Hal ini dapat membuat penetrasi saat aktivitas seksual menjadi tidak nyaman dan bahkan menyebabkan rasa sakit.

    Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan pelumas seks. Tapi ingat, cermatlah dalam memilih pelumas seks agar tidak menimbulkan reaksi alergi atau efek samping bagi kesehatan.

    3. Lakukan variasi

    Aktivitas seksual tidak hanya penetrasi vaginal saja. Pijat sensual, foreplay, dan seks oral juga bisa menjadi alternatif untuk mencapai kenikmatan seksual saat istri mengalami menopause. Momen ini juga menjadi saat yang tepat untuk mengeksplorasi berbagai teknik atau gaya bercinta baru yang dapat meningkatkan pengalaman seksual bersama pasangan.

    4. Perbanyak konsumsi makanan bergizi

    Dikutip dari laman US Cardiology Review, wanita menopause kerap mengalami peningkatan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein). Kolesterol LDL yang terlalu tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dalam tubuh dan memengaruhi fungsi seksual.

    Untuk mencegah hal tersebut, pastikan istri selalu mengonsumsi makanan yang bergizi, terutama saat sudah memasuki masa menopause. Adapun jenis makanan yang bisa dikonsumsi antara lain makanan berserat seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh (whole grains), daging ikan, minyak zaitun, dan produk susu rendah lemak.

    5. Melakukan senam kegel

    Senam kegel dapat menjadi salah satu cara membangkitkan gairah setelah menopause. Sebab, latihan ini dapat membantu mengencangkan otot panggul dan meningkatkan sensasi saat berhubungan seksual.

    Tak hanya wanita, pria juga bisa merasakan manfaat serupa dengan melakukan senam kegel. Dikutip dari Healthline, senam kegel dapat meningkatkan fungsi seksual pada pria.

    (ath/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bapak-bapak Waspada! ‘Menopause’ Juga Bisa Dialami Pria, Begini Tanda-tandanya


    Jakarta

    Seiring bertambahnya umur, tubuh manusia pastinya akan mengalami perubahan, baik secara fisik, psikologis, ataupun fungsi seksualnya. Pada wanita, proses ini kerap dikenal dengan sebutan menopause yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi saat mulai memasuki usia tertentu.

    Tak hanya pada wanita, ternyata pria juga bisa mengalami menopause yang disebut sebagai kondisi andropause. Andropause sendiri adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron pada pria, yang hampir sama dengan menopause pada wanita.

    “Untuk laki-laki itu ada namanya andropause. Andropause ini hanya dialami oleh laki-laki karena memiliki hormon testosteron,” jelas dr Rizki Nasution, saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Utara, Senin (29/5/2023).


    “Hormon testosteron puncaknya pada pria pada saat berusia 20 tahun ke atas sampai usia 30. Jadi saat pria berusia 30 tahun dan ke atasnya lagi, itu per tahun akan turun sekitar 1 persen hormon testosteronnya,” lanjut dr Rizki.

    dr Rizki menjelaskan, ciri-ciri ketika pria dewasa mulai memasuki fase andropause bisa banyak diamati dan dirasakan dalam hal-hal sederhana dalam keseharian.

    “Yang paling simple dari mudah lelah, mudah cape, sering kelelahan yang amat sangat, kemudian rontoknya rambut, lemak di perut mulai menumpuk, kemudian otot-otot badan yang mulai menyusut, lalu beberapa pria itu ada namanya man boobs mulai terbentuk tuh. Itu adalah ciri-ciri pada saat pria sudah mulai mengalami penurunan hormon testosteron,” paparnya.

    Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa hormon testosteron pada pria ini berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap fit dan menjaga stamina agar tetap optimal. Penurunan testosteron bisa mengakibatkan terganggunya juga kemampuan metabolisme tubuh pria yang dapat berdampak pada fungsi kognitif.

    “Metabolisme tubuh pria itu kalau sudah terganggu akan menganggu fungsi kognitif, moodnya, hormonalnya. Mudah cape akan berefek pada mudah marah, sensitif, pulang kerja bawaannya marah-marah terus. itu juga bisa dipengaruhi oleh penurunan testosteron,” ujar dr Rizki.

    Dalam menghadapi permasalahan ini, dr Rizki juga menjelaskan bahwa hal ini memang tidak dapat dihindari. Namun, penurunan kadar testosteron dapat dicegah agar tidak terjadi penurunan yang terlalu drastis.

    “Umur tidak bisa kita lawan ya. Tapi menurun secara drastis dari sebuah hormon di tubuh kita itu bisa kita cegah, bisa kita perlambat,” katanya.

    “Fisiologis tubuh kita tingkatkan dengan olahraga, hidup sehat, makan-makanan kita pilah pilih, diet secara teratur, minum-minuman alkohol dengan kadar tinggi kita kurangi, rokok kita stop, olahraga yang meningkatkan vitalitas, olahraga yang ke arah endurance itu juga sangat membantu untuk menjaga hormon testosteron ini tidak menurun secara drastis,” sambungnya.

    Bagi para pria yang memang memiliki kesibukan sehingga terhambat untuk bisa melakukan olahraga secara rutin, dr Rizki menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen untuk membantu mengisi kekurangan itu.

    “Idealnya untuk satu minggu kita harus olahraga dua sampai tiga hari. Tapi kan kita tidak bisa full untuk olahraga terus untuk mereka yang sangat aktif. Kita bisa mengisinya dengan minum suplemen,” pungkasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Saat Terangsang, Kedalaman Miss V Bisa ‘Sepanjang’ Ini


    Jakarta

    Vagina adalah salah satu organ tubuh dengan berbagai manfaat, mulai dari jalan keluarnya bayi hingga darah menstruasi. Saat berhubungan seks, vagina berperan sebagai tempat menyalurkan hasrat seksual sekaligus jalan masuk sperma ke rahim.

    Faktanya, ukuran vagina bersifat elastis. Panjang vagina dapat berubah pada situasi dan kondisi tertentu. Misalnya, ketika penis, jari, tampon, dan mainan seks dimasukkan ke dalam vagina maka dinding di dalamnya akan melebar sesuai dengan ukuran benda asing tersebut.

    Dikutip dari Men’s Health, penelitian dalam British Journal of bstetrics & Gynaecology menemukan rata-rata kedalaman vagina adalah 3,77 inci atau 9,6 cm dalam kondisi normal. Saat terangsang, vagina dapat melebar antara 4,25 – 4.75 inci atau setara dengan 10,8 – 12 cm. Hal ini disebabkan kerena selama bergairah, darah mengalir ke area genital yang menyebabkan rahim dan leher rahim naik dua pertiga bagian atas vagina yang memanjang.


    Vagina juga akan berubah ketika melahirkan. Untuk mengakomodasikan jalan lahir bayi, serviks, saluran vagina, dan vulva melebar hingga berdiameter sekitar 10 cm. Usai melahirkan, beberapa wanita mungkin akan mengalami vagina yang terasa longgar, kering, hingga nyeri. Namun, tak perlu khawatir, vagina akan menjadi lebih kencang dalam beberapa hari pasca melahirkan dan kembali ke bentuk semula sekitar 6 bulan setelah melahirkan.

    Seiring berjalannya waktu, elastisitas vagina dapat berkurang. Hal ini disebabkan karena wanita mulai memasuki masa menopause yang membuat otot vagina melemah. Sering melakukan persalinan juga dapat mempengaruhi elastisitas vagina. Faktor lain seperti operasi, mengejan saat sembelit, dan penambahan berat badan juga bisa mempengaruhi elastisitas vagina.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tanda-tanda Awal Menopause Dini pada Wanita, Termasuk Vagina Kering


    Jakarta

    Menopause adalah kondisi berakhirnya sirlukasi ovulasi dan menstruasi pada wanita. Umumnya, kondisi ini mulai dialami ketika wanita memasuki usia 40 hingga 50 tahun.

    Namun, tak sedikit juga wanita yang mengalaminya di usia yang lebih dini, yaitu pada usia 30 tahun atau bahkan sebelum berusia 30 tahun. Inilah yang disebut sebagai menopause dini.

    Dikutip dari NHS, penyebab dari kondisi menopause dini belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti riwayat atau keturunan keluarga, kelainan kromosom, penyakit autoimun, hingga sejumlah infeksi tertentu.


    Berikut adalah sejumlah gejala yang umum dialami oleh wanita yang mengalami menopause dini.

    1. Hot flashes

    Hot flashes adalah sensasi atau rasa panas yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh, terutama tubuh bagian atas. Umumnya, rasa panas ini paling banyak dirasakan di area wajah dan leher.

    2. Night sweat

    Night sweat atau sering berkeringat saat malam hari bisa menjadi salah satu tanda-tanda seseorang mulai memasuki fase menopause. Hot flashes yang timbul saat tidur seringkali disebut juga dengan sebutan night sweat atau keringat malam.

    3. Vagina kering

    Vagina kering dapat menimbulkan berbagai gejala lainnya, seperti rasa gatal, rasa terbakar, iritasi, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon ketika tubuh mulai memasuki masa menopause.

    4. Ketidakstabilan emosi

    Selain gejala pada kesehatan fisik, menopause juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Salah satunya adalah gangguan tidur. Hal ini juga seringkali berkaitan dengan gangguan kecemasan dan depresi yang banyak dialami oleh wanita ketika memasuki masa menopause.

    Ketidakseimbangan hormon turut mempengaruhi kestabilan emosi seseorang. Selain itu, menopause juga bisa membuat seseorang jadi lebih sulit untuk berkonsentrasi dan menjadi lebih mudah lupa atau sulit untuk mengingat.

    5. Penurunan gairah seksual

    Kadar hormon estrogen dalam tubuh akan mengalami penurunan yang cukup drastis ketika mulai memasuki fase menopause. Bahkan, penurunan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun sebelum benar-benar memasuki fase menopause.

    Penurunan kadar hormon seks ini akan berdampak besar pada hilangnya gairah seksual dan kesulitan untuk terangsang atau orgasme pada wanita.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Disimak Ya Ladies, 7 Makanan Ini Bisa Atasi Miss V Kering


    Jakarta

    Ketika vagina kering, melakukan hubungan seks akan terasa menyakitkan. Terkadang, vagina menjadi luka dan berdarah yang mengakibatkan seks tidak berjalan dengan baik dan nyaman. Bahkan, sebagian wanita lebih memilih untuk menghindari melakukan hubungan seks daripada menahan rasa sakit akibat vagina kering.

    Sebenarnya, wanita yang memasuki masa menopause memiliki permasalahan vagina kering lebih sering. Namun, pada wanita muda juga bisa mengalami vagina kering akibat gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi, mengkonsumsi makanan tertentu yang juga mempengaruhi kelembapan pada vagina.

    Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh wanita untuk mengatasi vagina kering yaitu dengan merubah pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang bisa mengembalikan kelembapan vagina.


    Dikutip dari The Health Site, berikut beberapa makanan yang bisa mengembalikan kelembapan pada vagina wanita:

    1. Biji rami

    Mengkonsumsi biji rami dapat meningkatkan kadar estrogen dan membantu mengurangi kekeringan pada vagina. Biji rami memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi dan kaya akan fitoestrogen. Selain itu, rutin mengkonsumsi biji rami dapat menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko kanker pada wanita.

    2. Biji-bijian

    Permasalahan utama vagina menjadi kering akibat ketidakseimbangan hormon. Mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat mengatur keseimbangan hormon. Hal ini dapat menjaga vagina agar tetap sehat dan terlumasi dengan baik.

    3. Kacang

    Pistachio, walnut, dan almond merupakan jenis kacang yang mengandung asam lemak esensial dan vitamin E. Mengkonsumsi makanan ini dengan rutin dapat membantu mengembangkan dinding dan otot vagina menjadi lebih kuat sehingga vagina dapat terlumasi secara alami.

    4. Kedelai

    Kedelai memiliki kandungan yang membantu permasalahan kekeringan pada vagina, seperti omega-3, asam folat, zat besi, vitamin, dan mineral. Mengkonsumsi kedelai dapat membantu memulihkan fungsi estrogen yaitu menjaga organ reproduksi wanita agar tetap sehat dan mengembalikan kelembaban vagina secara alami. Tak hanya itu, kedelai juga memiliki manfaat untuk wanita menopause, seperti meringankan rasa lelah, keringat yang berlebihan, dan rasa panas yang muncul secara tiba-tiba pada tubuh.

    5. Apel

    Buah apel memiliki kandungan fitoestrogen yang membantu menjaga kelembaban vagina dan mengurangi risiko adanya iritasi. Wanita dapat mengkonsumsi buah apel secara rutin setiap harinya untuk memperbaiki kadar pelumas dan fungsi seksual menjadi lebih baik. Pelumas alami ini bisa membantu menjaga kesehatan vagina menjadi lebih lembab agar terlindungi dari penetrasi yang dilakukan saat berhubungan seks.

    6. Lidah buaya

    Mengkonsumsi lidah buaya sebagai jus dapat meningkatkan pelumas pada vagina. Tak hanya itu, menjadikannya sebagai pelumas juga diperbolehkan saat melakukan hubungan seks. Sebab, lidah buaya memiliki manfaat sebagai perawatan kulit bahkan menjaga kesehatan dan kadar pH vagina.

    7. Ikan

    Seperti yang diketahui, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang membantu vagina menjadi terlumasi secara alami. Tak hanya itu, mengkonsumsi ikan juga mengurangi rasa gatal pada vagina akibat kekeringan. Wanita dapat mengkonsumsi ikan salmon, sarden atau makarel secara rutin untuk menjaga lendir vagina dan mencegah vagina menjadi kering. Maka dari itu, sangat penting bagi wanita untuk memastikan vagina cukup terlumasi saat melakukan hubungan seks untuk menghindari infeksi pada lapisan vagina.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies Merapat! Ini Sederet Makanan yang Bisa Bikin Miss V ‘Happy’


    Jakarta

    Sudah banyak yang tahu, asupan makanan tertentu bisa memengaruhi kesehatan seksual. Salah satu yang sering terdengar, mengkonsumsi minuman kopi sebelum sesi bercinta bisa bikin kualitas seks makin ‘on fire’.

    Lantas yang juga sering menjadi pertanyaan wanita, adakah makanan tertentu yang bisa bikin vagina sehat?

    Dikutip dari Women’s Health, berikut makanan yang bisa dicoba untuk mengatasi berbagai keluhan terkait kesehatan vagina:


    1. Kram perut menstruasi

    Sebagian wanita mengeluhkan rasa sakit saat menstruasi. Mengatasinya, cobalah konsumsi ikan. Pasalnya, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki senyawa anti-inflamasi yang dapat meringankan rasa sakit saat menstruasi.

    Rasa sakit menstruasi disebabkan pelepasan senyawa peradangan yang disebut dengan prostaglandin, yang membantu otot rahim berkontraksi dan melepas jaringan.

    2. Vagina kering

    Beberapa wanita mengalami kekeringan di area vagina karena penurunan kadar estrogen yang membantu menjaga jaringan agar tetap elastis dan terlumasi dengan baik. Penurunan tersebut bisa disbabkan menopause, menyusui, melahirkan, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

    Biasanya, wanita yang sedang mengalami vagina kering akan menolak saat berhubungan seks karena vagina akan terasa sakit dan lecet.

    Mengobati kondisi ini, wanita dapat mengonsumsi makanan kedelai, seperti tahu, tempe, dan edamame. Makanan ini mengandung senyawa yang memiliki kesamaan atau peniru estrogen yang disebut dengan isoflavon. Selain itu, makanan ini dapat menarik banyak cairan ke dalam vagina.

    3. Infeksi jamur

    Sebenarnya, vagina memiliki bakteri sehat yang membantu jaringan vagina untuk mempertahankan kadar pH yang sehat. Namun pada beberapa kasus, penggunaan antibiotik, obat diabetes, penggunaan alat kontrasepsi, dan menopause dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.

    Namun, wanita tidak perlu panik karena mengonsumsi makanan kaya probiotik secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri dan meningkatkan kadar pH yang baik pada vagina. Makanan yang mengandung probiotik yaitu yogurt, kimchi, tempe, dan miso.

    4. Infeksi saluran kemih (ISK)

    Wanita dapat mengalami infeksi saluran kemih akibat bakteri atau infeksi yang masuk ke dalam vagina. Biasanya, infeksi ini disebabkan wanira tidak pipis atau membersihkan area vagina setelah berhubungan seks.

    Mengatasinya, wanita dapat mengonsumsi jus cranberry untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Jus ini mengandung senyawa yang dapat menghentikan bakteri penyebab infeksi yang menempel pada dinding kandung kemih.

    Selain itu, wanita juga dapat mengonsumsi teh hijau untuk menekan risiko infeksi saluran kemih. Minuman ini memiliki efek antimikroba yang kuat untuk melawan infeksi saluran kemih. Wanita dapat mengkonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau dalam sehari.

    5. Memberikan kesenangan saat berhubungan seks

    Untuk mendapatkan sesi bercinta yang nikmat, wanira dapat mengonsumsi apel sebelum melakukan hubungan seks. Pasalnya, apel mengandung phloridzin, yaitu senyawa pada hormon seks wanita. Apalagi, apel memiliki polifenol yang membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan vagina sehingga wanita lebih mudah mencapai klimaks.

    Selain itu, buah ini dapat dikonsumsi sekali sehari untuk meningkatkan fungsi seksual dan pelumasan alami.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Garuk-garuk Miss V Melulu Sehabis Bercinta? Ini 6 Kemungkinan Penyebabnya


    Jakarta

    Vagina adalah organ yang tergolong sangat sensitif. Banyak hal yang bisa menyebabkan iritasi pada vagina, vagina kering, hingga infeksi bakteri ataupun jamur.

    Hal tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, rasa sakit, hingga rasa terbakar pada vagina. Kondisi-kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan menganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam berhubungan seksual.

    Dikutip dari Insider, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan vagina gatal setelah berhubungan seksual, berikut adalah 6 di antaranya.


    1. Vagina kering

    Vagina seharusnya dalam kondisi yang lembap dan ketika berhubungan seksual, vagina dapat menghasilkan pelumas alaminya sendiri. Namun, beberapa dapat membuat seseorang tidak menghasilkan pelumas alami yang cukup untuk melembapkan vagina, seperti misalnya kondisi menopause.

    Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan kadar hormon estrogen menyebabkan berkurangnya juga kelembapan pada dinding vagina. Selain saat menopause, perubahan hormonal pada masa kehamilan dan menyusui juga dapat menyebabkan perubahan pada kelembapan vagina.

    Vagina yang kering dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual hingga menimbulkan gejala seperti iritasi, rasa gatal, dan rasa sakit setelah berhubungan seksual.

    2. Alergi

    Alergi terhadap bahan lateks yang digunakan pada kondom bukanlah suatu kondisi yang langka. Kondisi alergi ini dapat menimbulkan reaksi, seperti rasa gatal, kemerahan, hingga ruam pada vagina.

    3. Dermatitis vulva atau vulvitis

    Kondisi ini terjadi ketika kulit pada vulva atau bibir vagina mengalami iritasi. Biasanya banyak disebabkan oleh faktor eksternal, seperti penggunaan pelumas yang berparfum atau berwarna, yang dapat menimbulkan permasalahan pada vulva.

    Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan oleh penggunaan sabun, pembalut, hingga celana dalam yang berbahan sintetis.

    Kondisi ini dapat diatasi dengan menghindari penggunaan produk-produk berparfum, mandi air hangat, mengeringkan bagian vulva dengan sempurna setelah mandi, dan menggunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat atau berbahan katun.

    4. Infeksi jamur

    Infeksi jamur dapat terjadi akibat pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan pada vagina. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa gatal, iritasi, hingga rasa terbakar saat atau setelah berhubungan seksual.

    Gejala lain yang menandakan adanya infeksi jamur adalah keputihan yang tidak biasa, seperti keputihan yang kental, putih, atau bertekstur bagai keju, pembengkakan atau kemerahan pada bagian bibir vagina, dan rasa sakit atau tidak nyaman pada vagina.

    5. Vaginosis bakterialias

    Keseimbangan pH pada vagina dapat terganggu setelah berhubungan seksual akibat pengaruh dari sperma pria. Kondisi keseimbangan pH yang terganggu dapat memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko terkena vaginosis bakterialis.

    6. Infeksi menular seksual (IMS)

    Seringkali, penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual tak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, salah satu gejala yang paling umum adalah rasa gatal pada organ intim. Berhubungan seksual ketika mengalami infeksi menular seksual dapat membuat pembengkakan dan rasa gatal semakin parah.

    Gejala yang perlu diperhatikan adalah keputihan yang tidak biasa, rasa sakit hingga pendarahan ketika berhubungan seksual, rasa sakit ketika buang air kecil, dan rasa sakit pada perut bagian bawah.

    Apapun faktor penyebabnya, ketika vagina dalam kondisi gatal, aktivitas seksual sebaiknya dihindari sampai vagina benar-benar pulih agar tidak semakin memperburuk gejala.

    Bila rasa gatal disertai dengan gejala lainnya yang tidak biasa dan mengganggu, segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Makanan Ini Bantu Jaga Kesehatan Miss V, Perempuan Wajib Tahu


    Jakarta

    Kesehatan organ intim memiliki banyak pengaruh bagi tubuh, khususnya pada sistem reproduksi. Bila tak dijaga dengan baik, dapat menyebabkan berbagai permasalahan, seperti ketidaksuburan hingga berbagai penyakit atau infeksi pada organ intim.

    Untuk itu, menjaga kebersihan vagina merupakan hal yang penting dan tak boleh terlewatkan. Namun, di luar itu, mengatur pola makan yang baik dan seimbang juga dibutuhkan oleh vagina.

    Layaknya bagian tubuh yang lain, organ intim juga membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang sesuai untuk dapat bekerja secara optimal. Apa yang kita konsumsi juga dapat berpengaruh pada kesehatan organ intim.


    Berikut adalah tujuh makanan yang bermanfaat bagi kesehatan vagina, dikutip dari berbagai sumber.

    1. Air

    Air adalah salah satu asupan terpenting bagi tubuh, tak terkecuali bagi organ intim. Mengonsumsi air yang cukup dapat menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, termasuk pada vagina. Asupan air juga dapat membantu menjadi pelumas alami bagi vagina.

    2. Alpukat

    Dikutip dari Healthline, alpukat mengandung lemak sehat, vitamin B6, dan potasium, di mana ketiga kandungan ini memiliki manfaat baik bagi organ intim. Buah ini dapat meningkatkan lubrikasi dan kadar estrogen dan memperkuat dinding vagina.

    3. Jus kranberi

    Jus kranberi mengandung komponen asam yang mampu melawan bakteri-bakteri jahat. Mengonsumsi jus ini juga dipercayai dapat membantu mencegah dan meringankan gejala infeksi saluran kemih.

    4. Probiotik

    Probiotik mengandung bakteri baik yang dibutuhkan vagina untuk mempertahankan keseimbangan pHnya. Produk-produk probiotik, seperti yogurt, kimchi, kombucha,dan acar, mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh.

    5. Bawang putih

    Bawang putih dikenal akan kemampuan antimikrobanya. Mengonsumsi bawang putih mentah dipercayai dapat membantu tubuh melawan infeksi, termasuk salah satunya adalah infeksi jamur pada vagina.

    6. Telur

    Telur merupakan salah satu contoh makanan yang memiliki kandungan asam lemak yang baik untuk tubuh. Kandungan ini dapat memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, termasuk di antaranya adalah membantu meningkatkan dan melancarkan sirlukasi serta aliran darah dalam tubuh.

    7. Kedelai

    Kedelai memiliki kandungan fitoestrogen yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ intim. Kandungan ini dapat berperan sebagai pelumas alami bagi vagina. Selain itu, fitoestrogen juga dapat membantu menangani sejumlah permasalahan, seperti permasalahan menstruasi hingga meringankan gejala menopause.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Pelumas Alami untuk Wanita yang Sudah Menopause, Bikin Auto Basah


    Jakarta

    Pelumas alami untuk wanita yang sudah menopause kerap kali dicari oleh banyak orang. Pasalnya, ketika wanita mulai memasuki masa menopause, seks mungkin tidak terasa senikmat dulu. Masalah pada umumnya adalah karena keringnya vagina sehingga membuat berhubungan seksual terasa menyakitkan.

    Menopause menandai berakhirnya siklus menstruasi seseorang. Setelah 12 bulan tidak haid, mereka yang sebelumnya merasakan haid akan dinyatakan menopause. Rata-rata hal ini terjadi di sekitar usia 40-an atau 50-an.

    Dikutip dari Healthline, pada masa menopause tubuh mengalami perubahan hormon secara signifikan. Secara khusus, kadar esterogen dan progesterone menurun. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk salah satunya kekeringan pada vagina.


    Kekeringan vagina bisa menjadi masalah bagi banyak wanita menopause. Kekeringan adalah tanda khas dari sindrom genitourinari menopause, juga dikenal sebagai vaginitis atrofi atau atrofi vagina. Dengan kondisi ini, jaringan vagina menjadi lebih tipis dan lebih mudah teriritasi. Kondisi ini diakibatkan penurunan alami kadar estrogen tubuh selama menopause.

    Dinding vagina biasanya memiliki lapisan tipis yang lembab. Kelembaban ini disekresikan oleh sel-sel dinding vagina dan membantu sperma bertahan dan berjalan. Ini pula yang mengurangi gesekan selama berhubungan seksual.

    Ketika produksi estrogen mulai menurun, sekresi dan kelembaban vagina berkurang sehingga menyebabkan kekeringan pada vagina.

    Gejala kekeringan vagina

    • Iritasi, terbakar, atau gatal
    • Gairah seks menurun
    • Pendarahan pasca-seks
    • Infeksi saluran kemih berulang

    Penyebab kekeringan vagina

    • Merokok
    • Depresi
    • Tingkat stress tinggi
    • Beberapa pengobatan kanker

    Pelumas Alami untuk Wanita yang Sudah Menopause

    Terdapat beberapa pengobatan alami atau rumahan untuk meringankan rasa tidak nyaman ketika bercinta, di antaranya

    1. Minyak kelapa

    Penelitian telah membuktikan bahwa minyak kelapa murni adalah perawatan yang baik untuk kekeringan pada kulit karena memiliki sifat pelembab dan antibakteri. Secara umum, mengolesi minyak kelapa ke kulit luar dianggap aman. Meskipun begitu, bicarakanlah kepada dokter sebelum menggunakan minyak ini sebagai pelumas vagina.

    2. Air Kelapa

    Kelapa memang buah yang kaya manfaat. Selain minyaknya yang baik untuk kulit, air kelapa juga bagus untuk diminum guna menghilangkan bakteri. Air kelapa juga dapat membantu meredakan dehidrasi yang dapat memperburuk gejala kekeringan vagina. Bukan dioles ya, tapi diminum.

    3. Vitamin E

    Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang memiliki fungsi ganda sebagai antioksidan penangkal penyakit. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin E bermanfaat untuk meningkatkan pelumasan dan mengurangi kekeringan pada vagina.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Terungkap Kedalaman Miss V saat ‘Terangsang’ Menurut Studi


    Jakarta

    Vagina atau Miss V adalah salah satu organ tubuh wanita yang memiliki banyak manfaat. Vagina berfungsi sebagai jalan keluarnya bayi dan darah menstruasi. Saat bercinta, vagina berfungsi sebagai jalan masuk sperma ke rahim dan tempat menyalurkan hasrat seksual.

    Vagina ternyata bersifat elastis. Panjang vagina mampu berubah pada situasi dan kondisi tertentu. Ketika sesuatu dimasukkan ke dalam Vagina seperti penis, jari, tampon, atau mainan seks, dinding vagina mengembang melebar menyesuaikan benda asing tersebut.

    Dikutip dari Men’s Health, penelitian dalam British Journal of Obstetrics & Gynaecology menemukan rata-rata kedalaman vagina adalah 3,77 inci atau 9,6 cm dalam kondisi normal.


    Sama seperti penis, saat terangsang vagina bisa melebar antara 4,25-4,75 inci atau setara 10,8-12 cm. Menurut Go Ask Alice di Universitas Columbia, selama bergairah, darah mengalir ke area genital yang menyebabkan rahim dan leher rahim naik dua pertiga bagian atas vagina yang memanjang.

    Saat melahirkan, ukuran vagina akan berubah sebentar sebelum kembali normal. Untuk mengakomodasi jalan lahir bayi, serviks, saluran vagina, dan vulva melebar hingga berdiameter sekitar 10 cm. Dikutip dari Healthline, beberapa wanita yang melahirkan mungkin mengalami vagina yang terasa longgar, kering, hingga nyeri. Vagina menjadi lebih kencang dalam beberapa hari setelah melahirkan dan kembali ke bentuk semula sekitar 6 bulan pascamelahirkan.

    Seiring berjalannya waktu, elastisitas vagina dapat berkurang. hal ini terjadi karena wanita mulai memasuki masa menopause yang melemahkan otot vagina. Sering menjalani persalinan juga dapat mengurangi elastisitas vagina. Beberapa faktor lain yang memengaruhi elastisitas vagina misalnya operasi dan mengejan akibat sembelit atau penambahan berat badan.

    (Celine Kurnia/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy