Source : unsplash.com / Brooke Lark
Jakarta –
Wanita yang sedang menstruasi sebenarnya tidak boleh makan sembarangan. Hindari konsumsi 5 makanan ini karena bikin perut kembung.
Selama masa menstruasi, wanita dihadapi dengan kondisi perut yang sakit dan tidak nyaman. Mulai dari perut kram sampai perut kembung.
Gejala seperti ini terjadi akibat adanya perubahan hormon dalam tubuh ketika wanita menstruasi. Masalah ini sebenarnya bisa membaik sendiri seiring berakhirnya masa menstruasi.
Asalkan, para wanita tidak memperparahnya dengan mengonsumsi makanan sembarangan. Sebab, kembung di perut saat menstruasi juga bisa dipicu karena asupan makanan yang kurang baik.
Untuk menghindari kondisi perut kembung yang lebih buruk, saat menstruasi para wanita sebaiknya tidak mengonsumsi 5 makanan ini, seperti yang dilansir Times of India (17/03):
1. Makanan berlemak
Makanan berlemak tidak baik dikonsumsi wanita saat sedang haid. Foto: iStock
|
Saat menstruasi, nafsu makan biasanya meningkat. Rasanya ingin sekali menikmati makanan-makanan yang terlihat menggiurkan, seperti gorengan atau kue manis.
Sayangnya, makanan seperti itu tinggi lemak. Belum lagi ada beberapa yang tinggi akan lemak jenuh dan trans yang dapat memperlambat pencernaan. Akhirnya menyebabkan rasa tidak nyaman di perut sampai membuat kembung.
Oleh karena itu, makanan berlemak sebaiknya dihindari. Jenis-jenisnya termasuk makanan yang digoreng, junk food, daging berlemak, sosis, kue kering, keju, sampai makanan yang bersantan.
2. Makanan tinggi garam
Makanan tinggi garam seperti keripik yang diberi garam dan penyedap tinggi juga perlu dihindari. Foto: Getty Images/Edy Gunawan
|
Makanan tinggi garam atau natrium juga sering menggiurkan. Namun, para wanita perlu menghindarinya menjelang haid atau saat sedang haid.
Asupan garam berlebihan dapat menyebabkan retensi air sehingga memperburuk kembung. Makanan ini juga dapat menyebabkan berkumpulnya cairan di dalam pembuluh darah.
Makanan tinggi garam yang perlu dihindari, seperti makanan olahan, camilan asin, dan makanan cepat saji yang seringkali mengandung natrium tinggi. Kamu bisa menggantinya dengan pilihan lebih baik.
Alih-alih menikmati kentang goreng, kamu bisa menikmati kentang panggang yang kandungan garamnya cenderung lebih rendah.
Daftar makanan lain yang perlu dihindari saat haid, bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Minuman berkarbonasi
Beberapa wanita mungkin menyukai minuman berkarbonasi karena enak dan menyegarkan. Namun, minuman ini bukanlah pilihan tepat ketika kamu sedang haid.
Minuman, seperti soda, sparkling water, atau minuman ringan berkarbonasi lainnya dapat menyebabkan pembentukan gas. Sehingga, membuat pencernaan atau perut menjadi tidak nyaman.
Hal inilah yang akan memicu perut kembung tiba-tiba.
4. Makanan olahan
Makanan olahan seperti sosis juga bukanlah pilihan tepat. Foto: iStock
|
Makanan olahan juga sering menggugah selera. Misalnya, camilan kemasan hingga makanan siap saji.
Sayangnya, makanan seperti ini bukanlah pilihan tepat untuk dimakan saat menstruasi. Kebanyakan makanan olahan sering ditambah bahan pengawet atau bahan lainnya yang dapat mengganggu pencernaan.
Bahan tersebut juga yang menyebabkan perut menjadi kembung.
5. Makanan manis
 Makanan manis dapat menyebabkan kembung ketika haid. Foto: detik
|
Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang nikmat. Namun, para wanita sebaiknya menghindari makanan ini saat datang bulan.
Konsumsi makanan tinggi gula dapat mengubah keseimbangan bakteri usus. Hal tersebut yang menyebabkan kembung, serta rasa tidak nyaman di perut.
Terlepas dari masa haid atau tidak, konsumsi makanan manis berlebihan juga berisiko menyebabkan penyakit berbahaya. Mulai dari obesitas, diabetes, dan hipertensi. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari konsumsinya.
Wanita yang sedang haid mungkin punya keinginan makan berlebih. Untuk mengurangi nafsu tersebut dan menghindari konsumsi makanan tidak sehat, kamu bisa perbanyak asupan makanan berserat. Alihkan rasa ingin makan atau minum manis dengan minum air putih saja.
(aqr/adr)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Donor darah merupakan salah satu tindakan sederhana yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dengan menyumbangkan darah, seseorang bisa membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
Kendati demikian, tidak semua orang bisa menjad pendonor darah. Ada beberapa kondisi kesehatan dan faktor risiko yang membuat seseorang tidak diperbolehkan mendonorkan darah.
Syarat Mendonorkan Darah
Sebelum mengetahui siapa saja yang tidak dibolehkan untuk mendonorkan darah, ketahui apa saja persyaratan untuk donor darah. Dikutip dari laman PMI Kota Bandung dan PMI Jakarta Barat, berikut di antaranya:
- Sehat jasmani dan rohani
- Usia 17-65 tahun
- Berat badan minimal 45 kg
- Tekanan darah: Sistole 100-70 dan diastole 70-100
- Kadar hemoglobin 12,5% sampai dengan 17,0 g%
- Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun).
- Suhu tubuh 36,5-37,5 C
- Wanita tidak sedang hamil, menstruasi, dan menyusui
- Tidak bertato dan tindik, kecuali sudah lebih dari 6 bulan
- Tidak pecandu alkohol dan narkotik
- Tidur malam sebelum donasi minimal 5 jam dan tidak begadang
- Sudah makan 3-4 jam sebelum donor darah
Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mendonorkan Darah
Berikut kelompok orang yang tidak boleh mendonorkan darah:
1. Orang yang Sedang Flu-Penyakit Lainnya yang Menyebabkan Demam
Orang yang sedang mengidap pilek atau flu saat ingin mendonorkan darah harus melakukan jadwal ulang donor selama 7 hari setelah gejala hilang. Meski pilek atau flu tidak memengaruhi darah, namun Unit Transfusi Darah (UTD) akan menolak donor darah dari orang sakit, sebagai upaya mengurangi penyebaran flu. Tak hanya flu, orang yang demam juga tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah.
2. Hemoglobin Rendah
Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh serta ke,bali ke paru-paru. Protein ini juga mengandung banyak zat besi.
Apabila pernah kesulian dalam mendonorkan darah sebelumnya, sebab kadar zat besi/hemoglobin yang rendah, atasi kekurangan ini dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, terutama daging dan produk hewani. Untuk vegetarian, roti dan pasta, kacang-kacangan, kacang tanah, tahu, dan telur merupakan sumber zat besi yang baik.
3. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat atau Antibiotik Tertentu
Sebagai aturan umum, sebagian obat bebas yang dikonsumsi masih bisa membuat seseorang diterima untuk mendonorkan darah. Namun, untuk lebih jelasnya, doker akan menjelaskan kepada donor saat pemeriksaan tentang boleh atau tidaknya pendonoran saat mengonsumsi obat tertentu.
Adapun obat-obaan yang paling sering dibicarakan dalam pembatasnnya yaitu:
- Aspirin, harus menunggu 3 hari penuh
- Pengencer darah, tidak diizinkan mendonorkan darah
- Insulin, bisa mendonorkan darah selama diabetes terkendali dengan baik.
4. Orang yang Baru Divaksinasi
Orang yang baru menerima vaksinasi atau imunisasi mungkin diminta menunggu selama beberapa waktu sebelum memenuhi syarat donor darah. Misalnya, pada saat ini UTD PMI menyatakan bahwa donor darah bisa diterima jika seseorang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 dengan ketentuan:
- Hari keempat setelah vaksin 1 tanpa ada gejala KIPI
- Hari ke delapan setelah vaksin 2 atau vaksin 3 tanpa ada gejala KIPI
- Jika terdapat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), donor darah sebaiknya ditunda dalam satu bulan.
5. Bepergian ke Tempat Tertentu pada Waktu yang Salah
Perjalanan bisa menghadapkan seseorang pada budaya, kebiasaan, dan penyakit yang berbeda. Beberapa penyakit tersebut bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendonokan darah.
6. Orang yang Memiliki Masalah Kesehatan terkait Darah
Orang dengan penyakit berkaitan dengan masalah darah dan pendarahan seringkali tidak dibolehkan untuk donor darah. Jadi, jika seseorang mengidap hemofilia, penyakit Von Willebrand, hemokromatosis heredier atau sickle cell trait, maka dia tidak bisa mendonorkan darah.
(elk/up)

Sumber : health.detik.com
Jakarta –
Ada doa yang dapat dibaca oleh wanita muslim ketika mengalami haid di hari pertama. Doa ini sebagaimana diajarkan istri Rasulullah SAW, Aisyah RA.
Haid atau menstruasi merupakan siklus alami yang terjadi pada perempuan normal. Umumnya, haid terjadi sekitar 2-7 hari.
Mengutip buku La Tahzan untuk Wanita Haid karya Ummu Azzam, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masa terpendek dan terpanjang haid. Imam Hanafi menyatakan bahwa minimalnya adalah tiga hari tiga malam dan terlamanya adalah 10 hari.
Imam Maliki berpendapat tidak ada masa terpendek, bahkan sekali keluar darah kemudian tidak keluar lagi meski dalam hitungan 1×24 jam, itu sudah disebut haid. Masa terpanjang menurutnya adalah 15 hari.
Pendapat yang paling masyhur adalah pendapat Imam Syafi’i dan Hambali. Menurut keduanya, minimal masa haid adalah sehari semalam dan maksimalnya adalah 15 hari. Perkataan ini sesuai dengan perkataan Ali bin Abi Thalib, “Masa haid paling cepat adalah satu hari satu malam, dan bila lebih dari 15 hari maka darah yang keluar menjadi darah istihadhah.”
Doa Hari Pertama Haid
Dalam hadits dari Aisyah RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada perempuan yang haid, kecuali haidnya bisa menghapus dosa masa lalu dari semua dosanya dan jika ia membaca “alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin”, pada hari pertama haid maka Allah akan menuliskan kepadanya bahwa ia akan melewatkan api neraka dan kemudian dapat berada di jembatan Shirathal Mustaqim dengan selamat dan aman dari siksaan dan akan dinaikkan pangkatnya oleh Allah setiap hari dan tiap malam pahala empat puluh syuhada bagi ia yang berdzikir tersebut kepada Allah dalam masa haidnya.”
Mengutip buku Mencari Pahala Disaat Haid tulisan Ratu Aprilia Senja, berikut bacaan doa hari pertama haid yang diajarkan oleh Aisyah RA.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.
Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”
Setelah itu bisa melanjutkannya dengan membaca doa hari pertama haid sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari)
Doa hari pertama haid tersebut bisa dibaca mengingat tak sedikit muslimah yang merasakan sakit pada hari pertama menstruasi.
(dvs/kri)

Sumber : www.detik.com
Jakarta –
Doa hari pertama haid dapat diamalkan oleh wanita muslim. Pada dasarnya, haid adalah darah yang keluar dari ujung rahim wanita secara sehat tanpa suatu sebab.
Wanita muslim yang haid tidak diperbolehkan mengerjakan ibadah seperti salat dan puasa. Larangan ini termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 222,
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Mengutip buku kitab Al-Ibanah wa Al-Ifadhah fi Ahkam Al-Haidh wa An-Nifas wa Al-Istihadhah ‘ala Mazhab Al-Imam Asy-Syafi’i karya Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assegaf terjemahan Ahmad Atabik Lc dan Abdul Majid Lc, haid dimaknai sebagai peristiwa biologis yang Allah SWT berikan kepada wanita. Haid juga dikatakan sebagai tanda organ reproduksi wanita sehat dan berfungsi dengan baik.
Doa Hari Pertama Haid: Arab, Latin dan Artinya
1. Doa Hari Pertama Haid Versi Pertama
Doa hari pertama haid versi pertama ini diajarkan oleh Aisyah RA, berikut bacaannya yang dikutip dari buku Mencari Pahala Disaat Haid susunan Ratu Aprilia Senja.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.
Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”
2. Doa Hari Pertama Haid Versi Kedua
Ada juga doa hari pertama haid versi lainnya yang disebutkan dalam buku Doa-doa untuk Muslimah terbitan Tim Quanta.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Arab latin: Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullaaha min kulli dzanbin
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa.”
3. Doa Hari Pertama Haid Versi Ketiga
Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir oleh M Khalilurrahman Al Mahfani, terdapat doa yang bisa dibaca muslimah untuk meredakan rasa nyeri. Berikut bunyinya,
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari).
Itulah beberapa doa hari pertama haid yang bisa dipanjatkan oleh wanita muslim. Semoga bermanfaat.
(aeb/kri)

Sumber : www.detik.com
Jakarta –
Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.
Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?
Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.
Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.
Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?
1. Mengurangi Stres
Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.
2. Tidur Lebih Nyenyak
Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
3. Meredakan Nyeri
Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.
4. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.
5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat
Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.
(dpy/suc)
Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy
Jakarta –
Bercinta merupakan salah satu momentum penting di dalam sebuah hubungan rumah tangga. Bercinta tidak hanya sekadar keintiman atau kesenangan bagi pasutri saja, namun nyatanya dengan rutin bercinta juga dapat memberikan sederet manfaat kesehatan bagi tubuh.
Rutin bercinta diketahui dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh sampai dengan meningkatkan kualitas tidur. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang didapatkan dengan rajin bercinta? Dikutip dari WebMD, berikut adalah informasi selengkapnya:
1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Bercinta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang dapat melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV). Sebuah studi lain pada tahun 2021 menemukan bahwa bercinta dikaitkan dengan kemampuan tubuh yang lebih baik untuk melawan virus COVID-19.
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam. Bercinta dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik sehingga dengan bercinta dengan teratur dapat membantu memperkuat kesehatan kekebalan tubuh secara menyeluruh.
2. Membantu Tidur yang Berkualitas
Berbagai hormon dapat dilepaskan oleh tubuh saat sedang bercinta, khususnya saat orgasme, yaitu prolaktin. Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur tidur. Usai bercinta, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi.
Hal tersebut tidak hanya membantu tubuh untuk tertidur dengan lebih mudah, namun juga dapat mendukung tidur yang lebih nyenyak.
3. Menghilangkan Stres
Saat tubuh sedang stres, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut dengan kortisol. Walaupun kortisol dalam jumlah kecil dapat membantu tubuh berfungsi dengan baik, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat tubuh merasa tegang atau lelah.
Bercinta dapat melepaskan edorfin, hormon yang membuat tubuh merasa senang sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengembalikan kadar kortisol ke normal. Bercinta juga dapat merangsang pelepasan oksitosi atau ‘hormon cinta’, membantu tubuh merasa rileks dan lebih terhubung dengan pasangan.
4. Menyeimbangkan Kadar Hormon
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bercinta secara teratur dapat membantu tubuh untuk menyeimbangkan hormon reproduksi seperti estrogen dan dapat mendukung ovulasi yang konsisten pada wanita dengan siklus menstruasi normal yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal.
Walaupun penelitian bervariasi mengenai frekuensi bercinta yang terbaik, namun sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 20-an dan 40-an yang ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan, maka dapat mengurangi risiko kanker prostat sampai dengan 20 persen.
(kna/kna)
Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy
|