Tag: menstruasi

  • Wanti-wanti untuk Para Gen Z, Dokter Tuding Kopi Menghambat Penyerapan Zat Besi


    Jakarta

    Tren minuman kekinian disebut punya andil terhadap tingginya kasus anemia di kalangan anak muda. Dokter menyebut, kopi dapat menghambat penyerapan zat besi.

    Praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA menjelaskan, anemia salah satunya bisa terjadi karena kekurangan zat besi. Kondisi kekurangan bisa terjadi karena memang asupannya kurang, atau juga karena penyerapannya terhambat.

    Fenomena ngopi yang ngetren di kalangan anak muda, menurut dr Rovy turut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Terlebih, apapun makanannya, kalau nongkrong pasti minumnya kopi.


    “Nah teman-teman harus tahu bahwasannya kopi ini menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025).

    “Jadi makannya cukup gitu ya. Tapi nggak diserap,” tegasnya.

    Faktor lain yang memicu anemia atau kekurangan darah adalah kehilangan darah yang tidak disadari. Lagi-lagi, dr Rovy menuding tren lifestyle sebagai pemicunya.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.

    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Dari berbagai faktor risiko anemia, perempuan disebutnya paling rentan mengalaminya. Ditambah lagi faktor menstruasi yang membuat perempuan secara periodik kehilangan sel-sel darah, maka risiko anemia makin perlu mendapat perhatian.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Anemia Berat gara-gara Matcha, Mungkinkah? Sebuah Pengingat untuk Gen-Z


    Jakarta

    Matcha memang tengah banyak digemari, khususnya di kalangan Gen-Z. Rasanya yang khas, bisa dikreasikan dalam bentuk latte, dessert, hingga camilan, membuat matcha semakin mudah ditemui di kafe-kafe maupun gerai minuman. Popularitasnya juga didorong oleh citra matcha sebagai minuman sehat dengan manfaat untuk jantung, energi, hingga kulit.

    Namun, tidak semua orang cocok mengkonsumsi matcha. Seorang wanita asal Maryland, Amerika Serikat, harus dirawat di rumah sakit setelah kecintaannya pada matcha justru menyebabkan ia menderita anemia berat.

    Wanita berusia 28 tahun, bernama Lynn Shazeen, sejak bulan Mei rutin minum matcha karena percaya manfaatnya baik untuk jantung dan energi tubuh. Sayangnya, beberapa bulan kemudian ia mulai mengalami gejala kelelahan, gatal, hingga sering kedinginan. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Shazeen mengalami anemia berat, yang diduga semakin diperparah oleh kebiasaan minumnya.


    Efek Minum Matcha Berlebihan

    Meski matcha punya manfaat bagi kesehatan, mengkonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Kandungan tanin/katekin di dalam matcha bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga berisiko memicu anemia, terutama jika dikonsumsi tiap hari dan berlebihan. Pernyataan ini terbukti di dalam Journal of Nutrition Science.

    Dikutip dari Newsweek, seorang pakar kedokteran keluarga Dr Parth Bhavsar menegaskan kandungan tersebut dapat mengikat zat besi yang terkandung di dalam makanan.

    “Matcha adalah teh hijau bubuk yang mengandung polifenol, yang pada dasarnya mengikat zat besi di usus dan menghambat penyerapannya,” jelas Dr Bhavsar.

    Selain itu, masih menurut Dr Bhavsar, kandungan kafein yang ada di dalam matcha saat diminum berlebihan, efeknya bisa menimbulkan gangguan tidur, cemas, jantung berdebar, hingga sakit perut. Pada sebagian orang, matcha berlebihan juga bisa menyebabkan sakit kepala atau rasa gelisah, bahkan menyebabkan alergi.

    Batas Aman Konsumsi Matcha

    Meski kaya manfaat, matcha memang sebaiknya tidak diminum berlebihan. Menurut para ahli gizi, konsumsi matcha idealnya dibatasi satu sampai dua cangkir per hari, atau sekitar dua sampai empat gram bubuk matcha. Jumlah ini sudah cukup untuk mendapatkan manfaat antioksidan tanpa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

    Ketika matcha tidak diminum berlebihan, maka akan memberikan efek kesehatan yang luar biasa. Dikutip dari Health Shots manfaat kesehatan saat mengkonsumsi matcha antara lain mengatasi radikal bebas penyebab stres oksidatif, mendukung saluran cerna yang sehat, menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, meningkatkan fokus, dan detoksifikasi racun dalam tubuh.

    Penyebab Lain Lynn Shazeen Terkena Anemia

    Menurut pengakuannya, Lynn Shazeen hanya mengkonsumsi matcha dua sampai tiga kali seminggu, yang seharusnya tidak tiap hari mengonsumsi matcha. Tidak disebutkan berapa banyak tiap kali minum matcha, sehingga ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkan dia menderita anemia berat.

    Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

    • Kurang asupan sumber zat besi dari makanan, misalnya jarang mengkonsumsi daging merah, hati, bayam, atau kacang-kacangan.
    • Minum matcha berdekatan dengan waktu makan juga dapat mempengaruhi penyerapan kandungan zat besi yang ada di dalam makanan yang baru saja dikonsumsi.

    Shazeen memiliki kebiasaan minum minuman sumber anti-inflamasi setiap hari untuk detoksifikasi, terlihat di video-video yang dia bagikan di akun media sosialnya. Minuman anti-inflamasi biasanya mengandung polifenol dan menurut beberapa penelitian polifenol dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga ada kemungkinan minuman yang bertujuan sebagai detoksifikasi tubuh tersebut mengandung zat atau senyawa yang juga menghambat penyerapan zat besi.

    Shazeen termasuk ke dalam kelompok usia wanita subur, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Ada kemungkinan dia mengalami menstruasi berat, yang bisa mengurangi cadangan zat besi lebih cepat. Di antaranya:

    • Kurangnya asupan vitamin pendukung, seperti vitamin B12 dan folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
    • Riwayat medis tertentu, seperti gangguan pencernaan (misalnya gastritis, celiac disease, atau infeksi) yang menghambat penyerapan zat besi.

    Riwayat pemeriksaan darah yang dia bagikan di dalam video di akun tiktok miliknya menunjukkan kadar iron saturation dan kadar hemoglobin miliknya sebelum minum matcha masing-masing 23 (normal: 20-45) dan 12,8 (normal: 12-15,5). Dilihat dari data tersebut, Shazeen memang dinilai tidak anemia, tetapi kadar iron saturation dan hemoglobin-nya mendekati kategori angka yang rendah.

    Matcha Tetap Aman Asal…

    Meski pengalaman Shazeen cukup mengejutkan, konsumsi matcha sebenarnya relatif aman bagi orang sehat. Kuncinya adalah memperhatikan jumlah dan waktu minum:

    • Hindari minum matcha berdekatan dengan waktu makan
    • Kombinasikan dengan makanan kaya zat besi (daging merah, bayam, kacang-kacangan)
    • Tambahkan sumber vitamin C (jeruk, stroberi, tomat) untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi
    • Tidak berlebihan, cukup satu sampai dua cangkir per hari

    Dengan cara ini, manfaat matcha sebagai minuman sehat tetap bisa didapatkan tanpa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan tubuh.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Anemia Berat gara-gara Matcha, Mungkinkah? Sebuah Pengingat untuk Gen-Z


    Jakarta

    Matcha memang tengah banyak digemari, khususnya di kalangan Gen-Z. Rasanya yang khas, bisa dikreasikan dalam bentuk latte, dessert, hingga camilan, membuat matcha semakin mudah ditemui di kafe-kafe maupun gerai minuman. Popularitasnya juga didorong oleh citra matcha sebagai minuman sehat dengan manfaat untuk jantung, energi, hingga kulit.

    Namun, tidak semua orang cocok mengkonsumsi matcha. Seorang wanita asal Maryland, Amerika Serikat, harus dirawat di rumah sakit setelah kecintaannya pada matcha justru menyebabkan ia menderita anemia berat.

    Wanita berusia 28 tahun, bernama Lynn Shazeen, sejak bulan Mei rutin minum matcha karena percaya manfaatnya baik untuk jantung dan energi tubuh. Sayangnya, beberapa bulan kemudian ia mulai mengalami gejala kelelahan, gatal, hingga sering kedinginan. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Shazeen mengalami anemia berat, yang diduga semakin diperparah oleh kebiasaan minumnya.


    Efek Minum Matcha Berlebihan

    Meski matcha punya manfaat bagi kesehatan, mengkonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Kandungan tanin/katekin di dalam matcha bisa menghambat penyerapan zat besi, sehingga berisiko memicu anemia, terutama jika dikonsumsi tiap hari dan berlebihan. Pernyataan ini terbukti di dalam Journal of Nutrition Science.

    Dikutip dari Newsweek, seorang pakar kedokteran keluarga Dr Parth Bhavsar menegaskan kandungan tersebut dapat mengikat zat besi yang terkandung di dalam makanan.

    “Matcha adalah teh hijau bubuk yang mengandung polifenol, yang pada dasarnya mengikat zat besi di usus dan menghambat penyerapannya,” jelas Dr Bhavsar.

    Selain itu, masih menurut Dr Bhavsar, kandungan kafein yang ada di dalam matcha saat diminum berlebihan, efeknya bisa menimbulkan gangguan tidur, cemas, jantung berdebar, hingga sakit perut. Pada sebagian orang, matcha berlebihan juga bisa menyebabkan sakit kepala atau rasa gelisah, bahkan menyebabkan alergi.

    Batas Aman Konsumsi Matcha

    Meski kaya manfaat, matcha memang sebaiknya tidak diminum berlebihan. Menurut para ahli gizi, konsumsi matcha idealnya dibatasi satu sampai dua cangkir per hari, atau sekitar dua sampai empat gram bubuk matcha. Jumlah ini sudah cukup untuk mendapatkan manfaat antioksidan tanpa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

    Ketika matcha tidak diminum berlebihan, maka akan memberikan efek kesehatan yang luar biasa. Dikutip dari Health Shots manfaat kesehatan saat mengkonsumsi matcha antara lain mengatasi radikal bebas penyebab stres oksidatif, mendukung saluran cerna yang sehat, menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, meningkatkan fokus, dan detoksifikasi racun dalam tubuh.

    Penyebab Lain Lynn Shazeen Terkena Anemia

    Menurut pengakuannya, Lynn Shazeen hanya mengkonsumsi matcha dua sampai tiga kali seminggu, yang seharusnya tidak tiap hari mengonsumsi matcha. Tidak disebutkan berapa banyak tiap kali minum matcha, sehingga ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkan dia menderita anemia berat.

    Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

    • Kurang asupan sumber zat besi dari makanan, misalnya jarang mengkonsumsi daging merah, hati, bayam, atau kacang-kacangan.
    • Minum matcha berdekatan dengan waktu makan juga dapat mempengaruhi penyerapan kandungan zat besi yang ada di dalam makanan yang baru saja dikonsumsi.

    Shazeen memiliki kebiasaan minum minuman sumber anti-inflamasi setiap hari untuk detoksifikasi, terlihat di video-video yang dia bagikan di akun media sosialnya. Minuman anti-inflamasi biasanya mengandung polifenol dan menurut beberapa penelitian polifenol dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga ada kemungkinan minuman yang bertujuan sebagai detoksifikasi tubuh tersebut mengandung zat atau senyawa yang juga menghambat penyerapan zat besi.

    Shazeen termasuk ke dalam kelompok usia wanita subur, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Ada kemungkinan dia mengalami menstruasi berat, yang bisa mengurangi cadangan zat besi lebih cepat. Di antaranya:

    • Kurangnya asupan vitamin pendukung, seperti vitamin B12 dan folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
    • Riwayat medis tertentu, seperti gangguan pencernaan (misalnya gastritis, celiac disease, atau infeksi) yang menghambat penyerapan zat besi.

    Riwayat pemeriksaan darah yang dia bagikan di dalam video di akun tiktok miliknya menunjukkan kadar iron saturation dan kadar hemoglobin miliknya sebelum minum matcha masing-masing 23 (normal: 20-45) dan 12,8 (normal: 12-15,5). Dilihat dari data tersebut, Shazeen memang dinilai tidak anemia, tetapi kadar iron saturation dan hemoglobin-nya mendekati kategori angka yang rendah.

    Matcha Tetap Aman Asal…

    Meski pengalaman Shazeen cukup mengejutkan, konsumsi matcha sebenarnya relatif aman bagi orang sehat. Kuncinya adalah memperhatikan jumlah dan waktu minum:

    • Hindari minum matcha berdekatan dengan waktu makan
    • Kombinasikan dengan makanan kaya zat besi (daging merah, bayam, kacang-kacangan)
    • Tambahkan sumber vitamin C (jeruk, stroberi, tomat) untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi
    • Tidak berlebihan, cukup satu sampai dua cangkir per hari

    Dengan cara ini, manfaat matcha sebagai minuman sehat tetap bisa didapatkan tanpa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan tubuh.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Atasi Sakit Perut Saat Haid dengan Konsumsi 5 Makanan Ini


    Jakarta

    Wanita yang sedang haid biasanya mengalami masalah kram atau sakit perut. Untuk mengatasi hal tersebut, para wanita bisa mencoba konsumsi 5 makanan sehat ini.

    Kram atau sakit perut saat haid merupakan hal yang biasa dialami wanita setiap bulannya. Rasa sakit ini menimbulkan ketidaknyamanan. Alhasil para wanita lemas, tidak berenergi, dan aktivitas hariannya terganggu.

    Meskipun mengompres perut dengan handuk hangat bisa mengatasi masalah ini, tetapi hal yang tidak kalah penting adalah memerhatikan asupan makanan harian.


    Beberapa penelitian menunjukkan makanan yang dimakan mungkin memiliki pengaruh positif. Sejumlah makanan mengandung nutrisi yang bisa sekaligus meringankan rasa sakit tersebut.

    Misalnya makanan kaya magnesium. Magnesium dapat mengurangi intensitas rasa sakit yang dialami selama siklus menstruasi. Nutrisi ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kram otot di rahim dan usus.

    Selain itu, vitamin D dan E juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi rasa sakit berhubungan dengan menstruasi.

    Lantas, makanan apa saja yang mengandung nutrisi-nutrisi penting ini dan dapat mengurangi rasa sakit saat haid? Melansir beberapa sumber, berikut daftarnya!

    1. Ikan

    ilustrasi salmonIkan berlemak seperti salmon bisa dikonsumsi untuk meredakan nyeri haid. Foto: Getty Images/iStockphoto/happy_lark

    Ikan berlemak menjadi salah satu sumber vitamin D yang baik untuk mengurangi rasa sakit saat haid.

    Vitamin D pada ikan ini bisa menyerap kalsium dan mengurangi peradangan. Vitamin D juga mampu mengurangi produksi prostaglandin yang muncul saat masa haid.

    Selain itu, kandungan vitamin D ini juga dapat menjaga kesehatan tulang dan otot, serta menguatkan kekebalan tubuh.

    Contoh ikan berlemak yang bisa dikonsumsi, seperti ikan sarden, tuna, salmon, atau makanan laut lainnya..

    2. Biji-bijian utuh

    Tanaman sorgum dapat dimanfaatkan sebagai alternatif saat kurangnya pasokan gandum. Tanaman ini dijual dengan kisaran harga Rp20 ribu-Rp24 ribu per kilogram.Biji-bijian utuh seperti sorgum juga baik untuk mengatasi masalah ini. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

    Biji-bijian utuh seperti gandum atau sorgum juga baik dikonsumsi saat sedang haid. Makanan ini merupakan biji-bijian yang belum mengalami proses pengolahan atau penggilingan. Sehingga lebih tinggi kandungan zat baik, mulai dari serat makanan, vitamin, mineral, dan fitokimia.

    Menurut beberapa penelitian yang disebut Women’s Health, biji-bijian utuh dikaitkan dengan penurunan gejala fisik, suasana hati, dan perilaku terkait sindrom pramenstruasi.

    Oleh karena itu, sangat disarankan dikonsumsi ketika wanita sedang haid.

    Rekomendasi makanan yang bisa redakan nyeri haid lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh chamomile

    Teh Oolong dan Chamomile. Teh oolong memiliki kandungan kafein yang sedang, satu cangkir teh oolong (240 ml) mengandung sekitar 37-55 mg kafein. Sementara teh chamomile biasanya dikonsumsi sebagai minuman yang menenangkan, namun juga mengandung kafein meski dalam jumlah kecil. Satu cangkir teh chamomile (240 ml) mengandung sekitar 2 mg kafein.Teh chamomile menawarka manfaat yang baik untuk mengurangi kram saat menstruasi. Foto: Getty Images/ValentynVolkov

    Teh chamomile juga direkomendasikan karena mampu mengurangi kram saat menstruasi. Secangkir teh chamomile yang bebas kafein ini bisa membuat PMS tidak terlalu buruk.

    Minum teh chamomile juga mampu mengurangi rasa gelisah, sekaligus mengurangi sifat mudah tersinggung yang biasa muncul karena perubahan hormon saat haid datang.

    Di dalam teh chamomile juga terkandung sifat antispasmodik yang dapat meredakan dismenore.

    Senyawa bernama apigenin juga ditemukan dan dapat membantu mengurangi dampak neurotransmitter dan hormon rangsang pada pikiran dan tubuh, untuk membantu menenangkan sistem saraf simpatik yang bekerja.

    4. Pisang

    banana and drops of condensed milk on a vivid pink backgroundKandungan vitamin B6 dan kalium dalam pisang juga bermanfaat untuk atasi masalah ini. Foto: Getty Images/dvulikaia

    Pisang juga merupakan buah-buahan yang bisa dikonsumsi untuk meredakan haid. Pisang mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan wanita.

    Pisang yang kaya akan vitamin B6 dan kalium ini dapat membantu mengatasi kram perut dan mencegah rasa kembung yang timbul saat datang bulan.

    Kandungan B6 nya juga dapat membantu mengatur kadar hormon dan mengurangi gejala PMS, seperti kram dan perubahan suasana hati.

    Pisang juga mengandung mangan yang mampu meredakan nyeri dan kram.

    5. Produk olahan susu

    Ketika kram perut saat haid, para wanita disarankan untuk mengonsumsi produk susu olahan, seperti keju dan yogurt. Sebab, di dalam produk susu olahan ini terkandung vitamin D yang dapat membantu proses penyerapan kalsium di dalam tubuh.

    Penyerapan kalsium yang baik juga dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi.

    Namun, perlu diingat tidak semua produk olahan susu dapat dikonsumsi untuk mengatasi nyeri haid. Lebih disarankan konsumsi yang kadar lemaknya rendah.

    Misalnya, memilih untuk minum susu putih tawar. Pilihan lain yaitu dengan mengonsumsi susu nabati, seperti susu almond dan kedelai yang sudah difortifikasi dengan kalsium.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Ladies! Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini karena Picu Kembung Saat Haid


    Jakarta

    Wanita yang sedang menstruasi sebenarnya tidak boleh makan sembarangan. Hindari konsumsi 5 makanan ini karena bikin perut kembung.

    Selama masa menstruasi, wanita dihadapi dengan kondisi perut yang sakit dan tidak nyaman. Mulai dari perut kram sampai perut kembung.

    Gejala seperti ini terjadi akibat adanya perubahan hormon dalam tubuh ketika wanita menstruasi. Masalah ini sebenarnya bisa membaik sendiri seiring berakhirnya masa menstruasi.


    Asalkan, para wanita tidak memperparahnya dengan mengonsumsi makanan sembarangan. Sebab, kembung di perut saat menstruasi juga bisa dipicu karena asupan makanan yang kurang baik.

    Untuk menghindari kondisi perut kembung yang lebih buruk, saat menstruasi para wanita sebaiknya tidak mengonsumsi 5 makanan ini, seperti yang dilansir Times of India (17/03):

    1. Makanan berlemak

    Selection of bad fat sources, copy spaceMakanan berlemak tidak baik dikonsumsi wanita saat sedang haid. Foto: iStock

    Saat menstruasi, nafsu makan biasanya meningkat. Rasanya ingin sekali menikmati makanan-makanan yang terlihat menggiurkan, seperti gorengan atau kue manis.

    Sayangnya, makanan seperti itu tinggi lemak. Belum lagi ada beberapa yang tinggi akan lemak jenuh dan trans yang dapat memperlambat pencernaan. Akhirnya menyebabkan rasa tidak nyaman di perut sampai membuat kembung.

    Oleh karena itu, makanan berlemak sebaiknya dihindari. Jenis-jenisnya termasuk makanan yang digoreng, junk food, daging berlemak, sosis, kue kering, keju, sampai makanan yang bersantan.

    2. Makanan tinggi garam

    Ilustrasi keripik tempeMakanan tinggi garam seperti keripik yang diberi garam dan penyedap tinggi juga perlu dihindari. Foto: Getty Images/Edy Gunawan

    Makanan tinggi garam atau natrium juga sering menggiurkan. Namun, para wanita perlu menghindarinya menjelang haid atau saat sedang haid.

    Asupan garam berlebihan dapat menyebabkan retensi air sehingga memperburuk kembung. Makanan ini juga dapat menyebabkan berkumpulnya cairan di dalam pembuluh darah.

    Makanan tinggi garam yang perlu dihindari, seperti makanan olahan, camilan asin, dan makanan cepat saji yang seringkali mengandung natrium tinggi. Kamu bisa menggantinya dengan pilihan lebih baik.

    Alih-alih menikmati kentang goreng, kamu bisa menikmati kentang panggang yang kandungan garamnya cenderung lebih rendah.

    Daftar makanan lain yang perlu dihindari saat haid, bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Minuman berkarbonasi

    Beberapa wanita mungkin menyukai minuman berkarbonasi karena enak dan menyegarkan. Namun, minuman ini bukanlah pilihan tepat ketika kamu sedang haid.

    Minuman, seperti soda, sparkling water, atau minuman ringan berkarbonasi lainnya dapat menyebabkan pembentukan gas. Sehingga, membuat pencernaan atau perut menjadi tidak nyaman.

    Hal inilah yang akan memicu perut kembung tiba-tiba.

    4. Makanan olahan

    Sosis bakarMakanan olahan seperti sosis juga bukanlah pilihan tepat. Foto: iStock

    Makanan olahan juga sering menggugah selera. Misalnya, camilan kemasan hingga makanan siap saji.

    Sayangnya, makanan seperti ini bukanlah pilihan tepat untuk dimakan saat menstruasi. Kebanyakan makanan olahan sering ditambah bahan pengawet atau bahan lainnya yang dapat mengganggu pencernaan.

    Bahan tersebut juga yang menyebabkan perut menjadi kembung.

    5. Makanan manis

    UGC Resep DetikfoodMakanan manis dapat menyebabkan kembung ketika haid. Foto: detik

    Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang nikmat. Namun, para wanita sebaiknya menghindari makanan ini saat datang bulan.

    Konsumsi makanan tinggi gula dapat mengubah keseimbangan bakteri usus. Hal tersebut yang menyebabkan kembung, serta rasa tidak nyaman di perut.

    Terlepas dari masa haid atau tidak, konsumsi makanan manis berlebihan juga berisiko menyebabkan penyakit berbahaya. Mulai dari obesitas, diabetes, dan hipertensi. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari konsumsinya.

    Wanita yang sedang haid mungkin punya keinginan makan berlebih. Untuk mengurangi nafsu tersebut dan menghindari konsumsi makanan tidak sehat, kamu bisa perbanyak asupan makanan berserat. Alihkan rasa ingin makan atau minum manis dengan minum air putih saja.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • Daftar 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Donor Darah

    Jakarta

    Donor darah merupakan salah satu tindakan sederhana yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dengan menyumbangkan darah, seseorang bisa membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

    Kendati demikian, tidak semua orang bisa menjad pendonor darah. Ada beberapa kondisi kesehatan dan faktor risiko yang membuat seseorang tidak diperbolehkan mendonorkan darah.

    Syarat Mendonorkan Darah

    Sebelum mengetahui siapa saja yang tidak dibolehkan untuk mendonorkan darah, ketahui apa saja persyaratan untuk donor darah. Dikutip dari laman PMI Kota Bandung dan PMI Jakarta Barat, berikut di antaranya:


    • Sehat jasmani dan rohani
    • Usia 17-65 tahun
    • Berat badan minimal 45 kg
    • Tekanan darah: Sistole 100-70 dan diastole 70-100
    • Kadar hemoglobin 12,5% sampai dengan 17,0 g%
    • Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun).
    • Suhu tubuh 36,5-37,5 C
    • Wanita tidak sedang hamil, menstruasi, dan menyusui
    • Tidak bertato dan tindik, kecuali sudah lebih dari 6 bulan
    • Tidak pecandu alkohol dan narkotik
    • Tidur malam sebelum donasi minimal 5 jam dan tidak begadang
    • Sudah makan 3-4 jam sebelum donor darah

    Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mendonorkan Darah

    Berikut kelompok orang yang tidak boleh mendonorkan darah:

    1. Orang yang Sedang Flu-Penyakit Lainnya yang Menyebabkan Demam

    Orang yang sedang mengidap pilek atau flu saat ingin mendonorkan darah harus melakukan jadwal ulang donor selama 7 hari setelah gejala hilang. Meski pilek atau flu tidak memengaruhi darah, namun Unit Transfusi Darah (UTD) akan menolak donor darah dari orang sakit, sebagai upaya mengurangi penyebaran flu. Tak hanya flu, orang yang demam juga tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah.

    2. Hemoglobin Rendah

    Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh serta ke,bali ke paru-paru. Protein ini juga mengandung banyak zat besi.

    Apabila pernah kesulian dalam mendonorkan darah sebelumnya, sebab kadar zat besi/hemoglobin yang rendah, atasi kekurangan ini dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, terutama daging dan produk hewani. Untuk vegetarian, roti dan pasta, kacang-kacangan, kacang tanah, tahu, dan telur merupakan sumber zat besi yang baik.

    3. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat atau Antibiotik Tertentu

    Sebagai aturan umum, sebagian obat bebas yang dikonsumsi masih bisa membuat seseorang diterima untuk mendonorkan darah. Namun, untuk lebih jelasnya, doker akan menjelaskan kepada donor saat pemeriksaan tentang boleh atau tidaknya pendonoran saat mengonsumsi obat tertentu.

    Adapun obat-obaan yang paling sering dibicarakan dalam pembatasnnya yaitu:

    • Aspirin, harus menunggu 3 hari penuh
    • Pengencer darah, tidak diizinkan mendonorkan darah
    • Insulin, bisa mendonorkan darah selama diabetes terkendali dengan baik.

    4. Orang yang Baru Divaksinasi

    Orang yang baru menerima vaksinasi atau imunisasi mungkin diminta menunggu selama beberapa waktu sebelum memenuhi syarat donor darah. Misalnya, pada saat ini UTD PMI menyatakan bahwa donor darah bisa diterima jika seseorang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 dengan ketentuan:

    • Hari keempat setelah vaksin 1 tanpa ada gejala KIPI
    • Hari ke delapan setelah vaksin 2 atau vaksin 3 tanpa ada gejala KIPI
    • Jika terdapat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), donor darah sebaiknya ditunda dalam satu bulan.

    5. Bepergian ke Tempat Tertentu pada Waktu yang Salah

    Perjalanan bisa menghadapkan seseorang pada budaya, kebiasaan, dan penyakit yang berbeda. Beberapa penyakit tersebut bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendonokan darah.

    6. Orang yang Memiliki Masalah Kesehatan terkait Darah

    Orang dengan penyakit berkaitan dengan masalah darah dan pendarahan seringkali tidak dibolehkan untuk donor darah. Jadi, jika seseorang mengidap hemofilia, penyakit Von Willebrand, hemokromatosis heredier atau sickle cell trait, maka dia tidak bisa mendonorkan darah.

    (elk/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Doa Hari Pertama Haid, Muslimah Sudah Tahu?



    Jakarta

    Ada doa yang dapat dibaca oleh wanita muslim ketika mengalami haid di hari pertama. Doa ini sebagaimana diajarkan istri Rasulullah SAW, Aisyah RA.

    Haid atau menstruasi merupakan siklus alami yang terjadi pada perempuan normal. Umumnya, haid terjadi sekitar 2-7 hari.

    Mengutip buku La Tahzan untuk Wanita Haid karya Ummu Azzam, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masa terpendek dan terpanjang haid. Imam Hanafi menyatakan bahwa minimalnya adalah tiga hari tiga malam dan terlamanya adalah 10 hari.


    Imam Maliki berpendapat tidak ada masa terpendek, bahkan sekali keluar darah kemudian tidak keluar lagi meski dalam hitungan 1×24 jam, itu sudah disebut haid. Masa terpanjang menurutnya adalah 15 hari.

    Pendapat yang paling masyhur adalah pendapat Imam Syafi’i dan Hambali. Menurut keduanya, minimal masa haid adalah sehari semalam dan maksimalnya adalah 15 hari. Perkataan ini sesuai dengan perkataan Ali bin Abi Thalib, “Masa haid paling cepat adalah satu hari satu malam, dan bila lebih dari 15 hari maka darah yang keluar menjadi darah istihadhah.”

    Doa Hari Pertama Haid

    Dalam hadits dari Aisyah RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada perempuan yang haid, kecuali haidnya bisa menghapus dosa masa lalu dari semua dosanya dan jika ia membaca “alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin”, pada hari pertama haid maka Allah akan menuliskan kepadanya bahwa ia akan melewatkan api neraka dan kemudian dapat berada di jembatan Shirathal Mustaqim dengan selamat dan aman dari siksaan dan akan dinaikkan pangkatnya oleh Allah setiap hari dan tiap malam pahala empat puluh syuhada bagi ia yang berdzikir tersebut kepada Allah dalam masa haidnya.”

    Mengutip buku Mencari Pahala Disaat Haid tulisan Ratu Aprilia Senja, berikut bacaan doa hari pertama haid yang diajarkan oleh Aisyah RA.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

    Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”

    Setelah itu bisa melanjutkannya dengan membaca doa hari pertama haid sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari)

    Doa hari pertama haid tersebut bisa dibaca mengingat tak sedikit muslimah yang merasakan sakit pada hari pertama menstruasi.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Hari Pertama Haid, Muslimah Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Doa hari pertama haid dapat diamalkan oleh wanita muslim. Pada dasarnya, haid adalah darah yang keluar dari ujung rahim wanita secara sehat tanpa suatu sebab.

    Wanita muslim yang haid tidak diperbolehkan mengerjakan ibadah seperti salat dan puasa. Larangan ini termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 222,

    وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ


    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

    Mengutip buku kitab Al-Ibanah wa Al-Ifadhah fi Ahkam Al-Haidh wa An-Nifas wa Al-Istihadhah ‘ala Mazhab Al-Imam Asy-Syafi’i karya Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assegaf terjemahan Ahmad Atabik Lc dan Abdul Majid Lc, haid dimaknai sebagai peristiwa biologis yang Allah SWT berikan kepada wanita. Haid juga dikatakan sebagai tanda organ reproduksi wanita sehat dan berfungsi dengan baik.

    Doa Hari Pertama Haid: Arab, Latin dan Artinya

    1. Doa Hari Pertama Haid Versi Pertama

    Doa hari pertama haid versi pertama ini diajarkan oleh Aisyah RA, berikut bacaannya yang dikutip dari buku Mencari Pahala Disaat Haid susunan Ratu Aprilia Senja.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

    Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”

    2. Doa Hari Pertama Haid Versi Kedua

    Ada juga doa hari pertama haid versi lainnya yang disebutkan dalam buku Doa-doa untuk Muslimah terbitan Tim Quanta.

    اَلْحَمْدُ للهِ عَلى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ

    Arab latin: Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullaaha min kulli dzanbin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa.”

    3. Doa Hari Pertama Haid Versi Ketiga

    Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir oleh M Khalilurrahman Al Mahfani, terdapat doa yang bisa dibaca muslimah untuk meredakan rasa nyeri. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari).

    Itulah beberapa doa hari pertama haid yang bisa dipanjatkan oleh wanita muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Normalkah Jika Berhubungan Intim Setiap Hari? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.

    Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?

    Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.


    Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.

    Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Nyeri

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Bercinta buat Pasutri, Nggak Cuma Puaskan Hasrat Seksual

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu momentum penting di dalam sebuah hubungan rumah tangga. Bercinta tidak hanya sekadar keintiman atau kesenangan bagi pasutri saja, namun nyatanya dengan rutin bercinta juga dapat memberikan sederet manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Rutin bercinta diketahui dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh sampai dengan meningkatkan kualitas tidur. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang didapatkan dengan rajin bercinta? Dikutip dari WebMD, berikut adalah informasi selengkapnya:

    1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Bercinta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang dapat melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV). Sebuah studi lain pada tahun 2021 menemukan bahwa bercinta dikaitkan dengan kemampuan tubuh yang lebih baik untuk melawan virus COVID-19.


    Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam. Bercinta dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik sehingga dengan bercinta dengan teratur dapat membantu memperkuat kesehatan kekebalan tubuh secara menyeluruh.

    2. Membantu Tidur yang Berkualitas

    Berbagai hormon dapat dilepaskan oleh tubuh saat sedang bercinta, khususnya saat orgasme, yaitu prolaktin. Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur tidur. Usai bercinta, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi.

    Hal tersebut tidak hanya membantu tubuh untuk tertidur dengan lebih mudah, namun juga dapat mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Menghilangkan Stres

    Saat tubuh sedang stres, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut dengan kortisol. Walaupun kortisol dalam jumlah kecil dapat membantu tubuh berfungsi dengan baik, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat tubuh merasa tegang atau lelah.

    Bercinta dapat melepaskan edorfin, hormon yang membuat tubuh merasa senang sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengembalikan kadar kortisol ke normal. Bercinta juga dapat merangsang pelepasan oksitosi atau ‘hormon cinta’, membantu tubuh merasa rileks dan lebih terhubung dengan pasangan.

    4. Menyeimbangkan Kadar Hormon

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bercinta secara teratur dapat membantu tubuh untuk menyeimbangkan hormon reproduksi seperti estrogen dan dapat mendukung ovulasi yang konsisten pada wanita dengan siklus menstruasi normal yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

    Walaupun penelitian bervariasi mengenai frekuensi bercinta yang terbaik, namun sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 20-an dan 40-an yang ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan, maka dapat mengurangi risiko kanker prostat sampai dengan 20 persen.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy