Tag: menteng

  • Spot-spot Nongkrong Estetik di Taman Ismail Marzuki, Catat ya!



    Jakarta

    Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi pilihan sebagai tempat nongkrong hemat. Apa saja spotnya? Catat ya traveler!

    Selain karena gratis, kawasan TIM juga memiliki spot-spot yang estetik untuk berfoto bersama teman-teman atau untuk selfie.

    Letaknya berada di pinggir Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat ini ketika sore hari.


    Entah itu sehabis para pelajar usai sekolah ataupun pekerja di sekitar area itu yang hendak rehat sejenak untuk sekadar duduk-duduk santai.

    Salah satu petugas keamanan yang berjaga di Taman Ismail Marzuki mengatakan, ketika sore hari tiba yang ditandai mulai banyaknya pedagang yang berjualan, di situlah waktu yang biasanya mulai banyak berdatang masyarakat untuk menikmati sore hari di Cikini.

    Ketika detikTravel berada di Taman Ismail Marzuki dan waktu tepat menunjukkan sekitar pukul 15.45 WIB. Betul saja para pedagang pun mulai bermunculan di area depan Taman Ismail Marzuki.

    Kemudian tak lama berselang, masyarakat yang entah keluar dari gedung-gedung di area Taman Ismail Marzuki atau sekelilingnya mulai menghampiri pinggiran jalan itu.

    Selain pinggiran Jalan Cikini atau area depan Taman Ismail Marzuki, area mana saja sih yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh masyarakat, yuk simak beberapa pilihan spotnya.

    1. Depan Patung Ismail Marzuki

    Tempat ini biasa dijadikan area untuk duduk-duduk santai masyarakat yang hendak menunggu transportasi atau pun yang memang sengaja menjadikan area tersebut sebagai spot nongkrong mereka.

    Selain itu, tepat tak jauh dari patung tersebut ada photo box yang bisa dicoba oleh masyarakat dengan latar belakang patung Ismail Marzuki.

    2. Tangga Gedung Ali Sadikin

    Sebelum masuk ke dalam gedung ini, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk akses menuju ke Perpustakaan Jakarta. Nah anak tangga inilah yang biasanya juga dijadikan area nongkrong oleh masyarakat.

    tempatnya teduh juga bersih, begitu nyaman untuk duduk-duduk sore sambil bercengkrama dengan teman-teman.

    3. Kolam Planetarium

    Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiTempat Nongkrong di Taman Ismail Marzuki Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Jika masuk ke outdoor di dalam area Taman Ismail Marzuki dan berada dekat Planetarium, kamu akan menemukan sebuah kolam yang cukup luas.

    Di tempat ini pula terdapat area luas yang biasa dijadikan tempat duduk-duduk santai oleh masyarakat dan biasanya pula area ini dijadikan tempat untuk latihan menari oleh para pelajar.

    Menurut petugas keamanan lainnya yang berada di Taman Ismail Marzuki, Mukti mengatakan untuk aktivitas nongkrong ini diperbolehkan selagi tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ada.

    Kegiatan melanggar norma hingga membuang sampah sembarangan sudah tentu dilarang di sini. Sedangkan untuk waktu, terbilang begitu leluasa karena warga bisa nongkrong hingga malam.

    “Kalau untuk jam operasional itu kita di Taman Ismail Marzuki itu di jam 07.00 pagi mungkin sudah bisa diakses untuk umum hanya saja belum bisa masuk ke area dalam venue, karena untuk venue sendiri dibuka ketika ada kegiatan paling yang bisa diakses itu area outdoor. Dan terkait untuk jam operasional itu sebenarnya kita ada di jam 09.00 sampai 22.00 WIB,” ungkap Mukti.

    Jadi buat kamu yang nyari tempat nongkrong murah dan estetik bisa langsung datang ke Taman Ismail Marzuki. Selain nongkrong-nongkrong di Taman Ismail Marzuki, kamu juga bisa kunjungi Perpustakaan Jakarta.

    Taman Ismail Marzuki dengan bangunan yang berkonsep minimalis ini cocok untuk dijadikan latar belakang foto yang keren.

    4. Perpustakaan Jakarta

    Rasanya seperti kurang afdol jika berkunjung Ke Taman Ismail Marzuki tanpa mengunjungi Perpustakaan Jakarta yang berada di Gedung Ali Sadikin.

    Bukan hanya jadi tujuan tempat baca saja, banyak dari pengunjung yang datang ke sana juga menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat berfoto karena areanya yang estetik, belum lagi suasana di dalam yang nyaman bikin betah buat nongkrong berlama-lama.

    5. Tangga Kecil Dekat Masjid Amir Hamzah

    Buat kamu yang belum tahu spot nongkrong estetik lainnya di Taman Ismail Marzuki, ini adalah salah satunya.

    Tak terlalu jauh dari Masjid Amir Hamzah terdapat beberapa anak tangga yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk santai, tempat yang hening dan sejuk (sore hari) cocok banget buat kamu yang ingin suasana lebih tentram dibanding nongkrong di area depan Taman Ismail marzuki.

    6. Foodcourt Gedung Ali Sadikin

    Buat kamu yang ingin nongkrong dan sambil makan-makanan berat, tempat ini cocok banget deh. Berada di lantai satu, foodcourt ini bisa jadi pilihan kamu ketika ingin nongkrong tapi perut keroncongan.

    Di sini terdapat berbagai pilihan makanannya mulai dari kudapan berat hingga cemilan, dan tentunya juga minuman. Tak jauh dari foodcourt juga terdapat kursi panjang yang dilengkapi dengan meja, bisa bengat buat menikmati makanan kalau kursi di depan foodcourt penuh.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Spot Malam Tahun Baru 2025 di Jakarta untuk Nikmati Pesta Kembang Api


    Jakarta

    Ingin merayakan malam pergantian tahun 2025 di Jakarta? Pas banget, karena kota ini menawarkan berbagai pilihan spot menarik untuk merayakan malam tahun baru.

    Mulai dari acara hiburan, live music, pesta di rooftop, hingga pertunjukan kembang api pada malam puncaknya. Simak beberapa spot malam tahun baru 2025 di Jakarta yang bisa kamu kunjungi di bawah ini.

    Spot Malam Tahun Baru 2025 di Jakarta

    Dirangkum detikTravel, berikut adalah beberapa tempat terkenal dijadikan tempat untuk malam tahun baru di Jakarta:


    1. Monumen Nasional (Monas)

    Suasana malam Tahun Baru 2023 di Monas.Ilustrasi saat suasana malam tahun baru di Monas (2023). Foto: Suasana malam Tahun Baru 2023 di Monas. (Rumondang Naibaho-detikcom)

    Monas jadi salah satu spot malam tahun baru 2025 di Jakarta, karena hampir setiap tahunnya di sekitar kawasan bakal ada acara hiburan. Mulai dari video mapping di monumennya, penampilan band musik, hingga pertunjukan budaya.

    Menariknya, kawasan Monas juga menawarkan pemandangan kerlap-kerlip citylight dari gedung pencakar di sekelilingnya. Biasanya, puncak dari perayaannya adalah pesta kembang api.

    Alamat: Jl. Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.

    2. Kota Tua Jakarta

    Biasanya pada malam tahun baru, akan ada berbagai acara yang diselenggarakan di sekitar kawasan, Mulai dari konser musik, pertunjukan seni, hingga bazar kuliner.

    Spot ini bisa jadi alternatif menarik bagi kamu yang yang mencari perayaan tahun baru 2025 di Jakarta, dengan sentuhan kawasan sejarah.

    Alamat: Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

    3. Bundaran HI

    Pergantian tahun baru kian meriah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Detik-detik jelang 2019, pesta kembang api mewarnai langit.Potret momen pergantian tahun baru kian meriah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho

    Lokasi Bundaran Hotel Indonesia sangat strategis, karena ada di jantung kota Jakarta. Menjadikannya cocok jadi spot malam tahun baru 2025.

    Kawasan ini menawarkan suasana meriah pada malam pergantian tahun. Tak heran kalau Bundaran HI kerap dijadikan titik bagi ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan berbagai acara, termasuk konser musik, pesta jalanan, hingga pertunjukan kembang api di ikon patung Selamat Datang.

    Alamat: Putaran Bundaran Hotel Indonesia, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

    4. Lapangan Banteng

    Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Ilustrasi suasana saat pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng.Foto:ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

    Meskipun tidak sepopuler lokasi-lokasi seperti Monas atau Bundaran HI, tapi Lapangan Banteng bisa jadi spot yang bisa kamu datangi untuk menikmati malam pergantian tahun.

    Terlebih, Lapangan Banteng sering dijadikan lokasi acara publik seperti konser musik, festival seni, dan bazar kuliner. Ditambah, aksesnya juga cukup mudah karena ada di tengah kota dan dikelilingi oleh gedung-gedung ikonik dan fasilitas umum.

    Alamat: Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat.

    5. Central Park Mall

    Bagi kalian yang mau nge mal sambil nunggu malam pergantian tahun,Central Park Mall di Jakarta Barat bisa jadi pilihannya. Di sekitar halaman outdoor kawasan ini, biasanya akan dimeriahkan dengan acara hiburan seperti konser musik hingga pesta kembang api yang meriah di beberapa titik sekitar mal.

    Alamat: Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 28, Tj. Duren Sel., Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat.

    6. Pantjoran Chinatown

    Pantjoran PIK.Ilustrasi suasana malam di Pantjoran PIK. Foto: Johanes Randy

    Pantjoran Chinatown bisa jadi spot tahun baru di Jakarta Utara yang bisa kamu tuju. Ini adalah destinasi yang menggabungkan suasana tradisional ala Tiongkok dengan berbagai restoran, kafe, hingga toko dibalut arsitektur yang unik.

    Tempat cocok didatangi bersama keluarga, teman, atau pasangan untuk menyambut perayaan malam tahun baru 2025.

    Alamat: kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Kamal Muara, Jakarta Utara.

    7. Sarinah

    Jalan Sudirman-Thamrin memang menjadi salah satu spot menarik untuk merayakan malam Tahun Baru di Jakarta. Terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana perkotaan.

    Sarinah juga berada di sekitar jalan ini. Kini, pelataran mal Sarinah kerap mengadakan live music dari band dan penyanyi terkenal secara gratis. Nah, ini bisa jadi spot bagi kamu juga untuk malam tahun baruan.

    Alamat: Jl. M.H. Thamrin No.11, RT.8/RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    8. Area Gelora Bung Karno (GBK)

    GBK yang berada di kawasan Jakarta Pusat juga bisa jadi spot pilihan. Pasalnya, di kawasan ini kerap digelar konser musik hingga festival kuliner yang seru dan gratis lho.

    Alamat: Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat.

    Setiap tempat punya daya tarik dan titik ramainya tersendiri, dengan acara-acara seru seperti konser musik, pertunjukan kembang api, dan bazar makanan yang biasanya meriah.

    Namun perlu diingat kalau setiap tahun, acara dan jadwal perayaan bisa berbeda-beda tergantung pada kebijakan tempat tersebut maupun pihak penyelenggara.

    Jadi, pastikan untuk selalu memeriksa update terkait informasi lokasi dan acara yang diselenggarakan supaya kamu bisa merencanakan perayaan malam Tahun Baru sesuai harapan.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Tempat Staycation Cozy Buat Libur Lebaran 2025, Mulai Rp 300 Ribuan


    Jakarta

    Libur panjang Lebaran 2025 sangat disayangkan jika traveler tidak berencana mudik maupun pergi ke mana-mana. Staycation bisa jadi opsi kegiatan untuk menghabiskan waktu kosong libur Lebaran bersama keluarga.

    Sejumlah hotel dan penginapan di Jakarta dapat dipilih sebagai tempat staycation seru. Kamar hotel nyaman dengan tarif terjangkau bakal memanjakan dirimu selama berlibur di sana. Lokasinya pun strategis, jadi traveler dapat merencanakan bepergian ke tempat-tempat di sekitar penginapan.

    Tempat Staycation Murah di Jakarta

    Merangkum Google, berikut rekomendasi hotel dan penginapan nyaman di Jakarta dengan tarif murah untuk staycation selama libur Lebaran 2025:


    1. Harper MT Haryono

    Kamar dan suite yang luas serta bersih ditawarkan oleh Harper MT Haryono. Fasilitasnya terhitung lengkap dengan pelayanan yang memuaskan.

    Terdapat restoran fusion dengan berbagai hidangan lezat yang cocok di lidah. Tersedia juga bar, kolam renang indoor, gym, hingga spa yang dapat diakses tamu.

    Alamat: Jl. Letjen M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur
    Tarif per malam: Mulai Rp 400 ribu.

    2. The Mango Suites by FLAT06

    The Mango Suites by FLAT06The Mango Suites by FLAT06 (The Mango Suites by FLAT06 via Google Photo)

    Datangi The Mango Suites by FLAT06 jika ingin bermalam nyaman di hotel trendi berlokasi strategis. Jaraknya hanya 2 kilometer dari Pondok Indah Mall dan 7 km dari kebun binatang Ragunan.

    Kamarnya elegan dengan fasilitas kulkas mini, WiFi, sarapan hingga smart TV yang dilengkapi Netflix. Ada kolam renang rooftop dengan view perkotaan, bar koktail, dan kafe dengan teras.

    Alamat: Jl. Mangga, Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan
    Tarif per malam: Mulai Rp 390 ribu.

    3. Hotel Alia Cikini

    Pilih Hotel Alia Cikini kalau mencari penginapan berkonsep islami. Tidak diperkenankan bermalam bagi pria dan atau wanita yang tidak punya hubungan suami istri sah atau keluarga, maupun sesama jenis yang memiliki orientasi menyimpang.

    Lokasinya cukup strategis dan dekat ke mana-mana. Pelayanan ramah dengan fasilitas cukup lengkap. Jika ingin berenang mesti booking jam agar diberikan akses private pool.

    Alamat: Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 360 ribu.

    4. La Boheme Rooms and Coffee

    La Boheme Rooms and CoffeeLa Boheme Rooms and Coffee (dok. Instagram @labohemejkt)

    La Boheme Rooms and Coffee punya nuansa bohemian yang kental. Kamarnya cozy, fasilitasnya nyaman, dan setiap sudutnya aesthetic.

    Penginapan ini dilengkapi kafe rooftop yang menyajikan pemandangan city light indah, asik banget buat nongkrong. Semua makanannya enak dengan harga terjangkau.

    Alamat: Jl. Setia Budi Barat, Kuningan, Jakarta Selatan
    Tarif per malam: Mulai Rp 370 ribu.

    5. Asyana Kemayoran

    Kamar luas dengan harga terjangkau ditawarkan Asyana Kemayoran. Lokasinya dengan dengan stasiun KRL dan terminal bus.

    Fasilitas di hotel ini oke, tersedia restoran dengan berbagai pilihan makanan lezat, WiFi, dan kolam renang outdoor yang bersih. Asyana Kemayoran punya view kota dan Monas.

    Alamat: Jl. Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 320 ribu.

    6. Choska Residence

    Kunjungi Choska Residence jika mencari penginapan nyaman di jantung Jakarta. Lokasinya dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Thamrin City, dan Pasaraya Tanah Abang.

    Desain penginapannya kekinian dengan kamar yang nyaman bersih meski tidak terlalu luas. Fasilitasnya lumayan dengan sarapan, dapur, laundry, hingga tempat kerja yang disuguhkan city view.

    Alamat: Jl. Kebon Kacang 29, Kebon Kacang, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 340 ribu.

    7. W Home Benhil

    W Home BenhilW Home Benhil (W Home Benhil via Google Photo)

    Staycation nyaman seperti di rumah dapat dirasakan di W Home Benhil. Kamar dan setiap sudut penginapannya punya nuansa cozy dengan interior aesthetic.

    Fasilitas cukup lengkap dengan pelayanan ramah. Terdapat restoran dengan sejumlah hidangan nikmat yang dapat diakses tamu. Lokasi W Home Benhil pun strategis, dekat ke mana-mana.

    Alamat: Jl. Bendungan Jatiluhur, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 430 ribu.

    8. favehotel PGC

    Berlokasi di area Pusat Grosir Cililitan (PGC), favehotel menawarkan kamar minimalis modern yang nyaman dan bersih. Kamarnya dilengkapi WiFi, TV, hingga ruang keluarga untuk tipe lebih tinggi.

    Sarapan disajikan prasmanan dengan pilihan makanan sedap yang banyak. Tersedia layanan pijat kamar dan room service. Lokasinya juga dekat dengan bandara Halim Perdanakusuma, cocok singgah di sini jika traveler kelelahan setelah penerbangan.

    Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur
    Tarif per malam: Mulai Rp 400 ribu.

    9. Heef Hotel

    Heef Hotel bisa jadi opsi jika mencari penginapan berlokasi strategis. Dekat dengan sejumlah pusat perbelanjaan, tempat kuliner dan wisata, hingga Jakarta International Stadium (JIS) yang kerap dijadikan venue acara. Akses ke berbagai tempat juga mudah.

    Hotel ini punya kamar bersih dengan pelayanan sigap. Terdapat kafe santai dan restoran outdoor bagi para tamu. Tersedia sarapan dengan sajian hidangan lezat yang bervariasi.

    Alamat: Jl. Samanhudi, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 330 ribu.

    10. Yellow Bee Tanah Abang

    Yellow Bee Tanah AbangYellow Bee Tanah Abang (Yellow Bee Tanah Abang via Google Photo)

    Bisa ke Yellow Bee Hotel kalau ingin staycation di tengah kota dengan akses mudah ke berbagai tempatnya. Lokasinya dekat dengan Pasaraya Tanah Abang, Mal Sarinah, maupun Monas.

    Kamarnya bersih wangi walau berdekorasi minimalis. Tersedia kafe atau lounge dan terus outdoor.

    Alamat: Jl. K.H. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat
    Tarif per malam: Mulai Rp 380 ribu.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tips Microsoft Bikin Prompt AI Efektif Supaya Hasil Optimal


    Jakarta

    Microsoft membeberkan cara bikin prompt AI yang efektif supaya hasilnya bisa optimal di Copilot. Simak penjelasannya berikut.

    “Yang pertama kita mesti kayak understand your persona. Nah ini udah ada contoh-contohnya juga nih (merujuk pada blog resmi Microsoft). Kayak kita perlu tau dulu project-nya, key stakeholders-nya yang bekerja siapa,” kata Communications Lead Indonesia Microsoft, Karen Kusnadi, usai acara AI PC Masterclass di Greyhound Cafe, Menteng, Jakarta, Jumat (22/11/2024).

    Hal itu perlu dilakukan, agar Copilot memberikan jawaban yang tepat kepada pengguna. Sebab jawaban yang disiapkan tergantung pengguna berprofesi sebagai apa dan jawaban tersebut ditujukan untuk siapa.


    Lalu yang kedua perintah yang diberikan memiliki tujuan yang jelas. Karen mengingatkan, dalam hal ini tidak perlu memakai bahasa yang formal, yang penting mengandung tanda baca yang benar.

    “EYD yang tepat itu juga affecting the result of si Copilotnya. Jadi EYD kita tetap penting gitu sebenarnya. Tapi kita juga kemudian kasih tau objektifnya apa,” ujar Karen.

    Tips ketiga masih berhubungan dengan penjelasan sebelum mengenai memahami kepribadian pengguna. Jadi di sini kalian harus mengenali audiens yang disasar.

    “Terus know your audience. Nah ini yang tadi ya. Apakah kita mau masukinnya yang IT pro,atau CEO, atau new entry level employes,” sebut Karen.

    Selanjutnya pengguna perlu memberikan parameter, apakah hasil dari perintah yang kalian berikan ingin terdengar informal, profesional, atau campuran keduanya. Itu juga bertujuan supaya informasi yang sampai ke audiens sesuai dan mudah dipahami.

    “Misalnya kita mau ngasih taunya bahwa, oh ini yang kira-kira anak SD kelas 6 bisa paham ya. Jadi kita kayak udah ngasih parameter tersendiri,” ucap Karen.

    Terakhir ialah dengan menyisipkan konteks di dalam perintahnya. Jadi ada baiknya pengguna membuat prompt lebih spesifik dan tambahan informasi sebanyak mungkin.

    “Karena kan ya again ya, terutama kalau kita paaienya yang Copilot versi yang umum. Itu kan dia ngambil datanya kan ya dari semua sumber. Nah jadi dari berbagai macam sumber itu kita perlu ngasih tau dia dulu. Bahwa, eh ini kita lagi ngomonginnya untuk konteks yang lo sebagai siapa nih. Biar dia nanti bisa bantu milihin datanya yang relevan dengan apa yang kita mau,” pungkas Karen.

    (hps/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



    Jakarta

    Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

    Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


    Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

    Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

    “Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

    Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

    Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

    Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

    Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

    Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

    “Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

    Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

    Lokasi dan Akses ke Cikini 82

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

    Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

    Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



    Jakarta

    Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

    Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


    Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

    Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

    “Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

    Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

    Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

    Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

    Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

    Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

    “Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

    Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

    Lokasi dan Akses ke Cikini 82

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

    Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

    Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita Profesor dari Turki Tentang Negara Religius tapi Banyak Korupsinya



    Jakarta

    Dalam sebuah diskusi yang digelar Institute for Humanitarian Islam (IFHI) di Menteng pada Jumat (18/7) kemarin, Guru Besar Tasawuf asal Turki, Profesor Mahmud Erol Kilic mendapat pertanyaan menarik, “Mengapa masih banyak kasus korupsi di negara yang terkenal paling religius?”

    Pertanyaan tersebut berhubungan status Indonesia yang mendapat predikat sebagai negara religius tetapi masih banyak terjadi kasus korupsi. Bahkan korupsi tak hanya dilakukan oleh orang yang awam tentang agama, tetapi beberapa di antaranya melibatkan ulama.

    Mahmud Erol Kilic mengatakan kasus seperti di atas tak hanya terjadi di Indonesia. Dalam 60 tahun terakhir beberapa negara muslim lain seperti Maroko dan Turki juga mengalami hal serupa.


    Hal tersebut, kata Kilic, terjadi lantaran adanya pemahaman tentang agama yang belum komprehensif. Mayoritas ulama di negara-negara Islam selama ini cenderung lebih banyak mengajarkan ilmu fikih yang fokus pada kewajiban saja, tetapi tidak dibarengi dengan pemahaman soal etika.

    Tidak banyak pendakwah atau ulama yang memberitahukan tentang larangan melakukan korupsi. “Ulama lebih serang mengajarkan dalam beragama (Islam) setelah mengerjakan sholat, puasa sudah selesai itu kewajiban. Tak banyak yang menyerukan bahwa korupsi itu haram,” kata Kilic.

    Ada juga sebagian muslim yang beranggapan bahwa ketika mendapatkan uang hasil korupsi, dosanya bisa dihapus dengan sedekah atau menggunakannya untuk membangun masjid. “Menurut saya hal ini sangat keliru,” kata dia.

    Selama beberapa tahun berturut-turut Indonesia dinobatkan sebagai negara paling religius. Berdasarkan survei Lembaga Pew Research Center yang dipublikasikan pada 9 Agustus 2024 menobatkan Indonesia sebagai negara yang masyarakatnya paling religius dan taat beribadah. Pada survei Pew Research Center yang dipublikasikan pada 20 Juli 2020 dengan judul, “The Global God Divide” juga menempatkan Indonesia berada di peringkat pertama negara paling religius.

    Ironisnya menurut Transparency International Indonesia (TII), Indonesia dipersepsikan sebagai negara dengan tingkat korupsi yang buruk. Hal ini mengacu pada Skor CPI Indonesia. Meski sebenarnya di tahun 2024 skor CPI Indonesia meningkat sebesar 3 (tiga) poin dari tahun 2023, yakni dari 34 menjadi 37. Capaian skor CPI tersebut menempatkan peringkat Indonesia naik dari 115 pada tahun 2023 menjadi ranking 99 dari total 180 negara yang disurvei TII.

    (erd/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • MUI Minta Polisi Tak Represif ke Pengibar Bendera One Piece Jelang HUT RI



    Jakarta

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal fenomena pengibaran bendera kelompok fiksi bajak laut dari serial One Piece yang dilakukan oleh sebagian masyarakat jelang peringatan HUT ke-80 RI. MUI meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengambil tindakan represif.

    Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, mengatakan bahwa pendekatan persuasif harus dikedepankan. Ia menilai banyak anak muda yang kreatif dan semangatnya bisa disalurkan untuk hal-hal yang lebih positif.

    “Kalau saya sih setuju dilakukan langkah-langkah persuasif, karena banyak anak muda yang kreatif bisa dilarikan ke soal-soal yang solutif dan bisa kreatif membangun bangsa ke depan,” ujar Masduki di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025), dikutip dari laman MUI.


    Menurut Masduki, pengibaran bendera One Piece ini bisa dimaknai sebagai cara anak muda menyampaikan aspirasinya, meskipun ia menilai momennya kurang tepat. Sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan, Masduki menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi.

    “Tapi setidaknya itu tidak tepat waktu, dan sebaiknya kita imbau kepada generasi muda, yang mengibarkan hal-hal semacam itu, saya kira waktunya tidak pas,” tegasnya.

    Masduki menjelaskan, saat ini Indonesia sedang berada dalam masa transisi kekuasaan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo, dengan tantangan ekonomi yang cukup besar. Ia menilai, bulan Agustus seharusnya menjadi momentum untuk membangun semangat kebangsaan bersama.

    “Kondisi ekonominya masih penuh tantangan ke depan yang harus kita bangun. Kemudian suasana kebatinan, kita susun bersama, melangkah bersama secara integral, ini membutuhkan suasana di bulan Agustus ini untuk membangun batin semangat ke depan,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Masduki menyebut pengibaran bendera fiksi ini bertolak belakang dengan semangat kebangsaan yang biasa digaungkan menjelang HUT RI. Ia membandingkannya dengan kreativitas lain yang justru menguatkan nilai-nilai kebangsaan, seperti mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut atau di puncak gunung.

    “Pengibaran bendera one piece bertentangan dengan nuansa kebangsaan jelang HUT ke-80 RI,” pungkasnya.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • MUI Minta Polisi Tak Represif ke Pengibar Bendera One Piece Jelang HUT RI



    Jakarta

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal fenomena pengibaran bendera kelompok fiksi bajak laut dari serial One Piece yang dilakukan oleh sebagian masyarakat jelang peringatan HUT ke-80 RI. MUI meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengambil tindakan represif.

    Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, mengatakan bahwa pendekatan persuasif harus dikedepankan. Ia menilai banyak anak muda yang kreatif dan semangatnya bisa disalurkan untuk hal-hal yang lebih positif.

    “Kalau saya sih setuju dilakukan langkah-langkah persuasif, karena banyak anak muda yang kreatif bisa dilarikan ke soal-soal yang solutif dan bisa kreatif membangun bangsa ke depan,” ujar Masduki di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025), dikutip dari laman MUI.


    Menurut Masduki, pengibaran bendera One Piece ini bisa dimaknai sebagai cara anak muda menyampaikan aspirasinya, meskipun ia menilai momennya kurang tepat. Sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan, Masduki menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi.

    “Tapi setidaknya itu tidak tepat waktu, dan sebaiknya kita imbau kepada generasi muda, yang mengibarkan hal-hal semacam itu, saya kira waktunya tidak pas,” tegasnya.

    Masduki menjelaskan, saat ini Indonesia sedang berada dalam masa transisi kekuasaan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo, dengan tantangan ekonomi yang cukup besar. Ia menilai, bulan Agustus seharusnya menjadi momentum untuk membangun semangat kebangsaan bersama.

    “Kondisi ekonominya masih penuh tantangan ke depan yang harus kita bangun. Kemudian suasana kebatinan, kita susun bersama, melangkah bersama secara integral, ini membutuhkan suasana di bulan Agustus ini untuk membangun batin semangat ke depan,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Masduki menyebut pengibaran bendera fiksi ini bertolak belakang dengan semangat kebangsaan yang biasa digaungkan menjelang HUT RI. Ia membandingkannya dengan kreativitas lain yang justru menguatkan nilai-nilai kebangsaan, seperti mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut atau di puncak gunung.

    “Pengibaran bendera one piece bertentangan dengan nuansa kebangsaan jelang HUT ke-80 RI,” pungkasnya.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • BWI Targetkan Anak Muda Punya Gaya Hidup Berwakaf



    Jakarta

    Badan Wakaf Indonesia (BWI) menargetkan wakaf menjadi gaya hidup anak muda. Target ini mulai digodok BWI lewat digitalisasi instrumen wakaf.

    Hal ini disampaikan Ketua BWI Kamaruddin Amin saat membuka Puncak Harlah ke-17 BWI di Hotel Pullman Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (30/8/2024) malam.

    “Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, anak-anak muda Indonesia itu memiliki gaya hidup berderma, berwakaf,” kata Kamaruddin.


    Kamaruddin mengakui, tantangan utama untuk mendekatkan anak muda dengan wakaf adalah fasilitas wakaf itu sendiri. Salah satunya dengan digitalisasi instrumen wakaf.

    “Menciptakan instrumen yang mudah dijangkau oleh mereka, instrumen digital misalnya, agar mereka bisa berwakaf,” terang Kamaruddin.

    Terkait digitalisasi ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini memaparkan, BWI sudah membuat aplikasi untuk memudahkan wakaf. Nama aplikasi tersebut Satu Wakaf Indonesia.

    “Itu bisa berwakaf, sekarang juga bisa, (sebesar) Rp 20 ribu dan seterusnya, tergantung keikhlasan,” jelas Kamaruddin.

    Tidak hanya aplikasi, Kamaruddin mengatakan pihaknya juga berencana memanfaatkan teknologi lain untuk wakaf. Salah satunya QRIS agar memudahkan masyarakat berwakaf.

    “Di masjid-masjid juga kita akan pasang nanti QRIS untuk teman-teman bisa berwakaf dan mudah-mudahan insyaallah. Yang penting insyaallah, tolong kamu dipantau, kredibilitas lembaga itu sangat penting,” ungkap dia.

    Turut hadir, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki yang mewakili Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Ia menyinggung soal inovasi teknologi yang perlu diupayakan BWI.

    “Pengelolaan wakaf harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat dan kompleks yang mana digitalisasi dan penggunaan teknologi menjadi kebutuhan kita,” katanya.

    Menurutnya, hal ini menjadi tantangan besar bagi BWI, yakni sebagai lembaga yang harus terus berinovasi dalam pengelolaan wakaf.

    “Tantangan ini mengharuskan BWI untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan memperluas literasi digital di kalangan para nazhir dan stakeholder wakaf lainnya,” ujar Saiful.

    Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki dalam acara Puncak Harlah ke-17 BWI di Hotel Pullman Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2024).Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki dalam acara Puncak Harlah ke-17 BWI di Hotel Pullman Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2024). Foto: Rahma Harbani/detikHikmah

    Sebagai informasi, Puncak Harlah BWI yang menginjak usia ke-17 ini digelar pada Jumat (30/8/2024) di Jakarta Pusat. Tema yang diusung pada harlah ini adalah Gerakan Indonesia Berwakaf.

    BWI turut mengundang Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Ahmed bin Essa Al Hazwi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief, para tokoh, mitra strategis, hingga perwakilan BWI dari seluruh Indonesia.

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com