Tag: menu sarapan

  • 3 Menu Khas Nusantara Simple & Lezat, Cocok untuk Bekal-Sarapan


    Jakarta

    Pagi hari sering kali menjadi momen tersibuk. Selain harus bersiap-siap kerja atau antar anak sekolah, Anda juga perlu menyiapkan sarapan atau bekal untuk keluarga.

    Sarapan tentunya bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga menikmati momen awal hari. Jadi, pastikan hidangan yang dibuat menggugah selera agar semangat memulai aktivitas.

    Buat Anda yang suka bingung harus masak apa, berikut beberapa resep sarapan khas Nusantara yang cepat, mudah dibuat, dan pastinya lezat.


    1. Nasi Goreng Kampung

    Sepiring nasi goreng kampung hangat untuk sarapan tentu bisa menambah semangat memulai hari. Aroma bawang putih yang ditumis dengan cabai, ditambah dengan terasi dan kecap membuat menu ini susah ditolak di pagi hari.Berbeda dari nasi goreng ala restoran yang cenderung kompleks, nasi goreng kampung tidak memerlukan banyak bahan. Berikut resep nasi goreng kampung yang bisa kamu buat di rumah.

    Bahan-bahan:

    – 300 gr nasi dingin

    – Ayam suwir, secukupnya

    – 4 bawang putih

    – 7 bawang merah

    – 20 cabe rawit hijau

    – 2 telur ayam

    – 1 sdt ebi kering

    – Sawi & kol

    – ½ sdt garam

    – ½ sdt lada bubuk

    – ½ sdt gula pasir

    – 1 sdt Sasa Bubuk MSG

    – 2 sdm Sasa Sambal Terasi

    Cara Membuat

    – Uleg kasar semua bahan.

    – Goreng telur orak arik dan tumis bumbu uleg dan ebi hingga wangi.

    – Masukkan sayuran, ayam suwir, dan diikuti dengan nasi.

    – Lalu tambahkan 2 sdm Sasa Sambal Terasi ala sunda dan masak cepat menggunakan api besar.

    – Koreksi rasa dan sajikan dengan timun, kerupuk, dan telur ceplok.

    – Untuk menjadikan nasi goreng kampung makin menggoda, sajikan dengan kerupuk atau emping atau tambahkan telur.

    2. Mie Goreng Jawa

    Buat para pencinta mie goreng, sajian mie goreng jawa bisa jadi pilihan menu sarapan atau bekal. Berbeda dengan mie instan, resep mie goreng jawa biasanya menggunakan bumbu khas yang kaya akan rempah. Dengan tambahan sayur, telur, dan potongan ayam atau bakso, membuat sajian ini menjadi menu sarapan yang kaya akan rasa.

    Bahan-bahan:

    – Mie instan sebanyak 1 bungkus

    – Telur ayam sebanyak 2 butir

    – 1/2 sdt Sasa Bumbu Kaldu Rasa Ayam

    – Bawang putih sebanyak 2 siung, cincang halus

    – Bawang merah sebanyak 4 butir, cincang halus

    – Cabai merah besar sebanyak 2 buah, iris tipis

    – Cabai rawit sebanyak 5 buah, iris tipis

    – Tahu putih sebanyak 1/4 bagian, potong kotak kecil

    – Kol sebanyak 100 gram, iris tipis

    – Wortel sebanyak 1 buah, iris tipis

    – Kecap manis sebanyak 1 sendok makan

    – Garam secukupnya

    – Gula pasir secukupnya

    – Air secukupnya

    Cara membuat:

    – Rebus mie secukupnya hingga matang, kemudian tiriskan. Sisihkan.

    – Siapkan bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan tomat. Haluskan semua bahan hingga halus.

    – Tumis bumbu halus yang telah dihaluskan dalam minyak goreng hingga harum.

    – Masukkan telur kedalam tumisan bumbu. Aduk rata hingga bumbu meresap.

    – Masukkan sayuran, seperti wortel, kacang polong, dan kol. Tambahkan air,garam dan gula secukupnya. Serta tambahkan Sasa Kaldu ayam, masak hingga sayuran menjadi empuk.

    – Tambahkan kecap manis. Aduk rata dan masak hingga bumbu meresap ke dalam semua bahan.

    3. Nasi Goreng Cabai Hijau

    Buat Anda yang suka hidangan pedas, nasi goreng cabai hijau wajib masuk daftar menu sarapan. Perpaduan cabai hijau, bawang, dan sedikit terasi menciptakan rasa pedas yang khas tapi tetap nikmat disantap. Berikut resep cabai hijau sederhana yang bisa dimasak di rumah.

    Bahan-bahan:

    – 2 porsi nasi

    – 2 butir telur

    – 100 gr cumi asin, rendam sebentar dengan air panas, tiriskan dan potong-potong

    – 2 sdm kecap asin

    – ½ sdt Sasa Bubuk MSG

    – ½ garam

    – ¼ sdt merica

    – ½ sdt gula

    Bumbu iris:

    – 2 buah cabe hijau besar

    – 3 buah cabe rawit hijau

    – 1 batang daun bawang (pisah bagian putih dan hijaunya)

    Bumbu halus:

    – 5 siung bawang merah

    – 3 siung bawang putih

    – 1 buah tomat hijau

    – 2 buah cabe hijau besar

    – 5 buah cabe rawit hijau

    Cara Membuat:

    – Panaskan minyak, goreng cumi asin sebentar, tiriskan, lalu potong-potong.

    – Tumis bumbu hingga harum dan matang, tambahkan irisan daun bawang bagian putih, masak hingga harum.

    – Masukkan telur, buat orak-arik, lalu tambahkan cumi, aduk rata.

    – Masukkan nasi, bumbui dengan Sasa Bubuk MSG, garam, gula, merica, dan kecap asin, aduk rata.

    – Terakhir masukkan irisan cabe hijau besar, cabe rawit, dan daun bawang bagian hijau.

    Nah, itulah beberapa menu yang bisa jadi ide sarapan atau bekal di pagi hari. Dengan pilihan hidangan khas Nusantara ini, dijamin sarapan akan lebih menggugah selera.

    (ega/ega)



    Sumber : food.detik.com

  • Lagi Tren Rebusan-Kukusan, Sehat Mana dibanding Nasi Uduk? Ini Kata Dokter Gizi


    Jakarta

    Belakangan, tren sarapan dengan menu rebusan dan kukusan tengah digemari kalangan Gen Z. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan turut mengapresiasi tren gaya hidup yang dianggap lebih sehat.

    Tak hanya itu, Menkes juga mengaku senang semakin banyak yang mulai berjualan makanan lebih sehat. Menurutnya, tren ini juga dapat mendorong perubahan kebiasaan jajan dari yang sebelumnya didominasi junk food dan camilan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), menjadi konsumsi makanan utuh (real food) yang lebih bergizi.

    “Iya lumayan itu banyak di TikTok saya lihat jutaan yang viral, saya senang. Lebih banyak makan-makanan sehat, sarapan sehat,” kata Menkes saat ditemui detikcom di Gedung Kemenkes RI, Rabu (12/11/2025).


    Spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengatakan, secara umum menu sarapan berbasis rebusan atau kukusan bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan sarapan tradisional yang kerap melibatkan proses penggorengan atau penggunaan santan berlebih.

    Namun, lanjutnya, ini bukan berarti makanan seperti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk termasuk makanan yang ‘jahat’ atau tidak sehat sama sekali. Hidangan-hidangan tersebut justru memiliki nilai gizi dan cita rasa khas yang sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. Di dalamnya terdapat sumber energi dari nasi atau lontong, serta protein dari ayam dan berbagai topping pelengkap.

    “Masalahnya cuma kalau dimakan berlebihan atau sering banget, bisa bikin asupan kalori harian jadi berlebih karena adanya tambahan dari minyak goreng, santan, atau topping seperti kerupuk dan cakwe juga emping,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).

    “Namun, kalau dimakan in moderation, misalnya seminggu 1-2 kali dengan porsi kecil, masih oke-oke aja sih buat variasi. Yang penting, sesuaikan dengan jumlah kebutuhan kalori masing-masing,” lanjutnya.

    dr Ardian menjelaskan bagi yang sedang menjaga berat badan, mengalami defisit kalori, atau memiliki diabetes serta kadar kolesterol tinggi, sebaiknya memang mengurangi asupan makanan tinggi lemak dan memilih menu rebusan atau kukusan sebagai alternatif.

    Jenis makanan ini umumnya lebih rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan mampu mempertahankan nutrisi alami dari bahan makanan.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Menkes Sarankan 2 Butir Telur Rebus untuk Sarapan, Cukupkah Nutrisinya?


    Jakarta

    Belakangan ini ajakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) tentang sarapan sehat dan murah ramai diperbincangkan. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menkes menyebutkan bahwa dua butir telur rebus bisa menjadi pilihan sarapan praktis dengan biaya hanya sekitar Rp 5.000.

    Pesannya sederhana, sarapan tidak harus mahal, dan lebih baik memulai hari dengan sesuatu yang bergizi daripada tidak sarapan sama sekali. Namun, muncul juga diskusi di masyarakat. Ada yang mengapresiasi idenya karena praktis dan ramah di kantong, tapi ada pula yang mengingatkan bahwa sarapan sebaiknya mengandung gizi seimbang, bukan hanya protein dari telur.

    Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi ajakan ini?


    Nutrisi dalam 2 Butir Telur Rebus

    Menteri Kesehatan dalam videonya yang memiliki hastag Budi Gemar Sharing menyampaikan pesan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan mencontohkan 2 telur rebus, ia ingin menunjukkan bahwa sarapan sehat itu bisa murah, cepat, dan bergizi.

    Dua butir telur sudah mengandung:

    • sekitar 12 gram protein
    • vitamin B kompleks
    • vitamin D
    • selenium
    • serta kolin yang penting untuk fungsi otak.

    Konsumsi telur di pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian tubuh yaitu 0,8 gram/kgBB. Dari sisi praktis, telur rebus juga mudah disiapkan: cukup direbus beberapa menit, tidak butuh bumbu khusus, dan bisa dibawa ke mana-mana.

    Selain itu, ajakan ini juga punya pesan kalau sarapan tidak harus dengan karbohidrat kompleks atau makanan yang manis-manis seperti sereal, lontong, dan nasi uduk. Karena dapat menaikkan gula darah secara mendadak (glucose spike). Telur adalah bahan makanan yang sangat familiar di hampir semua rumah tangga Indonesia. Dengan harga terjangkau dan ketersediaan luas, pesan ini bisa menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Kebiasaan sarapan di Indonesia

    Data Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 2023 menunjukkan bahwa prevalensi tidak terbiasa sarapan pada anak dan remaja sekitar 16,9 persen – 59 persen dan 31,2% persen pada orang dewasa. Alasan untuk meninggalkan dan mengabaikan sarapan sangat beragam, takut terlambat, terburu-buru, tidak terbiasa, dan tidak ada waktu.

    Survei Kemenkes juga menemukan alasan utama orang melewatkan sarapan adalah tidak sempat menyiapkan makanan pagi. Artinya, faktor praktis memang sangat dominan. Dalam konteks ini, ide sarapan dengan dua telur rebus bisa menjadi solusi sederhana dan realistis.

    Apakah cukup sarapan dengan telur saja?

    Apabila sedang terburu-buru atau aktivitas fisik di pagi hari yang tidak terlalu berat, dua butir telur rebus tentu lebih baik daripada tidak sarapan sama sekali, yang bisa membuat tubuh lemas, sulit konsentrasi, dan cepat lapar. Telur rebus mengandung protein yang tinggi, lemak yang baik, dan berbagai vitamin.

    Sarapan hanya dengan kopi manis atau camilan gorengan juga tidak baik untuk kesehatan, karena tinggi kalori tapi rendah gizi. Sarapan dengan kopi manis dan gorengan bisa menyebabkan lonjakan gula mendadak (glucose spike). Jika setiap hari dilakukan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2.

    Menu sarapan tinggi kalori namun kurang seimbang, seperti nasi uduk atau lontong yang sering kali minim sayuran juga sering dijadikan menu sarapan masyarakat Indonesia. Nasi uduk dan lontong mungkin bisa buat cepat merasa kenyang. Namun, rasa kenyang yang dirasakan tidak akan bertahan lama, sehingga satu hingga dua jam kemudian tubuh akan merasa lapar dan ingin makan lagi. Hal ini dapat meningkatkan asupan kalori harian meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas.

    Kalau dilihat dari angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan energi orang dewasa rata-rata 2.000 kalori per hari. Dua telur rebus hanya menyumbang sekitar 140 kalori. Jadi, secara energi masih jauh dari cukup. Tetapi, dari sisi kualitas gizi, telur termasuk makanan padat gizi (nutrient-dense). Dengan kata lain, meski kalorinya tidak banyak, kandungan proteinnya tinggi , sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan sangat bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh serta menjaga fungsi otot.

    Namun menurut Pedoman Gizi Seimbang, melalui kampanye Isi Piringku, sarapan yang baik seharusnya mengandung nutrisi yang lengkap, setiap kali makan dianjurkan ada:

    • 1/3 porsi karbohidrat
    • 1/3 porsi sayur
    • 1/6 porsi lauk berprotein
    • dan 1/6 porsi buah.

    WHO (2020) juga menekankan pentingnya kombinasi zat gizi pada sarapan untuk menunjang konsentrasi belajar maupun bekerja.

    Kenapa penting ada karbohidrat, lemak, dan serat?

    Sarapan memberikan banyak manfaat berupa energi untuk memulai hari dan meningkatkan produktivitas. Sarapan yang sehat harus mencakup kandungan utama seperti protein, serat, lemak, karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks (nasi, ubi, roti gandum, oatmeal) adalah bahan bakar utama tubuh dan otak. Tanpa karbohidrat yang cukup, seseorang bisa cepat lelah, pusing, atau sulit fokus. Tubuh saat bangun membutuhkan karbohidrat karena sudah berpuasa selama tidur.

    Serat dari sayur dan buah membantu pencernaan, menjaga rasa kenyang, serta melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral. Lemak sehat (dari alpukat, kacang, biji-bijian) memberi energi lebih tahan lama dan baik untuk fungsi sel tubuh.

    Risiko jika sering melewatkan sarapan

    Pada anak sekolah, studi ilmiah menemukan hubungan antara kebiasaan tidak sarapan dengan penurunan nilai ujian matematika dan membaca. Pada orang dewasa, tidak sarapan dapat meningkatkan kecenderungan makan berlebihan di siang atau malam hari. Kondisi ini bisa memperburuk pola makan dan mengganggu metabolisme tubuh. Dengan kata lain, sarapan bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga mengatur ritme biologis tubuh (circadian rhythm) agar energi lebih stabil sepanjang hari.

    Bagaimana cara menyiasati kalau cuma sempat telur rebus?

    Tidak masalah sesekali sarapan sederhana hanya dengan 2 butir telur rebus. Prinsip gizi seimbang bisa tetap dijaga dengan menyesuaikan makan siang dan malam. Misalnya, jika pagi hanya telur, maka saat jam 10 dan jam 15 (jam ngemil) bisa konsumsi sayur dan buah. Jika tidak, saat siang bisa dipenuhi kebutuhan gizi yang belum terpenuhi di pagi hari dengan menambah sayuran dan buah lebih banyak sebagai pencuci mulut. Siang dan malam hari, tetap makan sesuai porsi Isi Piringku atau Pedoman Gizi Seimbang.

    Prinsipnya, kalau tidak bisa lengkap dalam satu waktu, maka seimbangkan asupan gizi dalam 24 jam.

    Jadi, bagaimana sebaiknya?

    Intinya, tidak ada yang salah dengan ajakan Menkes. Dua telur rebus jelas lebih baik daripada melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak bergizi.

    Namun, penting diingat bahwa tubuh butuh variasi. Kalau ada waktu, siapkan sarapan yang lebih lengkap dengan tambahan karbohidrat, sayur, dan buah. Kalau tidak sempat, imbangi kebutuhan gizi di waktu makan lain.

    Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah meal preparation sederhana. Misalnya, pada malam hari sudah menyiapkan buah seperti pisang atau buah lainnya yang dipotong dalam wadah, atau merebus ubi sekaligus untuk stok beberapa hari. Dengan begitu, pagi hari bisa langsung dikombinasikan dengan telur rebus tanpa perlu banyak waktu terpakai.

    Dengan begitu, ajakan Menkes bisa dimaknai sebagai pesan sederhana yang mudah diikuti, sementara masyarakat tetap bisa menyesuaikan dengan prinsip gizi seimbang sesuai kondisi masing-masing.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

    Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

    Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


    1. Sarapan

    Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

    Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

    Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

    Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

    2. Makan Siang

    Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

    Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

    3. Makan Malam

    Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

    Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

    (ath/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

    Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

    Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


    1. Sarapan

    Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

    Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

    Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

    Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

    2. Makan Siang

    Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

    Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

    3. Makan Malam

    Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

    Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

    (ath/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Apakah Sarapan Mie Instan Menyehatkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Sarapan sehat tentunya yang bergizi seimbang. Namun, sebagian orang memilih menu yang justru mengenyangkan, seperti mie instan. Apakah menyehatkan?

    Setiap orang memiliki menu sarapan favorit mereka masing-masing. Di antaranya ada yang mengonsumsi makanan sehat, tak jarang juga yang lebih mementingkan rasa dan porsinya.

    Mie instan kerap dijadikan menu sarapan oleh banyak orang. Proses memasaknya yang praktis membuat mie instan disukai, apalagi rasanya enak dan mengenyangkan.


    penjelasan sarapan mie instanpenjelasan sarapan mie instan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Beberapa orang menyantap mie instan dengan tambahan telur saat sarapan. Banyak juga yang mencampurkannya dengan sayuran, daging olahan, bahkan nasi.

    Namun, apakah mie instan aman dikonsumsi untuk sarapan? Seorang ahli nutrisi menjelaskan tentang mengonsumsi mie instan saat sarapan, seperti dilansir dari VNExpress (7/11).

    Perlu diketahui kalau mie instan mengandung kalori sekitar 188 kkal. Para ahli juga tidak menyarankan untuk mengonsumsi mie instan saat sarapan.

    Para ahli juga mengungkapkan kalau terlalu banyak mengonsumsi mie instan ini akan membahayakan bagi kesehatan. Meski sangat menggemari mie instan, asupannya perlu diperhatikan.

    Jangan mengonsumsi mie instan setiap hari. Frekuensi mengonsumsi yang ideal adalah antara 2 atau 3 kali saja dalam seminggu.

    Dr. Tu Ngu, ahli nutrisi asal Vietnam menjelaskan kalau mie instan tidak memiliki nutrisi yang sehat, seperti protein dan serat. Sehingga mengonsumsinya akan menimbulkan risiko malnutrisi dalam jangka panjang.

    Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan bahan sehat yang mengandung protein dan serat. Misalnya menambahkan daging, telur, seafood, dan sayuran agar mie instan memiliki nilai gizi yang cukup.

    Perlu diperhatikan juga untuk tidak menambahkan makanan yang mengandung lemak tinggi ke dalam mie instan. Karena, mie instan itu sendiri sudah mengandung banyak lemak.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • 5 Menu Sarapan Ini Efektif Redakan Rasa Cemas


    Jakarta

    Mengonsumsi makanan yang tepat pada pagi hari dapat meningkatkan suasana hati. Coba konsumsi menu sarapan ini sebagai pereda cemas.

    Hubungan antara rasa cemas dengan konsumsi makanan sebenarnya belum dipahami dengan baik. Diperlukan penelitian yang lebih kuat untuk memahami hal tersebut dengan lebih komprehensif.

    Namun, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi dan kebiasaan makan tertentu dapat memberikan efek positif terhadap kecemasan.


    Misalnya asupan vitamin B6 yang berkhasiat membuat suasana hati lebih stabil. Lalu ada probiotik yang bagus untuk usus dimana usus berkaitan erat dengan hormon yang terkait suasana hati.

    Melansir Huffington Post, coba konsumsi 5 makanan ini pada pagi hari untuk meredakan kecemasan:

    1. Alpukat

    Ilustrasi jus alpukatFoto: Getty Images/Farion_O

    Alpukat mengandung serat dan asam lemak omega-3 yang berfungsi untuk kesehatan otak. Selain itu, alpukat juga mengandung mikronutrien seperti vitamin B6 yang dapat menstabilkan suasana hati dan magnesium yang membantu mengatur respons stres tubuh.

    “Alpukat sangat serbaguna dan kaya akan segalanya,” ujar ahli diet Maya Feller.

    2. Telur

    Makan telur secara utuh di pagi hari. Bagian kuning telur mengandung mineral seperti kolin dan zinc yang dikaitkan dengan tingkat kecemasan lebih rendah.

    Sebaliknya, kekurangan zinc telah terbukti dapat memicu kecemasan.

    Selain itu, kandungan protein dalam telur juga membantu menstabilkan gula darah. Lonjakan gula darah sendiri diketahui mengeluarkan hormon adrenalin dan kortisol yang dapat memperburuk kecemasan.

    3. Yogurt

    5 Fakta Skyr, Kembaran Greek Yogurt yang Sangat MenyehatkanFoto: Getty Images/Kristina Maksymova

    Penelitian pada tahun 2015 menemukan hubungan antara makanan probiotik seperti yogurt dengan mengurangi kecemasan sosial.

    “Mengonsumsi makanan yang mendukung pertumbuhan bakteri baik [seperti yogurt] dianggap dapat mendukung kesehatan usus dan otak,” ujar Feller.

    Salah satu pasalnya adalah sebagian besar serotonin yang terletak di lapisan usus. Kadar serotonin yang rendah dapat memicu kecemasan dan masalah mental lainnya.

    Namun, jangan lupa pilih yogurt tanpa perasa dan gula tambahan. Anda bisa padukan yogurt dengan potongan buah yang menyegarkan.

    4. Oatmeal

    Karbohidrat kompleks, seperti gandum, dicerna lebih lambat daripada karbohidrat sederhana seperti nasi dan roti putih. Karbohidrat kompleks membantu mempertahankan gula darah yang lebih stabil.

    Dengan gula darah yang stabil, tubuh terhindar dari pelepasan hormon adrenalin dan kortisol yang bisa memicu stres.

    5. Buah beri

    StrawberryFoto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Berbagai buah beri kaya akan vitamin C, senyawa antioksidan yang dapat membantu mengurangi kadar kecemasan dan meningkatkan suasana hati.

    Anda bisa menjadikan smoothie buah beri di pagi hari sebagai menu sarapan.

    “Beri bersifat antiperadangan. Anda dapat menambahkan yofurt tanpa pemanis atau kefir [saat membuat smoothie] untuk mendapatkan manfaat tambahan yang diberikan makanan fermentasi bagi mikrobioma dan suasana hati,” ujar Feller.

    Demikian beberapa makanan di pagi hari yang bisa mengurangi kecemasan. Konsumsi makanan di atas agar suasana hati terjaga sepanjang hari.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Konsumsi 5 Makanan Ini di Pagi Hari buat Turunkan Kecemasan

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Waspadai Konsumsinya, 5 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak


    Jakarta

    Menu sarapan penting diperhatikan agar energi tetap stabil dan kesehatan terjaga. Sebaiknya, batasi konsumsi menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam berikut.

    Sarapan merupakan kebiasaan makan pagi yang penting untuk memasok energi harian. Sarapan juga berfungsi meningkatkan konsentrasi, mood, hingga bantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

    Dalam memilih menu sarapan, sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mendapat maksimal. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang kurang baik untuk kesehatan, seperti yang membuat gula darah melonjak tajam.


    Jika kondisi ini dibiarkan, kamu mungkin mengalami efek negatif. Misalnya cepat haus, sering buang air kecil, hingga mudah lelah dan mengantuk.

    Dilansir dari Everyday Health (20/5), inilah 5 menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam. Batasi konsumsinya jika tak ingin merasakan efek samping.

    1. Roti tawar, nasi, dan pasta

    Roti tawar, nasi, dan pasta adalah sumber karbohidrat olahan yang berarti sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan. Ketiadaan serat membuat konsumsi deretan makanan tersebut bisa memicu lonjakan gula darah.

    Lebih baik pilih makanan bersumber bijian utuh, seperti roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah. Makanan ini mengandung serat yang berperan penting dalam mengatur gula darah.

    Kalaupun tetap mau menyantap sumber karbohidrat olahan, coba pasangkan dengan daging tanpa lemak, sumber lemak sehat, maupun sumber serat yang bisa mencegah lonjakan gula darah.

    2. Minuman manis

    Mengawali pagi dengan konsumsi minuman manis bukanlah ide bagus. Ahli gizi Rasa Kazlauskaite mengatakan sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika seseorang mengonsumsi minuman tidak sehat itu.

    Selain tinggi gula, minuman manis, seperti soda, es teh manis, dan juus buah kemasan, tidak mengandung serat. Konsumsinya juga tidak bikin puas dan kenyang. Tak terkandung pula nutrisi lain seperti protein dan lemak. Lebih baik perbanyak minum air putih. Jika bosan rasa air putih, boleh tambahkan irisan buah segar.

    3. Makanan cepat saji

    Meski praktis, hindari sarapan makanan cepat saji. Burger, kentang goreng, hingga nugget yang kamu beli dari restoran cepat saji mengandung kalori dan lemak tinggi.

    Selain itu, makanan cepat saji bersifat tinggi gula dan merupakan jenis karbohidrat olahan yang berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

    4. Kentang

    Kentang dan sayuran berpati lainnya, seperti kacang polong dan jagung, juga berpotensi memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Namun ahli gizi memperingatkan bukan berarti kentang tak boleh dikonsumsi. Kentang tetap mengandung banyak nutrisi baik penting untuk kesehatan.

    Selain itu, konsumsi kentang dan sayuran berpati dengan sumber lemak sehat, serat, dan protein minim lemak. Jenis makanan ini bisa mengurangi kemungkinan fluktuasi gula darah.

    5. Susu gandum

    Sering kali susu nabati dianggap lebih sehat daripada susu hewani, seperti susu sapi yang jamak dikonsumsi. Faktanya tidak selalu begitu. Susu gandum (oat) contohnya, bisa mengandung jumlah yang sangat banyak. Begitu juga dengan susu kedelai kemasan.

    Saat membeli susu nabati, pilihlah susu tanpa pemanis, yang memiliki lebih sedikit gula. Hindari juga mengonsumsinya berlebihan agar gula darah tak melonjak tajam.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Waspada! Ini 5 Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Jarang Sarapan


    Jakarta

    Sarapan sering kali diabaikan karena kesibukan yang melanda atau sedang diet, padahal sarapan bisa menyehatkan tubuh. Jika sering absen sarapan, waspadai risiko penyakit yang dapat muncul.

    Dokter Nguyen Thi Phuong dari Departemen Gizi dan Dietetik di Rumah Sakit Umum Tam Anh, Hanoi, Vietnam menegaskan bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari.

    Menurutnya, kebiasaan melewatkan sarapan bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Berbagai masalah kesehatan bisa dialami seseorang, dari rasa lelah hingga penyakit kronis.


    Berikut daftar penyakit yang mungkin dialami akibat jarang sarapan:

    1. Diabetes

    Sarapan membantu menstabilkan kadar gula darah. Jika dilewatkan, tubuh bisa mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) yang memicu lonjakan hormon tertentu.

    Fluktuasi ini lama-kelamaan bisa menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan pemicu utama diabetes tipe 2.

    Selain itu, puasa yang terlalu lama juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang memicu berbagai penyakit kronis.

    2. Tukak lambung

    Young woman suffering from strong abdominal pain while sitting on sofa at homeFoto: Getty Images/iStockphoto/10255185_880

    Meski tidak makan, lambung tetap memproduksi asam. Tanpa makanan yang masuk, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan usus, dan menyebabkan luka (tukak).

    Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker saluran cerna, termasuk kanker lambung, usus besar, dan hati.

    3. Batu empedu

    Sarapan memicu kantong empedu untuk melepaskan cairan empedu guna membantu pencernaan. Tanpa makanan, proses ini terganggu, menyebabkan penumpukan empedu yang bisa membentuk batu.

    Selain itu, usus menjadi kurang aktif, meningkatkan risiko sembelit dan memperlambat pembuangan kolesterol.

    4. Berat badan naik

    Ilustrasi timbangan berat badanFoto: Getty Images/bymuratdeniz

    Berlawanan dengan anggapan umum, melewatkan sarapan justru bisa memicu kenaikan berat badan.

    Rasa lapar yang menumpuk membuat kita cenderung makan lebih banyak saat siang dan malam atau ngemil berlebihan. Pola ini memicu kelebihan kalori dan berujung pada obesitas.

    5. Tubuh lemas dan sulit fokus

    Tanpa asupan pagi, tubuh kehilangan sumber energi utama. Akibatnya, metabolisme melambat, tubuh terasa lemas, dan otak kesulitan untuk berkonsentrasi.

    Semua hal di atas bisa memengaruhi produktivitas dan daya pikir sepanjang hari.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Tak Diduga-duga, Ini 5 Penyakit yang Muncul Akibat Jarang Sarapan

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Hati-hati! 3 Kesalahan Sarapan Ini Memicu Penuaan Dini


    Jakarta

    Sarapan patut dilakukan setiap pagi untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, perhatikan beberapa menunya, karena jika salah bisa memicu penuaan dini.

    Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap pagi. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat.

    Dilansir dari NDTV (30/8), makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi harus bernutrisi dengan gizi seimbang. Ahli gizi Shalini Sudhakar di akun Instagram miliknya menjelaskan kalau ada beberapa kesalahan sarapan yang justru bisa mempercepat penuaan.


    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Berikut 3 kesalahan yang harus dihindari saat sarapan:

    1. Minum Teh atau Kopi

    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Banyak orang umum mengonsumsi teh atau kopi di pagi hari saat sarapan. Minum teh atau kopi ini tentu saja bisa memberikan kenyamanan, tetapi Shalini menyebutkan kalau minuman itu juga bisa menjadi alasan mengapa penuaan datang lebih cepat.

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat menurunkan pembentukan kolagen, protein yang penting untuk kesehatan kulit. Menurut ahli gizi, mereka yang hobi minum teh atau kopi, sebaiknya mengganti dengan minuman berempah.

    Minuman yang menjadi alternatif kafein ini akan menghidrasi kulit, membuatnya jadi tampak sehat dan awet muda. Namun, jika tak bisa menahan konsumsi kafein, Shalini merekomendasikan untuk minum setelah sarapan.

    2. Konsumsi Makanan Olahan

    Sebagian orang terbiasa mengonsumsi makanan olahan untuk sarapan, karena dirasa praktis dan mudah memasaknya. Namun, ini juga termasuk kesalahan dalam sarapan yang sebaiknya dihindari.

    Makanan olahan tidak hanya menyebabkan beberapa masalah kesehatan tetapi juga dapat mempercepat penuaan. Shalini menyarankan untuk memasak makanan segar di rumah, karena ini memastikan sarapan diperkaya dengan semua vitamin dan nutrisi penting.

    Kalau di pagi hari tak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan bahan makanan, sebaiknya lakukan di malam hari. Jadi, jika ingin kulit tetap awet muda, batasi asupan makanan olahan seminimal mungkin.

    3. Tak Konsumsi Serat dan Protein

    Kesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tuaKesalahan dalam sarapan yang bikin cepat tua Foto: iStock/Instagram

    Shalini menyebutkan satu lagi kesalahan umum yang biasa dilakukan saat sarapan. Yaitu tidak mengonsumsi cukup serat dan protein. Padahal, dua jenis nutrisi itu yang paling baik dikonsumsi saat sarapan untuk meningkatkan metabolisme.

    Jika menu sarapanmu kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sehingga menyebabkan proses penuaan lebih cepat. Untuk menghindarinya, pastikan sarapan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat seimbang.

    Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti telur, yoghurt, kecambah, buah-buahan, dan sayuran hijau dalam menu sarapan. Saran dari Shalini ini bisa membuat kesehatan kulit meningkat dan memperoleh beberapa manfaat kesehatan lainnya.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse