Tag: menu

  • Cara Scan Dokumen di WhatsApp Tanpa Watermark, Praktis!

    Jakarta

    Saat ini, pengguna bisa memindai dokumen di WhatsApp (WA). Fitur scan dokumen ini bisa dilakukan langsung dari kamera HP tanpa perlu alat tambahan.

    Dengan fitur bawaan WA ini, kita tak perlu mengunduh aplikasi pihak ketiga. Pasalnya, lewat WA kita mengkonversi dokumen fisik menjadi file digital dalam hitungan detik.

    Pemindai Dokumen WhatsApp

    Pindai atau scan adalah fitur baru bawaan dari WA yang memungkinkan pengguna untuk memindai dokumen fisik, tanda terima, maupun catatan langsung di dalam WA.


    Fitur ini akan mengubah item yang dipindai menjadi dokumen PDF maupun gambar digital dan siap dikirim. Pemindaian dilakukan dengan mengambil foto dari kamera HP. Nantinya, secara otomatis WhatsApp akan mendeteksi bidang dokumen.

    Fitur scan WA ini sudah tersedia di Android dan iPhone dan bisa diakses oleh semua orang. Bahkan, fitur pemindaian ini juga berfungsi bahkan saat kamu sedang offline atau tidak terhubung ke internet.

    Cara Memindai Dokumen di WhatsApp

    Berikut adalah langkah-langkah scan dokumen di WA:

    • Buka aplikasi WhatsApp.
    • Buka chat atau obrolan untuk mengirimkan dokumen yang discan
    • Pilih ikon plus (+) di sebelah kiri bagian bawah untuk akses menu attachment.
    • Pilih Document
    • Klik bagian “Scan Document” atau “Pindai Dokumen”
      Fitur scan dokumen di WhatsAppFitur scan dokumen di WhatsApp Foto: WABetaInfo
    • Kamera akan otomatis terbuka, lalu arahkan pada dokumen yang ingin dipindai.
    • Kamera akan mendeteksi bidang dokumen untuk melakukan pemindaian. Lanjutkan klik foto.
    • Setelah selesai, WhatsApp akan memperlihatkan hasil pindaian. Pengguna juga bisa mengeditnya. Mulai dari memotong bidang dokumen, memilih warna hasil scan, maupun memutar halaman hasil pindaian.
    • Jika sudah sesuai, lanjutkan klik “Save”
    • Hasil scan dokumen tersebut akan dikirimkan ke ruang chat dengan format PDF.

    Jika dirasa hasilnya kurang bagus dan kurang sesuai, kamu juga bisa menghapus dokumen dengan klik ikon tempat sampah. Kemudian, ulangi cara di atas untuk melakukan scan ulang. Selamat mencoba!

    (khq/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Jangan Karbo Semua! Pesan Dokter, Rebusan-Kukusan Nutrisinya Tetap Harus Seimbang


    Jakarta

    Makanan rebus dan kukus belakangan jadi andalan bagi banyak orang yang ingin hidup lebih sehat. Meski demikian, Spesialis Gizi Klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengingatkan tetap penting untuk menambahkan sumber nutrisi lain, seperti protein dan sayuran, agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi secara seimbang.

    “Menu rebusan dan kukusan yang tampaknya dominan karbohidrat kompleks yang memang baik sebagai sumber energi, tapi kurang seimbang jika tanpa tambahan sumber lainnya,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).

    “Agar optimal, fokus pada variasi bahan untuk hindari kebosanan dan pastikan nutrisi lengkap. Perhatikan porsi: jangan berlebihan karena meski sehat, karbohidrat berlebih bisa naikkan berat badan atau gula darah,” lanjutnya.


    dr Ardian menjelaskan untuk mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap, masyarakat dapat mengikuti pedoman “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI. Komposisinya terdiri dari 1/3 piring karbohidrat (misalnya umbi-umbian rebus), 1/3 piring protein, serta 1/2 piring sayur dan buah. Ia pun menyarankan beberapa kombinasi berikut:

    • Tambah protein: Telur rebus (1-2 butir untuk 12 gram protein dan rendah kalori), tahu atau tempe kukus, ikan kukus (seperti pepes tanpa minyak), atau kacang rebus (edamame, kacang tanah). Ini untuk bangun dan menjaga massa otot serta menjaga imunitas.
    • Tambah sayur dan buah: Sayur rebus seperti bayam, wortel, atau brokoli untuk vitamin dan serat tambahan. Buah segar seperti pepaya atau apel untuk antioksidan.
    • Lemak sehat: Sedikit kacang atau alpukat jika perlu.

    Contoh menu seimbang: Ubi rebus + telur rebus + bayam kukus + pisang. Ini bisa penuhi sekitar 300-500 kkal sarapan dengan gizi lengkap, termasuk protein untuk perbaikan sel dan serat untuk kesehatan usus juga mengenyangkan dan memberikan energi yang lama hingga siang.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kukusan Lagi Ngetren, Jadi Pilihan Sarapan Sehat Biar Nggak Gorengan Melulu


    Jakarta

    Tak salah bila generasi Z atau Gen Z dianggap lebih memprioritaskan kesehatannya. Hal ini bisa terlihat dari tren kukusan-rebusan yang lagi viral di media sosial dan diburu kaum muda sebagai alternatif sarapan sehat.

    Salah satu penjual kukusan, Alaibi (21), bercerita baru berjualan dua minggu di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Meski begitu, dagangannya banyak diminati pembeli.

    “Cuma (jualan) tiap pagi, dari jam 6 sampai 9 pagi. Alhamdulillah selalu habis sih kak,” ujar Alaibi saat ditemui detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, semua makanan yang dijual sudah direbus terlebih dahulu di rumah hingga matang. Saat berada di lokasi berjualan, Alaibi dan rekannya hanya menyusun kembali bahan-bahan tersebut di dalam kukusan alumunium agar tetap hangat.


    Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ubi, singkong, kentang, jagung, talas, pisang, kacang, labu kuning, hingga telur. Untuk satu paket dijual Rp 10.000 dengan tiga pilihan bebas.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu ubi, jagung, dan singkong,” tuturnya.

    Tren ini ternyata disambut baik para pembeli, terutama pekerja kantoran yang mencari sarapan. Salah satunya Grace (27), yang mengaku hampir setiap hari membeli makanan kukusan di tempat Alaibi.

    “Tiap hari beli sih aku, Rp 10.000 kan sepaketnya. Yang biasa aku beli itu singkong, ubi, sama pisang,” kata Grace.

    Pembeli lain, Lia (24), juga menjadikan makanan kukusan sebagai menu sarapan. Ia menyebut makanan seperti itu cocok untuk menjaga pola makan sehat, seperti jagung, ubi, dan singkong.

    “Sekalian juga kan buat defisit kalori. Jadi sehat juga ngurangin makan gorengan dan sudah kenyang,” sambungnya.

    Meski belum terbiasa, beberapa pembeli lain tertarik mencoba makanan kukusan karena tren ini sedang ramai. Siska (23) misalnya, ia membeli ubi dan singkong kukusan ini untuk pertama kalinya karena memang kurang terbiasa dengan makanan yang direbus atau dikukus.

    “Karena lagi viral nyoba saja deh sekalian lewat, beli ubi-ubian sama singkong. Rasanya enak sih, cuma aku kurang terbiasa saja jadi cuma bisa rasain manis saja dari ubinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kukusan Lagi Ngetren, Jadi Pilihan Sarapan Sehat Biar Nggak Gorengan Melulu


    Jakarta

    Tak salah bila generasi Z atau Gen Z dianggap lebih memprioritaskan kesehatannya. Hal ini bisa terlihat dari tren kukusan-rebusan yang lagi viral di media sosial dan diburu kaum muda sebagai alternatif sarapan sehat.

    Salah satu penjual kukusan, Alaibi (21), bercerita baru berjualan dua minggu di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Meski begitu, dagangannya banyak diminati pembeli.

    “Cuma (jualan) tiap pagi, dari jam 6 sampai 9 pagi. Alhamdulillah selalu habis sih kak,” ujar Alaibi saat ditemui detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, semua makanan yang dijual sudah direbus terlebih dahulu di rumah hingga matang. Saat berada di lokasi berjualan, Alaibi dan rekannya hanya menyusun kembali bahan-bahan tersebut di dalam kukusan alumunium agar tetap hangat.


    Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ubi, singkong, kentang, jagung, talas, pisang, kacang, labu kuning, hingga telur. Untuk satu paket dijual Rp 10.000 dengan tiga pilihan bebas.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu ubi, jagung, dan singkong,” tuturnya.

    Tren ini ternyata disambut baik para pembeli, terutama pekerja kantoran yang mencari sarapan. Salah satunya Grace (27), yang mengaku hampir setiap hari membeli makanan kukusan di tempat Alaibi.

    “Tiap hari beli sih aku, Rp 10.000 kan sepaketnya. Yang biasa aku beli itu singkong, ubi, sama pisang,” kata Grace.

    Pembeli lain, Lia (24), juga menjadikan makanan kukusan sebagai menu sarapan. Ia menyebut makanan seperti itu cocok untuk menjaga pola makan sehat, seperti jagung, ubi, dan singkong.

    “Sekalian juga kan buat defisit kalori. Jadi sehat juga ngurangin makan gorengan dan sudah kenyang,” sambungnya.

    Meski belum terbiasa, beberapa pembeli lain tertarik mencoba makanan kukusan karena tren ini sedang ramai. Siska (23) misalnya, ia membeli ubi dan singkong kukusan ini untuk pertama kalinya karena memang kurang terbiasa dengan makanan yang direbus atau dikukus.

    “Karena lagi viral nyoba saja deh sekalian lewat, beli ubi-ubian sama singkong. Rasanya enak sih, cuma aku kurang terbiasa saja jadi cuma bisa rasain manis saja dari ubinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com