Tag: metamask

  • Indonesia di Peringkat ke-9 Dunia sebagai Pengguna Dompet Kripto MetaMask

    Indonesia berada di peringkat ke-9 dunia sebagai pengguna dompet kripto “sejuta umat”, MetaMask.

    Peringkat pertama diduduki oleh Filipina, menyusul di belakang adalah Amerika Serikat dan Vietnam, masing-masing di peringkat ke-3 dan ke-4.

    Pada Agustus 2021, 15 negara teratas yang menggunakan MetaMask meliputi: Filipina, Amerika Serikat, Vietnam, Inggris Raya, Cina, India, Rusia, Brasil, Indonesia, Thailand, Turki, Jerman, Prancis, Kanada, dan Spanyol.

    Asia adalah wilayah nomor satu dalam hal pertumbuhan pengguna, diikuti oleh Eropa dan Amerika Utara.

    “Indonesia kini sebagai 15 negara pengguna terbanyak dompet kripto MetaMask. Indonesia berada di peringkat ke-9. Filipina berada di teratas dan peringkat ke-15 diduduki oleh Spanyol,” sebut ConsenSys dalam keterangannya kepada Redaksi Blockchainmedia.id, Rabu (1/9/2021).

    dompet kripto MetaMask

    ConsenSys menyebutkan total pengguna aktif bulanan Metamask berkisar 10 juta dalam bertransaksi kripto, termasuk di dalamnya untuk sektor NFT (Non-Fungible Token), token swap, bermain game dan lain sebagainya.

    “Dalam satu tahun, pengguna MetaMask naik lebih dari 1800 persen. Per Juli 2020 misalnya pengguna aktif bulan mencapai 545.080. Lalu pada Agustus 2021 menjadi 10.354.279 pengguna,” sebut ConsenSys.

    Bagi ConsenSys, peningkatan jumlah pengguna Metamask dari Indonesia, juga mencerminkan peningkatan penggunaan aplikasi DeFi (Decentralized Finance). Indonesia berada di peringkat ke-5 untuk wilayah Asia. Dibandingkan tahun lalu, peningkatanya mencapai 19 kali lipat.

    Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 50 Ribu, Lanjut Bullish atau Kembali Landai?

    Dompet Kripto Metamask, NFT dan DeFi

    ConsenSys mengklaim faktor pendorong meningkatnya pengguna Metamask berkat pertumbuhan ekosistem blockchain Ethereum itu sendiri. Sebagai catatan, ConsenSys adalah perusahaan yang mendukung pembentukan sistem keuangan kripto itu.

    “Pertumbuhan eksponensial MetaMask telah mengikuti perkembangan ekosistem Ethereum. Pada tahun 2019, aset kripto senilai US$2 milyar ada di ranah DeFi. Sedangkan saat ini mencapai US$80 miliar.

    MetaMask adalah cara utama basis pengguna global berinteraksi dengan aplikasi DeFi, bersama dengan alam semesta luas sekitar 17.000 domain Web3 unik, yang mencakup pasar barang digital langka OpenSea dan game daring berbasis NFT.

    Metamask pertama kali dibuat pada September 2016 dan telah menjadi katalis utama dalam adopsi aplikasi terdesentralisasi di Ethereum.

    Baca Juga: Bos Cardano: Kami Terbuka Bekerja Sama dengan Solana (SOL)

    Peluncuran versi mobile pada September 2020 telah memainkan peran penting dalam membawa pengguna baru dengan cepat dari pasar global seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, China, India, Thailand dan Brasil.

    Peluncuran token swap di MetaMask mobile pada Maret 2021 juga mempercepat pertumbuhan pengguna secara eksponensial.

    “MetaMask mendefinisikan jenis baru dompet kripto, di mana pengguna tidak hanya berinteraksi dengan mata uang, tetapi dengan aplikasi terdesentralisasi, dan kami terus membuat jenis aplikasi baru ini lebih aman dan dapat diakses oleh audiens yang lebih luas,” kata Dan Finlay, Pendiri MetaMask.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Bekerja Sama dengan Crypto Wallet, Metamask

    Dua nama teratas industri bekerja untuk membuat pembelian cryptocurrency menjadi jauh lebih mudah. Coindesk telah melaporkan bahwa PayPal bekerja sama dengan crypto wallet MetaMask untuk membuat pembelian mata uang kripto yang baru dan lebih efisien.

    Pengumuman tersebut menyampaikan bahwa mereka sedang mencari beragam opsi yang tersedia bagi pengguna untuk transfer aset digital.

    Baca Juga: Peluncuran CBDC Bank Sentral Brazil Diluncurkan pada tahun 2024

    Pengguna PayPal Sekarang Dapat Membeli Crypto

    Kemitraan antara PayPal dan MetaMask adalah berita bagus bagi pengguna yang mencari cara yang lebih mudah untuk membeli mata uang kripto. Kemitraan ini dibuat dari niat untuk mendukung bagi pengguna yang ingin masuk ke industri ini.

    Siaran pers mengungkapkan bahwa pengembang MetaMask, ConsenSys, diatur untuk memungkinkan pengguna memilih PayPal sebagai opsi pembayaran saat membeli Ethereum dalam platform MetaMask. Selain itu, pengembangan ini mengintegrasikan transfer aset digital yang mulus antara kedua platform.

    Pengembangan ini memiliki fungsi yang mirip dengan fitur yang sudah tersedia di platform populer seperti Etsy dan eBay. Selain itu, ini mereplikasi fitur checkout yang memungkinkan pelanggan membeli menggunakan akun PayPal mereka. Sebaliknya, hal yang sama sekarang akan berlaku saat membeli cryptocurrency melalui MetaMask.

    Manajer produk MetaMask, Lorenzo Santos, menyatakan manfaat dari pengembangan ini adalah untuk memperkenalkan pelanggan ke Web3.

    “Integrasi dengan PayPal ini akan memungkinkan pengguna AS kami untuk tidak hanya membeli crypto melalui MetaMask, tetapi juga dengan mudah menjelajahi ekosistem Web3,” catat Santos.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

    Trust Wallet dan MetaMask adalah wallet atau dompet digital tempat Anda dapat menyimpan, mengirim, menerima, menukar, dan membeli aset kripto. Kedua merupakan dua wallet kripto yang paling populer dan sering digunakan oleh banyak penggiat kripto. Pertanyaannya, mana yang lebih baik?

    Baik, Trust Wallet dan MetaMask adalah platform sederhana dan ramah bagi pemula di dunia kripto. Keduanya dapat digunakan oleh investor atau traders untuk masuk ke market dengan mudah dan percaya diri.

    Kedua dompet ini masing-masing juga memiliki aplikasi mobile, namun ada beberapa perbedaan antara keduanya. Yuk kita bahasa secara detail mengutip artikel dari Coindesk di bawah ini.

    Apa Itu Trust Wallet?

    Trust Wallet telah menjadi dompet terdesentralisasi resmi dari exchange kripto, Binance sejak diakuisisi pada November 2017. Trust Wallet secara luas dianggap sebagai dompet yang ramah pengguna, aman, dan mudah digunakan. Ini mendukung lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto di lebih dari 65 jaringan blockchain.

    Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
    Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

    Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dengan Bermain Game Gods Unchained

    Trust Wallet menyediakan lebih banyak fitur daripada sekadar menyimpan aset kripto pengguna. Anda dapat dengan mudah mengakses lebih dari 60 jaringan blockchain, seperti Ethereum dan Polygon dan menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapps) yang populer.

    Platform dapps-nya bertindak sebagai jembatan sehingga pengguna bisa mendapatkan akses ke Decentralized Exchange (DEX) populer seperti PancakeSwap dan SushiSwap. Pengguna juga dapat membeli, menukar, dan staking kripto di dalam Trust Wallet.

    Soal keamanan, Trust Wallet merupakan hot wallet, artinya terhubung langsung dengan internet. Trust Wallet, bagaimanapun, adalah dompet non-kustodian yang artinya hanya memungkinkan pemiliknya saja yang memiliki dan mengontrol kunci privat dan aset Anda di blockchain. Bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh terhadap dananya, dompet non-kustodian adalah pilihan terbaik.

    Apa Itu MetaMask?

    MetaMask memiliki konsep dan fungsi yang sama seperti Trust Wallet. MetaMask kompatibel dengan sistem operasi mobile, iOS dan Android, tetapi tidak seperti Trust Wallet, MetaMask juga dapat digunakan di perangkat komputer/laptop.

    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

    MetaMask memungkinkan pengguna berinteraksi dengan berbagai blockchain, seperti Binance Smart Chain dan jaringan Ethereum melalui browser desktop mereka. Sederhananya, ini adalah ekstensi browser web yang dapat terhubung ke dapps seperti platform decentralized finance (DeFi) yang berbeda dan pasar non-fungible token (NFT).

    Secara standar, MetaMask dirancang untuk mengakses jaringan Ethereum dan terhubung ke platform, seperti Uniswap dan Compound. Ini mendukung standar token ERC-20, sehingga pengguna dapat menyimpan hampir semua token di jaringan Ethereum.

    Salah satu fitur penting dari MetaMask adalah user interface (UI) atau antarmukanya yang sederhana untuk menukar aset kripto. Dari ekstensi atau aplikasi browser web, pengguna dapat mengeklik tombol “Swap” yang memungkinkan untuk menukar berbagai aset kripto dengan cepat dan mudah.

    Untuk keamanan, MetaMask sama kuatnya dengan Trust Wallet karena non-kustodian dan hot wallet. Pengguna akan memerlukan dompet non-kustodian saat berinteraksi dengan bursa terdesentralisasi (DEX) atau aplikasi terdesentralisasi (DApp).

    Trust Wallet atau MetaMask, Pilih yang Mana?

    Pertimbangkan kebutuhan masing-masing pengguna akan mempengaruhi keputusan dalam memilih antara Trust Wallet atau MetaMask. Secara umum, Trust Wallet dan MetaMask berbeda dalam manfaat, fitur, dan pengoperasian.

    Pengguna perlu membandingkan dan membedakan kedua dompet tersebut. Daftar ini akan membantu menganalisis dan memutuskan dompet mana yang cocok untuk Anda.

    Trust Wallet

    Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
    Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

    Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

    • Anda membutuhkan fleksibilitas untuk dapat menyimpan lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto dan memiliki akses ke lebih dari 60 blockchain.
    • Anda menginginkan opsi untuk membeli aset kripto dengan kartu kredit.
    • Anda ingin mengakses berbagai macam aplikasi terdesentralisasi (dapps) secara langsung melalui aplikasi itu sendiri.

    Keterbatasan untuk Dipertimbangkan

    • Tidak ada ekstensi desktop atau browser yang tersedia.

    Baca juga: Menimbang Penghentian Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    MetaMask

    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

    Dompet ini cocok untuk Anda, jika membutuhkan fungsi berikut:

    • Anda terutama tertarik pada dapps berbasis Ethereum dan bertransaksi dengan jaringan Ethereum.
    • Anda memerlukannya agar kompatibel dengan sebagian besar browser dan perangkat mobile berbasis iOS dan Android.
    • Koneksi mudah ke platform, cepat, dan sederhana untuk mengirim ETH ke alamat mana pun dalam aplikasi dalam beberapa detik.

    Keterbatasan untuk dipertimbangkan

    • Ekstensi MetaMask berfungsi di sebagian besar, tetapi tidak semua, browser web. Ini kompatibel dengan Chrome, Edge, Brave, dan Firefox.
    • Itu tidak memiliki menu dapps untuk dijelajahi.
    • Itu tidak mendukung Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

    Meta akhirnya meluncurkan fitur NFT di platform media sosia mereka, Instagram. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu dari 100 negara yang kebagian fitur ini. Jadi bagaimana cara menggunakannya?

    Pengguna Instagram di Indonesia harus bangga, karena bisa posting NFT di Feed dan Stories mereka untuk memamerkan koleksi yang dipunya. Instagram mendukung koneksi dengan wallet pihak ketiga termasuk Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet dan Dapper Wallet.

    Sementara, untuk dukungan blockchain termasuk Ethereum, Polygon dan Flow. Meta mencatat bahwa tidak ada biaya dengan mem-posting atau berbagi NFT di Instagram. Pengguna dapat membagikan NFT di Instagram Feed, Stories, atau DM.

    Fitur ini juga bisa sekaligus menjadikan NFT sebagai bentuk stiker Augmented Reality (AR) di Instagram Stories. Kreator dan kolektor NFT juga bisa di-tag secara otomatis sebagai atribusi atas karya NFT mereka.

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Gucci Jadi Brand Besar Pertama Terima Pembayaran Kripto ApeCoin

    Cara Koneksi Wallet NFT di Instagram

    Sebelum mem-posting NFT di Instagram, pengguna harus tahu beberapa hal, seperti pengguna harus berpindah dari Akun Personal ke Akun Kreator.

    Langkah yang harus dilakukan adalah hubungkan digital wallet, seperti Metamask atau Trust Wallet ke Instagram. Lalu, pengguna harus switch ke Akun Kreator, akun personal tidak ada akses fitur NFT.

    Pengguna bisa mengkoneksikan satu atau beberapa digital wallet ke akun Instagram untuk berbagi koleksi NFT. Setiap wallet hanya dapat dihubungkan ke satu akun Instagram.

    • Masuk ke akun Instagram.
    • Klik foto profil di kanan atas, lalu klik “Settings.”
    • Klik “Digital Collectibles” di menu sebelah kiri.
    • Klik digital wallet yang ingin dihubungkan, lalu klik “Continue.”
    • Akan muncul notifikasi dan mungkin meminta password. Jika diminta, ikuti petunjuk di layar untuk aplikasi wallet yang pengguna instal.
    • Notifikasi kedua akan terbuka di layar. Klik “Sign” lalu pilih “Ok” untuk mengonfirmasi terkoneksi dengan digital wallet.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

    Cara Posting Gambar NFT di Instagram

    Untuk mem-posting koleksi NFT pengguna Instagram bisa melakukannya dengan mudah. Jika sudah terkoneksi dengan digital wallet yang memiliki koleksi NFT, bisa ikuti langkah di bawah ini.

    • Masuk ke akun Instagram.
    • Tap bagian atas layar, lalu pilih “Post.”
    • Tap di atas library smartphone.
    • Tap digital wallet yang telah terhubung, pilih koleksi NFT yang ingin di-posting.
    • Pada layar “Digital Collectibles”, tap “Share to Feed” atau “Share to Stories.”
    • Tambahkan deskripsi, lalu tap “Share.”

    Perlu diketahui saat ini fitur NFT di Instagram sedang dirilis secara bertahap, sehingga belum semua pengguna di Indonesia bisa langsung menggunakannya. Selamat membagikan karya-karya NFT kamu!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serba-Serbi Metamask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

    Layaknya bertransaksi di dunia nyata, kita juga membutuhkan dompet untuk transaksi aset kripto. Bedanya, dompet ini berbentuk digital. Nah, nantinya dompet atau wallet ini dibutuhkan untuk mengelola, menerima, maupun transfer di setiap transaksi yang ada. Salah satu dompet digital yang umum digunakan adalah Metamask wallet.

    Yuk, simak lebih lengkapnya mengenai dompet digital ini!

    Apa itu Metamask Wallet?

    Apa itu Metamask Wallet

    Metamask wallet adalah salah satu dompet digital yang banyak digunakan oleh pengguna kripto. Melansir dari BlockchainMedia.id, Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-9 sebagai pengguna Metamask wallet terbanyak di dunia.

    Jadi, sebenarnya apa itu Metamask wallet?

    Metamask wallet adalah dompet digital berbasis web yang bisa digunakan di Chrome, Firefox, dan Brave. Dompet ini dikembangkan oleh Aaron Davis dan Dan Finlay di bawah naungan perusahaan Amerika Serikat bernama ConsenSys. Seperti yang sudah disinggung di awal, dompet digital memang dirancang untuk mengelola, menerima, dan mentransfer uang digital, nah, untuk Metamask sendiri khusus dirancang untuk mata uang digital Ethereum dan ERC-20.

    Dompet ini berfungsi sebagai ekstensi browser, yang artinya dompet ini bekerja layaknya jembatan yang menghubungkan browser normal dengan blockchain Ethereum sehingga pengguna dapat melakukan transaksi token Ethereum tanpa mengunduh seluruh blockchain terlebih dahulu.

    Lalu, apakah ada biaya yang dibutuhkan ketika mengunduh Metamask wallet?

    Tenang, Anda tak perlu mengeluarkan biaya ketika mengunduhnya. Ya, Anda dapat mengunduh ekstensi browser ini secara gratis.

    Keunggulan Metamask Wallet

    1. Kemudahan integrasi blockchain Ethereum

    Paling utama, sesuai dengan tujuan dari penciptanya, Metamask menghadirkan kemudahan ketika berintegrasi dengan blockchain Ethereum. Jadi, Anda bisa mempunyai berbagai macam token yang berbasis ERC-20.

    2. User interface mudah

    Selain itu, Metamask juga memiliki interface (layar muka) yang mudah untuk dipahami dan digunakan oleh para penggunanya. Makanya dompet ini sangat cocok untuk Anda pemula. Dompet ini pun juga didukung dengan 18 bahasa negara yang berbeda untuk memudahkan para penggunanya yang tersebar di seluruh dunia.

    3. Cadangan akun

    Tak kalah penting, Metamask memiliki pengaturan Hierarchical Deterministic Settings, yang dimana ini berfungsi membantu pengguna dalam membuat cadangan akun mereka. Caranya, Metamask menghadirkan daftar kata atau yang disebut seed phrase. Nah, daftar kata inilah nanti yang digunakan ketika Anda mengatur ulang informasi akun tersebut.

    Baca Juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

    Kekurangan Metamask Wallet

    1. Rawan terkena hack

    Yup, Metamask adalah salah satu contoh dari hot wallet, yaitu wallet aset kripto yang terkoneksi dengan jaringan internet. Nah, salah satu kekurangan dari sifat hot wallet ini adalah memiliki risiko untuk terkena hack, begitupun pada Metamask.

    2. Berisiko pada pengumpulan data pribadi

    Metamask memang tidak memiliki akses untuk semua data pribadi penggunanya secara online, namun salah satu browser seperti Google Chrome tetap memiliki akses kepada semua aktivitas digital yang pengguna lakukan. Hal ini tentu memiliki pengaruh karena Metamask menyediakan extension melalui Google Chrome.

    Cara Pasang Extension

    Nah, sekarang saatnya kita membahas bagaimana cara memasang extension Metamask di browser Anda:

    1. Unduh Metamask

    Langkah pertama adalah unduh ekstensi browser Metamask di browser pilihan Anda. Misalnya jika Anda ingin mengunduhnya di Chrome, silahkan cari Metamask dan klik “Add to Chrome”. Dan, ya, Metamask Anda sudah berhasil terunduh.

    Metamask at browser

    2. Buat Wallet

    Selanjutnya, pilih menu “Create a Wallet” untuk membuat wallet Anda.

    New to Metamask

    Nantinya Anda akan diminta untuk membuat kata sandi dengan minimal 8 karakter pada kolom “Password”.

    Setelah password dibuat, nantinya akan muncul 12 frasa kata yang harus Anda ingat untuk kemudian dituliskan kembali. Pastikan Anda menyalin dan menyimpan 12 kata ini di tempat lain. Nah, 12 kata ini sangat penting, lho, jika suatu saat Anda lupa dengan sandinya. Selanjutnya, pastikan 12 frasa tadi sudah benar urutannya dan klik “Confirm”. Terakhir, dompet digital Anda sudah siap digunakan.

    Anda juga bisa melihat cara daftar Metamask melalui video di bawah ini:

    Itulah penjelasan mengenai dompet digital, Metamask wallet. Satu yang tak kalah penting lainnya adalah, pastikan Anda berinvestasi di exchange yang aman dan terdaftar di BAPPEBTI. Tokocrypto hadir sebagai platform exchange untuk Anda belajar, beli, jual dan investasi aset kripto yang aman. Unduh aplikasinya di smartphone Anda dan selesaikan KYCnya sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluncuran Kartu Debit Kripto MetaMask dengan Mastercard

    MetaMask, dompet Web3 yang dikenal memberikan kendali penuh kepada pengguna atas aset digital mereka, telah meluncurkan kartu debit kripto baru di Uni Eropa dan Inggris. Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara MetaMask, Mastercard, dan Baanx. Kartu ini memungkinkan pengguna untuk mengonversi mata uang kripto menjadi mata uang fiat secara langsung dan menggunakan kripto mereka untuk transaksi sehari-hari.

    Menghubungkan Keuangan Tradisional dengan Teknologi Digital

    Peluncuran kartu MetaMask ini menandai langkah penting dalam mengintegrasikan keuangan tradisional dengan dunia digital. Dengan menggunakan jaringan pembayaran Mastercard yang luas, serta fokus MetaMask pada keamanan dan teknologi finansial Baanx, kartu ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara sistem keuangan tradisional dan kendali penuh pengguna atas aset mereka.

    Tahap Uji Coba dan Rencana Pengembangan

    Kartu MetaMask mulai diuji coba pada 14 Agustus 2024, dengan peluncuran awal terbatas di beberapa negara di Uni Eropa dan Inggris. Pengguna yang memenuhi syarat dapat memeriksa kelayakan mereka melalui Portofolio MetaMask. Seiring berjalannya waktu, program ini diharapkan akan diperluas dengan tambahan fitur dan cakupan wilayah pada akhir tahun ini. Transaksi menggunakan kartu ini didukung oleh jaringan Linea berbasis Ethereum, yang memastikan kecepatan dan efisiensi.

    Ilustrasi Mastercard.
    Ilustrasi Mastercard.

    Baca juga: 3 Alasan Harga Bitcoin Mencapai $100.000 pada 2025

    Manfaat Kartu MetaMask bagi Pengguna

    Kartu MetaMask berfungsi seperti kartu debit tradisional tetapi menawarkan keuntungan tambahan berupa penyimpanan aset kripto secara mandiri. Pengguna tetap dapat mengendalikan kripto mereka hingga saat melakukan transaksi, menetapkan batas pengeluaran, dan melakukan pembelian di tempat mana pun yang menerima Mastercard. Lorenzo Santos, Manajer Produk Senior di Consensys, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk menjembatani sistem pembayaran tradisional dengan kendali aset digital yang mandiri.

    Meningkatkan Aksesibilitas Finansial

    Simon Jones, Chief Commercial Officer Baanx, menekankan potensi kartu MetaMask dalam memperluas akses ke layanan keuangan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki populasi besar tanpa rekening bank atau akses perbankan yang terbatas. Kartu ini menawarkan layanan keuangan dasar melalui perangkat seluler, yang dapat mengubah konsep perbankan tradisional.

    Lanjutan dari Kemitraan Sebelumnya

    Peluncuran ini juga merupakan bagian dari kelanjutan kemitraan Mastercard dengan perusahaan-perusahaan kripto lainnya. Sebelumnya, pada Januari 2023, Mastercard bekerja sama dengan Binance meluncurkan kartu prabayar di Brasil. Meskipun kemitraan tersebut berakhir pada Agustus 2023 karena masalah hukum yang dihadapi Binance, Mastercard terus memperluas upayanya dalam mengintegrasikan layanan kripto dengan sistem keuangan global.

    Kartu MetaMask ini diharapkan menjadi pintu gerbang menuju inklusi keuangan yang lebih luas dan memberikan lebih banyak kendali dan kebebasan kepada pengguna dalam mengelola aset mereka.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Transfer dari MetaMask Wallet ke Tokocrypto

    MetaMask merupakan dompet kripto yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan berbagai ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps) Ethereum baik melalui ekstensi browser, atau melalui aplikasi di Android atau iOS.

    Bagi kamu yang ingin melakukan transfer aset kripto dari MetaMask Wallet ke Tokocrypto, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.

    Cara Transfer dari MetaMask Wallet ke Tokocrypto di Desktop

    Langkah-langkah untuk melakukan transfer aset kripto dari ekstensi MetaMask ke dompet Tokocrypto.
    1. Buka MetaMask, pilih jaringan blockchain pada ujung kiri atas dan klik menu “Send”.
    2. Masukkan alamat dompet Tokocrypto sesuai dengan jaringan blockhain yang digunakan.
    3. Pilih koin yang akan ditransfer.
    4. Masukkan jumlah koin yang akan ditransfer.
    5. Pastikan kembali alamat, jaringan blockchain dan biaya jaringan telah sesuai. Lalu lakukan konfirmasi.
    6. Kamu bisa memantau proses transfer pada tab “Activity”.
    7. Jika transfer berhasil, akan terlihat notifikasi dari MetaMask.

    Penting: Selalu teliti saat melakukan pemilihan jaringan blockchain karena kesalahan saat memilih jaringan yang tidak sesuai akan menyebabkan aset tidak sampai ke tujuan atau bahkan hilang.

    Cara Transfer dari MetaMask Wallet ke Tokocrypto di Android/iOS

    Langkah-langkah untuk melakukan transfer aset kripto dari aplikasi MetaMask ke dompet Tokocrypto.
    1. Buka aplikasi MetaMask, pilih jaringan blockchain pada ujung kiri atas dan pilih koin yang ingin ditransfer.
    2. Pilih “Send” untuk melakukan transfer koin yang dipilih.
    3. Masukkan alamat dompet Tokocrypto sesuai dengan jaringan blockhain yang digunakan.
    4. Masukkan jumlah koin yang akan ditransfer, lalu tekan “Next”.
    5. Pastikan kembali alamat, jaringan blockchain dan biaya jaringan telah sesuai. Lalu tekan “Send”.
    6. Jika transfer berhasil, akan terlihat notifikasi dari MetaMask.

    Penting: Selalu teliti saat melakukan pemilihan jaringan blockchain karena kesalahan saat memilih jaringan yang tidak sesuai akan menyebabkan aset tidak sampai ke tujuan atau bahkan hilang.

    Jangan lupa untuk selalu teliti dalam berinvestasi dan gunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) & memiliki lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), agar aktifitas trading dan investasi kamu selalu aman.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengaruh Perubahan Sikap SEC Terhadap Masa Depan Ethereum

    Ethereum kembali menjadi sorotan setelah CEO Consensys dan salah satu pendiri Ethereum, Joe Lubin, mengungkapkan optimisme terhadap masa depan kripto di Amerika Serikat.

    Hal ini terjadi setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengakhiri gugatannya terhadap perusahaan perangkat lunak Ethereum, Consensys.

    Lubin menyatakan bahwa ada perubahan besar dalam pendekatan pemerintah AS terhadap kripto, terutama setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden.

    Jika sebelumnya industri crypto sering mendapat tekanan regulasi, kini ada pergeseran menuju kerja sama yang lebih konstruktif antara SEC dan pengembang blockchain.

    Akhir Gugatan SEC terhadap Consensys

    Mengutip laman Decrypt, pada Juli 2024, SEC menggugat Consensys karena layanan staking MetaMask, menuduhnya melakukan penawaran dan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.

    Namun, dengan perubahan kepemimpinan dan kebijakan regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, SEC kini sepakat untuk mengakhiri gugatan tersebut.

    Penghentian gugatan terhadap Consensys sejalan dengan keputusan SEC untuk membatalkan investigasi dan tuntutan hukum terhadap berbagai perusahaan crypto besar lainnya, termasuk Coinbase, Robinhood, Uniswap Labs, dan OpenSea.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tentu saja, langkah ini menandakan adanya pendekatan baru yang lebih mendukung pertumbuhan ekosistem kripto di Negeri Paman Sam.

    Dampak Positif bagi Ethereum dan MetaMask

    Seiring dengan perubahan regulasi yang lebih bersahabat, Ethereum dan produk-produknya, seperti dompet MetaMask, semakin berkembang.

    Di ajang ETH Denver 2025, MetaMask mengumumkan dukungan untuk Bitcoin dan Solana, menandai ekspansi besar dari fokus awalnya pada ekosistem Ethereum.

    Dengan dukungan terhadap berbagai blockchain, MetaMask semakin memperkuat posisinya sebagai dompet kripto utama bagi pengguna global.

    Ini juga mencerminkan peningkatan adopsi Ethereum dan teknologi blockchain di berbagai sektor.

    Masa Depan Ethereum dan Industri

    CryptoLubin menegaskan bahwa pemerintah AS kini lebih terbuka untuk memahami teknologi blockchain dan bagaimana kripto dapat berkontribusi pada ekonomi digital.

    Bahkan, beberapa bagian dari pemerintahan mulai mengeksplorasi peluang terkait stablecoin, struktur pasar, serta integrasi kripto dengan kecerdasan buatan.

    Perubahan kebijakan ini menjadi angin segar bagi Ethereum dan ekosistemnya. Dengan regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemerintah, Ethereum berpeluang semakin berkembang dan menjadi landasan bagi inovasi blockchain di masa depan.

    Dengan berakhirnya gugatan SEC terhadap Consensys dan meningkatnya dukungan regulasi, Ethereum kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk berkembang.

    Perubahan ini membuka peluang besar bagi investor dan pengembang kripto, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa Ethereum akan terus menjadi salah satu aset digital paling berpengaruh di dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Perkenalkan Inovasi Baru: Dukungan Bitcoin & Solana

    MetaMask, dompet kripto populer dengan penyimpanan mandiri untuk jaringan Ethereum (ETH), baru saja mengumumkan serangkaian inovasi yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna.

    Menurut laporan Cryptopolitan, dengan rencana strategis baru, MetaMask tidak hanya akan merombak desain UI/UX-nya, tetapi juga menghadirkan dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana, serta memperkenalkan fitur kontrak pintar ke dalam dompetnya.

    Desain UI/UX Baru untuk Pengalaman Lebih Baik

    Dalam pengumuman terbaru, MetaMask mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan pembaruan besar pada desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX).

    Ini bertujuan untuk membuat navigasi lebih intuitif dan meningkatkan aksesibilitas bagi semua pengguna, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam dunia kripto.

    Dukungan Bitcoin dan Solana Tanpa Perlu Dompet Tambahan

    Salah satu perubahan terbesar yang diumumkan adalah dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana. Sebelumnya, pengguna harus menggunakan token terbungkus (wrapped tokens) atau memiliki dompet terpisah untuk menyimpan aset tersebut.

    Dengan pembaruan ini, pengguna dapat membeli, menjual, menukar, dan berinteraksi dengan dApps di seluruh ekosistem Solana dan Bitcoin langsung dari MetaMask.

    Solana menjadi blockchain non-EVM pertama yang didukung oleh MetaMask. Langkah ini memperluas jangkauan dompet, memungkinkan pengguna untuk lebih fleksibel dalam mengelola aset mereka di berbagai jaringan blockchain.

    API Multirantai untuk Konektivitas Lebih Baik

    MetaMask juga mengumumkan API multirantai CAIP-25 yang memungkinkan dApps terhubung ke berbagai jaringan secara bersamaan, baik EVM maupun non-EVM.

    Dengan integrasi ini, pengguna dapat terhubung ke Ethereum, Linea, Solana, dan Bitcoin dalam satu dompet.

    Dukungan API ini juga meningkatkan berbagai kasus penggunaan, seperti:

    • Penyeimbangan ulang portofolio.
    • Penjembatanan aset antar jaringan.
    • Pengelolaan dan penerapan token di beberapa blockchain sekaligus.

    Diharapkan fitur ini akan tersedia pada bulan Juni.

    Integrasi Kontrak Pintar untuk Keamanan Lebih Baik

    MetaMask juga berencana mengadopsi fitur kontrak pintar setelah sukses menerapkan pembaruan Pectra. Hingga saat ini, MetaMask menggunakan model Rekening Milik Eksternal (EOA), yang dikendalikan dengan kunci publik dan pribadi.

    Sayangnya, model ini rentan terhadap kehilangan dana jika pengguna lupa kunci pribadinya.

    Sebagai solusi, MetaMask akan mengintegrasikan Akun Kontrak (CA), yang dikendalikan oleh kode pintar. Dengan mekanisme pemulihan yang lebih aman dan fitur keamanan tambahan, pengguna tidak perlu lagi khawatir kehilangan aset mereka akibat kesalahan manusia.

    Pembayaran Gas Lebih Mudah dengan Token Apa Pun

    Salah satu peningkatan lain yang menarik adalah kemudahan dalam pembayaran gas. MetaMask mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi memerlukan ETH untuk membayar biaya transaksi.

    Sebaliknya, biaya gas akan dimasukkan dalam kuotasi swap dan dapat dibayarkan menggunakan token apa pun yang digunakan dalam transaksi tersebut. Fitur ini mulai berlaku pada bulan Maret.

    Peluncuran Kartu Debit MetaMask

    Untuk meningkatkan adopsi kripto di kehidupan nyata, MetaMask akan memperkenalkan kartu debit yang dapat digunakan di beberapa negara bagian di AS. Sebelumnya, kartu ini hanya tersedia bagi pengguna di Inggris dan Uni Eropa.

    Kartu debit MetaMask memanfaatkan jaringan pembayaran Mastercard, memungkinkan pengguna untuk membelanjakan aset kripto mereka langsung di berbagai merchant yang menerima Mastercard. Selain itu, pemegang kartu juga dapat memperoleh hadiah staking atau hasil dari berbagai protokol dan menggunakannya untuk transaksi harian.

    Transaksi Lebih Efisien dengan Smart Transactions

    MetaMask terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi transaksi dengan memperkenalkan Smart Transactions. Fitur ini telah meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi hingga 99,995%.

    MetaMask juga akan mengadopsi transaksi batch ERC-5792, memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan beberapa transaksi sekaligus, seperti “Setujui & Tukar” hanya dengan satu klik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Gandeng Hyperliquid untuk Fitur Gila Ini

    Dunia DeFi kembali dikejutkan! MetaMask, dompet kripto paling populer di dunia, kini tengah bersiap meluncurkan fitur perdagangan kontrak perpetual langsung dari aplikasinya berkat integrasi dengan Hyperliquid, blockchain Layer-1 yang tengah naik daun.

    Dilaporkan Coincu, langkah strategis ini, yang terungkap melalui pembaruan di GitHub MetaMask, diprediksi akan diumumkan secara resmi di ajang Token2049 Singapura. Integrasi ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan bisa menjadi titik balik besar dalam lanskap derivatif terdesentralisasi.

    MetaMask x Hyperliquid: Ancaman Baru bagi dYdX & GMX?

    Dengan integrasi Hyperliquid, pengguna MetaMask akan bisa berdagang kontrak perpetual tanpa meninggalkan dompet mereka. Hal ini diprediksi bakal memberi tekanan besar pada protokol derivatif DeFi yang sudah mapan, seperti dYdX dan GMX, yang selama ini menjadi pemain utama di sektor ini.

    Respons pasar sejauh ini masih hati-hati. Token HYPE milik Hyperliquid hanya mengalami volatilitas ringan, namun banyak analis melihat potensi dampak jangka panjang yang signifikan.

    Joseph Lubin, CEO ConsenSys (induk MetaMask), ikut memberi sinyal optimisme. Ia menyebut, “Token MASK akan segera hadir — mungkin lebih cepat dari yang Anda kira. ConsenSys mendukung ekosistem Ethereum untuk bergerak menuju desentralisasi bertahap melalui MetaMask, Infura, dan Linea.”

    Baca juga: RESMI! Token MASK Diumumkan, MetaMask Bakal Bikin Web3 Meledak!

    USDC Jadi Kunci, Pasar Tetap Stabil

    Menariknya, USDC diproyeksikan bakal memainkan peran penting dalam integrasi ini. Data terbaru menunjukkan USDC diperdagangkan di harga $0,99987 dengan kapitalisasi pasar $73,99 miliar, meski volume harian turun 20,32% menjadi $9,33 miliar.

    Stabilitas USDC diyakini bisa menjadi pondasi utama dalam mendorong adopsi fitur kontrak perpetual di MetaMask, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna terhadap perdagangan derivatif berbasis stablecoin.

    Efek Domino: Perubahan Arah DeFi?

    Sejarah mencatat, integrasi MetaMask dengan Uniswap pada 2020 lalu berhasil mendorong lonjakan adopsi DeFi secara masif. Banyak pihak kini percaya, langkah terbaru dengan Hyperliquid bisa menimbulkan efek domino serupa — mempermudah akses ke derivatif, memperluas basis pengguna, dan bahkan menggeser arus volume perdagangan dari DEX yang sudah ada.

    Meski lanskap regulasi global masih penuh ketidakpastian, reputasi MetaMask dan Hyperliquid yang sudah mapan bisa menjadi katalis adopsi cepat di kalangan trader maupun institusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com