Tag: metaplanet

  • Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Perusahaan asal Jepang, Metaplanet, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Berdasarkan informasi yang beredar pada Senin (30/12/2025), Metaplanet membeli 4.279 Bitcoin (BTC) dengan nilai sekitar US$375 juta.

    Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin Metaplanet kini mencapai 35.102 BTC, yang diperkirakan bernilai sekitar US$3 miliar atau setara lebih dari Rp48 triliun, mengacu pada harga pasar saat ini.

    Pembelian Baru Bitcoin Metaplanet

    Baca juga: Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

    Dari data nilai transaksi yang disampaikan, pembelian terbaru itu mengindikasikan harga rata-rata sekitar US$87.600 per BTC. Sementara itu, jika dihitung dari total nilai kepemilikan dan jumlah Bitcoin yang dimiliki, estimasi harga rata-rata keseluruhan berada di kisaran US$85.500 per BTC.

    Namun demikian, informasi yang tersedia tidak merinci metode pembelian Bitcoin tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai apakah transaksi dilakukan melalui pasar terbuka (on-exchange) atau lewat mekanisme over-the-counter (OTC), maupun detail terkait harga eksekusi dan likuiditas pasar.

    Aktif Borong Bitcoin

    Dilaporkan Blockchain.News, Metaplanet dikenal sebagai salah satu perusahaan Jepang yang secara aktif mengalokasikan aset perusahaan ke Bitcoin. Langkah ini menempatkan Metaplanet dalam jajaran korporasi global yang menjadikan aset kripto sebagai bagian dari strategi neraca keuangan mereka.

    Pengumuman penambahan Bitcoin ini kembali menyoroti meningkatnya keterlibatan institusi dalam pasar aset digital, seiring Bitcoin terus dipandang sebagai instrumen lindung nilai dan aset strategis jangka panjang oleh sejumlah perusahaan besar.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin

    Perusahaan publik asal Jepang, Metaplanet, kembali menunjukkan langkah agresif dalam strategi berbasis Bitcoin (BTC).

    Kali ini, perusahaan tersebut mengumumkan pembentukan venture firm baru sebagai bagian dari ekspansi bisnis di sektor aset digital.

    Langkah ini menandai pergeseran penting dari sekadar menyimpan Bitcoin sebagai cadangan aset (treasury) menjadi pendekatan yang lebih aktif dalam membangun ekosistem investasi.

    Baca Juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Dari Treasury ke Venture Strategy

    Selama beberapa tahun terakhir, Metaplanet dikenal sebagai salah satu perusahaan publik yang mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka, mirip dengan pendekatan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan global lainnya.

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, pembentukan venture firm ini menunjukkan evolusi strategi yang lebih luas, yaitu:

    • Tidak hanya menyimpan BTC
    • Tetapi juga mengalokasikan modal ke proyek-proyek kripto
    • Membangun eksposur ke berbagai segmen industri blockchain

    Dengan kata lain, Bitcoin tidak lagi hanya berfungsi sebagai store of value, tetapi juga sebagai fondasi untuk ekspansi bisnis.

    Mengapa Venture Firm?

    Pembentukan venture firm memungkinkan Metaplanet untuk:

    1. Mengakses Peluang Investasi Lebih Luas

    Perusahaan dapat berinvestasi langsung ke startup blockchain, DeFi, hingga infrastruktur kripto.

    2. Diversifikasi Risiko

    Dengan tidak hanya bergantung pada harga BTC, perusahaan dapat menyebar risiko ke berbagai sektor.

    3. Meningkatkan Pengaruh di Ekosistem

    Investasi strategis memungkinkan Metaplanet berperan dalam perkembangan industri secara langsung.

    Korporasi Masuk Lebih Dalam ke Kripto

    Langkah Metaplanet mencerminkan tren yang semakin berkembang di kalangan perusahaan publik, yaitu mengadopsi Bitcoin sebagai aset treasury, mengembangkan unit bisnis berbasis kripto, dan berinvestasi dalam ekosistem blockchain.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai melihat kripto bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang.

    Adopsi yang Semakin Matang

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah Metaplanet ini merupakan bagian dari fase adopsi yang lebih matang dalam industri kripto.

    “Perkembangan ini penting karena memperlihatkan evolusi dari model treasury Bitcoin ke strategi korporasi yang lebih luas. Jika berhasil, Metaplanet bisa menjadi contoh bagaimana perusahaan publik memakai Bitcoin bukan sekadar sebagai cadangan aset, tetapi juga sebagai fondasi untuk ekspansi bisnis dan investasi baru,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa penggunaan Bitcoin di level korporasi kini semakin strategis.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah Metaplanet berpotensi memberikan beberapa dampak penting:

    1. Mendorong Adopsi Institusional

    Perusahaan lain mungkin akan mengikuti model serupa.

    2. Meningkatkan Aliran Modal ke Ekosistem

    Venture firm baru dapat mempercepat pendanaan untuk proyek kripto.

    3. Memperkuat Integrasi Tradisional dan Digital

    Perusahaan publik menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan kripto.

    Tantangan yang Dihadapi

    Meski menjanjikan, strategi ini juga memiliki risiko volatilitas harga Bitcoin, ketidakpastian regulasi, risiko investasi startup, dan persaingan di sektor venture capital.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, risiko ini dapat diimbangi dengan potensi keuntungan jangka panjang.

    Jika strategi ini berhasil, Metaplanet dapat menjadi contoh bagaimana Bitcoin digunakan sebagai cadangan nilai, sumber likuiditas, alat ekspansi bisnis, dan basis investasi ekosistem.

    Ini membuka kemungkinan baru bagi perusahaan lain untuk mengintegrasikan kripto ke dalam model bisnis mereka.

    Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Pembentukan venture firm oleh Metaplanet menandai langkah penting dalam evolusi strategi berbasis Bitcoin.

    Perusahaan tidak lagi hanya menyimpan BTC, tetapi mulai memanfaatkannya sebagai alat untuk memperluas bisnis dan investasi.

    Di tengah perkembangan industri kripto yang semakin matang, langkah ini menjadi sinyal bahwa adopsi institusional kini memasuki fase baru, di mana Bitcoin tidak hanya menjadi aset, tetapi juga fondasi bagi pertumbuhan dan inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Perusahaan treasury Bitcoin asal Jepang, Metaplanet, mengumumkan berhasil menghimpun dana sebesar 40,8 miliar yen atau sekitar 255 juta dolar AS dari investor institusional global. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mempercepat akumulasi Bitcoin dalam jangka panjang.

    Langkah ini juga dilengkapi dengan skema tambahan yang berpotensi meningkatkan total pendanaan hingga sekitar 531 juta dolar AS, memperkuat posisi Metaplanet sebagai salah satu pemain utama dalam kepemilikan Bitcoin korporasi.

    Struktur Pendanaan dengan Skema Premium

    Dilaporkan Coindesk, Metaplanet melakukan penerbitan saham baru dengan harga 2% di atas harga pasar, yang kemudian dipasangkan dengan warrant berharga premium 10%. Jika warrant tersebut dieksekusi, perusahaan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar 44,5 miliar yen.

    Selain itu, perusahaan memperkenalkan struktur warrant baru berbasis mNAV (multiple to net asset value), yang menghubungkan pelaksanaan warrant dengan nilai aset bersih perusahaan. Dalam skema ini, warrant hanya dapat dieksekusi jika harga saham berada minimal 1,01 kali dari nilai aset bersih yang dimodifikasi.

    Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap penerbitan saham baru tetap memberikan nilai tambah terhadap kepemilikan Bitcoin per saham, sekaligus menjaga kepentingan investor.

    Baca juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Strategi Menekan Dilusi Saham

    Untuk menghindari dilusi yang berlebihan, Metaplanet juga memutuskan untuk menangguhkan warrant lama yang mewakili hingga 210 juta saham. Langkah ini diambil guna memprioritaskan struktur pendanaan baru yang dinilai lebih efisien dan selaras dengan strategi akumulasi Bitcoin.

    Dengan strategi ini, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan perlindungan nilai bagi pemegang saham.

    Fokus Perluas Cadangan Bitcoin

    Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk meningkatkan cadangan Bitcoin perusahaan. Metaplanet menargetkan kepemilikan jangka panjang hingga 210.000 BTC, mempertegas ambisinya dalam mengadopsi strategi treasury berbasis aset kripto.

    Saat ini, Metaplanet tercatat sebagai perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar keempat di dunia, dengan total kepemilikan mencapai 35.102 BTC.

    Respons Pasar dan Pergerakan Harga

    Saham Metaplanet ditutup naik sekitar 5% pada perdagangan Senin, seiring dengan kenaikan harga Bitcoin yang berhasil menembus level 73.000 dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap langkah agresif perusahaan dalam memperkuat eksposur terhadap Bitcoin.

    Ke depan, strategi pendanaan dan akumulasi yang dilakukan Metaplanet akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat bagaimana peran perusahaan publik dalam mendorong adopsi Bitcoin secara lebih luas.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Cuma El Salvador, Korporasi Dunia Kini Koleksi Bitcoin


    Jakarta

    Bitcoin kini mulai diadopsi secara lebih luas oleh perusahaan global dan sejumlah negara, tak lagi dipandang sekadar sebagai aset spekulatif. Tren ini mencerminkan pergeseran peran kripto menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang untuk menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

    “Jika dulu Bitcoin dianggap sebagai aset digital berisiko tinggi, kini ia sudah masuk ke dalam neraca keuangan perusahaan global bahkan dipertimbangkan sebagai cadangan negara,” kata pakar digital Anthony Leong pada keterangannya, (22/6/2025).

    Ia merujuk pada langkah Metaplanet, perusahaan pengembang hotel asal Jepang, yang pada awal tahun ini mengumumkan rencana akumulasi hingga 210.000 BTC atau setara dengan lebih dari US$22 miliar. Menariknya, harga saham Metaplanet melonjak lebih dari 8.000 persen dalam dua tahun terakhir sejak mengadopsi strategi treasury berbasis Bitcoin.


    “Ini sinyal keras bahwa Bitcoin sedang naik kelas menjadi cadangan strategis untuk menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi,” tambahnya.

    Lebih dari 130 perusahaan publik global kini menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan mereka, termasuk nama-nama besar seperti MicroStrategy, Tesla, Galaxy Digital, dan Block Inc. Menurut Anthony, akumulasi ini bukan lagi langkah individual atau iseng, melainkan keputusan finansial yang berbasis analisis risiko dan prospek jangka panjang.

    Dalam pengamatan Anthony, sinyal adopsi juga datang dari sektor keuangan konvensional. Salah satu contoh penting adalah BBVA Switzerland, yang baru-baru ini merekomendasikan klien kaya mereka untuk mengalokasikan 3% hingga 7% dari portofolio investasi ke aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum.

    “Ketika bank konservatif seperti BBVA sudah mulai bicara strategi kripto, kita sedang menyaksikan revolusi keuangan yang pelan tapi pasti,” ujarnya.

    Di balik fenomena Bitcoin, Anthony juga menekankan bahwa kekuatan utama justru terletak pada teknologi blockchain yang menopang aset digital ini. Menurutnya, blockchain menghadirkan sistem pencatatan yang terdesentralisasi, transparan, dan tahan manipulasi, yang secara fundamental mengubah cara dunia memahami kepercayaan dalam transaksi digital.

    “Dengan blockchain, kita bisa membangun sistem keuangan yang tidak bergantung pada otoritas tunggal, namun tetap aman dan akuntabel. Ini landasan dari ekonomi digital masa depan,” jelasnya.

    Anthony menilai keunggulan ini menjadikan Bitcoin tidak hanya bernilai karena kelangkaannya, tetapi juga karena fondasi teknologinya yang kokoh dan terus berkembang. Tak hanya swasta, beberapa negara kini juga telah masuk ke ekosistem Bitcoin.

    El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi. Sementara itu, Amerika Serikat, meskipun tidak mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, kini tercatat menyimpan lebih dari 200.000 BTC hasil dari penyitaan hukum, menjadikannya salah satu pemegang institusional Bitcoin terbesar di dunia.

    “Langkah El Salvador mungkin dianggap ekstrem, tapi jangan lupa Amerika Serikat diam-diam memegang Bitcoin dari proses hukum. Ini bukan kebetulan ini strategi,” jelas Anthony yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Sinergitas BUMN, Danantara dan BUMD.

    Meski begitu, Anthony mengingatkan bahwa risiko tetap ada. Volatilitas harga, ketidakpastian regulasi, serta keterbatasan edukasi publik menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Namun, ia menegaskan bahwa bagi pelaku ekonomi yang memiliki pemahaman dan strategi, Bitcoin kini bukan sekadar opsi melainkan bagian dari diversifikasi yang rasional.

    “Bitcoin tidak cocok untuk semua orang. Tapi untuk yang punya pemahaman dan strategi, ia bukan lagi alternatif ia jadi keharusan,” tegas Anthony.

    Saat ini, Bitcoin diperdagangkan stabil di atas level US$105.000 meski dunia menghadapi ketegangan geopolitik dan pengetatan kebijakan moneter. Beberapa analis menyebut BTC sebagai “safe haven digital” karena mulai menunjukkan daya tahan seperti emas dalam kondisi ketidakpastian global.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Cs Melempem Jelang Pidato Jerome Powell


    Jakarta

    Pasar aset mata uang kripto menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (19/8) pagi. Tekanan umumnya dialami oleh mata uang Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin terpantau berada di zona merah.

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, Bitcoin (BTC) terkoreksi lebih dari 1,12% dalam 24 jam terakhir dan melemah 2,27% sepanjang sepekan. Saat ini, harga BTC menyentuh level US$ 113,000 atau sekitar Rp 1,83 miliar (asumsi kurs Rp 16.218).

    Sementara untuk mata uang Ethereum (ETH) berada di harga US$ 4,200 atau sekitar Rp 68,24 juta. Cardano (ADA) tercatat anjlok 3,84% di harga US$ 0,92, Solana (SOL) di harga US$ 179, XRP di harga US$ 3, dan Dogecoin (DOGE) di harga US$ 0,21.


    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global turun menjadi US$ 3,8 triliun atau sekitar Rp 61,74 kuadriliun, melemah dalam 24 jam terakhir. Indeks Sentimen Pasar Kripto (Crypto Fear and Greed Index) tercatat berada pada level 53, menunjukkan kondisi netral dengan kecenderungan waspada.

    Indodax menilai, pelemahan harga kripto terjadi akibat sentimen pasar yang cenderung melemah jelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang diperkirakan memberi sinyal arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Selain itu, regulator keuangan Korea Selatan baru saja memerintahkan bursa kripto lokal untuk menghentikan layanan pinjaman kripto.

    Dua sentimen ini dinilai meningkatkan kecemasan investor terkait stabilitas pasar regional. Sementara dari sisi on-chain, tercatat adanya pergerakan signifikan dari investor whale dan institusi.

    Data menunjukkan sebanyak 12.000 BTC dikirim ke bursa, indikasi aksi ambil untung oleh pemegang besar. Namun, akumulasi tetap terjadi di sisi treasury: Di sisi lain, Metaplanet menambah 775 BTC senilai sekitar US$ 93 juta, sementara MicroStrategy membeli tambahan 430 BTC.

    Vice Presiden Indodax, Antony Kusuma menyebut, kombinasi sentimen ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks. Menurutnya, jika deposit whale terus meningkat, potensi kepanikan investor ritel bisa muncul.

    Sebaliknya, akumulasi oleh perusahaan publik menjadi faktor penopang jangka panjang, meskipun efek jangka pendeknya terbatas. “Pasar kripto sering kali bergerak lebih cepat dalam merespons sinyal kebijakan makroekonomi dibanding instrumen lain. Tekanan harga yang terjadi saat ini mencerminkan sikap investor yang menahan posisi sambil menunggu kejelasan dari bank sentral Amerika,” jelas Antony dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/8/2025).

    Antony menjelaskan, deposit besar ke bursa dari whale seringkali memicu volatilitas jangka pendek. Jika tren ini berlanjut, ia menilai investor ritel bisa terdorong melakukan aksi jual.

    Namun, Antony menyebut akumulasi yang dilakukan institusi justru mencerminkan kuatnya keyakinan terhadap nilai BTC dalam jangka panjang. Perbedaan perilaku antara trader jangka pendek dan strategi perbendaharaan jangka panjang membuat dinamika pasar BTC semakin unik.

    Antony menambahkan, meski pembelian oleh institusi memberikan fondasi jangka panjang, dampaknya terhadap harga tidak serta-merta langsung terasa dibandingkan dengan tekanan jual dari whale.

    “Saat ini pasar berada di titik keseimbangan antara aksi ambil untung whale dan strategi akumulasi institusi. Investor perlu berhati-hati dalam jangka pendek, namun tetap melihat adanya struktur penopang yang terbentuk untuk jangka panjang,” ujarnya.

    Meski demikian, Antony menekankan kondisi pasar saat ini justru bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang. Strategi seperti dollar-cost averaging dinilai dapat membantu menghadapi volatilitas yang tinggi. Menurutnya, pelemahan altcoin seperti ETH, ADA, maupun SOL saat ini bagian dari pola rotasi pasar.

    “Investor cenderung mengalihkan likuiditas ke aset yang dianggap lebih aman ketika volatilitas meningkat. Pola ini bukan berarti altcoin kehilangan potensi, melainkan refleksi dari sikap konservatif sementara,” jelasnya.

    Secara historis, menurut Antony, volatilitas kripto yang tinggi justru membuka ruang bagi inovasi. Di tengah tekanan harga, ia mengingatkan pentingnya disiplin manajemen risiko. Ia juga menekankan bahwa transparansi bursa menjadi kunci menjaga kepercayaan publik

    “Setiap fase koreksi biasanya diikuti oleh lahirnya tren baru. Investor yang mampu melihat peluang di balik volatilitas akan lebih siap menghadapi perubahan siklus berikutnya,” ujar dia.

    Tonton juga video “Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?” di sini:

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com