Diam-diam Microsoft ternyata memetakan pasar pengguna Xbox mereka. Ini terbukti dari survei terbaru mereka: Apakah Anda mau beli Game Xbox pakai Bitcoin?
Microsoft ditafsirkan mempertimbangkan pembayaran Bitcoin untuk toko daring bagi game konsol Xbox.
Pengguna Xbox diberikan survei untuk mengungkap pendapat mereka soal metode altenatif pembayaran itu.
Survei ini menanyakan pelanggan pandangan mereka soal pembayaran memakai Bitcoin. Jebrusura dari situs media sosial Reddit menyediakan foto survei tersebut padalaman diskusi Xbox Series X.
Survei tersebut dikirim kepada peserta program Insider milik Xbox. Belum ada pernyataan resmi soal survei itu dari Microsoft.
Pada tahun 2014, Microsoftmulai membuka pembelian konten Windows dan gamedengan Bitcoin bagi pengguna asal AS. Tetapi saat ini, Microsoft belum menerima pembayaran kripto di toko daring Xbox.
Sementara itu, Microsoft belum tampak akan mengikuti langkah Tesladan Square membeli Bitcoin bagi kas perusahaan.
CEO Microsoft Brad Smith berkata ia belum mendengar apapun soal kebijakan investasi yang melibatkan aset kripto.
Pendiri Microsoft Bill Gatesberkata perusahaannya tidak ada rencana menyusul investasi Tesla sebesar US$1,5 milyar ke dalam Bitcoin.
Gates sendiri bersikap netral terhadap Bitcoin dan mengklaim ia bukan investor. Ia mewanti-wanti terhadap investasi Bitcoin untuk sekedar mengikuti langkah Elon Musk.
Microsoft akhirnya kepincut juga di pasar kripto. Buktinya perusahaan raksasa itu, lewat Microsoft Venture (M12) mengucurkan dan investasi di toko NFT (non-fungible token), Palm NFT Studio.
Dilansir dari siaran pers resmi Palm NFT Studio, Kamis (9/12/2021), selain Microsoft Venture, mereka mendapatkan dana investasi tambahan dari Griffin Gaming Partners, RRE, Third Kind Venture Capital, Sfermion, the LAO, Warner Bros., SK Inc dan lain sebagainya.
Dengan dana itu, menurut perusahaan, memastikan penskalaan besar-besaran di sektor NFT, mulai dari seni, film, hiburan hingga periklanan.
“Pendanaan tersebut akan memungkinkan Palm NFT Studio untuk menawarkan platform ini kepada pihak ketiga mana pun yang ingin menerapkan proyek NFT dalam skala besar, dengan penekanan pada orientasi yang mudah bagi pengguna baru, kepatuhan terhadap peraturan, dan kelestarian lingkungan,” kata Dan Heyman, Co-Founder dan CEO Palm NFT Studio.
Heyman mengatakan, investasi dana menjamin kelanjutan proyek mereka untuk komunitas yang lebih mainstream.
Daniel Heyman sendiri, sebelumnya adalah salah satu pendiri PegaSys, satu regu khusus di ConsenSys.
Palm NFT Studio memang masih terbilang baru, baru 8 bulan yang lalu, jika dibandingkan pesaing kuatnya, seperti OpenSea. Namun, perusahaan ini mendapatkan sumbangan teknologi dan kapital besar dari ConsenSys, terlebih dana segar dari Microsoft Ventures ini.
Palm NFT Studio tidak menggunakan blockchain Ethereum, melainkan Palm Network, yakni jaringan database sendiri yang menjadi Layer 2 di atas blockchain Ethereum. Alasan di balik itu adalah efisiensi waktu dan biaya. Sebelumnya Marvelmenerbitkan sejumlah NFT-nya di Palm Studio.
NFT (non-fungible token) pada prinsipnya adalah sistem sertifikasi terhadap file digital. File itu bisa berupa gambar (berformat JPG), suara (WAV) ataupun video (MP4).
Dalam hal ini, misalnya berupa gambar yang diperjualbelikan di Internet di situs OpenSea.
Sertifikat itu memastikan bahwa karya seni itu memang berasal dari sang seniman ataupun kreator dengan cara disimpan secara permanen ke jaringan komputer server yang disebut dengan blockchain.
Ketika seseorang membeli NFT itu di toko NFT (misalnya di OpenSea), maka token berpindah kepemilikan dari kreator kepada sang pembeli. Data transaksi itu terekam permanen di blockchain.
Sedangkan file gambar tetap berada di komputer server yang berbeda, ketika gambar itu pertama kali diunggah.
Manfaat dari sistem perekaman data seperti ini mempermudah sang kreator melacak ‘perjalanan transaksi’ karya mereka itu dari satu pihak kepada pihak yang lain.
Microsoft dan Alibaba, dua perusahaan yang dianggap besar di dunia, dikabarkan kerja sama dengan Universitas Carnegie Mellon untuk adopsi BlockchainEthereum.
Kabar ini tersebar setelah adanya publikasi artikel penelitian yang menjelaskan mengenai kerja sama ini dengan sistem baru bernama Argus.
Kerja Sama Microsoft dan Alibaba Adopsi Ethereum
Tujuan dari kerja sama ini dikabarkan adalah untuk membangun sebuah sistem anti duplikasi atau untuk menghindari pembajakan perangkat lunak.
Nantinya sistem tersebut akan bernama Argus dan semuanya akan bergerak secara menyeluruh pada Blockchain Ethereum.
Langkah ini dimulai oleh Microsoft yang merupakan salah satu korban “bajakan” paling besar di dunia.
Hal ini disebabkan perangkat lunak Microsoft yang digunakan secara global dan sering kali digunakan secara tidak legal atau versi bajakannya.
Melalui sistem Argus, Microsoft bertujuan untuk mengurangi adanya pembajakan dari produknya namun secara bersamaan tetap menjaga permintaan terhadapnya.
Nantinya sistem Argus juga akan bergerak untuk menguntungkan seluruh pihak, mulai dari investor hingga pengguna produk.
Argus sendiri nantinya akan memiliki insentif untuk pihak-pihak yang dapat melaporkan pembajakan terhadap Microsoft.
Sistem ini akan dijalankan di Blockchain Ethereum, sehingga nantinya laporan tersebut akan divalidasi yang nantinya akan mendapatkan insentif.
Kemungkinan besar sistem ini akan sama seperti transaksi yang perlu divalidasi sebelum masuk ke block pada Blockchain Ethereum.
Menurut publikasi, sistem pelaporan akan mempermudah pelapor untuk memberikan data mengenai perangkat lunak bajakan tanpa dapat memilikinya.
Dari situ nantinya jika sistem valid melalui pemeriksaan tanda keaslian atau “watermark” pelapor akan diberi insentif.
Setelah itu, Microsoft akan bergerak untuk menutup sistem bajakan tersebut dan bahkan dapat menuntut untuk perihal hak milik.
Para peneliti memaparkan bahwa dengan menggunakan Ethereum, nantinya efisiensi sistem ini akan naik secara signifikan dengan adanya perpindahan data sebanyak 82,6 data per detik per mesin.
Nantinya, satu laporan bajakan Microsoft akan memiliki biaya dan ukuran yang sama dengan transaksi sebesar 14 ETH pada Blockchain Ethereum.
Adopsi Blockchain Semakin Kuat
Langkah ini bukan langkah pertama Microsoft mencoba untuk masuk ke dunia blockchain karena sebelumnya telah ada beberapa implementasi.
Sebelumnya telah ada rencana adopsi untuk sistem penyimpanan identitas secara terdesentralisasi oleh Microsoft.
Selain itu sebelumnya juga telah ada kerja sama dengan Enjin (ENJ) untuk sistem adopsi Non-Fungible Token (NFT).
Microsoft juga telah memiliki jasa blockchain sendiri bernama Azure Blockchain yang juga telah membuat banyak perhatian tinggi di Mei 2021.
Walau terdapat banyak adopsi blockchain, saat ini Presiden Microsoft, Brad Smith, masih belum sepenuhnya percaya dengan crypto.
Ia menyatakan bahwa perusahaan masih harus menjauhi dalam adopsi untuk alat pembayaran, namun ia tidak memberi pandangan dalam penggunaan sebagai alat investasi.
Tapi dapat dilihat bahwa saat ini banyak perusahaan yang mulai tertarik dengan crypto terutama sebagai alat investasi.
Dengan semakin banyaknya regulasi yang mendukung dan juga kondisi suku bunga yang terus turun, crypto menjadi salah satu alat investasi yang baik untuk menjaga kekayaan perusahaan.
Microsoft diketahui ingin menambahkan fitur baru ke konsol game mereka, Xbox yang berhubungan dengan kripto. Dalam dokumen yang bocor baru-baru ini mengungkapkan bahwa raksasa teknologi Microsoft berencana untuk mengintegrasikan dompet kripto ke dalam Xbox.
Dilaporkan Crypto Slate, dokumen internal yang bocor yang diposting di forum game, ResetEra menunjukkan bahwa roadmap Xbox untuk Mei 2022 menyertakan dukungan dompet kripto. Namun, rincian mengenai integrasi yang direncanakan ini tidak diperlihatkan.
Isu Hangat Kripto
Phil Spencer, pimpinan Xbox, mengaitkan kebocoran tersebut dengan tindakan hukum Komisi Perdagangan Federal terhadap Microsoft. Penolakan FTC terhadap akuisisi Activision Blizzard senilai US$ 69 juta mengakibatkan Microsoft secara tidak sengaja memasukkan dokumen yang bocor ke dalam pengajuan mereka.
Laporan menunjukkan bahwa dokumen yang bocor mengungkapkan komunikasi penting antara para eksekutif Xbox, rencana untuk Xbox Series X tanpa disk baru, pengontrol gyro, dan bahkan Xbox hybrid generasi berikutnya pada tahun 2028.
Namun demikian, Spencer mencoba meremehkan kebocoran tersebut, dengan menyatakan bahwa beberapa rencana telah berubah. Dia berkata: “Sulit untuk melihat kerja tim kami dibagikan dengan cara ini karena begitu banyak hal yang telah berubah dan banyak hal yang bisa membuat kita bersemangat saat ini, dan di masa depan.”
Komunitas Kripto Bersemangat
Meskipun Spencer telah mengindikasikan bahwa rencana perusahaan mungkin telah mengalami perubahan, komunitas kripto tetap optimis terhadap kebocoran tersebut. Tyler Winklevoss, salah satu pendiri Gemini, mempertimbangkan insiden tersebut, menyoroti besarnya skala industri game.
“Kripto adalah uang gamer dan game adalah industri yang lebih besar daripada gabungan Hollywood dan industri musik,” katanya.
Sementara itu, perkembangan ini telah memicu spekulasi bahwa integrasi tersebut dapat membuka kasus penggunaan baru untuk aset kripto seperti Bitcoin (BTC).
Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.
Namun, penting untuk dicatat bahwa potensi dampaknya masih bersifat spekulatif, karena Microsoft belum secara resmi mengonfirmasi integrasi apa pun. Namun demikian, respons antusias dari komunitas kripto menggarisbawahi pentingnya raksasa teknologi tradisional merangkul industri yang sedang berkembang.
Pada bulan Agustus, Microsoft memperluas kolaborasinya dalam sektor kripto dengan bekerja sama dengan Aptos Labs, pengembang jaringan blockchain layer-1, Aptos (APT). Kemitraan ini bertujuan untuk memajukan kemampuan ekosistem web3.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis untuk memamerkan konvergensi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain.
Aptos Labs, pengembang blockchain terkemuka, dan Microsoft, pendukung utama kemajuan AI melalui OpenAI, bergabung untuk menciptakan Aptos Assistant yang inovatif, chatbot bertenaga ChatGPT yang dirancang untuk memberi pengguna dan pengembang informasi dan analisis komprehensif tentang ekosistem Aptos .
Menurut sebuah laporan oleh Yahoo Finance, tidak seperti upaya sebelumnya di ruang AI terkait kripto, yang terutama berputar di sekitar lisensi ChatGPT OpenAI, kolaborasi Aptos Labs dengan Microsoft berusaha melampaui batas.
Inovasi AI dan Kripto
Kemitraan ini mencakup berbagai aspek, dengan Aptos Labs meng-hosting node validator di platform komputasi awan Azure Microsoft, mengintegrasikan bahasa pemrogramannya, Move, ke dalam platform pengkodean populer Microsoft, GitHub Copilot, dan menjajaki peluang untuk terhubung dengan lembaga keuangan besar yang ingin membangun bertenaga blockchain aplikasi di Azure.
Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.
Rashmi Misra, General Manager of A.I. and Emerging Technologies Microsoft, mengungkapkan kegembiraannya tentang perpaduan AI dan blockchain, dengan menyatakan:
“Persimpangan AI dan blockchain adalah salah satu kombinasi paling menarik dari teknologi baru. Dengan memadukan teknologi Aptos Labs dengan kemampuan Microsoft Azure OpenAI Service, kami bertujuan untuk mendemokratisasi penggunaan blockchain.”
Aptos Labs telah mendapatkan dana besar sebesar US$ 400 juta dari investor, menurut Crunchbase, menyoroti kepercayaan pada kehebatan teknologi mereka. Kolaborasi dengan Microsoft semakin memantapkan posisinya sebagai pemain tangguh di ruang blockchain.
Sementara startup AI telah mendominasi pendanaan pada tahun 2023, mengumpulkan hampir US$ 25 miliar, dibandingkan dengan sekitar $3,6 miliar untuk usaha crypto, Mo Shaikh, Co-founder dan CEO Aptos Labs, percaya bahwa AI dan blockchain tidak saling eksklusif.
Harga APT Bangkit
APT, token asli dari blockchain Aptos, mengalami lonjakan signifikan hampir 18% setelah pengumuman kemitraannya dengan Microsoft.
Lonjakan ini menandai titik balik penting setelah tren turun berkepanjangan yang bertahan sejak awal Februari. Khususnya, APT telah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 20 sebelum menyerah pada tren menurun.
Penurunan harga APT dapat dikaitkan dengan acara pembukaan kunci pada 12 Februari, di mana Aptos merilis 4,5 juta token APT. Peristiwa pembukaan kunci, yang melibatkan pelepasan sejumlah besar token, menghasilkan tekanan jual yang meningkat, yang menyebabkan penurunan harga APT secara terus-menerus.
Namun, pengumuman kemitraan baru-baru ini dengan Microsoft telah menyuntikkan kehidupan baru ke dalam nilai token, menghidupkan kembali minat investor dan menghasilkan lonjakan harga yang luar biasa.
Meski mengalami beberapa retracement, APT masih memegang keuntungan 10% sejak terungkapnya kemitraan dengan Microsoft. Saat ini diperdagangkan pada US$ 7,3340, turun 63% dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2023.
Secara keseluruhan, investor telah menanggapi berita ini secara positif, mengakui potensi kemitraan Aptos-Microsoft untuk mendorong inovasi dan memperluas jangkauan blockchain Aptos. Lonjakan substansial dalam harga APT mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap prospek proyek dan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Microsoft dan Goldman Sachs dilaporkan bergabung dengan beberapa perusahaan teknologi dan finansial untuk membentuk inisiatif sebuah konsorsium untuk membangun jaringan blockchain baru. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk mempromosikan adopsi teknologi blockchain di berbagai sektor industri dan menyoroti potensi teknologi ini untuk mengubah cara bisnis beroperasi.
Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam konsorsium ini termasuk Microsoft, Goldman Sachs, IBM, JPMorgan, dan beberapa perusahaan lain. Mereka akan berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pengalaman mereka untuk mendukung pengembangan dan implementasi solusi berbasis blockchain. Selain itu, konsorsium ini bertujuan untuk menciptakan standar yang akan membantu memastikan keamanan, keandalan, dan interoperabilitas teknologi blockchain.
Salah satu fokus utama dari konsorsium yang akan membangun jaringan blockchain, Canton Network ini adalah untuk membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan yang muncul dalam adopsi teknologi blockchain. Beberapa tantangan ini termasuk kekurangan tenaga ahli, kebutuhan akan kebijakan dan standar yang jelas, serta masalah keamanan dan privasi yang terkait dengan teknologi ini.
Canton Network akan menjadi jaringan blockchain interoperable dengan privasi yang ditujukan untuk mereka yang bekerja dengan aset institusional. Ini akan memungkinkan sinkronisasi pasar keuangan yang “sebelumnya terkurung”.
Jaringan tersebut akan mulai menguji kemampuannya pada bulan Juli, yang meliputi kontrol privasi ekstensif dan kemampuan untuk mencapai skala dan kinerja yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan besar. Peserta dalam jaringan saat ini termasuk BNP Paribas, Cboe Global Markets, Aset Digital, Paxos, Microsoft, Goldman Sachs, Deloitte, dan lainnya.
Cathy Clay, wakil presiden eksekutif Cboe Global Markets – salah satu mitra dalam proyek tersebut – mengatakan bahwa, ketika dimanfaatkan, teknologi blockchain berpotensi “membuka” peluang baru di pasar.
“Tokenisasi aset dunia nyata dapat menawarkan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menciptakan infrastruktur pasar baru dan mendorong efisiensi dalam perdagangan produk di seluruh dunia,” jelas Clay dikutip Cointelegraph.
Adopsi Blockchain
Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.
Dengan berkumpulnya perusahaan-perusahaan raksasa seperti Microsoft dan Goldman Sachs dalam inisiatif ini, teknologi blockchain diharapkan mendapatkan dorongan besar dalam hal adopsi dan inovasi. Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan finansial ini diharapkan akan menciptakan solusi yang lebih efisien dan transparan di berbagai industri, mulai dari perbankan hingga rantai pasokan dan sektor publik.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar semakin melihat potensi teknologi blockchain dan ingin berinvestasi dalam pengembangannya. Konsorsium blockchain diharapkan membantu mempercepat adopsi teknologi ini di seluruh dunia dan membawa manfaat bagi berbagai sektor ekonomi.
Selama bertahun-tahun, bank dan bisnis besar lainnya telah mengerjakan dan menilai aplikasi blockchain dengan harapan mereka akan menyederhanakan dan mempercepat beberapa prosedur mereka yang paling rumit.
Sementara itu, pasar blockchain global diperkirakan akan meningkat dari US$ 7,18 miliar pada tahun 2022 menjadi US$ 163,83 miliar pada tahun 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 56,3% selama periode perkiraan, menurut data dari Fortune Business Insights.
Raksasa internet, Microsoft, kini menyediakan layanan blockchainnode berkat kolaborasi dengan Ankr, layanan infrastruktur web3. Harga ANKR pun terpantau naik lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (5/4).
Menurut CoinMarketCap, Ankr (ANKR) mengalami kenaikan harga sekitar 6,18% dalam sehari terakhir pada Rabu (5/4) pukul 11.00 WIB. Nilai ANKR mencapai US$ 0,03642 dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 351.866.823.
Bersama-sama, kedua perusahaan akan membuat layanan hosting node baru di pasar cloud Azure Microsoft yang akan menampilkan spesifikasi memori dan bandwidth khusus yang dirancang spesial untuk blockchain node.
Sesuai pernyataan dari kedua perusahaan, layanan penyebaran simpul perusahaan akan memungkinkan proyek atau pengembang web3 untuk menerapkan smart contract, mengirimkan transaksi, dan membaca atau menulis data blockchain.
“Kemitraan kami dengan Ankr akan memungkinkan pengembang dan organisasi untuk mengakses data blockchain dengan cara yang andal dan aman saat mereka mengeksplorasi bagaimana Web3 dapat mengatasi tantangan bisnis dunia nyata,” kata Rashmi Misra, Manajer Umum Microsoft untuk AI dan teknologi baru.
Adopsi Blockchain
Ilustrasi layanan infrastruktur Web3, Ankr. Sumber: Ankr.
Kemitraan ini meniru pengumuman lain yang dibuat kurang dari enam bulan yang lalu antara Google dan Coinbase di mana Google mengatakan bahwa perusahaan kripto akan memanfaatkan platform komputasi Google Cloud untuk memproses data blockchain dalam skala besar dan meningkatkan jangkauan global layanan kripto dengan memanfaatkan jaringan serat optik premium Google.
Selain itu, Coinbase akan membangun platform data globalnya pada infrastruktur Google Cloud, serta mengandalkan penyedia data dan alat analitik untuk memperkuat wawasan tentang layanan kripto yang digerakkan oleh machine learning.
Ankr di antara solusi perusahaan lainnya, menawarkan layanan remote procedure call (RPC) yang memfasilitasi koneksi node cloud ke 19 blockchain, seperti Ethereum, BNB Chain, Polygon, Solana, dan Avalanche, memungkinkan pengembang aplikasi dan pengguna untuk mengaksesnya.
Setelah kolaborasi ini, pengembang akan memiliki kemampuan untuk menggunakan RPC dan platform middleware Ankr untuk aplikasi terdesentralisasi sekaligus memenuhi persyaratan penskalaan mereka melalui platform cloud milik Microsoft. Misalnya, Azure dapat merampingkan proses transaksi di beberapa proof-of-stake chains dan segera mengarahkan permintaan RPC ke node yang paling sesuai.
RPC node, seperti yang disediakan oleh Ankr, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk terhubung ke blockchain dan mengakses data pengguna menjadikannya komponen penting dari infrastruktur sektor blockchain. Vertikal RPC tetap menjadi ceruk penting dalam ruang infrastruktur dan sebagian besar ditempati oleh pemain terpusat dan terdesentralisasi, termasuk Ankr, Infura, QuickNode, Alchemy, dan pesaing lainnya.
“Kemitraan ini, meskipun merupakan tonggak sejarah yang luar biasa bagi Ankr, juga merupakan indikator utama seberapa jauh web terdesentralisasi telah berintegrasi dengan pemain penting di setiap lapisan sistem web. Hasil akhirnya akan menjadi era pembangunan yang sangat produktif untuk aplikasi berbasis blockchain dari proyek Web3 baru serta perusahaan besar yang memasuki ruang angkasa,” kata Chandler Song, Co-Founder & CEO, Ankr.
Protokol Decentralized Finance (DeFi) Ankr baru-baru ini mengumumkan serangkaian kemitraan dengan perusahaan teknologi, Microsoft dan Tencent yang membuat token kripto ANKR melonjak. Dua kesepakatan ini sangat disambut hangat oleh komunitas sehingga dapat menjadi sentimen positif.
Ankr telah bergandengan tangan dengan raksasa teknologi Microsoft untuk menyediakan solusi infrastruktur yang menghubungkan pengembang, aplikasi, dan pengguna dengan web3. Kemitraan ini akan melihat peluncuran nodeblockchain tingkat corporate dengan spesifikasi khusus tergantung pada kasus penggunaan yang unik. Layanan ini akan segera tersedia melalui Microsoft Azure.
“Banyak pengembang dan organisasi mengeksplorasi bagaimana web3 dapat membantu memecahkan tantangan bisnis dunia nyata, dan kemitraan kami dengan Ankr akan memungkinkan mereka mengakses data blockchain dengan cara yang andal, dapat diskalakan, dan aman. Bersama dengan Ankr, kami sedang membangun lapisan infrastruktur Web3 yang kuat baik Anda seorang pengembang yang membangun aplikasi terdesentralisasi (dApp) besar berikutnya atau perusahaan mapan yang menjelajahi web3,” kata Rashmi Misra, icrosoft General Manager AI & Emerging Technologies.
Kemitraan Tencent
Protokol Decentralized Finance (DeFi) Ankr bermitra dengan Tencent. SUmber: Ankr.
Berita kemitraan dengan Microsoft diikuti oleh pengumuman oleh raksasa teknologi China, Tencent yang mengungkap penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ankr. Kemitraan ini akan melibatkan pengembangan rangkaian layanan API blockchain, yang akan diterapkan pada infrastruktur Tencent Cloud untuk menyediakan koneksi yang efisien antara blockchain populer dengan game dan aplikasi web3.
Tencent Cloud, anak perusahaan dari perusahaan teknologi Tencent, mengumumkan untuk secara aktif mendukung pengembangan Web3 dan berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan komunitas web3 global. Perusahaan layanan cloud telah bermitra dengan platform kripto termasuk Ankr, Avalanche, Scroll, dan Sui untuk peningkatan ekosistem web3.
“Kami melihat masa depan dengan web3, iterasi baru internet yang mengantarkan konsep ‘Immersive Convergence’ di mana ekonomi fisik dan digital bertemu dan berintegrasi,” jelas Poshu Yeung, Senior Vice President Tencent Cloud.
Tencent akan menggunakan pengalaman teknisnya dalam permainan, audio, dan ruang video untuk memberikan dukungan teknis untuk web3. Ini juga akan bekerja dengan mitra industri untuk secara keseluruhan menciptakan ekosistem web3 yang lebih baik.
ANKR adalah token asli dari protokol keuangan terdesentralisasi dengan nama yang sama, yang memiliki total value locked (TVL) sekitar US$ 163 juta, menurut DeFiLlama. Menurut data dari CoinMarketCap, pengumuman baru-baru ini menyebabkan kenaikan harga ANKR sebesar lebih dari 60%. Token liquid staking saat ini diperdagangkan pada US$ 0,052.
Volume perdagangan harian token telah meroket lebih dari 1200% hingga mencapai US$ 936 juta, naik dari hanya US$ 71 juta sebelum pengumuman kemitraan. Volume perdagangan memuncak pada US$ 1,57 miliar, sebelum kembali ke level saat ini.
Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto!
DISCLAIMER: Bukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Hari ini (11/12), pasar Bitcoin dihebohkan dengan berita bahwa pemegang saham Microsoft menolak proposal investasi 1% dana perusahaan ke Bitcoin.
Proposal ini diajukan oleh National Center for Public Policy Research (NCPPR) dan didukung oleh Michael Saylor, presiden MicroStrategy, yang dikenal sebagai pendukung besar Bitcoin.
Namun, alasan utama penolakan ini adalah kekhawatiran akan volatilitas Bitcoin yang dinilai terlalu berisiko untuk stabilitas keuangan perusahaan sebesar Microsoft.
Keputusan ini dianggap sebagai sentimen negatif bagi Bitcoin, terutama di kalangan investor institusional yang melihat adopsi oleh perusahaan besar sebagai langkah penting dalam legitimasi Bitcoin.
Analisa Grafik Bitcoin: Fluktuasi Harga dan Level Kritis Hari Ini
Grafik harga Bitcoin hari ini 11 Desember 2024. Sumber: Tokocrypto.com.
Berdasarkan grafik BTC/USDT di atas, Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar 97,427.98 USDT, dengan volatilitas yang cukup tinggi dalam 24 jam terakhir. Harga terendah mencapai 94,256.54 USDT, sementara level tertinggi berada di 98,270 USDT.
Level support yang kuat tampaknya berada di 94,000 USDT, sementara resistance signifikan ada di kisaran 98,000 – 98,500 USDT. Aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan adanya tekanan jual dan beli yang signifikan, sejalan dengan berita besar hari ini.
Untuk investor pemula, penting untuk memahami bahwa fluktuasi harga ini adalah hal yang umum di pasar crypto.
Jika harga mampu menembus resistance, ini bisa menjadi sinyal bullish. Namun, jika turun di bawah support, tren bearish mungkin berlanjut.
Bagaimana Investor Harus Bereaksi terhadap Berita dan Tren Pasar Ini?
Dengan sentimen negatif dari penolakan Microsoft, penting untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
Pantau Level Support dan Resistance: Perhatikan apakah harga Bitcoin tetap di atas level support atau mencoba menembus resistance. Ini akan memberikan gambaran tentang arah tren selanjutnya.
Perhatikan Berita Lanjutan: Jika ada perusahaan besar lain yang memberikan komentar terkait Bitcoin, ini dapat memengaruhi sentimen pasar lebih lanjut.
Fokus pada Jangka Panjang: Meski berita ini membawa sentimen negatif, fundamental Bitcoin sebagai aset digital dengan potensi besar tidak berubah. Jika Anda adalah investor jangka panjang, ini bisa menjadi peluang untuk akumulasi.
Adakah Peluang di Balik Volatilitas Ini?
Meskipun berita penolakan Microsoft memberikan tekanan pada harga Bitcoin, volatilitas pasar juga membuka peluang bagi para trader untuk memanfaatkan pergerakan harga.
Bagi investor pemula, tetap fokus pada strategi investasi Anda dan jangan biarkan sentimen jangka pendek menggoyahkan keputusan jangka panjang Anda.
Dengan memahami level-level penting di grafik dan mengikuti berita Bitcoin terbaru, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak di pasar crypto yang dinamis ini.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Microsoft akan membuat keputusan penting tentang investasi Bitcoin pada 10 Desember di rapat pemegang saham. Amazon menerima usulan untuk mempertimbangkan Bitcoin di rapat tahunan pemegang saham 2025. Investasi Bitcoin oleh Microsoft dan Amazon menunjukkan tren yang semakin kuat untuk adopsi institusional Bitcoin sebagai aset strategis.
Microsoft Pertimbangkan Investasi Bitcoin pada Rapat Pemegang Saham
Menurut Cryptodnes, Pemegang saham Microsoft akan membuat keputusan penting pada 10 Desember terkait usulan investasi perusahaan dalam Bitcoin.
Usulan ini diajukan oleh sebuah think tank (suatu badan ahli yang memberikan saran dan ide tentang masalah politik atau ekonomi tertentu) yang percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi pelindung nilai terhadap inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Meski Bitcoin semakin populer di kalangan institusi besar, dewan Microsoft masih skeptis karena sifat spekulatif Bitcoin dan kebijakan investasi perusahaan yang sudah ada.
Amazon Akan Bahas Bitcoin di Rapat Pemegang Saham 2025
Berdasarkan informasi dari akun Tim Kotzman, Amazon juga menjadi sorotan setelah menerima usulan untuk menilai penambahan Bitcoin dalam keuangan perusahaan di rapat tahunan pemegang saham 2025.
Usulan ini diajukan oleh National Center for Public Policy Research, yang meminta Amazon untuk mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangannya.
Saat ini, belum ada keputusan resmi dari Amazon, tetapi ini menandai langkah besar yang menunjukkan minat institusi besar terhadap Bitcoin.
The National Center for Public Policy Research has submitted the attached shareholder proposal to https://t.co/Lve7Kg1nVI, Inc. for consideration at the 2025 annual shareholder meeting.
Mengapa Bitcoin Jadi Perhatian Microsoft dan Amazon?
Bitcoin semakin dianggap sebagai aset yang penting di tengah ketidakpastian global, menarik perhatian dua raksasa teknologi ini.
Nilai Bitcoin yang terus meningkat telah menarik banyak institusi besar karena dianggap sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi.
Meski sifat Bitcoin masih spekulatif, keputusan Microsoft dan Amazon untuk mempertimbangkannya bisa membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di kalangan perusahaan besar lainnya.
Kesimpulan dan Analisis
Pertimbangan Amazon dan Microsoft ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin menjadi bagian penting dari percakapan institusional, meskipun masih ada resistensi karena sifatnya yang spekulatif. Dengan investasi Bitcoin oleh Microsoft dan Amazon dalam pembahasan, langkah ini dapat menjadi katalis utama untuk adopsi yang lebih luas di masa depan.
Ikuti terus berita terbaru seputar Bitcoin dari Tokonews. Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.