Untuk bisa mendapatkan hasil tambang kripto yang maksimal, tentunya kamu membutuhkan software pendukung yang bisa memaksimalkan performa pendapatan. Saat ini sudah banyak software yang bisa dipilih untuk menambang kripto atau cryptocurrency mining.
Cryptocurrency mining merupakan sistem memverifikasi transaksi yang berlangsung menggunakan sistem keamanan yang disebut sebagai hash. Proses ini juga dikenal dengan Proof of Work (PoW). Cryptocurrency mining dapat dilakukan dengan bantuan berbagai software yang akan berinteraksi dengan mining hardware.
5 Pilihan Software Cryptocurrency Mining Terbaik
Seperti yang telah kita ketahui jika mining software akan membantu mining hardware dalam berinteraksi. Untuk itu, kamu akan membutuhkan software terbaik untuk memaksimalkannya. Berikut beberapa pilihan software cryptocurrency yang bisa digunakan.
MultiMiner
Ilustrasi software MultiMiner.
MultiMiner bisa dikatakan sebagai software yang paling direkomendasikan untuk pemula. MultiMiner merupakan sebuah Graphical User Interface (GUI) yang dikembangkan untuk cryptocurrency mining dalam Windows 10.
Jika kamu merupakan pengguna Linux dan MacOS, MultiMiner masih bisa digunakan namun membutuhkan aplikasi tambahan sebagai pendukung kinerja dari software ini.
Dengan menggunakan MultiMiner, kamu akan mengerjakan semuanya menjadi lebih mudah. Pada saat baru diinstal, MultiMiner akan memandu kamu dengan memberikan intruksi bagaimana cara untuk tersambung dengan sebuah pool.
Intruksi ini akan diberikan juga pada waktu kamu bisa memasukan informasi terkait dengan pool yang dipilih. Selain itu, software ini juga akan memberikan penjelasan pada istilah-istilah rumit yang mungkin tidak kamu mengerti. Itulah sebabnya, software ini sangat direkomendasikan bagi pemain pemula.
CGMiner
Ilustrasi software CGMiner.
Jika kamu sudah cukup mahir dalam menggunakan komputer, bisa memilih software CGMiner. Software ini biasanya lebih sering digunakan pada Linux. CGMiner dirancang menggunakan bahasa pemrograman C, yang berarti software ini dapat digunakan hampir dalam semua sistem operasi.
CGMiner juga akan mendukung berbagai macam pool, serta device yang mendukung tampilan command line. Dengan begitu, kamu bisa mengganti berbagai opsi hanya menggunakan keyboard saja.
Sayangnya, software ini tidak dilengkapi dengan GUI, sehingga lebih direkomendasikan bagi mereka yang sudah ahli dalam komputer.
EasyMiner
Ilustrasi software EasyMiner.
EasyMiner merupakan software hasil pengembangan dari CGMiner dan CPUMiner, sehingga memiliki GUI yang mudah digunakan seperti MultiMiner. Software ini akan menunjukan pada kamu mode MoneyMaker pada saat membukanya.
EasyMiner akan langsung membuat Litecoin Wallet kemudian memulai proses penambangan di sebuah private pool dengan bantuan CPUa. Karena memiliki GUI, maka EasyMiner memiliki tampilan navigasi yang akan memudahkan penggunanya.
Kamu dapat mengubah pool, mengatur sistem keamanan jaringan, hingga melihat dompet digital cukup dengan satu kali klik saja.
BitMinter dapat memberikan profit yang cukup tinggi bagi penggunanya. Hal ini karena software ini mudah diatur dan tidak banyak bertele-tele. BitMinter juga dapat digunakan pada semua sistem operasi komputer, baik itu Windows, Linux, ataupun MacOS.
BitMinter didesain khusus untuk pool spesifik sehingga memiliki proses pengaturan yang relatif sangat cepat. Ketika kamu terhubung dengan pool dan menginstal BitMinter, kamu bisa langsung melakukan cryptocurrency mining.
Pada dasarnya, software ini tidak berbayar. Namun, BitMinte akan meminta 1% penghasilan kamu sebagai komisi karena telah menambang menggunakan software tersebut.
BFGMiner
Ilustrasi software BFGMiner.
BFGMiner sedikit mirip dengan CGMiner, yakni tidak memiliki grafis yang sesuai bagi penambang yang baru bermain. Namun, BFGMiner dapat beroperasi hampir pada semua sistem komputer.
Perbedaan BFGMiner dengan CGMiner yaitu user BFGMiner dapat terhubung ke beberapa mining pool dan akan menghentikan sambungan pada pool yang tidak terjangkau. Dengan demikian, penambang tidak akna menghabiskan banyak uang untuk biaya listrik dan software.
Dari beberapa pilihan cryptocurrency mining di atas, sebaiknya kamu memilih sesuai level keahlian, agar software tersebut dioperasikan dengan lebih optimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Bitcoin dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining aset kripto. Ada banyak kemungkinan cara untuk melakukan mining aset kripto.
Tindakan ini dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain. Anda dapat menggunakan komputer mining khusus atau bahkan perangkat yang ada di rumah, seperti PC. Meskipun siapa saja dapat menjadi miner, tidak semua orang mendapatkan keuntungan darinya. Sebelum memulai mining, Anda harus belajar, memilih perangkat dan program yang tepat, serta melakukan penyesuaian praktis.
Pendahuluan
Sebelum memulai mining kripto, seseorang harus melakukan sedikit penelitian. Hal ini dikarenakan berbagai protokol dapat memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak khusus. Meskipun mining menarik berbagai macam orang ke ekosistem kripto karena kemungkinan imbal hasil yang tinggi, tindakan ini juga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam peran integral yang memungkinkan blockchain terdesentralisasi.
Mining aset kripto merupakan topik yang sangat teknis dan ada lebih dari satu cara untuk melakukannya. Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut dan memberikan konsep yang lebih praktis tentangnya.
Apa Itu Mining Aset Kripto?
Jaringan blockchain menggunakan mining untuk membuat dan memvalidasi blok transaksi baru serta mengamankan jaringan. Dalam prosesnya, miner menggunakan sumber daya komputasi dalam jumlah besar untuk membuat unit aset kripto baru sehingga meningkatkan suplai beredar.
Bitcoin, Litecoin (LTC), dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining aset kripto. PoW menentukan cara jaringan blockchain mencapai konsensus di antara semua peserta yang terdistribusi tanpa perantara pihak ketiga. Selain itu, PoW menyelesaikan masalah pengeluaran ganda untuk mencegah peserta jaringan menggunakan aset yang sama lebih dari sekali.
PoW dirancang untuk mendorong partisipasi jaringan yang baik. Miner bersaing dengan menyelesaikan teka-teki kriptografi yang kompleks dengan perangkat keras mining guna memenangkan hak untuk melakukan mining blok berikutnya. Miner pertama yang menemukan solusi valid dan mengonfirmasi blok transaksinya akan menerima imbalan. Oleh karena itu, proses ini memerlukan usaha dan biaya yang tinggi, tetapi juga menawarkan kompensasi.
Mining PoW juga membuat jaringan blockchain lebih terdesentralisasi. Blockchain dapat berfungsi sebagai buku besar terdesentralisasi karena komputer terdistribusi (node) yang begitu banyak di seluruh dunia mengelolanya. Dengan begitu, alih-alih memiliki satu database, sejumlah komputer yang saling terhubung tersebut menyimpan salinan data blockchain dan saling berkomunikasi untuk memastikan keabsahan di balik kondisi blockchain.
Namun, terdapat juga kemungkinan untuk mendisrupsi blockchain dengan serangan 51%. Meskipun sangat kecil kemungkinannya, khususnya untuk jaringan blockchain yang lebih besar, satu entitas atau organisasi dapat mengambil alih 50% daya komputasi jaringan berdasarkan teori. Jumlah daya mining tersebut akan memungkinkan penyerang untuk sengaja mengecualikan atau mengubah urutan transaksi, serta memungkinkan mereka untuk membalikkan transaksi mereka sendiri.
Potensi masalah lain dalam mining aset kripto berkaitan dengan keberlanjutan dan biayanya. Mining aset kripto memerlukan investasi yang besar, bukan hanya dalam perangkat keras melainkan juga dalam energi. Akibatnya, kebanyakan miner, khususnya yang melakukan mining Bitcoin (BTC), mengonsumsi listrik dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, jika seorang miner tidak memiliki akses ke sejumlah alat mining dan listrik yang murah, mining cenderung tidak akan menghasilkan keuntungan.
Jenis Mining Aset Kripto
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Miner menerima reward blok saat berhasil memvalidasi blok. Semakin besar daya komputasi yang dikontribusikan oleh miner ke jaringan, semakin besar kemungkinan untuk memvalidasi blok berikutnya. Meskipun begitu, karena semakin banyak miner yang terlibat, validasi blok memerlukan lebih banyak daya komputasi. Oleh karena itu, mining dapat menjadi terlalu mahal bagi miner individu.
Ada lebih dari satu cara untuk melakukan mining aset kripto. Jadi, mari kita bahas beberapa cara utama satu per satu agar Anda dapat memilih cara yang tepat, baik saat Anda berencana untuk melakukan mining secara individual maupun sebagai kelompok.
Mining ASIC
Sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC) adalah komputer yang dirancang untuk satu tujuan. Beberapa alat mining ASIC dapat sepenuhnya dikhususkan untuk mining aset kripto.
Ingat bahwa model ASIC baru dapat membuat desain yang lebih lama segera menjadi tidak menguntungkan. Selain itu, aset kripto yang tahan ASIC tidak dapat ditambang menggunakan miner ASIC.
Mining GPU
Berbeda dengan ASIC, unit pemrosesan grafis (GPU) dapat mencapai lebih dari satu tujuan. Umumnya, tugasnya dalam sebuah komputer adalah memproses gambar dan mengeluarkannya pada layar. Mining GPU menawarkan titik masuk yang mudah ke mining aset kripto, karena pengguna dapat melakukannya dengan perangkat keras yang lebih terjangkau dan tersedia seperti laptop standar. Meskipun Anda masih dapat melakukan mining sejumlah aset kripto alternatif dengan GPU, efisiensinya bergantung pada kesulitan dan algoritme mining.
Mining CPU
Unit pemrosesan pusat (CPU) adalah komponen utama yang mengoperasikan komputer. Mining CPU memungkinkan Anda untuk menggunakan daya yang tidak digunakan dari komputer untuk melakukan mining aset kripto. Bitcoin pun awalnya ditambang menggunakan CPU. Namun, kini CPU tidak lagi menjadi cara yang paling efisien untuk mining aset kripto karena keterbatasan dayanya.
Pool mining
Pool mining adalah sekelompok miner yang bergabung untuk menggabungkan daya komputasi mereka (juga dikenal sebagai tingkat hash). Karena peluang dalam menemukan blok baru meningkat, mereka dapat memperoleh lebih banyak reward secara kolektif dan berbagi hasilnya. Kebanyakan miner bergabung dengan pool mining untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
Solo mining
Solo mining adalah kebalikan dari pool mining karena tidak memerlukan partisipasi orang lain. Dalam solo mining, seorang miner mengeksekusi proses mining sendirian. Namun, khususnya dalam aset kripto utama, semakin sulit bagi miner individu untuk berhasil karena meningkatnya persaingan dari daya pemrosesan gabungan yang besar dari pool mining.
Mining cloud
Dalam cloud mining, pekerjaan komputasi diperoleh dari farm cloud mining. Cloud mining biasanya melibatkan membayar orang lain untuk melakukan mining atas nama Anda. Oleh karena itu, jenis ini dapat membuat proses mining lebih mudah untuk dimulai karena tidak diperlukan perangkat keras khusus untuk melakukan mining aset kripto.
Selain itu, para miner menyewa daya komputasi dari perusahaan yang dapat berlokasi di mana saja di dunia. Ini berarti tidak ada tagihan listrik atau masalah penyimpanan. Namun, pilihan ini juga berisiko karena tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan hasil dari investasi Anda. Banyak layanan semacam itu ternyata merupakan penipuan.
Bagaimana Cara Melakukan Mining Aset Kripto?
Mining berpotensi menjadi sumber pendapatan pasif. Anda dapat mengikuti panduan gambaran umum langkah demi langkah untuk mulai melakukan mining sendiri. Namun, ingat bahwa ada berbagai pendekatan dan teknik untuk mining. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut mungkin tidak efektif untuk beberapa metode mining dan metode lain mungkin memerlukan langkah tambahan.
Selain itu, perhatikan bahwa mining tidak selalu mudah atau menguntungkan, karena pengaruh fluktuasi harga aset kripto dan perubahan biaya energi. Mining mengharuskan Anda mengonfigurasi perangkat mining dengan benar dan menuntut sejumlah pengeluaran selain dari investasi awal agar dapat terus beroperasi.
1. Pilih aset kripto
Aset kripto memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kesulitan adalah upaya yang diperlukan oleh jaringan untuk menambang sebuah blok. Semakin banyak miner yang bergabung dalam jaringan, semakin tinggi persaingannya, sehingga tingkat kesulitan semakin tinggi. Sebaliknya, jika miner meninggalkan jaringan, tingkat kesulitan akan menurun, sehingga menambang blok baru menjadi lebih mudah.
Aset kripto terbesar memiliki persyaratan yang sangat sulit untuk dipenuhi, sehingga miner individu semakin sulit untuk menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, miner aset kripto seperti Bitcoin menggunakan ASIC yang kuat dan pool mining untuk meningkatkan peluang mendapatkan reward.
Praktik umum lainnya adalah menambang aset kripto Proof of Work (PoW) selain dari Bitcoin, seperti Dogecoin dan Ethereum Classic. Jaringan aset kripto alternatif mungkin tidak begitu padat dan menawarkan peluang yang lebih baik bagi miner kecil.
Aset kripto alternatif juga dapat menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi karena potensinya belum terungkap sepenuhnya. Selain itu, para miner dapat menggunakan metode mining yang lebih hemat energi karena tidak memerlukan daya komputasi yang sebesar itu.
Namun, perlu diingat bahwa mining aset kripto alternatif juga bisa lebih volatil. Dalam kondisi terburuk, protokol dapat dihack atau ditinggalkan, sehingga aset tersebut kehilangan nilainya. Selain itu, Anda mungkin perlu memperbarui perangkat mining dan mengeluarkan lebih banyak uang dari rencana awal karena popularitas aset tertentu meningkat. Misalnya, pada awalnya, miner bisa menggunakan laptop untuk menambang Bitcoin. Namun, sekarang laptop saja tidak cukup.
2. Pilih perangkat mining
Mining aset kripto dapat dianggap sebagai sebuah kompetisi. Dalam kompetisi mining, miner mendapatkan keuntungan dari perangkat keras mining yang kuat karena peluang untuk menambang blok berikutnya meningkat. Seperti yang telah disebutkan, miner ASIC dirancang untuk tujuan tertentu sehingga sering kali menjadi pilihan terbaik untuk mining aset kripto. Di sisi lain, GPU juga masih dapat digunakan dalam beberapa jaringan, tetapi efisiensinya tergantung pada tingkat kesulitan dan algoritme mining aset kripto.
Selain itu, terdapat juga beberapa aset kripto yang memerlukan perangkat mining yang dirancang khusus. Misalnya, miner aset kripto Helium menggunakan teknologi radio. Perangkat ini dipasang di tempat dengan pandangan yang tidak terhalang untuk memberikan jangkauan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, selalu pastikan jenis perangkat keras yang diperlukan untuk aset kripto yang ingin Anda tambang.
3. Atur dompet kripto
Anda juga perlu memiliki dompet kripto untuk menyimpan kunci dari aset kripto yang Anda dapatkan melalui proses mining. Setelah Anda mendapatkan sesuatu dari proses mining, perangkat lunak mining akan mentransfer reward ke alamat dompet kripto yang Anda tentukan. Misalnya, Anda dapat menggunakan Trust Wallet untuk menyimpan aset kripto dengan aman dan terhubung dengan ribuan proyek di berbagai blockchain.
4. Konfigurasikan perangkat mining
Mining aset kripto melibatkan pengunduhan perangkat lunak mining khusus. Cara terbaik untuk mengakses perangkat lunak ini adalah melalui situs web aset kripto yang ingin Anda tambang. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki perangkat lunak yang tepat untuk aset kripto tertentu dan menghindari program palsu.
Sebagian besar perangkat lunak mining tersedia secara gratis untuk diunduh dan digunakan. Selain itu, beberapa aset kripto memiliki beberapa pilihan perangkat lunak dan sering kali tersedia untuk berbagai sistem operasi. Praktik terbaik adalah selalu melakukan penelitian sendiri (DYOR) sebelum memilih perangkat lunak mining untuk memahami perbedaannya.
Bagian penting lainnya dalam menyiapkan perangkat mining adalah merencanakan strategi untuk memantau biaya listrik. Anda dapat memulainya dengan memeriksa tagihan listrik sebelumnya dan mengevaluasi berapa besar biaya mining yang akan Anda hadapi. Sayangnya, konsumsi energi dari perangkat mining dapat menyebabkan pengeluaran untuk listrik lebih besar daripada nilai yang dihasilkan dari mining.
Selain itu, ingatlah bahwa perangkat mining dapat menghasilkan suara bising dan panas. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menempatkan perangkat tersebut di lokasi yang aman agar tetap dingin dan beri tahu tetangga tentang kemungkinan adanya suara yang dihasilkan.
5. Coba ikuti pool mining
Pool mining dapat membantu miner individu dalam hal biaya perangkat keras dan listrik. Karena reward blok diberikan kepada miner pertama yang berhasil, peluang bagi seorang miner individu untuk menebak hash yang benar sangatlah kecil. Misalnya, meskipun Anda menjalankan beberapa ASIC yang kuat, Anda masih hanya menjadi bagian kecil dari total daya hashing Bitcoin.
Pool mining meningkatkan total daya hashing, sehingga peluang untuk menemukan blok berikutnya meningkat. Dengan kata lain, dengan menggabungkan daya hashing dengan pool mining, Anda dapat mendapatkan lebih banyak hasil daripada jika melakukan mining sendirian.
Pool mining biasanya memiliki koordinator yang mengelola para miner agar mereka tidak membuat kesalahan. Koordinator harus memastikan bahwa para miner menggunakan berbagai nilai nonce untuk menghindari pemborosan daya hashing. Koordinator juga bertanggung jawab untuk membagi reward mining kepada setiap anggota pool.
Apakah Mining Aset Kripto Layak Dilakukan?
Ilustrasi mining aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Mining adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan orang saat mencoba untuk menghasilkan arus pendapatan pasif. Aktivitas ini akan menjadi mudah setelah miner mengatur fungsi-fungsi dengan benar dan terhubung ke jaringan.
Namun, hal ini tentu saja tidak akan bersifat pasif sepenuhnya karena akan ada tugas seperti pemeliharaan perangkat keras, pembaruan perangkat lunak, pembayaran tagihan listrik, dll.
Meskipun dapat bersifat pasif, mining tidak selalu menguntungkan. Misalnya, volatilitas aset kripto dasarnya dapat menghasilkan reward keseluruhan yang lebih kecil daripada biaya listrik miner.
Profitabilitas operasi mining bergantung pada ukuran dan lokasinya. Misalnya, farm mining aset kripto terbesar ditempatkan secara strategis di negara dengan biaya listrik terendah. Selain itu, beberapa tempat juga memiliki harga listrik yang volatil yang dapat mengganggu aktivitas mining.
Mungkin diperlukan beberapa waktu agar Anda mulai menghasilkan dari aktivitas mining karena investasi awal yang besar dalam perangkat keras mining. Jadi, periode mining pertama adalah untuk menutup biaya tersebut.
Selain itu, seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, perangkat keras bisa menjadi tua dan tidak efisien, sehingga memunculkan beban tambahan. Oleh karena itu, mining aset kripto dapat memerlukan lebih banyak investasi dalam perangkat keras setelah investasi awal.
Beberapa orang memilih untuk melakukan mining aset kripto murni guna mendukung desentralisasi dan keamanan blockchain. Terkadang, mereka bahkan tidak berniat untuk menghasilkan laba.
Penutup
Mining adalah komponen penting untuk blockchain, karena aktivitas ini membantu jaringan sambil membuat dan memvalidasi blok transaksi baru. Siapa pun dapat memulai mining aset kripto, tetapi Anda harus mempertimbangkan biaya dan risikonya.
Mining juga memerlukan pengetahuan teknis tertentu, khususnya saat memperoleh dan mengatur perlengkapan mining. Anda harus melakukan penelitian sendiri dan memahami detail aset kripto yang ingin ditambang. Anda juga harus menyiapkan dompet kripto untuk menerima potensi reward mining.
Namun, ingat bahwa ekosistem kripto berubah dengan cepat. Jadi, pantau perkembangan dan pembaruan proyek karena hal tersebut dapat mengubah proses mining aset kripto.
Binance, exchange kripto terkemuka di dunia, telah mengumumkan rencana untuk memperluas dukungan keuangan kepada perusahaan yang terlibat dalam ekstraksi aset kripto. Proyek pinjaman baru-baru ini diresmikan menjadi platform mining pool.
Program ini akan membantu pertambangan Bitcoin dan penyedia infrastruktur sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan industri pertambangan. Mengingat kondisi pasar saat ini, Binance Pool meluncurkan proyek pinjaman US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun untuk mendukung penambang kripto dan penyedia infrastruktur digital.
“Sebagai salah satu mining pool kripto terkemuka di dunia, Binance Pool memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga ekosistem aset digital yang sehat,” kata Binance.
Platform mining pool, Binance Pool. Foto: Binance.
Ini adalah inisiatif pertama Binance Pool. Dengan proyek tersebut, perusahaan kripto global bertujuan untuk menawarkan layanan pembiayaan utang yang aman kepada perusahaan pertambangan Bitcoin (BTC) publik dan swasta dan infrastruktur aset digital di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Untuk mendapatkan akses ke pinjaman, peminjam harus menerima serangkaian syarat dan ketentuan seperti jangka waktu 18 hingga 24 bulan dan suku bunga berkisar antara 5% dan 10%. Penambang juga akan diminta untuk memberikan keamanan yang memuaskan bagi Binance, baik fisik maupun dalam bentuk aset digital.
Dalam pengumuman tersebut, bursa lebih lanjut mengungkapkan bahwa Binance Pool bermaksud untuk meluncurkan produk cloud mining. Karena kekuatan hash penambangan awan akan langsung dibeli dari penambangan Bitcoin dan penyedia infrastruktur digital, Binance Pool mencari vendor cloud mining untuk bekerja dengannya, platform perdagangan menjelaskan.
Binance Pool adalah salah satu entitas terkemuka di sektor pertambangan berdasarkan hashrate, bersama dengan Foundry USA, Antpool, F2pool, dan Viabtc.
Setelah penurunan pada 27 September lalu, yang pertama dalam dua bulan berturut-turut, kesulitan penambangan Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada 10 Oktober, seperti yang dilaporkan Bitcoin.com, membuatnya lebih sulit dari sebelumnya untuk mencetak BTC , kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Rencana perpindahan Ethereum dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS) masih belum selesai. Itu sebabnya, hingga saat ini Ethereum masih dapat diperoleh lewat penambangan atau yang biasa di sebut dengan mining layaknya Bitcoin, lho.Para penggemar Ethereum, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Yuk, intip penjelasan mengenai cara mining ethereum berikut ini!
Apa Itu Mining Ethereum?
Mining Ethereum adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan sejumlah ETH, selain dengan membelinya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memecahkan suatu teka-teki matemtika untuk kemudian memverifikasi transaksi yang terjadi, sehingga terdapat satu blok yang bertambah dalam blockchain.
Kemudian, apabila transaksi tersebut berhasil terverifikasi, maka si penambang atau miner akan mendapatkan sejumlah imbalan dalam bentuk ETH. Hingga saat ini, jumlah imbalan per blok adalah 2 ETH ditambah dengan transaksi dan gas fee yang telah dibayarkan.
Lalu, apa bedanya dengan mining Bitcoin?
Modifikasi Ethereum adalah hal yang membuat penambangan Ethereum berbeda dengan Bitcoin. Sebab, Ethereum sudah didesain agar kegiatan mining lebih efisien dengan memanfaatkan perangkat bernama Graphic Processing Unit (GPU) saja. Sementara itu, dalam mining Bitcoin diperlukan perangkat khusus yang dinamakan Application System-Integrated Circuit (ASIC) yang cenderung lebih mahal dan kelas berat.
Hal ini dikarenakan Ethereum ingin memberikan kesempatan bagi para penambang perseorangan mencobanya di rumah. Meskipun masih tetap dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan penambangan akan berhasil. Ditambah lagi, supply Ethereum tidak terbatas seperti Bitcoin dan telah dilakukan pemotongan imbalan blok, sehingga penurunan nilainya tidak akan terlalu drastis.
Selain itu, Ethereum juga sedang dalam proses migrasi ke mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) dan akan selesai dalam waktu dekat. Jika Ethereum sudah sepenuhnya menggunakan PoS, kegiatan mining sudah tidak bisa lagi dilakukan dan berubah menjadi staking.
3 Cara Mining Ethereum yang Bisa Dipilih
Dalam menambang Ethereum, terdapat 3 cara yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan miner, yaitu:
1. Solo Mining
Cara pertama adalah dengan melakukan mining secara perseorangan. Cara ini memang terlihat mudah, karena tidak ada biaya yang perlu dibayar dan jika berhasil, hasil mining bisa dinikmati sepenuhnya. Akan tetapi, cara satu ini sebenarnya sangat bergantung pada kemampuan perangkat komputer yang digunakan untuk mining, lho. Sehingga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Para miner harus memiliki hardware dengan kualitas yang mumpuni, bahkan membutuhkan beberapa GPU. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan biaya listrik, perawatan perangkat, hingga tempat untuk melakukan mining. Sehingga, cara ini dianggap kompleks dan memiliki peluang yang lebih sedikit untuk berhasil, apalagi jika hanya menggunakan perangkat yang seadanya atau dilakukan oleh miner pemula.
2. Pool Mining
Berbeda dengan solo mining, cara mining ethereum satu ini dilakukan secara bersama-sama dalam suatu wadah yang disebut dengan poolatau kolam. Tiap kali ada seseorang yang berhasil mendapat imbalan hasil memecahkan teka-teki matematika, maka imbalan tersebut akan dibagi rata kepada setiap anggota dalam pool. Terdengar lebih mudah, bukan?
Memang, pool mining sangat cocok untuk para miner pemula yang tidak memiliki perangkat yang cukup canggih. Akan tetapi, tidak semua pool memiliki nilai yang setara, lho. Jadi, Anda wajib memperhatikan 3 hal ini sebelum memutuskan untuk bergabung, yaitu ukuran, biaya, dan jumlah terkecil yang bisa ditarik dari pool. Jika tidak sesuai, Anda bisa mencoba mencari pool yang lain.
3. Cloud Mining
Nah, cara terakhir adalah dengan cloud mining, yaitu mempekerjakan seseorang untuk melakukan mining. Bagaimana bisa? Nah, caranya adalah dengan menyewa seseorang yang memiliki perangkat komputer yang canggih dan bersedia untuk melakukan mining. Nantinya, imbalan dari keberhasilan mining akan diberikan untuk Anda.
Cara mining ethereum ini dianggap lebih menguntungkan karena Anda tidak memiliki tanggung jawab besar dalam proses teknis mining. Anda hanya perlu membayar biaya sewa yang biasanya sudah mencakup biaya listrik dan perawatan perangkat.
Namun, Anda juga harus tetap berhati-hati dalam memilih jasa cloud mining, ya. Sebab, hampir seluruh transaksi dilakukan secara online dan tidak semua jasa bisa dipercaya. Untuk itu, lebih baik Anda memilih platform cloud miningyang cukup besar dan dapat dipercaya.
3 Platform untuk Menambang Ethereum
1. MinerGate
Platform penambangan berupa mining pool yang satu ini sangat cocok digunakan oleh para miners pemula, nih. Sejak peluncurannya pada 2014 lalu, MinerGate masih menjadi pilihan banyak miners, totalnya sekitar 5.1 juta pengguna di seluruh dunia melansir Software Testing Help, dikarenakan memiliki tampilan yang jelas beserta tools yang lengkap dan mudah dioperasikan. MinerGate memiliki 2 jenis penambang, yaitu Graphical User Interface (GUI) dan Console.
Kelebihan lainnya adalah di MinerGate, tidak hanya ETH saja yang bisa ditambang oleh pengguna, tetapi juga aset kripto lain seperti Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), hingga yang terbaru ada ICON Representative (ICX). MinerGate berencana untuk terus menambahkan aset kripto lain dan mendukung mekanisme konsensus lain seperti PoS.
2. NiceHash
Platform selanjutnya dianggap sebagai salah satu pionir dalam kegiatan cloud mining, dikarenakan sudah dirilis sejak 2014 lalu. Sebagai platform cloud mining, NiceHash telah digunakan oleh lebih dari 650 ribu pengguna dari seluruh dunia setiap harinya. NiceHash juga dilengkapi banyak fitur yang bermanfaat, seperti kemampuan cloud mining menggunakan lebih dari 30 algoritma.
NiceHash juga memungkinkan para penggunanya untuk memantau aktivitas mining secara real time. Selain itu, para pengguna NiceHash tidak diikat dengan perjanjian khusus, sehingga para pengguna yang ingin membatalkan sewa dapat melakukannya tanpa dipotong biaya pembatalan layaknya marketplace.
3. NBMiner
Terakhir adalah platform bernama NBMiner yang bisa dimanfaatkan oleh para solo miners, khususnya yang memiliki perangkat kartu grafis NVIDIA LHR. Ditambah lagi, baru-baru ini NBMiner melakukan pembaruan yang meningkatkan performa mining hingga 70 persen, yaitu melalui pemanfaatan mode LHR terbaru yang bisa meningkatkan hash rate.
Selain ETH, NBMiner juga bisa digunakan dalam menambang aset kripto lainnya seperti Zilliqa (ZIL), Grin (GRIN), juga Conflux (CFX). NBMiner dapat beroperasi dengan baik di dua sistem operasi besar, yaitu Windows juga Linux, sehingga para miners tidak perlu khawatir.
Sekarang, Anda sudah paham, kan, mengenai cara menambang Ethereum? Ternyata, memang tidak semudah yang dibayangkan, ya. Akan tetapi jangan khawatir, karena Anda masih bisa mendapatkan ETH dengan investasi! Tentunya di exchangeyang terpercaya dan sudah resmi terdaftar di Bappebti seperti Tokocrypto.
Ingin mempunyai penghasilan tanpa bekerja secara aktif? Yang kamu butuhkan adalah mempunyai pasif income. Pasif income atau pendapatan pasif adalah “Gaji” yang bisa didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang telah dia lakukan tanpa perlu aktif dalam kegiatan tersebut. Banyak orang bilang bahwa mempunyai pasif income merupakan kerja secara cerdas. Namun, gimana sih caranya memperoleh pasif income? Pasif income hadir saat kamu sudah mempunyai aset dalam suatu bidang. Namun, untuk mencapainya anda juga perlu bekerja keras untuk membangun pasif income tersebut. Kegigihan untuk mencapai suatu titik demi mempunyai suatu pendapatan pasif akan lebih sulit, tapi akan sebanding dengan apa yang akan kamu dapat. Dunia yang terus berkembang membuat anda mempunyai berbagai macam pilihan untuk membuat pasif income anda. Mulai dari menyewakan properti, membuat suatu brand sampai investasi pada jaringan mata uang kripto untuk mendapatkan pasif income tersebut.
Ya, salah satu pasif income yang bisa kamu dapatkan adalah dengan berinvestasi pada jaringan salah satu mata uang kripto, atau yang biasa disebut dengan Staking Aset Crypto. Staking merupakan cara mendapatkan penghasilan tambahan dari aset crypto yang kamu punya. Caranya untuk mendapatkan aset kripto tersebut dengan mempertaruhkan sejumlah uang kripto yang dimiliki dan diberikan ke dalam sistem.
Mata uang kripto yang dikunci/disetorkan tersebut akan mendukung sistem untuk menyelaraskan ekosistem. Singkatnya adalah jika banyak user yang ikut staking pada suatu jaringan, maka jaringan tersebut akan lebih memiliki reputasi yang berkualitas. Begitu sebaliknya, jika banyak user melakukan jual-beli (trading) lalu pindah ke mata uang kripto lainya tanpa ikut staking maka jaringan tersebut tidak berkembang dan investasi anda akan merugi.
Proses Staking aset ini sederhana mirip seperti konsep deposito, dimana anda akan memberikan sejumlah uang kepada bank untuk dikelola dan anda nantinya akan dapat bunganya. Selain menambang, staking menjadi cara yang cukup mudah untuk mendapatkan pasif income dari mata uang kripto.
Menambang Aset Kripto
Menambang atau MiningBitcoin secara sederhana merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang/kelompok untuk memecahkan atau memiliki blok mata uang kripto baru. Untuk mining, Penambang harus menggunakan perangkat software dan hardware, lalu penambang secara individu/berkelompok akan memecahkan sejumlah algoritma. setelah itu, penambang akan mendapatkan imbalannya berupa mata uang yang ditambang tersebut.
Lending Aset Kripto
Lending Aset Kripto adalah suatu pemberian pinjaman mata uang kripto anda kepada investor atau trader lainya. Ada beberapa platform lending p2 (per-to-per) yang memungkinkan anda untuk memberikan pinjaman pada periode tertentu. Sehingga anda bisa mendapatkan bunga dari pinjaman tersebut.
Program Afiliasi
Selanjutnya untuk mendapatkan pasif income dari mata uang kripto adalah dengan mengundang pengguna baru untuk berinvestasi pada jaringan marketplace kripto. Biasanya para exchange (marketplace) mata uang kripto akan memberikan reward untuk anda jika mengundang pengguna baru.
Airdrops
Mirip seperti program afiliasi, Airdrops adalah strategi marketing para exchange (marketplace) mata uang kripto untuk mengembangkan bisnisnya. Biasanya perusahan exchange cryptocurrency memberikan tugas tertentu seperti melakukan follow, like dan comment ataupun bergabung dengan sebuah grup media sosial perusahaan tersebut kemudian membagikannya di Facebook atau platform media sosial yang lain.
Setelah mengetahui beberapa poin diatas mengenai pasif income bitcoin atau mata uang kripto. Sekarang saatnya anda untuk melakukanya, segera mulai investasi cryptocurrency bersama Tokocyrpto dan dapatkan pasif income anda. Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi kami di media sosial @Tokocrypto atau melalui website www.tokocrypto.com
Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoinyang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!
Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?
Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.
Lalu, berapa harga 1 koin LTC?
Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low.
Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022.
Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia.
Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchangeseperti Tokocrypto, hingga mining.
Apa itu Litecoin mining?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto.
Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.
Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.
Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?
Litecoin miningadalahproses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya.
Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.
Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!
Solo Mining
Seperti namanya, solo miningberarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu?
Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu.
Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining.
Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.
Pool Mining
Jenis kedua adalah lewat pool miningatau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki.
Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.
Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.
Cloud Mining
Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud miningberarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya.
Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.
Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin.
Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.
Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?
Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!
Pilih jenis mining
Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.
Sediakan sejumlah dana dan waktu
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining.
Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah.
Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni
Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi.
Gunakan layanan mining yang terpercaya
Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin. Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!
Bitcoin merupakan aset kripto (cryptocurrency) pertama di dunia yang cukup menggiurkan sebagai investasi. Keuntungan dari mata uang kripto ini bisa ratusan kali lipat. Tetapi taukah kamu ternyata terdapat cara mendapatkan Bitcoin dengan mudah yang disebut dengan mining. Untuk mengetahui cara mining bitcoin, yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Untuk mendapatkan bitcoin adalah dengan membelinya dari penyedia layanan exchange. Caranya sama seperti membeli mata uang atau saham asing di bank secara online. Namun, selain dengan membelinya.
Ada cara lain, yakni Anda juga dapat menambangnya. Hal ini kerap dikenal dengan istilah mining bitcoin atau menambang bitcoin. Lantas seperti apakah cara mining Bitcoin? Simak penjelasannya!
Lalu Apa sih Mining Bitcoin itu?
Mining bitcoin adalah cara orang mendapatkan Bitcoin dengan menggunakan komputer pintar untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit, dan sebagai kompensasinya, mereka mendapatkan beberapa koin Bitcoin.
Proses yang rumit tersebut seringkali diibaratkan sebagai proses layaknya menambang emas. Proses pemecahan matematika ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menambah blok baru dalam sistem transaksi bitcoin (blockchain).
Nah hasil dari penambangan itu ada dua.
Pertama, saat komputer memecahkan matematika yang rumit ini di dalam jaringan bitcoin, maka mereka akan menghasilkan bitcoin baru.
Kedua, dengan menyelesaikan masalah matematika komputasi, penambang bitcoin membuat jaringan pembayaran bitcoin yang dapat dipercaya dan aman dengan memverifikasi informasi transaksinya.
Keuntungan Menambang Bitcoin:
Banyak berita orang mining Bitcoin, tapi apa keuntungannya? Ada dua yaitu rewards Bitcoin hasil menambang Bitcoin dan potensi dari kenaikan harga Bitcoin.
Selain 2 keuntungan di atas, dengan menjadi bagian dari proses mining, Anda juga membantu menjaga jaringan Bitcoin agar tetap aman dan berjalan lancar.
Tidak hanya cuan, tapi menambang Bitcoin pun ada tantangannya yaitu biaya-biaya yang tidak sedikit seperti listrik, perangkat dll, kemudian perawatan komputer dan software, yang terakhir adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi.
Jadi Anda harus memiliki dana yang cukup dan pengetahuan tentang software/hardware untuk menambang Bitcoin.
Apakah Menambang Bitcoin Legal di Indonesia?
Di Indonesia, status hukum mining Bitcoin belum ada penjelasan khusus. Namun, saat ini, pemerintah menegaskan bahwa Bitcoin/aset kripto lainnya tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran, tapi bisa digunakan sebagai aset yang bisa diperdagangkan.
Sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018 perihal Tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Pengaturan Aset Kripto (Crypto Asset) Sebagai Komoditi yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka. Aset kripto tetap dilarang sebagai alat pembayaran, namun sebagai alat investasi dapat dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
4 Cara Mining Bitcoin
Dilansir dari 99bitcoins.com, ketika menambang bitcoin dibutuhkan perangkat lunak atau software yang beragam serta komputer super canggih yang disebut dengan Application Specific Integrated Circuit (ASIC) untuk menyelesaikan algoritma rumit dalam proses menambangnya. Berikut beberapa cara dalam menambang bitcoin yang bisa Anda ketahui:
1. Pool Mining
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk mining bitcoin, Anda memerlukan berbagai peralatan canggih yang harganya tentu tidak murah. Selain itu, listrik yang diperlukan ketika menjalankan peralatan tersebut tentunya cukup besar. Makanya, bagi penambang pemula disarankan menggunakan cara pool mining ini.
Pool mining sendiri merupakan berbagi penggunaan peralatan yang digunakan untuk menambang. Supaya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, namun mendapatkan hasil yang maksimal.
Karena menambang dilakukan bersama-sama, maka hasilnya pun akan dibagi bersama kepada tiap orang yang berkontribusi. Walaupun pada pool mining terdapat biaya yang dibebankan ketika akan bergabung dengan kolam tersebut, tetapi ia menawarkan hasil yang lebih cepat dan lebih konsisten, karena canggihnya peralatan.
2. Cloud Mining
Cloud mining merupakan proses pembelian CPU power dari data center yang menggunakan perlengkapan untuk aktivitas mining bitcoin. Keuntungan menggunakan cara ini adalah Anda tak perlu membeli peralatan yang mahal dan tidak terjangkau.
Mudahnya, cara ini diartikan seperti Anda menyewa keperluan menambang dengan mengandalkan internet. Beberapa situs provider cloud mining terpercaya antara lain: Bitcoin Pool, Genesis Mining, atau Hashflare.
Solo mining dilakukan dengan mining bitcoin sendirian. Dengan menggunakan cara ini, hasil yang didapatkan memang lebih maksimal. Tapi, biaya yang dibutuhkan untuk mining bitcoin juga tidaklah murah. Ini disebabkan Anda harus menyiapkan dana yang cukup banyak untuk membeli peralatan yang dibutuhkan.
Dalam penambangan bitcoin yang menggunakan komputer, tentunya , tentunya dibutuhkan hardware dan software yang mendukung. Terdapat 2 Graphic Processing Unit atau GPU yang bagus untuk menambang aset kripto, yaitu NVDIA dan AMD, dan untuk motherboard diperlukan yang paling sedikit memiliki 6 slot PCle untuk mengakomodasi GPU-nya.
Sedangkan tugas utama dari mining software yaitu memonitori statistik dari para penambang. Biasanya statistik yang ditampilkan antara lain, kecepatan penambang, suhu, hashrate, dan juga kecepatan kipas dari hardware yang digunakan. CGMiner atau Software EasyMiner software yang bisa Anda coba.
4. Menggunakan Aplikasi pada Handphone
Mining bitcoin erat kaitannya dengan penggunaan komputasi yang canggih. Namun siapa yang menyangka, kini menambang bisa menggunakan aplikasi di handphone Anda! Walaupun jumlah bitcoin yang didapatkan tak kalah besar dengan cara mining lainnya, mining menggunakan aplikasi dapat memudahkan Anda mendapatkan bitcoin kapan saja dan dimana saja. Adapun aplikasi yang bisa Anda gunakan antara lain: MinerGate, Crypto Miner, AA Miner, Neon Miner atau Droid Miner.
Apakah Biaya Mining Bitcoin Gratis?
Tidak, mining Bitcoin tidak gratis. Proses mining Bitcoin memerlukan investasi yang cukup besar. Apa saja biaya yang diperlukan untuk mining Bitcoin?
Pembelian Perangkat Khusus
Anda perlu memiliki komputer khusus yang disebut “rig” atau “miner” yang dirancang khusus untuk mining Bitcoin. Rig ini memiliki perangkat keras yang kuat dan mahal, seperti prosesor grafis (GPU) atau sirkuit terpadu aplikasi khusus (ASIC) yang dirancang khusus untuk mining.
Biaya Listrik
Mining Bitcoin membutuhkan banyak listrik karena komputer-komputer ini harus bekerja keras untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit. Biaya listrik bisa jadi sangat tinggi, terutama jika Anda tinggal di daerah dengan tarif listrik tinggi.
Biaya Perawatan
Selain perangkat keras dan listrik, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya perawatan dan pemeliharaan perangkat komputer Anda.
Komputer mining bisa panas dan memerlukan pendinginan yang baik.
Persaingan Tinggi
Semakin banyak orang yang bergabung dalam proses mining Bitcoin, semakin tinggi pula tingkat persaingannya.
Artinya Anda harus bersaing dengan miner lainnya untuk memecahkan teka-teki dan mendapatkan Bitcoin.
Persaingan yang tinggi ini bisa membuat kompensasi dari mining menjadi kurang menguntungkan.
Biaya Jaringan Internet
Anda tidak bisa melakukan proses mining tanpa jaringan internet. Oleh karena itu, Anda perlu memperhitungkan biaya langganan internet bulanan.
Biaya transfer
Terkadang ada biaya transaksi yang harus Anda bayarkan ketika Anda ingin mentransfer Bitcoin yang Anda hasilkan dari mining ke dompet crypto Anda.
Jadi, meskipun Anda bisa mendapatkan Bitcoin melalui mining, tapi proses mining itu tidak gratis. Anda perlu membayar perangkat keras, listrik, dan biaya lainnya. Keuntungan dari mining Bitcoin juga akan tergantung pada berbagai faktor, termasuk biaya dan hasil yang diperoleh.
Apakah hasil mining Bitcoin bisa ditukar dengan Rupiah?
Ya, hasil dari mining Bitcoin bisa ditukar dengan uang Rupiah. Tapi caranya tergantung dimana Anda melakukan penukaran. Pastikan Anda menukar Bitcoin ke Rupiah di tempat pertukaran crypto yang aman dan legal.
Secara umum berikut langkah-langkah untuk menukar Bitcoin dengan uang Rupiah :
crypto exchange yang legal selalu membutuhkan proses KYC/verifikasi identitas sebelum Anda dapat melakukan penarikan atau menukarkan Bitcoin dengan uang fiat. Ini melibatkan mengunggah dokumen identitas pribadi seperti paspor atau SIM.
3. Transfer Bitcoin
Setelah akun Anda di bursa kripto aktif, Anda dapat mentransfer Bitcoin yang Anda hasilkan dari dompet digital Anda ke akun di bursa tersebut.
4. Menjual Bitcoin
Setelah Bitcoin Anda masuk di akun, sekarang Anda dapat menjual Bitcoin tersebut dengan mata uang Rupiah (IDR). Anda dapat menentukan harga jual sesuai dengan pasar atau menggunakan fitur perdagangan yang ditawarkan oleh bursa.
Itulah beberapa cara mining bitcoin yang perlu Anda ketahui. Tertarik untuk mengetahui informasi lainnya? Kunjungi Tokonews dari Tokocrypto sekarang juga, ya!
Mining Kripto telah menjadi fenomena yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu aspek yang membedakan kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan sebagainya, adalah proses mining atau penambangan yang melibatkan para penambang kripto.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa sebenarnya mining kripto, mengapa hal ini penting, dan bagaimana cara kerjanya.
Apa Itu Mining Kripto?
Mining kripto adalah proses yang kompleks yang memungkinkan transaksi kripto divalidasi dan ditambahkan ke dalam blockchain, yang merupakan basis data terdistribusi yang mengamankan jaringan kripto.
Mengapa mining kripto penting? Apa manfaatnya?
Ini beberapa alasannya:
1. Untuk menjaga keamanan dan desentralisasi kripto.
Mining kripto memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan desentralisasi kripto seperti Bitcoin.
Ini dilakukan melalui mekanisme konsensus Proof of Work (PoW).
Dalam proses ini, transaksi pengguna diverifikasi dan ditambahkan ke buku besar publik yang dikenal sebagai blockchain.
Dengan demikian, mining menjadi elemen yang vital dalam memungkinkan Bitcoin beroperasi tanpa otoritas pusat yang diperlukan.
2. Untuk menambah pasokan kaoin yang ada.
Operasi mining juga bertanggung jawab untuk menambah pasokan koin yang ada. Namun, mining kripto mengikuti serangkaian aturan dengan kode tetap yang mengatur proses mining dan mencegah penciptaan koin baru secara sembarangan.
Aturan ini terintegrasi dalam protokol dasar kripto dan ditegakkan oleh ribuan node yang ada dalam jaringan.
Untuk menciptakan unit kripto baru, para penambang (miners) menggunakan daya komputasi mereka untuk memecahkan teka-teki kriptografi yang rumit.
Penambang pertama yang berhasil memecahkan teka-teki tersebut berhak menambahkan blok transaksi baru ke dalam blockchain dan menyebarluaskannya ke seluruh jaringan.
Karakteristik utama mining kripto adalah…
Mining kripto melibatkan penggunaan daya komputasi yang tinggi untuk memecahkan algoritma matematika kompleks. Dalam hal ini, penambang kripto menggunakan perangkat keras komputer khusus yang disebut sebagai “rigs” untuk melakukan proses komputasi yang rumit.
Tujuan utama dari penambangan adalah untuk menemukan blok baru yang berisi transaksi yang valid dan menyusunnya ke dalam blockchain.
Proses ini melibatkan persaingan di antara penambang untuk menemukan solusi matematika yang benar, dan penambang pertama yang berhasil menyelesaikannya akan diberikan hadiah dalam bentuk kripto.
Dalam beberapa kasus, hadiah tersebut juga dapat berupa biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna kripto saat melakukan transaksi.
Dengan cara ini, mining kripto tidak hanya memvalidasi transaksi, tetapi juga menciptakan aset kripto baru dan menjaga keamanan jaringan secara keseluruhan.
Saat transaksi baru terjadi, transaksi tersebut dikirim ke dalam sebuah kumpulan yang disebut pool memori. Tugas seorang penambang adalah memverifikasi keabsahan transaksi yang tertunda ini, kemudian mengaturnya menjadi blok.
Secara analogi, kita dapat menganggap blok sebagai halaman dalam buku besar blockchain. Di dalamnya, beberapa transaksi dicatat bersama dengan data lainnya.
Lebih spesifik lagi, para penambang bertanggung jawab untuk mengumpulkan transaksi yang belum dikonfirmasi dari pool memori, kemudian menggabungkannya menjadi blok kandidat.
Selanjutnya, para penambang berusaha untuk mengubah blok kandidat ini menjadi blok yang valid dan terkonfirmasi.
Untuk melakukannya, mereka harus memecahkan masalah matematika yang kompleks dan membutuhkan sumber daya komputasi yang besar.
Namun, setiap kali seorang penambang berhasil menambang sebuah blok, mereka akan menerima hadiah berupa blok yang berisi kripto baru yang telah diciptakan, ditambah dengan biaya transaksi. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang cara kerjanya.
Langkah 1: Hashing transaksi
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Langkah pertama dalam proses mining blok adalah mengambil transaksi yang tertunda dari pool memori, kemudian melakukan fungsi hashing pada setiap transaksi secara terpisah.
Setiap kali sejumlah data dijalankan melalui fungsi hashing, akan dihasilkan output berukuran tetap yang disebut hash.
Dalam konteks mining, hash dari setiap transaksi terdiri dari serangkaian angka dan huruf yang berfungsi sebagai identifikasi. Hash transaksi merepresentasikan semua informasi yang terkandung dalam transaksi tersebut.
Selain melakukan hashing dan mencatat setiap transaksi secara terpisah, para penambang juga menambahkan sebuah transaksi khusus. Dalam transaksi tersebut, mereka mengirimkan hadiah blok kepada diri mereka sendiri.
Transaksi ini disebut sebagai transaksi coinbase yang menciptakan koin baru. Pada umumnya, transaksi ini adalah yang pertama dicatat dalam sebuah blok baru, diikuti oleh transaksi-transaksi tertunda lainnya yang menunggu validasi.
Langkah 2: Membangun Pohon Merkle
Setelah setiap transaksi menjalani proses hashing, hash tersebut diatur dalam sebuah struktur yang disebut Pohon Merkle (atau juga dikenal sebagai pohon hash). Pohon Merkle terbentuk dengan menyusun hash-hashi transaksi menjadi pasangan-pasangan, lalu menjalankan fungsi hashing pada pasangan-pasangan tersebut.
Selanjutnya, output hasil hashing tersebut diatur kembali menjadi pasangan-pasangan, kemudian menjalani proses hashing sekali lagi. Proses ini diulang hingga akhirnya terbentuk sebuah hash tunggal. Hash terakhir ini dikenal sebagai root hash (atau Merkle root) dan pada dasarnya merupakan hash yang mewakili semua hash sebelumnya yang digunakan dalam proses pembentukannya.
Pohon Merkle mengatur hash-hashi transaksi menjadi pasangan-pasangan, kemudian menjalankan fungsi hashing pada pasangan-pasangan tersebut.
Langkah 3: Mencari Header Blok (Hash Blok) yang Valid
Header blok berfungsi sebagai pengenal unik untuk setiap blok yang terpisah. Dengan kata lain, setiap blok memiliki hash yang unik.
Ketika menciptakan blok baru, para penambang menggabungkan hash blok sebelumnya dengan root hash dari blok kandidat yang mereka miliki, untuk menghasilkan hash blok baru. Mereka juga harus menyertakan sebuah angka acak yang disebut nonce.
Dalam usaha untuk memvalidasi blok kandidat, seorang penambang harus menggabungkan root hash, hash blok sebelumnya, dan nonce, kemudian memasukkan semuanya ke dalam fungsi hashing. Tujuan mereka adalah untuk melakukannya berulang kali hingga berhasil menghasilkan hash yang valid.
Hash blok sebelumnya dan root hash tidak dapat diubah, sehingga penambang harus mencoba berbagai nilai nonce hingga menemukan hash yang valid.
Agar dianggap valid, output (hash blok) harus memiliki nilai yang lebih kecil dari target tertentu yang ditentukan oleh protokol. Dalam mining Bitcoin, hash blok harus dimulai dengan sejumlah angka nol — hal ini dikenal sebagai tingkat kesulitan mining.
Langkah 4: Penyebaran Blok yang Ditambang
Seperti yang kita ketahui sekarang, penambang harus melakukan hashing pada header blok berulang kali dengan menggunakan berbagai nilai nonce. Mereka melakukannya hingga menemukan hash blok yang valid.
Setelah itu, penambang yang berhasil menemukannya akan menyebarluaskan blok tersebut ke jaringan. Semua node lain akan memeriksa keabsahan blok dan hash-nya. Jika valid, mereka akan menambahkan blok baru tersebut ke dalam salinan blockchain mereka.
Pada titik ini, blok kandidat telah menjadi blok yang terkonfirmasi, dan semua penambang melanjutkan dengan miningblok berikutnya. Penambang yang tidak berhasil menemukan hash yang valid tepat waktu akan membuang blok kandidat mereka dan kompetisi mining akan dimulai kembali.
Bagaimana Jika Terjadi Persaingan Antara Dua Blok yang Ditambang Secara Bersamaan?
Kadang-kadang, dua penambang mengumumkan blok yang valid secara bersamaan, menyebabkan persaingan antara dua blok dalam jaringan.
Akibatnya, jaringan akan memiliki dua versi blockchain yang bersaing untuk sementara waktu. Para penambang kemudian akan mulai mining blok berikutnya berdasarkan blok yang mereka terima lebih awal, yang mengakibatkan pemisahan jaringan menjadi dua cabang.
Persaingan antara blok-blok ini akan berlanjut sampai blok berikutnya ditambang di atas salah satu blok yang bersaing.
Ketika blok baru ditambang, blok yang dianggap sebagai yang sebelumnya akan diakui sebagai pemenang. Blok yang tidak terpilih ini disebut sebagai blok yatim (orphan block) atau blok ketinggalan, dan semua penambang yang mining blok tersebut akan beralih ke mining di atas cabang blockchain yang berhasil.
Apa Kesulitan Mining?
Kesulitan mining diatur secara teratur oleh protokol untuk memastikan kecepatan pembuatan blok baru yang konsisten, sehingga pengeluaran koin baru tetap stabil dan dapat diprediksi. Kesulitan diatur secara proporsional terhadap daya komputasi (hash rate) yang ada dalam jaringan.
Dengan cara ini, ketika penambang baru bergabung atau persaingan meningkat, kesulitan hashing akan meningkat sehingga waktu rata-rata antara pembuatan blok tidak berkurang.
Sebaliknya, jika banyak penambang meninggalkan jaringan, kesulitan hashing akan menurun sehingga mining blok baru menjadi lebih mudah. Penyesuaian ini menjaga waktu pembuatan blok tetap konstan, terlepas dari total daya hashing dalam jaringan.
Baca juga:
Jenis-jenis Mining Kripto
Ilustrasi perusahaan penambang kripto.
Ada beberapa metode yang digunakan dalam melakukan mining kripto. Perangkat keras dan prosesnya berkembang seiring munculnya perangkat keras baru dan algoritma konsensus. Berikut adalah beberapa metode mining yang umum digunakan.
Mining CPU
Mining dengan menggunakan Unit Pemrosesan Pusat (CPU) melibatkan penggunaan CPU komputer untuk melakukan fungsi hashing yang diperlukan dalam PoW. Pada awalnya, biaya dan hambatan untuk melakukan mining rendah.
Kesulitannya dapat ditangani oleh CPU biasa, sehingga siapa pun bisa mencoba mining Bitcoin dan kripto lainnya.
Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah penambang dan hash rate jaringan, mining dengan CPU menjadi semakin sulit menghasilkan keuntungan.
Selain itu, munculnya perangkat keras khusus untuk mining (ASIC) dengan daya pemrosesan yang lebih tinggi membuat mining dengan CPU hampir tidak menguntungkan lagi. Saat ini, mining dengan CPU bukanlah pilihan yang efisien karena hampir semua penambang menggunakan perangkat keras khusus.
Baca juga:
Mining GPU
Mining dengan menggunakan Unit Pemrosesan Grafis (GPU) dirancang untuk memproses berbagai aplikasi sekaligus.Meskipun GPU umumnya digunakan untuk keperluan gaming atau rendering grafis, mereka juga dapat digunakan untuk mining.
GPU relatif terjangkau dan lebih fleksibel dibandingkan dengan perangkat keras khusus mining ASIC yang populer.
GPU masih bisa digunakan untuk mining beberapa altcoin, tetapi efisiensinya tergantung pada tingkat kesulitan dan algoritma mining yang digunakan.
Baca juga:
Mining ASIC
ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) merupakan perangkat keras khusus yang dirancang untuk tujuan mining kripto tertentu.
Mining dengan menggunakan ASIC terkenal karena efisiensinya yang tinggi, tetapi perangkat ini juga memiliki harga yang mahal. Karena miner ASIC berada di garis depan perkembangan teknologi mining, biaya satu unit ASIC jauh lebih tinggi daripada CPU atau GPU.
Selain itu, kemajuan teknologi ASIC yang terus menerus membuat model-model lama menjadi tidak menguntungkan dengan cepat, sehingga perlu diganti secara teratur. Meskipun tanpa memperhitungkan biaya listrik, mining dengan menggunakan ASIC merupakan salah satu metode yang paling mahal.
Pool Mining
Sejak penambang pertama berhasil mendapatkan hadiah blok, peluang untuk menemukan hash yang valid sangat kecil. Penambang dengan daya hash yang kecil memiliki kemungkinan sangat rendah untuk menemukan blok sendiri. Pool mining memberikan solusi untuk masalah ini.
Pool mining adalah sebuah kelompok penambang yang menggabungkan sumber daya (hashing power) mereka untuk meningkatkan kemungkinan memenangkan hadiah blok. Ketika pool berhasil menemukan blok, hadiah dibagi di antara penambang dalam pool berdasarkan kontribusi mereka.
Pool mining dapat menguntungkan bagi penambang individu dalam hal perangkat keras dan biaya listrik, tetapi dominasinya dalam mining telah menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan 51% pada jaringan.
Baca lebih lengkap:
Apa itu Mining Bitcoin dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Bitcoin adalah contoh yang paling terkenal dan mapan dari kripto yang dapat ditambang. Proses mining Bitcoin didasarkan pada algoritma konsensus Proof of Work (PoW).
PoW adalah mekanisme konsensus blockchain awal yang diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto dalam whitepaper Bitcoin pada tahun 2008. Singkatnya, PoW menentukan cara jaringan blockchain mencapai konsensus di antara partisipan terdistribusi tanpa adanya pihak ketiga sebagai perantara.
Hal ini dicapai dengan mewajibkan penggunaan daya komputasi yang signifikan untuk memberikan insentif kepada para penambang dan mencegah serangan jahat.
Seperti yang telah kita bahas, dalam jaringan PoW, transaksi diverifikasi oleh para penambang yang bersaing untuk memecahkan teka-teki kriptografi kompleks menggunakan perangkat keras khusus.
Penambang pertama yang berhasil menemukan solusi yang valid dapat menyebarkan blok transaksi ke dalam blockchain dan menerima hadiah blok sebagai imbalan.
Jumlah kripto dalam hadiah blok bervariasi antara satu blockchain dengan yang lain. Sebagai contoh, dalam blockchain Bitcoin, penambang dapat menerima hadiah blok sebesar 6,25 BTC per Maret 2023. Namun, karena mekanisme halving Bitcoin, jumlah BTC dalam hadiah blok akan berkurang setengahnya setiap 210.000 blok (sekitar setiap empat tahun).
Apakah Mining Kripto Menguntungkan pada Tahun 2025?
Mungkin Anda dapat menghasilkan uang melalui mining kripto, tetapi ini melibatkan pertimbangan, manajemen risiko, dan penelitian yang cermat. Aktivitas ini juga melibatkan investasi dan risiko, seperti biaya perangkat keras, volatilitas harga kripto, dan perubahan protokol kripto.
Untuk mengurangi risiko, penambang sering menerapkan praktik manajemen risiko dan mengevaluasi potensi biaya dan manfaat mining sebelum memulai.
Profitabilitas mining kripto bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah perubahan harga kripto. Ketika harga kripto naik, nilai fiat dari hadiah mining juga meningkat. Namun, sebaliknya, jika harga turun, profitabilitas juga akan menurun.
Efisiensi perangkat keras mining juga menjadi faktor penting dalam menentukan profitabilitas mining. Perangkat keras mining bisa mahal, jadi penambang harus mempertimbangkan biaya perangkat keras dengan potensi hadiah yang bisa diperoleh. Biaya listrik juga perlu dipertimbangkan.
Jika biaya listrik terlalu tinggi, bisa melebihi pendapatan yang dihasilkan dan membuat mining menjadi tidak menguntungkan.
Selain itu, perangkat keras mining mungkin perlu ditingkatkan secara teratur karena menjadi usang dengan cepat. Model baru seringkali mengungguli yang lama. Jika penambang tidak memiliki anggaran untuk mengupgrade perangangkat keras mereka, mereka akan kesulitan bersaing.
Yang terakhir, tetapi tak kalah pentingnya, adalah perubahan pada tingkat protokol. Sebagai contoh, mekanisme halving Bitcoin dapat mempengaruhi profitabilitas mining dengan memotong setengah hadiah untuk mining blok setiap beberapa tahun.
Selain itu, Ethereum telah beralih sepenuhnya dari PoW ke mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) pada September 2022, yang berarti mining tidak lagi diperlukan.
Kesimpulan
Mining kripto merupakan bagian penting dari Bitcoin dan blockchain PoW lainnya karena menjaga keamanan jaringan dan stabilitas pembuatan koin baru. Selain itu, mining bisa menjadi sumber pendapatan pasif bagi para penambang. Namun, perlu diingat bahwa mining memiliki kelebihan dan kelemahan.
Keuntungan yang mungkin didapat terutama berasal dari hadiah blok. Namun, potensi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti biaya listrik dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, sebelum memulai mining kripto, penting untuk melakukan riset sendiri (DYOR) dan mengevaluasi semua risiko potensial yang terkait.