Tag: minum jamu

  • Long Weekend Cobain Packrafting di Bantul, Bisa Minum Jamu Juga



    Bantul

    Libur long weekend, traveler bisa mencoba permainan packrafting yang seru di sungai Opak, Bantul. Selesai main, traveler bisa minum jamu yang menyegarkan.

    Sungai Opak yang berada di Canden, Jetis, Bantul menawarkan spot untuk permainan rafting buat traveler. Wisatawan bisa menikmati sensasi menyusur Sungai Opak menggunakan packrafting.

    Untuk menuju titik start susur sungai ini, wisatawan harus melintasi area persawahan. Namun jangan khawatir, jalur menuju ke titik start sudah bagus sehingga bisa dilalui mobil.


    Sesampainya di titik start, pengunjung akan disambut pemandu susur sungai. Nantinya pemandu meminta setiap pengunjung mengenakan rompi pelampung, helm, dan satu packrafting.

    Setelah itu, pemandu mengajak pengunjung untuk melakukan pemanasan dan cara menggunakan dayung terlebih dahulu sebelum akhirnya menyusuri jalan setapak hingga sampai di pinggir Sungai Opak.

    Suasana susur Sungai Opak menggunakan packrafting di Canden, Jetis, Bantul, Rabu (16/4/2025).Suasana susur Sungai Opak menggunakan packrafting Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

    Setelah sampai di pinggir Sungai Opak, pengunjung akan langsung diajak untuk naik ke atas packrafting dan diminta untuk mendayung terlebih dahulu.

    Apabila sudah terbiasa, pengunjung mulai mengikuti pemandu untuk menyusuri Sungai Opak. Penyusuran Sungai tersebut terbilang cukup menantang karena arusnya yang cukup kuat, namun tidak perlu khawatir karena di barisan depan dan belakang ada pemandu yang mengawasi.

    Bebatuan yang ada di Sungai tersebut menjadi tantangan tersendiri karena bisa merubah arah laju packrafting. Sehingga pengunjung harus bisa mengendalikannya dengan dayung, di mana jika mau ke arah kanan maka sisi kiri packrafting yang didayung begitu pula sebaliknya.

    Lurah Canden, Bejo WTP mengatakan susur Sungai Opak menggunakan packrafting mulai dirintis sejak tahun 2022 silam. Dia sengaja menggandeng para penambang pasir liar untuk mengelola wisata itu.

    “Terus buat susur sungai pakai packrafting ini dan dapat bantuan dari pemerintah sampai swasta,” katanya di Canden, Bantul beberapa waktu lalu.

    Meski arusnya Sungai Opak cukup deras, Bejo menyebut kegiatan itu tidak menegangkan. Namun pengunjung tetap merasakan sensasi yang lain dibandingkan rafting biasa, sebab satu packrafting hanya digunakan untuk satu pengunjung.

    “Jadi pengunjung yang takut air juga tidak perlu khawatir, karena wisata susur sungai ini tidak menonjolkan adrenalin sebagai nilai jualnya. Tapi sensasi mendayung packcrafting secara individual yang menjadi nilai tersendiri,” ujarnya.

    Secara teknis, pengunjung bisa memilih long trip dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer dengan garis finis di Potrobayan, Pundong, Bantul. Sedangkan short trip dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer. Untuk longtrip dikenakan biaya Rp 150 ribu per orang. Selanjutnya untuk short trip Rp 125 ribu per orang.

    “Untuk longtrip pengunjung nanti berhenti di rest area pinggir sungai dan mencicipi jamu, jajanan tradisional serta makan siang. Kalau short trip di rest area hanya mencicipi jamu dan jajanan tradisional saja,” ucapnya.

    Seusai main packrafting, beragam minuman jamu yang menyegarkan untuk wisatawan juga jadi daya tarik tersendiri. Menyoal alasan memberi jamu di rest area kepada pengunjung, Bejo mengaku karena di Canden terdapat kampung Kiringan. Di mana kampung tersebut sebagian besar bekerja sebagai penjual jamu.

    “Kenapa kami menyajikan kamu karena di sini ada kampung yang isinya penjual jamu. Jadi sekalian kami kenalkan ke pengunjung kalau penjual jamu di Kota Jogja itu asalnya dari Kiringan,” ujarnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Manfaat Sehat Jamu, Minuman Tradisional Indonesia Sejak Abad ke-19


    Jakarta

    Indonesia punya racikan minuman tradisional kebanggaan, jamu. Mengonsumsi jamu mendatangkan banyak manfaat sehat, termasuk untuk meningkatkan imunitas tubuh.

    Jamu punya sejarah panjang karena konon sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha. Mengutip buku Jamu Gendong Solusi Sehat Tanpa Obat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tradisi meramu dan mengonsumsi jamu diyakini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.

    Bahkan tradisi tersebut tergambar dalam relief-relief yang menggambarkan pembuatan dan penggunaan jamu pada beberapa candi terkenal di Indonesia, termasuk Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Penataran, Candi Sukuh, dan Candi Tegalwangi.


    Catatan mengenai jamu juga tertulis dalam Serat Centhini pada abad ke-19, tepatnya 1814 M dan Kawruh Bab Jampi-Jampi Jawi (1858 M) yang berisi 1.734 resep ramuan jamu. Dahulu yang mengonsumsi jamu hanya keluarga kerajaan, tapi kemudian merambah ke masyarakat umum.

    Menariknya, jamu dulu hanya diracik oleh ‘orang pintar’ atau orang yang dianggap punya kekuatan spiritual, seperti wiku atau dukun. Penjualan jamu dengan cara digendong diyakini dimulai pada masa Kerajaan Mataram Islam, di mana praktik pengobatan oleh para wiku melibatkan ramuan jamu dan doa-doa.

    Kemudian jamu juga jadi bagian erat dalam upacara-upacara pada masa kerajaan Majapahit. Ada delapan jenis jamu yang dikonsumsi oleh raja dan putra-putri keraton.

    Jenis-jenis jamu tersebut melibatkan kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, uyup-uyup, gepyokan, dan sinom. Keseluruhan jamu ini memiliki manfaat untuk menjaga kebugaran, merawat kecantikan, serta melambangkan delapan arah mata angin dan simbol Surya Majapahit.

    Lantas apa saja manfaat konsumsi jamu?

    Dikutip dari Verywell Health (5/2/2025), ahli gizi Stephani Johnson dan pakar kesehatan Matthew Badgett mengungkap keistimewaan jamu, seperti berikut:

    1. Mengurangi peradangan sistemik

    Semua bahan di dalam jamu bagus untuk kesehatan .Kandungan kunyit memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang mendukung kesehatan sendi, fungsi kekebalan tubuh, serta fungsi otak.

    Jahe juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan. Menurut Badgett, jahe juga terbukti membantu mengatasi mual.

    Selain itu, jika jamu ditambah dengan bahan asam Jawa dan serai, maka manfaatnya lebih luas lagi.

    Kandungan asam Jawa juga kaya akan antioksidan, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Serai juga memiliki kandungan antioksidan, vitamin, dan kaya akan mineral. Serai juga bisa mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan, serta mengurangi peradangan.

    2. Menyehatkan pencernaan

    Jika pencernaan sering terganggu, tak ada salahnya minum jamu. Kandungan jahe di dalamnya mampu mengatasi masalah mual, perut kembung, dan pencernaan tidak lancar.

    Selain itu, kandungan kunyit di dalamnya juga tinggi akan serat yang bisa membantu buang air besar secara teratur.

    3. Meningkatkan kekebalan tubuh

    Jamu juga memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
    Johnson mengungkap kalau pola makan kaya antioksidan dapat menetralkan molekul berbahaya yang dapat mengalahkan sistem imun dan membuat seseorang sakit.

    Lebih lanjut ia mengatakan kalau penelitian terbaru telah menyoroti peran penting mikrobioma usus dalam kesehatan dan fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan.

    Terkait hal tersebut, bahan-bahan di dalam jamu, terutama jahe dan serai telah dikaitkan dengan peningkatan mikrobioma usus sehat, yang mampu mendukung kekebalan tubuh.

    Meskipun uji klinis belum mengaitkan minum jamu dengan fungsi kekebalan tubuh lebih baik, tetapi minum jahe bisa membantu seseorang yang menderita gejala flu dan batuk menjadi lebih baik.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com