Tag: minuman

  • Pakar Ungkap 7 Minuman yang Bisa Bantu Bakar Lemak, Perut Mendadak Auto Rata

    Jakarta

    Tidak ada yang mau memiliki perut buncit. Selain merusak penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit dan membahayakan kesehatan.

    Untungnya, menghilangkan perut buncit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain dengan rajin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    Pertanyaannya, minuman apa yang bisa membantu proses tersebut? Ahli diet teregistrasi Trista Best, MPH, RD, LD, mengatakan minuman untuk membantu menurunkan berat badan itu umumnya terbuat dari sayur atau buah, dan beberapa jenis teh tertentu.


    Penting diingat, hanya mengonsumsi minuman-minuman ini saja tidak cukup untuk menghilangkan perut buncit. Minuman-minuman ini dapat membantu mempercepat penurunan berat badan apabila dipadukan dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.

    Lalu, apa saja jenisnya? Dikutip dari Eat This, berikut daftar minuman yang bisa membantu memangkas lemak dan menghilangkan perut buncit.

    1. Teh hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama katekin yang ada pada minuman tersebut.

    Katekin juga berperan dalam menurunkan berat badan. Antioksidan ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, sensitivitas insulin, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

    “Teh hijau mengandung antioksidan dan senyawa, seperti katekin, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak,” ujar Best.

    2. Air lemon

    Best menuturkan air lemon mengandung vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Air lemon juga dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu menekan nafsu makan dan mencegah overeating.

    “Dia (lemon) juga menambah rasa pada air biasa membuatnya lebih nikmat untuk diminum,” ucap Best.

    3. Air timun

    Selain nikmat sebagai lalapan, timun juga bisa diolah menjadi minuman untuk membantu menghilangkan perut buncit. Best menjelaskan campuran air dan timun dapat membantu mengelola berat badan dan menghidrasi tubuh.

    Tak hanya itu, timun juga rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

    4. Air jahe

    Tak hanya sebagai penyedap masakan, jahe juga kerap diolah menjadi obat alami untuk beragam penyakit. Bahkan, air jahe juga dikonsumsi untuk membantu menghilangkan perut buncit.

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Air jahe juga dapat mengatasi kembung yang membuat perut terlihat buncit sementara.

    “Jahe memiliki sifat anti peradangan dan bisa membantu pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi kembung dan membuat perut rata,” tutur Best.

    5. Teh peppermint

    Sama seperti air jahe, teh peppermint dapat membantu mengurangi gas lambung, kembung, dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat membuat perut menjadi lebih nyaman dan tampak lebih rata.

    “Teh peppermint dapat meredakan ketidaknyamanan akibat masalah pencernaan dan mengurangi kembung, membuatnya jadi pilihan yang tepat untuk membuat perut lebih rata,” kata Best.

    6. Air kelapa

    Meski tidak secara langsung menyasar lemak perut, air kelapa dapat membantu meningkatkan fungsi metabolisme, mencegah retensi air, mengurangi kembung, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Air kelapa adalah minuman alami yang kaya akan elektrolit dan dapat mencegah dehidrasi, serta menyeimbangkan cairan tubuh,” ucap Best.

    7. Air putih

    Sesimpel air putih saja ternyata juga mampu membantu menghilangkan perut buncit. Best mengatakan memulai hari dengan minum air putih dapat melancarkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Studi juga mengungkapkan minum air sebelum makan dapat mencegah overeating atau makan secara berlebihan. Adapun jumlah air yang disarankan adalah 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari.

    “Tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu mengurangi nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendukung metabolisme,” tandas Best.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 6 Rekomendasi Jus untuk Bakar Lemak Perut, Auto Bikin Langsing!

    Jakarta

    Menjaga asupan makanan memang penting untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan bentuk tubuh ideal. Selain makanan, mengonsumsi jus dari buah dan sayur juga bisa membantu menurunkan berat badan.

    Tak hanya kaya akan serat yang membantu membakar lemak, jus buah dan sayur juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan. Lantas, apa saja jus yang bisa membantu membakar lemak di perut dan bikin cepat langsing? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar jus yang patut dicoba.

    1. Jus Wortel

    Jus wortel tak hanya baik untuk mata, tapi juga efektif untuk membakar lemak di perut. Wortel mengandung serat yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.


    Tak hanya itu, wortel juga kaya akan senyawa bernama karotenoid. Sebuah studi menemukan orang yang mengonsumsi minuman kaya akan karotenoid dapat mengalami penurunan lemak di perut secara signifikan.

    2. Jus Bit

    Jus bit sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan, dan hal tersebut bukan tanpa alasan. Bit kaya akan serat yang dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu dalam mengelola berat badan.

    Selain itu, bit juga mengandung nitrat yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot, serta mengurangi tekanan darah.

    3. Jus Seledri

    Selain sebagai penyedap masakan, seledri juga dapat diolah menjadi jus pembakar lemak. Seledri termasuk sayuran yang rendah kalori. Sejumlah studi menunjukkan konsumsi makanan dan minuman yang rendah kalori dapat membantu membakar lemak dan menurunkan berat badan.

    Seledri juga kaya akan antioksidan serta senyawa lain yang dapat mengurangi stres oksidatif dan mengatasi peradangan di dalam tubuh.

    4. Jus Bayam dan Kale

    Bayam dan kale juga kerap diolah menjadi jus untuk menurunkan berat badan. Bayam mengandung serat yang sangat tinggi. Di sisi lain, kale termasuk sayuran yang padat nutrisi, tinggi serat, serta rendah kalori.

    Kandungan serat dan nutrisi yang berasal dari kedua sayuran tersebut sangat bermanfaat dalam mempercepat proses penurunan berat badan.

    5. Jus Delima

    Tak sekadar minuman yang menyegarkan, jus delima juga dapat membantu membakar lemak dan menurunkan berat badan. Pasalnya, jus delima memiliki kalori rendah dan serat yang cukup tinggi.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan jus delima dapat mencegah lonjakan gula darah dan ‘sugar crash’ yang dapat memicu rasa lapar berlebihan.

    6. Jus Kubis

    Mungkin banyak yang tidak familiar dengan jus kubis. Tidak heran memang, mengingat sayuran ini lebih sering dijadikan sebagai lalapan untuk menemani makan.

    Namun, khasiat jus kubis tidak bisa dianggap remeh, terutama untuk menurunkan berat badan. Dikutip dari NDTV Food, jus kubis dapat membantu membersihkan dan mempercepat pembuangan limbah dari saluran pencernaan. Hal ini membantu proses penurunan berat badan lebih cepat.

    Selain itu, kandungan serat yang ada pada jus kubis dapat memperlambat proses penyerapan makanan, sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah dua hal paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Selain itu, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat pembakaran lemak dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Salah satunya adalah teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

    Pertanyaannya, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa menurunkan berat badan? Berikut penjelasan dari pakar nutrisi di Balance One Supplements, Trista Best RD.


    Sebelumnya, mari kita telaah dulu khasiat teh hijau dalam menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, teh hijau adalah minuman penghancur lemak yang kaya akan kandungan antioksidan.

    Sebuah penelitian pada 2021 menyebutkan teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Meskipun ini bukan solusi yang instan, menjadikan minum teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian dapat melengkapi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk pengelolaan berat badan yang sehat.

    Selain itu, kandungan kafein yang ada pada teh hijau juga turut berperan dalam membantu menurunkan berat badan.

    “Salah satu faktor kuncinya adalah kandungan kafeinnya, stimulan alami yang dikenal untuk meningkatkan metabolisme sementara. Peningkatan laju metabolisme ini dapat memfasilitasi pembakaran lebih banyak kalori, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan,” terang Best.

    Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum untuk Turun BB?

    Lantas, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa mendapatkan khasiat tersebut?

    Sebuah penelitian pada 2013 menemukan orang yang mengonsumsi hingga empat cangkir teh hijau dalam sehari dapat mengalami penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah yang cukup signifikan. Namun, Best menegaskan setiap orang memiliki jumlah optimal yang berbeda-beda.

    “Menentukan jumlah optimal teh hijau untuk menurunkan berat badan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan toleransi terhadap kafein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat,” ujarnya.

    Best juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan. Sebab, kandungan kafein pada teh hijau dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti insomnia, gelisah, peningkatan detak jantung, dan masalah pencernaan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Waspada! 5 Asupan Pemicu Kecemasan Ini Sebaiknya Dihindari


    Jakarta

    Kecemasan yang dialami dapat merujuk pada stres dan mengganggu. Untuk mencegah kecemasan hindari mengonsumsi beberapa makanan dan minuman ini secara berlebihan.

    Kecemasan merupakan salah satu gangguan yang seringkali terjadi terutama ketika seseorang merasa tertekan. Dampaknya orang-orang yang cemas berlebihan akan lebih mudah stres dan kehilangan fokus untuk melakukan aktivitasnya.

    Kecemasan bisa diatasi dengan latihan pernapasan maupun dicegah dengan asupan Makanan dan minuman yang tepat. Menurut penelitian yang dipublikasi pada EBioMedicine pada Maret 2017 disebutkan bahwa asupan Makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar untuk kadar stres seseorang.


    Ada beberapa Makanan dan minuman enak yang disarankan untuk dihindari konsumsinya karena dapat memicu kecemasan. Perhatikan daftarnya baik-baik dan hindari beberapa Makanan dan minuman tertentu ini agar bebas dari rasa cemas.

    Baca juga: Seorang Artis Tertangkap Kamera Jual Makanan di Pasar, Ini Menunya

    Berikut ini 5 Makanan dan minuman pemicu kecemasan menurut Livestrong:

    Waspada! 5 Asupan Pemicu Kecemasan Ini Sebaiknya DihindariKandungan kafein pada teh dan kopi dapat memicu kecemasan dan meningkatkan stres. Foto: Getty Images/iStockphoto/Domepitipat

    1. Kopi dan Teh

    Teh dan kopi memiliki kandungan kafein yang cukup berpengaruh pada kondisi kesehatan mental seseorang. Walaupun kadar kafein pada teh tak sebanyak kopi tetapi jika dikonsumsi terus menerus dan berlebihan dampaknya akan sama buruk.

    “Kafein dikenal sebagai stimulan untuk membuat seseorang tetap aktif. Tetapi (kafein) juga berkontribusi terhadap hormon pemicu stres dan kecemasan seperti kortisol, dopamin, adrenalin, dan adenosin,” kata Catherine Gervacio selaku ahli gizi.

    Sebuah pengamatan dilakukan pada April 2021 untuk melihat efek konsumsi kafein pada siswa. Hasilnya mereka yang terbiasa minum kopi justru memiliki gejala kecemasan dan depresi yang lebih tinggi.

    2. Minuman Soda

    Rasa minuman soda yang segar di tenggorokan tidak sesegar efek samping yang dihasilkan. Soda dapat mengganggu fungsi maksimal otak dan memicu hormon stres untuk diproduksi.

    Fakta ini didapatkan dari efek kandungan gula yang berlebihan pada soda. Untuk sekaleng soda saja ditemukan setidaknya 9 sendok teh gula menurut laporan 2020-2025 Dietary Guidelines for Americans.

    Pernyataan tersebut diperkuat dengan penelitian yang dipublikasi pada jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews pada Agustus 2019. Semua ahli sepakat konsumsi gula dapat merusak fungsi otak dan memicu berbagai gejala kecemasan hingga depresi berat.

    Makanan dan minuman pemicu kecemasan lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Minuman berenergi

    Seringkali diandalkan untuk memicu produksi energi, banyak pegiat kebugaran yang terlalu mengandalkan minuman berenergi. Minuman ini begitu banyak untuk ditemukan dengan mudah pada minimarket maupun toko-toko swalayan.

    Tetapi perpaduan gula dan kafein yang tinggi di dalamnya dengan mudah meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Menurut Sports Health yang melakukan penelitiannya pada Mei 2021, tidur cukup akan lebih ampuh untuk mengurangi kecenderungan untuk minum minuman berenergi.

    Selain itu lebih lanjutnya juga dapat mencegah stres yang ditimbulkan dari konsumsi minuman berenergi berlebihan. Efek jangka panjang yang dikhawatirkan ahli adalah para pegiat olahraga justru akan kehilangan fokus dan mengalami gangguan mood jika terlalu banyak konsumsi minuman berenergi.

    4. Alkohol

    Waspada! 5 Asupan Pemicu Kecemasan Ini Sebaiknya DihindariEfek menenangkan pada alkohol hanya bersifat sementara, selebihnya justru memicu kecemasan berlebih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Domepitipat

    Bagi penikmatnya alkohol sekadar minuman yang cocok untuk mengisi waktu-waktu bersantai. Mulai dari berbincang, menemani camilan, atau bahkan ketika berpesta dengan orang-orang terdekat.

    Bahkan banyak orang yang menyebutkan alkohol menjadi temannya saat stres melanda. Sayangnya alkohol yang melalui proses fermentasi justru tidak terlalu baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

    menurut pengamatan pada American Journal of Lifestyle Medicine pada Januari 2021 lalu konsumsi alkohol justru dapat meningkatkan kecemasan. Hal ini lantaran alkohol dapat menyerap nutrisi dari dalam tubuh sehingga mengganggu kesehatan usus dan mengacaukan pengaturan hormon di dalam otak.

    5. Camilan ringan

    Ketika memiliki waktu luang paling enak ditemani dengan beberapa camilan yang gurih atau manis. Tetapi European Journal of Nutrition pada 2019 justru menyebutkan orang-orang yang kecanduan camilan akan lebih mudah stres.

    Walaupun ketika membuka kemasan camilan rasanya seperti mengangkat sebagian kecemasan dan stres faktanya kandungan di dalam makanan olahan dapat memicu stres. Lemak, gula tambahan, garam dan perasa makanan menjadi salah satu yang memicu gangguan psikologi.

    “Mengonsumsi makanan yang tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan pelepasan hormon adrenalin yang dapat memicu stres,” lanjut Gervacio.

    Baca juga: 5 Kuliner Malam yang Enak dan Mengenyangkan di Pasar Modern BSD

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • 7 Efek dari Minum Kopi Setiap Hari, Baik atau Buruk?

    Jakarta

    Minum kopi setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Dampak rutin minum kopi bisa signifikan bagi kesehatan tubuh. Mulai dari manfaat kesehatan hingga potensi risiko.

    Tahukah detikers apa saja yang terjadi pada tubuh jika kamu rutin mengonsumsi kopi? Yuk simak ulasan mengenai minuman berkafein ini dalam mempengaruhi tubuh.

    Efek dari Minum Kopi Setiap Hari

    1. Mendukung Kesehatan Otak

    Setelah minum kopi atau kafein apa pun, kita mungkin akan merasa lebih terjaga. Menurut laporan 2015 dalam Practical Neurology, dalam jumlah sedang, kopi bisa membantu fokus dan mencegah rasa kantuk.


    Pendiri dan CEO NY Nutrition Group dan penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz, RDN, mengungkapkan bahwa kafein mengikat reseptor di otak untuk memblokir rasa lelah.

    Selain itu, kopi juga mendukung fungsi kognitif dan memori. Hasil dari meta-analisis Juni 2017 di Clinical Nutrition, menunjukan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan tingkat yang lebih rendah dari demensia, Alzheimer, serta penurunan gangguan kognitif lainnya.

    Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna memahami cara kafein dan kopi secara khusus bekerja di otak sepenuhnya.

    2. Membantu Memberi Perlindungan pada Jantung

    Efek minum kopi setiap hari selanjutnya yaitu mungkin disertai manfaat untuk melindungi jantung.

    Menurut studi Circulation: Heart Failure Februari 2021, setidaknya minum 1 cangkir kopi berkafein sehari dikaitkan dengan lebih rendahnya insiden gagal jantung.

    Tapi, ada jenis kopi yang diminum mempengaruhi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kalau jenis kopi yang tidak disaring, mungkin tidak bisa melindungi kesehatan jantung.

    Misal, dalam sebuah studi tahun 2020 di European Journal of Preventive Cardiology, menyebut orang dewasa berusia di atas 60 tahun yang minum kopi tanpa saringan berisiko lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Hal ini terjadi jika dibandingkan teman-teman mereka yang minum kopi, dengan saringan atau tidak minum kopi sama sekali.

    3. Meningkatkan Kadar Kolesterol

    Kopi juga memiliki pengaruh pada kadar kolesterol. Diterpen adalah zat berminyak dalam kopi, yang bisa menghambat kemampuan alami tubuh untuk memproses dan menghilangkan kolesterol.

    “Meskipun penelitian ini sebagian besar masih dalam tahap studi skala kecil, kami melihat lemak dalam biji kopi, utamanya cafestol dan kahweol (senyawa dalam minyak kopi), bisa menyebabkan peningkatan kolesterol, terutama LDL atau kolesterol ‘jahat’,” ungkap Kylene Bogden, RDN, salah satu pendiri FWDfuel.

    Namun, dosis diterpena tergantung dari seberapa banyak kopi yang diminum dan bagaimana seseorang menyeduhnya.

    Salah satu penelitian tahun 2018 oleh C Condon, dkk, yang dimuat dalam Heart, menemukan kaitan dengan kolesterol tinggi pada orang yang minum 4 atau lebih porsi kopi sehari.

    Diterpen lebih banyak ada pada kopi yang tidak disaring, seperti French press jika dibandingkan dengan kopi yang disaring.

    “Saat kopi melewati penyaring kertas, minyak tidak akan masuk ke cangkir kalian,” ujar Bogden.

    Bagi kamu yang punya riwayat kolesterol tinggi atau masalah jantung, sebaiknya mungkin menghindari jenis kopi yang tidak disaring (setidaknya membatasi seberapa banyak kamu meminumnya).

    4. Meningkatkan Tekanan Darah

    Menurut Bogden, kafein bisa mempersempit pembuluh darah, sehingga mungkin meningkatkan tekanan darah dalam 30 menit pertama setelah dikonsumsi.

    Walaupun tidak sepenuhnya dipahami mengapa ini terjadi, menurut satu hipotesis kafein menghalangi hormon yang memperlebar arteri. Ditambah lagi, tampaknya efek ini kurang umum terjadi pada orang yang sering minum kopi.

    “Jika kamu peminum kopi rutin, kamu mungkin akan mengembangkan toleransi terhadap efek kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah,” kata Lisa Moskovitz.

    Namun, Bogden berpendapat bahwa masih banyak orang lain terutama mereka yang stres kronis, yang mengalami efek sebaliknya. Hal ini terjadi karena kafein dapat memicu pelepasan lebih banyak hormon stres.

    Memang, kafein bisa mengaktifkan “kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih banyak adrenalin, yang bisa meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah,” ungkap Bogden.

    Kecintaan terhadap kopi kerap dikaitkan dengan umur panjang dan lebih rendahnya kemungkinan mengalami kesehatan kronis.

    “Biji kopi adalah sumber antioksidan penting yang dapat melawan penyakit,” kata Moskovitz.

    menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang atau 2-5 cangkir per hari telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, depresi, dan kematian dini.

    Namun, ada sejumlah faktor tambahan signifikan yang berperan dalam persamaan yakni genetika dan kebiasaan gaya hidup.

    Misalnya, beberapa manfaat kesehatan jangka panjang dari kopi mungkin tidak ada artinya, jika seseorang menambahkan terlalu banyak gula ke dalam kopi.

    “Meskipun beberapa sendok makan krimer dan beberapa sendok teh gula tidak berbahaya, kalau kamu mengonsumsi beberapa porsi masing-masing setiap hari, jumlahnya bisa bertambah seiring waktu,” kata Moskovitz.

    Dalam jangka panjang, asupan gula yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, penambahan berat badan, diabetes, hingga penyakit hati berlemak.

    Menurut Harvard Health Publishing, semua penyakit tadi berkorelasi dengan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan stroke.

    6. Mengganggu Tidur

    Salah satu alasan orang suka minum kopi adalah karena kafein dalam kopi bisa membantu melawan rasa lelah (dalam jumlah kecil).

    Namun menurut Mayo Clinic, kelebihan stimulan atau lebih dari 4 cangkir kafein sehari juga bisa menyebabkan insomnisa, kegelisahan, kegugupan, dan jantung berdebar-debar.

    “Tidur pasti terganggu akibat asupan kafein, bahkan ketika dikonsumsi di pagi hari,” ungkap Bogden.

    Alasan pertama yaitu berkaitan dengan genetika, Ini menentukan kemampuan seseorang untuk memetabolisme kafein secara efektif.

    Faktor kedua adalah usia. Kemampuan seseorang untuk mendetoksifikasi seiring bertambahnya usia menjadi kurang efisien. Hal ini berperan dalam pengaruh kafein terhadap tidur.

    7. Mungkin Mengalami Ketergantungan Kafein

    Kafein mirip seperti obat lain termasuk nikotin atau alkohol. Jadi, semakin banyak dikonsumsi, maka semakin banyak pula yang bisa ditoleransi oleh tubuh, semakin banyak pula yang kamu butuhkan untuk mencapai efek yang diinginkan.

    “Salah satu alasan mengapa kafein begitu menarik adalah karena bagaimana dia membuat kita merasa produktif, energik, waspada, dan termotivasi,” kata Moskovitz.

    Ia menambahkan, jika kamu tidak nyaman bergantung pada kafein, kamu bisa mengurangi ketergantungannya.

    “Kamu bisa menurunkan kekebalan tubuh, atau toleransi, dengan menghentikan konsumsi kopi secara perlahan,” saran Moskovitz.

    (khq/fds)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 10 Minuman dan Makanan yang Dilarang Saat Haid

    Jakarta

    Haid merupakan pendarahan yang secara teratur dari lapisan dalam rahim. Setiap wanita akan mengalami situasi yang berbeda saat haid. Sebagian merasa sakit, namun ada juga yang biasa saja.

    Karena itu, menjaga kesehatan saat haid sangatlah penting. Perlu diketahui ada sejumlah minuman yang dilarang saat haid, karena bisa memperburuk kondisi tubuh. Wanita bisa sementara menghindarinya, atau hanya mengonsumsi sedikit.

    Minuman yang Dilarang Saat Haid

    Ada beberapa minuman yang bisa menyebabkan kembung, kram perut, dan mengganggu keseimbangan hormon saat haid. Berikut daftarnya


    1. Kopi

    Minuman berkafein sebaiknya dihindari ketika dalam masa menstruasi. Mengutip Healthline, kafein bisa menyebabkan retensi air dan rasa kembung.

    Selain itu, kandungan ini juga bisa menyebabkan timbulnya masalah pencernaan. Jika kamu mengalami diare saat menstruasi, kurangi asupan kopi untuk menghentikannya.

    2. Alkohol

    Alkohol pada umumnya akan menimbulkan sejumlah efek negatif pada tubuh. Minuman ini juga bisa memperburuk gejala menstruasi.

    Contohnya, alkohol bisa membuat tubuh dehidrasi, sehingga memperburuk sakit kepala dan menyebabkan kembung. Alkohol juga dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare dan mual.

    Mengutip The Practo, alkohol juga bisa menyebabkan ketidakteraturan menstruasi dan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Hal tersebut bisa memperburuk gejala menstruasi.

    3. Minuman Berkarbonasi

    Minuman bersoda bisa menyebabkan perut kembung. Meski minuman ini mungkin akan baik-baik saja jika diminum di luar menstruasi, tapi efeknya bisa membuat kram menjadi hebat di masa menstruasi.

    4. Susu

    Susu merupakan minuman menyehatkan dan menjadi bagian utama dari diet seimbang. Tapi, terlalu banyak meminum produk berbasis susu ketika menstruasi bisa menyebabkan kram menstruasi memburuk.

    Banyak produk olahan susu seperti yoghurt dan smoothies juga dibuat dengan pemanis buatan. Hal ini bisa menimbulkan efek samping akibat mengkonsumsi gula selama menstruasi.

    5. Minuman Manis

    Minuman yang manis dapat berefek pada perubahan suasana hati ketika menstruasi. Sehingga mood bisa memburuk ketika menstruasi.

    “Ini akan meningkatkan gula dan kemudian turun saat haid. Jadi, akan ada lonjakan dan penurunan yang bisa memperburuk suasana hati selama menstruasi,” kata dokter ahli endokrinologi di New York Dr. Salas-Whalen.

    Makanan yang Perlu Dihindari saat Haid

    Selain minuman, ada sejumlah makanan yang juga sebaiknya dihindari saat haid. Berikut di antaranya:

    1. Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh

    Banyak bukti yang mengungkapkan bahwa lemak jenuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini pun tidak baik dikonsumsi saat menstruasi karena bisa menyebabkan peradangan dan membuat kram menstruasi semakin parah.

    2. Daging Merah

    Daging merah dapat membuat kram menstruasi lebih hebat. Selama menstruasi, tubuh memproduksi prostaglandin. Senyawa ini membantu rahim berkontraksi dan menghilangkan lapisan rahim, sehingga melancarkan aliran menstruasi.

    Namun, kadar prostaglandin yang tinggi menyebabkan kram. Meski daging merah mengandung zat besi tinggi, terdapat kandungan prostaglandin yang tinggi dan harus dihindari selama menstruasi.

    3. Makanan Pedas

    Banyak orang yang merasakan perutnya sakit ketika makan makanan pedas. Jadi, jika perutmu sulit mentoleransi makanan peda,sebaiknya hindari makanan tersebut selama menstruasi.

    4. Makanan Mengandung Banyak Natrium

    Mengkonsumsi banyak garam akan menyebabkan retensi air yang bisa membuat kembung. Untuk menghindarinya, jangan tambahkan garam pada makanan dan hindari makanan olahan yang mengandung banyak natrium

    5. Makanan Mengandung Banyak Gula

    Tak hanya minuman manis, makanan yang mengandung banyak gula juga perlu dihindari saat menstruasi. Mengonsumsi terlalu banyak gula bisa menyebabkan lonjakan energi yang diikuti dengan penurunan energi. Hal ini juga bisa memperburuk mood.

    Itulah deretan minuman yang dilarang saat haid juga makanan yang sebaiknya dihindari. Konsumsi air putih, buah-buahan, sayuran hijau, dan makanan bergizi lainnya ya.

    (elk/row)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 7 Minuman Ini Sebaiknya Jangan Diminum saat Sarapan dan Perut Kosong

    Jakarta

    Banyak orang yang mengkonsumsi minuman tertentu ketika sarapan, seperti teh dan kopi panas. Namun, tahukah kamu jika minuman tersebut sebaiknya jangan diminum saat sarapan dan perut kosong?

    Teh dan kopi masih menjadi minuman favorit untuk mengawali hari. Meski begitu, kedua minuman tersebut justru tak dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sarapan, terutama ketika perut dalam kondisi kosong.

    Selain kopi dan teh, ternyata ada sejumlah jenis minuman lainnya yang juga tidak dianjurkan untuk diminum di pagi hari saat perut kosong. Apa saja minuman itu? Simak dalam artikel ini.


    Minuman Ini Sebaiknya Jangan Diminum saat Sarapan dan Perut Kosong

    Sarapan adalah waktu makan yang penting agar tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas seharian. Namun, jika tidak sarapan dan lebih memilih minum-minuman seperti teh dan kopi, ternyata hal tersebut tidak baik untuk tubuh.

    Mengutip laman NDTV, setidaknya ada tujuh minuman yang sebaiknya dihindari saat sarapan dan perut kosong. Berikut daftarnya:

    1. Kopi

    Minuman yang pertama adalah kopi. Apabila minum kopi saat sarapan dan perut kosong, hal ini dapat memicu produksi asam berlebih di lambung sehingga menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti naiknya asam lambung dan sensasi terbakar di dada.

    Selain itu, terlalu minum banyak kafein seperti kopi juga dapat membuat perasaan cemas, menimbulkan masalah pencernaan, hingga memicu dehidrasi.

    2. Teh

    Sama halnya seperti kopi, mengkonsumsi teh saat sarapan dan kondisi perut kosong juga tidak dianjurkan. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam lambung sekaligus memicu masalah pencernaan.

    Kebiasaan minum teh saat sarapan juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh. Soalnya, teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seng, dan magnesium dari makanan yang dikonsumsi.

    3. Jus Jeruk

    Sejumlah orang kerap mengkonsumsi jus jeruk di pagi hari. Minuman ini memang mengandung banyak nutrisi sekaligus menyegarkan, tapi jangan dikonsumsi saat perut kosong.

    Sebab, mengkonsumsi jus jeruk saat sarapan dan perut kosong bisa menyebabkan masalah pada lambung. Hal ini disebabkan kandungan asam pada jeruk yang bisa mengiritasi lambung.

    Risiko ini mungkin lebih besar terjadi pada orang yang mengidap masalah lambung, seperti GERD. Jadi, sebaiknya hindari minum jus jeruk dan sejenisnya yang mengandung asam seperti tangerine atau grapefruit.

    4. Minuman Berkarbonasi

    Minuman berkarbonasi juga sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan dan perut dalam keadaan kosong. Kandungan karbonasi yang tinggi pada soda dapat menyebabkan gas dan kembung jika diminum saat perut kosong.

    Minuman ini juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, rasa mual, dan nyeri di ulu hati. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkarbonasi juga dikaitkan dengan risiko tinggi terserang berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes tipe 2, masalah ginjal, hingga penyakit jantung.

    5. Minuman Manis

    Sebagian orang memilih meminum minuman manis di pagi hari, seperti teh manis atau jus kemasan. Meski gula dapat memberikan energi bagi tubuh, tetapi kandungan gula yang tinggi untuk asupan sarapan serta kombinasi perut kosong ternyata tidak baik untuk kesehatan.

    Sebab, mengkonsumsi gula berlebih dapat menambah beban kerja pada fungsi hati dan pankreas. Selain itu, minuman manis yang diminum saat perut kosong dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

    Memang, pada awalnya tubuh akan terasa berenergi dan semangat beraktivitas. Namun, secara perlahan tubuh juga akan merasakan lemas setelahnya.

    6. Minuman Dingin

    Mengkonsumsi minuman dingin saat sarapan dan perut kosong juga tidak baik untuk kesehatan. Sebab, minuman ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus.

    Ketika air dingin masuk ke pencernaan, maka dapat memicu kontraksi otot di perut, sehingga menyebabkan perasaan kembung dan tidak nyaman setelahnya.

    Perlu diketahui juga, minuman dingin dapat memperlambat proses pencernaan makanan, sehingga membuat perut terasa penuh dan begah. Kondisi ini sangat mengganggu bagi mereka yang mengidap masalah pencernaan atau sensitivitas lambung.

    7. Yoghurt

    Minuman berikutnya yang sebaiknya jangan dikonsumsi saat sarapan dan perut kosong adalah yoghurt. Meski dinilai baik untuk kesehatan dan cocok bagi yang sedang diet, tetapi tak semua yoghurt adalah pilihan terbaik.

    Soalnya, banyak yoghurt yang dijual di pasaran mengandung gula tambahan yang tinggi, sehingga tidak semuanya menyediakan cukup nutrisi untuk tubuh.

    Selain itu, bakteri asam laktat (bakteri baik) dalam yoghurt bisa mati atau hilang akibat asam hidroklorik di lambung apabila dikonsumsi saat perut kosong.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Bolehkah Minum Air Lemon Setiap Hari? Catat Potensi Risiko dan Manfaatnya

    Jakarta

    Air lemon merupakan salah satu minuman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selain menyegarkan, air lemon memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Namun, bolehkah minum air lemon setiap hari?

    Sesuai namanya, air lemon terbuat dari campuran dua bahan utama, yakni air putih dan perasan jeruk lemon. Beberapa orang juga menambahkan es batu dan sedikit gula atau madu agar rasanya tidak terlalu asam.

    Adapun sejumlah manfaat dari mengkonsumsi air lemon, salah satunya dapat membantu menurunkan berat badan. Maka dari itu, air lemon cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet.


    Namun, apakah boleh mengkonsumsi air lemon setiap hari? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Bolehkah Minum Air Lemon Setiap Hari?

    Sebenarnya tidak masalah jika minum air lemon setiap hari. Namun, perlu dicatat bahwa mengkonsumsi air lemon setiap hari dalam jumlah banyak bisa memicu masalah.

    Dilansir Healthline, minum terlalu banyak air lemon dapat menyebabkan erosi gigi yang seiring waktu bisa menyebabkan gigi menjadi rapuh dan berlubang. Hal ini dapat terjadi karena kandungan asam pada lemon yang cukup tinggi.

    Untuk mencegah kerusakan pada gigi, kamu bisa meminum air lemon menggunakan sedotan. Selain itu, berkumur setelah minum air lemon dapat membantu mencegah erosi gigi.

    Selain itu, tidak ada efek samping lain yang dilaporkan terkait minum satu cangkir air lemon setiap hari. Bahkan, sistem kekebalan tubuh bisa meningkat berkat kandungan vitamin C pada lemon, sehingga tubuh lebih berenergi.

    Mengutip laman MedicineNet, disarankan minum sekitar 3/4 cangkir air lemon murni setiap hari agar tubuh dapat memenuhi vitamin C harian. Selain itu, kamu juga bisa mencampur satu buah jeruk lemon ke dalam 250-350 ml air, lalu diminum setiap hari agar tubuh terhidrasi dengan baik.

    Manfaat Minum Air Lemon

    Ada sejumlah manfaat minum air lemon bagi kesehatan. Dilansir situs Medical News Today, Good Food, dan Cleveland Clinic, berikut sederet manfaat air lemon:

    1. Menjaga Sistem Pencernaan

    Manfaat air lemon yang pertama adalah dapat menjaga sistem pencernaan. Sebab, kandungan asam pada lemon dapat membantu memecah makanan. Selain itu, asam lemon mungkin dapat membantu melengkapi kadar asam lambung yang cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

    2. Membantu Tetap Terhidrasi

    Minum air lemon dapat membantu tubuh agar tetap terhidrasi. Oleh sebab itu, banyak orang yang lebih suka minum air lemon karena terasa lebih segar daripada air putih, sekaligus dapat mencegah dehidrasi.

    3. Meningkatkan Imun Tubuh

    Kandungan lemon pada vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan pada lemon dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab peradangan dan sejumlah penyakit.

    Selain itu, vitamin C juga berfungsi dalam proses tubuh, mulai dari penyerapan zat besi, memproduksi hormon, hingga metabolisme protein.

    Manfaat air lemon selanjutnya adalah dapat menurunkan berat badan. Sebab, lemon mengandung jenis serat yang disebut pektin yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan asupan kalori.

    Namun, air lemon pada dasarnya adalah sari lemon yang diencerkan, sehingga hanya mengandung sedikit pektin. Meski begitu, lemon secara alami mengandung rendah kalori sehingga baik dikonsumsi bagi yang sedang diet.

    5. Mencegah Risiko Batu Ginjal

    Mengkonsumsi air lemon secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Sebab, asam sitrat pada lemon dapat menghalangi pembentukan batu ginjal serta dapat memecah batu ginjal lebih kecil sebelum mulai terbentuk.

    Menurut laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, penelitian menunjukkan bahwa minum air lemon secara rutin mungkin membantu mencegah risiko batu ginjal.

    Meski begitu, pengidap batu ginjal juga tetap harus rutin mengkonsumsi sejumlah obat-obatan yang diresepkan dokter.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Minuman untuk Kesehatan Jantung dan Paru-paru, Apa Saja?

    Jakarta

    Jantung dan paru-paru merupakan organ yang begitu vital bagi kehidupan manusia. Fungsi utama jantung yaitu mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Sementara paru-paru membentuk sebagian besar sistem pernapasan manusia. Untuk menjaga kedua organ tubuh ini, diperlukan gaya hidup yang sehat dengan memperhatikan asupan yang baik.

    Minuman untuk Kesehatan Jantung

    Untuk menjaga kesehatan jantung, kamu bisa mengkonsumsi jus buah seperti delima dan tomat, teh, hingga coklat. Berikut informasinya.


    1. Jus Delima

    Delima merupakan buah yang menyehatkan jantung. Antioksidannya membantu mencegah pengerasan dan penyempitan arteri yang membawa darah ke jantung.

    Buah ini juga membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan polifenolnya berperan dalam menurunkan peradangan dan menstimulasi sirkulasi darah.

    2. Teh

    Ilustrasi teh hijauFoto: Getty Images/MARINA BOGACHYOVA

    Teh mengandung fitonutrien (flavonoid) yang telah terbukti mengurangi peradangan dan penumpukan di arteri. Teh hitam dan teh hijau mengandung kafein dalam jumlah sedang. Sehingga, minuman ini bisa menjadi pilihan yang baik bagi kamu yang sensitif terhadap kafein.

    3. Jus Tomat

    Jus tomat kaya akan vitamin dan mineral yang membantu melawan penyakit jantung. Terdapat kandungan vitamin C dan E, zat besi, magnesium, dan potasium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga aliran darah.

    Tomat juga mengandung antioksidan yang membantu memperkuat arteri, mengurangi kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kalau kamu membeli jus tomat kemasan, pilih yang rendah sodium dan juga rendah gula.

    4. Matcha

    Matcha. Matcha adalah jenis teh hijau yang dihaluskan menjadi bubuk. Satu cangkir matcha (240 ml) mengandung sekitar 70 mg kafein.Foto: Getty Images/Mybona

    Matcha adalah salah satu jenis teh hijau yang mengandung epigallocationchin gallate (EGCG) dalam kadar yang tinggi. EGCG adalah senyawa polifenol di teh hijau yang mempunyai sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.

    Sehingga, meminum matcha bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa EGCG dapat membantu mencegah aterosklerosis, penumpukan zat lemak di arteri dan dapat membantu mengurangi peradangan dan kerusakan sel.

    5. Kopi

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum 3-5 cangkir kopi per hari memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Para ahli mempercayai bahwa kandungan kafein, antioksidan, dan sifat antiinflamasi pada kopi yang menjadi penyebabnya.

    Meski begitu, minum kopi terlalu banyak bisa membuat gelisah. Jadi minum secukupnya serta hindari krimer yang tinggi lemak jenuh dan gula.

    6. Hot Chocolate

    Minum Hot Chocolate Baik untuk Kesehatan OtakFoto: iStock

    Kakao kaya akan mineral dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian, mengkonsumsi produk kakao bisa membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    Kamu bisa mendapat manfaat kakao dari minuman coklat panas tanpa banyak tambahan gula. Taburi dengan kayu manis dengan sedikit madu.

    Minuman untuk Kesehatan Paru-paru

    Air putih, teh jahe, dan teh hijau baik untuk kesehatan paru-paru. Mengapa demikian?

    1. Air Putih

    Air putih sangatlah penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Asupan ini mengencerkan lendir di sistem pernapasan. Sehingga, tubuh bisa mengeluarkannya dan mencegah penumpukan yang dapat menyebabkan kesulitan bernafas.

    2. Teh Jahe dan Kunyit

    Teh jahe yang sehatkan pencernaanFoto: Getty Images/iStockphoto/

    Untuk mengatasi hidung tersumbat dan batuk, pilihlah kunyit sebagai obatnya. Kombinasi khasiat teh kunyit dan juga jahe memiliki zat anti-inflamasi dan anti kanker.

    3. Teh Hijau

    Teh hijau memiliki antioksidan tingkat tinggi yang membantu menurunkan tingkat peradangan di paru-paru. Meminum secangkir teh hijau di pagi hari dan sat cangkir di malam hari bisa menjadi awal yang baik untuk kesehatan paru-paru.

    4. Air Panas+ Madu

    racikan kopi campur madu yang sehatFoto: Getty Images/iStockphoto

    Madu kaya akan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu membersihkan tubuh dari bakteri. Kombinasi madu dan air panas bisa membantu mendetoksifikasi paru-paru dan menghilangkan polutan yang terhirup.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Minuman Detoks yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

    Jakarta

    Minuman detoks begitu populer karena manfaatnya. Detoksifikasi sendiri adalah proses yang membantu organ vital membersihkan diri.

    Minuman ini dipercaya bisa membersihkan sistem pencernaan dan membuang produk limbah dan berbagai racun yang diserap tubuh. Jika asupan racun tidak dikurangi, maka nantinya bisa menimbulkan berbagai masalah seperti kembung, sakit kepala, sembelit, kelelahan, mual, hingga masalah kulit. Lantas, apa saja minuman detoks yang dapat dikonsumsi?

    11 Minuman Detoks yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

    Mengkonsumsi minuman detoks secara teratur bisa membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme dan membantu melancarkan pencernaan. Mengutip laman Food NDTV, Tuasaude, Insider, dan Medium:


    1. Air Putih

    Air putih dapat mendetoksifikasi dan membantu tubuh membakar lemak. Namun, asupan ini harus diminum dalam jumlah yang cukup.

    Untuk membantu tubuh mengeluarkan racun dan meningkatkan metabolisme, minum 8 gelas air putih per hari. Menurut nutrition bersertifikat di Option Care Health, Kristin Gillespie, air putih bisa membuat kenyang sehingga membuat seseorang tidak makan berlebihan.

    2. Wortel, Jahe, dan Jeruk

    Jeruk adalah sumber antioksidan dan vitamin C yang sangat baik. Wortel mengandung banyak beta-karoten dan serat yang membantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan.

    Sementara itu, jahe adalah obat rumahan yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, kembung, kram perut, dan juga mengandung banyak khasiat anti peradangan. Sehingga ketiganya bisa menjadi minuman detoks yang bisa melawan asupan racun dalam tubuh.

    3. Mentimun dan Mint

    Daun mint dianggap menjadi bahan terbaik untuk menenangkan perut yang sakit. Selain itu, mint juga meningkatkan aliran empedu melalui perut yang mempercepat proses pencernaan.

    Kamu bisa memadukan daun ini dengan mentimun dan lemon yang kaya antioksidan. Minuman ini bisa menjadi penyegar saat istrahat dari panas yang menyengat.

    4. Air Lemon

    Detoks air lemon banyak dipercayai digunakan untuk mengurangi bera badan berlebih. Hal ini karena kandungan serat pektin di dalam buah tersebut.

    Serat pektin memberikan rasa kenyang untuk waku yang lama dan menunda rasa lapar. Kamu bisa menambahkan sayuran dan buah seperti wortel, apel, bit, dan lobak kedalam minuman ini.

    5. Teh Jahe Lemon Madu

    Teh yang ditambahkan dengan lemon, jahe, dan madu telah lama digunakan unuk mengobati sakit tenggorokan dan pilek. Namun ternyata, minuman ini juga bisa digunakan sebagai detoks.

    6. Teh Hijau dan Lemon

    Teh hijau mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme. Untuk meminumnya, kamu bisa menambahkan perasan air lemon untuk meningkatkan rasa dan memberi tambahan vitamin C.

    Minuman detoks ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengelola bera badan. Kandungan kafein dalam teh hijau dan antioksidannya diyakini bisa meningkatkan pembakaran kalori.

    7. Jus Lemon, Jeruk, dan Selada

    Jus lemon, jeruk, dan selada kaya akan serat yang membantu mengeluarkan cairan berlebih dalam tubuh. Meminum jus detoks ini dapat membantu mengendalikan rasa lapar, membantu mencegah makan berlebihan dan menurunkan badan. Setiap sajian 250 ml jus mengandung sekiar 110 kalori.

    8. Selada air dan Jeruk

    Selada air dan jeruk mengandung serat yang membuat tubuh kenyang, sehingga mengurangi keinginan makan yang berlebihan. Oleh sebab itu, jus detoks ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan perut.

    9. Wortel dan Bayam

    Wortel dan bayam mengandung banyak serat dan antioksidan, seperti karoten, lutein, dan zeaxanthin. Sehingga paduan wortel dan bayam yang dijus menjadi pilihan yang sangat baik untuk detoksifikasi, menurunkan berat badan, dan mengurangi kembung.

    10. Cuka Apel dan Madu

    Cuka apel terkenal dengan manfaatnya unuk menurunkan berat badan dan kesehatan pencernaan. Untuk mengkonsumsinya sebagai detoks, kamu bisa menggabungkannya dengan madu.

    Campur satu sendok makan cuka apel dengan satu sendok teh madu dalam segelas air hangat. Minum sebelum makan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan mengurangi keinginan makan berlebihan.

    11. Jus Bit, Wortel, Jahe

    Paduan bit, wortel dan jahe memadukan rasa manis alami bit dan wortel, serta rasa pedas jahe. Bit dikenal khasiatnya yang berpotensi mendetoksifikasi dan kemampuannya mendukung kesehatan hati.

    Wortel kaya akan vitamin dan antioksidan, sementara jahe menambah sensasi pedas dan potensi manfaat anti radang. Sehingga, bahan-bahan ini bisa menjadi minuman lezat yang membantu membersihkan tubuh dari racun.

    Minuman detoks memang bisa membantu menurunkan berat badan, namun bukan sebagai solusi yang instan. Sehingga, kamu perlu mengkombinasikannya dengan diet sehat olahraga teratur agar hasilnya optimal.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com