Tag: miss v

  • Kenali 10 Penyebab Benjolan di Miss V Bagian Luar, dari Kista sampai Herpes

    Jakarta

    Bagi wanita, vagina adalah salah satu area tubuh yang perlu dijaga kesehatan dan kebersihannya. Sebab, masalah pada vagina bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dalam beraktivitas, terlebih aktivitas seksual.

    Detikers yang pernah merasakan ada benjolan pada vagina mungkin merasa khawatir. Sebab, benjolan pada vagina adalah salah satu tanda masalah kesehatan pada vagina.

    Benjolan di vagina bisa disebabkan oleh beragam hal. Mengutip Healthline, benjolan di vagina merupakan kondisi yang cukup umum ditemui dan biasanya bukanlah hal yang serius. Tetapi, benjolan di vagina bisa juga merupakan tanda butuh perawatan medis.


    Penyebab Muncul Benjolan di Vagina

    Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan benjolan di vagina.

    1. Kista di Vulva

    Vulva adalah bagian vagina yang terlihat dari luar. Di area ini, terdapat banyak kelenjar. Jika kelenjar tersumbat, kista dapat terbentuk.

    Ukuran kista berbeda-beda, tetapi biasanya terasa seperti benjolan kecil dan keras. Biasanya kista tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika terinfeksi.

    Kista pun umumnya hilang tanpa pengobatan. Tetapi, jika kista terinfeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik.

    2. Kista di Vagina

    Organ reproduksi wanita, baik yang bagian internal maupun eksternal, kerap disebut vagina oleh masyarakat awam. Secara medis, vagina sebenarnya merujuk pada organ internal yang tak terlihat dari luar.

    Kista di vagina adalah benjolan di dinding vagina yang berukuran kecil seperti kacang polong. Biasanya kista ini muncul setelah melahirkan atau karena luka pada vagina.

    Sama seperti kista pada vulva, kista di vagina biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Umumnya kista pada vagina bukanlah hal yang serius, kecuali jika menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

    Terkadang, kista pada vagina harus dikeluarkan dengan operasi.

    3. Fordyce Spot

    Fordyce spot adalah benjolan-benjolan kecil berwarna putih atau kuning yang muncul di bagian dalam vulva. Benjolan ini juga bisa muncul di bibir atau pipi.

    Fordyce spot umumnya muncul saat memasuki masa puber dan akan muncul semakin banyak seiring pertumbuhan. Fordyce spot umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya.

    4. Varises

    Varises adalah kondisi pelebaran atau pembengkakan pembuluh vena di bagian vulva. Varises muncul sebagai benjolan berwarna kebiruan atau vena yang membengkak di area vulva.

    Varises tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi terkadang benjolan akan terasa berat, gatal, atau mengeluarkan darah.

    Varises mengakibatkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual atau saat berdiri terlalu lama. Dokter spesialis operasi pembuluh darah vena dapat menangani kondisi ini.

    Kondisi varises kerap dialami oleh ibu hamil. Bagi ibu hamil, varises tidak butuh penanganan khusus, sebab akan hilang sendiri setelah melahirkan.

    5. Rambut Kemaluan Tumbuh ke Dalam

    Mencukur bulu kemaluan dengan shaving atau waxing meningkatkan risiko rambut kemaluan tumbuh ke bagian dalam. Hal ini bisa membentuk benjolan kecil berbentuk bulat yang terkadang menimbulkan rasa gatal dan sakit.

    Benjolan pun bisa berisi nanah dan kulit di sekitarnya berubah lebih gelap.

    Umumnya, kondisi ini akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Tetapi, jika muncul inflamasi, sebaiknya pergi ke dokter karena hal itu bisa menjadi tanda infeksi.

    6. Skin Tag

    Skin tag atau acrochordon juga dikenal dengan istilah daging tumbuh. Skin tag adalah pertumbuhan jaringan yang menggantung di kulit. Skin tag bisa muncul di berbagai lipatan kulit tempat kulit bergesekan, seperti ketiak, selangkangan, anus, paha, kelopak mata, leher, atau di bawah payudara.

    Skin tag biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali jika bergesekan dengan sesuatu dan menjadi iritasi.

    Jika terasa mengganggu, skin tag bisa dihilangkan dengan operasi atau laser.

    7. Lichen Sclerosus

    Menurut National Health Service (NHS) UK, lichen sclerosus adalah kondisi yang mengakibatkan munculnya bercak-bercak putih yang gatal di area genitalia atau bagian tubuh lain. Kulit pun menjadi lebih mudah terluka atau berdarah.

    Lichen sclerosus dapat terjadi pada siapa saja, tetapi jauh lebih umum muncul pada wanita yang sudah menopause.

    Gejala lichen sclerosus bisa diobati dengan krim steroid yang diberikan dokter. Tetapi, gejalanya bisa muncul lagi setelah pengobatan, sehingga krim perlu digunakan lagi.

    8. Herpes Genital

    Herpes genital juga dikenal sebagai herpes simplex, infeksi yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Virus ini menular melalui kontak kulit yang intim.

    Gejala yang bisa kambuh adalah:

    • Bisul yang terasa pedih, melepuh, dan bahkan bisa bernanah atau berdarah
    • Rasa sakit atau gatal di area kemaluan
    • Kelenjar bengkak
    • Demam.

    Gejala herpes genital umumnya akan sembuh lalu kembali lagi. Seiring waktu, kebanyakan orang dengan kondisi ini akan merasakan gejala-gejala yang lebih sedikit dan lebih ringan.

    Untuk saat ini, belum ada obat untuk herpes genital, tetapi gejala-gejalanya bisa ditangani dengan pengobatan antiviral.

    9. Kutil Kelamin

    Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan menular melalui kontak intim. Gejala yang muncul antara lain:

    • Sekelompok benjolan-benjolan kecil yang sewarna dengan kulit
    • Sekelompok kutil yang berdekatan
    • Rasa gatal atau terbakar.

    Kutil bisa dihilangkan dengan krim, laser, atau operasi. Beberapa jenis HPV bisa meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Jika mengalami kutil kelamin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis HPV yang menyebabkan kutil muncul.

    10. Moluskum Kontagiosum

    Penyebab lain benjolan pada vagina adalah virus Molluscum contagiosum. Mengutip Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Molluscum contagiosum ditularkan oleh kontak langsung dengan penderita. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi virus, misalnya penggunaan handuk atau pakaian dengan orang yang terjangkit.

    Gejala yang timbul berupa bintil yang sewarna kulit, berbentuk bulat seperti kubah, terkadang permukaannya tampak mengilap seperti mutiara, dan pada area tengahnya terdapat cekungan. Bintil-bintil dapat terjadi pada semua area tubuh, tetapi lebih sering ditemukan pada area yang rentan terhadap gesekan pakaian atau lembap.

    Setelah 6-9 bulan bintil muncul, bintil dapat sembuh sendiri melalui proses peradangan, terbentuknya bisul, lalu menjadi keropeng yang akan mengelupas.

    Pengobatan moluskum kontagiosum umumnya menggunakan metode untuk menghancurkan bintil, seperti bedah beku, kuretase, bedah listrik, laser, dan obat-obatan yang sifatnya iritatif.

    Benjolan pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal dan merupakan hal yang cukup umum. Tetapi jika benjolan tidak hilang setelah beberapa minggu, atau jika muncul rasa sakit atau tanda-tanda infeksi, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter.

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Panik, Ini 6 Penyebab Miss V Mengeluarkan Cairan Seperti Air

    Jakarta

    Keluarnya cairan seperti air dari Miss V merupakan hal normal dan bisa menjadi pertanda vagina sehat. Sebab, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan areanya sendiri dari kuman atau bakteri.

    Cairan tersebut dikenal sebagai keputihan. Sebagian besar wanita pasti mengalami keputihan beberapa kali dalam seminggu, tapi ada juga yang merasakannya hanya sesekali.

    Normalnya, perempuan mengeluarkan 1-4 mililiter atau sekitar setengah sendok teh cairan keputihan setiap hari. Angka itu bisa meningkat saat memasuki waktu hamil, haid, atau tengah menjalani program pil KB.


    Keputihan yang normal terlihat seperti air, putih telur, atau susu, lalu tidak menimbulkan bau menyengat. Namun, jika warna atau tekstur cairan tidak normal dan diiringi rasa perih atau nyeri ketika keluar, hal tersebut bisa jadi pertanda ada masalah kewanitaan.

    Lantas, apa penyebab munculnya cairan seperti air dari vagina? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Keluarnya Cairan Seperti Air dari Miss V

    Apabila Miss V mengeluarkan cairan seperti air namun terasa berbeda dari biasanya, jangan panik. Mengutip laman Very Well Health, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Masa Ovulasi

    Penyebab yang pertama karena memasuki masa ovulasi. Sebagai informasi, ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus menstruasi, berkisar 14 hari sebelum hari pertama haid.

    Menjelang ovulasi, cairan keputihan mirip dengan putih telur dengan tekstur yang kental, sedikit berlendir, dan berwarna jernih. Saat mendekati ovulasi, vagina memproduksi lendir hingga 30 kali lebih banyak daripada setelahnya.

    2. Meningkatnya Gairah Seksual

    Memasuki puncak orgasme, kelenjar di vagina akan menghasilkan cairan encer tak berwarna sebagai pelumas alami saat berhubungan intim. Dalam kondisi tersebut, Keputihan merupakan hal normal dan biasanya akan hilang dalam waktu satu jam.

    3. Kehamilan

    Saat wanita sedang hamil, area serviks dan dinding vagina akan melunak. Dengan begitu, tubuh dapat meningkatkan produksi cairan guna membantu mencegah mikroorganisme agar tidak menyebar lewat vagina ke rahim.

    Jadi, wajar apabila vagina mengeluarkan cairan seperti air. Memasuki minggu terakhir kehamilan, bentuk cairan tersebut dapat berubah dari bening menjadi putih.

    4. Ketidakseimbangan Hormon

    Mengutip K Health, ketidakseimbangan hormon dapat terjadi ketika sistem endokrin menghasilkan terlalu sedikit atau banyak hormon tertentu dalam aliran darah.

    Hal tersebut bisa disebabkan oleh stres, pola makan yang buruk, hingga masalah kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan efek samping seperti keputihan yang encer.

    5. Menopause

    Keluarnya cairan seperti air dari Miss V juga bisa dipengaruhi oleh menopause. Sedikit informasi, menopause disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen karena pertambahan usia.

    Hal tersebut menyebabkan vagina kerap mengeluarkan cairan yang lebih encer. Meski begitu, detikers tak perlu khawatir dengan kondisi ini asalkan tidak dibarengi rasa sakit dan bau.

    6. Pertanda Infeksi

    Keputihan yang encer biasanya merupakan tanda vagina sehat. Meski begitu, jika keputihan yang keluar disertai rasa gatal atau nyeri di vagina, kondisi tersebut bisa menandakan kandidiasis.

    Sebagai informasi, kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Tapi jangan khawatir, sebab infeksi ini dapat diobati dengan obat antijamur.

    Ada beberapa gejala kandidiasis yang terjadi pada vagina seperti:

    • Timbul rasa gatal
    • Terasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil
    • Keputihan seperti keju dan mengeluarkan bau tidak sedap, yakni sedikit asam.

    Apabila carian keputihan tiba-tiba mengeluarkan bau busuk dan warnanya berubah, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya infeksi, seperti trikomoniasis, klamidia, atau gonore.

    Itu dia enam penyebab Miss V mengeluarkan cairan seperti air. Semoga artikel ini dapat menambah informasi detikers!

    (ilf/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Makanan untuk Menghilangkan Bau Miss V, Biar Makin Mesra Sama Suami

    Jakarta

    Masalah pada vagina dapat memengaruhi kualitas hubungan percintaan dengan pasangan. Bahkan, beberapa gangguan pada vagina bisa ‘membunuh’ hasrat untuk melakukan aktivitas seksual.

    Salah satunya adalah vagina yang berbau. Vagina yang tidak sehat bisa mengeluarkan bau yang tidak sedap, sehingga menghilangkan keinginan untuk bercinta. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau perubahan pH vagina.

    Ada banyak faktor yang bisa memicu hal tersebut, salah satunya adalah makanan. Faktanya, apa yang kita konsumsi sehari-hari dapat berdampak pada setiap organ tubuh, termasuk vagina. Bahkan, sebuah studi menyebutkan kesehatan perut sangat memengaruhi kondisi vagina.


    Makanan untuk Menghilangkan Bau Miss V

    Lalu, apa saja makanan yang harus dikonsumsi untuk menghilangkan bau tidak sedap pada vagina? Dikutip dari Healthshots, berikut pembahasannya.

    1. Jahe

    Jahe adalah salah satu tanaman yang sejak lama dimanfaatkan sebagai obat alami. Khasiat jahe untuk kesehatan tidak lepas dari zat antioksidan dan antimikroba yang terkandung di dalamnya.

    Senyawa antioksidan dan antimikroba itu juga dapat membantu mendukung kesehatan vagina, dan mencegah infeksi. Dengan demikian, vagina terhindar dari risiko bau yang tidak sedap.

    2. Yogurt

    Yogurt mengandung lactobacillus, sejenis bakteri baik yang juga terdapat di perut, saluran kencing, dan vagina. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy, lactobacillus dapat membantu mengembalikan keseimbangan jamur di vagina, dan mencegah infeksi akibat jamur yang dapat menyebabkan vagina berbau tidak sedap.

    3. Cranberry

    Sama seperti jahe, khasiat buah cranberry untuk kesehatan Miss V berasal dari kandungan antioksidannya. Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, kandungan antioksidan dapat membantu mencegah terjadinya infeksi yang bisa memicu bau tidak sedap pada vagina.

    Tak hanya itu, cranberry juga bersifat asam dan dapat membantu menjaga keseimbangan pH vagina.

    4. Nanas

    Nanas mengandung sejumlah nutrisi yang dapat menunjang kesehatan organ kewanitaan, seperti vitamin C, B, dan serat. Tak hanya itu, mikronutrien tersebut juga dapat membantu mempertahankan aroma alami vagina, serta mencegah terjadinya infeksi.

    5. Apel

    Lagi-lagi, kandungan antioksidan yang ada dalam apel menjadi alasan mengapa buah berwarna merah ini baik untuk kesehatan Miss V. Selain itu, apel dapat merangsang aliran darah pada vagina, sehingga membantunya tetap sehat dan ‘segar’.

    Sebuah studi yang dipublikasikan di F&S Science juga menyebut kandungan zat pada apel dapat mencegah pembentukan fibroid rahim, serta meningkatkan gairah seksual.

    6. Lemon

    Lemon merupakan salah satu buah asam yang kaya akan vitamin C. Dua hal tersebut membuat buah sitrus ini dapat membantu menjaga pH vagina dan mencegah munculnya bau yang tidak sedap.

    Bahkan, studi yang dipublikasikan pada African Journal of Primary Healthcare and Family Medicine menunjukkan mengonsumsi jus lemon dapat mencegah penyakit menular seksual dan mengencangkan vagina pasca melahirkan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Pasutri Tak Bercinta dalam Waktu Lama

    Jakarta

    Seks berperan penting dalam memelihara kesehatan pasutri secara keseluruhan. Namun, apa sih yang akan terjadi kalau seseorang berhenti berhubungan seks?

    Ternyata, tubuh dan pikiran dapat mengalami beberapa efek samping ketika tidak melakukan aktivitas seksual dalam waktu yang lama. Terlebih, kesehatan seksual seseorang juga dapat terancam, lho. Lantas, apa saja efek sampingnya?

    Dikutip dari HealthShots, berikut adalah 5 efek samping tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama.


    1. Berkurangnya libido dan gairah

    Aktivitas seksual yang teratur dapat membantu menjaga gairah seks yang sehat. Ketika jeda waktu yang lama berlangsung dalam hubungan seksual, hal ini dapat menyebabkan penurunan libido sehingga seseorang akan lebih sulit untuk terangsang dan merasakan hasrat seksual.

    Penurunan hasrat seksual ini dapat memperburuk kondisi karena semakin lama jeda waktu berlangsung, semakin sulit untuk mendapatkan kembali hasrat seksual.

    2. Disfungsi ereksi dan kecemasan akan performa

    Bagi pria, waktu yang lama tanpa aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi (DE) atau memperburuk masalah yang sudah ada. Kurangnya rangsangan seksual yang terjadi secara berkala dapat mempengaruhi aliran darah ke Mr P dan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi.

    Selain itu, seseorang cenderung akan merasa cemas akan performanya di ranjang lantaran telah lama tidak berhubungan seks. Alhasil, hal ini semakin memperburuk masalah.

    3. Vagina kering dan rasa sakit ketika seks

    Wanita dapat mengalami kekeringan vagina sebagai akibat dari aktivitas seksual yang jarang dilakukan. Gairah seksual dan hubungan seksual yang teratur meningkatkan produksi pelumas alami, yang membantu memudahkan penetrasi dan membuat aktivitas seksual menjadi lebih menyenangkan.

    Tanpa rangsangan seksual yang teratur, jaringan vagina dapat menjadi kering dan kurang elastis, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, dan bahkan robekan kecil selama hubungan seksual.

    4. Otot dasar panggul yang melemah

    Aktivitas seksual yang teratur membantu mengencangkan dan memperkuat otot-otot dasar panggul atau pelvic floor muscle. Otot-otot ini memainkan peran penting dalam mempertahankan kontrol kandung kemih, mendukung organ panggul, dan meningkatkan kenikmatan seksual.

    Tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama dapat menyebabkan melemahnya otot-otot ini. Walhasil, seseorang dapat berisiko lebih tinggi terkena penyakit yang berkaitan dengan organ panggul dan berkurangnya kepuasan seksual.

    5. Masalah emosional dan hubungan

    Keintiman seksual adalah aspek penting dari hubungan emosional dan ikatan dalam rumah tangga. Kesenjangan yang berkepanjangan dalam aktivitas seksual dapat merenggangkan hubungan emosional di antara pasangan, sehingga menimbulkan perasaan frustrasi, ketidakpuasan, dan bahkan kebencian.

    Kurangnya keintiman seksual juga dapat memengaruhi kepuasan hubungan secara keseluruhan, komunikasi, dan kedekatan, yang berpotensi mengakibatkan konflik dan penurunan kualitas hubungan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Makanan yang Bermanfaat untuk Jaga Kesehatan Miss V, Wajib Rutin Dikonsumsi

    Jakarta

    Kesehatan organ kewanitaan sangat berpengaruh terhadap aktivitas seksual. Pasalnya, vagina yang tidak sehat dapat memicu sejumlah masalah yang dapat mengurangi kenikmatan bercinta, atau bahkan menghilangkan hasrat untuk melakukan aktivitas seksual.

    Misalnya, vagina kering. Seiring dengan pertambahan usia, jumlah hormon estrogen pada tubuh wanita akan menurun. Akibatnya, lubrikasi pada vagina juga ikut berkurang sehingga membuat penetrasi menjadi menyakitkan.

    Selain itu, vagina yang tidak sehat juga rentan terinfeksi bakteri. Infeksi tersebut dapat membuat vagina mengeluarkan bau yang tidak sedap, sehingga menghilangkan gairah untuk bercinta.


    Karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan Miss V. Salah satu cara yang paling simpel adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dapat secara alami membantu menunjang dan menjaga kesehatan vagina.

    Apa saja makanan tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Telur

    Makanan untuk menjaga kesehatan vagina tidaklah sulit untuk didapatkan. Salah satu yang cukup sering ditemui sehari-hari adalah telur.

    Kuning telur mengandung vitamin D yang dapat mengurangi risiko infeksi pada vagina. Berdasarkan penelitian, wanita yang mengalami masalah kesehatan pada vaginanya kebanyakan kekurangan vitamin D. Untuk mencegah hal tersebut, sebuah studi yang dipublikasikan di Indian Journal of Medical Research menyarankan wanita untuk mengonsumsi telur setiap hari.

    2. Buah sitrus

    Buah sitrus, seperti jeruk dan lemon, termasuk salah satu jenis makanan yang dapat membantu menjaga vagina tetap sehat. Terutama, dari risiko infeksi dan keputihan.

    Ini karena kandungan vitamin C yang ada pada buah sitrus. Studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Medicine Research mengungkapkan mengonsumsi vitamin C setiap hari dapat menurunkan risiko infeksi vagina hingga bahkan setengahnya.

    3. Daging ikan

    Daging ikan kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat membantu menunjang kesehatan vagina. Sejumlah studi menyebutkan, asam lemak omega-3 dapat meningkatkan hormon estrogen dan lubrikasi pada vagina, khususnya saat menopause.

    Tak hanya itu, asam lemak omega-3 disebut juga dapat mencegah risiko endometriosis.

    4. Nanas

    Jika vagina berbau menjadi salah satu masalah yang kerap dialami, maka mengonsumsi nanas bisa menjadi salah satu solusinya. Pasalnya, buah ini kaya akan vitamin C, vitamin B, dan serat yang dapat melindungi dari infeksi yang bisa membuat vagina mengeluarkan bau tidak sedap.

    5. Yogurt

    Kandungan bakteri baik yang ada pada yogurt dapat membantu menyeimbangkan kesehatan jamur dan mencegah infeksi pada vagina.

    Tak hanya itu, mengonsumsi yogurt juga dapat menyeimbangkan pH vagina, sehingga tetap terlubrikasi dengan baik dan terhindar dari bau yang tidak sedap.

    6. Jahe

    Jahe mengandung antimikroba yang tak hanya bermanfaat untuk usus, tapi juga vagina. Selain menjaga vagina tetap sehat, kandungan antimikroba pada jahe juga melindungi dari risiko infeksi dan bau tidak sedap.

    Mengolah jahe menjadi ramuan untuk menyehatkan vagina pun tidak sulit. Cukup tambahkan potongan jahe yang sudah dibersihkan ke dalam segelas air hangat atau minuman teh.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bisul di Area Miss V, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

    Jakarta

    Bisul adalah benjolan pada kulit yang berisi nanah dan menimbulkan nyeri. Dalam dunia medis, bisul disebut juga dengan furunkel.

    Bisul dapat muncul di mana saja, termasuk pada vagina. Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan munculnya bisul di area Miss V. Bahkan, beberapa dapat menjadi indikasi kondisi medis yang perlu segera mendapat penanganan.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah faktor yang bisa memicu bisul di vagina.


    1. Infeksi bakteri

    Seringkali, bisul area Miss V disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus, atau yang dikenal juga dengan staph.

    Bakteri ini dapat menginfeksi kantung yang berisi rambut dan kelenjar minyak (folikel rambut) di area kewanitaan, sehingga menyebabkan terjadinya bisul. Ketika folikel rambut terinfeksi, maka kondisi ini disebut juga dengan folikulitis.

    2. Luka di kulit

    Selain menginfeksi folikel rambut, bakteri staph juga dapat masuk ke kulit lewat luka di sekitar vagina. Luka dapat disebabkan cedera, atau karena bercukur. Ketika bakteri staph masuk ke dalam luka, maka dapat menyebabkan infeksi yang kemudian menimbulkan bisul di area Miss V.

    3. Iritasi akibat pakaian

    Penggunaan pakaian dalam yang tidak tepat juga dapat menyebabkan bisul pada kulit vagina. Pakaian dalam yang terlalu ketat misalnya, dapat membuat area kemaluan menjadi lebih lembab dan menggesek kulit. Akibatnya, kulit di sekitar vagina mengalami iritasi dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

    4. Kista

    Penyebab bisul di area Miss V lainnya adalah kista kelenjar bartholin. Kista jenis ini dipicu oleh infeksi pada kelenjar bartholin yang terletak di bawah kulit dekat lubang vagina. Jika kelenjar ini tersumbat, maka dapat menyebabkan terjadinya kista, dan kista tersebut dapat terinfeksi. Infeksi itulah yang kemudian menimbulkan bisul di vagina.

    Meski umumnya bukan menjadi kondisi yang serius, bisul di area Miss V dapat menjadi indikasi infeksi menular seksual (sexually transmitted infections/STI). Adapun infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan bisul di vagina di antaranya seperti herpes dan kutil kelamin.

    Karena itu, segera periksa ke dokter jika mendapati bisul atau benjolan pada kulit sekitar vagina.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Cara Jaga Kesehatan Miss V Biar Makin ‘Menggigit’

    Jakarta

    Selain berperan dalam proses kehamilan dan persalinan, vagina juga menjadi organ utama yang digunakan untuk melakukan aktivitas seksual. Karenanya, kesehatan vagina harus senantiasa dijaga.

    Tidak hanya untuk melindungi dari risiko infeksi dan penyakit, tetapi juga demi mempertahankan agar vagina tetap rapat dan ‘nge-grip’ sehingga memberi kenikmatan saat bercinta dengan pasangan.

    Cara Menjaga Vagina Tetap Sehat dan Rapat

    Ada sejumlah cara yang bisa diterapkan untuk menjaga vagina tetap sehat dan rapat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.


    1. Bersihkan bagian luar vagina

    Membersihkan vagina secara rutin adalah hal paling penting yang harus dilakukan oleh setiap wanita. Baik itu setelah buang air kecil, buang air besar, atau setelah berhubungan intim.

    Namun, perlu diingat, cukup hanya membersihkan bagian luar atau vulva vagina saja. Jangan membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau sabun karena dapat merusak pH vagina.

    2. Hindari ‘douching’

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, mencuci bagian dalam vagina dapat berisiko bagi kesehatan. Nah, praktik membersihkan vagina seperti ini disebut juga dengan istilah ‘douching’.

    Vagina memiliki semacam bakteri baik yang membantu membersihkan bagian dalam vagina itu sendiri. Karenanya, organ tersebut tidak membutuhkan bantuan dari luar, seperti air atau sabun.

    Membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau sabun dapat merusak pH vagina dan meningkatkan risiko infeksi bakteri dan membuat vagina bisa mengeluarkan aroma tidak sedap.

    3. Pilih celana dalam yang tepat

    Celana dalam berbahan dasar katun memungkinkan sirkulasi udara dan dapat menyerap keringat dengan lebih baik. Hal ini dapat mencegah bakteri yang ada pada keringat berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

    Hindari pula mengenakan celana dalam berbahan nilon karena dapat memerangkap panas dan keringat, yang membuat bakteri bisa berkembang biak dengan mudah.

    4. Senam kegel

    Seiring pertambahan usia, vagina akan mulai bertambah ‘longgar’ dan kehilangan elastisitasnya. Salah satu cara untuk mengembalikannya adalah dengan senam kegel.

    Senam kegel adalah latihan yang bertujuan untuk memperkuat otot dasar panggul. Selain bisa membantu mengencangkan vagina, senam kegel juga diyakini dapat memperbaiki fungsi kandung kemih, mengatasi gangguan buang air kecil, hingga melancarkan proses persalinan.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies Merapat, Ini 4 Trik Bikin Miss V Awet Muda Biar Tetap ‘Menggigit’

    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, kesehatan miss V atau vagina semakin penting bagi wanita. Tak jarang, banyak yang mulai mencari trik bikin miss V awet muda dengan berbagai cara.

    Berbagai perubahan bisa terjadi pada vagina wanita, seperti terasa kering hingga kurang ‘menggigit’. Meski begitu, perubahan tersebut cukup wajar.

    Namun, kondisi tersebut bisa saja berpengaruh pada kehidupan seksual yang membuat wanita kurang percaya diri.


    Tapi tenang, ada banyak trik bikin miss v awet muda yang bisa dilakukan. Dikutip dari Your Tango, berikut beberapa tipsnya:

    Latihan Kegel

    Trik bikin miss V awet muda yang pertama bisa dengan melakukan senam kegel. Latihan ini akan membangun dan memperkuat otot-otot dasar panggul yang mengelilingi vagina.

    Kondisi itu sangat bagus untuk wanita yang belum bisa mencapai orgasme lebih cepat. Selain itu, latihan ini juga bisa membantu membuat vagina terasa lebih kencang.

    Pilih Pembersih Miss V yang Cocok

    Sebenarnya, wanita tidak harus menggunakan sabun untuk membersihkan vagina. Tetapi, jika ingin memakai sabun, disarankan untuk tidak memilih yang mengandung wewangian, tidak berwarna, dan terasa ringan.

    Jika tidak, sabun yang digunakan ini dapat mengiritasi kulit sensitif di dalam dan di sekitar vulva.

    Tetap Terhidrasi

    Tetap terhidrasi juga bisa menjadi salah satu trik bikin miss v awet muda. Pasalnya, dengan terhidrasi vagina dapat terlumasi dengan baik.

    “Kulit vagina rentan terhadap kekeringan jika tidak dirawat dengan baik,” kata pakar kesehatan wanita, Sherry A Ross, MD.

    Namun, asupan air saja bukanlah kunci vagina yang sehat. Ada faktor-faktor lain yang juga berpengaruh, seperti pola makan, olahraga, berat badan, dan lainnya.

    Pola Pikir

    Siapa sangka pola pikir menjadi salah satu trik bikin miss V awet muda. Ini dilakukan dengan selalu berpikir bahwa vagina terlihat muda, sama seperti yang dipikirkannya.

    “Vagina muda adalah vagina yang sehat dan percaya diri. Menjaga kebersihan vagina dan menikmati kenikmatan seksual, membuat vagina awet muda tanpa memandang usia,” jelas Ross.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Anggap Sepele, 6 Tanda Miss V Punya Masalah Serius


    Jakarta

    Sudah menjadi rahasia umum, jika bagian intim wanita terbilang sensitif. Tak heran jika wanita harus lebih peduli pada vagina, terlebih beberapa hal dapat menimbulkan masalah reproduksi yang serius.

    Dikutip dari Health Shots, inilah permasalahan vagina yang harus diketahui.

    1. Infeksi Jamur


    Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur candida yang cenderung menetap di beberapa tubuh, seperti di mulut, tenggorokan, usus, hingga vagina. Berbagai faktor termasuk kehamilan, diabetes tidak terkontrol, atau sistem kekebalan yang lemah bisa merusak keseimbangan bakteri pada vagina sehingga menyebabkan jamur berkembang biak. Saat vagina lembap, pertumbuhan jamur juga semakin cepat.

    Banyak wanita dengan infeksi jamur, mengeluhkan gatal, nyeri, pegal, bau tidak sedap pada vagina, serta merasa tidak nyaman saat buang air kecil.

    2. Miss V Kering

    Kelembapan vagina sangat penting, terutama di area reproduksi bagian atas vagina. Kelenjar bartholin menghasilkan kelembapan ekstra untuk memberikan pelumasan yang baik selama berhubungan seks.

    Sementara itu, kurangnya kelembapan pada area kewanitaan dapat mengakibatkan rasa sakit saat berhubungan intim.

    3. Keputihan Tidak Normal

    Keputihan yang terjadi secara terus-menerus dengan jumlah banyak bisa menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan, seperti vaginosis. Tak hanya itu, kondisi ini juga menyebabkan iritasi dan membuat vagina berbau busuk.

    Warnanya bisa kehijauan, merah muda, atau bahkan cokelat. Intinya jika melihat atau mencium sesuatu yang mencurigakan di area ini, segera mencari bantuan medis.

    4. Vulvodynia

    Pada masalah ini, wanita akan mengalami nyeri kronis atau rasa tidak nyaman di bagian vulva tanpa mengetahui penyebabnya. Gejala yang dirasakan seperti perih, pegal-pegal, bahkan bengkak. Situasi ini perlu segera ditangani karena bisa mengakibatkan kecemasan serta menjauhkan dari keintiman bersama pasangan.

    5. Gonore

    Infeksi menular seksual ini sebagian besar tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, dapat menyebabkan keputihan, nyeri saat buang air kecil, serta menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan seks.

    Pada wanita, gonore bisa menyebar ke rahim ataupun saluran tuba, hingga menyebabkan penyakit radang panggul.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Langsung Tidur! 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Usai Bercinta biar Miss V Sehat


    Jakarta

    Beberapa orang terbiasa langsung tidur sehabis bercinta saking lemasnya. Hati-hati, kebiasaan ini sebenarnya nggak dibenarkan lho secara medis. Sebab, ada hal-hal yang perlu dilakukan wanita sehabis bercinta biar Miss V tetap sehat.

    Langkah-langkahnya pun sebenarnya nggak ribet kok! Hal sesimpel buang air kecil pun rupanya berpengaruh sekali untuk kesehatan Miss V. Dikutip dari Women Health, inilah berbagai hal simpel yang harus dilakukan setelah bercinta untuk menjaga kesehatan vagina:

    1. Buang air kecil

    Simpel sih, tapi rupanya buang air kecil setelah bercinta punya peran yang penting sekali untuk menjaga kesehatan vagina. Saat seseorang berhubungan seks, bakteri dari rektum dapat mendekati uretra sehingga menyebabkan infeksi.


    Bakteri yang secara mekanis berada di ujung uretra dibersihkan bersamaan dengan keluarnya urine. Tak heran, aktivitas buang air kecil sangat penting dilakukan usai bercinta.

    2. Bersihkan vagina

    Tidak perlu menggunakan pembersih mahal, cukup ambil waslap dengan air hangat dan usap lembut vagina bergerak dari depan ke belakang. Tak perlu melakukan double cleansing, karena vagina memiliki siklus pencucian internalnya sendiri untuk membuatkan tetap bersih dengan pH yang seimbang.

    3. Berendam di bak mandi

    Yang satu ini sifatnya memang bukan wajib. Namun tak ada salahnya memanjakan diri dengan berendam setelah berhubungan seks. Pasalnya, rutinitas menyenangkan ini juga bisa membantu mengurangi risiko infeksi.

    4. Gunakan pakaian dalam katun yang longgar

    Mengenakan pakaian dalam berbahan katun dan longgar membantu menjaga area kewanitaan untuk tetap kering. Celana dalam dengan bahan nilon dan ketat dapat menjebak kelembaban dan membantu pertumbuhan bakteri.

    5. Minum air putih

    Momen panas di atas ranjang kerap kali membuat pasangan mengeluarkan banyak keringat. Jadi sebaiknya minum air putih setelah bercinta untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tak hanya bermanfaat bagi seluruh tubuh, menjaga diri tetap terhidrasi bisa membantu mengeluarkan bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK).

    6. Makan camilan

    Mengonsumsi camilan usai berhubungan seks juga bisa membawa efek baik buat vagina. Makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, dan kombucha diyakini bisa membantu menambah bakteri baik dalam tubuh, serta dapat mengurangi risiko infeksi jamur.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy