Tag: miss v

  • Vaginismus Penyebab Pasangan Gancet: Jenis, Penyebab, dan Penanganannya

    Jakarta

    Vaginismus adalah kondisi medis pada wanita saat otot di sekitar vagina menegang tanpa disadari. Kondisi ini bisa mengakibatkan penis captivus, yang berujung pada pasangan gancet. Kondisi ini adalah saat penis tersangkut di vagiana ketika berhubungan seks.

    Bagi wanita yang mengalami kondisi medis ini, ada beberapa cara untuk mengetahui penyebab, gejala, dan juga cara menanganinya. Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa itu vaginismus.

    Pengertian Vaginismus

    Vaginismus adalah kondisi medis yang terjadi ketika otot vagina menegang dan mengencang tanpa disadari saat ada sesuatu yang memasukinya. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada penderitanya saat sedang melakukan hubungan seksual atau memasang tampon ke dalam vagina. Vaginismus merupakan disfungsi seksual yang mempengaruhi kira-kira 0,5-1% wanita.


    Menurut buku Organ Reproduksi Wanita (2023), vaginismus adalah kejang otot yang terjadi di sepertiga bagian luar vagina. Pubococcygeus muscle group merupakan bagian otot yang berkaitan dengan vaginismus. Pada dasarnya, bagian otot tersebut berfungsi mengontrol vagina ketika proses penetrasi, orgasme, buang air kecil maupun besar, serta proses persalinan normal.

    Dikutip dari National Health Service UK, vaginismus dapat menyebabkan infertilitas dan dapat mempengaruhi persepsi wanita tentang kewanitaannya, potensinya sebagai ibu, dan juga dapat mempengaruhi prognosis ibu dan janin.

    Penyebab Vaginismus

    Secara umum, vaginismus disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor fisik dan faktor psikologis. Kendati demikian, menurut buku yang ditulis oleh Ernawati dkk tersebut, penyebab utama terjadinya vaginismus cenderung lebih mengarah ke faktor psikologis interpersonal.

    Faktor Psikologis

    Beberapa pemicu vaginismus secara psikologis antara lain:

    • Perasaan takut untuk melakukan hubungan seksual
    • Perasaan cemas yang berkaitan dengan hubungan seksual dengan pasangan
    • Ketakutan terhadap kehamilan
    • Mengalami trauma akibat pemerkosaan atau pelecehan seksual.

    Faktor Fisik

    Sementara itu, vaginismus yang disebabkan oleh faktor fisik antara lain sebagai berikut:

    • Infeksi di sekitar organ reproduksi, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi jamur
    • Kondisi kesehatan, seperti kanker atau lichen sclerosus
    • Persalinan
    • Menopause yang membuat vagina menjadi kering dan tidak elastis
    • Riwayat operasi panggul
    • Riwayat operasi kandungan
    • Kurangnya pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual
    • Lubrikasi vagina yang tidak mencukupi
    • Efek samping dari pengobatan.

    Jenis-jenis Vaginismus

    Vaginismus dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, berikut ini penjelasan lengkapnya.

    1. Vaginismus primer

    Vaginismus primer adalah jenis vaginismus yang dapat berlangsung seumur hidup. Dikutip dari National Health Service UK, dalam kasus vaginismus primer, tidak mungkin memasukkan benda apapun ke dalam vagina.

    2. Vaginismus sekunder

    Vaginismus sekunder umumnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti infeksi, persalinan, menopause, atau riwayat operasi pada area panggul. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh faktor psikologis. Pada kasus ini, penderita vaginismus sekunder pernah berhasil dalam penetrasi seksual, namun berikutnya tidak bisa dilakukan lagi.

    3. Vaginismus global

    Jenis vaginismus ini menyebabkan penderitanya merespon terhadap semua jenis hubungan seksual, baik itu penetrasi vagina, seks oral, ataupun masturbasi. Vaginismus global bisa bersifat primer maupun sekunder.

    4. Vaginismus situasional

    Pada vaginismus situasional, otot-otot vagina hanya menegang pada kondisi dan situasi tertentu saja. Misalnya, penderita merasa baik-baik saja saat memasukkan tampon ke dalam vagina, tetapi merasakan nyeri dan sakit saat berhubungan seksual.

    Gejala Vaginismus

    Dilansir dari laman WebMD, seks yang menyakitkan (dispareunia) sering kali menjadi gejala utama vaginismus. Rasa sakit yang terjadi saat penetrasi biasanya akan hilang setelah penarikan. Meski demikian, beberapa wanita dengan kondisi kejang otot parah akan tetap merasakan sakit.

    Berikut ini gejala-gejala vaginismus:

    • Sulit melakukan penetrasi
    • Nyeri di bagian vulva
    • Kejang otot, bahkan sesak napas saat melakukan hubungan seksual.
    • Kehilangan hasrat seksual.

    Cara Diagnosis Vaginismus

    Cara yang tepat untuk mendiagnosis vaginismus adalah berkonsultasi dengan dokter. Umumnya dokter akan memeriksa riwayat medis pasien, melakukan pemeriksaan ginekologi, dan melihat gejala yang dialami pasien. Perlu diketahui, tidak ada tes yang definitif untuk mendiagnosis vaginismus.

    Cara Mengobati Vaginismus

    Cara menangani vaginismus berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Namun, sejumlah metode untuk penanganan vaginismus secara umum adalah sebagai berikut:

    1. Edukasi dan konseling

    Edukasi dilakukan oleh dokter dengan memberikan penjelasan mengenai anatomi seksual. Dokter juga akan memberikan konsultasi untuk mengurangi rasa cemas atau takut pada penderita vaginismus.

    2. Psikoterapi

    Psikoterapi bertujuan membantu pasien dalam mengidentifikasi, mengekspresikan, dan menyikapi berbagai faktor emosional pemicu vaginismus.

    3. Latihan otot panggul

    Senam kegel dinilai dapat meningkatkan kemampuan dalam mengontrol otot dasar panggul.

    4. Vaginal dilator therapy

    Vaginal dilator therapy merupakan terapi dengan alat bantu berbentuk tabung untuk membantu meregangkan vagina, memberikan efek relaksasi sekaligus mengurangi rasa nyeri saat berhubungan intim.

    5. Pemberian obat topikal

    Obat topikal yang mengandung lidokain biasanya diberikan guna meredakan rasa nyeri pada vagina saat berhubungan.

    6. Latihan penetrasi

    Latihan penetrasi dapat dilakukan menggunakan dilator plastik atas saran dokter. Cara menggunakannya adalah dengan mendiamkan alat tersebut selama 10 hingga 15 menit agar otot vagina terbiasa dengan tekanan.

    Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara menangani vaginismus. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Kebiasaan Simpel yang Bisa Cegah Bau Tak Sedap pada Miss V


    Jakarta

    Seringkali bau tak sedap dari vagina menyebabkan rasa tidak nyaman, terlebih saat berhubungan seks. Tak bisa sembarangan, sebelum mengatasinya harus diketahui dulu mengapa vagina mulai berbau tidak seperti biasanya.

    Bau vagina dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pH, infeksi, atau kondisi dasar lainnya. Siklus menstruasi, bahkan hubungan intim juga bisa menyebabkan vagina memiliki bau yang berbeda-beda.

    Meski sering berubah, bau vagina yang kuat dan tidak sedap selama berhari-hari mungkin menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Jika mulai khawatir dengan bau vagina, beberapa kebiasaan ini dapat menghilangkan bau vagina secara alami.


    1. Rutin Bersihkan Vagina

    Dikutip dari Healthshots, tumpukan kotoran atau kulit mati sangat mudah terkumpul di area vagina, dapat mempengaruhi baunya. Karenanya, penting untuk membersihkan area ini secara rutin.

    Tak perlu produk pembersih yang mahal, membersihkan vagina bisa dilakukan dengan memanfaatkan kain lap dan air hangat. Dikutip dari WebMD, vagina sangat asam dan secara alami bisa membunuh bakteri jahat. Justru penggunaan beberapa sabun bisa memperburuk keadaan.

    2. Pilih Bahan Celana Dalam

    Berhati-hatilah dengan pakaian dalam yang digunakan, sebaiknya pertimbangkan celana dalam dengan bahan dasar katun.

    Pemakaian celana dalam yang ketat, stocking, dan ikat pinggang juga perlu dihindari. Dikutip dari Healthshots, ketika pakaian dalam tidak memungkinan udara masuk, organisme akan terperangkap di area vulva.

    3. Menjaga BB

    Dikutip dari WebMD, bau tidak sedap di area ini seringkali tidak berasal dari vagina. Daging yang berlebihan di sekitar lipatan paha bagian dalam, akibat kelebihan BB dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

    4. Hindari douching

    Douching berarti mencuci bagian dalam vagina dengan air atau cairan lainnya. Dikutip dari Healthshots, hal itu bisa menganggu keseimbangan pH alami pada bagian.

    Bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bakteri alami, douching juga dapat mengakibatkan infeksi jamur serta bakteri vaginosis.

    5. Konsumsi Probiotik

    Menambah konsumsi probiotik akan menjaga keseimbangan bakteri sehat yang ada di vagina. Menurut Healthshots, ini tidak hanya memperbaiki bau vagina, tetapi juga mengurangi risiko infeksi.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Miss V Jadi Kendur gegara Keseringan Bercinta, Mitos atau Fakta Sih?


    Jakarta

    Banyak wanita, bahkan pria, percaya bahwa semakin sering seorang wanita melakukan hubungan seksual, vagina wanita tersebut akan menjadi kendur dan melebar. Padahal sebenarnya, anggapan ini tidak didukung oleh bukti medis yang kuat.

    “Vagina bersifat elastis dan memiliki kemampuan untuk meregang selama berhubungan seks. Namun, ukurannya kembali normal setelah berhubungan. Berhubungan seks secara teratur, tidak peduli seberapa sering Anda melakukannya, tidak akan membuat vagina menjadi kendur,” jelas salah satu dokter kandungan terkemuka di Mumbai.

    Ketika wanita merasa bergairah, tubuh biasanya secara alami menghasilkan pelumas untuk memudahkan penetrasi dan menjaga kenyamanan selama berhubungan seksual. Selesai aktivitas penetrasi, vagina secara alami akan kembali ke kondisi aslinya. Ini berarti, meskipun berhubungan seksual secara rutin, baik dengan frekuensi tinggi maupun rendah, vagina tidak akan mengalami kendur.


    Perubahan pada area vagina mungkin terjadi ketika seorang wanita baru melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Selaput dara, yakni lapisan tipis yang menutupi pembukaan vagina, bisa robek pada saat itu. Namun, beberapa wanita mungkin telah mengalami robekan pada selaput dara sebelum berhubungan seksual, karena aktivitas fisik atau olahraga.

    Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi vagina adalah proses persalinan atau melahirkan. Pada saat persalinan, kondisi vagina akan meregang untuk mempermudah kelahiran bayi. Beberapa wanita merasa bahwa setelah melahirkan, vaginanya tidak serapat sebelumnya. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu proses alami yang terjadi sebagai bagian dari perubahan tubuh yang terjadi selama masa kehamilan dan persalinan.

    Dengan demikian, frekuensi berhubungan seksual yang sering tidak menyebabkan vagina kendur. Tidak perlu khawatir tentang mitos yang berkaitan dengan vagina yang kendur. Umumnya, setiap wanita memiliki ukuran dan bentuk vagina yang berbeda, yang merupakan bagian dari keunikan setiap orang.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cara Mengatasi Miss V Kering untuk Mencegah Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim


    Jakarta

    Vagina terasa kering saat berhubungan intim menjadi salah satu alasan bercinta terasa menyakitkan. Vagina yang kering saat berhubungan intim bisa memicu lecet di area tersebut.

    American College of Obstretician and Gynecologist (ACOG), mengatakan bahwa hampir tiga dari empat wanita akan merasakan rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik selama hidup mereka. Salah satu hal yang memicu yakni kurangnya lubrikasi ketika berhubungan seks.

    Kadar estrogen yang rendah juga bisa menjadi penyebab kekeringan pada vagina. Estrogen merupakan hormon yang membuat vagina tetap terlumasi dan elastis.


    Dikutip dari Everyday Health, perawatan pada vagina kering harus disesuaikan dengan penyebabnya. Namun secara umum meminum banyak air dan menghindari infeksi atau hal yang dapat mengiritasi jaringan juga dapat dilakukan.

    Cara Mengatasi Miss V Kering Saat Berhubungan Intim.

    Dalam beberapa kasus, dokter merekomendasikan perawatan lokal seperti sisipan estrogen vagina. Selain itu berikut beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina kering saat bercinta.

    1. Memakai pelumas

    Memakai pelumas pada vagina dapat membantu mengatasi kekeringan dan rasa sakit saat berhubungan seks. Produk pelumas yang berbahan petroleum jelly bisa dipilih saat vagina terasa kering saat bercinta.

    2. Foreplay

    Melakukan foreplay sebelum berhubungan seks dapat membantu mengatasi kekeringan di area kewanitaan dan membuat hubungan intim menjadi lebih menyenangkan.

    3. Konsumsi vitamin A

    Vitamin A dapat membantu mengatasi kekeringan vagina. Asupan ini bisa ditemukan pada wortel, sayuran berdaun hijau, ubi, brokoli, juga blewah.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Kiat Mengencangkan Miss V Tanpa Obat dan Operasi

    Jakarta

    Seiring berjalannya waktu, organ-organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi. Begitu juga dengan organ kewanitaan yang perlahan kehilangan ‘cengkramannya’ dengan semakin bertambahnya usia.

    Hal ini menjadi masalah besar bagi sebagian wanita. Pasalnya, vagina kendor bisa membuat hubungan di ranjang dengan pasangan menjadi tidak harmonis.

    Untuk menjawab kegelisahan kaum hawa tersebut, pakar kesehatan wanita dr Teresa Irwin membagikan tips untuk mengencangkan organ kewanitaan. Salah satunya adalah dengan melakukan pose yoga.


    Berikut beberapa pose yoga ala dr Irwin yang bisa mengembalikan kekencangan Miss V.

    1. ‘Happy Baby’

    Seperti namanya, pose ini menirukan bayi yang sedang gembira. Pada pose ini, Anda berbaring telentang dan mengangkat kedua kaki.

    Kemudian, tekuk kedua lutut dan gunakan tangan Anda untuk membuka kaki sambil menahan posisi tersebut.

    2. Bridge

    Pose ini cukup simpel untuk dilakukan. Mulailah dengan berbaring telentang, angkat panggul Anda seolah sedang melakukan thrust, dan tahan posisi tersebut selama beberapa detik.

    3. ‘Goddess’

    Dari posisi berdiri, buka kedua kaki dan tekuk lutut Anda. Kemudian, rentangkan kedua tangan Anda untuk membantu menjaga keseimbangan.

    Selain mudah dilakukan, dr Irwin mengatakan pose ini sangat membantu untuk mengencangkan otot-otot vagina.

    4. One-leg ‘Pigeon’

    Mulai pose ini dengan duduk bersila. Lalu, ambil salah satu kaki, tarik ke atas ke arah yang berlawanan, dan tahan posisi tersebut selama beberapa detik.

    Untuk membantu menjaga keseimbangan, Anda juga bisa bertumpu pada lantai menggunakan tangan yang lain.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Miss V Sulit ‘Basah’? 5 Pelumas Alami Ini Boleh Dicoba

    Jakarta

    Demi mencapai kepuasan dalam berhubungan seksual, banyak pasangan suami istri melakukan beragam cara termasuk foreplay. Foreplay biasanya dilakukan untuk membuat wanita merasa lebih relaks dan dalam kondisi siap untuk tahap penetrasi.

    Hal ini juga demi menghindari rasa nyeri saat vagina dirasa terlalu kering saat penetrasi. Untuk mengatasinya, sebenarnya para pasutri juga bisa mencoba sederet pelumas alami ini.

    Dikutip dari Insider, berikut beberapa pelumas alami yang mudah ditemukan di rumah dan aman untuk digunakan:


    1. Minyak Zaitun

    Bahan alami yang pertama adalah minyak zaitun. Tidak hanya memberikan manfaat pada masakan, tetapi minyak zaitun juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi pelumas alami.

    Teksturnya mampu memberikan kelembapan selama berhubungan seksual. Namun sebaiknya, hindari penggunaan minyak zaitun bersamaan dengan kondom, karena dapat merusak lateks dan mengurangi efektivitasnya.

    2. Minyak Kelapa Alami

    Umumnya, minyak kelapa dikenal sebagai salah satu pelumas alami yang efektif. Namun, perlu diperhatikan seseorang harus menggunakan minyak kelapa yang murni atau tidak mengalami proses.

    Karena minyak yang sudah melewati proses, mungkin mengandung bahan tambahan yang dapat memicu iritasi pada kulit. Seperti halnya minyak zaitun, sangat disarankan untuk menghindari penggunaan minyak kelapa alami secara bersamaan dengan kondom.

    3. Minyak Alpukat

    Manfaat minyak alpukat serupa dengan minyak kelapa murni dan minyak zaitun. Selain melembapkan, minyak alpukat memiliki kelebihan daya tahan yang lebih lama dibandingkan pelumas berbasis air.

    Selain itu, minyak alpukat juga memiliki aroma dan rasa yang lebih netral jika dibandingkan dengan minyak kelapa dan zaitun. Namun, sebagaimana halnya dengan minyak alami lainnya, sangat disarankan untuk menghindari penggunaannya bersamaan dengan kondom.

    4. Minyak Vitamin E

    Seringkali, minyak vitamin E digunakan sebagai pelembap atau dicampur dengan minyak esensial. Minyak ini memiliki sifat yang lembut pada kulit, bahkan pada area yang sensitif.

    5. Gel Lidah Buaya Murni

    Gel lidah buaya seringkali digunakan sebagai perawatan untuk luka bakar karena kemampuannya memberikan efek menenangkan pada kulit. Tidak hanya itu, gel lidah buaya murni juga merupakan alternatif pelumas alami yang cocok bagi seseorang dengan kulit sensitif atau area genital yang rentan. Meskipun demikian, perlu berhati-hati dan amati komposisi bahan pada produk yang digunakan.

    Pastikan untuk menghindari produk yang mengandung alkohol, karena bisa menyebabkan iritasi dan kering pada kulit.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Miss V Muncul Bunyi Aneh saat Bercinta, Normalkah? Begini Penjelasan Medisnya


    Jakarta

    Beberapa orang merasa kaget saat mendengar bunyi aneh dari area miss V saat bercinta. Tak jarang suara ini bikin pasangan canggung di tengah-tengah momen bercinta. Padahal secara medis, bunyi tersebut adalah hal wajar lho.

    Menurut penulis buku A Guide to Sexual Health and Pleasure, dr Tlaleng Mofokeng, bunyi pada vagina disebabkan oleh udara terperangkap saat penetrasi.

    “Bunyi pada vagina berasal dari kondisi di mana udara dapat terperangkap di dalam dan kemudian dipaksa keluar selama penetrasi. Saat berhubungan seks, memasukkan penis ke dalam vagina dapat menyebabkan penumpukan tekanan udara tersebut,” jelas dr Tlaleng.


    Ketika udara yang terperangkap keluar dari sekitar penis, akan timbul suara yang terdengar seperti dinding vagina yang saling berbenturan.

    Efek suara ini sering terjadi dan dapat ditemui pada puncak gairah dan kenikmatan. Memang, suara tersebut bisa jadi terdengar aneh dan memalukan. Namun tenang, kondisi tersebut bukan suatu masalah.

    Untuk meminimalkan efek suara vagina saat penetrasi, cobalah lakukan penetrasi secara perlahan. Dengan begitu, proses udara yang keluar terjadi lebih lambat, suara yang mungkin muncul pun semakin pelan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Saat Terangsang, Ukuran Miss V Ternyata Bisa Sedalam Ini


    Jakarta

    Vagina adalah bagian tubuh wanita yang tergolong sangat sensitif. Salah satu hal yang masih dipertanyakan banyak orang adalah terkait ukuran kedalamannya. Lantas, berapa sih ukuran rata-rata vagina, terutama saat ereksi?

    Dikutip dari Insider, ukuran rata-rata vagina berkisar sekitar 7 sampai 10 cm. Namun, meski secara umum tergolong lebih tidak dalam dibandingkan ukuran penis, vagina merupakan organ tubuh yang tergolong cukup fleksibel dan bisa menyesuaikan diri dengan berbagai situasi.

    Menurut sebuah studi pada 2005, rata-rata kedalaman vagina adalah 9,6 cm. Namun, pada kondisi tertentu vagina bisa meregang, seperti saat ereksi, hamil, melahirkan, dan saat mengalami menopause.


    Bahkan, kala melahirkan, vagina bisa meregang hingga 15,24 cm atau lebih untuk menyesuaikan ukuran dengan kepala dan bahu bayi.

    Banyak juga yang mengira bahwa kedalaman vagina ini bisa berdampak pada tingkat kepuasan kala berhubungan seksual. Namun, nyatanya kedalaman vagina tidak berkaitan dengan kepuasan seksual.

    “Bukti penelitian sejauh ini tidak menunjukkan adanya asosiasi antara kedalaman vagina dan kepuasan seksual. Mayoritas wanita akan terangsang dari klitoris, yang tidak berhubungan dengan kedalaman vagina,” jelas dr Oz Harmanli, seorang profesor dan Ketua Yale Medicine Urogynecology dan Reconstructive Pelvic Surgery.

    Mendukung penelitian tersebut, sebuah studi pada 2010 juga menunjukkan bahwa kedalaman vagina tidak mempengaruhi wanita dalam beraktivitas seksual.

    Faktor usia dan gaya hidup juga bisa berdampak besar pada perubahan yang dialami oleh vagina seiring berjalannya waktu, termasuk kedalaman dan keelastisannya.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Cara Temukan Titik G-Spot, Bikin Sesi Bercinta Makin ‘Hot’


    Jakarta

    Merasa ‘enak’ saat bercinta ditambah dengan orgasme adalah impian setiap wanita. Untuk mencapai itu semua, mengetahui letak dan bermain dengan G-Spot adalah kunci penting memuaskan pasangan. Apa sih G-Spot itu?

    Dikutip dari Women’s Health, G-spot adalah zona sensitif seksual yang terletak di sepanjang saluran vagina. Jessica O’Reilly, PhD, seorang seksolog mengatakan letak G-spot cenderung cukup dangkal di dalam vagina.

    “Area tersebut bukanlah entitas anatomi yang berbeda, melainkan serangkaian jalur saraf sensitif dan jaringan yang biasanya dapat dirasakan melalui dinding bagian atas vagina,” jelas O’Reilly.


    “Ketika area itu ditekan (saat masturbasi atau bercinta), terasa enak karena terhubung dengan anatomi internal klitoris dan organ sekitarnya,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, psikolog berlisensi dan terapis seks asal Beverly Hills.

    Dalam tekstur dan kepadatan, G-spot biasanya terasa berbeda dari bagian liang vagina di sekitarnya. G-spot biasanya sedikit lebih lembut atau kenyal daripada jaringan di sekitarnya, terutama, saat sedang terangsang.

    Sama seperti jaringan genital lainnya, G-Spot akan terisi dengan darah saat terangsang yang mengubah kepadatannya.

    Bagaimana Cara Menemukan G-Spot?

    Berikut ini adalah 3 cara menemukan G-Spot pada wanita:

    1. Bangun mood yang baik

    Hal pertama adalah wanita ingin terangsang bahkan sebelum mencoba menemukan G-spot. Oleh sebab itu, bangun mood yang baik agar istri lebih mudah terangsang.

    “Mirip dengan penis yang sedang ereksi, G-Spot menjadi lebih besar saat terangsang, jadi Anda bisa merasa lebih baik saat terangsang,” ungkap Carolanne Marcantonio, LMSW, terapis seks senior.

    Ia merekomendasikan bagi pasutri untuk menciptakan suasana romantis untuk membangun mood. Nyalakan lilin, mainkan musik erotis favorit, dan biarkan fantasi menjadi liar.

    2. Tahu tempat mencarinya

    “G-spot terletak sekitar 2 inci (sekitar 5 cm) di dalam saluran vagina di dinding anterior,” kata Qureshiz. Itu adalah dinding yang lebih dekat ke perut, bukan bokong.

    Namun, perlu diingat bahwa anatomi tubuh setiap wanita berbeda sehingga tidak ada letak G-Spot yang sama satu dengan yang lainnya. Pasutri mungkin perlu masuk lebih dalam untuk menemukannya. Gerakkan jari ke kiri, kanan, atau ubah sudut jari untuk menemukannya.

    3. Mencari dengan jari

    O’Reilly merekomendasikan untuk mencoba menemukan G-spot dengan jari (bukan mainan seks) pada upaya pertama. Hal ini bermanfaat agar pasutri dapat menggunakan sensasi sentuhan tekstur untuk membantu menemukannya.

    “Gulung satu atau dua jari ke dalam vagina dan tekan ke atas, ke arah perut,” tutur O’Reilly.

    “Bereksperimenlah dengan menggunakan ritme dan tekanan yang berbeda seperti yang dilakukan saat bercinta,” sarannya.

    Jika sudah berhasil menemukan G-Spot dan terasa enak, tingkatkan ritme dan ciptakan banyak gesekan saat melanjutkan untuk meningkatkan peluang orgasme. Beberapa wanita melaporkan orgasme G-spot terasa lebih penuh, intens, dan emosional daripada jenis klitoris.

    “Merangsang area tersebut akan menciptakan sensasi jika itu adalah titik panas bagi Anda. Beberapa orang menggambarkan perasaan hangat dan memerah di seluruh alat kelamin dan tubuh mereka. Yang lain mengatakan mereka menjadi jauh lebih basah,” kata Yvonne Fulbright, PhD, edukator seks.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sering Seks Bisa Bikin Miss V Longgar, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Vagina yang longgar sering kali disalah artikan sebagai tanda kalau si wanita sering melakukan hubungan seks. Tak jarang, wanita yang memiliki miss v yang longgar dianggap sebagai wanita ‘nakal’.

    Tapi apa benar demikian? Apakah vagina longgar memang disebabkan terlalu sering berhubungan seks?

    Profesor klinis kebidanan dan ginekologi Mary Jane Minkin, MD, mengungkapkan vagina yang longgar ternyata tidak ada kaitannya dengan kebiasaan berhubungan seks. Ia menjelaskan vagina terdiri dari jaringan elastis yang dapat meregang dan tetap mempertahankan bentuk aslinya.


    “Meski vagina dapat meregang saat berhubungan seks untuk mengakomodasi penis atau mainan seks, ukurannya tidak akan berubah. Setelah berhubungan seks, otot-otot vagina berkontraksi dan kembali ke ukuran semula,” paparnya dikutip dari Insider, Minggu (25/6/2023).

    Jadi vagina yang longgar bukan berarti karena si wanita suka melakukan hubungan intim. Lantas, apa penyebabnya?

    Pakar ginekologi Alyssa Dweck, MD, menerangkan salah satu hal yang mempengaruhi kerapatan vagina adalah saat melakukah hubungan seks untuk yang pertama kali.

    “Karena sebelum berhubungan seks untuk yang pertama kali, vagina diselimuti membran tipis yang disebut hymen. Hymen robek secara natural ketika penetrasi terjadi, sehingga memudahkan penis atau objek lain masuk ke dalam vagina,” ungkapnya.

    Selain itu, Alyssa mengatakan vagina longgar juga bisa disebabkan oleh hal non-seks lainnya. Misalnya, karena melahirkan.

    Dia menjelaskan saat proses bersalin, kepala bayi akan menekan dinding bukaan pada vagina dan membuat ukurannya berubah secara permanen. Namun, vagina yang longgar akibat proses melahirkan bisa dikembalikan dengan melakukan latihan kegel.

    Kerapatan vagina juga akan berkurang secara natural seiring dengan pertambahan usia. Karena saat bertambah tua, vagina akan menjadi kering dan kehilangan elastisitasnya.

    “Kami menganjurkan agar mereka menggunakan pelembab untuk vaginanya, seperti yang dilakukan pada wajah, dua hingga tiga kali seminggu jika mengalami vagina kering saat menopause,” pungkasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy