Tag: miss v

  • 4 Cara Alami Bikin Miss V Tetap Sehat dan ‘Menggigit’, Tak Perlu Obat-obatan!


    Jakarta

    Jelas, kesehatan dan higienitas area intim wanita amat penting untuk dijaga. Namun di samping itu, banyak wanita mencari-cari cara alami untuk membuat area miss v senantiasa rapat. Salah satu tujuannya, yakni menjaga kenikmatan di kala bercinta.

    Tak perlu obat-obatan, rupanya ada lho sejumlah cara alami yang bisa dicoba untuk menjaga kekencangan area miss V. Dengan cara-cara alami ini, kelembaban di area miss V bisa terus terjaga. Tak hanya menyehatkan, kualitas seks pun ikut terjaga.

    Berikut 4 tips menjaga kesehatan vagina agar tetap kencang dan awet muda :


    1. Minum cukup air

    Menjaga asupan air yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Jika seseorang tidak minum air putih dengan cukup, beberapa risiko yang mungkin dialami yakni kulit menjadi mudah kusam, kering dan tidak bercahaya. Efek serupa juga dapat terjadi pada kulit di area vagina.

    Mencegah dehidrasi juga membantu meningkatkan aliran darah, yang berperan dalam menjaga kesehatan jaringan vagina. Terlebih pada saat perimenopause dan menopause, aliran darah ke vagina mungkin berkurang sehingga menyebabkan kekeringan vagina. Maka itu, penting untuk memastikan kebutuhan air selalu tercukupi guna mengurangi dampak penuaan pada vagina.

    2. Melakukan Olahraga

    Selain menjaga kekuatan tubuh, olahraga juga berguna untuk membantu menjaga kekencangan vagina. Kegiatan sehat ini dapat dilakukan oleh siapapun di rumah. Olahraga yang dapat membantu wanita untuk menjaga kekencangan vaginanya adalah yoga dan squat.

    Beberapa gerakan yoga yang dapat membantu mengencangkan otot vagina seperti locust pose, chair pose, happy baby pose, dan mountain pose. Sedangkan posisi squat dapat membantu mengencangkan otot vagina, paha dan bokong.

    3. Tetap aktif berhubungan seksual

    Beraktivitas seksual memiliki manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Selain itu, aktivitas seksual juga dapat meningkatkan aliran darah ke vagina, yang membantu mengatasi efek penuaan seperti kekeringan vagina dan penipisan.

    Pada masa menopause akan terjadi penurunan kadar estrogen. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke vagina dan menyebabkan kekeringan serta penipisan jaringan vagina. Aliran darah yang lebih baik membantu mengisi jaringan vagina dan meningkatkan produksi pelumas alami.

    4. Cuci vagina hanya dengan air

    Untuk membersihkan vagina, wanita harus menghindari penggunaan sabun beraroma. Pasalnya alih-alih membersihkan, produk-prpoduk sabun ini justru bisa membuat vagina iritasi dan kering.

    Normalnya vagina memiliki mekanisme pembersih sendiri, sehingga tidak perlu dibersihkan menggunakan sabun atau pembersih. Dokter umumnya akan merekomendasikan air hangat untuk membersihkan vagina.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Miss V Berbau, Normalkah? Bisa Jadi Sih, tapi Begini Penjelasan Dokter

    Jakarta

    Bau pada vagina seringkali bikin wanita insecure. Sebab banyak wanita khawatir, vagina yang berbau bakal bikin pasangan tak nyaman saat bercinta. Padahal perlu diketahui, bau vagina dapat berubah dari hari ke hari sebagai efek dari siklus menstruasi. Bau ini juga mungkin tercium setelah berhubungan seks. Faktor lain seperti berkeringat juga bisa menyebabkan bau pada vagina.

    Selain itu, bau pada vagina juga bisa disebabkan oleh area sekitar vagina yang berkeringat. Dikutip dari Mayo Clinic, bakteri vaginosis adalah pertumbuhan berlebih dari bakteri yang biasanya ada di vagina. Ini adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan bau pada vagina. Namun pada beberapa kasus lainnya, bau pada vagina bisa dipicu oleh trikomoniasis dan infeksi menular seksual (IMS).

    Bau Normal Vagina

    “Sulit untuk menentukan dengan tepat seperti apa bau vagina yang normal dan sehat karena setiap orang memiliki aroma yang berbeda,” kata pakar kesehatan wanita, dr Sherry Ross. Tetapi, beberapa orang menggunakan kata-kata seperti tanah, pedas, atau sedikit asam untuk menggambarkan bau khas vagina.


    Kuncinya adalah mengetahui apa bau ‘normal’ yang seseorang rasakan. Setiap wanita perlu memahami bau vagina mereka, karena bau di setiap orang akan berbeda-beda.

    “Kita semua yang memiliki vagina biasanya tahu perasaan canggung jika bau baru dan aneh menghampiri kita. Vagina sangat sensitif terhadap berbagai perubahan di lingkungan sehari-hari, jadi apa pun yang memengaruhi keseimbangan halus ini akan mempengaruhi bau serta jenis keputihan dan konsistensinya,” ucap dr Ross.

    Cara Menghilangkan Bau Vagina

    Cara menghilangkan bau pada vagina sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Jika seseorang mengidap trikomoniasis, bau tersebut mungkin perlu diatasi dengan obat-obatan. Jika penyebab bau vagina adalah Bakterial Vaginosis (BV), mungkin perlu diobati dengan antibiotik.

    Selain kondisi tersebut, yang perlu diperhatikan jika ingin menghilangkan bau pada vagina adalah dengan mengatur pola makan dan menjaga kebersihan diri dan vagina.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Vagina ‘Mengendur’ Bikin Seks Tak Nikmat Lagi? Ah, Nggak Juga


    Jakarta

    Beberapa wanita mungkin khawatir tentang bentuk vagina mereka yang ‘mengendur’. Kekhawatiran ini makin dirasakan setelah melahirkan.

    Namun, sebenarnya, bentuk dan ukuran vagina elastis, bahkan setelah melahirkan bisa kembali ke kondisi ‘semula’. Apakah ini berpengaruh pada kenikmatan hubungan seksual pasangan?

    “Kemampuan kita untuk menilai ukuran yang berkaitan dengan fungsi seksual masih kurang dipahami,” kata Christopher Tarnay, direktur divisi kedokteran panggul wanita dan bedah rekonstruktif di UCLA Medical Center.


    “Vagina adalah organ yang sangat elastis,” kata Christine O’Connor, direktur ginekologi remaja dan perawatan wanita di Mercy Medical Center, Baltimore.

    Vagina setiap orang juga disebutnya berbeda-beda.

    “Itu [vagina] tidak tetap pada satu ukuran tertentu,” kata O’Connor.

    Pada 1960-an, Masters dan Johnson pernah mengamati ukuran vagina. Mereka mengamati 100 wanita yang belum pernah hamil dan menemukan bahwa panjang vagina, tanpa rangsangan, berkisar antara 2,75 inci hingga sekitar 3,25 inci atau 6,9 sampai 8,1 sentimeter. Saat terangsang, lebarnya meningkat menjadi 4,25 inci menjadi 4,75 inci atau sekitar 12 sentimeter.

    Apa yang Sebenarnya Penting?

    Intinya, kecemasan berlebihan tentang ukuran vagina dan apakah bentuknya berubah seiring waktu adalah kekhawatiran yang salah. dr O’Connor mencatat bahwa hal-hal lain, seperti pelumasan, gairah, dan memiliki hubungan yang baik dengan pasangan memiliki dampak yang jauh lebih besar pada kenikmatan seksual bagi wanita.

    Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Jurnal Uroginekologi Internasional mendukung pendapat tersebut. Peneliti menggunakan rekam medis, ujian, dan kuesioner dari 500 pasien ginekologi berusia 40 tahun ke atas untuk melihat apakah ada korelasi antara panjang vagina dan ukuran bukaan dengan kepuasan seksual.

    Para peneliti menemukan bahwa hasrat, gairah, orgasme, rasa sakit, dan kepuasan seksual tidak terkait dengan ukuran vagina.

    “Ini bukan kecocokan fisik yang dicari dalam hal fungsi seksual,” kata O’Connor. “Ini lebih tentang komunikasi antara kedua mitra dan memastikan keduanya mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari pengalaman dan merasa nyaman.”

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Insecure, Ini 4 Penyebab Miss V Berwarna Gelap


    Jakarta

    Beberapa wanita merasa tidak percaya diri lantaran area Miss V-nya cenderung berwarna gelap. Tak sedikit dari mereka beranggapan, bentuk Miss V yang ideal adalah yang berwarna cerah. Padahal sebenarnya, warna Miss V bisa dipengaruhi oleh pertambahan usia. Seiring tahapan kehidupan wanita, area vagina mungkin semakin berwarna gelap.

    Area vagina secara alami memiliki warna lebih gelap dibandingkan tubuh lainnya. Akan tetapi, terkadang wanita merasa khawatir ketika warna area intimnya tampak menggelap dibandingkan biasanya.

    Tak perlu panik, inilah sejumlah penyebab area vagina berwarna gelap:

    1. Perubahan hormon

    Perubahan hormon dapat terjadi dalam tubuh seorang wanita pada berbagai tahapan kehidupan. Perubahan ini dapat memengaruhi area kewanitaan, misalnya selama pubertas, terjadi peningkatan hormon estrogen dalam tubuh dan dapat membuat vagina menjadi lebih gelap.

    Selain itu, saat seorang wanita menginjak usia 30-40an, terjadi juga penurunan kadar estrogen. Walhasil mendekati masa menopause, vagina mungkin semakin berwarna gelap.

    2. Polycystic ovarian syndrome (PCOS)

    Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Pada kondisi ini, kista-kista kecil berkembang di ovarium dan menyebabkan kadar hormon maskulin atau androgren berlebihan. Kondisi ini memengaruhi kadar estrogen dan membuat area vagina menjadi lebih gelap.

    3. Infeksi

    Pada beberapa kasus, warna area vagina yang menggelap disebabkan oleh infeksi jamur pada vulva. Kondisi ini dapat meninggalkan bekas, sehingga vagina menjadi lebih gelap.

    4. Kondisi fisik lainnya

    Selain masalah hormonal, ada beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan area vulva menjadi gelap. Di antaranya yakni kurangnya sirkulasi udara di daerah intim yang tertutup, atau bakteri yang terperangkap akibat keringat di area tersebut sehingga terjadi gesekan antara paha ketika wanita berjalan atau beraktivitas.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bukan gegara Terlalu ‘Semangat’, Ini Sederet Penyebab Miss V Sakit Habis Bercinta


    Jakarta

    Beberapa wanita mengeluh sakit di area Miss V setelah berhubungan seksual. Sebenarnya, apa sih penyebabnya? Benarkah ada kaitannya dengan ukuran Mr P yang terbilang terlalu besar?

    Ada banyak alasan mengapa seseorang mengalami rasa sakit pada vagina atau vulva setelah berhubungan seks. Tentu saja, alasan yang snangat jelas adalah aktivitas seksual yang terlalu intens. Namun perlu diingat, rasa sakit pada vagina setelah melakukan hubungan seksual tak boleh diabaikan.

    Alasan yang paling umum terkait vagina sakit setelah berhubungan seksual adalah terjadinya gesekan. Hubungan seks yang menyakitkan dapat dikenal sebagai dipareunia. Penting untuk memahami kapan dan di posisi mana seseorang merasakan sakit, pada saat berhubungan seks atau setelah berhubungan seks.


    Selain itu penyebab lainnya adalah kurangnya pelumas hingga fluktasi hormon dan alergi lateks. Namun, ada faktor lain yang dapat menyebabkan vagina sakit setelah berhubungan seksual, meliputi:

    1. Mengalami infeksi

    Rasa sakit di sekitar vagina dapat disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi menular seksual (IMS). Jika seseorang menglami rasa sakit setelah berhubungan seks, kunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    2. Hormon yang berubah

    Perubahan kadar hormon dapat disebabkan oleh kondisi menopause, perimenopause atau kehamilan. Karena pada kondisi tersebut biasanya vagina sedang dalam tahap kering, dalam artian tidak menghasilkan pelumas yang cukup pada saat berhubungan seksual.

    Untuk mengatasi hal ini, solusinya adalah gunakan pelumas. Jika seseorang membutuhkan bantuan untuk mengatasi gejala primenopause dapat mengunjungi dokter setempat.

    3. Tidak terangsang

    Jika seorang wanita tidak merasakan gairan seksual saat berhubungan, tidak akan menghasilkan pelumas yang cukup untuk menunjang aktivitasnya. Hal ini dapat membuat vagina seseorang kering dan menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan seksual.

    Jangan memaksa berhubungan seksual, jika tidak merasakan adanya dorongan. Karena kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri pada vagina setelah atau pada saat berhubungan.

    4. Infeksi saluran kemih

    Kondisi nyeri setelah seks, khususnya pada daerah punggung dapat disebabkan oleh penetrasi yang terlalu dalam atau infrksi saluran kemih. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman setelah berhubungan seksual.

    jika kondisi tersebut disertai dengan rasa tidak sehat, demam, nyeri saat buang air kecil, mengandung darah pada urine atau frekuensi buang air kecil meningkat, sebaiknya segera mendatangi dokter untuk diberikan penanganan segera.

    5. Alergi terhadap lateks

    Jika seseorang merasakan gatal setelah berhubungan seksual, itu dapat disebabkan oleh alergi lateks, seperti alat kontrasepsi atau pelumas yang digunakan. Untuk mengetahui lebih lanjut bahwa seseorang mengalami alergi lateks atau tidak, sebaiknya lakukan tes alergi dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    6. Kondisi medis lainnya

    Nyeri yang dirasakan dalam panggul dapat disebabkan oelh berbagai kondisi medis, seperti penyakit radang panggul dan endometriosis atau miom. Jika seseorang merasakan nyeri setelah berhubungan seksual atau pendarahan setelah berhubungan seksual, segeralah melakukan pengobatan ke dokter, agar dapat ditangani.

    7.Berhubungan seksual secara berlebihan

    Ternyata berhubungan seksual secara berlebihan dapat memberikan efek rasa nyeri pada area miss V setelahnya. Hal tersebut merupakan kondisi yang tidak nyaman dirasakan oleh seorang wanita dan dapat berlangsung setelah melakukan hubungan seksual.

    Selain mengetahui penyebab rasa sakit yang timbul setelah berhubungan seksual, penting juga untuk memahami langkah-langkah mengatasi nyeri pada Miss V setelah bercinta. Apa saja?

    1. Berendam dalam garam epsom

    Garam epsom dapat membantu menyembuhkan tubuh, meredakan ketidaknyamanan dan mengurangi peradangan. Tuangkan garam epsom pada bak mandi dan berendamlah, gunakan garam epsom yang alami dan terbaik. Hindari penggunaan produk beraroma, lantaran ini dapat mengganggu pH pada vagina dan memicu iritasi di area tersebut.

    2. Mengompres pangkal pada dengan es

    Untuk meredakan nyeri, dapat dilakukan dengan kompres di area pangkal paha menggunakan air dingin untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan. Namun, jangan mengompres es secara langsung pada vagina, karena hal ini dapat menyebabkan masalah lebih lanjut.

    3. Menggunakan pelumas

    Menggunakan gel pelumas selama berhubungan seks merupakan hal yang baik jika seseorang mengalami nyeri akibat gesekan, selain itu mengoleskannya pada vagina setelah berhubungan seks juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Pilihlah pelumas berbasis air dengan efek mendinginkan dan meredakan.

    4. Gunakan pakaian dalam berbahan katun

    Katun lebih menyerap dan lebih dapat bernapas dibandingkan dengan kain sintetis lainnya, jadi jika ketidaknyamanan seseorang disebabkan oleh infeksi, menggunakan pakaian dalam berbahan katun dapat membantu proses penyembuhan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Miss V Kentut saat Bercinta Bikin Malu, Bahaya Nggak Sih?

    Jakarta

    Keluar angin atau kentut dari vagina kadang dialami wanita saat berhubungan seks atau berolahraga. Meski kerap membuat malu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

    Kentut dari vagina disebut juga queef. Kondisi ini terjadi ketika udara terperangkap di dalam rongga vagina. Pada saat tertentu, udara ini bisa keluar dari vagina dan membuat suara seperti kentut.

    “Sangat normal bagi seseorang untuk buang angin 10 hingga 20 kali per hari, dan usus besar tidak terlalu peduli dengan apa lagi yang mungkin terjadi,” kata dr Elizabeth Blaney, MD, asisten profesor kedokteran di Gastroenterologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Washington.

    Kondisi ini umumnya normal dan jarang menjadi masalah kesehatan atau tanda suatu penyakit. Hampir serupa dengan kentut dari anus, kentut dari vagina terkadang juga disertai suara kecil bersamaan dengan keluarnya gas. Tapi ada perbedaan mendasar, kentut dari vagina tidak berbau laiknya kentut dari anus.


    “Anda tidak selalu bisa mencegah kentut saat berhubungan seks, dan sebagian besar waktu, itu tidak menunjukkan ada yang salah,” kata Blaney.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Terkadang kentut saat berhubungan seks tidak dapat dihindari, tetapi perubahan gaya hidup dapat membantu menghindari kelebihan gas yang dapat dikeluarkan saat berhubungan seks.

    Berikut adalah beberapa tips dari dr Blaney untuk mencegah kentut saat berhubungan seks.

    1. BAB sebelum bercinta. Hal ini biasanya dapat menghilangkan perasaan harus kentut atau kehilangan kendali atas usus saat berhubungan seks

    2. Beralih posisi seks jika merasakan kentut datang. Cobalah posisi seperti misionaris membantu pantat tetap mengepal dan dapat menghindari kentut

    3. Hindari posisi seks yang banyak membungkuk. Sebab membungkuk dan meregangkan dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan kendali atas kentut yang keluar

    4. Hindari makanan pemicu kentut beberapa jam sebelum berhubungan seks, seperti bawang, brokoli, kubis Brussel, dan gandum dapat membuat sebagian orang kembung

    5. Hindari minuman berkarbonasi. Minuman ini tentu membuat perut kembung dan memicu kentut

    (Faesal Mubarok/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies, Merapat! Ini 7 Cara Alami buat Bikin Miss V Makin Rapat ‘Menggigit’


    Jakarta

    Kondisi vagina yang mengendur kerap kali bikin wanita insecure. Padahal, vagina mengendur seiring pertambahan usia adalah hal normal, terutama pada wanita yang sudah melahirkan.

    Namun memang, beberapa wanita berpikir vagina yang kencang dapat membuat kualitas hubungan seksual semakin sejahtera. Lantas, adakah cara-cara alami yang bisa dicoba untuk mengencangkan area vagina? Ada kok, begini penjelasannya:

    1. Squat dengan Beban

    Latihan squat dengan beban dapat membantu menguatkan otot-otot dasar panggul dan membuat bokong menjadi lebih seksi. Namun ingat, jika fokus squat dilakukan untuk mengencangkan vagina, saat melakukan squat, berikan tekanan pada wilayah panggul agar mendapatkan hasil yang terbaik.


    2. Orgasme

    Bagi wanita yang sudah pernah melahirkan, orgasme dapat membantu mengencangkan vagina yang kendur. Pada saat orgasme terjadi, otot-otot panggul berkontraksi dan rileks. Semakin sering orgasme, semakin kuat otot-otot panggulnya.

    3. Latihan Kegel

    Latihan kegel bisa menguatkan area panggul, mengurangi inkontinensia tinja selama kehamilan atau setelah melahirkan dan mengingkatkan kontrol kandung kemih. Sebelum memulai latihan, pastikan pahami dan kenali otot-otot panggul terlebih dahulu.

    Selanjutnya lakukan latihan kegel, diusahakan jangan mengencangkan perut, paha atau bokong. Namun, fokuslah terhadap otot-otot panggul. Untuk hasil yang optimal lakukan tiga set kegel 5-10 kali setiap harinya.

    4. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

    Perhatikan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Diet dapat menjadi pola hidup yang baik untuk mengencangkan vagina. Konsumsilah kedelai, kacang-kacangan, wortel, gandum dan apel yang memiliki kandungan estrogen tinggi.

    Selain itu untuk membantu mengencangkan vagina, dapat mengonsumsi banyak karbohidrat organik, sayuran dan buah-buahan serta protein hewani yang rendah lemak. Karena makanan tersebut mengandung omega-3, anti-inflamasi yang dapat menjaga otot-otot vagina.

    5. Pelvic Tilt Exercise

    Latihan ini dapat meningkatkan otot-otot vagina, mulailah dengan berdiri menghadap dinding. Posisi bahu dan bokong dipastikan menyentuh dinding, saat melakukan latihan ini dipastikan punggung harus rata dengan dinding. Ulangi latihan sebanyak 5 hingga 10 kali dalam sehari.

    NEXT: Bridge dan pelvic thrust

    6. Posisi bridge

    Metode yoga ini adalah cara yang baik untuk mengencangkan vagina. Ini merupakan bentuk plank untuk mengencangkan area otot panggul. Lakukan latihan ini dengan berbaring dalam posisi bridge, rapatkan bokong, tarik perut bagian bawah dan tahan posisi tersebut.

    Semakin lama seseorang berada di posisi itu, semakin banyak area panggul yang berkontrasi. Kondisi ini dapat membuat vagina semakin sempit dan kencang.

    7. Pelvic Thrust

    Gerakan ini melibatkan dorongan pada area panggul. Letakkan setengah bagian atas tubuh di atas permukaan yang lebih tinggi, lalu lakukan gerakan naik-turunkan pada bagian bawah tubuh. Wanita bisa menggunakan beban seperti barbel atau piringan berat untuk memberikan tekanan pada area perut bagian bawah.

    Gerakan ini akan merangsang inti tubuh dan mengaktifkan area panggul karena terdapat beban tambahan pada daerah perut. Kekuatan panggul pada latihan ini dapat membantu kontraksi dan relaksasi otot-otot dasar panggul, yang mana gerakan tersebut dapat membantu mengencangkan vagina.

    (Agisna Riawan/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Wanita Merapat! Ini 4 Cara Alami buat Bikin Miss V Rapat ‘Menggigit’


    Jakarta

    Setiap wanita pasti ingin memiliki vagina yang kencang dan sehat. Namun, seiring bertambahnya usia, otot dan tendon pada lapisan pelvis melemah, sehingga menyebabkan vagina kendur. Di samping faktor usia, hal lain yang dapat menyebabkan vagina kendur ialah persalinan dan penurunan hormon estrogen akibat menopause.

    Tapi tak perlu khawatir, ladies! Ada sejumlah cara alami yang bisa dicoba untuk merapatkan kembali area Miss V. Apa saja?

    1. Squat


    Latihan squat dapat membantu mengencangkan daerah panggul dan otot pelvis. Terutama jika dikombinasikan dengan latihan kegel, akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Lakukan squat dengan posisi berdiri dengan kaki terbuka, lalu turunkan badan dan tahan dengan posisi seolah-olah ingin duduk. Selain membantu mengencangkan area panggul dan otot pelvis, gerakan ini dapat membantu menciptakan bokong yang berisi.

    2. Latihan kegel

    Sebelum latihan kegel dimulai, seseorang harus bisa merasakan otot-otot panggul terlebih dahulu. Setelah itu kencangkan otot-otot panggul, tahan selama 5 detik kemudian lepas selama 5 detik. Ulangi gerakan ini selama 5 kali berturut-turut. Latihan kegel ini dapat membantu mengencangkan vagina.

    3. Yoga

    Latihan yoga dapat membantu mengencangkan otot di vagina dan membantu kontraksi dan ekspansi otot-otot di panggul. Untuk mengencangkan vagina, cobalah lakukan latihan yoga yang melibatkan panggung, area paha dan belakang.

    4. Tempelkan kaki di tembok

    Cara terakhir, cukup simpel. Cukup dengan rebahan di tempat tidur, kemudian sandarkan kaki menempel pada tembok dengan tubuh menghadap ke atas. Latihan ini dapat membantu mengembangkan otot-otot pelvis dan mengencangkan vagina. Lakukan latihan ini pada pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Olahraga Simpel Ini BIkin Miss V Awet Kencang


    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, kondisi vagina juga mengalami penuaan. Hal ini dapat terjadi karena adanya pengurangan lapisan lemak di labia bagian luar yang menyebabkan adanya perubahan elastis vagina.

    Vagina yang longgar menjadi permasalahan utama bagi beberapa wanita. Apalagi, terkadang mereka malu dan berpikir bahwa vagina yang longgar tidak bisa menghidupkan aktivitas seksual. Padahal, vagina yang longgar dapat dikencangkan kembali melalui olahraga.

    Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk merapatkan vagina secara alami. Dikutip dari Health Shots, berikut jenis olahraga yang bisa mengencangkan vagina:


    1. Senam kegel

    Latihan ini dapat dilakukan secara rutin dan sangat efektif untuk mengencangkan vagina. Senam kegel didasari dengan gerakan yang fokus untuk melatih otot vagina. Saat melakukan latihan ini, wanita harus mengetahui terlebih dahulu otot dasar panggung. Caranya yaitu kencangkan otot panggul, tahan dua hingga tiga detik, dan lepaskan secara perlahan.

    2. Latihan memiringkan panggul

    Latihan ini dapat dilakukan untuk memperkuat otot vagina dan perut. Cara melakukan latihan ini yaitu wanita berdiri dengan bahu dan pantat yang menghadap ke dinding. Kemudian, tarik perut ke arah belakang. Perlu diingat, saat melakukan latihan ini perlu mengencangkan perut selama 4 detik sebelum melepaskan kembali.

    3. Squat

    Squat juga menjadi latihan yang baik untuk mengencangkan area panggul dan otot vagina. Selain itu, latihan ini juga dapat mengencangkan otot paha dan bahu. Cara melakukan latihan ini yaitu wanita harus berdiri dengan kaki terentang, selanjutnya turunkan tubuh secara perlahan seperti berjongkok dengan lutut yang menekuk dan pantat mendorong ke belakang. Ulangi latihan ini secara rutin dan menambahkan beban seperti dumbell.

    4. Leg Raise

    Latihan ini mampu mengencangkan otot vagina sekaligus otot-otot pada kaki. Selain itu, latihan ini sangat mudah dilakukan dan bisa dilakukan di kamar tidur. Caranya adalah berbaring di lantai dengan posisi datar, kencangkan otot perut dan angkat kedua kaki setinggi-tingginya tanpa menekuk lutut, turunkan kedua kaki secara bersamaan dan jangan mengenai lantai. Saat melakukan latihan ini, pastikan saat menaikkan dan menurunkan kaki dengan kondisi tegak lurus.

    5. Yoga

    Beberapa gerakan yoga bisa mengencangkan otot vagina seperti mountain pose, chair pose, happy baby pose, dan locust pose. Latihan yoga bisa dilakukan dengan rutin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Penyebab Miss V Berbau Amis, Wanita Wajib Tahu!


    Jakarta

    Setiap wanita memiliki bau alami yang relatif normal dan tidak berarti menjadi pertanda infeksi atau penyakit. Namun, adapula beberapa kondisi yang membuat bau vagina berbeda-beda, termasuk menstruasi.

    Namun, jika aroma vagina sudah terlalu kuat dan berlebihan, bisa jadi pertanda adanya masalah pada kesehatan tubuh.

    Dikutip dari Flo, ada beberapa alasan vagina terasa bau tidak sedap.


    1. Bakteri vaginosis

    Bakteri vaginosis menjadi salah satu penyebab utama vagina mengeluarkan aroma amis. Biasanya, wanita yang berada di fase subur mengalami aroma ini setelah melakukan hubungan seksual. Bakteri ini disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri pada flora vagina, paling sering adalah bakteri gardnerella vaginalis dan bacteroides. Bakteri ini menimbulkan rasa gatal dan keluarnya cairan berwarna putih, abu-abu, kuning, atau hijau.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bakteri vaginosis dapat meningkatkan risiko kepada ibu hamil seperti pecahnya membran rahim, kelahiran prematur, serta infeksi nifas, seperti endometritis dan korioamnionitis.

    2. Siklus menstruasi

    Terkadang, vagina mengeluarkan bau amis sebelum dimulainya menstruasi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan bakteri dan tingkat keasaman. Selama menstruasi, darah memiliki pH yang tinggi dan lapisan rahim bercampur dengan mikroflora vagina yang dapat mengubah bau. Perubahan hormon selama menopause juga mempengaruhi aroma vagina dan menyebabkan kekeringan.

    3. Trikomoniasis

    Wanita yang mempunyai aroma vagina tidak sedap juga berpotensi mengalami infeksi menular seksual seperti trikomoniasis. Menurut Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit, IMS mempengaruhi 3,7 juta wanita di seluruh Amerika Serikat. Biasanya, penyakit ini mengeluarkan bau amis, keluarnya cairan berwarna kuning dan hijau yang berbusa, nyeri dan bengkak pada vagina.

    4. Keringat berlebihan

    Wanita yang memiliki keringat berlebihan di area panggul memungkinkan dirinya mengalami vagina berbau amis. Apalagi keringat berlebih tersebut disebabkan oleh stres atau kecemasan. Biasanya, kondisi ini disebut dengan trimethylaminuria. Tak hanya vagina, ternyata bau mulut dan urine juga memiliki aroma seperti ikan asin.

    5. Penyakit radang panggul

    Alasan lainnya yang membuat wanita mengeluarkan aroma amis disebabkan oleh penyakit radang panggul (PID) yaitu infeksi pada panggul yang terjadi karena infeksi vagina menyebar ke organ reproduksi. Penyakit ini memungkinkan vagina mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan pengidapnya berisiko tinggi mengalami kehamilan ektopik yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim.

    6. Tidak membersihkan vagina

    Bau yang dikeluarkan vagina dapat menyengat karena wanita tidak menjaga kebersihan area intim dengan bau. Hal ini biasanya disebabkan ketika wanita buang air kecil dan tidak membersihkannya dengan benar. Selain itu, wanita tidak mengganti celana dalam saat lembab dan malas ganti pembalut saat menstruasi. Hal ini lah yang memicu terganggunya pH alami vagina.

    7. Pola makan tidak sehat

    Bau vagina juga dipengaruhi oleh keseimbangan pH alami vagina. Maka dari itu, terdapat pengaruh pola makan yang mempengaruhi keseimbangan dalam pH vagina dan sperma pria. Makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat bereaksi dengan mikroflora vagina dan menyebabkan vagina mengeluarkan bau amis.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy