Tag: mobil

  • Ketahui Fungsi Air Radiator Mobil dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Ada banyak komponen yang terdapat pada mobil, salah satunya adalah radiator. Sedikit informasi, radiator berfungsi sebagai sistem pendingin pada mesin mobil.

    Ketika mobil dihidupkan, maka suhu mesin lama-lama akan meningkat. Untuk mencegah overheat, maka radiator punya peran besar untuk mendinginkan mesin.

    Agar radiator dapat berfungsi secara optimal, maka dibutuhkan komponen lain yaitu coolant atau air radiator. Lantas, apa fungsi dari air radiator mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Air Radiator

    Dilansir laman Auto2000, air radiator berfungsi untuk membuang panas yang terdapat pada dinding silinder. Sebab, radiator memiliki peran penting dalam meredam udara panas yang dihasilkan oleh silinder mesin saat proses pembakaran terjadi.

    Maka dari itu, coolant yang dipakai pada radiator mobil wajib memiliki kualitas yang baik. Hal ini agar air radiator bisa tahan terhadap suhu panas yang tinggi.

    Cara Kerja Radiator Mobil

    Cara kerja radiator mobil dimulai dari mengalirnya air (coolant) bersuhu netral ke saluran yang mengelilingi mesin untuk menyerap panas. Saat mengalir, air akan menyerap dan membawa suhu panas untuk kemudian dibawa kembali menuju radiator.

    Setibanya di radiator, air yang membawa suhu panas akan masuk ke upper tank. Di bagian ini, proses pendinginan akan terjadi. Setelah itu, coolant akan diteruskan untuk masuk menuju radiator core yang berfungsi membuang suhu panas ke udara.

    Untuk mempercepat proses pembuangan suhu panas, radiator core akan dibantu oleh kipas radiator dalam menyerap udara. Hal ini agar terjadi aliran di antara sirip-sirip udara pada radiator core.

    Ketika suhu panas sudah dipindahkan seluruhnya ke udara dan air kembali dingin, maka coolant akan dialirkan lagi mengitari mesin untuk menyerap panas.

    Jenis-jenis Air Radiator

    Perlu diketahui, ada tiga jenis air radiator yang umum digunakan oleh pabrikan untuk kendaraannya. Ketiga jenis air radiator ini juga punya fungsi yang berbeda-beda.

    Apa saja jenis-jenis air radiator tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Inorganic Additive Technology (IAT)

    IAT merupakan jenis air radiator yang umumnya dipakai oleh mobil keluaran lama. Masa pakainya bisa mencapai 2 tahun atau maksimal 38.000 kilometer.

    2. Organic Acid Technology (OAT)

    OAT merupakan jenis air radiator yang masa penggantiannya jauh lebih lama, yakni bisa dilakukan setiap lima tahun sekali atau maksimal 80.000 kilometer.

    3. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT)

    HOAT merupakan air radiator jenis terbaru yang dikembangkan dari coolant OAT. Dengan begitu, masa pakai dan waktu penggantiannya tidak jauh berbeda.

    Apakah Aman Isi Air Radiator dengan Air Biasa?

    Masih banyak pengendara mobil yang menggunakan air biasa untuk mengisi radiator ketimbang memakai coolant. Lantas, apakah aman?

    Ternyata, air radiator tak cukup apabila diisi dengan air biasa saja. Bahkan, sebaiknya pemilik kendaraan menghindari penggunaan air biasa untuk radiator mobil.

    “Kalau bisa dihindari. Untuk mobil-mobil sekarang, karena mereka punya mesin berkinerja tinggi, kompresi tinggi maka dianjurkan menggunakan coolant, bukan air biasa,” kata Wahono dari bengkel resmi Auto2000 BSD beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, radiator lebih baik diisi dengan coolant atau cairan khusus untuk radiator. Sebab, ada sejumlah zat kimia yang terkandung di dalam cairan khusus radiator, sehingga dapat membantu kinerja radiator lebih optimal.

    “Adanya zat anti panas yaitu glycol pada radiator coolant Toyota yang membuatnya tidak bisa digantikan oleh air kran. Zat tersebut bekerja dengan menaikkan titik didih cairan radiator. Selain itu juga membantu menyerap panas dari mesin,” jelas Wahono.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi air radiator dan cara kerjanya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahui 6 Ciri-ciri Dinamo Starter Mobil Mulai Bermasalah


    Jakarta

    Dinamo starter merupakan salah satu bagian penting dari mobil. Sebab, dinamo starter berfungsi sebagai penggerak pemutar gigi flywheel ketika mesin hendak dinyalakan.

    Sama seperti perangkat mobil lainnya, dinamo starter lama kelamaan akan berkurang kinerjanya. Entah itu karena faktor usia atau memang muncul masalah.

    Terkadang, banyak pengendara mobil yang kurang memperhatikan dinamo starter. Lantas, apa saja ciri-ciri dinamo starter bermasalah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Ciri-ciri Dinamo Starter Mobil Bermasalah

    Apabila dinamo starter mobil rusak, hal ini akan berdampak langsung pada sistem starter mobil. Maka dari itu, sebaiknya detikers harus paham tanda-tanda kalau dinamo starter mulai rusak.

    Mengutip laman Auto2000, berikut sejumlah ciri-ciri dinamo starter mobil bermasalah.

    1. Muncul Suara Gemeretak dan Mendesing

    Ciri-ciri yang pertama adalah muncul suara gemeretak dan mendesing ketika mobil distarter. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh hubungan antara gigi-gigi pada gear pinion dengan gigi-gigi pada ring gear di mesin.

    Saat detikers menemukan 2 gigi pada dinamo starter rusak atau aus, hal itu juga menyebabkan muncul suara gemeretak ketika mobil distarter. Jika suara semakin keras, itu pertanda kalau dinamo starter sudah rusak dan harus segera diganti.

    Faktor lainnya bisa disebabkan oleh bantalan satu arah pada gear pinion rusak. Alhasil, armature shaft yang seharusnya memberikan putaran bagi gear pinion malah berputar dengan sendirinya. Kondisi ini sering disebut starter loss.

    2. Mobil Tak Bereaksi Saat Distarter

    Ciri-ciri selanjutnya adalah mobil tidak bereaksi ketika distarter hingga berkali-kali. Kemungkinan besar penyebab kerusakannya karena sekring pada dinamo putus.

    3. Daya Aki Lemah

    Apakah kamu ragu dinamo starter mobil bermasalah? Cobalah cek bagian aki. Ketika aki mobil mulai habis, starter mobil akan mulai sulit dan tidak memicu sistem pengapian.

    Apabila saat menyalakan mobil muncul suara starter yang tidak normal atau terputus-putus, hal ini menunjukkan kalau tegangan listrik tidak mencukupi atau bahkan sangat rendah.

    4. Lampu Depan Mobil Mati Mendadak

    Tanda-tanda dinamo starter bermasalah dapat dilihat pada lampu depan mobil. Jika lampu tiba-tiba mati, bisa jadi disebabkan kondisi aki sudah lemah atau mati.

    Kemungkinan lainnya karena rangkaian terbuka (open circuit) pada dinamo starter. Hal ini biasanya disebabkan oleh sambungan (terminal) yang mengalami korosi, terutama pada sambungan aki. Kondisi tersebut dapat menghalangi arus listrik untuk mencapai mesin starter.

    5. Lampu Mobil Mati Saat Distarter

    Selain mati mendadak, ketika lampu depan mobil mati saat distarter bisa jadi pertanda kalau dinamo starter bermasalah. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi aki lemah, adanya arus pendek, atau rangkaian terbuka pada starter.

    Meski begitu, kondisi tersebut tak selalu menunjukkan adanya kerusakan pada dinamo starter itu sendiri. Tapi, tak ada salahnya untuk dilakukan pengecekan.

    6. Terdengar Bunyi ‘Klik’ yang Keras

    Ciri-ciri yang terakhir adalah terdengar suara ‘klik’ yang keras dari bagian mesin. Pada umumnya, kondisi ini terjadi karena rangkaian listrik pada starter telah menerima aliran listrik yang cukup, tetapi muncul kerusakan pada komponen dinamo starter.

    Selain itu, bunyi ‘klik’ juga bisa disebabkan sambungan aki yang kotor atau korosi. Maka dari itu, disarankan untuk mengecek kondisi sambungan listrik terlebih dahulu.

    Kalau dalam kondisi baik, kemungkinan besar disebabkan adanya masalah pada busi, pompa bahan bakar, atau tekanan oli mesin yang kurang.

    Itu dia enam ciri-ciri dinamo starter mobil bermasalah. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cuci Robotik Bikin Baret Bodi Mobil Nggak Sih?



    Jakarta

    Musim hujan yang masih mengguyur di berbagai wilayah kerap membuat mobil kesayangan kita terlihat kusam. Bahkan terkadang hal tersebut membuat kita sebagai pengendara malas mencuci kendaraan karena selain bakal hujan lagi, waktu pengerjaan yang lama membuat kita enggan mencuci mobil.

    Jika keadaan demikian, cuci mobil robotik bisa menjadi pilihan. Karena cuci mobil robotik jauh lebih efisien dalam hal waktu. Tapi kira-kira aman nggak ya? Bakal bersih tidak ya? Atau jangan-jangan malah menimbulkan baret kecil-kecil yang kurang sedap dipandang mata?

    Direktur Operasional, Allan Novatan, saat memperkenalkan Autoglaze-Turbowash (Yigoli Carwash) di BSD Extreme Park, BSD City, Tangerang, menjelaskan ada beberapa penyebab yang membuat bodi mobil jadi baret kecil setelah mencuci mobil dengan sistem robotik.


    “Semua usaha cuci mobil pasti mengatakan kalau cucian mereka pasti bersih. Namun tips untuk memilih tempat cuci mobil, pastikan lokasi cuci mobil itu juga bersih. Jika lokasi tempat pencucian mobil itu kotor, bagaimana mereka bisa membersihkan mobil pribadi kita. Kedua, mencuci mobil sangat berhubungan dengan kain lap, kalau lap-nya hitam mending tidak usah dicuci, berbeda dengan di lokasi kami (Yigoli Robotics), kami punya sistem rotasi lap dan kain microfiber kami langsung kami cuci di laundry (tempat pencucian pakaian),” kata Simon.

    “Lalu sistem cuci robotik buat mobil jadi baret? Baret alus itu drush yang sudah kaku, atau jangan-jangan di lap-nya yang menyebabkan baret-baret,” ucap Simon.

    Sebagai catatan, perusahaan Yigoli Robotics adalah pelopor dalam bidang robotika layanan, khususnya di bidang otomotif. Berdedikasi terhadap solusi inovatif dan otonom telah membawa Yigoli menjadi pionir dalam bidang sistem pencucian mobil tanpa pengawasan.

    Cuci mobil robotik Yigoli Robotics.Cuci mobil robotik Yigoli Robotics. Foto: dok. Turbowash

    Untuk pasar Indonesia, Perusahaan Yigoli bekerjasama langsung dengan Autoglaze yang sudah berpengalaman di bidang salon dan cuci mobil, dengan menggunakan brand Turbo Wash. Turbowash kini hadir di BSD Extreme Park sejak Februari 2024 dan akan Grand Opening pada 9 Maret 2024, tepatnya di BSD Extreme Park, BSD City, Jalan Damai Forresta, Sampora, Tangerang, Banten.

    Berbeda dengan mesin cuci mobil robotik lainnya, mesin carwash ini diklaim menjadi yang pertama menggunakannya sistem cuci cepat, irit air dan bahan baku shampoo maupun Wax serta ramah lingkungan yaitu sistem air daur ulang sehingga tidak merusak lingkungan.

    CEO/Founder Autoglaze, Robby Kurnia, menjelaskan cuci mobil turbowash robotik Yigoli akan ikut didirikan di SPBU.

    “Jadi nanti kita ada beberapa konsep, tergantung dari luas lahan dan market yang ada. Contohnya di sini, marketnya ada dan lahannya juga luas. Kalau lokasinya luas, kita akan bisa siapkan vacuum. Jadi memang tergantung space-nya. Tapi ke depannya kita akan taruh juga, akan banyak experience yang bisa kita taruh di sana seperti dengan Pertamina, Shell dan BP,” kata Robby.

    “Tapi kalau space-nya kecil, berarti kita enggak ada vacuum-nya dan enggak perlu ada orangnya. Jadi tergantung marketnya dan spacenya. Kalau ada space ya kita buka vacuumnya, seperti yang ada sekarang. Mengenai insurance, saat ini kita sudah menggandeng insurance. Mesinnya saya asuransi kalau ada huru-hara, atau mesin mengalami masalah. Otomatis itu nanti kita ganti. Jika mobil yang mengalami rusak akan kami ganti,” ucapnya.

    Cuci mobil robotik Yigoli Robotics.Cuci mobil robotik Yigoli Robotics. Foto: dok. Turbowash

    Saat ini carwash robotik Yigoli memiliki 3 pilihan tipe pencucian, di antaranya:

    1. Car Wash Express: Rp 30.000 (pengerjaan hanya sekitar 4 menit).
    2. Car Wash Deluxe+Wax: Rp 40.000 (pengerjaan hanya sekitar 7 menit).
    3. Car Wash Ultimate+Double Wax: Rp 60.000 (pengerjaan hanya sekitar 9 menit)

    Opsi tambahan: Vacuum Interior + Semir Ban: Rp 20.000

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Penyebab Kerusakannya


    Jakarta

    Mobil memiliki banyak komponen penting yang saling terhubung satu sama lain, salah satunya adalah gearbox. Tanpa adanya gearbox, maka mobil tidak bisa bergerak.

    Tak hanya itu, gearbox juga memiliki sejumlah fungsi lainnya, seperti mengatur arah gerak dan kecepatan torsi hingga menstabilkan putaran mesin.

    Sama seperti peranti mobil lainnya, gearbox mobil bisa mengalami kerusakan. Entah itu karena faktor usia atau ada sejumlah komponen pada gearbox yang rusak.


    Ingin tahu lebih jauh mengenai gearbox beserta fungsinya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Mengenal Gearbox Mobil

    Dilansir situs Daihatsu, gearbox adalah komponen mobil yang terdapat di dalam sistem transmisi mobil. Gearbox terdiri dari sejumlah gear yang saling terhubung satu sama lain.

    Sebagai informasi, gear pada gearbox berfungsi sebagai penyalur tenaga mesin ketika mobil berjalan. Tenaga tersebut nantinya akan disesuaikan dengan instruksi dari pengendara.

    Komponen Gearbox Mobil

    Agar dapat bekerja secara optimal, gearbox dibantu oleh sejumlah komponen lainnya. Mengutip laman Hyundai, berikut komponen yang terdapat pada gearbox:

    • Frame: merupakan chasing atau rumah dari gearbox.
    • Packing: merupakan klem atau penahan yang mencegah oli transmisi bocor.
    • Out cove: merupakan bagian penutup lubang yang terdapat di keluaran shaft.
    • Worm shaft: adalah bagian gearbox yang meneruskan putaran dari worm wheel ke keluaran shaft.
    • Worm wheel: adalah bagian dari gearbox yang meneruskan putaran dari input shaft ke output shaft.
    • Oil seal: adalah klem atau penahan oli yang mencegah kebocoran oli pada poros.
    • Oil hole cover: adalah saluran yang berfungsi untuk memasukkan oli.

    Fungsi Gearbox Mobil

    Selain berfungsi sebagai penyalur tenaga mesin ketika mobil berjalan, gearbox memiliki sejumlah fungsi lainnya, yaitu:

    1. Mengubah Momen Puntir

    Fungsi gearbox adalah untuk mengubah momen puntir (daya putar) atau torsi. Nantinya daya tersebut akan diteruskan menuju spindel mobil.

    2. Penyedia Rasio Gigi Transmisi Mobil

    Selain itu, gearbox juga berfungsi sebagai penyedia rasio gigi saat tuas transmisi diubah. Rasio gigi bakal disesuaikan mengikuti beban mesin mobil.

    3. Mengatur Kecepatan Torsi Mobil

    Fungsi lain dari gearbox ialah dapat menyesuaikan kecepatan torsi dan laju kendaraan sesuai pergantian tuas transmisi. Maka dari itu, mobil dapat melaju kencang ataupun mundur dengan lancar.

    4. Menstabilkan Putaran Mesin

    Fungsi yang terakhir dari gearbox adalah mampu menstabilkan putaran mesin. Hal ini menyebabkan terjadinya gerakan putaran balik, sehingga mencegah selip.

    Penyebab Kerusakan Gearbox Mobil

    Sama seperti komponen lainnya, seiring waktu kinerja gearbox dapat menurun dan kurang optimal. Agar detikers lebih paham, berikut sejumlah penyebab kerusakan pada gearbox mobil.

    1. Ada Komponen yang Sudah Aus

    Seiring penggunaan, komponen pada transmisi mobil bisa mengalami kerusakan. Hal ini turut berimbas pada gearbox, sehingga menyebabkan aus hingga kerusakan.

    Adanya kerusakan pada komponen transmisi menyebabkan roda gigi di gearbox saling tumpang tindih dan bergeser. Hal ini menimbulkan gesekan yang lebih besar antara transmisi dengan gearbox. Jika dibiarkan, sistem transmisi mobil berisiko mengalami kerusakan fatal.

    2. Pemakaian Gearbox yang Berlebihan

    Saat berkendara, kamu harus hati-hati dalam memindahkan transmisi. Sebab, perpindahan transmisi secara asal dan kasar bisa merusak gearbox.

    Selain itu, detikers juga harus memperhatikan masa penggunaan gearbox. Pada umumnya, gearbox harus diganti ketika jarak tempuh mobil sudah mencapai 100.000-250.000 kilometer atau setiap lima tahun sekali.

    3. Kurang Oli Transmisi

    Penyebab yang terakhir karena jumlah oli transmisi sudah sangat sedikit bahkan habis. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari adanya kebocoran oli atau pemilik mobil yang jarang mengganti oli transmisi.

    Disarankan untuk mengganti oli transmisi setiap tiga tahun atau mobil telah menempuh jarak 60.000 kilometer. Jadi, jangan sampai telat ganti oli.

    Itu dia penjelasan mengenai gearbox, mulai dari pengertian, fungsi, hingga penyebab kerusakannya. Semoga artikel ini bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biaya Servis Kaki-kaki Mobil, Manfaat, dan Komponennya


    Jakarta

    Kaki-kaki mobil memiliki peran yang penting untuk menunjang kinerja kendaraan. Jika tak ada komponen ini, mobil tidak bisa berjalan dengan baik dan stabil.

    Fungsi kaki-kaki mobil adalah menopang seluruh beban kendaraan dan membantu mengontrol pergerakan mobil saat melaju. Jadi, penting untuk servis teratur kaki-kaki mobil.

    Servis tersebut dilakukan untuk menjaga performa mobil tetap optimal dan mencegah adanya kerusakan. Berapa biayanya?


    Biaya Servis Kaki-kaki Mobil

    Komponen kaki-kaki mobil memiliki banyak fungsi yang semuanya harus diservis teratur. Kerusakan salah satu bagiannya dapat berdampak buruk pada performa mobil.

    Mengutip laman Wuling serta penyedia jasa inspeksi dan garansi mobil bekas Otospector, berikut kisaran biaya servis kaki-kaki mobil:

    • Tie rod: Rp 300.000-Rp 340.000
    • Bushing arm: Rp 300.000-Rp 350.000
    • Ball joint: Rp 90.000-Rp 150.000
    • Link stabilizer: Rp 40.000-Rp 45.000
    • Bearing depan: Rp 150.000-Rp 160.000
    • Bearing belakang: Rp 80.000 – Rp 90.000
    • Shock breaker depan: Rp 1,1 juta-2,2 juta (termasuk bongkar pasang)
    • Shock breaker belakang: Rp 900.000-Rp 1.800.000 (termasuk bongkar pasang)
    • Ganti ban: Rp 520.000-840.000 per roda (termasuk biaya pasang, balancing, dan nitrogen).

    Manfaat Service Kaki-kaki Mobil

    Servis atau perawatan pada kaki-kaki mobil tentunya memiliki banyak manfaat penting. Mengutip laman Astra Daihatsu, beriku beberapa manfaatnya.

    1. Memberi Keamanan Saat Mengemudi

    Servis kaki-kaki mobil meliputi pemeriksaan dan perawatan suspensi, rem, serta sistem kemudi. Jadi, service ini akan memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

    2. Menjaga Keseimbangan Mobil

    Cek rutin kaki-kaki mobil dapat memberi stabilitas dan pengendalian yang lebih baik ketika berkendara, terutama menjaga keseimbangan mobil. Selain itu juga mengurangi getaran dan guncangan saat melintasi jalanan yang tidak rata.

    3. Komponen-komponen Terawat dengan Baik

    Servis kaki-kaki secara teratur juga membuat komponen seperti peredam kejut, per, dan sistem rem terawat dengan baik. Hal ini membantu mencegah kerusakan atau keausan, sehingga umur pakai mobil panjang.

    4. Efisiensi Bahan Bakar yang Lebih Baik

    Suspensi yang optimal membantu menjaga kontak ban dengan jalan yang tepat. Jadi, bisa mengurangi gesekan dan hambatan saat berkendara. Hal ini bisa mengurangi beban pada mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil.

    Komponen Kaki-kaki Mobil

    Kaki-kaki mobil mempunyai banyak komponen dengan fungsi yang berbeda tapi tetap saling berhubungan. Apa saja komponen-komponen tersebut?

    1. Kaki-kaki Bushing Arm

    Kaki-kaki Bushing Arm berguna sebagai titik tumpu roda dan pencengkram. Adapun fungsi lainnya adalah sebagai peredam getaran sambungan komponen suspensi. Apabila ada masalah pada bushing arm, maka kendaraan terasa tidak stabil saat melaju.

    2. Kaki-kaki Suspensi

    Suspensi mobil berguna untuk memaksimalkan akselerasi, terutama jika melewati medan berlubang. Terbuat dari baja anti karat, suspensi memiliki daya tahan yang kuat. Ketika kendaraan mengalami penurunan daya tahan suspensi, kendaran menjadi limbung ketika dipacu.

    3. Tie Rod

    Tie Rod merupakan komponen yang langsung terhubung dengan stir. Jika ada masalah, laju mobil cenderung melenceng ke samping.

    4. Shockbreaker

    Shockbreaker adalah bagian kaki-kaki mobil yang berperan dalam meredam getaran. Adanya shockbreaker membuat pengendara tidak merasakan guncangan. Komponen ini dianggap rusak jika terasa sekali goncangan ketika melaju.

    5. Roda dan Ban Mobil

    Roda dan ban mobil adalah komponen yang mempunyai fungsi vital. Fungsi utamanya adalah penahan bobot kendaraan dan bantalan. Selain itu, komponen ini juga berguna sebagai banalakan agar tidak langsung bersentuhan dengan aspal; dan menjaga keseimbangan kendaraan.

    6. Ball Joint

    Ball joint adalah komponen yang berfungsi untuk mengikat sumbu lower arm saat mobil berbelok. Komponen ini berkaitan erat dengan roda dan membantu kendaraan bergerak stabil.

    7. Kaki-kaki Per

    Kaki-kaki terdeteksi rusak jika ada ulir per keongnya patah. Kondisi ini bisa juga dilihat dari bagaimana kondisi bushing atau bantalnya.

    8. Kaki-kaki Bearing

    Bearing berfungsi sebagai bantalan roda yang memastikan putaran stabil saat melaju. Kerusakannya bisa diketahui dengan cara didongkrak. Jika terdengar suara bising, maka secepatnya perlu diperbaiki.

    Jangan lupa untuk mengecek kaki-kaki mobil agar jika terjadi kerusakan dapat cepat diperbaiki. Sebelumnya, jangan lupa cek dulu biaya servis kaki-kaki mobil untuk informasi terbaru.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Anti Loyo dan Kantuk, Ini Cara Berkendara di Bulan Puasa



    Jakarta

    Pola tidur yang berbeda selama bulan puasa bisa jadi salah satu faktor yang membuat tubuh kita loyo dan mudah mengantuk. Tak hanya itu, bisa lebih berbahaya bila saat berkendara mengalami penurunan konsentrasi.

    Selama berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makan dan minuman, ini menyebabkan perubahan kadar gula darah pada tubuh. Ini juga yang bisa menjadikan risiko berbahaya saat berkendara.

    Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa? Dilansir dari ANTARA dan disampaikan Instruktur Keselamatan Berkendara Sony Harisno, dijelaskan pastikan terlebih dahulu fisik dalam keadaan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.


    Selain istirahat yang cukup, mental juga sebisa mungkin harus terjaga. Sony mengatakan penting untuk seseorang yang akan berkendara agar mempersiapkan diri terlebih dahulu, terlebih pada saat sedang berpuasa.

    “Permasalahan puasa biasanya merasa lemas dan emosi, namun hal ini terjadi akibat kurangnya persiapan diri sebelum mengemudi. Saat puasa melakukan aktivitas sehari-hari saja terkadang berat, apalagi yang harus mengemudi dengan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi,” katanya Sony.

    Kemudian, Sony juga mengimbau kepada pengendara untuk sebisa mungkin menghindari jam-jam tubuh penurunan ketika akan berkendara.

    Otographics mengusir kantuk saat nyetirOtographics mengusir kantuk saat nyetir Foto: Mindra Purnomo

    “Hindari mengemudi di jam-jam tubuh drop, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mengemudilah dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga mengemudi akan datar dan terkontrol,” ungkapnya.

    Bulan puasa memberikan perubahan kebiasaan dalam keseharian kita, ini lah yang patut diperhatikan dan tak boleh anggap sebelah mata. Karena kewaspadaan berkendara sangatlah penting menyangkut diri sendiri yang orang disekeliling.

    Adapun Head of Safety Riding Promotion Wahana Sejati (WMS) Agus Sani mengatakan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa adalah dengan melakukan stretching. Ia menyebut dengan stretching bisa mengurangi risiko kecelakaan.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Istirahat Efektif saat Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi


    Jakarta

    Ketika mudik seperti saat Lebaran, orang-orang biasanya akan menempuh perjalanan jauh yang membutuhkan waktu tak sedikit. Ditambah, ratusan ribu kendaraan yang tumpah ruah dalam waktu bersamaan, membuat kondisi jalan makin padat.

    Dalam keadaan seperti itu, lelah tentunya akan terasa, terutama pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

    Nah, ada cara istirahat efektif selama mudik nih. Tips ini cocok buat kamu yang mudik dengan mobil atau motor pribadi. Catat ya!


    Tips Istirahat Efektif Selama Mudik

    Sederet tips berikut bisa kamu simak agar istirahat saat perjalanan mudik dapat maksimal. Ada tips apa saja?

    1. Berangkat Mudik di Pagi atau Siang Hari

    Merujuk catatan detikHealth, dr Andreas Prasadja mengatakan ada baiknya untuk memilih waktu berangkat yang tepat bagi pemudik yang memakai kendaraan pribadi. Berangkatlah di waktu yang biasanya tidak tidur. Artinya, hendaklah pergi mudik di waktu pagi atau siang hari.

    Jika berangkat di malam hari alias di waktu umum tidur, kantuk berlebih bisa muncul dengan cepat. Kalau sudah ngantuk, sebaiknya segera tidur dan tidak ditahan-tahan.

    “Jangan sampai memaksakan, bela-belain nawar ngantuk, bahaya,” imbau praktisi kesehatan tidur di RS Mitra Keluarga Kemayoran itu.

    2. Pastikan Kondisi Tubuh Fit

    Sebelum berangkat juga, kamu perlu memastikan kondisi tubuh fit. Menurut Jusri Pulubuhu, praktisi keselamatan sekaligus instruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), usahakan untuk istirahat yang cukup sekitar 2-3 hari sebelum keberangkatan mudik.

    Selain itu, pemudik juga mesti bebas dari beban pikiran saat melakukan perjalanan.

    “Pastikan kalau kita mengemudi, kita harus dalam keadaan free problem. Kemudian 2-3 hari sebelum berangkat kita sudah memiliki kualitas istirahat yang bagus, dan asupan yang bagus,” kata Jusri Pulubuhu selaku praktisi keselamatan jalan raya, dikutip dari arsip detikOto.

    3. Jadwalkan Istirahat Tiap Beberapa Jam

    Waktu istirahat selama perjalanan mudik juga perlu diperhatikan. Jusri menyarankan pengendara beristirahat tiap dua jam sekali.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana turut menganjurkan untuk istirahat 2 jam sekali bagi pengguna motor dan tiap 3 jam bagi pengemudi mobil saat mudik.

    “Maksimal berkendara 3 jam untuk mobil dan 2 jam untuk motor. Kalau sudah sampai limitnya, maka segera cari rest area untuk istirahat, jadi manfaatkan fasilitas yang ada untuk beristirahat dengan optimal,” tutur Sony dalam catatan detikOto.

    4. Istirahat dengan Nyaman dan Tenang

    Istirahat maksimal perlu dilakukan setelah berkendara mudik berjam-jam. Agar bisa fokus kembali untuk melanjutkan perjalanan, istirahat yang paling efektif adalah tidur. Menurut Sony, tidur dapat menyegarkan kembali saraf, otot, dan otak pengendara.

    Beristirahat dengan meregangkan badan atau berjalan-jalan disebut tidak cukup. Meski itu adalah aktivitas yang berbeda dari berkendara, tetap tidak bisa dianggap istirahat karena tidak dilakukan dengan tenang dan nyaman.

    “Jadi jangan hanya masuk ke rest area lalu minum kopi, peregangan, mengobrol dan kemudian menganggap sudah beristirahat. Memang hal tersebut merupakan aktivitas yang berbeda dengan mengemudi, tetapi tetap tidak optimal kalau kita tidak melakukannya dengan tenang. Untuk menghindari kondisi lelah dan kantuk berlebih ya dengan beristirahat (tidur),” ucap Sony.

    5. Terapkan Power Nap

    Jusri membeberkan cara tidur yang efektif, yaitu dengan menerapkan power nap. Tidur ini dilakukan singkat, sekitar 5, 15, atau 30 menit, tetapi berkualitas.

    “Kemudian cara dia beristirahat untuk mendapatkan power nap yang baik, harus melengkapi diri dengan eyes cover atau penutup mata dan ear plug. Jadi setiap istirahat dia harus tidur. Tidur yang singkat 5, 15 atau 30 menit itu udah bisa nge-boost, membuat bugar,” jelasnya.

    6. Tidak Berkendara dalam Waktu Lama

    Telah dijelaskan, maksimal berkendara antara 2-3 jam. Setelah itu, kamu sebaiknya mencari rest area untuk beristirahat. Mengemudi lebih dari itu tidak disarankan karena biasanya mudik seperti saat Lebaran dilakukan dalam kondisi puasa.

    Menurut Rifat Sungkar, pereli nasional sekaligus duta safety driving, konsentrasi dapat berkurang dengan cepat ketika berpuasa lantaran level air dan oksigen dalam tubuh kurang.

    Hal itu juga yang menjadi alasan istirahat perlu dilakukan dengan cara tidur. Karena setelah tidur, tubuh seolah baru mulai kembali.

    “Nah sebenarnya ketika kita mengemudi baru sahur sampai enam jam ke depan itu level airnya kita masih bagus. Tapi, setelah itu kondisi badan kita menurun. Nah triknya, ketika sudah drop, kita harus tidur siang. Karena ketika tidur siang itu seakan-akan kita baru mulai lagi,” jelas Rifat, dikutip dari catatan detikOto.

    Nah, itu tadi sejumlah tips istirahat efektif saat mudik. Jadi, pastikan untuk mengambil istirahat yang maksimal setiap beberapa jam sekali kalau kamu mudik menggunakan kendaraan pribadi ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Cara Mencegah Mobil Mogok saat Mudik Lebaran, Bikin Tenang di Jalan


    Jakarta

    Ada banyak hal yang harus disiapkan oleh pemudik sebelum berangkat ke kampung halaman, salah satunya melakukan pengecekan kendaraan. Hal ini agar perjalanan tetap aman dan nyaman setelah menempuh jarak ratusan kilometer.

    Salah satu masalah yang kerap menghantui pemudik adalah mobil tiba-tiba mogok di jalan. Padahal, detikers sudah melakukan pengecekan berkali-kali dan memastikan mobil dalam kondisi baik.

    Agar terhindar dari masalah tersebut, sebaiknya lakukan pengecekan pada sejumlah komponen mobil secara teliti supaya perjalanan mudik tidak terganggu.


    Lantas, bagaimana cara mencegah mobil mogok saat perjalanan mudik Lebaran? Simak dalam artikel ini.

    Cara Mencegah Mobil Mogok saat Perjalanan Mudik

    Ada beberapa cara untuk mencegah mobil mogok saat perjalanan pulang kampung. Dilansir situs Auto 2000, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Cek Jumlah Bahan Bakar

    Cara yang pertama dan paling mudah adalah dengan mengecek jumlah bahan bakar. Jangan sampai ketika di tengah jalan baru tersadar kalau bahan bakar sudah menipis.

    Untuk itu, disarankan mengisi bahan bakar hingga penuh sebelum melakukan mudik Lebaran. Jadi, detikers nggak perlu khawatir lagi mobil tiba-tiba mogok karena kehabisan bensin.

    2. Aki Mobil dalam Kondisi Baik

    Pastikan juga kondisi aki mobil dalam keadaan baik. Soalnya, aki menjadi energi untuk mengaktifkan mesin kendaraan.

    Umumnya, masalah di aki mobil terjadi pada kabel yang renggang atau lepas dari terminal aki. Selain itu, aki yang masa pakainya sudah habis dapat memicu kinerja mesin jadi kurang optimal.

    So, sebelum berangkat cek kembali kondisi aki mobil. Kalau ragu apakah aki dalam kondisi baik atau tidak, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk dilakukan pengecekan dan pergantian unit.

    3. Cek Sekring

    Masalah pada sekring juga menjadi salah satu faktor mobil tiba-tiba mogok. Untuk mencegah hal itu, disarankan melakukan pengecekan sekring sebelum perjalanan mudik.

    Langkah pemeriksaan ini bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Awalnya, cek dulu apakah ada sekring yang putus atau tidak.

    Kemudian, lihat pada bagian plastik beningnya, jika kawat di dalamnya masih menyambung, itu artinya sekring tidak perlu diganti. Akan tetapi jika kawat sekring sudah terputus, maka harus diganti dengan yang baru dan jenis sekringnya wajib memiliki kapasitas sama.

    4. Cek Air Radiator

    Cara lain untuk mencegah mobil mogok di jalan saat mudik adalah dengan mengecek air radiator. Sebagai informasi, mesin yang terlalu panas atau overheat menjadi salah satu penyebab mobil mogok.

    Biasanya, masalah ini disebabkan air radiator yang kurang atau bahkan sudah habis karena bocor atau lupa diisi. Air radiator sendiri berfungsi sebagai pendingin yang berguna untuk menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas.

    5. Panaskan Mesin Sebelum Berkendara

    Kalau keempat poin di atas sudah dicek dan tidak ada masalah, berarti mobil sudah oke untuk diajak mudik Lebaran. Tapi sebelum memulai perjalanan, sebaiknya panaskan mobil terlebih dahulu.

    Langkah ini dilakukan supaya mesin mobil jadi lebih awet dan meminimalisir adanya masalah atau kendala. Biarkan mobil dipanaskan selama 1-2 menit, baru setelah itu berangkat dengan aman dan nyaman ke kampung halaman.

    Demikian lima cara mencegah mobil mogok saat mudik Lebaran. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Destinasi Wisata di Marunda, Jakarta Utara


    Jakarta

    Selain Ancol, Marunda bisa menjadi pilihan liburan traveler saat berada di Jakarta Utara. Berikut empat spot wisata di Marunda yang bisa dikunjungi.

    Saat berkunjung dan berlibur ke Jakarta Utara, destinasi mana saja sih yang akan jadi tujuannya? Mungkin beberapa akan menjawab kawasan Ancol karena banyaknya pilihan dan wahana yang menarik di sana. Tapi selain kawasan Ancol, ada juga nih tempat menarik dan tentunya harganya lebih terjangkau.

    Coba deh untuk sesekali berkunjung ke beberapa tempat tentunya selain hemat di kantong juga bakalan ngasih informasi sejarah yang seru. Atau menikmati suasana pantai yang tenang sambil menyaksikan matahari terbenam.


    Kesampingkan terlebih dahulu pikiran tentang Jakarta Utara bikin penat jalanannya karena banyak truk-truk besar yang lewat hingga debu jalanan yang tebal. Anggap saja hal-hal tersebut sebagai proses untuk menikmati destinasi ini.

    Berikut empat tempat di Marunda, Jakarta Utara:

    1. Pantai Marunda

    Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih.Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih. (Pradita Utama/detikcom)

    Mungkin yang terbersit dalam pikiran dan ingatan tentang pantai ini adalah kotor dan banyak sampah. Ya, jika beberapa tahun lalu pantai tersebut memang memperlihatkan sisi yang seperti itu namun keadaannya sekarang telah berangsur membaik.

    detikTravel berkunjung beberapa kali ke kawasan Pantai Marunda belakangan ini dan melihat tumpukan sampah itu mulai menghilang. Keadaan pantai cukup bersih tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Saat ini, petugas PPSU dan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Pulau Seribu rutin membersihkan area pantai tersebut. Pantai Marunda pun nyaman untuk dikunjungi.

    Waktu tepat untuk menikmati Pantai Marunda ini adalah saat sore hari dan biasanya pantai ini akan mulai ramai dikunjungi sedari pukul 14.00 WIB. Jangan khawatir jika perutmu lapar karena di sini juga banyak tersedia warung cemilan hingga rumah makan masakan khas pantai yang menggiurkan.

    Harga tiket masuk: cukup membayar parkir, Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Jika datang di weekend akan ada biaya tambahan di pintu masuk sebesar Rp 2.000.

    Jam buka: tak ada waktu tentu, biasanya pengunjung mulai meninggalkan pantai setelah matahari terbenam.

    2. Rumah Si Pitung

    Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta UtaraRumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara (Pradita Utama/detikcom)

    Situs cagar budaya ini perlu kamu datengin ketika berada di wilayah Marunda karena biar mengetahui informasi-informasi menarik di bangunan tersebut. Rumah Si Pitung bukan sejatinya rumah yang ditinggali oleh yang bernama Pitung tapi rumah tersebut dahulu milik Haji Marsani yang dijadikan tempat pelarian Pitung.

    Naman Pitung sendiri terdapat banyak versi ada yang menyebut nama seseorang dan ada juga yang menyebut nama sebuah kelompok. Tama, yang merupakan pemandu di Rumah Si Pitung, menceritakan versi Pitung yang paling masuk akal adalah versi sebagai kelompok.

    “Tujuh orang itu ada nama-namanya lagi tapi yang paling orang kenal itu tuh nama pemimpinnya tuh Radin Muhammad Ali Nitikusuma,” kata Tama saat ditemui detikTravel, Jumat (5/7/2024).

    Cerita berbagai versi Pitung ini bakalan kamu dengar langsung jika berkunjung ke Rumah Si Pitung yang terletak di Jalan Kampung Marunda Pulo 2, Cilincing, Jakarta Utara.

    Harga tiket masuk: Selasa – Jumat untuk dewasa Rp 10.000, mahasiswa dan anak-anak/pelajar Rp 5.000, rombongan dewasa Rp 7.500, rombongan pelajar/mahasiswa/anak-anak Rp 3.500, dan wisatawan mancanegara Rp 50.000

    Untuk Sabtu dan Minggu, dewasa Rp 15.000, mahasiswa Rp 5.000, anak-anak/pelajar Rp 5.000, rombongan dewasa Rp 11.500, rombongan pelajar/mahasiswa/anak-anak Rp 3.750, dan wisatawan mancanegara Rp 50.000

    Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB, buka setiap hari kecuali hari Senin dan libur nasional.

    3. Masjid Al Alam

    Masjid Al Alam, Marunda, Jakarta UtaraMasjid Al Alam, Marunda, Jakarta Utara Foto: Pradita Utama/detikcom

    Destinasi berikutnya di Marunda masih terdapat kaitannya dengan cerita Pitung. Konon, Pitung pernah singgah ke masjid yang dibangun pada abad ke-17 dan didirikan oleh Pasukan Fatahillah saat akan menyerang Sunda Kelapa.

    Di Masjid yang tak terlalu jauh dari Rumah Si Pitung dan Pantai Marunda itu menyimpan segudang cerita yang menarik, juga bangunannya tak berubah sejak dulu. Masjid itu berada di Jalan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

    Hanya beberapa bagian sudah diperbaiki karena faktor usia, salah satu pengurus masjid Al Alam atau disebut juga Masjid Al Marunda, Kusnadi, mengatakan kalau masjid ini hanya dibangun dalam satu malam saja.

    “Masjid Aulia Al Marunda ini dalam waktu semalam saja, itu cerita dari orang tua kita bahwa Masjid Aulia Al Marunda didirikan dalam waktu semalam oleh para aulia,” kata Kusnadi.

    Selain sarat dengan cerita sejarahnya, masjid itu juga memiliki sumur yang dikenal dengan sumur tiga rasa. Dari rasa air biasa, asin hingga manis dan setiap orang yang mengangkut air tersebut akan berbeda rasanya,

    Harga tiket masuk: gratis

    Jam buka: untuk area bangunan Masih Al Alam lama dibuka hanya hingga jam 21.00 WIB, namun untuk area pendoponya dibuka 24 jam dan bisa digunakan untuk beristirahat.

    4. Batik Marunda

    Warga Rusunawa Marunda terus berkarya dengan memproduksi batik. DI Hari Batik Nasional ini, batik Marunda jadi babak baru batik Betawi.Warga Rusunawa Marunda terus berkarya dengan memproduksi batik. DI Hari Batik Nasional ini, batik Marunda jadi babak baru batik Betawi. (Pradita Utama/detikcom)

    Jakarta Utara memiliki salah satu produksi batik yang menarik yaitu Batik Marunda, batik ini memiliki ciri khas motif flora dan fauna serta motif lainnya yang mencakup bangun Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas) dan Museum Fatahillah.

    Koordinator Produksi Batik Marunda, Mulyadi menjelaskan kalau Batik Marunda ini memiliki perbedaan dengan Batik Betawi. Jika Batik Betawi memakai warna cerah, maka Batik Marunda menggunakan warna yang lebih gelap.

    “Yang membedakan batik kita dengan Batik Betawi dia kan cerah, kalau Batik Marunda lebih ke warna-warna gelap kayak merahnya maroon, orangenya agak tua gitu, birunya biru dongker,” kata dia.

    Batik Marunda juga dibuat oleh ibu-ibu sekitar di Rusun Marunda, untuk masyarakat yang ingin melihat pembuatan Batik Marunda juga bisa datang ke Rusun Marunda blok A 10 dan untuk tempatnya pun berada di lantai dasar.

    Harga tiket masuk: gratis

    Jam buka: 10.00 – 17.00 WIB dari Senin – Sabtu

    Jadi buat yang bingung untuk mencari destinasi wisata di Jakarta Utara bisa banget nih berkunjung ke beberapa tempat di atas. Silahkan jajal pengalaman menarik wisata di Jakarta Utara ini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Cara Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Agar Tetap Optimal


    Jakarta

    Merawat mobil merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemiliknya. Apalagi jika mobil tersebut digunakan setiap hari, tentu perawatannya harus lebih apik lagi.

    Namun, ada juga sejumlah pemilik mobil yang jarang menggunakan kendaraannya. Biasanya, mobil hanya digunakan untuk menghadiri acara tertentu atau sekadar jalan-jalan di akhir pekan.

    Tentu, mobil terbilang lebih awet karena komponen-komponen di dalamnya jarang berfungsi. Meski begitu, bukan berarti mobil yang jarang dipakai bisa terbebas dari masalah.


    Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan jika mobil jarang dipakai. Rasanya sayang bukan setelah membeli mobil idaman tapi rusak begitu saja?

    Untuk itu, ada beberapa cara dalam merawat mobil yang jarang digunakan. Seperti apa tipsnya? Simak dalam artikel ini.

    Ini Akibat Mobil Jarang Dipakai

    Jika detikers berpikir mobil yang jarang dipakai akan lebih awet, justru hal tersebut salah. Dilansir Auto2000, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan akibat mobil jarang dipakai, yaitu:

    1. Ban mobil lama kelamaan kekurangan angin. Jika tidak segera diisi angin, hal ini membuat ban cepat rusak karena tidak kuat menanggung beban mobil yang erat.
    2. Karat di berbagai komponen mobil, mulai dari rem, piringan cakram, tangki bensin, dan bagian lainnya.
    3. Munculnya jamur, debu, dan kotoran karena mobil hanya tersimpan di garasi dan tidak dibersihkan. Umumnya jamur muncul di sekitar kaca jendela, wiper, hingga cat bodi mobil.
    4. Kotoran juga dapat menyumbat filter dan saluran AC mobil.
    5. Aki mobil jadi cepat aus dan tidak bisa digunakan kembali.
    6. Oli dan bahan bakar mengendap di dalam mesin.
    7. Kerusakan pada sejumlah fitur elektronik di dalam mobil seperti tombol jendela otomatis dan head unit

    Cara Mudah Merawat Mobil yang Jarang Dipakai

    Kalau mobil detikers memang jarang dipakai, bukan berarti dibiarkan terbengkalai begitu saja di garasi rumah. Jika iya, maka siap-siap saja mobil kesayanganmu akan mengalami sejumlah ‘penyakit’ seperti penjelasan di atas.

    So, mobil yang jarang dipakai tetap harus dirawat dan dicek komponen mesinnya. Untuk lebih jelasnya, simak sejumlah tipsnya di bawah ini:

    1. Bersihkan Mobil

    Mobil yang jarang dipakai juga bisa kotor akibat terkena debu. Tak hanya bagian eksteriornya saja, namun interior mobil juga bisa kotor.

    Kamu bisa mencuci bagian luar mobil terlebih dahulu sampai bersih. Setelah itu, bersihkan debu dan kotoran di interior mobil dengan vacuum cleaner atau dilap dengan cairan khusus.

    2. Panaskan Mobil Setiap Hari

    Nah, banyak pemilik mobil yang malas memanaskan mobil karena jarang digunakan. Sebenarnya, hanya 1-2 menit saja sudah cukup untuk memanaskan mobil sesaat.

    Saat memanaskan mobil, nyalakan juga semua fitur yang ada di dalamnya seperti AC, lampu sein, headlamp, radio, power window, atau sekadar maju dan mundur di garasi. Hal ini juga untuk memastikan kalau komponen mobil masih berfungsi baik.

    3. Mengganti Oli Mesin

    Mobil yang rutin digunakan setiap hari memang dianjurkan untuk mengganti oli mesin secara berkala. Lalu, bagaimana dengan mobil yang jarang dipakai?

    Meski tidak dikendarai dalam waktu lama, oli mesin juga harus diganti. Sebab, ketika mobil jarang digunakan maka kualitas oli ikut terpengaruh.

    Seiring waktu, senyawa kimia oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi. Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

    Jadi, kamu harus memastikan bahwa volume oli sudah cukup dan lakukan pengecekan menggunakan dipstick. Jika oli mesin sudah tidak cukup atau kualitasnya berkurang, segera ganti dengan oli yang baru.

    4. Cek Tekanan Ban Mobil

    Perlu diingat, mobil yang jarang dipakai juga dapat mempengaruhi tekanan ban, apalagi kalau mobil diparkir dalam garasi berubin dingin. Jika terus dibiarkan, ban yang kempes dapat merusak velg mobil.

    Oleh sebab itu, usahakan cek kondisi ban secara berkala dan hindari ban kempes dalam waktu yang lama.

    Demikian tips mengenai cara merawat mobil yang jarang dipakai agar tetap optimal. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com