Tag: mohammad lukmanul

  • Beasiswa LPDP 2026 Buka Kuota 4.000 Mahasiswa, Bidang STEM Diprioritaskan



    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) 2026 akan segera dibuka pada Januari mendatang. Pada tahun depan, kuota beasiswa disediakan untuk 4.000 orang.

    Jumlah tersebut sama halnya dengan kuota yang diberlakukan pada tahun 2025. Dikatakan oleh Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Ari Kuncoro jumlah tersebut telah sesuai dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

    “Tahun ini sesuai arahan Presiden 4.000 (kuotanya),” kata Ari dalam acara The Future Festival oleh LPDP di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).


    Ari mengatakan pihaknya sejauh ini baru diberi instruksi agar kuota LPDP tahun 2026 disamakan dengan tahun ini yakni 4.000.

    “Saya belum diinfo kalau untuk detailnya. Cuman kita ikutin aja arahan presidennya, udah ada 4.000,” jelas Ari.

    Ari menyebut jumlah kuota ini telah disesuaikan dengan anggaran. Seperti pada tahun ini, anggaran LPDP sebesar Rp 11,92 triliun.

    “Itu kita ikutin yang anggaran yang ada aja. Kalau misalnya sekarang 4.000 kan kemarin juga udah dilulusin ya batch 1, tinggal batch 2 nanti 27 November,” kata Ari.

    Sementara untuk dana abadi di bidang pendidikan dituturkan Ari saat ini terhimpun sebanyak Rp 154,107 triliun. Berdasarkan data per Juni 2025, dana LPDP telah disalurkan kepada 90.640 orang (degree) dan 578.721 orang (non degree).

    Beasiswa LPDP 2026 Fokus pada Bidang STEM

    Sama seperti yang telah dijelaskan oleh Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP sebelumnya, Mohammad Lukmanul, bidang yang akan lebih diprioritaskan tahun 2026 adalah science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

    “2026 akan ada perubahan kebijakan diprioritaskan STEM yang non STEM tetap ada,” kata Ari.

    Ari menegaskan pendaftar non-STEM tetap memiliki kuotanya. Sehingga kebijakan baru ini menurutnya jangan sampai mengecilkan hati para pendaftar LPDP dengan tujuan non-STEM.

    “Misalnya saat ini yang non-STEM mau daftar ya silahkan, tetap dibuka LPDP tetap buka yang non-STEM. Tapi untuk jelasnya berapa proporsi dan prosentasenya silahkan mengacu ke penjelasan Direktur Beasiswa,” katanya.

    Ia menambahkan baik kampus dalam negeri maupun luar negeri akan difokuskan pada STEM. Adapun skema LPDP tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan 2025.

    “Masih sama sih programnya masih sama, tadi yang dijelaskan nanti ada afirmasi targeted dan juga reguler ya. Ada tiga cluster, terus kalau untuk yang prioritas nanti ditunggu saja di batch pembukaan nanti akan diumumkan resmi oleh LPDP,” ujar Ari.

    Penegasan terkait fokus LPDP di bidang STEM ini sebelumnya telah disampaikan oleh Plt Direktur LPDP Sudarto dalam acara Apresiasi Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2025.

    “Jadi intinya bahwa, kita nanti akan fokus kepada STEM dan non-STEM. Karena pada saat ini memang fokus pembangunan kita kan lebih ke arah sana,” ujar Sudarto (11/8/2025) lalu.

    Ditegaskan juga oleh Lukmanul bahwa kuota beasiswa nantinya tidak akan kaku. Pihak LPDP telah menyusun formula untuk penyeleksiannya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” ujar Lukmanul.

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa 2026 Fokus di Bidang STEM & Prodi Tertentu



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mohammad Lukmanul membocorkan tentang skema pendanaan beasiswa 2026. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Hal ini juga termasuk penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi.

    Lukmanul mengatakan pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.


    “Jika Kemdiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Menurutnya, skema tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalan seleksinya,” katanya.

    Pendaftar Bidang STEM Diprioritaskan

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar tujuan perguruan tingginya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Lukmanul menjamin pengguliran dana LPDP untuk beasiswa akan terus berjalan. Sekalipun ada efisiensi, LPDP tetap membuka beasiswa karena adanya dana abadi.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP 2026 Lebih Fokus pada Prodi STEM, Kerja Sama dengan BRIN?



    Jakarta

    Pemilihan bidang studi beasiswa LPDP 2026 akan berfokus pada science, technology, engineering and mathematics (STEM). Hal itu disampaikan Plt. Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto usai menghadiri Apresiasi Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2025 di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (11/8).

    “Jadi intinya bahwa kita nanti akan fokus kepada STEM dan non-STEM. Karena pada saat ini memang fokus pembangunan kita kan lebih ke arah sana,” ujarSudarto.

    Mengenai teknis dan skema ke depan, Sudarto mengatakan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Tapi nanti detail dan sebagainya, setelah kami kerjakan bersama dengan Pak Handoko (Kepala BRIN) dan juga dengan tim desain teknis dan kementerian/lembaga terkait,” tuturnya.

    Sebelumnya, kabar skema beasiswa LPDP 2026 yang berfokus pada STEM muncul dari Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Daya tampung penerima beasiswa juga akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi. Pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.

    “JikaKemdiktisaintek melihat program beasiswaLPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kataLukmanul saat ditemui di GedungSasana BudayaGanesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar perguruan tinggi tujuannya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi, ada formula orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK.

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com