Tag: Monero

  • Monero Naik 41% Setelah Diduga Jadi Alat Pencucian Dana Bitcoin

    Monero (XMR) tiba-tiba mencuri perhatian pasar kripto awal pekan ini setelah mencatat lonjakan harga tajam, yang diyakini berkaitan dengan aktivitas pencucian uang skala besar menggunakan koin privasi ini.

    Dalam kurun waktu hanya delapan jam pada Senin pagi, harga XMR melesat dari $232 ke puncak $331—kenaikan lebih dari 40% yang mengejutkan banyak pelaku pasar.

    Dilaporkan Dailyhodl, ledakan harga ini pertama kali mencuat lewat unggahan dari analis on-chain terkenal, ZachXBT, di platform X (sebelumnya Twitter). Kepada lebih dari 850 ribu pengikutnya, ia mengungkapkan adanya aktivitas mencurigakan berupa perpindahan besar Bitcoin senilai ratusan juta dolar yang kemudian ditukar dengan Monero melalui sejumlah bursa instan.

    “Sekitar sembilan jam lalu, terjadi transfer mencurigakan sebesar 3520 BTC atau sekitar $330 juta dari satu alamat ke beberapa bursa instan, lalu ditukar menjadi XMR. Ini langsung memicu reli harga,” tulis ZachXBT.

    Alamat yang digunakan dalam transaksi ini teridentifikasi sebagai:
    bc1qcrypchnrdx87jnal5e5m849fw460t4gk7vz55g

    Baca juga: Kenalan dengan Monero Coin, Aset Kripto yang Menjunjung Privasi

    Transaksi Ilegal

    Menurut ZachXBT, jejak transaksi ini kuat mengindikasikan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari aksi peretasan besar, di mana pelaku diyakini mencuri dana dari akun milik pengguna bursa ternama asal AS seperti Gemini, River, dan Coinbase. Kejanggalan makin jelas saat dana $330 juta itu dikirim dalam pecahan kecil ke berbagai bursa secara cepat—metode yang tidak lazim bagi investor biasa.

    “Orang biasa tidak akan rela kehilangan jutaan dolar hanya karena biaya transaksi. Cara ini sangat tidak efisien—ini jelas upaya menyamarkan jejak,” imbuh ZachXBT.

    Setelah reli yang intens, XMR kini telah terkoreksi dan diperdagangkan di kisaran $263 saat artikel ini diterbitkan. Sementara itu, Bitcoin masih bergerak stagnan dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 6,5%.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Zcash (ZEC) Naik 400%, Narasi Privacy Jadi Tren Selanjutnya?

    Beberapa waktu belakangan, Zcash (ZEC) banyak menarik investor kripto sebab dalam sebulan terakhir, ZEC mengalami kenaikan lebih dari 400%. Menurut data Finbold, kenaikan tersebut membuat ZEC melejit dari yang dulunya stagnan, menjadi salah satu aset dengan performa tertinggi di antara altcoin lain, bahkan di tengah penurunan pasar kripto.

    Di saat banyak proyek kripto lain berlomba-lomba menjadi yang tercepat dalam memproses transaksi, ZEC mencoba untuk membuat para investor kripto melihat narasi privacy. Dengan kenaikan yang signifikan bahkan di tengah pasar kripto yang mengalami flash crash, membuat para pelaku pasar mempertanyakan,  apakah ini sinyal bahwa “privacy coin” akan menjadi tren selanjutnya di pasar kripto?

    Bangkitnya Narasi Privacy

    Penaikan privacy coin dalam sebulan terakhir. Sumber: Coingecko

    Saat banyak pemerintahan dunia, dari AS hingga negara-negara Eropa, mendorong kontrol finansial melalui CBDC yang memungkinkan pelacakan transaksi, banyak orang menjadi khawatir soal keamanan data ke depannya, sehingga membuat mereka mencari solusi pembayaran yang dapat memberikan privacy.

    Zcash (ZEC) hadir sebagai salah satu pilihan solusi, menawarkan model transaksi terenkripsi melalui mekanisme zero-knowledge proof (zk-SNARKs). Teknologi Zcash memungkinkan seseorang membuktikan bahwa transaksi valid tanpa harus mengungkap siapa pengirim, penerima, atau jumlahnya.

    Seiring meningkatnya tekanan regulasi terhadap industri kripto dan maraknya penggunaan kecerdasan buatan yang kerap mengandalkan data pribadi, minat terhadap aset digital berorientasi privacy kembali bangkit dipimpin oleh Zcash yang dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan lebih dari 400%.

    Baca juga: Zcash Naik 135% dalam 7 Hari: Koin Anonim Ini Jadi Pusat Perhatian!

    ZEC Naik 400%, Bagaimana dengan Proyek Privacy Lain

    Grafik harga kenaikan Zcash (ZEC)

    Kenaikan Zcash membuat banyak investor FOMO dan meningkatkan visibilitas bagi aset kripto dengan fitur privacy lainnya.

    Beberapa aset dengan fitur privacy sempat ikut meroket di tengah kenaikan Zcash, namun berbeda dengan Zcash yang masih bisa naik di tengah penurunan pasar kripto aset-aset dengan narasi privacy justru malah kembali turun.

    Grafik harga kenaikan dan penurunan Monero (XMR)

    Contohnya seperti Monero (XMR), aset kripto dengan fokus utama pada privacy dan anonimitas transaksi. Jika dilihat dari grafik harga Monero, harga sempat naik sekitar 23% bertepatan dengan kenaikan Zcash, tapi kemudian terkoreksi cukup tajam kembali karena adanya koreksi pasar Bitcoin yang menyeret hampir seluruh altcoin.

    Pola yang sama juga terlihat pada aset kripto dengan fokus privacy seperti Worldcoin (WLD) dan Immutable X (IMX).

    Grafik harga kenaikan dan penurunan Wordlcoin (WLD) dan Immutable X (IMX) yang mirip.

    Harga WLD sempat melonjak hingga +157% sebelum anjlok tajam kembali ke area $0,9. Sementara IMX mengalami lonjakan sekitar +96%, namun kemudian terkoreksi dalam pola yang hampir identik.

    Baca juga: Grayscale Bikin Geger: Investor Tradisional Masuk ke Zcash

    Narasi Privacy Siap Jadi Meta Selanjutnya?

    Narasi privacy memang mulai dilirik, terutama setelah lonjakan besar yang dialami Zcash (ZEC) dalam sepekan terakhir.

    Namun, jika melihat pola pada koin privacy lain seperti Monero (XMR), Worldcoin (WLD), dan Immutable X (IMX), tidak seperti Zcash yang tetap perkasa di tengah penurunan pasar kripto—momentum crash di pasar kripto tampak membuat sebagian besar koin dengan narasi privacy belum bisa bersinar sepenuhnya.

    Meski begitu, bukan berarti tren ini berakhir. Jika pasar kripto kembali rebound dan Zcash tetap menjadi pemimpin dalam kategori privacy, bukan tidak mungkin narasi privacy semakin dilirik dan membuat proyek-proyek privacy lain semakin dilirik.

    Baca juga: Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Monero Terancam Ambruk ke $135? XMR Pecah Bear Flag

    Harga Monero (XMR) masih berada dalam tekanan sejak pertengahan Januari, meskipun sebagian pasar kripto mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Setelah mengalami penurunan tajam sepanjang akhir Januari, XMR sempat menemukan support di sekitar $276 pada 6 Februari dan bergerak naik tipis.

    Namun, pemulihan tersebut dinilai rapuh. Data teknikal, lemahnya kekuatan pembeli, serta memburuknya sentimen sosial menunjukkan Monero masih berisiko melanjutkan penurunan lebih dalam.

    XMR Pecah Pola Bear Flag, Dip Buying Dinilai Lemah

    Sejak 14 Januari, Monero bergerak dalam struktur penurunan yang membentuk pola bearish pole-and-flag atau bear flag. Pola ini biasanya muncul setelah penurunan tajam, lalu diikuti fase konsolidasi singkat sebelum harga melanjutkan tren turun.

    Setelah turun lebih dari 60% dari puncak Januari, XMR bergerak sideways dan sedikit menguat dalam pola tersebut. Namun pada 12 Februari, harga mulai menembus batas bawah bear flag, yang mengindikasikan potensi breakdown lanjutan kecuali ada dorongan kuat dari pembeli untuk membawa harga kembali ke dalam pola.

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan adanya aktivitas dip buying sejak awal Februari. MFI sempat membentuk tren naik (higher lows) sejak 1 Februari, namun gagal menembus garis tren atas atau membentuk higher-high yang kuat. Hal ini menandakan pembelian masih terjadi, tetapi belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren.

    Exchange Outflow Muncul Lagi, Tapi Tidak Mengubah Tren

    Data arus exchange juga mendukung kondisi tersebut. Setelah tiga hari mencatat inflow ringan, Monero kembali mengalami net outflow pada 12 Februari, dengan sekitar $372.000 XMR keluar dari exchange.

    Secara umum, net outflow sering dianggap sebagai sinyal pembelian karena aset dipindahkan ke wallet pribadi. Namun, data ini menunjukkan bahwa pembeli masih ada, tetapi kekuatannya belum cukup untuk mendorong pemulihan signifikan.

    Social Dominance Naik, Tapi Sentimen Positif Anjlok Tajam

    Di sisi lain, data sosial menunjukkan peningkatan perhatian terhadap Monero. Social dominance XMR naik dari sekitar 0,046% menjadi 0,066% antara 11 hingga 12 Februari, mengindikasikan semakin banyak pembahasan Monero dibanding aset kripto lain.

    Meski demikian, peningkatan social dominance ini masih jauh lebih rendah dibanding lonjakan besar yang pernah terjadi pada Januari. Sebelumnya, lonjakan social dominance sempat mendahului reli harga Monero hingga 25%.

    Yang menjadi perhatian utama adalah penurunan drastis sentimen positif. Sejak 9 Februari, skor positive sentiment Monero turun dari sekitar 27,26 menjadi 7,21 atau merosot sekitar 74%. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pembahasan meningkat, mayoritas percakapan didominasi kekhawatiran dan pandangan negatif.

    Baca juga: Mantan Walikota New York Luncurkan Meme Coin, Gak Sampe 30 Menit Langsung Dump!

    Level Kunci: Jika Gagal Rebut $361, Target Breakdown Mengarah ke $135

    Dari sisi teknikal, area resistance utama berada di sekitar $361. Level ini berada di tengah struktur bear flag dan dianggap sebagai titik penting untuk menentukan apakah pembeli mampu mengembalikan kontrol pasar.

    Jika XMR gagal menembus dan bertahan di atas $361, risiko penurunan tetap dominan. Support terdekat berada di sekitar $308, disusul level $276 yang menjadi titik terendah Februari.

    Apabila kedua level support tersebut jebol, proyeksi bear flag mengarah ke area $135 sebagai target breakdown berikutnya. Level ini dinilai sebagai support historis yang berpotensi menjadi tujuan penurunan jika tekanan jual berlanjut.

    Dengan kombinasi pelemahan struktur harga, sentimen positif yang runtuh, serta dip buying yang belum cukup kuat, Monero masih menghadapi risiko koreksi lanjutan dalam waktu dekat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pemisahan (divergence) antara tingginya diskusi sosial dan jatuhnya sentimen biasanya menjadi indikator bearish yang kuat karena menandakan diskusi didominasi oleh ketakutan (FUD).

    “Tanpa dukungan sentimen yang stabil dan volume beli yang meyakinkan, pemulihan harga Monero akan sulit dipertahankan dalam jangka pendek,” analisanya.

    Baca juga: Monero (XMR) Tembus ATH Baru, Imbas Developer Zcash (ZEC) Resign?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com