Tag: Morgan Stanley

  • Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Perusahaan yang didirikan oleh George Soros dan perusahaan Morgan Stanley semakin kepincut Bitcoin. Mereka menambah investasi ke perusahaan NYDIG.

    NYDIG, badan usaha yang membantu pembelian Bitcoin senilai US$100 juta oleh perusahaan asuransi MassMutual, telah mendapat pendanaan US$200 juta dari sejumlah investor besar.

    Baca Juga: Meitu Beli Bitcoin dan ETH, Total Rp573 Milyar!

    NYDIG mengumumkan pada Senin (8/03/2021), mendapatka tambahan dana dari Stone Ridge Holdings Group, Morgan Stanley, New York Life, MassMutual, Soros Fund Management dan FS Investments. Investor lama Bessemer Venture Partners dan FinTech Collective juga turut serta.

    “Pihak-pihak yang gabung dalam putaran investasi ini lebih dari sekadar investor, mereka adalah mitra yang kami kenal baik selama bertahun-tahun. NYDIG akan bekerjasama dengan usaha-usaha ini di bidang inisiatif strategis terkait Bitcoin yang mencakup, manajemen investasi, asuransi, perbankan, energi terbarukan dan filantropi,” ujar Robert Gutmann, pendiri dan CEO NYDIG.

    NYDIG mulai tenar di sektor kripto pada Desember 2020 ketika perusahaan tersebut membantu perusahaan asuransi berusia 169 tahun untuk membeli Bitcoin. MassMutual kemudian menanam modal US$5 juta di NYDIG saat itu.

    NYDIG telah menjadi pemain kunci mendorong adopsi Bitcoin oleh kalangan Wall Street, yang beberapa tahun kerap mengkritik keras faedah Bitoin.

    Bulan lalu, Gutmann mengatakan, NYDIG akan mencapai total aset dikelola sebesar US$25 milyar atas nama klien pada akhir 2021.

    Baca Juga: Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa US$100 Ribu Tahun Ini

    Dalam pengumuman pada Senin itu, Gutmann menambahkan di bulan-bulan dan kuartal-kuartal ke depan, akan terjadi ledakan inovasi produk-produk dan layanan terkait Bitcoin oleh NYDIG, bermitra dengan para investor baru.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


    Jakarta

    Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

    Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

    Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


    Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

    “Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

    Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

    Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

    Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

    Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

    Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

    ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

    (shc/das)



    Sumber : finance.detik.com