Tag: motor

  • Jangan Anggap Sepele, Ini 9 Penyebab Ban Motor Goyang


    Jakarta

    Ban merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila ban motor goyang saat dikendarai, hal tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah masalah.

    Ketika sedang berkendara dan merasakan ban motor goyang, sebaiknya segera menepi atau mencari bengkel terdekat. Sebab, motor akan tidak stabil saat dikendarai sekaligus memicu kerusakan pada komponen lainnya.

    Hal terburuknya adalah ban motor yang goyang membuat kamu sulit mengendalikan motor. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kecelakaan hingga menelan korban jiwa.


    Maka dari itu, penting untuk segera memperbaiki ban motor yang mengalami goyang. Lantas, apa penyebab ban motor goyang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Ban Motor Goyang

    Ada sejumlah penyebab ban motor mengalami goyang atau oleng saat dikendarai. Dilansir situs Astra Motor dan Yamaha Deta, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Pemasangan Ban Tidak Rata

    Penyebab yang pertama karena pemasangan ban tidak pas. Saat kamu baru mengganti ban baru, mungkin proses pemasangannya tidak sesuai, sehingga ketika motor dikendarai akan terasa goyang.

    Untuk itu, cobalah kembali ke bengkel semula dan jelaskan kepada mekanik jika ada kesalahan pemasangan ban motor. Pastikan kamu mengecek ban jika terpasang secara pas.

    2. Tekanan Angin Tidak Pas

    Ban motor yang goyang bisa disebabkan oleh masalah kecil, yakni tekanan angin yang tidak pas. Sebab, tekanan angin terlalu tinggi menyebabkan ban jadi keras, sehingga getaran tidak dapat diredam

    Sebaliknya, jika tekanan angin terlalu rendah atau kempis maka ban akan terasa oleng seperti mengalami kebocoran.

    3. Velg Bengkok

    Kondisi velg bengkok atau tidak melingkar sempurna juga bisa menyebabkan motor terasa oleng ketika dikendarai. Masalah ini biasanya masih bisa diatasi dengan cara diservis, tapi jika kerusakannya terlalu parah maka harus mengganti dengan velg baru.

    4. Permukaan Ban Menipis

    Seiring penggunaan, ban motor akan menipis karena terjadi gesekan dengan jalan. Kondisi ban yang menipis juga memicu terjadinya goyang atau oleng pada motor. Bahkan, ban yang sudah tipis dapat dengan mudah mengalami ban bocor.

    5. Bearing Motor Aus

    Bearing merupakan komponen motor yang fungsinya mengurangi gesekan di sejumlah bagian motor, salah satunya adalah roda. Apabila bearing sudah rusak atau aus, maka ban akan berputar tidak stabil atau goyang.

    6. Tekanan Shockbreaker Tidak Seimbang

    Penyebab berikutnya karena tekanan shockbreaker tidak seimbang. Kondisi ini terjadi terutama saat melakukan pengereman, lalu ban motor akan terasa goyang atau oleng.

    7. Oli Garpu Tidak Sesuai

    Mengutip laman Motofomo, garpu motor merupakan bagian suspensi depan motor. Bagian ini berfungsi untuk meredam gesekan atau guncangan saat mengerem, berbelok, atau melalui jalanan yang berlubang.

    Agar kinerjanya optimal, garpu motor membutuhkan oli khusus. Jika oli ini jumlahnya terlalu sedikit atau banyak, maka dapat mempengaruhi ban sehingga terasa tidak stabil saat dikendarai,

    8. Rantai Aus dan Gir Belakang Kendur

    Kondisi rantai yang sudah aus atau gir belakang kendur juga bisa menyebabkan ban motor goyang. Hal ini bisa terjadi pada motor dengan penerus tenaga gerak rantai. Masalah ini akan berdampak pada ban belakang yang terasa goyang.

    9. Motor Pernah Jatuh atau Tabrakan

    Penyebab yang terakhir karena motor pernah jatuh atau mengalami tabrakan. Ketika motor mengalami tabrakan, kondisi itu mungkin menyebabkan sasis motor rusak sehingga membuat ban depan dan belakang menjadi tidak rata atau sejajar. Nah, kondisi tersebut yang memicu ban motor goyang saat dikendarai.

    Itu dia sembilan penyebab ban motor terasa goyang saat dikendarai. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Beli Mobil-Motor Bekas Jangan Buru-buru Deal, Cek ke Samsat Dulu



    Jakarta

    Membeli mobil atau motor bekas menjadi salah satu opsi untuk memiliki kendaraan. Sebab, mobil atau motor bekas mungkin harganya lebih terjangkau bagi sebagian orang ketimbang membeli kendaraan baru.

    Namun, dalam membeli kendaraan bekas jangan asal deal. Pastikan kendaraan tersebut sehat, tidak banyak masalah, dan yang terpenting terhindar dari modus kejahatan.

    Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memberikan beberapa tips untuk pembeli kendaraan bekas baik mobil maupun sepeda motor. Utamanya adalah mengecek apakah kendaraan yang akan dibeli tersebut bermasalah secara administrasi atau tidak.


    “Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat, apabila kita melakukan transaksi jual-beli kendaraan bermotor apakah itu mobil ataukah motor, silakan lakukan pengecekan, datang ke Samsat. Di situ kita harus ngecek, apakah nopol (nomor polisi/pelat nomor) ini kendaraan bermasalah atau tidak,” kata Ojo dikutip dari akun X TMC Polda Metro Jaya.

    Menurut Ojo, yang perlu dicek adalah apakah kendaraan tersebut diblokir oleh kepolisian. Dengan mendatangi Samsat, calon pembeli kendaraan bisa mengecek apakah kendaraan tersebut terkena tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ETLE) atau tidak.

    “Pertama yang harus dicek apakah kendaraan ini terblokir ETLE atau tidak, atau terblokir pencurian atau tidak, atau terblokir leasing atau tidak,” ujar Ojo.

    Dia bilang, di Samsat juga bisa melakukan pengecekan fisik. Di sana, kendaraan bisa dicek nomor rangka dan nomor mesinnya.

    “Nomor rangka/nomor mesin itu harus sama antara dokumen kendaraan di BPKB/STNK dengan di fisik kendaraan. Kalau itu sama berarti oke tidak ada masalah, silakan transaksi jual-beli yang penting cocok harganya,” ucap Ojo.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bisakah Oli Mobil Dipakai untuk Motor? Ini Perbedaan dan Dampaknya


    Jakarta

    Kualitas oli harus selalu diperhatikan dalam perawatan kendaraan bermotor. Oli penting karena berfungsi melumasi seluruh bagian mesin untuk mengurangi gesekan antar komponen.

    Detikers mungkin berpikir bahwa semakin mahal oli maka akan semakin bagus kualitasnya. Bahkan mungkin ada yang berpikir menggunakan oli mobil untuk dipakai pada motor agar kinerjanya semakin baik.

    Lantas muncul pertanyaan, sebenarnya bisakah oli motor dipakai untuk motor? Simak penjelasannya di bawah ini, mulai dari perbedaan hingga dampaknya.


    Apakah Oli Mobil Boleh Dipakai untuk Motor?

    Dikutip dari situs Daihatsu, menggunakan oli mobil untuk motor adalah pemahaman keliru. Memang penggunaan oli mobil ke motor ini bisa dilakukan, tetapi tetap tidak disarankan.

    Keduanya memang sama-sama oli atau pelumas yang fungsinya serupa. Namun jika hal ini dilakukan, apalagi jika berlangsung dalam jangka panjang, maka bisa menyebabkan kerusakan bagian kendaraan.

    Beda Oli Mobil dengan Oli Motor

    Mengapa oli mobil tidak disarankan untuk motor? Simak dulu sejumlah perbedaan antara oli mobil dan oli motor berikut ini:

    1. Komposisi

    Oli mobil dibuat dari bahan yang mengandung zat aditif dengan jumlah total base number (TBN) yang cukup tinggi. Fungsi zat ini adalah untuk meredam atau mengecilkan gesekan antar komponen mesin.

    Jika oli mobil digunakan pada motor, terutama motor dengan sistem kopling basah, maka bisa menyebabkan selip kopling.

    2. Standarisasi

    Produksi oli mobil distandarisasi oleh lembaga seperti Association of Consulting Engineers Australia (ACEA), API service hingga Internasional Legal Service Advisory (ILSAC).

    Sementara oli motor distandarisasi oleh lembaga atau organisasi yang menstandarisasi kepentingan mesin motor seperti Japan Automotive Standard Organization (JASO).

    3. Beda Keterangan Kemasan

    Pada mobil, biasanya tercantum keterangan seperti ‘for gasoline car’, dan API service 10-40W. Ini menandakan oli tersebut dibuat khusus untuk mesin mobil.

    Sedangkan pada oli motor biasanya tertulis keterangan seperti 4T (4Tak), two wheels, hingga excellent wet clutch untuk keperluan mesin motor. Ini menunjukkan oli tersebut dibuat khusus untuk motor.

    Bahkan untuk mesin transmisi otomatis dan manual pun menggunakan oli berbeda. Untuk itu, oli mobil dan motor juga pasti berbeda cara kerjanya.

    Dampak Oli Mobil Dipakai untuk Motor

    Dikutip dari situs Astra Otoshop, penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasinya bisa berdampak buruk pada mesin. Misalnya jika menggunakan oli motor dengan viskositas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka tekanan pelumasan menjadi tidak sesuai dan meningkatkan keausan komponen mesin.

    Untuk mobil dengan kopling kering, oli dibuat dengan bahan pelumas yang sangat licin. Ini berfungsi agar komponen-komponen di dalam mesin dapat bekerja tanpa menimbulkan gaya gesek yang terlalu besar.

    Sedangkan pada motor yang menggunakan jenis kopling basah, hanya membutuhkan pelumas sewajarnya saja. Jika menggunakan oli mobil, maka kopling motor menjadi jauh lebih basah dan licin, sehingga berisiko kopling menjadi selip.

    Nah, artinya detikers harus menggunakan oli mesin yang sesuai dengan jenisnya. Jika kurang paham, kalian bisa melakukan servis ke bengkel resmi untuk mendapatkan oli yang sesuai dengan pabrikannya.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Bayar Pajak Motor di Indomaret, Nggak Pakai Ribet


    Jakarta

    Kini, membayar pajak dapat dilakukan dengan mudah. Wajib pajak tak harus datang ke kantor Samsat.

    Salah satu cara praktis membayar pajak adalah lewat minimarket seperti Indomaret. Untuk kamu yang ingin mencoba bayar pajak lewat kasir Indomaret, ketahui caranya berikut ini.

    Cara Bayar Pajak Motor di Indomaret dengan Dokumen Persyaratan

    Menurut laman Samsat Kulonprogo, sebelum membayar pajak, kamu perlu menyiapkan dokumen berupa KTP, STNK asli pemilik motor, dan nomor HP yang aktif. Adapun ketentuan yang harus diketahui sebelum membayar pajak di Indomaret yaitu:


    • Pajak kendaraan yang dibayar adalah pajak tahunan. Untuk pajak lima tahunan, maka wajib pajak tetap harus datang ke kantor Samsat untuk pemeriksaan fisik kendaraan.
    • Kendaraan tidak memiliki tunggakan pajak di tahun-tahun sebelumnya. Apabila memiliki tunggakan, maka wajib pajak perlu menyelesaikan pembayaran di Samsat
    • Pembayaran melalui Indomaret hanya berlaku untuk kendaraan yang terdaftar dalam sistem e-Samsat.

    Berikut langkah-langkah membayar pajak motor di Indomaret:

    1. Datang ke kasir Indomaret dan sampaikan bahwa ingin membayar pajak motor
    2. Nantinya kasir akan meminta informasi mengenai nomor polisi, nomor mesin motor, dan nomor hp.
    3. Kasir akan memberitahu nominal pajak yang harus dibayar.
    4. Bayar pajak motor beserta biaya adminnya di kasir
    5. Setelah selesai, kamu akan menerima struk pembayaran dan SMS link berisi Electronic Registration dan Identification (ERI) dan Polri
    6. Jika link pada SMS diterima, akan muncul gambar tanda bukti pelunasan kewajiban pembayaran elektronik (e-TBPKP) dilengkapi QR Code
    7. Jika sudah, simpan bukti pembayaran untuk pengesahan di STNK Motor.e-TBPKP ini adalah tanda bukti pelunasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bukti Pengesahan STNK yang valid dan sah. Untuk mencetak lembaran pajak yang tergabung dengan STNK, Anda tetap diminta untuk datang ke kantor Samsat pada hari dan jam operasional.

    Cara Bayar Pajak di Indomaret dengan Aplikasi SIGNAL

    Mengutip laman Samsat Digital, aplikasi Signal (Samsat Digital Nasional) sudah bekerja sama dengan perbankan hingga modern channel seperti gerai Indomaret. Dengan melakukan aplikasi terlebih dahulu, wajib pajak hanya perlu memberikan kode booking untuk membayarkan pajak motor.

    Menurut laman TikTok Indomaret, berikut cara membayar pajak di Indomaret dengan aplikasi Signal:

    1. Download aplikasi Signal di App Store atau Play Store
    2. Registrasi dan isi data kendaraan
    3. Proses pembayaran, kamu akan mendapatkan kode booking
    4. Kunjungi Indomaret, berikan kode booking
    5. Bayar pajak kendaraan dan bukti bayar akan diberikan
    6. Pajak kendaraan telah terbayar
    7. Aplikasi Signal secara otomatis akan menerbitkan dokumen digital.

    Dengan layanan ini, wajib pajak diharapkan bisa lebih mudah melaksanakan kewajibannya. Hasilnya, motor wajib pajak tidak menemui masalah terkait syarat legal untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pentingnya Cairan Rem, Jangan Diabaikan Bisa Bikin Rem Blong!



    Jakarta

    Banyak yang tidak menyadari akan pentingnya cairan rem pada kendaraan. Padahal selain pelumas, sistem kelistrikan, hal dasar yang harus diperhatikan adalah sistem rem. Tidak merawat rem dengan baik, bisa-bisa berpotensi rem blon.

    Sistem rem merupakan salah satu komponen kendaraan yang masih sering diabaikan, khususnya terkait cairan rem atau brake fluid. Salah satu potensi masalah jika cairan rem tidak diperhatikan adalah rem blong. Ini juga sering jadi penyebab utama kecelakaan di jalan. Begitu rem blong, mobil atau sepeda motor akan sulit dikendalikan karena kecepatannya tidak dapat dikurangi.

    Sebut saja seperti gejala Vapor lock, merupakan kondisi saat suhu rem menjadi terlalu panas karena diinjak terlalu lama, sehingga menyebabkan cairan rem mendidih. Ketika cairan rem mendidih, akan menghasilkan uap air atau vapor lock yang bisa menyebabkan rem blong karena tidak bisa bekerja menekan kampas rem.


    Nah untuk itu cairan rem menjadi penting, karena memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem dan menyebabkan pembentukan uap sehingga mengurangi efektivitas pengereman.

    Kedua kondisi ini membuat rem kendaraan malfungsi atau blong sehingga laju mobil atau sepeda motor tidak terkendali. Lalu langkah apa untuk mengantisipasi-nya? Sebenarnya cukup mudah agar hal tersebut tidak terjadi.

    Cara sederhananya ialah Periksa takaran cairan rem di tabung penyimpanan agar tidak berkurang. Selain itu, pastikan tidak ada kotoran di dalam tabung yang dapat menyumbat saluran brake fluid, dan juga tidak ada lumut yang dapat merusak cairan rem. Cek saluran dan sambungan dari potensi bocor, pastikan pula kampas rem masih tebal supaya mampu mengurangi laju kendaraan dengan baik.

    Autochem menggelar program 'Autochem Mengajar'.Autochem menggelar program ‘Autochem Mengajar’. Foto: dok. Autochem

    Program “Autochem Mengajar”

    Dalam kesempatan yang sama, PT Autochem Industry (AI) yang telah berdiri sejak 13 November 1984 yang juga distributor resmi produk Prestone di Indonesia berbagi pengetahuan akan pentingnya sistem pengereman pada kendaraan.

    Dalam kesempatan ini Autochem menggelar program Autochem Mengajar, dengan memberikan ilmu pengetahuan akan sistem pengereman pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Mahasiswa.

    “Autochem Mengajar merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Autochem Industry (AI) terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Sistem pengereman menjadi materi penting edukasi lantaran masih banyak anak muda yang belum sepenuhnya paham mengenai teknologi rem padahal sangat penting dalam menunjang keamanan berkendara di jalan. Sebagai distributor resmi cairan rem Prestone selama 40 tahun terakhir, kami ingin anak muda dapat paham pengetahuan dasar seputar rem dan komponen penting kendaraan lainnya,” jelas Marketing Director PT Autochem Industry (AI), Chris Sada.

    Lokasi pertama kegiatan Autochem Mengajar adalah di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada akhir bulan April 2025 lalu. Jumlah peserta sekitar 90 siswa-siswi kelas X dan XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Materi yang diajarkan adalah mengenai brake system, mencakup pengenalan sistem rem dan teknologi rem yang disampaikan oleh Dhany Ekasaputra selaku Promotion & Technical Support Manager PT AI.

    Selain sistem dan teknologi rem, para pelajar juga diajarkan mengenai fungsi cairan rem. Seperti diketahui, cairan rem (brake fluid) seperti Prestone Brake Fluid memiliki tugas utama sebagai media transmisi tenaga hidraulis dari tuas rem sepeda motor ke piston kaliper, yang kemudian mendorong kampas rem yang bertugas mengurangi kecepatan kendaraan dengan cara menekan cakram rem.

    Selain itu dijelaskan cairan rem harus tahan dalam berbagai kondisi terutama suhu tinggi atau panas saat bekerja. Brake fluid juga memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Dengan pemahaman yang jelas mengenai sistem rem, diharapkan para pelajar dapat merawat sistem rem sepeda motor dengan baik dan mengaplikasikan rem secara optimal di jalan.

    Autochem menggelar program 'Autochem Mengajar'.Autochem menggelar program ‘Autochem Mengajar’. Foto: dok. Autochem

    Selanjutnya roadshow Autochem Mengajar pindah ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peserta kegiatan di hari pertama adalah mahasiswa Fakultas Teknik yang mengambil mata kuliah Teknologi Motor Diesel.

    Materi yang disajikan mengenai electronic control unit (ECU), emisi gas buang, dan perkembangan teknologi elektrikal (kelistrikan). Awalnya, ECU diposisikan sebagai pengatur kerja sistem injeksi BBM yang menggantikan karburator. Seiring berkembangnya teknologi otomotif, sistem kontrol terintegrasi ini mengalami peningkatan yang pesat, dimana sekarang mengendalikan hampir seluruh sistem kendaraan.

    Sistem kontrol dan kelistrikan kendaraan yang mumpuni, dimanfaatkan pula dalam menekan emisi gas buang agar sesuai regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. ECU mengatur teknologi mesin terkini seperti katup variabel, direct injection, turbo variabel, hingga teknologi elektrifikasi supaya mesin mempunyai performa berkendara terbaik namun ramah lingkungan. Seiring perkembangan teknologi artificial intelligent, ECU memegang peran penting dalam mengoptimalkan sistem berbasis algoritma ini.

    “Generasi muda yang diwakili oleh Gen-Z, merupakan pihak yang paling berkepentingan atas pengembangan teknologi otomotif Tanah Air supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan. Kami juga melihat, Gen-Z membutuhkan basis ilmu yang kuat terkait teknologi otomotif khususnya hal yang mendasar seperti sistem pengereman, pelumas, dan ECU. Dengan rekam jejak Prestone yang panjang, kami berharap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang kami tularkan lewat program Autochem Mengajar, dapat bermanfaat bagi mereka yang menerapkannya langsung dalam proses belajar serta mobilitas setiap hari,” tutup Chris Sada.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Beli Mobil Kredit Biar Nggak Pusing Cicilan



    Tangerang

    Bagi kamu yang ingin memiliki mobil pertama dengan cara mencicil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tidak menyesal.

    Dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025), Kepala Wilayah DKI 1 PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Michael Hendro mengatakan konsumen mobil Daihatsu mayoritas berasal dari pembeli mobil pertama.

    “Ya, jadi kalau kita bicara Daihatsu, kita lebih fokusnya membantu teman-teman pertama kali beli mobil baru. Apakah mau upgrade dari sepeda motor, ataupun used car (mobil bekas) ke mobil baru,” kata Michael dalam Cerita Berkendara bersama pakar otomotif di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025).


    “Hampir 70 sampai 80 persen konsumen kita membeli mobil secara kredit,” ujar dia.

    Supaya nyaman sejak awal, setelah menentukan kebutuhan. Langkah selanjutnya menentukan anggaran terlebih dahulu.

    “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau membeli kredit, yang pertama, uang muka, DP ini akan menentukan sebenarnya cicilan kita akan berapa besar,” kata Michael.

    “DP cuma sekali bayar, tapi cicilannya 3, 4, 5 tahun kita tanggung (ke depan). Hari ini Daihatsu bisa 15 sampai 20 persen untuk DP,” jeaslnya lagi.

    “DP sekali bayar, tapi cicilan yang harus diperhatikan 3 sampai 5 tahun,” ungkapnya.

    Artinya langkah yang dapat dilakukan sebelum mengajukan kredit mobil adalah memahami besaran bunga dan uang muka yang akan berpengaruh pada nilai cicilan dan tenor pinjaman. Perlu juga diperhatikan biaya lain seperti provisi, administrasi, dan biaya terkait lainnya.

    Perkirakan pendapatan dan pengeluaran bulanan.Pastikan cicilan mobil yang aman adalah 30 persen dari penghasilan bersih.

    “Cicilan alangkah baiknya setengah atau sepertiga dari total penghasilan keluarga tersebut,” ujar Michael.

    “Antara 33 sampai 50 persen maksimal dari keluarga tersebut. Ini penghasilan gabungan,” jelas dia.

    “Karena leasing sendiri pada saat rekomendasi approval, salah satunya adalah apakah cicilan ini memberikan beban atau tidak.”

    “Sehingga buat kita sendiri, kita mau mobil ini mau bikin bahagia. Jadi DP harus diperhitungkan, dan cicilannya diperhitungkan,” kata Michael.

    “DP sendiri komposisinya ada bunga, asuransi, ada administrasi kredit, ini juga kita mesti cukup smart menyikapi ini semua. Belum tentu yang mahal itu jelek, belum tentu yang murah itu harus kita pilih. Cover seperti apa, emergency assistance apakah ada atau tidak, klaimnya, pengambilan BPKB apakah mudah atau sulit,” ungkapnya lagi.

    (riar/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Salah! Ini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Turunan


    Jakarta

    Meski menjadi kendaraan populer di Indonesia, namun belum banyak pengendara yang tahu cara ngerem motor matic yang benar di turunan. Padahal, jika dilakukan asal-asalan, ada potensi kecelakaan.

    Banyak yang menganggap, motor matic merupakan kendaraan sederhana yang cukup gas-rem saja untuk mengendarainya. Kendati demikian, faktanya, kita juga harus mengetahui cara ngerem motor matic yang benar di berbagai situasi, salah satunya saat turunan.

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, berikut kami rangkum cara ngerem motor matic saat turunan.


    Cara Ngerem Motor Matic di Turunan

    – Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    – Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    – Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    – Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan Ngerem Motor Matic

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Pakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Rem Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengendara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Habis Dipakai Long Weekend, Ini 10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa



    Jakarta

    Bagi Anda yang bepergian menggunakan mobil pribadi saat momen long weekend pekan lalu jangan lupa mengecek sepuluh komponen yang ada di kendaraan Anda, apalagi jika mobil yang digunakan adalah jenis hybrid. Hal ini bertujuan untuk memastikan mobil hybrid Anda tetap terjaga kondisinya dan siap digunakan lagi buat aktivitas harian.

    10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, berikut 10 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh:

    1. Ban

    Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.


    Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol. Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Shock absorber tak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan juga kemudi tetap bisa bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan sampai kerusakan pada part kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian maupun saat menemani wisata libur panjang.

    3. Motor Listrik

    Komponen lain yang wajib dicek adalah motor listrik mobil hybrid. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerja motor listrik terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak. Pastikan tidak ada masalah pada parts penting ini dengan melakukan servis berkala.

    4. Baterai Hybrid

    Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, juga air. Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

    Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil, tapi juga menjalankan mobil, supaya performa baterai tetap terjaga.

    5. Rem

    Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambah cairan rem bila kurang.

    6. Oli Mesin

    Mesin mobil hybrid butuh perawatan oli supaya dapat bekerja dengan baik. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air. Ganti oli mesin setiap 6 bulan bersamaan dengan servis berkala.

    7. Radiator Coolant

    Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat. Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

    8. Cairan Kendaraan Lainnya

    Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

    9. Kabin

    Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

    10. AC

    AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun. Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

    Langkah pemeriksaan dan perbaikan di atas belum tentu dapat dilakukan sendiri, khususnya komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai hybrid. Daripada salah, solusinya adalah servis berkala di bengkel Auto2000 yang sudah memenuhi standar Toyota global untuk mengurus mobil hybrid.

    Servis berkala sanggup menjaga performa mobil dan selalu hemat bensin. Kegiatan ini dapat segera mendeteksi potensi masalah supaya dapat diperbaiki. Sehingga, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

    “Silakan booking servis berkala mobil hybrid Toyota sebagai persiapan berkendara harian dan wisata di masa libur sekolah. AutoFamily juga bisa memanfaatkan armada THS – Auto2000 Home Service siap memberikan layanan servis berkala kendaraan elektrifikasi Toyota di lokasi pelanggan,” ucap Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mesin Motor Injeksi Masih Perlu Dipanaskan?



    Jakarta

    Motor-motor keluaran terbaru sudah menggunakan sistem pengabutan bahan bakar injeksi yang lebih modern dan canggih. Dengan teknologi yang semakin maju, apakah motor injeksi masih perlu dipanaskan mesinnya sebelum digunakan?

    Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Wahyu Budhi menjelaskan, motor injeksi tetap perlu dipanaskan mesinnya, sebab ada manfaatnya. Kata Wahyu, motor injeksi tetap perlu dipanaskan mesinnya, terutama jika mau digunakan setelah motor didiamkan semalaman. Memanaskan mesin motor injeksi bisa melancarkan sirkulasi pelumas atau oli mesin.


    All New Honda Vario 160Ilustrasi motor injeksi Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Lalu berapa lama waktu yang diperlukan buat memanaskan mesin motor injeksi sebelum digunakan? 10 menit atau 15 menit? Menurut Wahyu, memanaskan motor zaman sekarang tidak perlu lama-lama.

    “Asalkan, saat dipanaskan, mesin motor dalam kondisi langsam atau idle dan tidak digeber-geber,” bilang Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima detikOto beberapa waktu lalu.

    Dengan kata lain, tidak perlu memainkan gas atau menggeber motor saat mesinnya dipanaskan.

    “Saat memanaskan mesin motor injeksi juga jangan terlalu lama. Cukup satu sampai lima menit,” tegasnya lagi. Menurut Wahyu, jika terlalu lama memanaskan mesin motor injeksi, maka yang ada bensin akan terbuang.

    “Jika terlalu lama dipanaskan, bakal percuma juga karena bensin akan terbuang sia-sia,” tambahnya.

    Tak kalah penting, buat menjaga kondisi motor Honda tetap prima, selalu lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel resmi. Kalau di Honda, biasanya Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Selain bengkel resmi, servis motor juga bisa dilakukan di bengkel-bengkel umum kepercayaan Anda.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Daya Tarik, Lokasi, hingga Tiket Masuknya


    Jakarta

    Pantai Jetis Cilacap menjadi salah satu destinasi wisata di ujung timur Cilacap. Terutama bagi wisatawan yang mau mencari suasana tenang dan pemandangan alam yang indah.

    Selain menawarkan keindahan alam, di sana traveler bisa melakukan berbagai aktivitas di sekitar pantai pasir hitam ini.

    Letak Pantai Jetis Cilacap

    Mengutip laman Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Pantai Jetis Cilacap berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu.


    Dari pusat kota Cilacap, jarak tempuh ke pantai ini berkisar sekitar 47 km atau dengan waktu tempuh 1 jam 15 menitan.

    Daya Tarik Pantai Jetis Cilacap

    Berikut adalah daya tarik dan aktivitas seru yang bisa dilakukan jika berwisata di Pantai Jetis Cilacap:

    1. Panorama Alam yang Cantik

    Pantai ini juga dihiasi dengan keberadaan perbukitan kapur memanjang yang ditutupi pepohonan hijau. Perpaduan antara air laut dan hijaunya pohon kelapa serta cemara di sekelilingnya tak boleh kamu lewatkan.

    Karena ada banyak pohon cemara disana, Pantai Jetis juga sering disebut sebagai Pantai Cemara Sewu.

    Kamu bisa menikmati panorama Pantai Jetis ini bisa dengan duduk santai, berjalan-jalan atau jogging saat menyusuri pantai. Tentunya akan ada suara ombak dan angin sepoi-sepoi yang menemanimu.

    Pantai Jetis buka selama 24 jam sehingga kamu bisa mengunjungi pantai ini kapanpun. Namun sebaiknya untuk berkunjung pada pagi ataupun sore hari, agar bisa lebih puas menyaksikan keindahan pemandangan yang ada.

    2. Berkeliling Pantai dengan Naik Kuda dan ATV

    Bagi yang ingin berkeliling pantai, traveler juga bisa menemukan penyewaan kuda. Selain kuda, ada juga penyewaan ATV yang bisa disewakan untuk anak-anak hingga orang dewasa.

    3. Kulineran

    Bagi pecinta kuliner seafood kamu bakal suka ke pantai ini. Karena di sekitar area pantai, kamu akan denba mudah menemukan warung makan yang berjajar.

    Mulai menu dari seafood, ketupat pecel, hingga mendoan Banyumas pun dijual di warung-warung si sana. Selain itu, traveler juga bisa milih langsung hasil tangkapan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot.

    4. Bangunan Pemecah Ombak yang Jadi Spot Foto Menarik

    Beutiful wallpaper background of Jetis Beach Cilacap Central Java IndonesiaPantai Jetis Cilacap, Jawa Tengah (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)
    Beautiful background of Jetis Beach Cilacap Central Java with green hill and blue sky for wallpaperPantai Jetis Cilacap (Getty Images/Ani Dwi Wahyuni)

    Salah satu ciri khas di Pantai Jetis Cilacap adalah bangunan pemecah gelombang atau ombaknya (tetrapod). Meskipun berantakan, spot ini juga sering dijadikan spot foto para pengunjung yang datang.

    Tiket Masuk Pantai Jetis Cilacap

    Mengutip salah satu situs travel agency online, harga tiket masuk ke Pantai Jetis berkisar Rp 5.000 per orang. Sementara, untuk tarif parkir kendaraannya Rp 2.000 untuk motor dan mobil Rp 5.000. Jika traveler mau bersantai di pinggir pantai ada gazebo yang disewakan. Harga sewa gazebonya berkisar Rp 10.000.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com